Penelitian Tindakan Kelas

Top PDF Penelitian Tindakan Kelas:

penelitian tindakan kelas

penelitian tindakan kelas

Mengingat pentingnya penelitian tindakan kelas tersebut diatas, guru hendaknya mulai melakukan dan meningkatkan penelitiannya baik secara kuantitas maupun kualitas. Untuk mendorong dan memfasilitasi guru dalam melakukan penelitian tindakan kelas, pemerintah secara rutin menyediakan dana block grant untuk penulisan karya ilmiah melalui penelitian tindakan kelas.

9 Baca lebih lajut

Penelitian Tindakan Kelas Adalah

Penelitian Tindakan Kelas Adalah

Belakangan ini Penelitian Tindakan Kelas (PTK) semakin menjadi trend untuk dilakukan oleh para profesional sebagai upaya pemecahan masalah dan peningkatan mutu di berbagai bidang. Awal mulanya, PTK, ditujukan untuk mencari solusi terhadap masalah sosial (pengangguran, kenakalan remaja, dan lain-lain) yang berkembang di masyarakat pada saat itu. PTK dilakukan dengan diawali oleh suatu kajian terhadap masalah tersebut secara sistematis. Hal kajian ini kemudian dijadikan dasar untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam proses pelaksanaan rencana yang telah disusun, kemudian dilakukan suatu observasi dan evaluasi yang dipakai sebagai masukan untuk melakukan refleksi atas apa yang terjadi pada tahap pelaksanaan. Hasil dari proses refeksi ini kemudian melandasi upaya perbaikan dan peryempurnaan rencana tindakan berikutnya. Tahapan-tahapan di atas dilakukan berulang-ulang dan berkesinambungan sampai suatu kualitas keberhasilan tertentu dapat tercapai.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian Tindakan Kelas

Secara ringkas penelitian tindakan kelas adalah bagaimana sekelompok guru dapat mengorganisasikan kondisi praktek pembelajaran mereka, dan belajar dari pengalaman mereka sendiri. Pendekatan penelitiannya berupa tindakan-tindakan nyata yang berbasis kelas. Mereka dapat mencobakan suatu gagasan perbaikan dalam praktek pembelajaran merela dan melihat pengaruh nyata dari upaya itu. Sangatlah penting membudayakan penelitian di lingkungan sekolah yang melibatkan guru secara aktif. Guru tidak lagi dianggap hanya sebagai penerima pembaharuan, tetapi juga sebagai pelaku pembaharuan. Penelitian yang dilakukan oleh guru dapat terjadi secara terus menerus berkesinambungan karena tuntutan kebutuhan dari dalam diri guru itu sendiri, bukan karena diinstruksikan dari luar.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

penelitian tindakan kelas

penelitian tindakan kelas

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang menduduki peranan penting dalam pendidikan dan merupakan salah satu mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Utama di tingkat SD. Pembelajaran matematika bertujuan agar siswa dapat memahami konsep matematika yang bersifat abstrak, dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun kenyataan dilapangan, masih banyak siswa kesulitan dalam memahami konsep matematika. Hal ini berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Untuk itu perlu suatu cara agar siswa dapat memahami konsep matematika yang bersifat abstrak dengan mudah. Salah satu caranya adalah dengan penggunaan benda-benda konkret sebagai alat peraga. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan membandingkan pecahan dengan menggunakan alat peraga. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 3A SD Pusri Palembang tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 34 orang, 13 orang diantaranya siswa laki-laki dan 21 orang adalah siswa perempuan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan sebanyak dua siklus. Penelitian ini terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes. Hasil analisis data tes menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa adalah 79,47 (87,1%). Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan alat peraga dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan membandingkan pecahan di kelas 3A SD Pusri Palembang tahun ajaran 2014/2015
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian Tindakan Kelas

Materi matematikatingkat SD yang diberikan pada anak tunanetra di SLB/A pada dasarnya bersifat ementer yang memuat konsep-konsep dasar untuk memahami konsep yanglebih tinggi. Guru sebagai salah satu komponen yang berperan dalam melaksanakan tugasnya diharapkan mampu menciptakan kegiatan belajar yang efektif, sehingga siswa menguasai materi pelajaran dan hasil belajar siswa meningkat. Untuk melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran matematikan tingkat SD bagai anak tunanetra di SLB/A, guru perlu mengkaji kembali pembelajaran sehari-hari dan perlu memperbaiki serta meningkatkan profesionalismenya dalam proses pembelajran di kelas. Salah satu perbaikan pembelajaran yang dapat dilakukan di kelas yaitu dengan cara melakukan Action Research/Penelitian Tindakan kelas.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

penelitian tindakan kelas

penelitian tindakan kelas

Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas atau di sekolah tempat guru mengajar dengan tujuan perbaikan dan/atau peningkatan kualitas proses dan praktik pembelajaran. Untuk meningkatkan keahlian dalam pembelajaran bidang studi, guru diseyogyakan selalu melakukan PTK. Masalah yang diteliti adalah masalah yang memang penting, menarik perhatian, dalam jangkauan peneliti dari segi kemampuan, waktu, biaya, dan tenaga. Lingkup penelitian dapat berkisar pada kurikulum, peserta didik, guru, sarana/ prasarana, dan penilaian.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

penelitian tindakan kelas

penelitian tindakan kelas

Sesungguhnya apabila guru merasa atau beranggapan bahwa proses pembelajaran dalam kelas tidak bermasalah, maka PTK tidak perlu dilakukan. Namun ada guru yang tidak obyektif dalam menilai diri sendiri, mereka telah terjebak dalam kekeliruan rutinitas tahunan yang tidak disadari. Jika guru pada satu titik fase telah menyadari adanya masalah/problem dalam proses belajar mengajar, maka pada saat yang sama harus lahir kesadaran untuk mencari akar persoalannya untuk dipecahkan secara profesional. Upaya atas kesadaran untuk memecahkan problem dalam proses pembelajaran itulah yang menjadi justifikasi akademik untuk melakukan penelitian tindakan kelas.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Penelitian Tindakan Kelas.

Penelitian Tindakan Kelas.

9. Ibu Yustina Dwinuryati, S.Pd., Ibu Dra. Nurdeli, M.Pd., Bapak Drs. Suyoto dan Bapak Wawan Budi Susanto, S.Pd., Selaku Guru SMA Negeri 1 Surakarta yang telah memberikan inspirasi, dukungan dan bantuan kepada penulis. 10. Teman-teman observer yang telah membantu dalam melaksanakan penelitian

22 Baca lebih lajut

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Tugas guru yang utama adalah mengajar. Meskipun demikian untuk mencapai atau menjadi guru yang profesional ada tugas penyerta yang sangat mendukung. Salah satu tugas tersebut adalah keterampilan atau kemampuan untuk melakukan penelitian. Penelitian yang mutlak diperlu dilakukan oleh para guru adalah penenlitian yang berkaitan dengan proses belajar mengajar. Oleh karena itu penelitian tindakan kelas perlu diketahui oleh para guru dan pada gilirannya dapat dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran.

7 Baca lebih lajut

penelitian tindakan kelas

penelitian tindakan kelas

Dalam latar belakang masalah ini peneliti mengemukakan kondisi yang seharusnya dan kondisi yang ada sehingga jelas adanya kesenjangan yang merupakan masalah yang menuntut untuk dicari solusinya melalui penelitian tindakan kelas yang tepat. Pada bagian ini yang paling penting adalah disebutkan tindakan yang akan dikenakan pada subjek pelaku tindakan. Pada bagian ini berisi pula penyajian teori yang melandasi diajukannya ide untuk mengatasi masalah. Dalam latar belakang masalah ini peneliti sebaiknya menyampaikan hal-hal yang terkait langsung dengan objek yang diteliti. Latar belakang masalah hendaknya menguraikan urgensi penanganan masalah yang diajukan dalam penelitian. Dukungan dari hasil-hasil penelitian yang terdahulu akan memberikan landasan yang kokoh dalam argumentasi maupun signifikansi permasalahan yang akan ditangani melalui penelitian tindakan kelas yang diajukan. Secara garis besar latar belakang masalah berisi uraian : (1) fakta-fakta yang mendukung yang berasal dari pengamatan guru. (2) argumentasi teoritik tentang tindakan yang dipilih, (3) hasil penelitian terdahulu (jika ada) (4) alasan pentingnya penelitian ini dilakukan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Dalam penelitian tindakan kelas, observasi merupakan upaya untuk merekam segala peristiwa/kegiatan yang yang terjadi selama tindakan perbaikan itu berlangsung dengan atau tanpa alat bantu tertentu. Hal penting untuk dicatat pada kesempatan ini adalah kadar interpretasi yang terlibat dalam rekaman hasil observasi.

5 Baca lebih lajut

Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian Tindakan Kelas

Masalah yang terlalu kecil baik dari segi pengaruhnya terhadap pembelajaran secara keseluruhan maupun jumlah siswa yang terlibat sebaiknya dipertimbangkan kembali, terutama jika penelitian itu dibiayai oleh pihak lain. Sangat lambatnya dua orang siswa dalam mengikuti pelajaran Anda misalnya, termasuk masalah kecil karena hanya menyangkut dua orang siswa; sementara masih banyak masalah lain yang menyangkut kepentingan sebagian besar siswa.

Baca lebih lajut

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) | Lisana Shidqin

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) | Lisana Shidqin

Sehubungan dengan latar belakang masalah tersebut, maka para guru di SDN 2 Cintaraja khususnya guru Kelas V berhadapan dengan masalah bahwa metode demonstrasi yang sering digunakan oleh guru belum mampu mengha- silkan pembelajaran IPA yang efektif. Hal itu ditunjukkan oleh kenyataan bahwa waktu belajar siswa dalam kelas masih banyak yang terbuang, kegiatan siswa yang berhubungan dengan keterampilan proses atau kerja ilmiah masih sangat rendah, dan hasil belajar penguasaan konsep pun masih belum mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan.

Baca lebih lajut

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) | Lisana Shidqin format proposal ptk

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) | Lisana Shidqin format proposal ptk

1) Perencanaan, yaitu persiapan yang bertolak dari ide awal, hasil pra survey, dan hasil diagnosis yang terkait dengan pemecahan masalah atau fokus tindakan PTK yang diprakarsai; seperti penetapan entry behavior, pelancaran tes diagnostik untuk menspe-sifikasi masalah, pembuatan skenario pembalajaran, pengadaan alat-alat dalam rangka implementasi PTK, dan lain- lain yang terkait dengan pelaksanaan tindakan perbaikan yang telah ditetapkan sebelumnya. Di samping itu juga diuraikan alternatif-alternatif solusi yang dicobakan dalam rangka perbaikan masalah. Format kemitraan antara guru peneliti dan peneliti mitra, juga dikemukakan pada bagian ini.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Dalam penelitian ini telah dilakukan pengembangan beberapa aspek, antara lain; (1) Metode instruksional, dimana diskusi dan tanya jawab dikembangkan melalui penyelenggaraan praktikum dan presentasi yang dilakukan oleh siswa, (2) Proses pembelajaran, dalam hal ini dikembangkan metode eksperimen berwawasan lingkungan (praktikum menggunakan bahan yang ada di lingkungan siswa) dan pembahasan hasil eksperimen oleh siswa melalui presentasi serta latihan soal sebagai umpan balik siswa dalam belajar mandiri., (3) Tugas rumah, yang diberikan untuk setiap selesainya satu – dua sub materi pokok, berupa soal-soal yang menyangkut baik pemahaman maupun analisis., (4) Teknik evaluasi, yang dilakukan pada setiap berakhirnya siklus tindakan untuk mengkaji pencapaian belajar siswa dan sebagai acuan dalam pelaksanaan siklus berikutnya guna perbaikan.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) | Lisana Shidqin konsep dasar ptk

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) | Lisana Shidqin konsep dasar ptk

sendiri, agar kritis terhadap praktek tersebut, dan agar mau untuk memperbaikinya. Action research bersifat patisipatif, karma ia melibatkan guru dalam penelitiannya sendiri, dan kolaboratif, karena ia melibatkan orang lain (rekan-rekan) sebagai bagian dari suatu penelitian yang hasilnya dapat dinikmati bersama (shared enguiry). Hal ini penting untuk dicamkan karena anggapan yang dominan dari pendekatan tradisional adalah bahwa peneliti,pakar, telah melakukan segala macam penelitian mengenai manusia. Seringkali kita kesal terhadap orang-orang seperti itu yang mengangkat dirinya sebagai pakar dengan menggunakan sekolah, siswa, dan guru sebagai pemasok data yang hasilnya telah “ditentukan sebelumnya”. Pada umumnya, para “pakar” hanya ingin menguji hipotesisnya atau telah mempunyai tujuan tertentu dan mereka melakukan eksperimen pada orang lain dan berusaha agar hasilnya cocok dengan hipotesisnya. Hal ini sangat membahayakan bila yang diteliti manusia, lain halnya bila yang diteliti adalah benda mati. Sangat riskan jika dalam eksperimen tersebut yang menjadi kelompok kontrol adalah kelompok yang terdiri dari manusia (siswa). Sekalipun banyak aspek dari tingkah laku manusia yang dapat ditebak dalam berbagai taraf, namun sifat dasar manusia adalah kreatif dan tidak dapat diprediksi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) | Lisana Shidqin

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) | Lisana Shidqin

Model PTK yang dijadikan landasan dalam penelitian ini adalah model PTK yang diadaptasi dari John Elliot. Dalam desain model ini, satu fokus tindakan (Action) merupakan satu siklus tindakan terdiri dari satu step atau langkah tindakan pembelajaran. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa PTK dilakukan untuk meningkatkan lebih dari satu aspek kerja ilmiah (kemampuan siswa melakukan penyelidikan dan kreatifitas dalam membuat karya) pada satu pokok bahasan atau satu materi pokok. Satu materi pokok terdiri dari beberapa materi yang yang diselesaikan dalam beberapa kali tindakan, (Depdikbud, 1999:21-22). Sedangkan bentuk PTK yang dilaksanakan adalah PTK kolaboratif yang melibatkan beberapa pihak dengan jalinan bersifat kemitraan sebagaimana dijelaskan oleh Kasihani Kasbolah (1998:123) yang menyatakan bahwa Penelitian Tindakan Kolaboratif melibatkan beberapa pihak yaitu guru, kepala sekolah, peneliti, maupun dosen secara serempak melakukan penelitian dengan tujuan meningkatkan prakatek pembelajaran, menyumbang pada perkembangan teori, dan meningkatkan karir guru
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

proposal ptk tematik

proposal ptk tematik

Metode yang digunakan dalam kegiatan penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sedangkan model PTK yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Kemmis & MC Taggart dengan pertimbangan model penelitian ini adalah model yang mudah dipahami dan sesuai dengan rencana kegiatan yang akan dilakukan peneliti yaitu satu siklus tindakan identik dengan satu kali pembelajaran (Depdikbud, 1999:7). Adapun fase PTK model Kemmis & MC Tanggart meliputi: (1) Perencanaan (Planning), (2) Pelaksanaan dan Observasi (Acting and Observing), dan (3) Refleksi (Reflecting).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE EKSPERIMEN BERBASIS LINGKUNGAN DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS X SEMESTER 1 SMA SWADHIPA NATAR Oleh Sunyono (Dosen PS. Pendd. Kimia FKIP Universitas Lampung) Siti Maryatun (Guru Kimia SMA Swadhipa Natar Lampung Selatan),

PENERAPAN METODE EKSPERIMEN BERBASIS LINGKUNGAN DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS X SEMESTER 1 SMA SWADHIPA NATAR Oleh Sunyono (Dosen PS. Pendd. Kimia FKIP Universitas Lampung) Siti Maryatun (Guru Kimia SMA Swadhipa Natar Lampung Selatan),

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan secara kolaboratif antara dosen FKIP Unila dengan guru-guru kimia SMA Swadhipa Natar Lampung Selatan. Penelitian dilaksanakan di kelas X4 semester I Tahun Pelajaran 2005/2006. Penelitian tindakan kelas ini dibagi menjadi tiga siklus tindakan dan setiap siklus terdiri dari satu atau dua materi pokok. Setiap siklus terdiri dari 3 – 4 kali pertemuan, dan setiap selesai satu materi pokok akan diadakan tes formatif untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap konsep kimia yang ada pada materi pokok yang bersangkutan. Pada setiap siklus dilakukan observasi sebanyak 2 kali oleh dosen mitra dan guru lain sesuai dengan tugasnya. Observasi dilakukan terhadap guru yang sedang mengajar, maupun terhadap siswa yang sedang belajar untuk melihat aktivitasnya, juga dilakukan wawancara baik terhadap guru maupun terhadap siswa. Wawancara dilakukan oleh dosen mitra dan semua anggota peneliti (guru mitra). Selain itu juga diadakan refleksi oleh pengamat yang terdiri dari 2 orang guru dan 1 orang dosen mitra untuk membicarakan hal-hal yang sudah dilakukan dengan tepat, maupun kekurangan- kekurangan yang masih ada pada siklus tersebut, yang akan menjadi bahan pertimbangan dan perbaikan dalam pelaksanaan siklus berikutnya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI MASALAH KESULITAN DALAM PEMBELAJARAN KIMIA SMA KELAS X DI PROPINSI LAMPUNG

IDENTIFIKASI MASALAH KESULITAN DALAM PEMBELAJARAN KIMIA SMA KELAS X DI PROPINSI LAMPUNG

Hasil penelitian yang dilakukan selama ini (Sunyono, 2005), ternyata rendahnya hasil belajar siswa tersebut disebabkan pada umumnya siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan yang menyangkut reaksi kimia dan hitungan kimia, akibat rendahnya pemahaman konsep-konsep kimia dan kurangnya minat siswa terhadap pelajaran kimia. Di samping itu, guru kurang memberikan contoh-contoh konkrit tentang reaksi-reaksi yang ada di lingkungan sekitar dan sering dijumpai siswa. Oleh sebab itu, diperlukan suatu usaha untuk mengoptimalkan pembelajaran kimia di kelas dengan menerapkan pendekatan dan metode yang tepat.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...