tingkat underpricing

Top PDF tingkat underpricing:

Pengaruh antara profitabilitas, persentase penawaran Saham, inflasi dan reputasi underwriter terhadap Tingkat underpricing saham - Perbanas Institutional Repository

Pengaruh antara profitabilitas, persentase penawaran Saham, inflasi dan reputasi underwriter terhadap Tingkat underpricing saham - Perbanas Institutional Repository

Berdasarkan pada tabel 1 Rata-rata underpricing adalah sebesar 28,4122%. Tingkat underpricing terendah adalah sebesar 0,69 persen yang dimiliki oleh perusahaan Intan Baruprana Finance Tbk dengan harga pembukaan Rp 288 sedangkan harga penutupan sebesar Rp 290. Tingkat underpricing tertinggi adalah sebesar 70,00 persen yang dimiliki oleh beberapa perusahaan yakni Multifiling Mitra Indonesia Tbk, Bank Agris Tbk, Bank Dinar Indonesia Tbk dan Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. Underpricing memiliki standar deviasi sebesar 24,04161 persen yang berarti bahwa sebaran underpricing dapat dikatakan baik karena nilai standar deviasi lebih kecil dibanding dengan nilai rata-rata. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa jika harga penawaran perdana dan harga penutupan saham hampir mendekati sama, maka perusahaan emiten tersebut tidak akan mengalami tingkat underpricing yang besar pula.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENGARUH PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL DALAM PROSPEKTUS TERHADAP TINGKAT UNDERPRICING (Study Empiris pada Perusahaan yang Melakukan Initial Public Offering Di Bursa Efek Indonesia ).

PENDAHULUAN PENGARUH PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL DALAM PROSPEKTUS TERHADAP TINGKAT UNDERPRICING (Study Empiris pada Perusahaan yang Melakukan Initial Public Offering Di Bursa Efek Indonesia ).

Fenomena menarik yang terjadi pada saat IPO adalah terjadinya underpricing. Andreas Ardhianto (2011) menyatakan bahwa pada tahun 2010 underpricing terjadi pada 22 emiten yang melakukan pencatatan saham perdana di BEI atau dengan tingkat underpricing sebesar 95,65 %. Jika ditelusur ke belakang, rata-rata tingkat underpricing di Indonesia pada tahun 2000 hingga 2010 adalah sebesar 84,06% , artinya 8 dari 10 emiten yang melakukan pencatatan saham perdana mengalami underpricing.

10 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT UNDERPRICING PADA PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT UNDERPRICING PADA PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN

Underpricing adalah fenomena Initial Public Offering (IPO) yang sering terjadi di pasar modal dan telah dibuktikan oleh para peneliti di banyak negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat underpricing. Underpricing yang diukur dengan abnormal return awal adalah variabel dependen dalam penelitian ini. Sedangkan variabel bebas dalam penelitian ini adalah profitabilitas perusahaan (ROA), financial leverage (DER), umur perusahaan, ukuran perusahaan, dan tujuan penggunaan dana untuk investasi.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Underpricing Pada Perusahaan Yang Go Public Di Bursa Efek Indonesia ( Tahun 2007 – 2011 ).

PENDAHULUAN Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Underpricing Pada Perusahaan Yang Go Public Di Bursa Efek Indonesia ( Tahun 2007 – 2011 ).

Penelitian ini hanya akan menganalisis faktor-faktor yang terdiri dari Earning Per Share (EPS), Return On Aset (ROA), Debt To Equity (DER), Reputasi Auditor, Reputasi Penjamin Emisi terhadap tingkat underpricing pada perusahaan yang go public dibursa efek indonesia.

6 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL DALAM PROSPEKTUS TERHADAP TINGKAT  PENGARUH PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL DALAM PROSPEKTUS TERHADAP TINGKAT UNDERPRICING (Study Empiris pada Perusahaan yang Melakukan Initial Public Offering Di Bursa Efek Ind

PENGARUH PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL DALAM PROSPEKTUS TERHADAP TINGKAT PENGARUH PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL DALAM PROSPEKTUS TERHADAP TINGKAT UNDERPRICING (Study Empiris pada Perusahaan yang Melakukan Initial Public Offering Di Bursa Efek Ind

i PENGARUH PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL DALAM PROSPEKTUS TERHADAP TINGKAT UNDERPRICING Study Empiris pada Perusahaan yang Melakukan Initial Public Offering Di Bursa Efek Ind[r]

13 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah - Pengaruh antara profitabilitas, persentase penawaran Saham, inflasi dan reputasi underwriter terhadap Tingkat underpricing saham - Perbanas Institutional Repository

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah - Pengaruh antara profitabilitas, persentase penawaran Saham, inflasi dan reputasi underwriter terhadap Tingkat underpricing saham - Perbanas Institutional Repository

Sebelum mengambil keputusan untuk berinvestasi, investor perlu memperhatikan jumlah saham yang ditawarkan emiten ke publik pada waktu penawaran perdana. Proporsi saham yang ditawarkan dapat digunakan sebagai gambaran terhadap faktor ketidakpastian yang akan diterima oleh investor. Besarnya persentase jumlah saham yang dilepaskan publik diperkirakan dapat menarik minat investor untuk membeli (Fakhruddin, 2008:80). Peneliti sebelumnya (Retnowati, 2013) melihat penawaran saham berpengaruh signifikan terhadap tingkat underpricing, sementara dalam penelitian (Gumanti & Nurhayati, 2014) menemukan
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH SIZE, RETURN ON ASSETS DAN FINANCIAL LEVERAGE PADA TINGKAT UNDERPRICING PENAWARAN SAHAM PERDANA DI BURSA EFEK INDONESIA.

PENGARUH SIZE, RETURN ON ASSETS DAN FINANCIAL LEVERAGE PADA TINGKAT UNDERPRICING PENAWARAN SAHAM PERDANA DI BURSA EFEK INDONESIA.

Kesimpulan dapat diambil dari penelitian ini adalah ukuran perusahaan terbukti mempengaruhi tingkat underpricing dengan arah negatif yang memiliki arti semakin besar ukuran perusahaan maka tingkat underpricing akan semakin rendah, dan sebaliknya, sedangkan fina ncia l levera ge dan return on a sset terbukti tidak berpengaruh terhadap underpricing yang berarti tinggi rendahnya underpricing tidak dapat diukur dengan tingkat financial leverage dan tingkat ROA yang dihasilkan oleh suatu perusahaan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT UNDERPRICING PERUSAHAAN YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT UNDERPRICING PERUSAHAAN YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA.

Trisnaningsih, Sri (2005) melakukan penelitian terhadap faktor – faktor yang mempengaruhi tingkat underpricing pada perusahaan yang go public yang di proksikan ke dalam reputasi underwriter, financial leverage, dan return on assets, yang hasilnya dari ketiga faktor tersebut berpengaruh signifikan terhadap underpricing.

8 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR PENENTU TINGKAT UNDERPRICING SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2011-2014.

FAKTOR-FAKTOR PENENTU TINGKAT UNDERPRICING SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2011-2014.

Berdasarkan Tabel 1.1 diatas dapat diketahui dari 189 perusahaan yang melakukan IPO selama tahun 2006 hingga 2014, 119 perusahaan atau sekitar 63% mengalami underpricing. Dalam Tabel tersebut dapat ditemukan pula nilai underpricing yang berbeda. Dari data di atas dapat dilihat bagaimana tren fenomena underpricing sejak tahun 2006 hingga 2014. Dimana pada tahun 2007, tingkat underpricing menunjukkan penurunan yang sangat signifikan hingga tahun 2009, kemudian meningkat hingga mencapai 44,10% di tahun 2013 dan kembali turun ke angka 29% di tahun 2014. Dari penjelasan tersebut dapat dilihat bahwa fenomena underpricing setiap tahunnya berubah-ubah. Tren fenomena underpricing tersebut dapat dilihat pada grafik di bawah ini
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Pengaruh antara profitabilitas, persentase penawaran Saham, inflasi dan reputasi underwriter terhadap Tingkat underpricing saham - Perbanas Institutional Repository

Pengaruh antara profitabilitas, persentase penawaran Saham, inflasi dan reputasi underwriter terhadap Tingkat underpricing saham - Perbanas Institutional Repository

Underpricing adalah Fenomena yang sering terjadi di perusahaan yang sedang melakukan Initial Public Offering (IPO). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara profitabilitas, persentase penawaran saham, inflasi dan reputasi underwriter terhadap tingkat underpricing saham. Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu perusahaan yang melakukan IPO pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2016. Underpricing yang diukur dengan initial return merupakan variabel dependen dalam penelitian ini. Sedangkan variabel independen dalam penelitian ini adalah profitabilitas, persentase penawaran saham, inflasi dan reputasi underwriter. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, yang menghasilkan 79 perusahaan sebagai sampel penelitian. Hasil analisis berganda menunjukkan bahwa variabel profitabilitas dan reputasi underwriter secara signifikan berpengaruh terhadap tingkat underpricing saham. Sedangkan variabel persentase penawaran saham dan inflasi terbukti tidak memiliki pengaruh signifikan pada terjadinya underpricing saham.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH ROA, FINANCIAL LEVERAGE, DAN UMUR PERUSAHAAN TERHADAP TINGKAT UNDERPRICING DI BURSA EFEK JAKARTA SKRIPSI

PENGARUH ROA, FINANCIAL LEVERAGE, DAN UMUR PERUSAHAAN TERHADAP TINGKAT UNDERPRICING DI BURSA EFEK JAKARTA SKRIPSI

Model Rock menyatakan bahwa informasi asimetri terdapat pada kelompok informed investor dan uninformed investor. Kelompok informed yang memiliki informasi lebih banyak mengenai prospek perusahaan emiten akan membeli saham-saham IPO yang mengalami underpricing saja. Sementara kelompok uninformed yang kurang memiliki informasi mengenai perusahaan emiten melakukan penawaran dengan sembarangan baik pada saham yang mengalami underpricing maupun yang overpricing. Akibatnya kelompok uninformed memperoleh proporsi saham-saham IPO yang overpricing lebih besar daripada kelompok informed. Menyadari bahwa mereka menerima saham IPO yang tidak proporsional, kelompok uninformed akan meninggalkan pasar perdana. Agar kelompok ini berpartisipasi kembali pada pasar perdana, memungkinkan mereka memperoleh return saham yang wajar, dan dapat menutupi kerugian yang diderita dari pembelian saham yang overpricing, maka saham-saham IPO harus cukup underpricing (Cheung & Krinsky (1994), yang dikutip oleh Payamta (2000: 159-160). Tingkat underpricing dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Analisis pengaruh profitabilitas, leverage, dan aktivitas terhadap tingkat underpricing saham perdana : studi empiris pada perusahaan non keuangan yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2013 - USD Repository

Analisis pengaruh profitabilitas, leverage, dan aktivitas terhadap tingkat underpricing saham perdana : studi empiris pada perusahaan non keuangan yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2013 - USD Repository

Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, profitabilitas yang diproksikan dengan ROE tidak berpengaruh negatif terhadap tingkat underpricing saham pada saat melakukan penawaran umum saham perdana. Hasil dari pengujian parameter pengaruh ROE terhadap tingkat underpricing memiliki tingkat signfikansi sebesar 0,193 (lebih besar dari taraf signifikansi 5%), dan memiliki hubungan yang positif (B = 0,003). Faktor perbedaan jenis industri perusahaan diduga menjadi penyebab ROE tidak lagi menjadi pertimbangan emiten dan underwriter dalam menentukan harga penawaran saham perdana. Jenis industri sebuah perusahaan yang berbeda, akan mempengaruhi juga cepat tidaknya perusahaan menghasilkan laba. b. Pengaruh Profitabilitas yang Dihitung Menggunakan Return On Assets
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

Analisis Pemilihan Metode Akuntansi Terhadap Tingkat Underpricing Saham Perdana Di Bursa Efek Indonesia

Analisis Pemilihan Metode Akuntansi Terhadap Tingkat Underpricing Saham Perdana Di Bursa Efek Indonesia

Variabel metode akuntansi penyusutan secara parsial memiliki koefisien yang negatif, dan tidak signifikan terhadap tingkat underpricing saham perdana. Sehingga tidak berpengaruh terhadap tingkat underpricing saham perdana. Ini berarti bila metode penyusutan digunakan maka tidak akan mempengaruhi tingkat underpricing. Hasil penelitian ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Neil, et al (1995) dan Jogiyanto Hartono dan Syaiful Ali (2002) yang menunjukan metode pilihan akuntansi penyusutan yang bersifat income- increasing (liberal) berhubungan secara positif dengan tingkat underpricing.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT UNDERPRICING PADA PENAWARAN SAHAM PERDANA

ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT UNDERPRICING PADA PENAWARAN SAHAM PERDANA

Return on asset (ROA) dalam penelitian ini tidak berpengaruh secara signifikan pada underpricing. Return on assets ditunjukkan dengan net income to total assets. Tidak adanya hubungan tersebut mungkin dikarenakan para investor telah menduga bahwa laporan keuangan perusahaan yang melakukan IPO telah di mark-up untuk menunjukkan kinerja yang baik. Dengan demikian para investor tidak memperhatikan ROA yang disajikan dalam prospektus, tetapi mungkin mereka memperhatikan ROA untuk beberapa tahun sebelum perusahaan melakukan IPO. Hal ini sesuai dengan penelitian yang di lakukan oleh Daljono (2000), dan Misnen (2004) yang menyatakan bahwa secara parsial variabel return on asset (ROA) tidak berpengaruh secara signifikan pada tingkat underpricing.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT UNDERPRICING   Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Underpricing Perusahaan Manufaktur yang Melakukan Initial Public Offering yang Terdaftar di BEI Periode 2011-2014.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT UNDERPRICING Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Underpricing Perusahaan Manufaktur yang Melakukan Initial Public Offering yang Terdaftar di BEI Periode 2011-2014.

diterima. Profitabilitas yang tinggi dari suatu perusahaan akan mengurangi ketidakpastian bagi investor sehingga akan menurunkan tingkat underpricing. Nilai Return On Equity (ROE) yang semakin tinggi akan menunjukan bahwa perusahaan mampu menghasilkan laba di masa yang akan datang dan laba merupakan informasi penting bagi investor sebagai pertimbangan dalam menanamkan modalnya. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Johnson (2011) tentang analisis faktor-faktor yang mempengaruhi underpricing harga saham IPO perusahaan yang terdaftar di BEI yang menyatakan bahwa variabel return on equity (ROE) berpengaruh signifikan terhadap tingkat underpricing saham perdana. Demikian pula penelitian yang dilakukan oleh Hapsari dan Mahfud (2012) yang menunjukan bahwa variabel return on equity memiliki pengaruh yang signifikan terhadap underpricing.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT UNDERPRICING  Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Underpricing Pada Perusahaan Yang Go Public Di Bursa Efek Indonesia ( Tahun 2007 – 2011 ).

ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT UNDERPRICING Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Underpricing Pada Perusahaan Yang Go Public Di Bursa Efek Indonesia ( Tahun 2007 – 2011 ).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial menunjukkan variabel yang ada di perusahaan mempuyai pengaruh terhadap tingkat underpricing, dibuktikan dengan hasil analisis uji t diperoleh bahwa terdapat pengaruh antara faktor Earning Per Share (EPS) ( X1 ), Return On Aset (ROA) (X2 ), Debt To Equity (DER) ( X3 ), Reputasi Auditor ( X4 ) dan Reputasi Penjamin Emisi ( X5 ) terhadap tingkat underpricing secara individu.

14 Baca lebih lajut

Pengaruh Financial Leverage, Return on Equity (ROE), Ukuran Dan Umur Perusahaan Terhadap Tingkat Underpricing Pada Perusahaan Yang Melakukan IPO Di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Pengaruh Financial Leverage, Return on Equity (ROE), Ukuran Dan Umur Perusahaan Terhadap Tingkat Underpricing Pada Perusahaan Yang Melakukan IPO Di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Beatrik Yosephine Sitorus (2010). Pengaruh Financial Leverage, Return on Equity (ROE), Ukuran Dan Umur Perusahaan Terhadap Tingkat Underpricing Pada Perusahaan Yang Melakukan IPO Di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bapak Syafrizal Helmi Situmorang, SE, M.Si selaku Dosen Pembimbing. Ibu Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe, SE, M.Si, selaku Ketua Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Bapak Dr. Muslich Lufti, MBA selaku Dosen Penguji I. Bapak Drs. H. Nakman Harahap, M.Si selaku Dosen Penguji II dan Ibu Dra. Nisrul Irawaty SE, MBA selaku Sekretaris Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

PENGARUH PROFITABILITAS TERHADAP TINGKAT UNDERPRICING PADA SAAT INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2006-2010.

PENGARUH PROFITABILITAS TERHADAP TINGKAT UNDERPRICING PADA SAAT INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2006-2010.

Dengan adanya berbagai rasio keuangan yang mungkin mempengaruhi underpricing. Hal inilah yang mendorong penelitian dilakukan di bidang ini. Berdasarkan uraian diatas maka penelitian ini menggunakan variabel rasio keuangan guna mengukur tingkat underpricing. Variabel rasio keuangan yang digunakan di sini adalah rasio profitabilitas yang di ukur dengan ROE. Alasan mengapa ROE digunakan sebagai rasio profitabilitas tidak menggunakan ROA sebagai ukuran rasio profitabilitas yaitu karena peneliti ingin mengetahui seberapa besar laba bersih bila diukur dari modal pemilik. Dari uraian tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih dalam tentang fenomena underpricing. Maka peneliti mengangkat masalah tersebut dengan judul “Pengaruh Profitabilitas Terhadap Tingkat Underpricing Pada Saat Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia Periode 2006 – 2010” . Dalam penelitian ini, penulis mengangkat permasalahan underpricing dari sudut pandang perusahaan emiten.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

PENGARUH FAKTOR KEUANGAN DAN STRUKTUR GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP TINGKAT UNDERPRICING SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN KEBIJAKAN INITIAL PUBLIC OFFERING - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH FAKTOR KEUANGAN DAN STRUKTUR GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP TINGKAT UNDERPRICING SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN KEBIJAKAN INITIAL PUBLIC OFFERING - Perbanas Institutional Repository

Pada proses penawaran perdana atau Initial Public Offering (IPO) perusahaan melakukan penjualan saham kepada investor untuk pertama kalinya. Penjamnin Emisi (Underwriter) merupakan pihak yang bertugas untuk membantu emiten dalam melakukan penawaran umum perdana dan menetapkan harga terhadap kondisi keuangan perusahaan. Pada dasarnya semakin baik reputasi Underwriter akan semakin tinggi tingkat underpricing saham karena Underwriter yang baik akan menentukan harga saham perdana secara berhati-hati karena untuk menjaga agar perusahaan tidak mengalami kerugian atas penawaran perdana yang dilakukan. Namun tingkat reputasi Underwriter bukanlah salah satu faktor penyebab terjadinya underpricing. Hal ini dapat dikatakan Reputasi Underwriter menetapkan harga penawaran saham perdana sesuai dengan kondisi perusahaan yang ada, tetapi juga hal yang perhatikan yaitu kondisi pasar dan jumlah permintaan calon inverstor adalah pihak yang dapat menyebabkan perubahan harga sehingga memungkinkan terjadinya kenaikan harga saham selama transakasi sehingga terjadi underpricing.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT UNDERPRICING SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA

ANALISIS FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT UNDERPRICING SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA

financial leverage, dan ROA terhadap underpricing, serta dengan menambah variabel independen EPS dan PER yang diajukan Ghozali (2002), yang diperkirakan berpengaruh terhadap tingkat underpricing. Penelitian ini juga menambah variabel market yang diajukan oleh Rosyati (2002), bahwa kondisi pasar berpengaruh terhadap underpricing. Peneliti akan menguji kembali dengan menggunakan data tahun yang lebih panjang yaitu dari 1 Januari 2000 sampai dengan 31 Desember 2004. Penelitian ini mencoba membuktikan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap underpricing. Alasan peneliti menambah tiga variabel yaitu (1) EPS, karena besarnya EPS dari perusahaan menunjukkan keberhasilan suatu perusahaan. Kaitannya dengan penawaran perdana yang dilakukan perusahaan, tingkat profitabilitas yang relatif tinggi dapat mengurangi ketidakpastian dalam penawaran perdana sehingga diharapkan akan memberikan pengaruh yang positif terhadap harga saham. (2) PER, karena PER sebagai dasar penilaian kewajaran harga saham yang dilisted di BEJ, sehingga PER yang tinggi menunjukkan ekspektasi investor tentang prestasi perusahaan di masa yang akan datang cukup tinggi. (3) Kondisi pasar, karena kondisi pasar akan mempengaruhi perilaku pasar (underwriter) dalam menentukan harga saham perdana perusahaan yang dijaminkan. Keadaan ini biasanya tercermin dalam perbedaan angka indeks harga saham. Jika ada pengaruh kondisi pasar, berarti terjadinya peningkatan harga pada pasar sekunder lebih disebabkan pada pengaruh dari kondisi pasar sebelumnya.
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...