Top PDF Pengaruh Model Pembelajaran dan Kemampuan Berpikir Kreatif Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa SMP

Pengaruh Model Pembelajaran dan Kemampuan Berpikir Kreatif Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa SMP

Pengaruh Model Pembelajaran dan Kemampuan Berpikir Kreatif Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa SMP

Selain model pembelajaran, salah satu faktor internal siswa yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah kemampuan berpikir kreatif. Tingkat berpikir manusia bermacam-macam, salah satunya adalah berpikir kreatif. Definisi sederhana berpikir kreatif adalah upaya otak kita menghubungkan benda-benda atau gagasan- gagasan yang sebelumnya tidak berhubungan. NACCCE (The National Advisory Committee on Creative and Cultural Education) menginformasikan bahwa empat karakter yang mengikuti kreatifitas (Scoffham, 2013:2), yaitu: selalu berpikir dan berimajinasi, melakukan aktifitas yang fokus pada tujuan, menjalani proses yang menghasilkan sesuatu yang orisinil, dan menghasilkan sesuatu yang bernilai sesuai dengan tujuannya. Kreatifitas menurut Torrence (Semiawan, 2010:63) meliputi semua usaha produktif yang unik dari individu, berupa proses penginderaan atau pengidentifikasian adanya kesenjangan atau gangguan karena hilangnya hal-hal tertentu, sehingga mendorong dirinya membentuk suatu hipotesa baru dan mengkomunikasikannya, baik berupa hal baru maupun hal lama yang sudah dimodifikasi. Karakteristik pemikiran kreatif menurut Guilford (Alimuddin 2009:355) berkaitan erat dengan empat ciri yang menjadi sifat kemampuan berpikir, yaitu: (1) kelancaran (fluency) dalam berpikir, (2) keluwesan (flexibility), (3) keaslian Ide (Orisinalitas), (4) elaborasi (Penguraian).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Posing Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Dan Hasil Belajar

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Posing Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Dan Hasil Belajar

Abstrak: Pengaruh Model Pembelajaran Problem Posing Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Dan Hasil Belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi siswa pada model pembelajaran problem posing terhadap kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa. Ada empat aspek kemampuan berpikir kreatif siswa dalam penelitian ini yaitu : fluency, flexibility, originality dan elaboration. Sedangkan untuk hasil belajar pada penelitian ini hanya diteliti pada ranah kognitif. Metode penelitian yang digunakan penelitian ini adalah One Group Pretest-Posttest Design yang dilakukan di semester ganjil pada tahun ajaran 2011/2012 di SMAN 1 Way Jepara, Lampung Timur. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII IPA sedangkan sampel yaitu kelas XII IPA 1 . Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa interaksi siswa pada model pembelajaran problem posing dapat berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif sebesar 24,4% dan hasil belajar siswa sebesar 19,4%.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif

Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif pelajaran matematika materi bangun ruang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian Quasi Experimental Design dalam bentuk Non-equivalent Control Group Design. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Teknik analisis data menggunakan uji t- test dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif pelajaran matematika materi bangun ruang. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan uji hipotesis t hitung 7,279 > 1,66901 dan uji N – Gain menghasilkan nilai N – Gain sebesar 0,708. Hasilnya menunjukkaan adanya pengaruh yang signifikan dari penggunaan model pembelajaran treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif dan termasuk dalam kategori tinggi. Kata Kunci: Model pembelajaran Treffinger, Kemampuan Berpikir Kreatif
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERHADAP SIKAP ILMIAH, KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMAN 1 TELUKKUANTAN RIAU.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERHADAP SIKAP ILMIAH, KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMAN 1 TELUKKUANTAN RIAU.

pembelajaran konvensional. Tiga instrumen tes digunakan dalam penelitian ini: (1) tes hasil belajar; (2) lembaran observasi sikap ilmiah; dan (3) daftar isian kemampuan berpikir kreatif. Uji persyaratan menunjukkan bahwa data terdistribusi normal dan homogen. Teknik analisis menggunakan teknik analisis kovariat (ANAKOVA) dan analisis varians satu jalur (One Way Anova) pada taraf signifikansi α = 0,05 dengan bantuan program SPSS 19.0 diujikan dalam penelitian ini. Hasil penelitian diperoleh bahwa: (1) Terdapat pengaruh model pembelajaran terhadap hasil belajar biologi siswa SMAN 1 Telukkuantan, Riau, hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model project based learning berbeda secara signifikan dengan kelas yang dibelajarkan dengan model kooperatif tipe NHT (P = 0,049), dan pembelajaran konvensional (P = 0,037); (2) Terdapat pengaruh model pembelajaran terhadap sikap ilmiah siswa SMAN 1 Telukkuantan, Riau, sikap ilmiah yang dibelajarkan dengan model project based learning tidak berbeda signifikan dengan kelas yang dibelajarkan dengan model kooperatif tipe NHT (P = 0,138) tetapi berbeda signifikan dengan kelas konvensional (P = 0,000); dan (3) Terdapat pengaruh model pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa SMAN 1 Telukkuantan, Riau, kemampuan berpikir kreatif yang dibelajarkan dengan model project based learning tidak berbeda signifikan dengan kelas yang dibelajarkan dengan model kooperatif tipe NHT (P = 0,102) tetapi berbeda signifikan dengan kelas konvensional (P = 0,046). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model Project Based Learning lebih baik dari model kooperatif tipe NHT dan konvensional. Model project based learning memungkinkan siswa untuk melakukan aktivitas belajar sainstifik, aktivitas tersebut membantu proses konstruksi pengetahuan bagi siswa. Model kooperatif tipe NHT membuat siswa menjadi lebih mempersiapkan diri dalam pembelajaran, siswa bersungguh- sungguh belajar dalam kelompoknya untuk penguasaan materi pelajaran.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN PEMBUKTIAN MATEMATIS SISWA SMP.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN PEMBUKTIAN MATEMATIS SISWA SMP.

dan penutup (membuat rangkuman pelajaran, membuat renungan tentang hal- hal baik yang sudah dilakukan serta hal-hal kurang baik yang harus dihilangkan). Pada tahap pengulasan kembali, guru dan siswa meninjau ulang materi yang telah dipelajari pada pembelajaran sebelumnya. Kegiatan ini membantu siswa mengingat kembali materi yang telah dipelajari, dan diperkuat dengan pertanyaan-pertanyaan pancingan dari guru ketika siswa belum mengingat sepenuhnya materi pelajaran yang dimaksud. Selanjutnya pada tahap pengembangan, guru menyajikan perluasan materi dari materi yang telah disajikan pada pembelajaran sebelumnya yang juga digali dengan pertanyaan-pertanyaan pancingan dari guru. Tahapan ini dikombinasikan dengan kerja kooperatif pada kelompok kecil dengan teman-teman sekelas. Siswa diminta merespon satu rangkaian soal sambil diawasi oleh guru agar tidak terjadi miskonsepsi. Setelah melakukan kerja secara berkelompok, siswa diminta untuk mengerjakan soal-soal secara mandiri. Hal ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa pada masing-masing individu. Pada tahap akhir, kemampuan siswa dimantapkan dengan memberikan tugas-tugas yang berkaitan dengan materi yang baru saja mereka pelajari. Diharapkan dengan penerapan pembelajaran MMP dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan pembuktian matematis siswa. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mel akukan penelitian dengan judul “ Pengaruh Model Pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif dan Pembuktian Matematis Siswa SMP ” .
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif

Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif pelajaran matematika materi bangun ruang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian Quasi Experimental Design dalam bentuk Non-equivalent Control Group Design. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Teknik analisis data menggunakan uji t- test dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif pelajaran matematika materi bangun ruang. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan uji hipotesis t hitung 7,279 > 1,66901 dan uji N – Gain menghasilkan nilai N – Gain sebesar 0,708. Hasilnya menunjukkaan adanya pengaruh yang signifikan dari penggunaan model pembelajaran treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif dan termasuk dalam kategori tinggi. Kata Kunci: Model pembelajaran Treffinger, Kemampuan Berpikir Kreatif
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa

Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VII di SMP Tarbiyyatus Shibyan Tajinan. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan bentuk pretest posttest control group design. Populasi subjek penelitian ini adalah 40 siswa kelas VII SMP Tarbiyyatus Shibyan Tajinan yang terbagi ke dalam dua kelas. Kelas VII A sebagai kelompok kontrol dan kelas VII B sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah masing-masing kelas adalah 20 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dalam bentuk essai sebanyak 3 soal yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan analisis Uji Independen T-Test untuk pengujian perbedaan skor yang diperoleh siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen setelah pembelajaran (postes). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap kemampuan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VII di SMP Tarbiyyatus Shibyan Tajinan. Hasil uji Independent T Test ditemukan nilai t sebesar 7.247 dengan sig (2- tailed) 0,000. Oleh karena nilai signifkansi (sig.) kurang dari 0,05 (sig. < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa H 0 ditolak dan H 1 diterima,
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA

Munandar (1987) menyatakan bahwa berpikir kreatif (juga disebut berpikir divergen) ialah memberikan macam-macam kemungkinan jawaban berdasarkan informasi yang diberikan dengan penekanan pada keragaman jumlah dan kesesuaian. Selain itu, menurut McGregor (2007), berpikir kreatif adalah berpikir yang mengarah pada pemerolehan wawasan baru, pendekatan baru, perspektif baru, atau cara baru dalam memahami sesuatu. Sementara Martin dalam Mahmudi (2010) mengemukakan kemampuan berpikir kreatif adalah kemampuan untuk menghasilkan ide atau cara baru dalam menghasilkan suatu produk. Lebih lanjut, Harvey dalam Santoso (2007) mengemukakan berpikir kreatif merupakan kemampuan menggali dan mengumpulkan gagasan-gagasan baru yang asing bagi kebanyakan orang atau kemampuan merancang kembali gagasan-gagasan lama dan menempatkannya ke dalam ide-ide yang baru.
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

Pengaruh model pembelajaran experiential learning terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa

Pengaruh model pembelajaran experiential learning terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa

Setelah proses pembelajaran berlangsung sebanyak 8 kali, terjadi perubahan positif pada perilaku siswa. Pada awalnya pembelajaran di kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran experiential learning belum berjalan optimal. Hal ini dikarenakan siswa belum terbiasa belajar secara berkelompok dan dituntut untuk menemukan secara mandiri suatu konsep yang akan dipelajari, selain itu siswa terbiasa belajar dalam suasana pasif dan hanya berpusat pada guru, siswa mendengarkan penjelasan guru kemudian mencatatnya dan mengerjakan latihan soal yang diberikan guru sesuai langkah – langkah yang diajarkan. Siswa belum terbiasa menyampaikan gagasannya ataupun bertanya jika ada yang kurang dipahami, juga belum mampu menyelesaikan masalah dengan langkah-langkah yang detail. Dari hasil pertemuan pertama siswa belum memiliki kemampuan berpikir kreatif yang cukup.
Baca lebih lanjut

218 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Posing Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Posing Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa

Rendahnya kemampuan ber- pikir kreatif terindikasi terjadi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Lumbok Seminung. Hal ini didasar- kan dari hasil wawancara yang dilakukan dengan guru bidang studi matematika kelas VIII di SMP Negeri 1 Lumbok Seminung Kabupaten Lampung Barat Tahun Pelajaran 2017/2018. Berdasarkan hasil wa- wancara dan pengalaman mengikuti pembelajaran di kelas dengan guru bidang studi matematika kelas VIII SMP Negeri 1 Lumbok Seminung menunjukkan bahwa guru masih menerapkan metode pembelajaran konvensional dengan model pembela- jaran satu arah (ceramah). Ini dikare- nakan guru masih berasumsi bahwa pembelajaran matematika akan sulit dipahami oleh siswa jika bukan guru yang sebagai teacher center. Selain itu, siswa tidak dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran dan cen- derung hanya menerima pembela- jaran yang diberikan guru, sehingga kemampuan berpikir kreatif siswa sulit berkembang. Fakta tersebut me- nunjukkan bahwa kemampuan berpi- kir kreatif matematis siswa masih
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa

Berpikir pada dasarnya dapat menghindari manusia dari kepunahan. Berpikir dapat menghasilkan berbagai macam pemikiran. Heriman (Hikmah, 2016: 482) mengatakan bahwa “berpikir kreatif adalah suatu pemikiran yang berusaha menciptakan gagasan yang baru”. Sependapat dengan pendapat diatas Anika (Sari, 2016: 5), mengatakan “berpikir kreatif sebagai suatu proses yang digunakan ketika sesorang mendatangkan atau memunculkan ide baru. Ide-ide baru tersebut merupakan gabungan ide-ide sebelumnya yang belum pernah diwujudkan”. Berpikir kreatif adalah aktivitas mental yang terkait dengan kepekaan terhadap suatu masalah, mempertimbangkan informasi baru dan ide-ide yang tidak biasanya dengan menggunakan strategi atau metode yang bervariasi. Fardah (Prasetyo dan Huri Suhendri, 2016: 451) menambahkan bahwa “berpikir kreatif menekankan pada aspek kelancaran (Fluency), keluwesan (Flexibility), keaslian (originality), dan keterincian (elaboration)”. Sejalan dengan pendapat diatas Munandar (Husamah dan Setyaningrum, 2013: 175) mengatakan bahwa “ciri-ciri kreatif yang dapat ditunjukan dari diri seseorang meliputi kelancaran, kelenturan, atau keluwesan (fleksibelitas), dan orisinilitas dalam berpikir dan ciri-ciri ini dioperasionalkan dalam tes berpikir divergen”.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa

Beberapa ahli psikologi percaya bahwa kreativitas atau berpikir kreatif harus terbatas pada penemuan atau penciptaan suatu ide atau konsep baru yang sebelumnya tidak pernah diketahui oleh manusia. Para ahli lainnya mendefinisikan kraetivitas secara inklusif, yaitu meliputi semua usaha produktif yang unik dari individu. Pandangan ini lebih bermaksud bagi guru/dosen yang berusaha untuk mengembangkan kemampuan kreatif siswa/mahasiswa dan membantu mereka dalam menggali dan mengembangkan potensinya semaksimal mungkin. Dengan kata lain bahwa kreativitas atau berpikir kreatif dapat diartikan sebagai pola berpikir atau ide yang timbul secara sepontan dan imaginatif, yang mencirikan hasil-hasil artistik, penemuan-penemuan ilmiah, dan penciptaan-penciptaan secara mekanik. 30
Baca lebih lanjut

215 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemampuan Berpikir Kreatif

Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemampuan Berpikir Kreatif

Barbara (2001) menyatakan: diterapkannya Pembelajaran Berdasarkan Masalah, dapat melatih mahasiswa berpikir kritis, menganalisis dan memecahkan masalah komplek, dapat bekerja secara kooperatif di dalam tim kecil, meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan efektif baik verbal maupun tertulis. Dalam tahapan pembelajaran yang diawali dengan orientasi mahasiswa pada masalah aktual dan autentik, lalu dilanjutkan dengan mengorganisasi mahasiswa dalam belajar, membimbing penyelidikan di dalam kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan diakhiri dengan menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, mahasiswa secara individual dan juga dalam kelompok akan menganalisis masalah, mengidentifikasi dari inti permasalahan, mengidentifikasi apa yang harus diketahui dan apa yang harus mereka pelajari agar bisa memecahkan masalah, dan berkolaborasi untuk mengitegrasikan seluruh materi untuk menghasilkan suatu simpulan dan pemecahan masalah.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING TIPE TANDUR TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING TIPE TANDUR TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA

Menurut Sagala (Suandhi, 2009) dalam Ketut Perdata dan Handayani (2014) model diartikan sebagai suatu kerangka konseptual yang diguakan sebagai suatu kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan. Kata Quantum dalam Quantum Teaching berasal dari rumus fisika yang berarti intraksi yang mengubah energi menjadi cahaya, interaksi-interaksi ini mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi mereka sendiri dan orang lain.

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Dan Hasil Belajar Seni Rupa

Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Dan Hasil Belajar Seni Rupa

dan prinsip-prinsip utama dari suatu disiplin, melibatkan siswa dalam kegiatan pemecahan masalah dan tugas-tugas bermakna lainya, memberi peluang siswa bekerja secara otonom mengkonstruk belajar mereka sendiri, dan puncaknya menghasilkan produk karya siswa (Kamdi, 2008). Hal ini akan melibatkan seluruh indra, saraf, dan fisik siswa. Otak kanan dan otak kiri akan berkembang dengan tantangan- tantangan dari pembelajaran ini. Model pembelajaran berbasis proyek memiliki lima langkah, yaitu: (1) menetapkan tema proyek, (2) konteks belajar, (3) merencanakan aktivitas, (4) memroses aktivitas, dan (5) penerapan aktivitas untuk menerapkan proyek (Santyasa, 2006).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN BERPIKIR KREATIF SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMP NEGERI 30 MEDAN.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN BERPIKIR KREATIF SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMP NEGERI 30 MEDAN.

Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen. Total populasi dalam penelitian ini berjumlah 263 orang yang diambil dari 7 kelas parallel kelas VIII SMP Negeri 30 Medan. Sedangkan sampel berjumlah 80 orang siswa. Sebelum perlakuan diberikan terlebih dahulu sampel penelitian diberikan tes kemampuan berpikir kreatif untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif yang dimiliki siswa. Sebelum tes digunakan untuk menjaring data penelitian guna menguji hipotesis penelitian maka terlebih dahulu tes diujicobakan untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas tes hasil belajar Fisika. Statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif untuk menyajikan data dan statistik inferensial untuk menguji hipotesis penelitian. Hipotesis penelitian diuji dengan menggunakan Anava 2 jalur. Sebelum Anava 2 jalur digunakan, telebih dahulu dilakukan uji persyaratan analisis data yaitu uji normalitas dengan uji Lilliefors dan uji homogenitas varians dengan uji Bartlet dan uji Fisher.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER

KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER

Jurnal Numeracy Vol. 7, No. 1, April 202| 126 sesuai dengan masalah tersebut yaitu model pembelajaran Treffinger. Menurut Ngalimun (2012:46) model pembelajaran Treffinger dalam peranannya mendorong belajar kreatif yang dapat mengembangkan kreativitas siswa, yang melibatkan kemampuan afektif dan kognitif yang digambarkan melalui tiga tingkatan berpikir, yaitu: (1) pada tingkat I (Basic Tool), (2) pada tingkat II (Practice With process), (3) pada tingkat III (Real Problem). Sesudah diterapkan model pembelajaran Treffinger diharapkan dapat melatih kemampuan berpikir kreatif dan kemandirian belajar siswa dalam menyelesaikan masalah. Sehingga peneliti berniat untuk mengetahui perkembangan kemampuan berpikir kreatif dan kemandirian belajar melalui penerapan model pembelajaran Treffinger. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa model pembelajaran Treffinger memiliki pengaruh terhadap siswa untuk mengembangkan kreativitas siswa yang dilaksanakan oleh Mulyani, Leny, & Suharto (2017) yang meneliti tentang pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar hidrolisis garam siswa kelas XI IPA SMAN 5 Banjarmasin.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR DIVERGEN SISWA KELAS V SD

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR DIVERGEN SISWA KELAS V SD

Berkenaan dengan hasil penelitian yang diperoleh maka beberapa saran yang dapat diajukan adalah sebagai berikut (a) Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar IPA kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis lingkungan lebih baik daripada hasil belajar IPA kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Untuk itu, model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis lingkungan perlu dikenalkan dan dikembangkan lebih lanjut kepada para guru, siswa dan praktisi pendidikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran. (b) Penelitian lanjutan yang berkaitan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis lingkungan perlu dilakukan dengan materi-materi IPA yang lain dengan melibatkan sampel yang lebih luas dan aspek penelitian yang lebih luas misalnya kemampuan berpikir kreatif dan kritis, sikap ilmiah, keterampilan proses. DAFTAR RUJUKAN
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Minat Belajar terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa

Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Minat Belajar terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa

Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimen, yaitu dengan mengadakan serangkaian perlakuan secara langsung terhadap sampel. Hal tersebut didasarkan pada konsep $ULNXQWR ´WXMXDQ SHQHOLWLDQ HNVSHULPHQ menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab akibat dengan cara menggunakan satu atau lebih kelompok eksperimen satu atau lebih kondisi perlakuan dan membandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok NRQWURO \DQJ WLGDN GLNHQDL NRQGLVL SHUODNXDQ´ Selanjutnya untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh hasil eksperimen berupa perlakuan strategi pembelajaran yaitu strategi pembelajaran inkuiri dan srategi pembelajaran ekspositori, maka peneliti mengadakan tes atau evaluasi terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada masing-masing kelas sampel setelah eksperimen dilakukan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Minat Belajar Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa

Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Minat Belajar Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa

Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimen, yaitu dengan mengadakan serangkaian perlakuan secara langsung terhadap sampel. Hal tersebut didasarkan pada konsep Arikunto (2002:272) ”tujuan penelitian eksperimen menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab akibat dengan cara menggunakan satu atau lebih kelompok eksperimen satu atau lebih kondisi perlakuan dan membandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai kondisi perlakuan”. Selanjutnya untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh hasil eksperimen berupa perlakuan strategi pembelajaran yaitu strategi pembelajaran inkuiri dan srategi pembelajaran ekspositori, maka peneliti mengadakan tes atau evaluasi terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada masing-masing kelas sampel setelah eksperimen dilakukan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects