Top PDF KONFLIK BATIN TOKOH SRINTIL DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

KONFLIK BATIN TOKOH SRINTIL DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

KONFLIK BATIN TOKOH SRINTIL DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

Ada berbagai bentuk karya sastra, salah satunya yaitu novel yang dikisahkan kehidupan tokoh yang penuh pertikaian, peristiwa yang mengharukan atau menyenangkan dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan. Karya sastra pada umumnya berisi tentang permasalahan yang melengkapi kehidupan manusia. Permasalahan itu dapat berupa permasalahan yang terjadi dalam dirinya sendiri. Karena itu, karya sastra memiliki dunia sendiri yang merupakan hasil dari pengamatan sastrawan terhadap kehidupan yang diciptakan sastrawan itu sendiri baik berupa novel, puisi, maupun drama yang berguna untuk dinikmati, dipahami, dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastr

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastr

Puji syukur penulis ucapkan ke hadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya sehingga penulis dapat meyelesaikan penyusunan skripsi ini. Shalawat serta salam penulis haturkan kepada junjungan Nabi Muhammad Saw. atas kehendak Allah Swt. penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra di SMA”. Penulisan skripsi ini digunakan untuk memenuhi syarat dalam rangka mencapai derajat Sarjana S-1, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

 BAB I   Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

BAB I Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

Karya sastra merupakan imajinasi pengarang yang dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Imajinasi pengarang dituangkan dalam bentuk bahasa yang kemudian dinikmati oleh pembaca. Pengarang mempunyai bahasa yang khas dalam menuangkan hasil pikirannya ke dalam karya sastra. Wellek dan Weren (1993:109) menjelaskan sastra adalah institusi sosial yang memakai medium bahasa. Seni kreatif sastra menggunakan manusia dan segala macam segi kehidupannya sebagai media dalam menyampaikan ide. Kehadiran karya sastra tidak pernah terlepas dari identitas pengarangnya karena sebuah karya sastra bersumber dari lingkungan atau masyarakat pengarang. Salah satu yang tidak pernah terlepas atau selalu kental dengan pengarang yaitu dari latar belakang karya sastra itu sendiri. Latar belakang inilah yang akan mengarahkan karya sastra pada tujuan penelitian karya sastra tersebut berupa apa saja yang melatarbelakangi, bagaimana kondisi kejiwaan, bagaimana situasi masyarakat sekitarnya, faktor religi, latar belakang sosial-budaya atau masalah historis politik.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

serempak dua hal yang sama-sama tidak menarik atau tidak disukainya dan harus memilih salah satu, seperti contoh ketika Srintil pergi ke Dawuhan ketika disuruh pulang oleh Nyai Kartareja karena ada Pak Marsusi yang hendak bertemu dengannya akan tetapi Srintil memilih pergi. Contoh lagi ketika Srintil memutuskan untuk tidak melayani laki- laki lagi, Ia hanya ingin meronggeng layaknya seorang ronggeng. Ketiga, konflik mendekat-menghindar (approach-advoidance conflict), konflik ini terjadi apabila seseorang menghadapi serempak antara yang menarik dan yang tidak menarik dan harus memilih salah satu daripadanya, seperti contoh Srintil kecewa karena Rasus menolaknya ketika ia hendak menyerahkan kehormatannya. Contoh lainnya ketika hendak disuruh dukun ronggeng untuk bertemu dengan Pak Marsusi, Srintil lebih memilih bersama Goder.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Ronngeng dalam kebudayaan Banyumas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA “suatu tinjauan objektif”

Ronngeng dalam kebudayaan Banyumas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA “suatu tinjauan objektif”

Kutipan di atas menggambarkan bahwa Nyai Sakarya selaku dukun ronggeng Srintil telah memasukkan beberapa susuk emas dan membacakan mantra pekasih agar Srintil dapat terlihat lebih cantik sehingga menarik perhatian penonton. Sehingga, tidak mengherankan jika seorang ronggeng mempunyai jimat tertentu agar terlihat lebih menarik dari biasanya. Kecantikan dan keakuannya sebagai seorang ronggeng, Srintil mempunyai tugas yang harus dilakoninya sebagai seorang ronggeng Dukuh Paruk. Seperti Srintil seorang ronggeng menjadi gowok. Gowok adalah seorang perempuan yang disewa oleh seorang ayah bagi anak lelakinya yang sudah menginjak dewasa. Dan menjelang kawin. Seorang gowok akan memberi pelajaran kepada Waras tentang kehidupan berumah tangga. Dari keperluan dapur sampai bagaimana memperlakukan seorang istri secara baik. Misalnya, bagaimana mengajak istri pergi kondangan dan sebagainya. Selama menjadi gowok dia tinggal hanya berdua dengan anak laki-laki tersebut dengan dapur yang terpisah. Masa pergowokan biasanya berlangsung hanya beberapa hari, paling lama satu minggu. Satu hal yang perlu diterangkan tetapi harus diketahui oleh semua orang adalah hal yang menyangkut tugas inti seorang gowok, yaitu mempersiapkan seorang
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  KONFLIK BATIN TOKOH KABUL DALAM NOVEL ORANG-ORANG PROYEK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

PENDAHULUAN KONFLIK BATIN TOKOH KABUL DALAM NOVEL ORANG-ORANG PROYEK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

Perilaku manusia tidak lepas dari aspek kehidupan yang membungkusnya dan mewarnai perilakunya. Menurut Siswantoro (2005: 28), secara kategori, sastra berbeda dengan psikologi, sebab sebagaimana sudah pahami sastra berhubungan dengan dunia fiksi, drama, puisi, esai yang diklasifikasikan ke dalam seni (art) sedang psikologi merujuk kepada studi ilmiah tentang perilaku manusia dan proses mental. Meski berbeda, keduanya memiliki titik temu atau kesamaan, yakni keduanya berangkat dari manusia dan kehidupan sebagai sumber kajian. Bicara tentang manusia, psikologi jelas terlibat erat, karena psikologi mempelajari perilaku.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Ronggeng dalam kebudayaan Banyumas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA

Ronggeng dalam kebudayaan Banyumas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA

Tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari adalah Srintil. Srintil adalah seorang yatim piatu, sisa sebuah malapetaka, yang membuat banyak anak Dukuh Paruk kehilangan ayah- ibu. Sebelum membahas terkait dengan sifat dan karakter Srintil, peneliti terlebih dahulu membahas tentang makna yang terkandung dari nama “Srintil”. Ali Imron Al- Ma’ruf dalam Novi Anoegrajekti menyatakan mengenai makna nama Srintil, meskipun dari namanya terdengar tidak istimewa bahkan terkesan rendah, sebenarnya memiliki makna yang dalam, simbolis, dan filosofis. Nama Srintil memiliki fungsi sebagai identitas seorang perempuan desa juga memiliki fungsi simbolik. Kata “Srintil” dalam bahasa Jawa berarti kotoran kambing yang wujudnya kebulat-bulatan berwarna hijau tua kehitam-hitaman dan berbau tidak sedap. Mes kipun baunya busuk dan wujudnya menjijikan, “Srintil” dapat menjadi pupuk yang mampu menyuburkan tumbuhan-tumbuhan di sekitarnya di tanah yang gersang sekalipun. Artinya, meskipun kotoran kambing itu wujudnya menjijikan dan baunya busuk, Srintil tetap dibutuhkan dan dicari oleh manusia. Jadi, nama Srintil dalam Ronggeng Dukuh Paruk mengandung makna filosofis yang tinggi. 2
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH KABUL DALAM NOVEL ORANG-ORANG  KONFLIK BATIN TOKOH KABUL DALAM NOVEL ORANG-ORANG PROYEK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

KONFLIK BATIN TOKOH KABUL DALAM NOVEL ORANG-ORANG KONFLIK BATIN TOKOH KABUL DALAM NOVEL ORANG-ORANG PROYEK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

Saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya, juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.

11 Baca lebih lajut

PEMAHAMAN KONFLIK BATIN TOKOH DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI | Ramlah | BAHASANTODEA 6320 20914 1 PB

PEMAHAMAN KONFLIK BATIN TOKOH DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI | Ramlah | BAHASANTODEA 6320 20914 1 PB

harus dilakukan Srintil sebelum ia benar- benar menjadi seorang ronggeng, yaitu ia harus melepas keperawanannya pada malam bukak-klambu. Rasus tidak rela Srintil, yang kala itu masih berusia sebelas tahun, seakan diperjualbelikan kepada lelaki yang memenangkan malam bukak-klambu tersebut. Apalagi, Rasus telah menciptakan sebuah imajinasi mengenai ‘sosok’ ibunya yang bersemayam di dalam tubuh Srintil. Selain karena ia merasa citra ibu yang dibangunnya dalam diri Srintil rusak, kemarahan Rasus juga merupakan kemarahan pada dirinya sendiri karena tidak mampu menjaga serta memiliki Srintil. Rasus tidak memiliki banyak uang untuk memenuhi syarat yang diajukan Kartareja bagi lelaki yang ingin tidur dengan Srintil dalam malam bukak-klambu. Dorongan id terjadi saat ingatan dan emosi itu muncul yang mengancam ditahan agar tidak keluar ke tataran kesadaran, (Wade dan Tafris, 2007:196). Represi dilakukan tanpa disadari, sebagai bentuk pertahanan diri Rasus akan kenanggan-kenangan yang mungkin akan membuatnya semakin kecewa. Dorongan id untuk memenuhi kebutuhan memiliki Srintil sepenuhnya ditekan oleh ego, sehingga ego yang mendominasi dengan melakukan represi. Rasus tidak mampu menjaga serta memiliki Srintil. Dan yang terpenting, ia tidak memiliki banyak uang untuk memenuhi syarat yang diajukan Kartareja bagi lelaki yang ingin tidur dengan Srintil dalam malam bukak-klambu. Sistem kerja ego bersifat realistis, rasional, dan etis untuk mewujudkan tindakan yang dapat diterima oleh dunia nyata. Mekanisme kerja represi yaitu menekan hal yang dianggap mengganggu agar tidak muncul ke tataran sadar maupun tidak sadar (Mc Nally dalam Wade dan Tafris, 2007:196). Represi merupakan fondasi cara kerja semua mekanisme pertahanan ego, (Minderop, 2011:33).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KAJIAN STILISTIKA ASPEK BAHASA FIGURATIF NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

KAJIAN STILISTIKA ASPEK BAHASA FIGURATIF NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

Data (18), (19), dan (20) menunjukkan pemanfaatan tuturan idiomatik yang menggunakan struktur dan diksi yang sudah klise. Tuturan idiomatik ’jatuh hati’ pada data (18) untuk menyatakan keadaan batin Srintil yang hatinya telah tercuri, jatuh cinta, atau kasmaran kepada Rasus atau laki-laki mana pun. Tuturan idiomatik ’datang bulan’ pada data (19) untuk menjelaskan banyaknya laki- laki hidung belang yang sering tidak mau tahu akan keadaan tokoh Srintil yang sedang me- ngalami haid atau menstruasi. Adapun bentuk ’kaki tangan’ pada data (20) dimaksudkan un- tuk menyatakan anak buah, anggota, bawahan atau orang-orang suruhan kaum imperialis dan kapitalis. Ketiga tuturan idiomatik itu adalah bentuk idiomatik konvensional yang sudah lazim digunakan oleh komunitas bahasa Indo- nesia sejak dulu hingga kini.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Konflik batin tokoh utama dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari serta implikasinya terhadap pengajaran bahasa dan sastra Indonesia di MTS Al-Mansuriyah, Kec Pinang, Kota Tangerang

Konflik batin tokoh utama dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari serta implikasinya terhadap pengajaran bahasa dan sastra Indonesia di MTS Al-Mansuriyah, Kec Pinang, Kota Tangerang

Jadi ada dua versi kisah tentang Emak. Mana yang layak kupercaya aku sendiri selalu ragu. Namun setidaknya aku berharap versi pertamalah yang benar. Artinya memang Emak meninggal. Mayatnya lalu dicingcang untuk kepentingan penyelidikan. Pikiran durhaka semacam ini sengaja kudatangkan ke kepalaku. Kuharap orang akan mengerti andaikata versi itu benar, hakikatnya lebih baik dari pada seorang yatim-piatu. 5 Peran tokoh Rasus dalam novel ini lebih besar dibandingkan Srintil yang identik dengan judul buku RDP. Ketidakseimbangan itu ditunjukkan oleh frekuensi keterlibatan kedua tokoh tersebut dalam cerita yang sama sekali tidak seimbang. Pengarang lebih banyak memaparkan hal-hal yang memungkinkan perkembangan kejiwaan Rasus daripada Srintil. Sekurang-kurangnya terdapat empat tokoh penting sepanjang kejiwaan Rasus. Srintil, Emak, Mantri, dan Sersan Slamet. Sersan Slamet sungguh hidup dalam pengertian, ketiganya dapat bertemu secara fisik satu sama lain. Sersan Selamat adalah tentara yang ditugasi memerangi perampok yang merajalela di Dawuan. Rasus bertemu dengannya ketika dia dalam pelarian. Dan Rasus diperbantukan Sersan Slamet ke dalam pasukannya. Rasus lari dari dukuhnya dan bergabung dengan Sersan Slamat karena ia merasa kehilangan Srintil yang menjadi ronggeng dan milik Dukuh Paruk karena di dalam dri Sintil ditemukan Emaknya yang menjadi angan- anganya.
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

lap penel warna lokal novel ronggeng 2009

lap penel warna lokal novel ronggeng 2009

Selain latar, unsur fakta cerita yang lain adalah penokohan. Panuti- Sudjiman (1991:16) mendefinisikan tokoh cerita sebagai individu rekaan yang mengalami berbagai peristiwa atau berlakuan di dalam berbagai peristiwa cerita. Tokoh cerita ini oleh pengarang digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan kepada pembaca. Abrams (1981:20) menyebut tokoh cerita dengan karakter (character) dan mendefinisikan sebagai orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif atau drama yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dalam tindakan. Kualitas moral itu mengacu pada perwatakan tokoh cerita. Ada tokoh yang mempunyai watak yang baik tetapi ada juga tokoh cerita yang mempunyai watak yang tidak baik. Menurut Stanton (dalam Nurgiyantoro, 1998: 165) karakter dapat diartikan sebagai tokoh-tokoh cerita yang ditampilkan, dan sebagai sikap, ketertarikan, keinginan, emosi, dan prinsip moral yang dimiliki tokoh-tokoh tersebut.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

MAJAS NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN STILISTIKA DAN IMPLEMENTASINYA  Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

MAJAS NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN STILISTIKA DAN IMPLEMENTASINYA Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

Penelitian ini memiliki dua tujuan. Pertama, memaparkan pemanfaatan majas dalam novel trilogi RDP dengan kajian stilistika. Kedua, menjelaskan pemakaian majas yang paling dominan dan yang paling sedikit serta alasan Tohari. Ketiga mendeskripsikan majas dalam novel trilogi RDP Tohari dengan kajian stilistika sebagai bahan ajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Objek penelitiannya berupa pemanfaatan majas beseta maknanya dalam novel trilogi RDP. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata yang merupakan pemanfaatan majas yang digunakan oleh Ahmad Tohari. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka dengan tebal halaman 408 halaman yang merupakan cetakan kelima pada tahun 2009 dan artikel-artikel dari internet. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik pustaka untuk menemukan majas dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk. Teknik analisis data menerapkan metode padan intralingual dengan teknik hubung banding menyamakan hal pokok (HBSP). Penelusuran makna majas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk digunakan metode pembacaan semiotik.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

Dalam novel karyanya yang berjudul Ronggeng Dukuh Paruk, kesenian ronggeng yang ditampilkan Ahmad Tohari mengisahkan dunia ronggeng dengan beragam persoalan yang ada. Dalam tradisi masyarakat Dukuh Paruk, ronggeng tidak hanya berpentas sebagai penari, tetapi bertugas pula melayani laki-laki yang berkeinginan kepadanya. Dalam masyarakatnya, ronggeng dikonstruksi oleh sistem religi yang ada untuk menampilkan perilaku atau peran yang menyokong kepentingan sepihak. Hal itu ditunjukkan dengan suatu realita bahwa ronggeng dicipta untuk memikat laki-laki sehingga perempuan ronggeng tidak dibenarkan terpikat kepada laki-laki tertentu atau berumah tangga dengan laki-laki tertentu. Hal itu merupakan suatu konvensi yang tidak bisa ditawar-tawar yang berlaku di Dukuh Paruk.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

Dalam novel karyanya yang berjudul Ronggeng Dukuh Paruk, kesenian ronggeng yang ditampilkan Ahmad Tohari mengisahkan dunia ronggeng dengan beragam persoalan yang ada. Dalam tradisi masyarakat Dukuh Paruk, ronggeng tidak hanya berpentas sebagai penari, tetapi bertugas pula melayani laki-laki yang berkeinginan kepadanya. Dalam masyarakatnya, ronggeng dikonstruksi oleh sistem religi yang ada untuk menampilkan perilaku atau peran yang menyokong kepentingan sepihak. Hal itu ditunjukkan dengan suatu realita bahwa ronggeng dicipta untuk memikat laki-laki sehingga perempuan ronggeng tidak dibenarkan terpikat kepada laki-laki tertentu atau berumah tangga dengan laki-laki tertentu. Hal itu merupakan suatu konvensi yang tidak bisa ditawar-tawar yang berlaku di Dukuh Paruk.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

View of DIKSI SEKSUALITAS DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

View of DIKSI SEKSUALITAS DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

Abstract: This study was conducted with the aim to describe the meaning of sexuality diction contained in the trilogy novel of Ronggeng Dukuh Paruk by Ahmad Tohari. Data were collected by using a technique of library, seeing and recording. The collected data was then analyzed using flow analysis consisting of three flow of activities occured simultaneously, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that there are 11 (eleven) diction concerning sexuality in the trilogy novel of Ronggeng Dukuh Paruk by Ahmad Tohari, namely (a) bukak-klambu, (b) virginitas, (c) tonggak sejarah biologis, (d) mucikari atau induk semang, (e) dengus napas lembu jantan, (f) sundal/persundalan, (g) lingga, (h) rajasinga, (i) gendak, (j) pacak gulu, and (k) gowok.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH  ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN SINTREN KARYA DIANING WIDYA YUDHISTIRA: KAJIAN INTERTEKS.

ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN SINTREN KARYA DIANING WIDYA YUDHISTIRA: KAJIAN INTERTEKS.

Metode Penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Objek penelitian ini adalah aspek gender yang terdapat dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan novel Sintren karya Dianing Widya Yudhistira. Sumber data yang dipakai adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, simak, dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik model interaktif dan pembacaan model semiotik.

10 Baca lebih lajut

GAMBARAN SEKSUALITAS DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK JILID CATATAN BUAT EMAK KARYA AHMAD TOHARI

GAMBARAN SEKSUALITAS DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK JILID CATATAN BUAT EMAK KARYA AHMAD TOHARI

Potret yang diramu Tohari dalam bentuk fiksi memiliki makna-makna tersirat yang dapat diuraikan dalam analisis studi yang akan dibahas dalam artikel ini. Wacana ini penting agar pembaca lebih mengetahui bagaimana ragam seksualitas yang ada di luar w ilayahnya. Selanjutnya, yang saya analisis adalah novel jilid pertama trilogi Ronggeng Dukuh Paruk dalam Catatan Buat Emak lew at kacamata feminisme. Fo kus d ip usatkan p ad a bag aim ana w acana- w acana sep utar seksualitas y ang d igambarkan berd asarkan p eran gender lew at bud aya patriakal d an mito s yang d ip ercay ai o leh m asy arakat setem p at. Pemilihan o bjek p enelitian berd asarkan p ertim bang an w acana seksualitas atas konten lebih mendominasi dibandingkan d engan jilid lainnya. Dengan d emikian, artikel ini d iharap kan d ap at m enjaw ab rum usan m asalah, y aitu: bag aim ana seksualitas, m ito s, d an stereo tip e ditampilkan novel Ronggeng Dukuh Paruk jilid Catatan Buat Emak karya Ahmad Tohari?
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KAJIAN PERUBAHAN UNSUR INTRINSIK NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” KARYA AHMAD TOHARI KE DALAM SKENARIO FILM “SANG PENARI” KARYA SALMAN ARISTO

KAJIAN PERUBAHAN UNSUR INTRINSIK NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” KARYA AHMAD TOHARI KE DALAM SKENARIO FILM “SANG PENARI” KARYA SALMAN ARISTO

Puji syukur alhamdulilah kehadirat Allah Swt atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga skripsi yang berjudul ‘Kajian Perubahan Unsur Intrinsik Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari ke dalam Skenario Film Sang Penari karya Salman Aristo’ dapat terselesaikan dengan baik. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad Saw. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Seni, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

Tindakan menggunjing terlukis dalam tuturan “Itu cerita lama. Aku tahu seorang ronggeng sering kali dianggap sebagai ternak piaraan oleh induk semangnya. Lihatlah, dalam musim orang berhajat atau masa lepas panen; ronggeng naik pentas setiap malam. Siang hari dia mesti melayani laki-laki yang menggendaknya. Sementara itu yang mengatur semua urusan, lebih-lebih urusan keuangan, adalah si dukun ronggeng. Kasihan, kan? Sebaliknya, kini suami-istri Kartareja menjadi kaya, kan?”. Peserta pertuturan sedang memperbincangkan keadaan seorang ronggeng di kampungnya yang sedang naik daun. Mereka menggunjingkan orang tua yang mengasuh ronggeng tersebut. Salah satunya seperti yang tergambar dalam tuturan bahwa penutur mengulas tentang keberadaan pengasuh ronggeng. Penutur menggunjing bahwa pengasuh ronggeng diduga memperoleh kenikmatan berupa harta di atas kerja keras ronggeng asuhannya. Penutur mengumpat perilaku pengasuh ronggeng yang hanya menikmati hasil kerja yang dilakukan ronggengnya yang susah payah bekerja menjual diri.
Baca lebih lanjut

178 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...