Top PDF BANGUNAN DAN STABILITAS KAPAL NIAGA X 1

BANGUNAN DAN STABILITAS KAPAL NIAGA X 1

BANGUNAN DAN STABILITAS KAPAL NIAGA X 1

Seperti telah diterangkan sebelumnya bahwa titik M adalah sebuah titik semu yang letaknya selalu berubah-ubah (meta) dan tidak boleh dilampaui oleh titik G agar kapal tetap mempunyai stabilitas positif. Disebut metasentrum karena mereupakan titik pusat yang selalu bergerak dan berubah-ubah tempatnya. KM ialah jarak tegak dari lunas kapal sampai ke titik M. Nilai KM tidak dapat dihitung dengan perhitungan biasa tetapi sudah ditentukan oleh si perencana (naval architect). Nilai KM selalu berubah-ubah sesuai dengan perubahan sarat dan bentuk kapal serta sudut senget kapal.
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

bangunan dan stabilitas kapal perikanan 1

bangunan dan stabilitas kapal perikanan 1

Bangunan dan Stabilitas Kapal Perikanan (BSKP) adalah ilmu yang mempelajari tentang beberapa bagian-bagian dari kapal, di antaranya adalah ukuran-ukuran pokok kapal yang terdiri dari ukuran membujur/memanjang, ukuran melintang atau melebar dan ukuran tegak (vertikal), dan dasar-dasar ilmu perkapalan yang meliputi tipe-tipe kapal, gambar rencana garis, karakteristik hidrostatistika serta dasar-dasar stabilitas, trim dan peluncuran kapal serta mempelajari kesetimbangan kapal pada saat diapungkan, tidak miring kekiri atau kekanan, demikian pula pada saat berlayar, pada saat kapal diolengkan oleh ombak atau angin, kapal dapat tegak kembali. Untuk dapat mengikuti mata pelajaran ini dengan baik, peserta didik sudah harus memahami dasar-dasar keseimbangan gaya, persamaan diferensial dan integral.
Baca lebih lanjut

190 Baca lebih lajut

1663-KST-Nautika Kapal Penangkap Ikan

1663-KST-Nautika Kapal Penangkap Ikan

2 Memahami bangunan kapal Mengidentifikasi jenis-jenis bangunan dan bagian-bagian kapal 3 Memahami stabilitas kapal Menerangkan faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas kapal 4 Mema[r]

2 Baca lebih lajut

Kelas 10 SMK Bangunan dan Stabilitas Kapal Perikanan 1

Kelas 10 SMK Bangunan dan Stabilitas Kapal Perikanan 1

Dalam melaksanakan pelayaran dan penangkapan ikan dengan kapal perikanan, maka ada beberapa kompetensi yang perlu dikuasai oleh seorang perwira kapal perikanan tersebut. Salah satu penyebab kecelakaan kapal di laut, baik yang terjadi di laut lepas maupun ketika di pelabuhan, adalah peranan dari para awak kapal yang tidak memperhatikan perhitungan stabilitas kapalnya sehingga dapat mengganggu kesetimbangan secara umum yang akibatnya dapat menyebabkan kecelakaan fatal seperti kapal tidak dapat dikendalaikan, kehilangan kesetimbangan dan bahkan tenggelam yang pada akhirnya dapat merugikan harta benda, kapal, nyawa manusia bahkan dirinya sendiri. Sedemikian pentingnya pengetahuan menghitung stabilitas kapal untuk keselamatan pelayaran, maka setiap awak kapal yang bersangkutan bahkan calon awak kapal harus dibekali dengan seperangkat pengetahuan dan keterampilan dalam menjaga kondisi stabilitas kapalnya sehingga keselamtan dan kenyamanan pelayaran dapat dicapai. Salah satu kompetensi yang diperlukan adalah penguasaan tentang Bangunan dan Stabilitas Kapal Perikanan (BSKP). Khususnya pada stabilitas kapal ada kompetensi dasar yang perlu dikuasai pada semester dua kurikulum 2013 yaitu melaksanakan prinsip-prinsip stabilitas kapal perikanan. Apabila kapal tidak mempunyai stabilitas yang baik, maka dampak langsung yang akan diterima adalah rusaknya muatan yang ada pada kapal tersebut.
Baca lebih lanjut

190 Baca lebih lajut

Buku Bangunan dan Stabilitas Kapal Perikanan SMT1

Buku Bangunan dan Stabilitas Kapal Perikanan SMT1

Berdasarkan Gambar 1.10 menunjukan bahwa sebuah kapal yang stabilitasnya terlalu kecil atau yang disebut langsar/tender itu untuk keadaan-keadaan tertentu mungkin berakibat fatal, sebab kapal dapat terbalik. Kemungkinan demikian dapat terjadi, oleh karena sewaktu kapal akan menegak kembali pada waktu kapal menyenget tidak dapat berlangsung, hal itu dikarenakan misalnya oleh adanya pengaruh luar yang bekerja pada kapal, sehingga kapal itu akan menyenget lebih besar lagi. Apabila proses semacam itu terjadi secara terus menerus, maka pada suatu saat tertentu kapal sudah tidak memiliki kemampuan lagi untuk menegak kembali. Jelaslah kiranya bahwa apabila hal itu terjadi, maka sudah dapat dipastikan bahwa kapal akan terbalik.
Baca lebih lanjut

190 Baca lebih lajut

Kelas 10 SMK Bangunan dan Stabilitas Kapal Perikanan 2

Kelas 10 SMK Bangunan dan Stabilitas Kapal Perikanan 2

Bangunan dan Stabilitas Kapal Perikanan (BSKP) adalah ilmu yang mempelajari tentang beberapa bagian-bagian dari kapal, di antaranya adalah ukuran-ukuran pokok kapal yang terdiri dari ukuran membujur/memanjang, ukuran melintang atau melebar dan ukuran tegak (vertikal), dan dasar-dasar ilmu perkapalan yang meliputi tipe-tipe kapal, gambar rencana garis, karakteristik hidrostatistika serta dasar-dasar stabilitas, trim dan peluncuran kapal serta mempelajari kesetimbangan kapal pada saat diapungkan, tidak miring ke kiri atau ke kanan, demikian pula pada saat berlayar, pada saat kapal diolengkan oleh ombak atau angin, kapal dapat tegak kembali. Untuk dapat mengikuti mata pelajaran ini dengan baik, peserta didik sudah harus memahami dasar-dasar keseimbangan gaya, persamaan diferensial dan integral.
Baca lebih lanjut

231 Baca lebih lajut

PELAYARAN KAPAL NIAGA X 4

PELAYARAN KAPAL NIAGA X 4

1) Secara terus menerus atau continous waves Getaran mekanik ultra- sonic dipancarkan terus menerus oleh tranducer pemancar khusus, selanjutnya echo dari pancaran tersebut diterima secara terus menerus oleh tranducer penerima khusus. Pengukuran dalamnya laut dilakukan dengan mengukur perbedaan phase antara getaran yang dipancarkan dengan phase echo getaran yang diterima. Sistem ini mengunakan dua tranducer, satu berfungsi khusus sebagai pemancar dan satu lagi berfungsi khusus sebagai penerima. Sistem ini jarang digunakan pada kapal niaga, karena biayanya lebih mahal dan memancar terus menerus kemungkinan gangguan interfensi dan nois lebih besar.
Baca lebih lanjut

327 Baca lebih lajut

DASAR2 PENANG PENGATUR MUATAN PERMESINAN KAPAL NIAGA ELEK X 1

DASAR2 PENANG PENGATUR MUATAN PERMESINAN KAPAL NIAGA ELEK X 1

Cara pemberian ventilasi dalam palka tergantung dari jenis muatan di dalamnya, dan tergantung pula dari bentuk kapalnya. Misalnya kapal memuat arang batu gas-gas yang timbul dapat terbakar dan meledak, dan pemanasan yang mendadak, maka ventilasi itu sangat perlu dalam hubungannya dengan keamanan ABK-nya. Ruangan palka yang tidak diberi ventilasi atau ventilasinya kurang baik akan cepat mengandung udara yang beruap panas, gas dan bau, dimana semuanya itu dapat menyebabkan kerusakan pada muatannya Sistim Ventilasi secara umum ada dua :

205 Baca lebih lajut

ANALISIS STABILITAS KAPAL BAJA TYPE PURS

ANALISIS STABILITAS KAPAL BAJA TYPE PURS

Menurut Mandagi (2003), jika M > G maka kapal akan stabil, jika M = G kapal menjadi netral, jika M < G kapal berada pada keadaan tidak stabil. Masengi, et al (1991) juga menyatakan bahwa untuk menentukan kelaikan lautan suatu kapal secara teknis perlu diketahui tinggi rendahnya (metacentri hight), GM. Jika nilai GM lebih besar kapal akan menjadi lebih stabil. Kapal dikatakan laik laut bila Stabilitas kapal yang baik, konstruksi membujur dan melintang yang terpasang kokoh , bahan pembuatan sesuai aturan, olah gerak kapal baik ,perlengkapal kapal lengkap dan alat-alat keselamatan sesuai standart, hal ini perlu dilakukan untuk menghasilkan suatu bangunan kapal yang utuh, kokoh dan tahan terhadap fenomena alam yang terjadi di perairan laut.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Kelas 10 SMK Bangunan dan Stabilitas Kapal Niaga 2

Kelas 10 SMK Bangunan dan Stabilitas Kapal Niaga 2

i) Kapal angkat berat adalah kapal yang dirancang untuk memindahkan beban yang tidak dapat ditangani oleh kapal lain biasanya dilengkapi dengan permuakaan deck yang luas dan datar yang berfungsi untuk memudahkan proses peletakan barang yang diangkat. Kapal angkat berat terdiri dari dua jenis yaitu semi- submersible yang mampu mengangkat kapal lain keluar dari air dan membawanya, serta kapal untuk menambah fasilitas bongkar di pelabuhan yang belum memiliki dermaga dengan fasilitas pendukung yang memadai seperti krane atau Derek untuk memindahkan muatan dari kapal ke pelabuhan.
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

Buku Bangunan dan Stabilitas Kapal Niaga SMT1

Buku Bangunan dan Stabilitas Kapal Niaga SMT1

d) Bila dasar berganda diharuskan untuk dipasang, maka tingginya atau harus mendapat persetujuan pemerintah dan dasar dalam diteruskan sampai ke sisi lambung sedemikian rupa sehingga dapat melindungi dasar kapal sampai ke lengkungan got (bilge). Perlindungan ini dianggap memenuhi syarat bila garis potong antara lempeng samping (margin plate) dengan lajur samping (bilge strake). Tidak lebih rendah dari suatu bidang datar yang melalui titik potong antara garis gading utama dengan garis diagonal yang dibuat melalui titik potong gading dengan lunas. Dimana garis diagonal tersebut membentuk sudut 250 dengan alas dan memotong bidang simetri pada setengah lebar kapal terbesar. e) Got pengering (drain well) yang dibuat di dalam dasar berganda
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

BANGUNAN DAN STABILITAS KAPAL NIAGA X 2

BANGUNAN DAN STABILITAS KAPAL NIAGA X 2

Kapal adalah salah satu jenis dari kapal, dengan demikian sifat dan syarat-syarat yang diperlukan oleh suatu kapal akan diperlukan juga oleh kapal, akan tetapi berbeda dengan kapal penumpang (passenger ship) dan kapal barang (cargo ship). Seperti kita ketahui bahwa bangunan kapal merupakan sebuah bangunan yang fungsi utamanya untuk mengangkut beban baik yang berupa padat, cair dan lainnya disesuaikan dengan fungsi dan jenis kapal yang di design. Untuk itu, suatu kapal memerlukan kemampuan dalam stabilitas yang baik, kecepatan yang besar dan kemampuan olah gerak kapal yang baik. Melihat kenyataan bahwa operasi kapal akan banyak berhadapan dengan berbagai peristiwa laut, misalnya topan, badai dan gelombang, suatu kapal sangat memerlukan konstruksi yang sangat kuat, dibuat dengan perencanaan yang baik dan diperlakukan dengan baik pula, sehingga kapal selalu layak digunakan. Untuk dapat mengelola, menjaga dan memperlakukan kapal dengan baik, sebagai tahap awal pihak pengelola kapal harus mengetahui dan memahami tentang fungsi dan nama dari bagian-bagian kapal. Selain itu, apabila ada kelainan fungsi dan perubahan bentuk konstruksi kapal, pengelola dapat segera melakukan perbaikan.
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

Kelas 10 SMK Bangunan dan Stabilitas Kapal Niaga 1

Kelas 10 SMK Bangunan dan Stabilitas Kapal Niaga 1

Kapal adalah salah satu jenis dari kapal, dengan demikian sifat dan syarat-syarat yang diperlukan oleh suatu kapal akan diperlukan juga oleh kapal, akan tetapi berbeda dengan kapal penumpang (passenger ship) dan kapal barang (cargo ship). Seperti kita ketahui bahwa bangunan kapal merupakan sebuah bangunan yang fungsi utamanya untuk mengangkut beban baik yang berupa padat, cair dan lainnya disesuaikan dengan fungsi dan jenis kapal yang di design. Untuk itu, suatu kapal memerlukan kemampuan dalam stabilitas yang baik, kecepatan yang besar dan kemampuan olah gerak kapal yang baik. Melihat kenyataan bahwa operasi kapal akan banyak berhadapan dengan berbagai peristiwa laut, misalnya topan, badai dan gelombang, suatu kapal sangat memerlukan konstruksi yang sangat kuat, dibuat dengan perencanaan yang baik dan diperlakukan dengan baik pula, sehingga kapal selalu layak digunakan. Untuk dapat mengelola, menjaga dan memperlakukan kapal dengan baik, sebagai tahap awal pihak pengelola kapal harus mengetahui dan memahami tentang fungsi dan nama dari bagian-bagian kapal. Selain itu, apabila ada kelainan fungsi dan perubahan bentuk konstruksi kapal, pengelola dapat segera melakukan perbaikan.
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

1654 KST Teknika Kapal Niaga

1654 KST Teknika Kapal Niaga

Kompetensi Kemampuan yang Diuji 1 Menerapkan perjanjian kerja laut Menerapkan perjanjian kerja laut 2 Menerapkan jenis-jenis bangunan dan bagian-bagian kapal Menerapkan fungsi dari b[r]

2 Baca lebih lajut

Buku Bangunan dan Stabilitas Kapal Niaga SMT2

Buku Bangunan dan Stabilitas Kapal Niaga SMT2

Gading – gading sepasang untuk memperkuat konstruksi melintang kapal, untuk menjaga agar tidak terjadi perubahan bentuk pada kulit kapal sekaligus sebagai tempat menempelnya kulit kapal. Dengan demikian, gading – gading memberikan bentuk pada badan kapal. Cara pemasangan gading – gading pada bangunan kapal dapat dikerjakan dengan cara di las dapat juga dengan cara mengeling walaupun umumnya pada saat ini cara mengeling sudah jarang sekali dipakai. Bentuk (profil) gading – gading yang dipasang dengan cara pengelingan ialah bentuk sudut berbintul (bulb angle) dan bentuk U (channels). Bentuk (profil) gading – gading yang dipasang dengan car las umumnya bentuk bilah (flat bars), bentuk berbintul (buld bars), atau bentuk siku balik (inverted angles). Gading – gading ini melekat pada kulit kapal dengan las bersebelahan atau las berlompatan atau dengan las terusan. Kadang – kadang pemasangannya dengan las takik, tetapi cara ini kurang popular karena biayanya cukup besar.
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

1654-Teknika Kapal Niaga

1654-Teknika Kapal Niaga

Mata Pelajaran Nilai Rata-rata Rapor Nilai Ujian Sekolah Normatif 1.. Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi 4.[r]

1 Baca lebih lajut

1645-Nautika Kapal Niaga

1645-Nautika Kapal Niaga

Mata Pelajaran Nilai Rata-rata Rapor Nilai Ujian Sekolah Normatif 1.. Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi 4.[r]

1 Baca lebih lajut

6 2 1 KIKD Nautika Kapal Niaga COMPILED

6 2 1 KIKD Nautika Kapal Niaga COMPILED

Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian Pendidikan Agama Islam[r]

151 Baca lebih lajut

menghitung dan stabilitas kapal perikanan

menghitung dan stabilitas kapal perikanan

Salah satu penyebab kecelakaan kapal di laut ,baik yang terjadi di laut lepas maupun ketika di pelabuhan, adalah peranan dari para awak kapal yang tidak memperhatikan perhitungan stabilitas kapalnya sehingga dapat mengganggu kesetimbangan secara umum yang akibatnya dapat menbyebabkan kecelakaan fatal seperti kapal tidak dapat dikendalaikan, kehilangan kesetimbangan dan bahkan tenggelam yang pada akhirnya dapat merugikan harta benda, kapal, nyawa manusia bahkan dirinya sendiri. Sedemikian pentingnya pengetahuan menghitung stabilitas kapal untuk keselamatan pelayaran, maka setiap awak kapal yang bersangkutan bahkan calon awak kapal harus dibekali dengan seperangkat pengetahuan dan keterampilan dalam menjaga kondisi stabilitas kapalnya sehingga keselamtan dan kenyamanan pelayaran dapat dicapai.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

DASAR2 PENANG PENGATUR MUATAN PERMESINAN KAPAL NIAGA ELEK X 2

DASAR2 PENANG PENGATUR MUATAN PERMESINAN KAPAL NIAGA ELEK X 2

Cara Kerja : Kalau roda kemudi dianjungan diputar ke kiri, maka torak pada silinder telemotor akan bergerak ke kiri demikian juga batang yang akan mengubah kedudukan batang, menyebabkan pompa hele shaw bekerja dan memompa minyak yang berada pada silinder kemudi, sehingga plunyer akan terdesak ke atas sehingga kapal berbelok ke kiri. Maka sebaliknya kalau roda kemudi di anjungan diputar ke kanan kapal akan berbelok ke kanan. Mesin-mesin kemudi hidrolis selalu dilengkapi dengan 2 buah pompa agar supaya kalau salah satu rusak, yang lain dapat dipakai, kemudian yang rusak diperbaiki untuk cadangan. Perkembangan baru dari mesin kemudi hidrolis adalah mesin kemudi rotasi. Pada sistem ini tidak dipakai silinder dan plunyer untuk menggerakan atau memutar batang kemudi, tetapi dengan memakai sistem rotasi.
Baca lebih lanjut

177 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...