Top PDF UPAYA MENINGKATKAN ADVERSITY QUOTIENT MELALUI PELAKSANAAN BIMBINGAN KLASIKAL (Penelitian Pada Siswa Kelas X SMK N 5 Semarang Tahun Ajaran 2008/2009).

UPAYA MENINGKATKAN ADVERSITY QUOTIENT MELALUI PELAKSANAAN BIMBINGAN KLASIKAL (Penelitian Pada Siswa Kelas X SMK N 5 Semarang Tahun Ajaran 2008/2009).

UPAYA MENINGKATKAN ADVERSITY QUOTIENT MELALUI PELAKSANAAN BIMBINGAN KLASIKAL (Penelitian Pada Siswa Kelas X SMK N 5 Semarang Tahun Ajaran 2008/2009).

dapat pula kelompok besar dalam satu kelas. Home room dilaksanakan berdasarkan suatu jadwal tertentu dalam ruangan-ruangan yang telah ditentukan. Kegiatan dalam home room ini dilakukan dalam suatu situasi dan suasana yang bebas serta menyenangkan. Suasana bebas tanpa adanya tekanan memungkinkan murid-murid untuk melepaskan perasaannya dan mengutarakan pendapatnya yang tidak mungkin tercetus dalam pertemuan- pertemuan formal. Program home room dapat dilakukan secara periodik dapat pula secara isidental sesuai dengan kebutuhan. Yang perlu diperhatikan dalam home room ini membuat suasana kelas seperti suasana di rumah. Hubungan antara guru atau pembimbing dapat diupayakan seperti hubungan antara anak dan orang tua. Dengan hubungan semacam ini diharapkan para siswa secara bebas mengemukakan isi hatinya kepada pembimbing. Pembimbing hendaknya memposisikan sebagai orang tua yang dengan penuh kasih sayang menampung keluhan, usul dan keinginan siswa.
Baca lebih lanjut

263 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN PERILAKU DISIPLIN SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK (Penelitian Pada Siswa Kelas 8 Di SMP N 11 Semarang Tahun Ajaran 2008/ 2009).

UPAYA MENINGKATKAN PERILAKU DISIPLIN SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK (Penelitian Pada Siswa Kelas 8 Di SMP N 11 Semarang Tahun Ajaran 2008/ 2009).

materi kegiatan, karena pada siklus 1 yang terjadi hanya interaksi dan dinamika kelompok, serta belum ada contoh nyata yang dapat dilihat bagaimana layaknya berperilaku disiplin, selain itu siswa membutuhkan objek yang lebih menarik seperti penggunaan media film dan sebagainya agar lebih membangkitkan semangat dalam melaksanakan kegiatan bimbingan kelompok. kelemahan yang ada pada siklus 1 ini kemudian dilakukan untuk revisi perencanaan pada siklus 2, sesuai dengan kesepakatan peneliti dan anggota kelompok maka pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dilakukan dengan tema yang sama dan dipadukan dengan penggunaan multimedia, yaitu memutar film dan mendengarkan CD audio yang bisa memberikan pelajaran mengenai kedisiplinan. Oleh karena itu, peneliti akan memberikan tayangan film dan memutar CD audio yang mampu membangkitkan semangat untuk siswa dalam meningkatkan kedisiplinan.
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

Meningkatkan Kepedulian Kepada Orang Lain Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Pada Siswa Kelas XI IS Di SMA N 14 Semarang Tahun Ajaran 2008/2009.

Meningkatkan Kepedulian Kepada Orang Lain Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Pada Siswa Kelas XI IS Di SMA N 14 Semarang Tahun Ajaran 2008/2009.

Hasil penelitian yang diperoleh, tingkat kepedulian pada orang lain sebelum mendapatkan layanan bimbingan kelompok tergolong dalam kategori sedang yang memiliki skor rata- rata 63.65%. Setelah mendapatkan layanan bimbingan kelompok, tingkat kepedulian tetap berada dalam kategori sedang. Namun ada peningkatan persentase sebesar 13.78% menjadi 77.43%. Dari hasil perhitungan uji wilcoxon diperoleh Z hitung sebesar 3.065 pada taraf signifikan 5% dan N = 12 di dapat Z tabel sebesar

1 Baca lebih lajut

(ABSTRAK) PERSEPSI SISWA TENTANG PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH PADA SISWA KELAS XI SMK N 5 SEMARANG TAHUN AJARAN 2009/2010.

(ABSTRAK) PERSEPSI SISWA TENTANG PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH PADA SISWA KELAS XI SMK N 5 SEMARANG TAHUN AJARAN 2009/2010.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi siswa terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah pada siswa kelas XI di SMK N 5 Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di sekolah pada siswa kelas XI SMK N 5 Semarang.

2 Baca lebih lajut

Upaya Meningkatkan Kesehatan Mental Melalui Layanan Bimbingan Kelompok (Penelitian Pada Siswa Kelas X SMA Kesatrian 1 Semarang Tahun Ajaran 2008/2009).

Upaya Meningkatkan Kesehatan Mental Melalui Layanan Bimbingan Kelompok (Penelitian Pada Siswa Kelas X SMA Kesatrian 1 Semarang Tahun Ajaran 2008/2009).

Pelaksanaan tindakan yang dilakukan peneliti melalui bimbingan kelompok dengan media bantuan peer counseling dipadukan dengan diskusi dan ceramah serta media film menunjukkan tingkat kenaikan yang signifikan. Hasil kenaikan dari kondisi awal menuju siklus I sebesar 8,2%, sedangkan setelah mendapatkan tindakan pada siklus II terjadi kenaikan sebesar 17,3% dan semua siswa berada dalam kriteria kesehatan mental yang tinggi. Perubahan perilaku siswa antara lain memiliki rasa aman dalam keadaan yang ideal dan positif, memiliki tujuan hidup dan angan-angan sesuai dengan kenyataan, mempunyai keseimbangan emosi yang sesuai, memahami diri dan memiliki kesadaran diri, menciptakan hubungan yang dapat diterima secara sosial.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Upaya Meningkatkan Kepercayaan Diri Melalui Bimbingan dan Konsling Islami (penelitian pada siswa kelas X MA Al-Asror Semarang Tahun Ajaran 2008/2009).

Upaya Meningkatkan Kepercayaan Diri Melalui Bimbingan dan Konsling Islami (penelitian pada siswa kelas X MA Al-Asror Semarang Tahun Ajaran 2008/2009).

Kepercayaan diri adalah keyakinan seseorang terhadap segala aspek kelebihan yang dimikinya dan senantiasa bersumber dari nurani untuk melakukan segala yang kita inginkan bukan dari karya yang dihasilkan sehingga ia merasa puas. Jika seseorang percaya diri disebabkan karena hasil karyanya maka ketika ia gagal berkarya ia akan rendah diri. Seorang muslim harus percaya diri, ia harus mampu menghindari tuntutan sosial yang bertentangan dengan ketentuan ilahi , salah satunya adalah percaya diri untuk melakukan kebaikan meskipun orang lain menolak dan mencemoohnya karena pusat kepercayaan dirinya hanyalah Allah, ia akan merasa cemas dan gundah ketika berbuat dosa dan merasa percaya diri ketika melakukan kebenaran sesuai tuntunan Allah. Tujuan dalam penelitian ini untuk meningkatkan keercayaan diri siswa yang belum optimal.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PERSEPSI SISWA TENTANG PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH PADA SISWA KELAS XI SMK N 5 SEMARANG TAHUN AJARAN 2009/2010.

PERSEPSI SISWA TENTANG PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH PADA SISWA KELAS XI SMK N 5 SEMARANG TAHUN AJARAN 2009/2010.

Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa persepsi siswa tentang pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah yang positif yaitu sebanyak 77,1%, sedangkan persepsi siswa yang negatif tentang pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah adalah sebesar 22,9%. Siswa yang memberikan tanggapan negatif tentang pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah dikarenakan mereka belum merasakan manfaat dari pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah. Masih ada perasaan malu dan takut bila akan menyampaikan permasalahan yang dihadapi tersebut kepada guru BK, sehingga permasalahan tersebut menumpuk pada diri siswa. Akan tetapi sebagain besar siswa menyatakan persepsi yang positif tentang pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah. Dengan adanya bimbingan konseling di sekolah, mereka merasa terbantu tidak hanya dalam penyelesaian masalah yang sedang dihadapi oleh siswa tetapi juga berbagai bidang yang menyangkut perkembangan diri, karir, ataupun yang lainnya.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

ANALISIS PROSES BERPIKIR SISWA DALAM MEM

ANALISIS PROSES BERPIKIR SISWA DALAM MEM

114 Ketika proses berpikir untuk menemukan jawaban berlangsung, siswa akan mengalami berbagai permasalahan sebagai hambatan dalam memecahkan masalah, dan tidak semua siswa dapat melampauinya. Keberhasilan jawaban tersebut juga dipengaruhi oleh beberapa faktor sehingga menjadikan siswa tersebut sukses dalam memecahkan masalah. Faktor penentu kesuksesan yang banyak dibicarakan tentu saja seputar Intelegence Quotient, Emotional Quotient, dan Spiritual Quotient. Namun ada lagi faktor penentu kesuksesan yang belum banyak dibicarakan orang, yaitu Adversity Quotient yang diperkenalkan oleh Paul G. Stoltz, AQ digunakan untuk menilai sejauh mana seseorang menghadapi masalah rumit dan penuh tantangan dan bahkan merubahnya menjadi sebuah peluang. Berkaitan dengan itu, dalam menghadapi masalah terdapat tiga tipe anak dalam AQ , yakni tipe quitters (mereka yang berhenti), yaitu kelompok orang yang kurang memiliki kemauan untuk menerima tantangan sehingga hidupnya sekedar untuk bertahan hidup. Tipe campers (mereka yang berkemah), yaitu kelompok orang yang memiliki kemauan menghadapi masalah akan tetapi mereka tetap tidak mengambil resiko terukur dan aman, sehingga menghentikan perjalanannya cukup sampai disini dan tipe climbers (mereka yang mendaki) yaitu kelompok orang yang memiliki keberanian dalam menghadapi masalah dan resiko sehingga pekerjaan mereka tuntas sesuai tujuannya (Paul G. Stoltz, 2000).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PROGRAM BIMBINGAN AKADEMIK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA : Studi Quasi Eksperimen terhadap siswa kelas X di SMA Negeri 5 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013.

PROGRAM BIMBINGAN AKADEMIK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA : Studi Quasi Eksperimen terhadap siswa kelas X di SMA Negeri 5 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013.

Suatu program bimbingan dapat disusun berdasarkan pada kerangka berfikir yang dapat mempengaruhi pola dasar yang dipegang dalam mengatur seluruh kegiatan yang diadakan oleh berbagai pihak. Dalam program bimbingan terdapat beberapa komponen yang meliputi susunan formal untuk melayani para siswa. Agar program bimbingan yang dikembangkan dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efesien serta dapat dilakukan evaluasi baik terhadap program, proses maupun hasil. Maka program bimbingan yang akan disusun harus dilakukan dengan perencanaan secara matang. Termasuk program bimbingan yang dimaksud dalam penelitian ini.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

(ABSTRAK) MENINGKATKAN PENYESUAIAN DIRI DALAM PEMILIHAN KARIER MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 14 SEMARANG TAHUN AJARAN 2009/ 2010.

(ABSTRAK) MENINGKATKAN PENYESUAIAN DIRI DALAM PEMILIHAN KARIER MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 14 SEMARANG TAHUN AJARAN 2009/ 2010.

Alpha menunjukkan angka 0,95, oleh karena itu instrument dinilai reliabel. Teknik analisis data menggunakan uji Wilxocon. Hasil penelitian yang diperoleh, tingkat penyesuaian diri siswa dalam pemilihan karier sebelum mendapatkan layanan bimbingan kelompok tergolong dalam kategori rendah dengan persentase 54,00% Setelah mendapatkan layanan bimbingan kelompok meningkat menjadi 85,06% dalam kategori sangat tinggi. Dengan demikian mengalami peningkatan sebesar 31,06%. Dari perhitungan uji Wilxocon diperoleh Z hitung = 3.059 > Z tabel = 0.005

2 Baca lebih lajut

Teknik Token Economy Untuk Meningkatkan Adversity Quotient Peserta Didik Kelas V SD Negeri 05 Jaten, Karanganyar.

Teknik Token Economy Untuk Meningkatkan Adversity Quotient Peserta Didik Kelas V SD Negeri 05 Jaten, Karanganyar.

Nurjanah Fenty Lestari. K3112057. TOKEN ECONOMY TECHNIQUE TO IMPROVE STUDENT’S ADVERSITY QUOTIENT IN GRADE V SD NEGERI 05 JATEN, KARANGANYAR. Undergraduated Thesis, Surakarta : Teacher Training and Education Faculty. Sebelas Maret University, Surakarta, January 2017.

16 Baca lebih lajut

PENELITIAN TINDAKAN KELAS SMA - Blog Sekolah Dasar scan_new

PENELITIAN TINDAKAN KELAS SMA - Blog Sekolah Dasar scan_new

ARTIKEL PENELITIAN TINDAKAN KELAS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN METODE DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS II GB SMK I REMBANG TAHUN AJARAN 2008/2009 DALAM ME[r]

76 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

4. Bapak Drs. Sucipto, M. Pd, Kons. Dosen Pembimbing 2 yang telah membimbing, berbagi ilmu, dan memotivasi peneliti dalam menyusun skripsi. 5. Bapak Ibu Dosen FKIP terutama Bimbingan dan Konseling yang selalu memberikan dukungan dan semangat kepada peneliti dan penyusunan skripsi. 6. Kedua orang tua peneliti Bapak Sutarno (Alm) dan Ibu Masti Zamah yang

21 Baca lebih lajut

PENGARUH INTELLIGENCE QUOTIENT (IQ) DAN ADVERSITY QUOTIENT (AQ) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X MAN TRENGGALEK TAHUN PELAJARAN 20162017  Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PENGARUH INTELLIGENCE QUOTIENT (IQ) DAN ADVERSITY QUOTIENT (AQ) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X MAN TRENGGALEK TAHUN PELAJARAN 20162017 Institutional Repository of IAIN Tulungagung

ii PENGARUH INTELLIGENCE QUOTIENT IQ DAN ADVERSITY QUOTIENT AQ TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X MAN TRENGGALEK TAHUN PELAJARAN 2016/2017 SKRIPSI Diajukan Kepada Fak[r]

6 Baca lebih lajut

(ABSTRAK) PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMPERSIAPKAN UJIAN AKHIR NASIONAL PADA SISWA KELAS XII SMK 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG TAHUN AJARAN 2008/2009.

(ABSTRAK) PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMPERSIAPKAN UJIAN AKHIR NASIONAL PADA SISWA KELAS XII SMK 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG TAHUN AJARAN 2008/2009.

Permasalahan yang diutarakan adalah bagaimana peran kepala sekolah dalam mempersiapkan ujian akhir nasional tahun 2008/2009. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran kepala sekolah dalam mempersiapkan Ujian Akhir Nasional tahun 2008/2009, sehingga dapat bermanfaat bagi pihak sekolah dan dapat digunakan sebagai refrensi bagi penelitian berikutnya.

2 Baca lebih lajut

T1 132009070 Daftar Pustaka

T1 132009070 Daftar Pustaka

Anastasia, Riza. 2012. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Field Trip Berbasis Lingkungan Pada Siswa Kelas XI SMA AL-MUAYYAD Surakarta. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Pendidikan universitas Negeri Yogyakarta

2 Baca lebih lajut

PROFIL ADVERSITY QUOTIENT (AQ) BELAJAR SISWA DAN IMPLIKASINYA BAGI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BELAJAR - repository UPI S PPB 1205369 Title

PROFIL ADVERSITY QUOTIENT (AQ) BELAJAR SISWA DAN IMPLIKASINYA BAGI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BELAJAR - repository UPI S PPB 1205369 Title

PROFIL ADVERSITY QUOTIENT AQ BELAJAR SISWA DAN IMPLIKASINYA BAGI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BELAJAR Studi Deskriptif terhadap Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 1 Lembang Tahun A[r]

3 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER DENGAN PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERSAMAAN KUADRAT DI KELAS X SMK TRITECH INFORMATIKA MEDAN.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER DENGAN PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERSAMAAN KUADRAT DI KELAS X SMK TRITECH INFORMATIKA MEDAN.

Berdasarkan hasil tes yang diberikan terhadap 24 orang siswa kelas X SMK Tritech Informatika Medan, 8 orang siswa atau 33,33% dari jumlah siswa memperoleh skor sangat rendah, 7 orang atau 29,17% dari jumlah siswa memperoleh skor rendah, 5 orang atau 20,83% dari jumlah siswa mendapatkan skor sedang, dan 4 orang atau 16,67% dari jumlah siswa memperoleh skor tinggi. Untuk itu, perlu diusahakan perbaikan pembelajaran siswa dengan cara menyajikan materi matematika dengan model pembelajaran Advance Organizer sehingga dapat membuat siswa aktif dan bermakna dalam belajar matematika. Seperti yang diungkapkan oleh Dahar (1989 : 118) bahwa : “ Advance Organizer atau pengatur awal adalah materi pendahuluan yang menyajikan jembatan penghubung antara apa yang diketahui oleh siswa dengan apa yang dibutuhkan siswa sebelum memulai pelajaran ” .
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENGARUH BIMBINGAN BELAJAR NONFORMALDAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA  Pengaruh Bimbingan Belajar Nonformal Dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA N 2 Sragen Tahun Ajaran 2013/2014.

PENGARUH BIMBINGAN BELAJAR NONFORMALDAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Pengaruh Bimbingan Belajar Nonformal Dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA N 2 Sragen Tahun Ajaran 2013/2014.

Salah satu contoh pendidikan nonformal adalah bimbingan belajar nonformal. Bimbingan belajar nonformal biasanya menawarkan beberapa penyelesaian masalah matematika dengan menggunakan cara-cara yang lebih mudah dan komunikatif kepada para siswa, desain kelas bimbingan belajar ini pun juga dibuat lebih menyenangkan agar siswa dapat nyaman dan lebih fokus. Bimbingan belajar juga menyediakan trik-trik khusus untuk memecahkan masalah matematika tertentu.

13 Baca lebih lajut

PENGARUH BIMBINGAN BELAJAR NONFORMAL DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA  Pengaruh Bimbingan Belajar Nonformal Dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA N 2 Sragen Tahun Ajaran 2013/2014.

PENGARUH BIMBINGAN BELAJAR NONFORMAL DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Pengaruh Bimbingan Belajar Nonformal Dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA N 2 Sragen Tahun Ajaran 2013/2014.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh bimbingan belajar nonformal terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMA N 2 Sragen tahun ajaran 2013/2014, (2) Pengaruh kemampuan pemecahan masalah matematika terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMA N 2 Sragen tahun ajaran 2013/2014, (3) Pengaruh bimbingan belajar nonformal dan kemampuan pemecahan masalah matematika terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMA N 2 Sragen tahun ajaran 2013/2014. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini mengambil lokasi di SMA N 2 Sragen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X tahun ajaran 2013/2014 dengan jumlah 213 siswa. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas X MS 2. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket bimbingan belajar nonformal, metode tes kemampuan pemecahan masalah matematika, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji regresi linear ganda. Dari hasil penelitian pada = 5%, diperoleh: (1) terdapat pengaruh bimbingan belajar nonformal terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMA N 2 Sragen tahun ajaran 2013/2014, (2) tidak terdapat pengaruh kemampuan pemecahan masalah matematika terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMA N 2 Sragen tahun ajaran 2013/2014, (3) terdapat pengaruh bimbingan belajar nonformal dan kemampuan pemecahan masalah matematika terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMA N 2 Sragen tahun ajaran 2013/2014. Sumbangan Relatif (SR) X 1
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...