Top PDF PEMANFAATAN WEBSITE PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE OLEH ANGGOTA (Studi pada Mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Persaudaraan Setia Hati Terate Universitas Negeri Malang)

PEMANFAATAN WEBSITE PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE OLEH ANGGOTA (Studi pada Mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Persaudaraan Setia Hati Terate Universitas Negeri Malang)

PEMANFAATAN WEBSITE PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE OLEH ANGGOTA (Studi pada Mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Persaudaraan Setia Hati Terate Universitas Negeri Malang)

Syukur Alhamdulillah saya panjatkan kehadirat Allah SWT serta sholawat dan salam saya haturkan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, atas terselesaikannya tugas akhir ini. Dengan perjuangan keras (akademis maupun non akademis) akhirnya saya dapat menuntaskan studi di Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.Dengan terselesaikannya Skripsi saya yang berjudul “PEMANFAATAN WEBSITE ORGANISASI PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE Oleh ANGGOTANYA. (Studi Pada Mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Persaudaraan Setia Hati Terate Universitas Negeri Malang)” maka selesai sudah masa studi Strata 1 saya. Walaupun masih terdapat kelemahan pada penelitian yang saya lakukan, Insyaallah skripsi ini menjadikan acuan saya guna mengembangkan terus keilmuan saya di bidang komunikasi.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

ORGANISASI PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE DI KEBUMEN TAHUN2008-2016

ORGANISASI PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE DI KEBUMEN TAHUN2008-2016

Kesimpulan dari penelitian ini adalah orang yang membawa masuk ajaran PSHT ke Kebumen adalah Mas Sri Sabdono dari Ngawi pada tahun 1984. Perkembangan PSHT di Kebumen terlihat tahun 2008-2016 saat PSHT Kebumen mempunyai struktur organisasi yang jelas dan berhasil mengadakan banyak kegiatan pencak silat. Pengaruh PSHT Kebumen bagi IPSI Kebumen adalah anggota-anggota PSHT berandil untuk memajukan pencak silat di Kebumen.

20 Baca lebih lajut

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DI DALAM MATERI KEROHANIAN PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE KOMISARIAT IAIN PONOROGO - Electronic theses of IAIN Ponorogo

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DI DALAM MATERI KEROHANIAN PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE KOMISARIAT IAIN PONOROGO - Electronic theses of IAIN Ponorogo

Selain itu kegiatan Persaudaraan Setia Hati Terate di Komisariat IAIN Ponorogo, pelatih menanamkan ajaran-ajaran agama Islam, seperti: siswa dianjurkan khataman 30 juz pada kamis legi di rumah salah satu warga yang letaknya di pulung merdiko rumah kediaman mas huda, siswa wajib sholat berjamaah bersama pelatih tetap dan pelatih pendamping sebelum latihan dimulai serta membaca do‟a bersama sebelum latihan,setiap malam jum‟at melakukan pengajian yasinan dik antor UKM BELADIRI IAIN Ponorogo, serta sering mengadakan Temu Kadhang ataupun Sarasehan sesama anggota Persaudaraan Setia Hati Terate dengan Ranting Maupun Cabang. Materi kerohanian pada waktu siswa Persaudaran Setia Hati Terate yang memakai ban/ikat pinggang sabuk warna putih di wajibkan tirakatan malam dengan menjaga wudhu agar tetap suci serta membaca doa-doa serta diselingi pernafasan untuk mengingat allah adalah kekuatan utama.Dengan itu kegitan
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA VOLUME OKSIGEN Hubungan antara Frekuensi Denyut Jantung dengan Volume Oksigen Maksimal pada Anggota Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Universitas Muhammadiyah Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA VOLUME OKSIGEN Hubungan antara Frekuensi Denyut Jantung dengan Volume Oksigen Maksimal pada Anggota Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Syukur Alhamdullilah kehadirat Allah SWT atas segala anugerah dan rahmat yang telah dilimpahkan-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Hubungan Antara Frekuensi Denyut Jantung dan Volume Oksigen Maksimal pada Anggota Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Universitas Muhammadiyah Surakarta”. Penyusunan skripsi ini sebagai salah satu syarat meraih gelar Sarjana Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.

13 Baca lebih lajut

TAWURAN PEMUDA PENDEKAR SILAT (Stude kasus tentang faktor penyebab dan proe terjadinya tawuran antara anggota persaudaraan setia hati terate ranting Nguntoronadi dengan kelompok pemuda lain di kecamatan Nguntoronadi kabupaten wonogiri).

TAWURAN PEMUDA PENDEKAR SILAT (Stude kasus tentang faktor penyebab dan proe terjadinya tawuran antara anggota persaudaraan setia hati terate ranting Nguntoronadi dengan kelompok pemuda lain di kecamatan Nguntoronadi kabupaten wonogiri).

commit to user ¨· êò Õ»-»²·¿² ¼¿² л³¾«µ¬·¿² Ü·®· òòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòò ïðì éò Þ»´¿ Ü·®· -»¾¿¹¿· ß´¿-¿² Ì»®¶¿¼·²§¿ Ì¿©«®¿²òòòòòòòòòòòòòòòòò[r]

16 Baca lebih lajut

PERNAPASAN PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE UIN SUNAN AMPEL SURABAYA DALAM PERSPEKTIF SUFI HEALING DAN MEDITASI MAHASI SAYADAW.

PERNAPASAN PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE UIN SUNAN AMPEL SURABAYA DALAM PERSPEKTIF SUFI HEALING DAN MEDITASI MAHASI SAYADAW.

Jika didapati bahwa pikiran berkelana ketika sedang memerhatikan “naik, turun,” pikiran tidak boleh dibiarkan terus berkelana tetapi harus segera diperhatikan. Ketika pikiran berkhayal, ia harus diperhatikan (dicatat) sebagai “berkhayal, berkhayal”; ketika berpikir sebagai “berpikir, berpikir”; ketika pikiran pergi, ia harus diperhatikan (dicatat) sebagai “pergi, pergi”; ketika pikiran sampai di suatu tempat, ia harus diperhatikan (dicatat) sebagai “sampai, sampai,” dan sebagainya pada setiap kejadian, dan setelah itu latihan biasa memerhatikan “naik, turun” mesti dilanjutkan. Apabila timbul perasaan capai pada tangan, kaki, atau anggota badan lainnya, atau perasaan- perasaan panas, tertusuk-tusuk, sakit atau gatal, perasaan-perasaan itu harus segera diikuti dan dicatat sebagai “capai,” “panas,” “tertusuk - tusuk,” “sakit,” “gatal,” dan s ebagainya sesuai dengan kasusnya. Setelah itu latihan biasa memerhatikan “naik, turun” harus diteruskan kembali. Ketika terjadi tindakan menekuk atau merentang tangan atau kaki, atau menggerakkan leher atau anggota badan, atau menggoyang badan, tindakan-tindakan itu mesti diikuti dan dicatat satu per satu secara berurutan. Setelah itu kembali ke latihan biasa memerhatikan “naik, turun.”
Baca lebih lanjut

141 Baca lebih lajut

PENANGANAN KONFLIK ANTAR MASYARAKAT OLEH PEMERINTAH KOTA MADIUN (Studi di Perguruan Persaudaraan Setia Hati Madiun)

PENANGANAN KONFLIK ANTAR MASYARAKAT OLEH PEMERINTAH KOTA MADIUN (Studi di Perguruan Persaudaraan Setia Hati Madiun)

Salah satu sebab terjadinya konflik adalah alasan idiologis yang mungkin mencoba menghadapi masalah itu secara radikal dengan saling menghancurkan satu sama lain atau menggunakan kekerasan fisik untuk mengubah harapan dan tingkah laku masing-masing, tetapi sebelum keadaan ini tercapai, mungkin ditemukan saluran alternatif untuk memotifisir situasi ini. Konflik muncul karena kesalahpahaman antara anggota perguruan yang dapat mengakibatkan konflik berkepanjangan secara regenerasi. Konflik terjadi biasanya pada hari-hari besar yang melibatkan kedua perguruan tersebut misalkan 17 Agustus malam 1 asyuro. Pada tanggal 1 Maret 2005 kejadian konflik masal, kejadian tersebut permasalahannya klasik terjadi pada 1 asyuro setelah perguruan PSH Winongo mengadakan acara tahunan yaitu sungkeman kepada guru besar silaturahim dapat dibayangkan masa dari berbagai penjuru daerah kota Madiun berkumpul mengadakan sungkeman konflik terjadi setelah masa dari Winongo pulang, hal ini memancing reaksi masa yang kebetulan basis dari PSH terate secara spontan masa PSH terate menunggu dan melempari masa PSH Winongo yang berada dalam truk, secara otomatis tawuran pun terjadi, dan berlangsung secara besar.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pelaksanaan Pendidikan Karakter Peduli Sosial di Perguruan Silat (Studi pada Siswa Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Purwantoro Cabang Ponorogo).

PENDAHULUAN Pelaksanaan Pendidikan Karakter Peduli Sosial di Perguruan Silat (Studi pada Siswa Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Purwantoro Cabang Ponorogo).

Persaudaraan Setia Hati Terate bukan hanya melatih fisik namun juga berkenaan dengan rohani melalui pengembangan karakter jujur, terbuka dengan hidup sesuai dengan norma-norma dasar dan nilai-nilai seni termasuk karakter peduli sosial di dalamnya. Siswa menjaga keseimbangan (harmoni) dalam jasmani dan rohani, dalam kecerdasan maupun emosi. Salah satu contoh bahwa PSHT menanamkan karakter peduli sosial dalam ajarannya adalah dilaksanakan ketika terjadi longsor yang menutupi jalan para warga (anggota) dan siswa bergotong royong membersihkan tanah yang menutupi jalan agar mampu untuk dilewati sebagaimana fungsinya kembali. Berdasarkan latar belakang tersebutlah maka penulis tertarik mengadakan penelitian yang berjudul “Pelaksanaan Pendidikan Karakter Peduli Sosial di Perguruan Silat (Studi pada Siswa Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Purwantoro Cabang Ponorogo)”
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI SOSIAL DI PERGURUAN SILAT  Pelaksanaan Pendidikan Karakter Peduli Sosial di Perguruan Silat (Studi pada Siswa Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Purwantoro Cabang Ponorogo).

PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI SOSIAL DI PERGURUAN SILAT Pelaksanaan Pendidikan Karakter Peduli Sosial di Perguruan Silat (Studi pada Siswa Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Purwantoro Cabang Ponorogo).

siswa PSHT ranting Purwantoro adalah dengan menjalin komunikasi yang baik serta pemberian wejangan atau nasehat dari pelatih kepada para siswa, 3) Solusi atas sikap siswa yang tidak mau mendengarkan orang lain adalah dengan adanya materi ke-SH-an, karena dengan materi tersebut menjadikan siswa terbiasa dengan mendengarkan orang lain, yaitu mendengarkan pelatih memberikan materi ke-SH- an, 4) Solusi atas siswa yang kurang mau untuk berbagi adalah dengan diadakannya diskusi antara siswa dengan pelatih dan tentunya menjalin komunikasi yang baik akan semakin mempererat tali persaudaran antar anggota PSHT ranting Purwantoro, 5) Pemberian teladan yang baik oleh pelatih akan ditiru para siswa, dalam hal ini adalah mau ikut dalam kegiatan masyarakat.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

SOLIDARITAS SOSIAL KOMUNITAS PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) (Studi Kasus Desa Rejosari Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun)

SOLIDARITAS SOSIAL KOMUNITAS PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) (Studi Kasus Desa Rejosari Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun)

b. Solidaritas merupakan suatu sistem fungsi yang berbeda dan khusus, yang menyatukan hubungan-hubungan yang tetap, walaupun sebenarnya kedua masyarakat tersebut hanyalah satu saja, seperti komunitas PSHT rayon Rejosari dan masyarakat Desa Rejosari. PSHT di Desa Rejosari merupakan sebuah organisasi pencak silat yang mempunyai tujuan untuk membentuk manusia berbudi luhur tahu benar dan salah dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalin persaudaraan yang kekal abadi, walaupun mempunyai tujuan yang khusus dalam mendidik siswanya, PSHT tetap melakukan interaksi sosial dengan lingkungan Desa Rejosari melalui kerjasama yang dilakukan dalam setiap kegiatan- kegiatan yang dilaksanakan di desa ini yang menumbuhkan rasa solidaritas diantara masyarakat dan anggota PSHT.
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Konformitas Dan Obedience Dengan Perilaku Agresi Pada Anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (Psht).

PENDAHULUAN Hubungan Konformitas Dan Obedience Dengan Perilaku Agresi Pada Anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (Psht).

Beberapa peritiwa yang dilakukan oleh anggota Persaudaraan Setia Hati Terate tersebut menunjukkan bahwa tingkat agresi anggota Persaudaraan Setia Hati Terate tinggi. Baron dan Byrne (2003) menyatakan bahwa agresi sebagai suatu bentuk perilaku yang ditujukan untuk melukai atau mencelakakan individu lain yang tidak menginginkan adanya perilaku tersebut. Perilaku agresi memberikan dampak secara fisik bagi korban agresi, harta, bahkan juga nyawa.

6 Baca lebih lajut

PERAN PEMERINTAH KOTA MADIUN DALAM PENANGANAN KONFLIK PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE DAN PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO TUNAS MUDA THE ROLE OF MADIUN’S LOCAL GOVERNMENT IN THE CONFLICT MANAGEMENT OF SILAT COMMUNITY SETIA H

PERAN PEMERINTAH KOTA MADIUN DALAM PENANGANAN KONFLIK PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE DAN PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO TUNAS MUDA THE ROLE OF MADIUN’S LOCAL GOVERNMENT IN THE CONFLICT MANAGEMENT OF SILAT COMMUNITY SETIA H

Hal ini diperkuat oleh Dandim Madiun yang sependapat dalam hal ini dengan mengakui bahwa memang telah terjadi pengkotak-kotakkan di tengah masyarakat Madiun, hal ini bisa dilihat dengan pendirian tugu-tugu yang ada di depan kampung atau jalan. Kalau ada Tugu perguruan silat di suatu kampung maka bisa dipastikan bahwa sebagian besar penduduknya adalah warga (anggota) perguruan silat tersebut. Untuk menghapus atau merobohkan tugu tersebut tentu memerlukan kajian mendalam karena hal tersebut sudah berlangsung lama dan sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat sehingga memerlukan waktu untuk sosialisasi kepada masyarakat dan juga memerlukan payung hukum dalam bentuk Peraturan Daerah. (Rahman Fikri, wawancara pada 13 Oktober 2016)
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Tradisi Konflik Perguruan Silat Setia Hati (Study kasus Perguruan Setia Hati Terate dengan Setia Hati Tunas Muda Winongo di Kabupaten Madiun).

Tradisi Konflik Perguruan Silat Setia Hati (Study kasus Perguruan Setia Hati Terate dengan Setia Hati Tunas Muda Winongo di Kabupaten Madiun).

Seperti yang dikutip harian tempo yaitu Massa dari dua perguruan silat, Persaudaraan Setia Hati (PSH) Tunas Muda Winongo dan PSH Terate terlibat adu lempar batu di sejumlah lokasi di Kabupaten Madiun hingga perbatasan dengan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Ahad, 25 November 2012. Perang batu terjadi saat ribuan anggota perguruan Setia Hati Tunas Muda Winogo asal Ponorogo konvoi perjalanan pulang dari perayaan Suran Agung atau Sura Agung di Padepokan PSH Tunas Muda Winongo di Kelurahan Winongo, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun (Majalah Tempo, 25 November 2012).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

REALISASI TINDAK TUTUR DIREKTIF PADA PROSES PELATIHAN PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE RANTING GERUNG CABANG LOMBOK BARAT - Repository UNRAM

REALISASI TINDAK TUTUR DIREKTIF PADA PROSES PELATIHAN PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE RANTING GERUNG CABANG LOMBOK BARAT - Repository UNRAM

Dari fenomena-fenomena kebahasaan yang sudah dipaparkan sebelumnya, untuk itu peneliti sangat tertarik untuk mengkaji hal tersebut dengan judul “Realisasi Tindak Tutur Direktif Pada Proses Pelatihan Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Gerung Cabang Lombok Barat”. Selain itu, penelitian ini juga sangat penting dilakukan karena belum pernah ada suatu penelitian tentang tindak tutur direktif pada proses pelatihan PSHT. Hal tersebut, membuat peneliti yang juga merupakan salah satu anggota dari PSHT merasa memiliki tanggung jawab moral untuk melakukan penelitian ini.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERAN  PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) DALAM MENINGKATKAN AKHLAQ KARIMAH [Studi Kasus di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Gandusari Blitar]  Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PERAN PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) DALAM MENINGKATKAN AKHLAQ KARIMAH [Studi Kasus di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Gandusari Blitar] Institutional Repository of IAIN Tulungagung

4. Peran ekstrakurikuler pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dalam meningkatkan akhlak kepada sesama manusia di MTs Negeri Gandusari Blitar dalam PSHT diajarkan lebih menekan kan memayu hayuning bawono (menciptakan ketentraman di dalam masyarakat/sesama manusia), menjujung tinggi Persaudaraan dan tidak membeda-bedakan ras, suku maupun agama dan antar golongan, didalam organisasi PSHT tidak membeda bedakan suku ras, maupun agama karena organisasi PSHT sendiri sadar bahwa semua manusia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Dan diharuskan untuk saling menghormati dan menghargai antara sesama manusia dengan bukti berjabatan tangan, bila berjumpa dengan warga atau siswa dimana saja. Hormat menghormati sesama warga muda ataupun tua untuk menjaga kesopanan, saling tolong menolong sesama tidak membeda-bedakan demi persaudaraan demi mempererat persaudaraan, adanya sabung antara anggota atau warga, demi mempererat persaudaraan di PSHT tidak boleh dendam lahir batin. Ini merupakan upaya untuk meningkatkan akhlaq karimah kepada sesama manusia.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI DENYUT JANTUNG DENGAN VOLUME OKSIGEN MAKSIMAL PADA ANGGOTA PENCAK  Hubungan antara Frekuensi Denyut Jantung dengan Volume Oksigen Maksimal pada Anggota Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Universitas Muhammadiyah Surakart

HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI DENYUT JANTUNG DENGAN VOLUME OKSIGEN MAKSIMAL PADA ANGGOTA PENCAK Hubungan antara Frekuensi Denyut Jantung dengan Volume Oksigen Maksimal pada Anggota Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Universitas Muhammadiyah Surakart

Metode: Desain penelitian menggunakan metode penelitian analitik observasional non-ekperimental dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 33 anggota pencak silat dengan teknik purposive sampling dan dilakukan pengukuran VO 2 Maks di laboratorium Fisiologi Universitas

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan antara Frekuensi Denyut Jantung dengan Volume Oksigen Maksimal pada Anggota Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Universitas Muhammadiyah Surakarta.

PENDAHULUAN Hubungan antara Frekuensi Denyut Jantung dengan Volume Oksigen Maksimal pada Anggota Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Pada penelitian tersebut, terdapat hubungan yang signifikan antara denyut jantung istirahat dengan VO2 Maks pada pemain sepakbola SSB PUSLAT Tersono Kabupaten Batang Tahun 2012-2013 Keb[r]

4 Baca lebih lajut

Ungkapan Tradisional Jawa Dalam Organisasi Pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate

Ungkapan Tradisional Jawa Dalam Organisasi Pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate

Ajaran kerohanian yang bersumber dari ungkapan tradisional Jawa digunakan oleh anggota (baik siswa maupun warga) sebagai dasar tingkah laku. Nilai-nilai budi pekerti tersebut dijadikan bekal saat anggota Persaudaraan Setia Hati Terate terjun dalam masyarakat. Hal tersebut benar benar dipegang teguh sebagai pendamping ilmu bela diri yang diajarkan dalam organisasi pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate. Selain upaya untuk nguri-uri kebudayaan Jawa, Persaudaraan Setia Hati Terate menuntut semua anggotanya berkepribadian yang baik dengan mengacu pada nilai-nilai tradisional yang pernah didapatkan, supaya tujuan organisasi tersebut untuk menciptakan perdamaian dunia sebagaimana tertuang dalam slogan memayu hayuning bawana bisa tercapai.
Baca lebih lanjut

172 Baca lebih lajut

Pola Komunikasi Organisasi Untuk Meningkatkan Solidaritas Dalam Menghadapi Konflik Internal (Studi Analisis Jaringan Pada Organisasi Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Ranting Takeran, Magetan)

Pola Komunikasi Organisasi Untuk Meningkatkan Solidaritas Dalam Menghadapi Konflik Internal (Studi Analisis Jaringan Pada Organisasi Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Ranting Takeran, Magetan)

PSHT merupakan perguruan silat yang berperan dalam menyebarkan ilmu beladiri ke berbagai daerah. PSHT yang berpusat di Madiun memiliki ribuan anggota yang tersebar sampai ke pelosok kampung. Saat ini PSHT telah melebarkan sayapnya ke seluruh Indonesia bahkan telah mendirikan beberapa komisariat di luar negeri. Dengan banyaknya anggota yang tentu saja berbeda suku ras dan agamanya serta golongan namun PSHT tetap bisa mempertahankan solidaritas dari para anggotanya. Bagi pemuda-pemuda di daerah Madiun khusunya menjadi anggota PSHT adalah tradisi yang mereka laksanakan secara turun temurun. Hal tersebut bukan saja demi melestarikan budaya pencak silat namun juga sebagai wadah untuk menyalurkan bakat. Dengan banyaknya anggota organisasi perguruan ini menjadikan PSHT sebuah organisasi besar yang cukup disegani. Dengan meluasnya wilayah dan meningkatnya jumlah anggota, komunikasi dalam organisasi tentunya menjadi suatu hal yang sulit dan kompleks untuk dilakukan.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

MODEL MANAJEMEN KONFLIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL: KONFLIK PERGURUAN PENCAK SILAT DI MADIUN – JAWA TIMUR

MODEL MANAJEMEN KONFLIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL: KONFLIK PERGURUAN PENCAK SILAT DI MADIUN – JAWA TIMUR

Mengacu pada Koentjaraningrat (1993) yang menyatakan bahwa budaya memiliki andil besar dalam upaya penyelesaian konflik di masyarakat, pentingnya peranan budaya Jawa dalam proses manajemen konflik dalam fenomena konflik antara perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate dan Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda dipengaruhi oleh pertama, pada dasarnya ajaran – ajaran dari kedua perguruan pencak silat sangat dipengaruhi oleh nilai – nilai budaya Jawa, utamanya dalam hal olah batin. Ajaran – ajaran tersebut akan dibawa sebagai pedoman mereka dalam kehidupan sehari – hari anggota kedua perguruan, baik sebagai anggota perguruan maupun sebagai anggota masyarakat. Kedua, dipengaruhi oleh pandangan anggota perguruan sebagai masyarakat Madiun yang menempatkan budaya Jawa sebagai pedoman hidup yang memiliki nilai – nilai dan ajaran – ajaran yang adiluhung, sehingga sebagai orang Jawa, nilai – dan ajaran tersebut harus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan, ketika mereka meninggalkan nilai dan ajaran tersebut maka akan dianggap sebagai orang yang lupa dengan identitas budayanya atau dianggap tidak jawani. Keharmonisan sebagai keutamaan dalam kehidupan anggota perguruan sebagai bagian dari masyarakat Madiun sekaligus juga sebagai penganut budaya Jawa digambarkan melalui kondisi yang tentram dan selamat.Hal ini berkaitan dengan keseimbangan atau keselarasan antara jagad gedhe atau makrokosmos yaitu hubungan manusia dengan Tuhan dan alam semesta, dan jagad cilik atau mikrokosmos yaitu hubungan antara sesama manusia (Mulder, 1983; Suseno, 2003; Wahyono, 2003).Keharmonisan dalam kehidupan sosial masyarakat dapat terwujud apabila anggota perguruan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat dapat menciptakan dan memelihara kerukukan dengan sesama anggota masyarakat.Dasar untuk mewujudkan kerukunan tersebut ialah dengan menumbuhkan kesadaran dalam diri anggota perguruan untuk selalu menjalin dan menjaga hubungan yang baik dengan anggota perguruan lainnya serta bersikap saling menghormati, karena setiap anggota perguruan memiliki sifat kebergantungan terhadap anggota perguruan lainnya dalam kehidupan sosialnya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...