Tugas dan tanggung jawab direksi

Top PDF Tugas dan tanggung jawab direksi:

BATASAN TANGGUNG JAWAB DIREKSI ATAS KERUGIAN PERUSAHAAN

BATASAN TANGGUNG JAWAB DIREKSI ATAS KERUGIAN PERUSAHAAN

Sebelum mempertimbangkan aspek hu- bungan perwakilan dan ultra virres doctrine tersebut diatas, dalam tanggung jawab Di- reksi harus pula mempertimbangkan prinsip fiduciary duty. Berdasarkan prinsip ini mestinya Direksi memiliki kebebasan dalam menjalankan tugas dan kewenangannya se- panjang tidak melanggar ketentuan Undang- Undang dan Anggaran Dasar, dalam hal ini pemegang saham mayoritas tidak boleh mempengaruhi apalagi memaksakan kehen- dak kepada Direksi dalam pengelolaan per- seroan selain melalui mekanisme RUPS. 13 Adanya prinsip fiduciary duty ini diharapkan agar Direksi dalam mengelola perseroan dapat lebih profesional apalagi seorang Direksi dituntut agar memiliki managerial skill yang cukup baik.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Direksi Persero, Penyertaan Modal Negara

Tanggung Jawab Direksi Persero, Penyertaan Modal Negara

development dan mulai mengarah pada orientasi bisnis, tetapi tetap menggendong sebagian tugas-tugas dan kewajiban negara yang dinamakan Public Services Obligation (PSO) atau pelayanan publik. 122 Sektor-sektor yang masih ada pelayanan publiknya adalah sektor-sektor yang tidak populer, tidak mempunyai sifat komersial dan faktor risiko yang tinggi, dan pihak swasta atau warga negara belum berminat untuk mengerjakannya. Jadi sektor-sektor yang mesti harus ada pelayanan publiknya adalah sektor yang merupakan kebutuhan pokok, yang menjadi bagian dari kehidupan warga negara yang belum dilakukan kegiatannya oleh masyarakat/usaha swasta. 123 Setelah masa transisi (bila) dapat dilewati, kemungkinan dapat memperkenalkan konsep bisnis yang membangun pilar-pilar yang dapat meningkatkan value, kini saatnya bagi negara untuk melakukan reposisi BUMN. 124 Saat fase inilah BUMN Persero berkedudukan tampil sebagai pelaku bisnis profesional yang memenuhi amanat undang-undang untuk mengejar keuntungan.
Baca lebih lanjut

202 Baca lebih lajut

BAB III TINJAUAN UMUM TENTANG DOKTRIN FIDUCIARY DUTY A. Pengertian Fiduciary Duty dan Tanggung Jawab - Tinjauan Yuridis Mengenai Penerapan Doktrin Fiduciary Duty Terhadap Tanggung Jawab Direksi Berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 2007 (Studi: PT.Bank Permata, T

BAB III TINJAUAN UMUM TENTANG DOKTRIN FIDUCIARY DUTY A. Pengertian Fiduciary Duty dan Tanggung Jawab - Tinjauan Yuridis Mengenai Penerapan Doktrin Fiduciary Duty Terhadap Tanggung Jawab Direksi Berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 2007 (Studi: PT.Bank Permata, T

Untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, direksi sebagai satu-satunya organ dalam perseroan yang diberikan hak dan kewenangan untuk bertindak untuk dan atas nama serta bagi perseroan. Hal ini membawa konsekuensi bahwa jalannya perseroan, termasuk dalam pengelolaan harta kekayaan perseroan bergantung sepenuhnya pada direksi perseroan. Artinya tugas pengurusan perseroan oleh direksi juga meliputi tugas pengelolaan harta kekayaan perseroan. Sebagai orang kepercayaan perseroan, yang diangkat oleh rapat umum pemegang saham untuk kepentingan para pemegang saham secara keseluruhan, direksi diharapkan agar dapat bertindak adil dalam memberikan manfaat yang optimum bagi pemegang saham perseroan. Lipton dan Herzberg menekankan sekali penting dan luasnya makna duty to exercise power for proper purpose bagi direksi dan perseroan, dengan menyatakan bahwa “directors may breach this duty even if they honestly believe their actions are in the best interest of the company as a whole”
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

TANGGUNG JAWAB DIREKSI DALAM PERSEROAN P

TANGGUNG JAWAB DIREKSI DALAM PERSEROAN P

Dalam hal terjadi kepailitan karena kesalahan atau kelalaian Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan terhadap pengurusan yang dilaksanakan oleh Direksi dan kekayaan Perseroan tidak cukup untuk membayar seluruh kewajiban Perseroan akibat kepailitan tersebut, Pasal 114 ayat (4) UUPT mengatur bahwa setiap anggota Dewan Komisaris secara tanggung renteng ikut bertanggung jawab dengan anggota Direksi atas kewajiban yang belum dilunasi. Tanggung jawab sebagaimana dimaksud diatas, berlaku juga bagi anggota Dewan Komisaris yang sudah tidak menjabat 5 (lima) tahun sebelum putusan pernyataan pailit diucapkan. Namun, anggota Dewan Komisaris tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas kepailitan Perseroan sebagaimana dimaksud diatas, apabila dapat membuktikan bahwa: (i) kepailitan tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaiannya; (ii) telah melakukan tugas pengawasan dengan itikad baik dan kehati-hatian untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan; (iii) tidak mempunyai kepentingan pribadi, baik langsung maupun tidak langsung atas tindakan pengurusan oleh Direksi yang mengakibatkan kepailitan; dan (iv) telah memberikan nasehat kepada Direksi untuk mencegah terjadinya kepailitan.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Direksi Perseroan Terhadap Perseroan Yang Dinyatakan Pailit

Tanggung Jawab Direksi Perseroan Terhadap Perseroan Yang Dinyatakan Pailit

Dalam hampir setiap rumusan mengenai pertanggungjawaban Direksi, setiap anggota Direksi selalu dihadapkan pada pertanggungjawaban renteng di antara sesama mereka, kecuali mereka dapat membuktikan bahwa pertanggungjawaban yang dibebankan tersebut adalah di luar kesalahan dan kelalaiannya. Rumusan-rumusan yang diberikan dalam UUPT tersebut bertujuan untuk menegaskan kembali fungsi Direksi sebagai suatu organ (dan bukan masing-masing pribadi anggota Direksi) yang berkewajiban untuk dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas untuk kepentingan dan usaha Perseroan, meskipun masing-masing anggota Direksi berwenang untuk bertindak mewakili untuk dan atas nama Perseroan baik di luar maupun di dalam pengadilan. Dengan pertanggungjawaban renteng ini diharapkan dapat terjadi saling mengawasi diantara sesama anggota Direksi Perseroan atas setiap perbuatan Direksi yang dapat merugikan, baik Perseroan, pemegang saham Perseroan, maupun pihak ketiga yang beritikad baik. Meskipun UUPT memberikan ketentuan berupa sanksi perdata yang sangat berat kepada setiap anggota Direksi Perseroan atas setiap kesalahan atau kelalaiannya, namun pelaksanaan pemberian sanksi itu sendiri sebenarnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan, sesama anggota Direksi yang bersangkutan bertindak sesuai dengan dan tidak menyimpang dari aturan main yang telah ditetapkan dalam anggaran dasar
Baca lebih lanjut

176 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan Perusahaan Publik

Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan Perusahaan Publik

Prinsip keterbukaan menjadi salah satu prinsip dari Good Corporate Governance (tata kelola perusahaan yang baik) di samping prinsip-prinsip lainnya yakni keadilan (fairness), akuntabilitas (accountability) dan responsibilitas (responsibility). 47 Pada saat menyampaikan laporan berkala dan informasi fakta material tersebut kepada Bapepam dan mengumumkannya kepada masyarakat, direksi sedang menjalankan tugasnya sebagai wakil bagi pihak di luar perseroan di mana dalam hal anggota direksi terdiri lebih dari 1 (satu) orang yang berwenang mewakili perseroan adalah setiap anggota direksi kecuali ditentukan lain dalam anggaran dasar. 48 Sebagai suatu organ dengan pertanggunggjawaban kolegial, tidak tertutup kemungkinan bahwa satu orang anggota direksi akan berbeda pendapat dengan anggota direksi lainnya dalam hal memutuskan suatu persoalan sehubungan dengan tugas pengurusan dan wakil perseroan bagi pihak di luar
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

PENGARUH ISLAMIC CORPORATE GOVERNANCE DAN INTERNAL CONTROL TERHADAP INDIKASI TERJADINYA FRAUD PADA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA

PENGARUH ISLAMIC CORPORATE GOVERNANCE DAN INTERNAL CONTROL TERHADAP INDIKASI TERJADINYA FRAUD PADA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA

Berdasarkan teori menyatakan bahwa direksi wajib mengelola BUS sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya dan wajib melaksanakan ICG dalam setiap kegiatan usaha BUS. Direksi bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan pengelolaan Bank Umum Syariah berdasarkan prinsip kehati-hatian dan prinsip syariah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas dan tanggung jawab direksi tidak berpengaruh terhadap fraud. Hal ini diperkirakan karena sulitnya penerapan tata kelola perusahaan berdasarkan prinsip islam. Bank syariah di Indonesia masih terbilang baru dan masih dalam tahap penyesuaian dan pengembangan, sehingga tidak bisa dikatakan telah menerapkan prinsip islam sepenuhnya. Hal ini membuat dewan direksi kesulitan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam mengelola BUS. Fraud dalam organisasi dapat dilakukan oleh berbagai tingkatan baik dari pihak manajemen sampai dengan pemilik (Anugerah, 2014). Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab direksi tidak akan menjamin perbankan syariah terhindar dari indikasi fraud, karena fraud dalam perusahaan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti management fraud dan white collar crime (kecurangan yang dilakukan oleh kalangan atas) (Agoes, 2012:213).
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

DUTI Pengumuman Ringkasan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2016

DUTI Pengumuman Ringkasan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2016

(ii) Para anggota Dewan Komisaris Perseroan atas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pengawasan atas kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan serta pemberian nasihat kepada Direksi Perseroan, membantu Direksi Perseroan, dan memberikan persetujuan kepada Direksi Perseroan, yang dijalankan selama tahun buku 2016, sejauh pelaksanaan tugas dan tanggung jawab tersebut tercermin dalam laporan tahunan, laporan keuangan tahunan, dan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris Perseroan tahun buku 2016.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Kedudukan, Peran Dan Tanggung Jawab Hukum Direksi Dalam Pengurusan BUMN

Kedudukan, Peran Dan Tanggung Jawab Hukum Direksi Dalam Pengurusan BUMN

Presumsi kolegial berlaku tidak ubahnya dengan prinsip umum dan tanggung jawab kolegial, yaitu tanggung jawab renteng misalnya diantara para direktur, jika salah seorang direktur menyebabkan kerugian bagi orang lain sejauh hal tersebut dilakukannya tidak dalam hal melanggar anggaran dasar atau melanggar tugas kehati-hatian dari direktur. Hanya saja, terhadap presumsi kolegial ini dibuka kemungkinan untuk mengelak dari tanggung jawab renteng pengecualiannya dengan sistem pembuktian terbalik (ompkering van bewijst last). Artinya kepada anggota direktur diberikan kemungkinan untuk mengelak dari tanggung jawab renteng jika dia dapat membuktikan bahwa dia tidak bersalah. Sistem tanggung jawab renteng juga diberlakukan terhadap direksi yang karena kesalahannya menimbulkan kepailitan terhadap suatu perseroan. Dalam Pasal 104 ayat (4) UUPT ditegaskan bahwa anggota direksi yang bisa membuktikan bahwa kepailitan perseroan tersebut bukan karena kesalahannya (kesengajaan atau kelalaian), maka dia tidak ikut bertanggung jawab secara renteng dengan anggota direktur lainnya.
Baca lebih lanjut

167 Baca lebih lajut

DUTI Pengumuman Ringkasan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan website

DUTI Pengumuman Ringkasan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan website

(i) Direksi Perseroan atas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan serta pelaksanaan tugas dan tanggung jawab mewakili Perseroan baik didalam maupun di luar Pengadilan; dan (ii) Dewan Komisaris Perseroan atas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pengawasan atas kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan serta pemberian nasihat kepada Direksi Perseroan, membantu Direksi Perseroan, dan memberikan persetujuan kepada Direksi Perseroan,
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Tugas dan Tanggung Jawab Mahasiswa

Tugas dan Tanggung Jawab Mahasiswa

Kenyataan ini tentu tidak dapat kita pungkiri bahwa bukan hanya secara projetatif media masa menyebutkan adanya anarkisme itu di kalangan mahasiswa, tetapi kenyataan menunjukkan kepada kita justeru hampir setiap kampus kita menyaksikan itu bahwa itu benar-benar ada. Hal ini adalah sesuatu yang sangat kontradiktif dengan tugas utama mahasiswa sebagai masyarakat kampus, yang seharusnya tugasnya belajar untuk menjadi calon-calon ilmuan. Namun, justeru lebih banyak mengabiskan waktunya hanya untuk melakukan hal-hal yang tidak relevan dengan keilmuan yang diajarkan di Perguruan Tinggi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Bank Ina Perdana

Bank Ina Perdana

Dalam pemberian kredit baik kepada perorangan, perusahaan dan Bank lain, Bank selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dengan pertimbangan yang sangat konservatif. Setiap pengajuan kredit harus melalui analisis yang mendalam mengenai calon debitur, kondisi keuangan dan usaha/sumber pendapatan analisis kondisi sektor ekonomi dimana calon debitur bergerak. Pengambilan keputusan diambil bersama-sama dalam suatu Rapat Komite Kredit, yang anggotanya terdiri dari Direksi, Pejabat Eksekutif bidang perkreditan dan Komisaris. Saat ini Bank hanya memiliki Komite Kredit di Kantor Pusat, tidak ada komite di wilayah atau di cabang. Untuk mengurangi risiko akibat konsentrasi kredit pada segmen usaha tertentu Bank membatasi komposisi pemberian kredit pada sektor usaha tertentu dan pemberian kredit diutamakan pada sektor usaha yang dikuasai Bank. Pembatas konsentrasi kredit pada debitur tertentu, mengacu pada Peraturan Bank Indonesia mengenai Batas Maksimum Pemberian Kredit pada pihak terkait dan tidak terkait dengan Bank. Namun demikian Bank tidak memberikan perlakuan khusus pihak terkait. Kehati-hatian dalam pegelolaan risiko kredit ini telah berhasil menekan jumlah kredit bermasalah menjadi sangat kecil.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

bankreport gcg 2010  17

bankreport gcg 2010 17

Jumlah, komposisi, integritas, dan kompetensi anggota Dewan Komisaris sesuai dengan ukuran dan kompleksitas usaha Bank memenuhi ketentuan yang berlaku dengan jumlah personil sebanyak 4 (empat) orang. Mayoritas anggota Dewan Komisaris adalah Pihak Independen dan seluruh anggota Dewan Komisaris sudah lulus Fit & Proper Test dan mendapat persetujuan Bank Indonesia sehingga mampu bertindak dan mengambil keputusan secara independen. Dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya transparan serta dapat berjalan efektif dan efisien sesuai prinsip-prinsip GCG.

Baca lebih lajut

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB GURU

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB GURU

Dalam hal ini guru di sekolah harus dapat menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua, sehingga guru harus dapat menarik simpati para siswanya. Demikian mulia tugas guru karena semua perhatiannya difokuskan terhadap bagaimana mencerdaskan anak didik. Diberikan kedalam bentuk individu maupun kelompok dalam rangka untuk mengetahui kemampuan dan kelemahan yang merupakan faktor utama dan usaha-usaha dari terpecahkannya suatu masalah dari dirinya sendiri. Membimbing dikategorikan dalam dua variable, yakni siswa yang sudah berprestasi yang dibantu melalui suatu "pengayaan”, sedangkan siswa yang berprestasi rendah dibantu melalui "Pengulangan dan Perbaikan".
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SERTA WEWENANG

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SERTA WEWENANG

Sejak zaman kuno telah ada suatu jabatan juru tulis , yaitu seseorang yang pandai menulis dan tulisannya bagus, untuk mencatat wewenang atau perintah dari seseorang raja kepada rakyatnya. Pada zaman modern seperti sekarang ini dalam kantor telah lazim bahwa pejabat pimpinan dari suatu perusahaan , intansi,atau lembaga lainnya dibantu oleh seorang pegawai yang dibebani dengan tugas surat menyurat, penyimpanan dokumen-dokumen , atau disebut sebagai sekretaris.

12 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan Perusahaan Publik

Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan Perusahaan Publik

Perseroan menjadi salah satu wadah yang paling populer bagi pelaku kegiatan bisnis untuk melakukan kegiatan usahanya. Salah satu organ perseroan adalah Direksi yang bertanggung jawab penuh atas pengurusan perseroan untuk kepentingan dan tujuan perseroan serta mewakili perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan (persona standi in judicio). Perseroan Publik yang telah memiliki 300 pemegang saham dan modal disetor minimal Rp.3.000.000.00 (tiga milyar rupiah) berlaku prinsip keterbukaan yang mewajibkan direksi untuk menyampaikan laporan keuangan secara berkala kepada Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) sebagaimana dalam Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.7. Dalam setiap laporan keuangan yang disampaikan, Direksi Emiten atau Perusahaan Publik wajib membuat Surat Pernyataan Tanggung Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan yang ditandatangani oleh Direktur Utama dan Direktur Keuangan. Bilamana dalam laporan keuangan terdapat informasi / fakta material yang menimbulkan kerugian kepada pihak ketiga,UUPT maupun Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.11 mengatur bahwa Direksi Emiten atau Perusahaan Publik bertanggung jawab secara tanggung renteng kepada pihak-pihak yang dirugikan, oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Tanggung Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan Perusahaan Publik”.
Baca lebih lanjut

148 Baca lebih lajut

 Tanggung Jawab Direksi dan Komisaris PT Askrindo docx

Tanggung Jawab Direksi dan Komisaris PT Askrindo docx

Selaku pengawas, dewan direksi serta dewan komisaris PT Askrindo yang menjabat pada saat itu selayaknya memberikan perhatian lebih baik atas keputusan stratejik perusahaan dalam mencari sumber pendanaan. Hal ini menjadi sorotan disebabkan oleh kasus PT Askrindo terkait tanggung jawab perusahaan menindaklanjuti klaim asuransikeempat nasabahnya yang tidak dapat melunasi kredit kepada Bank Mandiri. Sebelumnya, PT Askrindo telah mendapatkan teguran dari Bapepam-LK karena investasi KPD namun teguran tersebut tidak ditanggapi oleh perusahaan yangmalah melakukan transaksi repo. Pasalnya, untuk menjaga solvency-nya investasi high risk dalam bentuk KPD dan repo merupakan tindakan yang gegabah.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan Perusahaan Publik

Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan Perusahaan Publik

Kriteria untuk menentukan apakah direksi telah melakukan pelanggaran dalam hal penandatanganan surat pernyataan tanggung jawab direksi atas laporan keuangan yang menimbulkan kerugian kepada pihak diluar perseroan dapat dilihat dari dari substansi laporan keuangan apakah diperbut dengan itikad baik (good faith) dan penuh tanggung jawab demi kepentingan dan tujuan usaha perseroan (proper purpose), apakah direksi telah menerapkan standar of care atau standar

4 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan Perusahaan Publik

Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan Perusahaan Publik

Perseroan menjadi salah satu wadah yang paling populer bagi pelaku kegiatan bisnis untuk melakukan kegiatan usahanya. Salah satu organ perseroan adalah Direksi yang bertanggung jawab penuh atas pengurusan perseroan untuk kepentingan dan tujuan perseroan serta mewakili perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan (persona standi in judicio). Perseroan Publik yang telah memiliki 300 pemegang saham dan modal disetor minimal Rp.3.000.000.00 (tiga milyar rupiah) berlaku prinsip keterbukaan yang mewajibkan direksi untuk menyampaikan laporan keuangan secara berkala kepada Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) sebagaimana dalam Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.7. Dalam setiap laporan keuangan yang disampaikan, Direksi Emiten atau Perusahaan Publik wajib membuat Surat Pernyataan Tanggung Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan yang ditandatangani oleh Direktur Utama dan Direktur Keuangan. Bilamana dalam laporan keuangan terdapat informasi / fakta material yang menimbulkan kerugian kepada pihak ketiga,UUPT maupun Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.11 mengatur bahwa Direksi Emiten atau Perusahaan Publik bertanggung jawab secara tanggung renteng kepada pihak-pihak yang dirugikan, oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Tanggung Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan Perusahaan Publik”.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

tugas dan Tanggung Jawab Guru

tugas dan Tanggung Jawab Guru

Tanggung jawab para guru dan unsur pendidikan lainnya bukan hanya sekedar dalam hal mengajar atau memajukan dunia pendidikan di sekolah di tempatnya bertugas, tetapi juga bertangggung jawab untuk mengajak masyarakat di sekitarnya masing-masing untuk ikut berpartisipasi dalam memajukan pendidikan di wilayahnya. Maju mundurnya pendidikan di daerah tergantung kinerja para dewan guru, pengawas ekolah dan komite sekolah, karenanya diharapkan semuanya biasa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya yang disertai keikhlasan hati dalam mengemban amanah yang diberikan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...