Top PDF BAB I PENDAHULUAN. atau kelompok yang dilakukan secara berulang terhadap orang atau kelompok

BAB I PENDAHULUAN. Keluarga merupakan suatu kelompok dari orang-orang yang disatukan oleh

BAB I PENDAHULUAN. Keluarga merupakan suatu kelompok dari orang-orang yang disatukan oleh

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keluarga merupakan suatu kelompok dari orang-orang yang disatukan oleh ikatan-ikatan perkawinan, darah atau adopsi, dan keluarga juga merupakan sistem sosial kecil yang terdiri dari individu-individu yang berhubungan satu sama lainnya dengan alasan kasih sayang dan ikatan yang kuat, loyalitas, mengkompromikan keadaan rumah yang permanen yang terjadi dalam jangka tahunan dan decade-dekade. (http/www.yakita.or.id/konseling keluarga.html.diakses tanggal 20 April 2010 pukul 18.00 wib).

9 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang ke arah tujuan-tujuan

BAB I PENDAHULUAN. bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang ke arah tujuan-tujuan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang ke arah tujuan-tujuan organisasi atau maksud-maksud yang nyata 1 . Tulisan Follet, yang dikutip oleh Handoko mendefinisikan manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Menurut definisi ini manajer mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksankan berbagai pekerjaannya.Manajer tidak mengerjakan sendiri semua tugas-tugasnya 2 . Menurut Griffin yang dikutip oleh Puspopranoto, manajemen adalah serangkaian kegiatan termasuk perencanaan dan pembuatan keputusan, pengorganisasian , pimpinan dan pengendalian yang diarahkan pada sumber daya organisasi (tenaga kerja, keuangan , fisik, dan informasi) yang bertujuan untuk mencapai sasaran organisasi dengan cara yang efisien dan efektif 3 . Sedangkan pendapat Stoner yang dikutip oleh Handoko, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. 1 Dalam kaitannya

BAB I PENDAHULUAN. sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. 1 Dalam kaitannya

BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. 1 Dalam kaitannya dengan kebiasaan bermasyarakat dalam suatu wilayah memiliki berbagai budaya sebagai ciri khas dari cara bersosialisasi suatu kelompok. Seperti halnya pada masyarakat Desa Pakel Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek yang melakukan tradisi budaya dalam perkawinan yaitu tradisi kutuk-kutuk sebagai simbolis dari wujud pengharapan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. haknya (baik perorangan secara sendiri-sendiri, kelompok orang secara bersamasama

BAB I PENDAHULUAN. haknya (baik perorangan secara sendiri-sendiri, kelompok orang secara bersamasama

101 PP Nomor 37 Tahun 1998, tetapi lain halnya dengan camat dimana camat sebagai PPAT Sementara diangkat oleh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi berdasarkan Pasal 19 PKBPN Nomor 1 Tahun 2006. Perbedaan cara pengangkatan antara PPAT dan PPAT Sementara yang tidak berdasarkan peraturan perundang-undangan yang setingkat yaitu Peraturan Pemerintah menjadikan jabatan camat sebagai PPAT Sementara yang diberi kewenangan untuk melaksanakan tugas PPAT yang merupakan seorang pejabat umum dengan membuat akta otentik belum terpenuhi. Selain itu, dari sudut sumber kewenangan yang dipunyai Kepala Kantor Wilayah mengeluarkan SK pegangkatan adalah berdasarkan pada delegasi. Sementara sebagaimana telah dipaparkan dalam bab di atas kewenangan PPAT adalah bersumber pada kewenangan atribusi, sehingga kewenangan PPAT Sementara pun seyogyanya bersumber pada atribusi dan bukan pada delegasi, yaitu penyerahan kewenangan dari Kepala Badan kepada Kepala Kantor Wilayah. Hal itu sejalan dengan pendapat Indroharto yang mengatakan bahwa pada atribusi terjadi pemberian wewenang pemerintahan yang baru oleh suatu ketentuan dalam peraturan perundang-undangan. Berdasarkan hal tersebut maka pemberian kewenangan tersebut akan dilahirkan suatu kewenangan baru. 90 Sekalipun pada delegasi terjadi pelimpahan suatu wewenang yang telah ada oleh Badan atau Jabatan Tata Usaha Negara yang telah memperoleh wewenang pemerintahan secara atributif kepada Badan atau Jabatan Tata Usaha
Baca lebih lanjut

144 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. Dalam masyarakat terdapat kelompok sosial, ada sekelompok orang orang

BAB I PENDAHULUAN. Dalam masyarakat terdapat kelompok sosial, ada sekelompok orang orang

226/MEN/2000 tentang perubahan beberapa pasal dalam Permenaketrans No 01 tahun 1999. Dalam peraturan ini. upah Minimum adalah upah bulanan terendah yang terdiri dari upah pokok termasuk tunjangan tetap, berlaku bagi pekerja yang mempunyai masa kerja kurang dari 1 tahun. Penetapan upah minimum dilakukan di tingkat propinsi atau di tingkat kabupaten/kotamadya, dimana Gubernur menetapkan besaran upah minimum propinsi (UMP) atau upah minimum Kabupaten/Kotamadyar (UMK), berdasarkan usulan dari Komisi Penelitian Pengupahan dan Jaminan Sosial Dewan Ketenagakerjaan Daerah (sekarang Dewan Pengupahan Provinsi atau Kabupaten/Kota) dengan mempertimbangkan kebutuhan hidup pekerja, indeks harga konsumen, pertumbuhan ekonomi dan kondisi pasar kerja.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. dimiliki oleh suatu negara. Militer terdiri dari kelompok orang-orang terorganisir

BAB I PENDAHULUAN. dimiliki oleh suatu negara. Militer terdiri dari kelompok orang-orang terorganisir

Militer atau tentara adalah salah satu kelompok profesional yang harus dimiliki oleh suatu negara. Militer terdiri dari kelompok orang-orang terorganisir yang disiplin untuk melakukan pertempuran yang tentunya berbeda dengan kelompok orang-orang sipil. Sementara kelompok militer atau organisasi militer, menurut Amos Perlmutter adalah sebuah ikatan persaudaraan dan persekutuan sekaligus alat kekuasaan dan birokrasi. Dalam pengertian Se Finer , kelompok militer ini dipersiapkan untuk bertempur dan memenangkan peperangan guna mempertahankan eksisitensi sebuah Negara. Dengan demikian maka tugas militer adalah melatih diri dan mengadakan perlengapan untuk menghadapi musuh dari luar.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang ke arah tujuantujuan

BAB I PENDAHULUAN. bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang ke arah tujuantujuan

Bruinessen dalam artikelnya (1994: 124) menyatakan bahwa pesantren merupakan tempat kajian religius bagi kaum muslimin yang dipandu dengan kitab kuning, sehingga diperlukan adanya manajemen pembelajaran berbasis kitab kuning di pondok pesantren untuk meningkatkan kualitas pondok pesantren dan kitab kuning. Kemudian Yakin (2014:199) dalam artikel penelitiannya memberikan hasil bahwa dengan pendekatan studi kasus penulis menemukan bahwa: (1) Pola manajemen kurikulum di Pondok Pesantren Al-Raisiyah adalah kurikulum perpaduan antara Kurukulum KTSP yang bersifat formal dengan Kurikulum Takhassus sehingga menghasilkan suatu bentuk KTSP Pondok. (2) Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan menerapkan pola tertutup, dimana proses rekrutmen dilaksanakan tanpa publikasi dan diprioritaskan bagi kalangan tertentu. (3) Manajemen kesiswaan, manajemen sarana dan prasarana, serta manajemen pembiayaan menerapkan pola terbuka dan modern dengan memerhatikan penerapan fungsi-fungsi manajemen. (4) Pola manajemen hubungan masyarakat cenderung menerapkan “pola tradisional” dimana komunikasi madrasah dengan orang tua atau masyarakat masih didominasi oleh keberadaan komite madrasah.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. dikuasai atau dimiliki oleh orang perorangan, kelompok orang termasuk

BAB I PENDAHULUAN. dikuasai atau dimiliki oleh orang perorangan, kelompok orang termasuk

Masalah penguasaan tanah di Indonesia dapat dilihat bahwa pengertian “Penguasaan” dan “Menguasai” dapat dipakai dalam arti fisik, juga dalam arti yuridis. Juga beraspek perdata dan beraspek publik. Penguasaan yuridis dilandasi hak, yang dilindungi oleh hukum dan umumnya memberi kewenangan kepada pemegang hak untuk menguasai secara fisik tanah yang dihaki. Ada juga penguasaan yuridis yang meskipun memberi kewenangan untuk menguasai tanah yang dihaki secara fisik, kenyataannya penguasaan fisiknya dilakukan pihak lain.

9 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. pengarahan suatu kelompok orang-orang dan organisasi kearah tujuan-tujuan

BAB I PENDAHULUAN. pengarahan suatu kelompok orang-orang dan organisasi kearah tujuan-tujuan

secara efektif dan efisien yang pada akhirnya mampu memberikan pelayanan yang lebih baik. 6 Desi Tri Santi “Sistem Informasi Manajemen Tata Persuratan Kementrian Agama Kabupaten Pacitan” tujuan penelitian ini adalah lebih fokus meneliti surat masuk, surat keluar, PHP, MYSQL.Dengan adanya

12 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya

BAB I PENDAHULUAN. oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya

Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode budaya yang bersifat kualitatif, yaitu penelitian yang difokuskan pada gejala-gejala umum yang ada dalam kehidupan ma[r]

16 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. memerlukan bantuan dari orang lain dan hidup berkelompok-kelompok, yang

BAB I PENDAHULUAN. memerlukan bantuan dari orang lain dan hidup berkelompok-kelompok, yang

Korporasi kini telah menjadi pendukung penting di dalam dunia bisnis dan perdagangan, serta bisnis secara global, korporasi tidak lagi sekedar organisasi bisnis yang berdomisili lokal namun juga melampaui batas-batas negara dan mengikutsertakan pihak ketiga dalam perekonomiannya. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi mengiring kemajuan ekonomi yang semakin bersifat kompetitif menjadikan korporasi tidak lagi menghadirkan berbagai organisasi yang berdampak positif namun juga menghadirkan berbagai bentuk kejahatan yang pada akhirnya merupakan pelanggaran hukum pidana. Pelanggaran hukum bisnis tersebut yang dikenal dengan kejahatan korporasi (corporate crime). 25
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya

BAB I PENDAHULUAN. seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya

Universitas Kristen Maranatha sendiri dalam satu hari meluangkan waktu satu jam untuk mengerjakan mata kuliah UP mereka. Fase ketiga dalam self-regulation adalah self reflection, dimana terdiri dari dua aspek, yaitu self judgement dan self reaction. Aspek yang pertama, yaitu self-judgment, melibatkan evaluasi diri atas kinerja individu dan menghubungkan penyebab signifikan terhadap hasil kerja yang sudah dilakukan. Pada mahasiswa yang belum lulus karena tidak mengerjakan UP, mereka melakukan evaluasi terhadap diri mereka sendiri (self evaluative). Mereka mencari penyebab ketidak lulusan mereka, seperti mahasiswa tidak lulus karena nilai tugas tidak memenuhi syarat atau tidak pernah mengumpulkan tugas. Ada juga mahasiswa yang sudah absen lebih dari tiga kali sehingga dicekal dan tidak lulus atau terpengaruh lingkungan (causal attribution). Beberapa mahasiswa membuat perencanaan baru dengan mengontrak kembali mata kuliah yang tidak lulus adan beberapa mahasiswa membuat perencanaan dengan tetap mengontrak mata kuliah semester selanjutnya dan yang tidak lulus akan dikontrak saat perkuliahan remedial.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang

Kecanduan itu sendiri menurut Cooper (2000), merupakan perilaku ketergantungan pada hal yang disenangi pada kesempatan yang ada. Orang dikatakan kecanduan apabila dalam satu hari melakukan kegiatan yang sama berulang-ulang sebanyak lima kali atau lebih. Kecanduan bermain game online merupakan akibat dari tingginya intensitas individu dalam bermain game online. Menurut Chaplin (2011) bahwa intensitas adalah kekuatan yang mendukung suatu pendapat atau sikap, sedangkan menurut kamus besar Indonesia intensitas merupakan proses atau perbuatan cara mempergunakan sesuatu. Menurut Cowie (2014) intensitas adalah suatu situasi dan kondisi saat individu melakukan suatu aktifitas secara berulang-ulang dan memiliki frequensi tertentu. Subjek mengatakan bahwasanya setelah bermain game online, rasanya kalau tidak memainkanya dalam sehari subjek merasa ada yang kurang, bahkan hal pertama yang subjek pikirkan sewaktu bangun tidur adalah memainkan game online. Rasanya setelah memainkan game ini subjek merasa lupa akan hal lain selain memainkanya, sehingga subjek merasa ini merupakan kebutuhan yang harus dilakukan setiap saat, hasil wawancara tersebut berkaitan juga dengan salah satu aspek kecanduan game online dari Chen & Chang (2008) yaitu compulsion, bahwasanya seseorang yang kecanduan game akan ada dorongan memainkan secara terus menerus.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. kelompok masyarakat tersebut secara bersama-sama melakukan fungsinya

BAB I PENDAHULUAN. kelompok masyarakat tersebut secara bersama-sama melakukan fungsinya

b. Keinginan untuk bekerja keras c. Hasrat untuk bertahan menjadi bagian dari organisasi 3. Kinerja Karyawan Menurut Prawirosentono (1999 : 2), kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Sedangkan menurut kamus istilah manajemen (198 : 119) karyawan adalah orang yang mengadakan ikatan kerja sehingga ia menjadi bagian organisasi yang dimasukinya. Menurut Robbins (2002 : 261-262), karyawan juga dapat mengevaluasi kinerjanya sendiri. Karyawan yang mengevaluasi kinerjanya sendiri (self evaluation) konsisten dengan nilai-nilai seperti swakelola dan pemberdayaan. Dalam penelitian ini akan digunakan enam kriteria primer pengukur prestasi kerja atau kinerja karyawan dari Bernandin dan Russel (Sopiah, 2008 : 182), enam kriteria primer tersebut adalah:
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan untuk melindungi atau mempertahankan hak-hak pada suatu kelompok,

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan untuk melindungi atau mempertahankan hak-hak pada suatu kelompok,

Kelurahan Tegal Sari II biasanya disebut sebagai lokasi Mandala, yang merupakan salah satu daerah padat penduduk yang memiliki usaha peternakan babi rumahan. Selain memiliki usaha peternakan rumahan, masyarakat setempat melakukan usaha dagang hasil daging babi disekitaran daerah tersebut. Ternak babi yang ada di Kelurahan Tegal Sari Mandala II merupakan ternak rumahan sekaligus juga ternak produksi, dikarenakan selain memelihara dirumah banyak masyarakat yang menjual hasil daging babi tersebut di depan rumah mereka dan menjual babi mereka baik induk maupun anak kepada toke-toke babi dari luar maupun toke babi sekitar. Banyak juga masyarakat peternak babi yang tidak seutuhnya kalau mereka sendiri adalah pemilik dari babi tersebut, melainkan babi tersebut titipan orang lain tetapi hasil penjualannya dibagi dua sesuai dengan kesepakatan yang dibuat bersama, sehingga menguntungkan kedua belah pihak.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. kelompok dengan kelompok lain yang didasarkan pada parameter tertentu dengan

BAB I PENDAHULUAN. kelompok dengan kelompok lain yang didasarkan pada parameter tertentu dengan

perbedaan, tentang personal dan sosial, tentang apa yang dimiliki bersama dengan seseorang dan tentang apa yang membedakan dengan lainnya (Nicholson, 2008). Studi tentang identitas memiliki akar sejarah yang panjang pada pendekatan interaksionisme simbolik yang didasarkan pada pemikir-pemikir awal (Foote, 1951; Stryker, 1987). Pada saat itu diyakini bahwa suatu fenomena lebih bisa dipahami melalui definisi individu atau interpretasi diri sendiri, orang lain dan bahkan situasi melalui identifikasi makna-makna yang diberikan aktor pada lingkungannya, memahami isi kepalanya atau melihat dunia dari perspektif mereka, untuk memahami mengapa mereka melakukan sesuatu dengan cara mereka sendiri (Meltzer, Petras dan Reynolds, 1977). Pendekatan ini membawa pemahaman bahwa terjadinya suatu tingkah laku ditentukan oleh seberapa besar sesuatu itu bermakna untuk mereka. Dalam kerangka ini, struktur sosial tidak memainkan peran dalam pembentukan identitas karena dianggap kenyataan sosial tidak memiliki pola sehingga tidak dapat dipetakan apalagi diprediksi. Di sini juga diyakini bahwa struktur itu sendiri berubah karena selalu dibentuk melalui interpretasi dan tindakan individu dalam suatu struktur.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. muncul banyak sekali kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. Kelompok-kelompok tersebut muncul dikarenakan adanya persamaan

BAB I PENDAHULUAN. muncul banyak sekali kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. Kelompok-kelompok tersebut muncul dikarenakan adanya persamaan

Sedangkan IP adalah seorang anak yang penurut dirumahnya. IP merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dan dia adalah anak laki-laki satu-satunya. Orang tua IP sering memaksa kan kehendak kepada anak- anaknya, dan IP pun selalu menurut apa kata orang tuanya meskipun dalam hatinya ia memberontak. IP tidak mau dikatakan sebagai anak pembangkang atau anak durhaka, sehingga ia selalu menekan setiap keinginanya yang bertentangan dengan orang tua. Seperti halnya peristiwa saat IP masih di bangku STM, pada saat itu ia mulai mengenal cinta dan mulai membuka diri untuk berpacaran, akan tetapi hubungan tersebut dilarang oleh orang tuanya karena IP dan pacarnya berbeda agama. Meskipun hal tersebut sangat berat bagi IP tapi ia tetap mengikuti kemauan orang tuanya untuk putus hubungan dengan pacarnya. Lama- kelamaan IP merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut dan akhirnya ia mengenal Punk dan ia pun memutuskan untuk bergabung di Punk atas a jakan teman-temannya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. lisan. Secara tertulis merupakan hubungan tidak langsung, sedangkan secara. sebuah percakapan antar individual atau kelompok.

BAB I PENDAHULUAN. lisan. Secara tertulis merupakan hubungan tidak langsung, sedangkan secara. sebuah percakapan antar individual atau kelompok.

Bahasa merupakan sistem simbol bunyi bermakna dan berartikulasi oleh alat ucap yang bersifat arbriter dan konvensional, yang dipakai sebagai alat komunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran. Tidak ada seorang pun yang dapat melakukan komunikasi dan interaksi dengan orang lain tanpa menggunakan bahasa, walaupun kemampuan menggunakan bahasa tidak secara otomatis menentukan kemampuan berkomunikasi. Kemampuan berkomunikasi ditentukan oleh kemampuan bahasa seseorang.

8 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok- kelompok yang

BAB I PENDAHULUAN. perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok- kelompok yang

Toleransi Beragama dalam Kamus Bahasa Indonesia adalah toleran bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri. Sedangkan toleransi yaitu sifat atau sikap toleran, batas ukur untuk penambahan atau pengurangan yang masih diperbolehkan. Pengertian toleransi dapat juga diartikan sebagai kelapangan dada, suka rukun dengan siapapun, membiarkan orang berpendapat, atau berpendirian lain. Dalam pengertian tersebut dapat di simpulkan bahwa toleransi pada dasarnya memberikan kebebasan terhadap sesama manusia, atau sesama warga masyarakat untuk menjalankan dan menentukan sikapnya itu tidak melanggar dengan aturan yang berlaku sehingga tidak merusak sendi- sendi perdamaian. C. Fokus Penelitian
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. mengalami perubahan, akan tetapi perubahan antara kelompok dengan kelompok

BAB I PENDAHULUAN. mengalami perubahan, akan tetapi perubahan antara kelompok dengan kelompok

Pada masyarakat di desa Tiayo biasa di sebut motiayo,sudah berlangsung sejak penduduk menempati suatu wilayah untuk di jadikan sebagai daerah pemukiman dan pertanian,namun karena kondisi lahan yang masihh di tumbuhi rumput liar,maka seccara bersama-sama membersikan lahan tersebut untuk di Tanami jagung dan sayur-sayuran.awalnya kepala-kepala keluarga tersebut mengerjakan lahan pertaniannya sendiri-sendiri.Namun karena cukup luasnya lahan pertanian tersebut,maka mereka mulai mengerjakan secara bersama-sama dengan cara motiayo.Para kepala keluarga lain untuk membantu mengerjakan lahan pertanian dari salah satu keluarga.Hal ini mereka lakukan karena luasnya areal pertanian yang di miliki oleh masing-masing kepala keluarga,maka untuk mengerjakan membutuhkan bantuan orang lain agar lahan pertanian yang telah di sediakan oleh pemerintah untuk mereka segara di manfaatkan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...