Top PDF Pengaruh Bahan Tambahan Plasticizer terhadap Slump dan Kuat Tekan Beton

Pengaruh Bahan Tambahan Plasticizer terhadap Slump dan Kuat Tekan Beton

Pengaruh Bahan Tambahan Plasticizer terhadap Slump dan Kuat Tekan Beton

Menurut peraturan beton, kuat tekan benda uji silinder adalah 0,83 kali kuat tekan benda uji kubus. Dari Tabel 4 didapat faktor konversi berdasarkan bentuk benda uji yang sesuai dengan faktor konversi ketetapan PBI 1971 adalah pada beton yang menggunakan bahan tambah plasticizer 0,1% dengan pengurangan air 2,5% (campuran III), sedangkan pada campuran II faktor konversinya berada di bawah faktor konversi PBI 1971 dan pada campuran I, IV dan V faktor konversi yang didapat di atas faktor konversi yang ditetapkan PBI 1971.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPOSISI AGREGAT DAN PROPORSI SUPERPLASTICIZER TERHADAP SLUMP FLOW DAN KUAT TEKAN BETON MEMADAT MANDIRI

PENGARUH KOMPOSISI AGREGAT DAN PROPORSI SUPERPLASTICIZER TERHADAP SLUMP FLOW DAN KUAT TEKAN BETON MEMADAT MANDIRI

Alhamdulillahirobbil’alamin, puji syukur kehadira t Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada penyusun, sehingga skripsi dengan judul “ Analisis Pengaruh Komposisi Agregat Dan Proporsi Superplasticizer Terhadap Slump Flow Dan Kuat Tekan Beton Memadat Mandiri (Self Compacting Concrete) ” dapat terselesaikan selama kurang lebih 4 bulan.

16 Baca lebih lajut

Kata kunci : limbah batu tabas, nilai slump, berat volume, kuat tekan beton, kuat tarik belah beton.

Kata kunci : limbah batu tabas, nilai slump, berat volume, kuat tekan beton, kuat tarik belah beton.

Penelitian ini secara umum menunjukkan penurunan terhadap nilai slump dan berat volume seiring penggantian agregat halus alami dengan agregat halus dari limbah batu tabas. Hasil pengujian nilai slump menunjukkan bahwa nilai slump dengan penggantian kadar agregat halus alami dengan agregat halus dari limbah batu tabas sebesar 0%, 25% dan 50% menghasilkan nilai slump yang relatif konstan yaitu sebesar 10 mm, penurunan yang terjadi relatif konstan dan sangat kecil. Nilai slump pada penggantian kadar agregat halus dengan agregat halus limbah batu tabas sebesar 75% sampai 100% tidak dapat diukur karena campuran beton sangat kaku. Kuat tekan beton meningkat seiring penggantian agregat halus alami dengan agregat halus limbah batu tabas dari kadar 0% sampai kadar 50%. Selanjutnya kuat tekan mengalami penurunan, namun pada penggunaan 75% agregat halus limbah batu tabas, kuat tekan yang dihasilkan lebih tinggi terhadap kadar 0%. Kuat tarik belah beton meningkat seiring penggantian agregat halus alami dengan agregat halus dari limbah batu tabas sampai kadar 75%, kecuali pada kadar 25% terjadi penurunan yang relatif sangat kecil. Pengujian campuran beton dari limbah batu tabas dengan kadar agregat halus sebesar 0%, 25%, 50%, 75%, 100% didapat sebagai berikut: Hasil pengujian nilai slump: 10 mm, 10 mm, 10 mm, tidak dapat dilakukan pengukuran, tidak dapat dilakukan pengukuran. Hasil berat volume: 2157,78 kg/m 3 , 2154,36 kg/m 3 , 2153,62 kg/m 3 , 2129,70 kg/m 3 , 2105,95 kg/m 3 . Hasil kuat tekan: 33,96 MPa, 34,83 MPa, 34,89 MPa, 34,49 MPa, dan 32,22 MPa. Hasil kuat tarik belah: 2,63 MPa, 2,62 MPa, 2,64 MPa, 2,74 MPa, dan 2,41 MPa. Kata kunci : limbah batu tabas, nilai slump, berat volume, kuat tekan beton, kuat
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Nilai Kuat Tekan Beton pada Slump Beton Tertentu

Nilai Kuat Tekan Beton pada Slump Beton Tertentu

Hasil penelitian dieroleh kuat tekan rata-rata untuk slump 12 sebesar 34,97 Mpa, kuat tekan ini memenuhi kuat tekan yang direncanakan yaitu sebesar 28,498 Mpa, sedangkan kuat tekan rata-rata slump 14 sebesar 27,84 Mpa, kuat tekan rata-rata slump 16 sebesar 26,40 Mpa, dan kuat tekan rata-rata slump 18 sebesar 25,20 Mpa. Slump 14, 16 dan 18 tidak memenuhi syarat kuat tekan yang direncanakan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai kuat tekan beton dapat dipengaruhi oleh variasi slump dengan penambahan jumlah air. Semakin tinggi nilai slump maka kuat tekan beton semakin turun demikian pula sebaliknya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Pengadukan terhadap Nilai Slump dan Kandungan Udara Serta Kuat Tekan Beton

Pengaruh Waktu Pengadukan terhadap Nilai Slump dan Kandungan Udara Serta Kuat Tekan Beton

Peralatan yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: mesin pengaduk, set saringan, oven, timbangan, kuas, mesin los angeles, talam, sendok semen, air meter, plat besi, kerucut abrahm, tongkat pemadat, mould, timbangan berat jenis, piknometer, gelas ukur, penggaris, botol plastic, larutan naoh 3%, gerobak, ember, cetakan kubus, alat uji tekan.

7 Baca lebih lajut

Densitas, Nilai Slump, dan Kuat Tekan Beton OPC dan OPC POFA dengan Campuran Air Gambut Terpapar di Lingkungan Gambut

Densitas, Nilai Slump, dan Kuat Tekan Beton OPC dan OPC POFA dengan Campuran Air Gambut Terpapar di Lingkungan Gambut

Gambar 5. Benda Uji Kuat tekan Perawatan benda uji dilaksanakan dengan tujuan agar proses hidrasi semen berjalan secara sempurna. Proses curing benda uji pada lingkungan gambut bersifat cast in situ atau tidak perlu menunggu benda uji matang terlebih dahulu selama 28 hari tetapi setalah sampel cetakan dibuka, sampel langsung direndam di lingkungan gambut daerah Rimbo Panjang, Kab. Kampar. Proses curing benda uji pada air biasa digunakan sebagai kontrol dan dilaksanakan di Laboratorium Struktur Fakultas Teknik Universitas Riau. Hasil kuat tekan umur 28 hari dapat dilihat pada Tabel 8.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH VARIASI KONNSENTRASI BAHAN TAMBAH LIMBAH TETES TEBU TERHADAP KUAT TEKAN BETON  Pengaruh Variasi Konsentrasi Bahan Tambah Limbah Tetes Tebu Terhadap Kuat Tekan Beton.

PENGARUH VARIASI KONNSENTRASI BAHAN TAMBAH LIMBAH TETES TEBU TERHADAP KUAT TEKAN BETON Pengaruh Variasi Konsentrasi Bahan Tambah Limbah Tetes Tebu Terhadap Kuat Tekan Beton.

Concrete is an artificial rock composed of hardening of a particular mixture of water, cement and aggregates. Concrete material which is not foreign in the field of civil engineering, for almost every building using concrete as the main structure and a good complement to the bridges, waterworks, and buildings. Because concrete is a composite material, the quality of the concrete depends on the respective constituent materials (Tjokrodimuljo, K, 1996). Materials added molasses is used as a material for environmentally friendly concrete technology will be examined in this study. This study aimed to determine the effect of molasses original with variation 0.00%, 0.15%, 0.20%, 0.25%, 0.30%, 0.35% and molasses whose concentration changed cane Molasses: water (1: 0.5) with a percentage of 0.40%, 0.45%, 0.50%, 0.55%, 0.60% of the use of cement and cement water factor determined the same in all variations, amounting 0.4. Sample used cylindrical (d = 15cm; h = 30cm), the quality of concrete was planned 20 MPa. Number of samples 66, each comprising six sample variation. In testing the slump increased the value of the slump is directly proportional to the increased variety of molasses thus improving workability. Compressive strength test results showed an increase in the maximum compressive strength at ages of 7 and 28 days with a rate of 0.20% by weight of cement molasses is 22.07 MPa and 28.11 MPa, and a compressive strength lowest in molasses with a rate variations 0 , 60% ie 16.13 MPa and 21.50 MPa. Increased strength of concrete age of 7 days to 28 days on the test results is higher than the strength of concrete reinforcement theoretically based PBI 1971.NI-2, this happens because the cement used is a cement-type PCC (Portland Composite Cemen) so that the binding cement initial increase, but as a percentage of the addition of molasses to each mixing concrete, compressive strength of the concrete without the added material molasses decreased. Molasses can be classified on the added material retarder, as a percentage of the addition of molasses to the normal thresholds can serve to slow the hardening of concrete, inhibiting the rise in temperature, as well as making cement have more time to process hydratious so that concrete is more dense. and when the percentage of addition of molasses levels exceed normal limits will result in excessive deceleration even lead to hardened concrete can not thus lowering the strength of the concrete.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Kata-kata Kunci: Temperatur, kuat tekan, beton. Abstract - Analisis Pengaruh Temperatur terhadap Kuat Tekan Beton

Kata-kata Kunci: Temperatur, kuat tekan, beton. Abstract - Analisis Pengaruh Temperatur terhadap Kuat Tekan Beton

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Uji Bahan Jurusan Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar dan Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Politeknik Negeri Makassar. Benda uji yang digunakan adalah kubus beton dengan ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm. Jumlah total kubus adalah 100 buah, masing-masing 10 buah untuk kubus normal (tidak dibakar) dan untuk yang dibakar dalam oven pada temperatur 200 o C - 600 o C dengan inteval kenaikan 50 o C. Campuran adukan beton yang digunakan adalah campuran dengan perbandingan 1 semen portland : 2 pasir : 3 batu pecah dengan nilai slump 8 cm - 10 cm. Pasir dan kerikil dicuci terlebih dahulu. Seluruh benda uji diuji tekan sehingga diperoleh pasangan data yaitu temperatur dan kuat tekan beton.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Temperatur terhadap Kuat Tekan Beton

Analisis Pengaruh Temperatur terhadap Kuat Tekan Beton

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Uji Bahan Jurusan Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar dan Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Politeknik Negeri Makassar. Benda uji yang digunakan adalah kubus beton dengan ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm. Jumlah total kubus adalah 100 buah, masing-masing 10 buah untuk kubus normal (tidak dibakar) dan untuk yang dibakar dalam oven pada temperatur 200 o C - 600 o C dengan inteval kenaikan 50 o C. Campuran adukan beton yang digunakan adalah campuran dengan perbandingan 1 semen portland : 2 pasir : 3 batu pecah dengan nilai slump 8 cm - 10 cm. Pasir dan kerikil dicuci terlebih dahulu. Seluruh benda uji diuji tekan sehingga diperoleh pasangan data yaitu temperatur dan kuat tekan beton.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Bioconc Expired Dalam Kuat Tekan Beton

Pengaruh Bioconc Expired Dalam Kuat Tekan Beton

Berdasarkan permasalah tersebut, maka penelitian ini mempunyai tujuan untuk merancang campuran beton mutu tinggi dengan bahan tambah Bioconc kemudian diperoleh hasil kuat tekan, nilai slump, kadar masing-masing bahan (air, semen, agregat dan Bioconc) dalam campuran. Dengan penambahan zat additive tersebut ditargetkan kuat tekan yang dicapai. Atas dasar hal inilah maka kami mengambil judul “Pengaruh penambahan Bioconc expired terhadap kuat tekan beton”. Pemakaian Bioconc expired adalah produk bioconc sebagai sample yang usianya melebihi waktu pakai yakni 12 bulan lebih dari usianya sample produk bioconc tersebut.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Paku Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Tarik Belah Pada Beton

Pengaruh Penambahan Paku Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Tarik Belah Pada Beton

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di Laboratorium Bahan bangunan dengan melakukan percobaan terhadap bahan baku agregat kasar, agregat halus, air, semen. Dengan proses sebagai berikut : a) Air dari Laboratorium Bahan Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta. b)Agregat halus (pasir), uji yang dilakukan: (1)Pemeriksaan kadar lumpur pasir. (2)Pemeriksaan specific grafity dan absorbtion pasir. (3)Pemeriksaan gradasi pasir. (4)Pemeriksaan SSD. (5)Pemeriksaan zat organik pasir. c)Agregat kasar (batu pecah). (1)Pemeriksaan Specific grafity dan absorbtion batu pecah. (2)Pemeriksaan berat volume batu pecah. (3)Pemeriksaan gradasi batu pecah. (4)Pemeriksaan keausan batu pecah. d)Semen yang digunakan yaitu semen Portland, jenis I merk Holcim. e)Campuran adukan beton direncanakan dengan menggunakan metode SNI 03-2834-2000. f)Adukan beton direncanakan dengan faktor air semen (fas) : 0,50. g)Benda uji kuat tekan dan uji kuat tarik belah berupa silinder dengan tinggi 30 cm dan diameter 15 cm. h)Umur pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah benda uji silinder beton dilaksanakan pada umur 28 hari. i)Nilai Slump yang digunakan berkisar antara 70 mm – 150 mm. j)Tiap variasi serat dibuat 3 benda uji. k)Jumlah sampel 24 buah silinder beton 15 x 30 cm dengan kelompok variasi serat dan pengujiannya sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Pyrophyllite Terhadap Kuat Tekan Beton

Pengaruh Penambahan Pyrophyllite Terhadap Kuat Tekan Beton

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk melakukan pengujian kuat tekan beton untuk penambahan 0%, 7%, 12%, 17%, dan 25% pyrophyllite,mengamati beton pada umur 7,14 dan 28 hari serta menganalisa perbandingan nilai ekonomis pada beton normal dengan bahan tambah pyrophyllite.Pengujian yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan cara studi pustaka dan eksperimental. Eksperimental ini dilakukan dengan cara pengamatan terhadap hasil pengujian sejauh mana mutu beton dengan meggunakan tambahan pyrophyllite sebagai campuran beton.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH AIR SODA TERHADAP KUAT TEKAN BETON

PENGARUH AIR SODA TERHADAP KUAT TEKAN BETON

Semen portland menurut ASTM C-150, 1985 ialah semen hidrolik yang dihasilkan dengan menggiling klinker yang terdiri dari kalsium silikat hidrolik, yang umumnya mengandung satu atau lebih bentuk kalsium sulfat sebagai bahan tambahan yang digiling bersama – sama dengan bahan utamanya. Semen portland yang digunakan di Indonesia harus meenuhi syarat SII,0013-81 atau standar uji bahan bangunan indonesaia 1986, dan harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam standar tersebut (PB.1989:3.2-8). Ada dua jenis semen, yaitu semen hidarulis dan semen non hidraulis.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Perawatan Beton Terhadap Peningkatan Kuat Tekan Beton

Pengaruh Perawatan Beton Terhadap Peningkatan Kuat Tekan Beton

Beton merupakan campuran material-material pembentuk beton, yaitu: agregat halus, agregat kasar, semen, dan air dengan perbandingan tertentu dengan atau tanpa bahan tambahan. Beton sebagai salah satu bagian konstruksi yang penting, di mana pemakaian dan kegunaannya yang begitu luas dan umum. Beton banyak dipergunakan sehubungan dengan sifat-sifatnya yang baik dan dibentuk dari material- material lokal yang didapat. Beton merupakan bahan yang sangat bervariasi, kualitasnya dapat diperoleh dengan berbagai komposisi campuran dan tata cara pembuatannya. Kualitas beton juga sangat ditentukan dari tata cara perawatannya. Bervariasinya bahan dasar pembentuk beton menyebabkan beton mempunyai beberapa sifat, di antaranya adalah sifat awet/daya tahan beton. Perawatan beton merupakan prosedur yang digunakan untuk membantu mempercepat proses hidrasi beton, menjaga kestabilan temperatur dan perubahan kelembaban di dalam maupun di luar beton itu sendiri, perawatan beton menjaga beton dalam kondisi kekedapan yang maksimum sampai ruang air pada pasta. Pada kondisi pengecoran beton langsung di lapangan, proses perawatan beton yang aktif selalu berhenti jauh sebelum kemungkinan hidrasi maksimum selesai. Hidrasi akan sangat berkurang ketika kadar kelembaban dalam pori-pori kapiler turun dibawah80% Hidrasi dengan kadar maksimum hanya dapat terjadi pada keadaan lembab. Untuk berkelanjutannya proses hidrasi diperlukan kelembaban dalam beton minimal 80%.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

PENGARUH PLASTICIZER PADA KUAT TEKAN BETON GEOPOLIMER MENGGUNAKAN SOLID MATERIAL ABU  PENGARUH PLASTICIZER PADA KUAT TEKAN BETON GEOPOLIMER MENGGUNAKAN SOLID MATERIAL ABU TERBANG DAN ABU SEKAM PADI DENGAN ALKALINE ACTIVATOR SODIUM SILIKAT DAN SODIUM HIDRO

PENGARUH PLASTICIZER PADA KUAT TEKAN BETON GEOPOLIMER MENGGUNAKAN SOLID MATERIAL ABU PENGARUH PLASTICIZER PADA KUAT TEKAN BETON GEOPOLIMER MENGGUNAKAN SOLID MATERIAL ABU TERBANG DAN ABU SEKAM PADI DENGAN ALKALINE ACTIVATOR SODIUM SILIKAT DAN SODIUM HIDRO

Beton Geopolimer merupakan beton geosintetik yang reaksi pengikatannya terjadi melalui reaksi polimerisasi dan bukan melalui reaksi hidrasi seperti pada beton konvensional. Jenis beton ini dibuat tanpa menggunakan SP sebagai bahan pengikat. Sebagai pengganti SP dapat digunakan cairan alkaline activator seperti Sodium Silikat, Potassium Silikat, dan NaOH/KOH yang dicampur dengan solid material seperti Abu Terbang ( Fly Ash), Metakaolin, Slag, dan Abu Sekam Padi ( Rice Husk Ash ) dengan perbandingan tertentu

14 Baca lebih lajut

PENGARUH NILAI SLUMP TERHADAP KUAT TEKAN

PENGARUH NILAI SLUMP TERHADAP KUAT TEKAN

Sifat ini merupakan ukuran dari tingkat kemudahan campuran untuk diaduk, diangkut, dituang dan dipadatkan tanpa menimbulkan pe- misahan bahan susunan pembentuk beton. Taiji saji (1984) menguraikan bahwa sifat worka- bilitas beton segar ditandai dengan enam karak- ter yaitu : konsistensi, plasticity (plastisitas), placeability (kemudahan dituang), flowability (keenceran), finishability (kemudahan dirapi- kan), dan pumpability (kemudahan dipompa). Sedang Newman dalam Murdock (1999) menu- liskan bahwa sekurang-kurangnya tiga sifat yang terpisah dalam mendefinisikan sifat ini, yaitu:
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN SUPER PLASTICIZER TERHADAP KUAT TEKAN ‎DAN POROSITAS BETON GEOPOLIMER DENGAN NaOH 12M

PENGARUH PENAMBAHAN SUPER PLASTICIZER TERHADAP KUAT TEKAN ‎DAN POROSITAS BETON GEOPOLIMER DENGAN NaOH 12M

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat diantaranya adalah dapat diketahui pengaruh dari penggunaan superplasticizer dan binder (abu terbang + activator) dalam pembuatan beton geopolimer, didapatkan data komposisi antara abu terbang, aktivator dan superplasticizer untuk menghasilkan kuat tekan optimum sesuai dengan kuat tekan yang diinginkan, dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu Teknik Sipil khususnya dibidang ilmu bahan bangunan, dapat memberikan alternatif bagi dunia konstruksi khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam penggunaan bahan bangunan dan dapat mengurangi penggunaan semen sekaligus menekan produksi CO2 oleh semen
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Kehalusan Pasir terhadap Kuat Tekan Beton

Pengaruh Kehalusan Pasir terhadap Kuat Tekan Beton

Dalam menghadapi era globalisasi du- nia, Indonesia yang dikenal sebagai sa- lah satu negara berkembang dituntut untuk lebih kreatif serta memiliki kete- rampilan yang mencukupi dalam peneli- tian dan pengembangan bidang kon- struksi, terutama pada teknologi pem- buatan beton (Subakti, 1995).

8 Baca lebih lajut

Kuat Tekan Dan Porositas Beton Porous Dengan Bahan Pengisi Styrofoam

Kuat Tekan Dan Porositas Beton Porous Dengan Bahan Pengisi Styrofoam

masih dapat dilalui air sehingga dapat digunakan sebagai bahan pengisi beton porous. Agregat kasar yang digunakan pada penelitian ini berupa batu pecah (split) dengan berat 1466 kg/m 3 . Rasio agregat kasar dengan semen yang digunakan adalah: 3,5; 4,0; 4,5; dan 5,0, dan dengan faktor air semen (fas) 0,25 dan 0,30. Bahan tambah yang digunakan adalah SikaCim Concrete Additive sebesar 7,5 ml/kg semen. Bahan pengisi styrofoam yang digunakan sebanyak 3,4 kg/m 3 beton. Benda uji berupa silinder beton dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Jumlah benda uji untuk setiap variasi campuran sebanyak 3 buah dan total benda uji sebanyak 24 buah. Perawatan dilakukan dengan merendam benda uji dalam bak yang berisi air. Pengujian kuat tekan beton dan porositas dilakukan setelah beton berumur 28 hari. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kuat tekan beton porous dengan bahan pengisi styrofoam mengalami penurunan seiring dengan meningkatnya rasio agregat/semen. Kuat tekan beton porous dengan faktor air semen (fas) 0,25 lebih rendah dari fas 0,30. Porositas beton porous mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya rasio agregat/semen. Porositas beton porous dengan faktor air semen (fas) 0,25 lebih tinggi dari fas 0,30. Berat volume beton porous mengalami penurunan seiring dengan meningkatnya rasio agregat/semen.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects