pemberontakan PKI Madiun 1948

Top PDF pemberontakan PKI Madiun 1948:

PEMBERONTAKAN PKI DI MADIUN TAHUN 1948

PEMBERONTAKAN PKI DI MADIUN TAHUN 1948

Begitu juga dalam buku berjudul Gerakan 30 September Pemberontakan PKI : Latar belakang, aksi, dan pemumpasannya yang diterbitkan oleh Sekretariat Negara Republik Indonesia, buku berj[r]

188 Baca lebih lajut

REVOLUSI PKI MADIUN TAHUN 1948.

REVOLUSI PKI MADIUN TAHUN 1948.

Þ»®¼¿-¿®µ¿² ¸¿-·´ °»²»´·¬·¿² ¼¿°¿¬ ¼·-·³°«´µ¿²æ øï÷ Ô¿¬¿® ¾»´¿µ¿²¹ ®»ª±´«-· ÐÕ× ¼· Ó¿¼·«² ¿¼¿´¿¸ ¿µ·¾¿¬ ¾»®µ»³¾¿²¹²§¿ °¿¸¿³ µ±³«²·- §¿²¹ ³»³°»²¹¿®«¸· -·¬«¿-· °±´·¬·µ ײ¼±²»-·¿ò λµ±²-¬®«µ-· ¼¿² ο-·±²¿´·-¿-· ¼·´¿µ-¿²¿µ¿² µ¿¾·²»¬ Ø¿¬¬¿ ¶«¹¿ ³»²·³¾«´µ¿² ®»¿µ-· ¼¿®· °·¸¿µ µ±³«²·-ô -»¸·²¹¹¿ ³»²·³¾«´µ¿² µ±²º´·µ ¼· µ±¬¿ ͱ´± §¿²¹ ¾»®¼»µ¿¬¿² ¼»²¹¿² Ó¿¼·«²ò Õ±²º´·µ ¼· ͱ´± ³»²¶¿¼· °»²§»¾¿¾ °»®·-¬·©¿ Ó¿¼·«² ïçìèò øî÷ л®·-¬·©¿ ·²· ¼·³«´¿· ¼»²¹¿² °®±µ´¿³¿-· ²»¹¿®¿ ͱª·»¬ λ°«¾´·µ ײ¼±²»-·¿ò Ì»®¶¿¼· °»²½«´·µ¿² ¬±µ±¸ó¬±µ±¸ -·°·´ ³¿«°«² ³·´·¬»® ¼· °»³»®·²¬¿¸¿² ¿¬¿«°«² ¬±µ±¸ó¬±µ±¸ ³¿-§¿®¿µ¿¬ ¼¿² ¿¹¿³¿ò п¼¿ -¿¿¬ µ»µ±-±²¹¿² °·³°·²¿² ÌÒ× ¼· Ö¿©¿ Ì·³«®ô Pemerintah Hatta menuduh telah terjadi “Pemberontakan PKI” sehingga ¼·µ»®¿¸µ¿² µ»µ«¿¬¿² ¾»®-»²¶¿¬¿ ±´»¸ Ø¿¬¬¿ «²¬«µ ³»²«³°¿- °»³¾»®±²¬¿µ¿²ò л³¾»®±²¬¿µ¿² ÐÕ× ¼· Ó¿¼·«² ¸¿²§¿ -»¾»´¿- ¸¿®·ò øí÷ Ü¿³°¿µ ¼¿®· °»®·-¬·©¿ ®»ª±´«-· ÐÕ× ¼· Ó¿¼·«² ¬»®¶¿¼· ¼¿´¿³ ¾·¼¿²¹ °±´·¬·µ ¼¿² -±-·¿´ò л®·-¬·©¿ ®»ª±´«-· ÐÕ× ¼· Ó¿¼·«² ³»²¹¿µ·¾¿¬µ¿² µ»µ¿½¿«¿² °±´·¬·µ ¼¿² ¬»®¾«²«¸²§¿ -»¶«³´¿¸ ¬±µ±¸ ³¿-§¿®¿µ¿¬ò
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

3.1 Menganalisis upaya bangsa indonesia dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa antara lain PKI Madiun 1948, DI/TII, APRA, Andi Aziz, RMS, PRRI, Permesta, G-30-S/PKI 3.1.1 3.1.2 3.1.3 Mendeskripsikan ancaman disintegrasi bangsa Indonesia Menjelaskan

3.1 Menganalisis upaya bangsa indonesia dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa antara lain PKI Madiun 1948, DI/TII, APRA, Andi Aziz, RMS, PRRI, Permesta, G-30-S/PKI 3.1.1 3.1.2 3.1.3 Mendeskripsikan ancaman disintegrasi bangsa Indonesia Menjelaskan

Gerombolan DI/ TII juga melakukan pemberontakan di Aceh yang dipimpin oleh Teuku Daud Beureuh. Adapun penyebab timbulnya pemberontakan DI/TII di Aceh adalah kekecewaan Daud Beureuh karena status Aceh pada tahun 1950 diturunkan dari daerah istimewa menjadi karesidenan di bawah Provinsi Sumatera Utara. Pada tanggal 21 September 1953 Daud Beureuh yang waktu itu menjabat sebagai gubernur militer menyatakan bahwa Aceh merupakan bagian dari Negara Islam Indonesia di bawah pimpinan SM. Kartosuwiryo. Dalam menghadapi pemberontakan DI/ TII di Aceh ini semula pemerintah menggunakan kekuatan senjata. Selanjutnya atas prakarsa Kolonel M. Yasin, Panglima Daerah Militer I/Iskandar Muda, pada tanggal 17-21 Desember 1962 diselenggarakan “Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh” yang mendapat dukungan tokohtokoh masyarakat Aceh sehingga pemberontakan DI/ TII di Aceh dapat dipadamkan. 4. Pemberontakan DI / TII di Sulawesi Selatan
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

PERANAN WANITA DESA SOCO BENDO MAGETAN DALAM MENGATASI DAMPAK PSIKOLOGI SOSIAL PASCA MADIUN AFFAIR 1948 (STUDI SEJARAH SOSIAL) | Hanif | AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA 128 229 1 SM

PERANAN WANITA DESA SOCO BENDO MAGETAN DALAM MENGATASI DAMPAK PSIKOLOGI SOSIAL PASCA MADIUN AFFAIR 1948 (STUDI SEJARAH SOSIAL) | Hanif | AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA 128 229 1 SM

Salah satu pemberontakan PKI yang sulit dilupakan orang adalah yang terjadi di Madiun pada September 1948 yang kemudian ter- kenal dengan sebutan Madiun Affair. Pejabat, prajurit, lurah, pamong praja, kiai, santri, dan masyarakat yang menjadi korban dan suasana saat itu sangat mencekam. Hal tersebut sebagaimana ditulis oleh Tim Jawa Pos, bahwa kejadian itu terasa begitu meng erikan, … beribu - ribu manusia dengan kelewang dan berbagai senjata memekik-mekik bagai serigala kehausan darah … mereka berduyun-duyun tidak ada habisnya sambil terus memekik dan memaki-maki kemudian menerjang dengan beringas dan penuh kebencian. (Tim Ja wa Pos, 1990:15). Tidak hanya menelan banyak korban jiwa dan harta, tetapi dampaknya masih terasa hingga sekarang, terutama pada aspek psikologi (sterotip dan prasangka sosial).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Pemberontakan Pki-musso Di Madiun 18 - 30 September 1948.

Pemberontakan Pki-musso Di Madiun 18 - 30 September 1948.

Kekhilafan Pemerintah RI waktu itu ialah tidak segera mengambil tindakan tegs membubarkan organisasi politik PKI, sehingga terjadi Pemberontakan G.30 S/PKI tahun 1965. secara organisatoris PKI memang sudah dibubarkan, namun keputusan tertulis tidak pernah diumumkan. Jendral Nasution dalam suatu wawancara dengan team dari Dinas Sedjarah Militer Angkatan Darat antara lain mengatakan : “… mengenai rencana operasi saya yang menyusun, tetapi kalau tak salah ada kata-kata pembubaran, tetapi bagaimana kalimatnya saya sendiri sudah tidak ingat”. Memang sebenarnya Peme- rintah RI-pun telah merencanakan untuk menuntut secara hu- kum yang berlaku bagi mereka yang secara langsung atau- pun tidak langsung terlibat dalam Pemberontakan PKI Musso di Madiun. Akan tetapi rencana itu terkatung-katung karena beberapa mimggu kemudian Belanda telah melancarkan Ag- resi Militernya yang kedua. Dengan terjadinya Agresi Militer Belanda tersebut seolah-olah Pemberontakan PKI di Madiun dianggap selesai, ssehingga dengan adanya kekhilafan pemerintah tersebut operasi-operasi pembersihan dan pe- nangkapan-penangkapan terhadap tokoh-tokoh FDR/PKI ti- dak lebih dari tindakan yang bersifat preventif agar supaya pemberontakan dapat dilokalisir. Sekalipun secara militer pemberontakan PKI Musso di Madiun dapat dilumpuhkan sama sekali, tetapi secara ideologi tidak. 230
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

PERJUANGAN KAUM KIRI DI MADIUN 1948

PERJUANGAN KAUM KIRI DI MADIUN 1948

Pamflet yang dikeluarkan Tan Malaka ternyata tidak mampu menghentikan keinginan para petinggi PKI seperti Muso, Alimin, Semaun dan para petani untuk melakukan pemberontakan dan pemogokan. Pandangan Tan Malaka ini terbukti ketika pemogokan dan pemberontakan para petani serta PKI dapat dipatahkan oleh Belanda. Pemogokan dan pemberontakan para petani serta PKI yang belum tepat waktunya harus dibayar mahal. Mahkamah Agung Hindia Belanda memerintahkan penangkapan semua orang PKI. Sebanyak 13.000 orang ditahan dan 4.500 orang dipenjarakan dan 1.380 orang dibuang ke Boven Digul. Sementara itu para petinggi-petinggi PKI seperti Alimin, Muso, Semaoen melarikan diri ke Rusia. Oleh karena itu Patai Komunis Indonesia kemudian terpaksa berkerja di bawah tanah berhubungan dengan kehilangan pemimpin- pemimpin intelektualnya. Kegiatan-kegiatannya makin lama tidak terkoordinasi secara baik. Tahun 1935 Muso kembali ke tanah air dan sempat berusaha mendirikan PKI-ilegal, akan tetapi usaha Muso untuk menghidupkan PKI seperti semula tidak berhasil. Keadaan semakin tidak menguntungkan kaum kiri ketika kedatangan Jepang ke Indonesia.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

PKI dan proses pemilu 1955 (1)

PKI dan proses pemilu 1955 (1)

Senior (Semaun, Muso, Alimin) dengan Founding Fathers yang lebih menekankan sinergitas keberlangsungan hidup masyarakat beragama di dalam pandangan politik bernegara. Terbukti dengan adanya pemberontakan PKI di Madiun pada tahun 1948 akibat ide Musso yang ingin mendirikan Republik Sovyet Indonesi. Namun, usaha tersebut menemui jalan buntu dan bahkan sang pemimpin pergerakan pun meninggal ditempat. Pergerakan itu ditafsirkan oleh Soekarno dan Hatta sebagai suatu bentuk pemisahan diri dari NKRI. Tetapi perlu kita liat juga sudut pandang Musso yang menginginkan Imperialisme dan Kolonialisasi Barat itu sama sekali tidak masuk kembali ke Indonesia. Sehingga, ekses pergerakan Muso ini berupa citra PKI yang buruk.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERANCANGAN FILM DOKUMENTER DIBALIK PERISTIWA PEMBERONTAKAN PKI MADIUN TAHUN 1948 | Adhitya | Jurnal DKV Adiwarna 4410 8400 1 SM

PERANCANGAN FILM DOKUMENTER DIBALIK PERISTIWA PEMBERONTAKAN PKI MADIUN TAHUN 1948 | Adhitya | Jurnal DKV Adiwarna 4410 8400 1 SM

PKI in 1948 is a violent conflict in Madiun, East Java between PKI (Indonesian Communist Party) and the TNI (Indonesia Army Forces). These events have been detrimental to the surrounding peoples, they are lot of loss property and lives.But now manny press exposes this issue. This Documentary film is made to determine what the actual bacground for PKI rebellion in Madiun that occurred. In this film has some historians who have direct experience of this PKI event.They talked about their experience fight PKI and Madiun situation in 1948 and close by historian.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PERAN SANTRI PONDOK MODERN DARUSSAALAM GONTOR PONOROGO DALAM MENANGKAL PEMBERONTAKAN PKI (PARTAI KOMUNIS INDONESIA) 1948 M.

PERAN SANTRI PONDOK MODERN DARUSSAALAM GONTOR PONOROGO DALAM MENANGKAL PEMBERONTAKAN PKI (PARTAI KOMUNIS INDONESIA) 1948 M.

Di Pondok Modern Darussalam Gontor, keadaan yang semula tenang menjadi penuh kekhawatiran. Meskipun jarak antara Gontor-Madiun terpaut sekitar 40 kilometer, semua peristiwa itu membuat para santri resah. Mereka khawatir akan menjadi korban situasi yang tidak menguntungkan itu. Sebagian santri kemudian ada yang minta izin pulang, khususnya mereka yang bertempat tinggal tidak jauh dari pondok. Sementara itu yang lain masih banyak yang tetap tinggal di dalam pondok. Kyai Imam Zarkasyi dan Kyai Ahamd Sahal sebagai pimpinan pondok mencoba bersikap tenang sambil berpikir tentang langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mengatisipasi keadaan tersebut. Kyai Ahmad Sahal dan Kyai Imam Zarkaysi kemudian bermusyawarah dengan beberapa santri seniornya, seperti Ghozali Anwar dan Shoiman. Dari musyawarah itu lalu ditetapkan bahwa melawan pemberontak sesuatu yang tidak mungkin. Satu-satunya jalan yang bisa ditempuh adalah menyelamatkan diri dari para pemberontak dengan cara mengungsi.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

20001115 Tindak pidana ketatanegaraan Jur A Hamzah

20001115 Tindak pidana ketatanegaraan Jur A Hamzah

Ternyata ceritera tentang riwayat aanslag atau maker itu juga terulang lagi dengan pecahnya G 30 S, yang hampir saja komunis berkuasa di Indonesia. Pengaruh trauma akan pemberontakan PKI yang sudah dua kali terjadi, yaitu Pemberontakan PKI di Madiun tahun 1948 dan G 30 S tahun 1965, membawa pengaruh sehingga penyusun Rancangan KUHP baru menciptakan tambahan delik ideologi ke dalam Bab Delik terhadap Keamanan Negara dengan nama baru Tindak Pidana Terhadap Proses Kehidupan Ketatanegaraan (Bab I Buku II).

6 Baca lebih lajut

Bung Hatta dalam menghadapi pemberontakan PKI [Partai Komunis Indonesia] di Madiun 18 September 1948 - USD Repository

Bung Hatta dalam menghadapi pemberontakan PKI [Partai Komunis Indonesia] di Madiun 18 September 1948 - USD Repository

Berkaitan dengan Front Nasional, Muso juga berpendapat supaya dibentuk suatu kabinet yang terdiri dari wakil-wakil Front Nasional yang paling cakap sebagai jalan untuk meneguhkan pemerintahan. 35 Dari pendapat Muso ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Kabinet Hatta harus mundur dan diganti dengan kabinet baru yang beranggotakan wakil-wakil dari Front Nasional. Untuk merealisasikan terbentuknya Front Nasional, PKI pertama kali mengajak dua partai terbesar yaitu Masyumi dan PNI untuk bergabung ke dalam front tersebut. Upaya ini ternyata sia- sia dan gagal sebagai akibat Masyumi dan PNI menolak tawaran tersebut. Secara formal Masyumi menolak pada tanggal 11 September 1948 dan PNI menolak pada tanggal 13 September 1948. Gagalnya upaya pembentukan Front Nasional ini semakin meyakinkan Muso bahwa jalur parlementer sudah tidak dapat diharapkan lagi untuk memperjuangkan partainya agar dapat ambil bagian dalam pemerintahan dan dalam memperjuangkan cita-cita partainya, yaitu memegang kendali dalam memimpin revolusi rakyat Indonesia menggunakan dasar perjuangan kaum komunis. Sebagai dampaknya muncul peristiwa yang terkenal dengan sebutan Peristiwa Madiun 1948.
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

REVOLUSI PKI MADIUN TAHUN 1948.

REVOLUSI PKI MADIUN TAHUN 1948.

Þ»®¼¿-¿®µ¿² ¸¿-·´ °»²»´·¬·¿² ¼¿°¿¬ ¼·-·³°«´µ¿²æ øï÷ Ô¿¬¿® ¾»´¿µ¿²¹ ®»ª±´«-· ÐÕ× ¼· Ó¿¼·«² ¿¼¿´¿¸ ¿µ·¾¿¬ ¾»®µ»³¾¿²¹²§¿ °¿¸¿³ µ±³«²·- §¿²¹ ³»³°»²¹¿®«¸· -·¬«¿-· °±´·¬·µ ײ¼±²»-·¿ò λµ±²-¬®«µ-· ¼¿² ο-·±²¿´·-¿-· ¼·´¿µ-¿²¿µ¿² µ¿¾·²»¬ Ø¿¬¬¿ ¶«¹¿ ³»²·³¾«´µ¿² ®»¿µ-· ¼¿®· °·¸¿µ µ±³«²·-ô -»¸·²¹¹¿ ³»²·³¾«´µ¿² µ±²º´·µ ¼· µ±¬¿ ͱ´± §¿²¹ ¾»®¼»µ¿¬¿² ¼»²¹¿² Ó¿¼·«²ò Õ±²º´·µ ¼· ͱ´± ³»²¶¿¼· °»²§»¾¿¾ °»®·-¬·©¿ Ó¿¼·«² ïçìèò øî÷ л®·-¬·©¿ ·²· ¼·³«´¿· ¼»²¹¿² °®±µ´¿³¿-· ²»¹¿®¿ ͱª·»¬ λ°«¾´·µ ײ¼±²»-·¿ò Ì»®¶¿¼· °»²½«´·µ¿² ¬±µ±¸ó¬±µ±¸ -·°·´ ³¿«°«² ³·´·¬»® ¼· °»³»®·²¬¿¸¿² ¿¬¿«°«² ¬±µ±¸ó¬±µ±¸ ³¿-§¿®¿µ¿¬ ¼¿² ¿¹¿³¿ò п¼¿ -¿¿¬ µ»µ±-±²¹¿² °·³°·²¿² ÌÒ× ¼· Ö¿©¿ Ì·³«®ô Pemerintah Hatta menuduh telah terjadi “Pemberontakan PKI” sehingga ¼·µ»®¿¸µ¿² µ»µ«¿¬¿² ¾»®-»²¶¿¬¿ ±´»¸ Ø¿¬¬¿ «²¬«µ ³»²«³°¿- °»³¾»®±²¬¿µ¿²ò л³¾»®±²¬¿µ¿² ÐÕ× ¼· Ó¿¼·«² ¸¿²§¿ -»¾»´¿- ¸¿®·ò øí÷ Ü¿³°¿µ ¼¿®· °»®·-¬·©¿ ®»ª±´«-· ÐÕ× ¼· Ó¿¼·«² ¬»®¶¿¼· ¼¿´¿³ ¾·¼¿²¹ °±´·¬·µ ¼¿² -±-·¿´ò л®·-¬·©¿ ®»ª±´«-· ÐÕ× ¼· Ó¿¼·«² ³»²¹¿µ·¾¿¬µ¿² µ»µ¿½¿«¿² °±´·¬·µ ¼¿² ¬»®¾«²«¸²§¿ -»¶«³´¿¸ ¬±µ±¸ ³¿-§¿®¿µ¿¬ò
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pelajaran dari Kasus Din Minimi

Pelajaran dari Kasus Din Minimi

Pertama, belajar dari siklus kekerasan di Aceh pasca kolonial--revolusi sosial 1946, perlawanan Sayyid Ali 1948, dan pemberontakan Darul Islam 1953--faktor ketegangan internal di tubuh masyarakat Aceh ternyata me mainkan peran yang penting dalam memicu konflik ba ru. Demikian pula, kasus Din Minimi ini--dan se be - lumnya kasus bentrokan sesama eks kombatan GAM dalam pilkada 2006 dan 2012 serta pileg 2014--juga memperlihatkan kegentingan dari ketegangan inter nal di Aceh pasca MoU Helsinki 2005. Akar dan di na mi- ka ketegangan lokal ini haruslah ditangani demi meng- hindarkan potensi kekerasan baru yang lebih besar di masa depan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Bab 12 Peristiwa Tragedi Nasional dan Konflik konflik Internal Lainnya (1948 1965)

Bab 12 Peristiwa Tragedi Nasional dan Konflik konflik Internal Lainnya (1948 1965)

N egara Republik Indonesia yang baru merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, dalam perjalanan sejarahnya banyak menemui gangguan yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan. Gangguan-gangguan tersebut tidak hanya dari Belanda yang ingin kembali menguasai Indonesia, tetapi juga dari dalam negeri yang berupa pemberontakan-pemberontakan. Mengapa bisa muncul pemberontakan? Apakah para pemberontak tersebut tidak menginginkan NKRI berdiri kokoh? Lantas, bagaimana pemerintah menghadapi gangguan- gangguan tersebut. Tentu kalian ingin tahu jawabannya, bukan? Untuk itu, ikutilah pembahasan materi berikut ini dengan cermat. Pembahasan materi berikut ini akan membuat kalian mampu memahami pentingnya persatuan dan kesatuan dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

S SEJ 1005744 Chapter5

S SEJ 1005744 Chapter5

Situasi Politik di China sebelum tahun 1927 banyak terjadi pemberontakan-pemberontakan, dimulai dari revolusi 1911 yang menjatuhkan kekuasaan dinasti Qing di China Selatan, munculnya tokoh Yuan Shih Kai yang melakukan kudeta terhadap Puyi, dan adanya periode Warlord yang membuat situasi China sebelum tahun 1927 dipenuhi dengan pemberontakan dan kudeta. Seringnya pergantian kekuasaan tersebut menyebabkan situasi politik China pada saat itu tidak stabil. Situasi tersebut semakin buruk setelah rezim Chiang Kai Sek menganggap Partai Komunis China berbahaya. Chiang Kai Sek melakukan perburuan terhadap anggota Partai Komunis China yang menyebabkan munculnya perang saudara di China pada tahun 1927.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Pemberontakan Punk BAB 0

Pemberontakan Punk BAB 0

Punk adalah gerakan yang mengusung rasa toleransi dan kebebasan. Mereka sebagai sang pemula yang meneriakkan ketidak-adilan dan perlawanan terhadap sistem yang sah. Permasalahan yang dibahas dalam Tugas Akhir ini, yaitu: (1) Bagaimana pemberontakan Punk. (2) Bagaimana merumuskan Punk sebagai sumber ide dalam proses penciptaan karya seni patung. (3) Bagaimana memvisualisasikan pemberontakan Punk ke dalam karya seni patung simbolik.

12 Baca lebih lajut

Makalah Pendidikan Pancasila dan Kewarga (1)

Makalah Pendidikan Pancasila dan Kewarga (1)

PNI melakukan pembunuhan-pembunuhan massal, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ada laporan-laporan bahwa Sungai Brantas di dekat Surabaya menjadi penuh mayat-mayat sampai di tempat-tempat tertentu sungai itu "terbendung mayat". Pada akhir 1965, antara 500.000 dan satu juta anggota-anggota dan pendukung-pendukung PKI telah menjadi korban pembunuhan dan ratusan ribu lainnya dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi, tanpa adanya perlawanan sama sekali. Sewaktu regu-regu militer yang didukung dana CIA menangkapi semua anggota dan pendukung PKI yang terketahui dan melakukan pembantaian keji.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

LARUNG, NOVEL PEMBERONTAKAN

LARUNG, NOVEL PEMBERONTAKAN

Larung memberontak nilai-nilai yang selama ini dianggap kebenaran: Nilai bahwa bagaimanapun membunuh adalah kejahatan dan dosa, bahwa hanya Tuhan yang memiliki kuasa atas nyawa manusia[r]

4 Baca lebih lajut

TINJAUAN TENTANG KONSTRUKSI HUKUM PEMBUKTIAN YANG DITERAPKAN PENUNTUT UMUM DALAM TINDAK PIDANA PENGHINAAN TERHADAP INSTITUSI KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA DAN INTELEJEN

TINJAUAN TENTANG KONSTRUKSI HUKUM PEMBUKTIAN YANG DITERAPKAN PENUNTUT UMUM DALAM TINDAK PIDANA PENGHINAAN TERHADAP INSTITUSI KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA DAN INTELEJEN

Berdasar Tuntutan Penuntut Umum Nomor : REG.PERK.PDM 43 /SRKT/Ep.2/08/2008 Tindak Pidana yang dilakukan oleh terdakwa Kholid Saifullah adalah dengan sengaja menghina di depan umum Institusi Kepolisian Republik Indonesia dan Intelejen. Terdakwa melakukan tindak pidana tersebut dengan cara memulai orasi dengan menggunakan megaphone yang telah dibawa dengan mengarahkan pandangan serta menunjuk dengan jari tangan terdakwa kepada petugas Polisi yang sedang berjaga di Mapolwil Surakarta dan mengatakan diantaranya : “……. Sejak Republik ini berdiri sampai saat ini, hanya ada tiga organisasi yang suka menculik orang, yang pertama adalah Polisi Densus 88 dan yang kedua adalah Intelejen, mereka tidak mungkin melakukan itu karena mereka adalah aparat penegak hukum, yang terjadi kemarin adalah penculikan resmi penculikan yang dilakukan oleh PKI. ”
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Interaksi Sosial Warga dengan Keluarga Keturunan Eks Anggota PKI Madiun (Studi Kasus di Desa Bancangan, Kabupaten Ponorogo).

Interaksi Sosial Warga dengan Keluarga Keturunan Eks Anggota PKI Madiun (Studi Kasus di Desa Bancangan, Kabupaten Ponorogo).

Penelitian ini merupakan studi kasus dengan sajian deskriptif kualitatif. Data diambil dengan teknik wawancara mendalam, observasi serta dokumentasi terhadap warga Desa Bancangan yang bukan keturunan eks anggota PKI dan keluarga keturunan eks anggota PKI yang tinggal di Desa Bancangan. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive dimana 4 warga desa yang bukan keluarga keturunan eks anggota PKI dan 4 warga desa yang merupakan keluarga keturunan eks anggota PKI. Untuk validitas data digunakan triangulasi sumber terhadap Lurah Desa Bancangan, Kabupaten Ponorogo sedangkan analisis data menggunakan analisis model interaktif.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Show all 2342 documents...