ukuran dewan komisaris independen

Top PDF ukuran dewan komisaris independen:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - PENGARUH KARAKTERISTIK DEWAN KOMISARIS,RASIO KEUANGAN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN CONSUMER GOODS DI BEI PERIODE 2010-2015 - Perbanas Institutional Repository

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - PENGARUH KARAKTERISTIK DEWAN KOMISARIS,RASIO KEUANGAN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN CONSUMER GOODS DI BEI PERIODE 2010-2015 - Perbanas Institutional Repository

Penelitian ini mengambil sampel perusahaan consumer goods yang terdaftar di BEI pada periode 2010-2015. dalam penentuan sampel di sini menggunakan purposive sampling, yaitu sampel yang dipilih secara cermat dengan karakteristik populasi yang relevan dengan rancangan penelitian yang diharapkan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang dapat diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia (idx.co.id). dalam penelitian ini analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. data yang diregresikan yaitu data variabel independen setahun sebelumnya dengan data variabel dependen di tahun berikutnya.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE CORPO (1)

PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE CORPO (1)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Good Corporate Governance (GCG), yang diukur dari jumlah dewan komisaris, indepedensi dewan komisaris, ukuran dewan direksi, dan jumlah anggota komite audit, Corporate Social Responsibility (CSR) dan kinerja perusahaan (ROA dan ROE) terhadap nilai perusahaan. Objek penelitian adalah seluruh perusahaan perbankan go public yang berjumlah 29 bank. Berdasarkan kelengkapan data hanya 24 bank yang menjadi sampel dengan periode pengamatan 2008-2010. Variabel independen adalah GCG, CSR dan kinerja perusahaan. Variabel dependen adalah nilai perusahaan yang diukur dengan Tobin’s Q. Analisis data yang digunakan terdiri dari analisis korelasi, determinasi, uji t, uji f, dan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran dewan direksi, ROA dan ROE memiliki pengaruh secara signiikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan ukuran dewan komisaris, independensi dewan komisaris, jumlah anggota komite audit dan CSR tidak memiliki pengaruh secara signiikan terhadap nilai perusahaan
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Pengaruh Good Corporate Governance Ukuran Perusahaan Struktur Kepemilikan Terhadap Kinerja Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Pengaruh Good Corporate Governance Ukuran Perusahaan Struktur Kepemilikan Terhadap Kinerja Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Predictors: Constant, Kepemilikan Institusional, Ukuran Dewan Komisaris, Proporsi Dewan Komisaris Independen, Kepemilikan Terkordinasi, Ukuran Perusahaan... 85 Lampiran 4 STATISTIK DE[r]

22 Baca lebih lajut

PERAN CORPORATE GOVERNANCE DALAM FINANCIAL RISK DISCLOSURE  STUDI EMPIRIS PERBANKAN INDONESIA

PERAN CORPORATE GOVERNANCE DALAM FINANCIAL RISK DISCLOSURE STUDI EMPIRIS PERBANKAN INDONESIA

Executif Officer (CEO) dan monitoring yang dilakukan akan semakin efektif. Ukuran dewan komisaris yang besar mungkin akan lebih menjamin perlindungan terhadap pemegang saham dan pembatasan kekuasaan yang jelas di jajaran direksi. Selanjutnya, Coller dan Gregory (1999) menyatakan jika dikaitkan dengan pengungkapan, maka dewan komisaris dengan ukuran yang besar akan memiliki power yang lebih besar untuk menekan manajemen agar mengungkapkan informasi lebih banyak mengenai perusahaan, termasuk financial risk disclosure . Bank Mandiri merupakan bank yang melakukan financial risk disclosure diatas skor 70,000% setiap tahunnya, (lihat Lampiran II) memiliki rerata ukuran dewan komisaris yang besar berjumlah 6 orang. Ukuran dewan komisaris yang besar ini juga membawa Bank Mandiri menjadi peringkat 1 “ The Most Trusted Company, Indonesia Good Corporate Governance (GCG) Award 2009” (http://us.detikfinance.com, 2009). Penilaian tersebut membuktikan bahwa Bank Mandiri telah menerapkan prinsip corporate governance dengan baik. Artinya perusahaan telah melakukan kinerjanya secara transparan, independen dan lebih fair termasuk dalam financial risk disclosure .
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

PENGARUH KARAKTERISTIK DEWAN KOMISARIS, STRUKTUR KEPEMILIKAN, DAN AGRESIVITAS PAJAK PADA REAKSI PASAR.

PENGARUH KARAKTERISTIK DEWAN KOMISARIS, STRUKTUR KEPEMILIKAN, DAN AGRESIVITAS PAJAK PADA REAKSI PASAR.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi reaksi pasar saat publikasi laporan keuangan tahunan. Faktor yang dianalisis yaitu ukuran dewan komisaris, dewan komisaris independen, dan dewan komisaris wanita sebagai proksi karakteristik dewan komisaris; kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan kepemilikan publik sebagai proksi struktur kepemilikan; serta effective tax rate (ETR) sebagai proksi agresivitas pajak. Penelitian ini menggunakan perusahaan Property, Real Estate, dan Building Construction yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2013 sebagai sampel yang dipilih secara purposive sampling dan dianalisis dengan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris, dewan komisaris independen, kepemilikan manajerial, institusional, dan publik tidak berpengaruh pada reaksi pasar sedangkan dewan komisaris wanita dan agresivitas pajak berpengaruh positif pada reaksi pasar.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

DAMPAK CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PROFITABILITAS PERBANKAN SYARIAH INDONESIA TAHUN 2007-2011 - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

DAMPAK CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PROFITABILITAS PERBANKAN SYARIAH INDONESIA TAHUN 2007-2011 - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Wulandari (2006) melakukan penelitian mengenai pengaruh indikator mekanisme corporate governance terhadap kinerja perusahaan publik. Corporate governance diukur dengan jumlah dewan direktur, proporsi komisaris independen, debt to equit, dan institutional ownership. Sedangkan kinerja keuangan, diukur dengan tobin q. Peneliti menggunakan 273 sampel data di Indonesia serta menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi berganda dalam penelitiannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari keempat variabel indikator mekanisme corporate governance, hanya debt to equity yang secara signifikan berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. Peneliti juga menyarankan kepada penelitian selanjutnya agar mempertimbangkan ukuran perusahaan.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

Pengaruh Corporate Governance dan Konsentrasi Kepemilikan pada Pengungkapan Enterprise Risk Management

Pengaruh Corporate Governance dan Konsentrasi Kepemilikan pada Pengungkapan Enterprise Risk Management

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penerapan ERM dapat meningkatkan kinerja perusahaan (Barton et al ., 2002; Lam, 2001; Liebenberg, 2003). ERM juga dapat menurunkan volatilitas harga saham, mengurangi biaya modal, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan sinergi antara aktivitas manajemen risiko (Miccolis dan Shah, 2000; Lam, 2001; Meulbroek, 2002). ERM merupakan sarana untuk mempromosikan kinerja operasional perusahaan dan membantu pembuatan keputusan strategis (Beasley et al ., 2005). Penelitian lain juga dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh pada penerapan ERM. Keberadaan Chief Risk Officer , dewan direksi, komisaris independen, tipe auditor, ukuran perusahaan, dan keberadaan risk management committee ditemukan berpengaruh pada tingkat pengungkapan ERM (Lam, 2001; Walker et al ., 2002; Kleffner et al ., 2003; Beasley et al ., 2005; Desender, 2007; Andarini dan Indira, 2010).
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCETERHADAP KINERJA KEUANGAN:SuatuKasusPada Bank Yang Melakukan Merger Dan AkuisisiPeriode 2006-2011.

PENGARUH PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCETERHADAP KINERJA KEUANGAN:SuatuKasusPada Bank Yang Melakukan Merger Dan AkuisisiPeriode 2006-2011.

Annual Reports of Malaysian Listed Firms. Penelitian ini mengkaji secara empiris mengenai tata kelola perusahaan dan pengungkapan kinerja keuangan pada perusahaan yang terdaftar di bursa efek Malaysia. Variabel yang diteliti dalam peneltian ini diantaranya, ukuran dewan komisaris, proporsi komisaris independen, dewan direksi, pemegangan konstitusional saham, kontrol keluarga dan persentasi komite audit. Sampel yang digunakan adalah perusahaan yang terdaftar di bursa efek Malaysia selama periode 2002. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan positif antara ukuran dewan komisaris, proporsi komisaris independen, dewan direksi dan pengungkapan kinerja keuangan. Namun adanya hubungan negatif antara kontrol keluarga, persentase komite audit dan pengungkapan kinerja keuangan serta tidak berpengaruh pada kinerja dewan direksi.Perbedaan dengan penelitian penulis tidak memasukan dalam penelitian penerapan kontrol keluarga tetapi penulis memasukan latar belakang pendidikan dan jumlah rapat masing-masing struktur organisasi dalam bank.
Baca lebih lanjut

139 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMILIKAN SAHAM INSTITUSIONAL, UKURAN PERUSAHAAN, UKURAN DEWAN KOMISARIS DAN PROPORSI  PENGARUH KEPEMILIKAN SAHAM INSTITUSIONAL, UKURAN PERUSAHAAN, UKURAN DEWAN KOMISARIS DAN PROPORSI DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP MANAJEMEN LABA(EARNINGS

PENGARUH KEPEMILIKAN SAHAM INSTITUSIONAL, UKURAN PERUSAHAAN, UKURAN DEWAN KOMISARIS DAN PROPORSI PENGARUH KEPEMILIKAN SAHAM INSTITUSIONAL, UKURAN PERUSAHAAN, UKURAN DEWAN KOMISARIS DAN PROPORSI DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP MANAJEMEN LABA(EARNINGS

“PENGARUH KEPEMILIKAN SAHAM INSTITUSIONAL, UKURAN PERUSAHAAN, UKURAN DEWAN KOMISARIS DAN PROPORSI DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP MANAJEMEN LABA ( EARNINGS MANAGEMENT ) (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2008)”

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENGARUH PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2007 - 2009).

PENDAHULUAN PENGARUH PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2007 - 2009).

meningkatkan nilai perusahaan ( Tumirin, 2007). Harapan dari penerapan sistem good corporate governance adalah tercapainya nilai perusahaan (Tumirin, 2007). Dengan adanya good corporate governance yang diantaranya adalah keberadaan komite audit, dewan komisaris independen, ukuran dewan komisaris dan dewan direksi diharapkan monitoring terhadap manager perusahaan dapat lebih efektif sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan nilai perusahaan. Jadi jika perusahaan menerapkan sistem good corporate governance diharapkan kinerja perusahaan tersebut akan
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN, UKURAN PERUSAHAAN, DAN PRAKTEK CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN, UKURAN PERUSAHAAN, DAN PRAKTEK CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah kepemilikan manajerial, kepemilikan istitusional, ukuran dewan komisaris, proporsi dewan komisaris independen, komite audit dan ukuran perusahaan secara parsial maupun simultan berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pengaruh Struktur kepemilikan, Ukuran Perusahaan, Praktek corporate governance yang dalam penelitian ini di proksikan ke dalam Ukuran Dewan Komisaris, Proporsi Dewan Komisaris Independen dan Komite Audit terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

karakteristik dewan komisaris indeks corporate governance dan privatisasi, dampak terhadap kinerja keuangan BUMN diindonesia.

karakteristik dewan komisaris indeks corporate governance dan privatisasi, dampak terhadap kinerja keuangan BUMN diindonesia.

Studi ini menemukan bahwa ukuran Dewan Komisaris, proporsi Komisaris Independen, frekuensi pertemuan Dewan Komisaris, ukuran Komite Audit, frekuensi pertemuan Komite Audit, dan indeks CG memiliki efek positif pada kinerja keuangan BUMN. Selanjutnya, hasil ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan BUMN lebih baik setelah privatisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMN yang terdaftar di BEI harus mempertimbangkan beberapa karakteristik Dewan Komisaris dalam pelaksanaan CG. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa BUMN harus mempertimbangkan efektivitas frekuensi pertemuan Komite Audit sebagai aspek penting dari implementasi Good Corporate Governance BUMN di Indonesia. Pemerintah Indonesia perlu selektif memilih BUMN untuk privatisasi guna mencapai hasil yang optimal dari privatisasi sesuai dengan prioritas yang diinginkan pemerintah sebagai pemilik utama.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

ANALISIS MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE DAN MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN GO PUBLIK YANG  Analisis Mekanisme Corporate Governance Dan Manajemen Laba Pada Perusahaan Go Publik Yang Terdaftar Pada Jakarta Islamic Index.

ANALISIS MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE DAN MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN GO PUBLIK YANG Analisis Mekanisme Corporate Governance Dan Manajemen Laba Pada Perusahaan Go Publik Yang Terdaftar Pada Jakarta Islamic Index.

Teori agensi telah memunculkan hubungan kontraktual antara pihak prinsipal dan pihak agen sehingga antara pihak prinsipal dan agen memiliki kepentingan berbeda yang dapat menimbulkan konflik kepentingan yang pada akhirnya dapat menimbulkan manajemen laba. Adanya fenomena praktik manipulasi data laporan keuangan yang dilakukan PT. Lippo Tbk dan PT. Kimia Farma Tbk telah membuktikan terjadinya manajemen laba pada perusahaan. Penerapan mekanisme corporate governance, yang dalam penelitian ini dilakukan dengan adanya kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, ukuran dewan komisaris, proporsi komisaris independen dan keberadaan komite audit yang berkualitas dipercaya dapat meminimalisir praktik manajemen laba. Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah: 1. Apakah mekanisme corporate governance yang meliputi kepemilikan
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2014

Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2014

Ukuran dewan komisaris yang besar menyebabkan monitoring manajemen semakin baik, karena jumlah dewan yang besar menguntungkan perusahaan dalam hal pengawasan. Sedangkan jumlah dewan direksi yang banyak akan meningkatkan kinerja perbankan. Hal ini dikarenakan ukuran dan diversitas dari dewan direksi akan memberikan manfaat bagi perusahaan karena terciptanya network dengan pihak luar perusahaan dan menjamin ketersediaan sumber daya. Dewan direksi dalam suatu perusahaan akan menentukan kebijakan yang akan diambil atau strategi perusahaan tersebut secara jangka pendek maupun jangka panjang. Kedudukan Komisaris Independen sangat kritikal agar pengambilan keputusan Dewan Komisaris bersifat objektif dalam mengevaluasi kinerja manajemen perusahaan. Dari perspektif keagenan, keberadaan Komisaris Independen dapat mengurangi benturan kepentingan antara pemegang saham dengan manajemen perusahaan, dikarenakan fungsi pengawasannya dapat dilakukan dengan menyuarakan pendapat yang independen dalam rapat (Solomon dan Solomon, 2004). Komite audit bertugas membantu dewan komisaris dalam menjalankan tugasnya. Ketika komite audit menjalankan tugasnya dengan baik maka tugas pengawasan menjadi lebih baik lagi sehingga kinerja perbankan meningkat.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

Pengaruh Corporate Governance, Ukuran Perusahaan dan Struktur Kepemilikan Terhadap Manajemen Laba Pada Perusahaan Manufaktur  yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Pengaruh Corporate Governance, Ukuran Perusahaan dan Struktur Kepemilikan Terhadap Manajemen Laba Pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Saat ini telah banyak penelitian mengenai efektifitas GCG dan pengaruhnya terhadap manajemen laba, antara lain: Hastuti (2005), Ujiyantho dan Pramuka (2007), Isnanta (2008). Hasil yang diungkapkan pun berbeda-beda, antara lain: menurut Ujiyantho dan Pramuka (2007) mengungkapkan bahwa keberadaan komisaris independen berpengaruh terhadap manajemen laba artinya keberadaan komisaris independen pada dewan komisaris akan mengurangi tindakan manajemen laba. Namun pendapat tersebut bertolak belakang dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Isnanta (2008) bahwa keberadaan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap manajemen laba dikarenakan penerapan corporate governance baru dirasakan dampaknya dalam waktu yang panjang, setelah semua aturan dilaksanakan sesuai mekanisme yang ada. Dalam penyesuaian ini membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga belum terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap manajemen laba.
Baca lebih lanjut

129 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Mekanisme Corporate Governance Dan Manajemen Laba Pada Perusahaan Go Publik Yang Terdaftar Pada Jakarta Islamic Index.

PENDAHULUAN Analisis Mekanisme Corporate Governance Dan Manajemen Laba Pada Perusahaan Go Publik Yang Terdaftar Pada Jakarta Islamic Index.

2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi investor dalam berinvestasi dengan melihat besar kecilnya kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, ukuran dewan komisaris, proporsi komisaris independen serta ada tidaknya auditor berkualitas sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi di perusahaan.

6 Baca lebih lajut

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN INDUSTRI BARANG KONSUMSI

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN INDUSTRI BARANG KONSUMSI

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah struktur kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, ukuran dewan komisaris, ukuran dewan direksi dan komisaris independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap manajemen laba pada perusahaan industri barang konsumsi, baik secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan kriteria Perusahaan industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI dan memiliki data lengkap sesuai dengan variabel yang dibutuhkan yaitu data kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, ukuran dewan komisaris, ukuran dewan direksi, komisaris independen dan manajemen laba. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan tingkat signifikan ( α ) 0,05.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Good Corporate Governance Ukuran Perusahaan Struktur Kepemilikan Terhadap Kinerja Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Pengaruh Good Corporate Governance Ukuran Perusahaan Struktur Kepemilikan Terhadap Kinerja Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Predictors: Constant, Kepemilikan Institusional, Ukuran Dewan Komisaris, Proporsi Dewan Komisaris Independen, Kepemilikan Terkordinasi, Ukuran Perusahaan... 85 Lampiran 4 STATISTIK DE[r]

23 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN ENTERPRISE RISK MANAGEMENT PADA PERUSAHAAN SEKTOR KEUANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN ENTERPRISE RISK MANAGEMENT PADA PERUSAHAAN SEKTOR KEUANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari sepuluh variabel, yaitu ukuran dewan komisaris, ukuran komisaris independen, ukuran perusahaan, ukuran komite audit independen, profitabilitas, leverage, likuiditas, struktur kepemilikan publik, status perusahaan, dan umur perusahaan. Kesepuluh variabel tersebut dipilih untuk diteliti karena berkemungkinan memiliki hubungan dengan pengungkapan enterprise risk management berdasarkan beberapa penelitian terdahulu. Adapun penjelasan dari variabel independen pada penelitian ini sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2011 - 2013

Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2011 - 2013

Penelitian ini dilakukan untuk menguji apakah ukuran dewan komisaris, proporsi komisaris independen, jumlah rapat dewan komisaris, ukuran komite audit, kompetensi komite audit dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh, baik secara parsial maupun simultan terhadap nilai perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Model penelitian ini menggunakan model regresi linear berganda dengan media software SPSS 21. Pengujian dilakukan dengan melakukan pengujian asumsi klasik dan pengujian hipotesis. Populasi dalam penelitin ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang berjumlah 126 perusahaan, sedangkan sampel penelitian sebanyak 26 perusahaan yang telah dipilih melalui metode purposive sampling, periode penelitian adalah tahun 2011-2013.
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...