Top PDF Evaluasi Kinerja Guru Profesional dalam Menyusun Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran

Evaluasi Kinerja Guru Profesional dalam Menyusun Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran

Evaluasi Kinerja Guru Profesional dalam Menyusun Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran

Abstrak: The Evaluation Of Professional Teacher Performance In Arrange Planning And Executing The Learning Process Sma Tanggamus. The purpose of this study was to obtain information about the teachers’ ability to plan learning and implementing the learning. This study use a research design evaluation and goal-oriented evaluation model (model evaluasi yang berorientasi pada tujuan). The research population was a teacher of senior high school in Tanggamus who has been certified amounted to 342, while the sample of 40 people who were taken in proportion. The data analysis technique used is descriptive and qualitative analysis. The ability of the district high school profesional teacher Tanggamus in planning the learning process, is generally good enough(score 2.91), in particular the teachers’ ability to formulate learning objectives is good average (score of 2.92), the teachers’ ability in selecting and organizing teaching materials is good average (score 2.93), the teacher’ ability in selecting learning resources / learning media category is enough(score 2.89), the teachers’ ability to determine instructional methods are still good enough (score 2.91) and teachers’ ability to plann learning outcomes categories is still good enough(score2.86). While the teacher's ability to implement the learning category is good enough (2.94 ) the teachers’ ability in pre-learning is good enough (score 2,91), the open learning category is quite good (score 2.99), the implement the core of learning (score of 2.95) and the teachers’ ability in closing learning is good enough(score 2.90).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

EVALUASI KINERJA GURU PROFESIONAL DALAM MENYUSUN PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PADA SMA KABUPATEN TANGGAMUS

EVALUASI KINERJA GURU PROFESIONAL DALAM MENYUSUN PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PADA SMA KABUPATEN TANGGAMUS

Teori belajar konstruktivistik yang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran akan memberikan sumbangan besar dalam membentuk siswa menjadi kreatif, produktif, dan mandiri. Konstruktivisme berpendapat belajar merupakan suatu proses mengkonstruksi pengetahuan melalui keterlibatan fisik dan mental siswa secara aktif. Dalam kontek ini siswa harus mampu merekonstruksi pengetahuan dan memberi makna melalui pengalaman nyata. Belajar merupakan proses mengkonstruksi sendiri dari bahan-bahan pelajaran yang bisa berupa teks, dialog, membuktikan rumus dan sebagainya. Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan bergelut dengan ide- ide. Guru tidak akan mampu memberikan semua pengetahuan kepada siswa. Siswa harus mengkonstruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. Esensi dari teori konstruktivis adalah ide, bahwa siswa harus menemukan dan mentranformasikan suatu informasi itu menjadi milik mereka sendiri.
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN GURU IPA DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 KELAS VIII DI  Kemampuan Guru Ipa Dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 Kelas Viii Di SMP Se-Kabupaten Jepara Tahun Pelajaran 2014/2015.

KEMAMPUAN GURU IPA DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 KELAS VIII DI Kemampuan Guru Ipa Dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 Kelas Viii Di SMP Se-Kabupaten Jepara Tahun Pelajaran 2014/2015.

Kompetensi guru sangat berpengaruh terhadap prestasi siswa. Guru yang tidak menguasai bahan ajar, dapat dikatakan bahwa guru tidak bertanggung jawab sebagai guru profesional. Kompetensi kinerja profesi keguruan dalam penampilan aktual harus memiliki minimal empat kemampuan dalam proses belajar mengajar salah satunya adalah merencanakan proses belajar mengajar. Berdasarkan pengamatan, masih terdapat guru yang tidak menyusun perencanaan terlebih dahulu dan seringkali kegiatan menyusun perencanaan hanya dijadikan kegiatan melengkapi administrasi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai kemampuan guru IPA dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran kurikulum 2013 kelas VIII di SMP se- Kabupaten Jepara tahun pelajaran 2014/2015 dan kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disusun guru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasil analisis yang diperoleh adalah: (1) Kemampuan guru IPA dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran kurikulum 2013 kelas VIII di SMP se- Kabupaten Jepara sebesar 80,49% tergolong kategori sangat baik. Namun masih terdapat kekurangan dalam menyusun deskripsi materi pembelajaran (70,83%), tujuan pembelajaran (64,58%), memilih sumber pembelajaran (35,42%) serta metode pembelajaran (62,5%). (2) Kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disusun guru mencapai 92,08% namun masih memiliki kelemahan dalam menerapkan IPA terpadu (77,08%) dan dalam menutup pembelajaran (75%).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN GURU IPA DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 KELAS VIII  Kemampuan Guru Ipa Dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 Kelas Viii Di SMP Se-Kabupaten Jepara Tahun Pelajaran 2014/2015.

KEMAMPUAN GURU IPA DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 KELAS VIII Kemampuan Guru Ipa Dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 Kelas Viii Di SMP Se-Kabupaten Jepara Tahun Pelajaran 2014/2015.

Kompetensi guru sangat berpengaruh terhadap prestasi siswa. Guru yang tidak menguasai bahan ajar, dapat dikatakan bahwa guru tidak bertanggung jawab sebagai guru profesional. Kompetensi kinerja profesi keguruan dalam penampilan aktual harus memiliki minimal empat kemampuan dalam proses belajar mengajar salah satunya adalah merencanakan proses belajar mengajar. Berdasarkan pengamatan, masih terdapat guru yang tidak menyusun perencanaan terlebih dahulu dan seringkali kegiatan menyusun perencanaan hanya dijadikan kegiatan melengkapi administrasi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai kemampuan guru IPA dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 kelas VIII di SMP se-Kabupaten Jepara tahun pelajaran 2014/2015 dan kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disusun guru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasil analisis yang diperoleh adalah: (1) Kemampuan guru IPA dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran kurikulum 2013 kelas VIII di SMP se-Kabupaten Jepara sebesar 80,49% tergolong kategori sangat baik. Namun masih terdapat kekurangan dalam menyusun deskripsi materi pembelajaran (70,83%), tujuan pembelajaran (64,58%), memilih sumber (35,42%) serta metode pembelajaran (62,5%). (2) Kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disusun guru mencapai 92,08% namun masih memiliki kelemahan dalam menerapkan IPA terpadu (77,08%) dan dalam menutup pembelajaran (75%).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Pelaksanaan Sertifikasi Guru Terhadap

Kinerja Perencanaan Pembelajaran Guru PAI

Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)  Se Kota

Pekanbaru

Pengaruh Pelaksanaan Sertifikasi Guru Terhadap Kinerja Perencanaan Pembelajaran Guru PAI Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) Se Kota Pekanbaru

Berdasarkan PP Nomor 17 Tahun 2007 tentang guru, dinyatakan bahwa kompetensi yang harus dimiliki guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kutipan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 10 ayat (1) disebutkan bahwa yang dimaksud kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. Kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam. Kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua/ wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

kinerja guru profesional guru pasca sertifikasi

kinerja guru profesional guru pasca sertifikasi

Menurut Keputusan Menteri Pen- didikan Nasional No. 045/U/2002, kom- petensi diartikan sebagai seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas- tugas sesuai dengan pekerjaan tertentu. Dalam Permendiknas Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Guru Dalam Jabatan tersirat bahwa empat kompetensi guru profesional ini dapat diukur melalui 10 komponen, yaitu: (1) kualifikasi akademik; (2) pendidikan dan pelatihan; (3) pengalaman meng- ajar; (4) perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran; (5) penilaian dari atasan dan pengawas; (6) prestasi akademik; (7) karya pengembangan profesi; (8) ke- ikutsertaan dalam forum ilmiah; (9) pengalaman organisasi di bidang ke- pendidikan dan sosial; dan (10) peng- hargaan yang relevan dengan bidang pendidikan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH PERSEPSI GURU TENTANG KEMAMPUAN GURU MENGAJAR, PERENCANAAN PEMBELAJARAN, DAN EVALUASI PEMBELAJARAN TERHADAP KINERJA GURU PADA SMA NEGERI 1 TUMIJAJAR TAHUN PELAJARAN 2011/2012

PENGARUH PERSEPSI GURU TENTANG KEMAMPUAN GURU MENGAJAR, PERENCANAAN PEMBELAJARAN, DAN EVALUASI PEMBELAJARAN TERHADAP KINERJA GURU PADA SMA NEGERI 1 TUMIJAJAR TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Berdasarkan kajian, dapat dipahami bahwa dalam melakukan evaluasi pembelajaran amat dianjurkan agar guru mengutamakan tes perbuatan daripada tes tertulis. Untuk meningkatkan partisipasi dan keterlibatan peserta didik, serta melihat kompetensi peserta didik sebagai hasil belajar evaluasi pembelajaran sangat penting dalam proses belajar mengajar.kegiatan evaluasi pembelajaran dilakukan pada setiaap akhir proses pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk mengetahui tercapai tidaknya kompetensi yang telah ditetapkan, penguasaan siswa terhadap materi yang telah disampaikan dan sebagai pedoman untuk melakukan kegiatan belajar mengajar lebih baik dari sebelumnya. Namun, ternyata masih belum optimal pelaksanaan kegiatan evaluasi pembelajaran .salah satu faktor penyebabnya adalah guru kurang cermat membagi alokasi waktu pada saat mengajar, sehingga kegiatan evaluasi di setiap akhir pembelajaran tidak dapat dilaksanakan. Bertolak dari masalah tersebut, peneliti menjadikan evaluasi pembelajaran menjadi salah satu variabel penelitan
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

KATA KUNCI: GURU PROFESIONAL, KOMPETENSI PEDAGOGIK, KOMPETENSI PROFESIONAL, KINERJA

KATA KUNCI: GURU PROFESIONAL, KOMPETENSI PEDAGOGIK, KOMPETENSI PROFESIONAL, KINERJA

Komponen kompetensi sertifikasi guru melalui penilaian portofolio terdiri atas 10 komponen, yaitu; (1) kualifikasi akademik, (2) pendidikan dan pelatihan, (3) pengalaman mengajar, (4) perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, (5) penilaian dari atasan dan pengawas, (6) prestasi akademik, (7) karya pengembangan profesi, (8) keikutsertaan dalam forum ilmiah, (9) pengalaman organisasi di bidang pendidikan dan sosial, dan (10) penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan. Kesepuluh komponen portofolio ini pada hakekatnya merupakan refleksi dari empat kompetensi guru, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Guru yang lulus sertifikasi, dinyatakan profesional dan memenuhi standar kompetensi yang disyaratkan (Baedhowi, 2009). Selain menguasai keempat kompetensi guru di atas, beberapa ahli menyatakan ada beberapa indikator untuk menyatakan seorang guru profesional, yaitu, (1) Guru menguasai bahan ajar, (2) Guru mempunyai kreativitas dalam pembelajaran, (3) Guru mampu menggunakan media dan sumber belajar, (4) Guru melaksanakan evaluasi pembelajaran, (5). Guru mampu melakukan penelitian kelas, dan (6) Guru mampu melaksanakan pembelajaran yang efektif. Gambaran guru profesional pada indikator diatas sebetulnya mengacu kepada dua kompetensi guru, yaitu kompetensi
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

ANALISIS KINERJA GURU AKUNTANSI DALAM MELAKSANAKAN EVALUASI PEMBELAJARAN

ANALISIS KINERJA GURU AKUNTANSI DALAM MELAKSANAKAN EVALUASI PEMBELAJARAN

Hasil penelitian menunjukkan: (1) Teknik penilaian yang digunakan dalam pembelajaran akuntansi adalah penilaian tertulis bentuk essay terstruktur dan penilaian sikap dengan pengamatan, (2) Guru sangat memahami sistem penilaian (50%), teknik penilaian kelas sesuai dengan pedoman penilaian (77,4%), penilaian kompetensi sesuai dengan pedoman (68,2%), dan kegiatan peningkatan kemampuan guru dalam melaksanakan evaluasi tidak sesuai dengan pedoman penilaian dalam implementasi KTSP (54,5%), (3) Guru menyusun sendiri soal ujian untuk mengukur hasil belajar peserta didik. Untuk tugas- tugas, guru banyak mengambil soal dari buku maupun LKS, (4) Hambatan yang dihadapi guru adalah kendala teknis mengenai waktu pelaksanaan ujian serta pencapaian nilai KKM sebesar 7,5 yang dirasa berat bagi sebagian peserta didik, (5) Usaha guru untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi adalah dengan menggunakan sistem jadwal blok sehingga waktu yang disediakan untuk ujian cukup bagi peserta didik untuk menyelesaikannya serta memberikan tugas-tugas tambahan bagi peserta didik yang harus mengikuti program remedial karena belum mencapai KKM.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

Supervisi Administrasi Untuk Meningkatkan Kinerja Guru Dalam Menyusun Perangkat Pembelajaran

Supervisi Administrasi Untuk Meningkatkan Kinerja Guru Dalam Menyusun Perangkat Pembelajaran

Sesuai dengan Permendiknas RI Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kompetensi Kepala Sekolah/Madrasah menyatakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah adalah mampu melaksanakan supervisi. Sebagai seorang supervisor, dalam melaksanakan tugasnya, terdapat empat hal yang tidak boleh diabaikan, yaitu (1) membuat perencanaan program supervisi; (2) melaksanakan program supervisi; (3) mengadakan evaluasi; (4) menindaklanjuti hasil temuan supervisi. Guru, orang yang bertanggung jawab langsung dalam upaya mewujudkan apa yang tertuang dalam perencanaan pembelajaran karena guru yang menyusun dan langsung melaksanakan perencanaan pembelajaran tersebut di kelas. Jika tanpa pengawasan yang berkesinambungan, seringkali tanggungjawab tersebut terabaikan. Kegiatan guru dalam proses pembelajaran tidak terdeteksi kekurangan yang ada serta tidak mempunyai motivasi untuk berinovasi. Variasi pengalaman belajar yang diberikan kepada siswapun sangatlah minim sehingga minat belajar siswa menjadi berkurang, Arikunto (2006:5).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Kompetensi profesional guru pendidikan agama islam dalam peningkatan kualitas pelaksanaan evaluasi pembelajaran di Mts N2 Lampung Timur - Raden Intan Repository

Kompetensi profesional guru pendidikan agama islam dalam peningkatan kualitas pelaksanaan evaluasi pembelajaran di Mts N2 Lampung Timur - Raden Intan Repository

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Islam dalam peningkatan kualitas pelaksanaan evaluasi pembelajaran di MTsN 2 Lampung Timur sudah sesuai dengan apa yang tertuang di dalam perencanaan (kisi-kisi), baik yang menyangkut tentang materi evaluasi, teknik dan bentuk evaluasi, penggunaan sarana maupun teknik penentuan nilai yang akan diberikan kepada peserta didik.

13 Baca lebih lajut

Upaya Kepala Sekolah Meningkatkan Kompetensi Guru PAI Dalam Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi Pembelajaran SDN Telangah Kecamatan Katingan Hilir

Upaya Kepala Sekolah Meningkatkan Kompetensi Guru PAI Dalam Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi Pembelajaran SDN Telangah Kecamatan Katingan Hilir

Dalam upaya menngkatkan mutu pendidikan nasional, pemerintah khususnya melalui Depdiknas terus menerus berupaya melakukan berbagai perubahan dan pembaruan sistem pendidikan. Salah satu upaya yang sudah dan sedang dilakukan, yaitu berkaitan dengan faktor guru. Lahirnya Undang-undnag No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Perturan Pemerintah No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pada dasarnya merupakan kebijakan pemerintah yang di dalamnya memuat usaha pemerintah untuk menata dan memperbaiki mutu guru di Indonesia. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama, mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Sistem pendidikan guru sebagai suatu objek sistem pendidikan nasional merupakan faktor kunci dan memiliki peran yang sangat strategis, pada hakikatnya penyelenggaraan dan keberhasilan proses pendidikan pada semua jenjang dan semua satuan pendidikan ditentukan oleh faktor guru, di samping perlunya faktor penunjang lainnya.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Evaluasi Kinerja Guru Manajemen Evaluasi

Evaluasi Kinerja Guru Manajemen Evaluasi

Secara singkat keempat kompetensi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengolah pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan. Kompetensi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENGARUH PENYAMPAIAN INSTRUKSI, PERENCANAAN PEMBELAJARAN, DAN PENGETAHUAN YANG PROFESIONAL DENGAN MEDIASI KEPUASAN AKAN KARIR TERHADAP KINERJA DOSEN

PENGARUH PENYAMPAIAN INSTRUKSI, PERENCANAAN PEMBELAJARAN, DAN PENGETAHUAN YANG PROFESIONAL DENGAN MEDIASI KEPUASAN AKAN KARIR TERHADAP KINERJA DOSEN

Menurut Kamus Besar Bahasa Indo- nesia, perencanaan adalah proses, cara, perbuatan merencanakan (merancangkan), sementara pembelajaran adalah proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Majid (2007) mengemukakan bahwa perencanaan adalah menyusun lang- kah-langkah yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Pendapat tersebut menggambarkan bahwa suatu perencanaan diawali dengan penetapan target, selanjutnya dipikirkan bagaimana cara mencapainya. Sejalan dengan pendapat di atas kerangka kerja manajemen pendidikan adalah bertolak dari prinsip suatu organisasi yang dibangun untuk mencapai tujuan tertentu dengan sejumlah aktivitas. Tujuan pengelolaan manajemen pendidikan adalah memaksimalkan pencapaian tujuan sekolah dan perguruan tinggi. Hal ini penting untuk dicapai agar fungsi kelembagaannya menjadi efektif. Gamage dan Pang dalam Syafaruddin (2011) menyebutkan bahwa tujuan manajemen pendidikan adalah sebagai berikut: 1) Mewujudkan pengembangan visi dan sasaran yang ditetapkan. 2) Mengarahkan pengembangan strategi dan rencana untuk mencapai tujuan. 3) Membangun dan mengko- ordinasikan struktur untuk menjalankan program. 4) Mengelola sumberdaya untuk mendukung organisasi dan programnya. 5) Menghadirkan organisasi dalam target lokal dan masyarakat. 6) Menilai efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Mardianto Tes Bakat Guru Menyusun Evaluasi

Mardianto Tes Bakat Guru Menyusun Evaluasi

- Deskripsi : Kegiatan pembelajaran diawali dari perencanaan, pengelolaan dan diakhiri dengan evaluasi. Kemampuan guru mercancang, mengembangkan serta menjadikan evaluasi bagian dari peningkatan keterampilan sebagai pendidik profesional sangat penting. Untuk itu terdapat bakat bakat khusus yang dimiliki oleh guru dalam mengembangkan evaluasi

3 Baca lebih lajut

Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Agama Islam dalam Peningkatan Kualitas Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran di SMP Negeri 1 Semaka Kabupaten Tanggamus

Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Agama Islam dalam Peningkatan Kualitas Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran di SMP Negeri 1 Semaka Kabupaten Tanggamus

Gambaran tentang keadaan seseorang selama dalam masa kehidupannya. 17 Guru Pendidikan Agama Islam harus mampu mengukur kompetensi yang telah dicapai oleh siswa dari setiap proses pembelajaran atau setelah beberapa unit pelajaran, sehingga guru dapat menentukan keputusan atau perlakuan terhadap siswa tersebut. Apakah perlu diadakannya perbaikan atau penguatan, serta menentukan rencana pembelajaran berikutnya baik dari segi materi maupun rencana strateginya. Oleh karena itu, guru Pendidikan Agama Islam setidaknya mampu menyusun instrumen tes maupun non tes, mampu membuat keputusan bagi posisi siswa-siswanya, apakah telah dicapai harapan penguasaannya secara optimal atau belum. Kemampuan yang harus dimiliki oleh guru yang kemudian menjadi suatu kegiatan rutin yaitu membuat tes, melakukan pengukuran, dan mengevaluasi dari kompetensi siswa-siswanya sehingga mampu menetapkan kebijakan pembelajaran selanjutnya.
Baca lebih lanjut

138 Baca lebih lajut

SILABUS SEBAGAI LANDASAN PELAKSANAAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BAGI GURU YANG PROFESIONAL.

SILABUS SEBAGAI LANDASAN PELAKSANAAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BAGI GURU YANG PROFESIONAL.

Penyusunan silabus dalam bentuk KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan/atau lokakarya sekolah/madrasah dan/atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draf, revieu dan revisi, serta finalisasi, pemantapan dan penilaian. Langkah yang lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun. Silabus yang disusun menegaskan pengalaman belajar yang menunjukkan aktivitas belajar yang dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan objek belajar untuk mencapai Kompetensi Dasar. Pengalaman belajar dapat dipilih sesuai dengan kompetensinya, dapat dicapai di dalam kelas dan di luar kelas. Sedangkan bentuknya dapat berupa kemampuan mendemonstrasikan, mempraktikkan, mensimulasikan, mengadakan eksperimen, menganalisis, mengaplikasikan, menemukan, mengamati, meneliti, menelaah, dan lain sebagainya. Saat menyusun silabus guru perlu memperhatikan life skill dan pembelajaran contextual teaching and learning (CTL)
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 melalui Workshop di SMP Swasta Amanda

Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 melalui Workshop di SMP Swasta Amanda

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran melalui workshop di SMP Amanda Medan Labuhan. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan sekolah melalui 2 siklus, dimana masing-masing siklus memiliki tahap: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan dan Pengamatan, (3) Evaluasi dan (4) Refleksi. Subyek penelitian ini adalah 8 orang guru yang mengajar di SMP Amanda Medan Labuhan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan menggunakan pehitungan persen jumlah guru yang sudah mampu menyusun RPP Kurikulum 2013 dan yang belum mampu menyusun RPP Kurikulum 2013. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat peningkatan jumlah guru yang mampu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dari 8 orang guru baru 5 orang guru (62,5% yang mampu menyusun RPP Kurikulum 2013 pada siklus I kemudian meningkat pada siklus II menjadi 7 orang guru (87,5%) yang sudah mampu menyusun RPP Kurikulum 2013; (2) terdapat penurunan jumlah guru yang tidak mampu menyusun RPP kurikulum 2013, dari 8 orang guru, terdapat 3 orang guru (37,5%) belum mampu menyusun RPP Kurikulum 2013 pada siklus I
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

KINERJA GURU PROFESIONAL

KINERJA GURU PROFESIONAL

Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang telah lulus sertifikasi dan telah menerima tunjangan profesi: (1) dapat (a) menyusun RPP dan (b) melaksanakan pembelajaran dengan baik; (2) berdasarkan penilaian kepala sekolah, (a) kompetensi kepribadian dan (b) kompetensi sosial nya sangat baik; (3) upaya sebagian besar guru dalam membimbing siswa mengikuti lomba atau olimpiade baik; (4) usaha sebagian besar guru dalam (a) membuat modul dan (b) membuat media pembelajaran baik; (5) upaya atau aktivitas sebagian besar guru dalam (a) melakukan penulisan artikel, (b) penelitian, (c) membuat karya seni/teknologi, (d) menulis soal UNAS, (e) menelaah (mereview) buku, (f) mengikuti kursus Bahasa Inggris, (g) mengikuti diklat, dan (h) mengikuti forum ilmiah belum baik meskipun ada sebagian (47,5%) guru yang gigih mencari informasi diklat atau forum ilmiah yang mungkin diikuti; dan (6) aktivitas di organisasi: (a) (47,5%) guru menjadi pengurus organisasi sosial, dan (b) 30% menjadi pengurus organisasi pendidikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kinerja sebagian besar guru profesional (pasca sertifikasi) yang ada di Kabupaten Sleman belum baik; dari 17 indikator yang diteliti, 7 indikator baik dan 10 indikator lainnya belum baik.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects