Top PDF Pengaruh Pemadatan Beton Segar Terhadap Kuat Tekan Beton

Pengaruh Pemadatan Beton Segar Terhadap Kuat Tekan Beton

Pengaruh Pemadatan Beton Segar Terhadap Kuat Tekan Beton

Sampel yang digunakan berbentuk kubus 15cmx15 cmx15 cm, mutu beton yang direncanakan 40 MPa pada umur 28 hari. Dari penelitian diperoleh kuat tekan beton yang tertinggi terdapat pada campuran beton pergantian semen dengan abu terbang 10% yaitu sebesar 41,57 MPa dan kuat tekan beton terendah dengan abu terbang 40% yaitu sebesar 33,91 MPa. Faktor air semen yang rendah dapat dilaksanakan dengan tambahan aditif mineral seperti mikrosilika atau abu terbang dengan tambahan superplasicizer. Penelitian lebih dulu menguji kualitas agregat dan menentukan faktor air semen yang tetap. Hasil yang didapat adalah dengan tambahan 7,5% mikrosilika dan 10% abu terbang mencapai maksimum pada kuat tekan (Pinondang Simanjuntak,2008).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Subtitusi Agregat Buatan (Beton DaurUlang) Terhadap Kuat Tekan Beton Normal

Pengaruh Subtitusi Agregat Buatan (Beton DaurUlang) Terhadap Kuat Tekan Beton Normal

Hasil pengujian benda uji silinder menunjukkan pola retak yang dominan terjadi adalah geser (shear) dan sejajar sumbu tegak (columnar). Dalam hal ini geser (shear) mengindikasikan bahwa permukaan benda uji kurang datar dan kepadatannya juga kurang. Sehingga benda uji mengalami keretakan bukan murni akibat tekan, namun ada juga karena geser. Kegagalan karena geser ini terjadi ketika pengujian, silinder beton tidak benar-benar tertahan pada sisi atas dan sisi bawahnya, namun terdapat sisi yang dapat bergeser. Hal inilah yang dapat mengurangi nilai kuat tekan beton sebenarnya. Permukaan benda uji silinder beton yang tidak rata terjadi karena adanya penyusutan yang terjadi pada beton saat proses pengikatan, sehingga permukaannya menurun dari keadaan semula yang terjadi pada penggunaan agregat daur ulang 0% sebesar 30,007 MPa, 25% sebesar 23,213 MPa, 50% sebesar 26,799 MPa dimana persentase 25% dan 50% menggunakan penambahan abu kerak boiler 15% dari berat semen. Sedangkan columnar (sejajar sumbu tegak), Hal ini disebabkan karena beton cenderung memiliki kuat tekan yang rendah dan kehancuran lebih dahulu terjadi pada bagian mortar yang terjadi pada penggunaan agregat daur ulang 75% sebesar 16,419 MPa, 100% sebesar 20,382 MPa dimana disetiap persentase mengunakan abu kerak boiler 15% dari berat semen.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KAJIAN KUAT LENTUR DAN KUAT TEKAN BETON  DALAM KONDISI COLD JOINT PADA BETON   Kajian Kuat Lentur dan Kuat Tekan Beton Dalam Kondisi Cold Joint Pada Beton Dengan Bahan Tambah Fly Ash.

KAJIAN KUAT LENTUR DAN KUAT TEKAN BETON DALAM KONDISI COLD JOINT PADA BETON Kajian Kuat Lentur dan Kuat Tekan Beton Dalam Kondisi Cold Joint Pada Beton Dengan Bahan Tambah Fly Ash.

Pada pekerjaan bangunan berbahan beton dengan pengerjaan yang lama tentu terdapat sambungan pengecoran beton yang bisa di akibatkan oleh terjadinya blocking pada pipa concrete pump , kerusakan jalur mixer yang dapat memperlambat proses pengecoran, jarak batching plan dengan lokasi yang terlalu jauh, dan juga karena kapasitas Batching Plan yang tidak dapat memenuhi permintaan pengecoran. Sehingga terbentuk lapisan beton yang non homogen akibat pengecoran dengan rentang waktu yang lama antara lapisan awal dengan lapisan beton berikutnya. Pada saat pembukaan bekisting akan terlihat alur pada beton tersebut yang disebut dengan kondisi cold joint . Fly ash mempunyai kadar bahan semen yang tinggi dan mempunyai sifat pozzolanik sehingga diharapkan mampu meningkatkan kekuatan beton dalam kondisi cold joint. Berdasar hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat lentur dan kuat tekan beton dalam kondisi cold joint dengan bahan tambah fly ash serta mengetahui pengaruh waktu pengecoran antara cor yang lama dengan cor yang baru. Persentase fly ash yang digunakan sebesar 30% terhadap semen. Pembuatan sampel dengan beberapa perbedaan waktu ikat ( Setting Time ) untuk cold joint adalah 0 menit, 45 menit, 75 menit, 120 menit, dan 180 menit. Tinjauan analisis penelitian ini adalah kuat tekan dengan benda uji silinder beton berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm, sedangkan untuk kuat lentur menggunakan benda uji balok beton dengan ukuran lebar 15 cm, tebal 15 cm, dan panjang 53 cm. Metode perencanaan campuran beton menggunakan metode American Concrete Institute . Setelah dilakukan pengujian dan penelitian, maka didapat hasil bahwa hasil pengujian kuat tekan beton maksimum tercapai pada kondisi beton normal sebesar 25,616 MPa. Penambahan fly ash sebesar 30% tidak menambah kuat tekan
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

KAJIAN KUAT LENTUR DAN KUAT TEKAN BETON  DALAM KONDISI COLD JOINT PADA BETON   Kajian Kuat Lentur dan Kuat Tekan Beton Dalam Kondisi Cold Joint Pada Beton Dengan Bahan Tambah Fly Ash.

KAJIAN KUAT LENTUR DAN KUAT TEKAN BETON DALAM KONDISI COLD JOINT PADA BETON Kajian Kuat Lentur dan Kuat Tekan Beton Dalam Kondisi Cold Joint Pada Beton Dengan Bahan Tambah Fly Ash.

Pada pekerjaan bangunan berbahan beton dengan pengerjaan yang lama tentu terdapat sambungan pengecoran beton yang bisa di akibatkan oleh terjadinya blocking pada pipa concrete pump, kerusakan jalur mixer yang dapat memperlambat proses pengecoran, jarak batching plan dengan lokasi yang terlalu jauh, dan juga karena kapasitas Batching Plan yang tidak dapat memenuhi permintaan pengecoran. Jeda waktu mengakibatkan lapisan beton yang non homogen akibat pengecoran dengan rentang waktu yang lama antara lapisan awal dengan lapisan beton berikutnya. Pada saat pembukaan bekisting akan terlihat alur pada beton tersebut yang disebut dengan kondisi cold joint. Fly ash mempunyai kadar bahan semen yang tinggi yang berupa silika dan mempunyai sifat pozzolanik sehingga diharapkan mampu meningkatkan kekuatan beton dalam kondisi cold joint. Berdasar hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat lentur dan kuat tekan beton dalam kondisi cold joint dengan bahan tambah fly ash serta mengetahui pengaruh waktu pengecoran antara cor yang lama dengan cor yang baru. Persentase fly ash yang digunakan sebesar 30% terhadap berat semen. Pembuatan sampel dengan beberapa perbedaan waktu pengecoran untuk cold joint adalah 0 menit, 45 menit, 75 menit, 120 menit, dan 180 menit. Tinjauan analisis penelitian ini adalah kuat tekan dengan benda uji silinder beton berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm, sedangkan untuk kuat lentur menggunakan benda uji balok beton dengan ukuran lebar 15 cm, tebal 15 cm, dan panjang 53 cm. Metode perencanaan campuran beton menggunakan metode American Concrete Institute. Setelah dilakukan pengujian dan penelitian, maka didapat hasil bahwa hasil pengujian kuat tekan beton maksimum tercapai pada kondisi beton normal sebesar 25,616 MPa. Penambahan fly ash sebesar 30% menurunkan
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Pengaruh Penggunaan Tepung Bata Ringan Pada Campuran Beton Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton

Pengaruh Penggunaan Tepung Bata Ringan Pada Campuran Beton Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton

Penambahan tepung dalam penelitian ini diperoleh dari limbah proyek pembangunan yang tidak terpakai karena rusak saat proses pengerjaan berlangsung. Bentuk pecahan bata ringan juga bervariasi tergantung tingkat kerusakan yang terjadi pada saat proses pengerjaan. Seiringan dengan hal ini untuk memanfaatkan kembali limbah bata ringan, maka peneliti melakukan penambahan pecahan bata ringan yang akan dihaluskan menjadi tepung (agregat sangat halus) pada campuran beton saat proses pengadukan sedang berlangsung. Penelitian penggunaan material dengan ukuran partikel sangat halus sebagai bahan penyusun beton seperti abu terbang, silica fume, dan tepung marmer terbukti berhasil dalam meningkatkan sifat mekanik beton normal, beton mutu tinggi dan reactive powder concrete (Kushartomo et al., 2013).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Admixture Terhadap Campuran Beton K 350  Ditinjau Dari Kuat Tekan Beton

Pengaruh Admixture Terhadap Campuran Beton K 350 Ditinjau Dari Kuat Tekan Beton

Air berguna untuk melarutkan semen sehingga akan menghasilkan senyawa hidrat arang yang dapat mengeras. Dalam konstruksi beton, air adalah bahan campuran yang turut menentukan mutu dari suatu beton. Oleh sebab itu pemakaian air dalam campuran beton harus diteliti terlebih dahulu agar jangan mengurangi mutu beton yang dihasilkan. Jumlah air yang dipakai untuk membuat adukan beton dapat ditentukan dengan ukuran isi atau ukuran berat dan harus dilakukan dengan tepat. Menurut PBBI 1971 N.I.–2, pemakaian air untuk beton tersebut sebaiknya memenuhi persyaratan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Efek Retempering Terhadap Kuat Tekan Beton

Efek Retempering Terhadap Kuat Tekan Beton

kelecakan pada beton ada persyaratannya, yaitu nilai slump. Jadi supaya beton segar nilai slumpnya masih dalam batas yang diijinkan, mereka memaksa beton tersebut agar bisa dikerjakan dengan cara menambah sejumlah air. Tindakan ini tentu ada efeknya, yaitu kekuatan pada beton menjadi turun karena faktor air semennya naik Tapi jika penambahan air tersebut diringi penambahan semen sehingga faktor air semennya konstan, kemungkinan kuat tekannya tidak berubah.

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Kehalusan Pasir terhadap Kuat Tekan Beton

Pengaruh Kehalusan Pasir terhadap Kuat Tekan Beton

Kuat tekan yang tinggi dimungkinkan karena ikatan/lekatan antara semen dan agregat yang dapat menyelimuti semua agregat dan juga dipengaruhi adanya aktifitas pozzolan dari fly ash sehingga semakin lama umur beton maka kesem- purnaan proses hidrasi semennya dapat dicapai. Hal ini ditambah juga dengan menggunakan FAS 0,3 karena semakin kecil nilai FAS, maka semakin besar pula kekuatannya.

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Bioconc Expired Dalam Kuat Tekan Beton

Pengaruh Bioconc Expired Dalam Kuat Tekan Beton

Beton merupakan suatu benda padat yang terbentuk dengan cara mencampur agregat kasar, agregat halus, dan bahan tambah (admixture atau additivie) dengan suatu pasta yang terbuat dari semen dan air. Kekuatan konstruksi beton sangat berpengaruh terhadap kualitas semen, jenis material yang digunakan, ikatan/adesi antar material, pemadatan dan perawatannya. Beton juga memiliki banyak kelebihan dibandingkan bahan konstruksi lainnya, antara lain beton dapat dengan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi, tahan temperature tinggi, mampu memikul beban tekan, dan biaya pemeliharaan yang kecil. Terlepas dari itu semua, beton juga memiliki kekurangan tentunya. Kelemahan beton sebagai bahan konstruksi adalah kuat lentur yang rendah dan sifatnya yang getas dan lemah terhadap gaya tarik, karena itu beton membutuhkan solusi lain untuk menahan kuat lentur yang terjadi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISA PENGARUH BEBAN SUHU TERHADAP KUAT TEKAN BETON PADA PELAT BETON BERTULANG

ANALISA PENGARUH BEBAN SUHU TERHADAP KUAT TEKAN BETON PADA PELAT BETON BERTULANG

Kebakaran yang dialami oleh bangunan mengakibatkan struktur menerima beban suhu yang tinggi dan berlebih. Pada bulan oktober lalu, peristiwa kebakaran terjadi pada sebuah gudang penyimpanan bersuhu dingin dan hanya menyisakan struktur pelat beton bertulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban suhu tinggi akibat kebakaran terhadap parameter struktural pelat beton bertulang, sehingga didapatkan teknik atau metode yang tepat untuk merehabilitasi struktur pelat tersebut. Investigasi struktur dilakukan dengan metode pemeriksaan visual dan pengujian kuat tekan untuk mengumpulkan data primer penelitian. Sedangkan, analisa dilakukan dengan menggunakan program SAP2000 yang memodelkan pelat sebagai balok yang memiliki penopang berupa pegas sesuai dengan teori beam on elastic foundation (BoEF). Hasil analisa mengindikasikan beban suhu yang diprediksi berdasarkan penurunan kuat tekan beton adalah sekitar 300 o C - 500 o C. Selain itu, hasil yang didapat melalui pemodelan SAP2000 menunjukkan beban suhu tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap parameter struktural seperti lendutan dan momen, tetapi berbeda halnya dengan kebutuhan tulangan yang membutuhkan lebih banyak tulangan daripada sebelumnya. Berdasarkan hasil analisa dapat disimpulkan bahwa struktur pelat beton bertulang dapat diperbaiki dengan metode pre-packed concrete setebal 2 cm, sehingga dapat digunakan kembali dengan aman.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH UKURAN AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TEKAN BETON

PENGARUH UKURAN AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TEKAN BETON

Penulisan skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Memperoleh gelar Sarjana pada Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Judul yang penulis ajukan adalah “Pengaruh Ukuran Agregat Kasar Terhadap Kuat Tekan Beton”.

18 Baca lebih lajut

PENGARUH TEMPERATUR AIR CAMPURAN TERHADAP KUAT TEKAN BETON

PENGARUH TEMPERATUR AIR CAMPURAN TERHADAP KUAT TEKAN BETON

JURNAL PORTAL, ISSN 2085-7454, Volume 3 No. 1, April 2011, halaman: 54 Analisa regresi digunakan untuk menganalisa hubungan antara dua variabel atau lebih. Variabel- variabel yang harus diketahui dalam analisis regresi adalah variabel-variabel yang mempengaruhi disebut variable bebas (independent variable) dan dipengaruhi disebut variabel terikat (dependent variable). Pada penelitian ini variabel bebas adalah temperature mortar dan umur benda uji. Sedangkan variabel terikat adalah persentase atau rasio kuat tekan benda uji akibat perlakuan terhadap kuat tekan benda uji kontrol. Menurut Hines (1990), analisis regresi berganda digunakan apabila variabel bebasnya lebih dari satu. HASIL DAN PEMBAHASAN
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Paku Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Tarik Belah Pada Beton

Pengaruh Penambahan Paku Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Tarik Belah Pada Beton

Beton merupakan sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi agregat dan pengikat semen. Beton banyak digunakan pada pembangunan gedung-gedung tinggi, jembatan, tower dan sebagainya. Bangunan-bangunan tersebut erat kaitannya dengan aktivitas manusia. Penambahan serat pada campuran beton akan memberikan kontribusi terhadap perbaikan karakteristik beton. Perbaikan tersebut diantaranya adalah meningkatan kekuatan tarik dan kekuatan tekan beton. Telah banyak penelitian yang dilakukan mengenai beton berserat. Seperti yang telah dilakukan oleh (Suhendro,1995) dengan menambahkan serat bendrat, terbukti dapat meningkatkan kuat tarik beton.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Pengaruh Dimensi Benda Uji Terhadap Kuat Tekan Beton

Pengaruh Dimensi Benda Uji Terhadap Kuat Tekan Beton

Faktor penyebab keruntuhan yang tidak kalah pentingnya adalah quality control terhadap pelaksanaan pekerjaan. Salah satu aspek yang paling penting adalah dalam menentukan kekuatan beton. Kekuatan menjadi tinjauan yang penting karena dalam setiap desain dan perencanaan membutuhkan data kekuatan dari material. Sebab itu pengujian di laboratorium diperlukan agar dapat menentukan seberapa besar kekuatan yang mampu dipikul benda uji tersebut. Pembebanan dapat disesuaikan dengan berbagai kondisi, jenis beban, maupun kecepatan beban. Selain itu skala benda uji di laboratorium juga memperbaharui hasil pengujian
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Abu Terbang dan Superplasticizer terhadap Kuat Tekan Beton

Pengaruh Abu Terbang dan Superplasticizer terhadap Kuat Tekan Beton

Kedua, Beton padat adalah beton yang telah kering dan sudah mengeras. Selama mengalami proses pengerasan, beton harus mempunyai air yang cukup agar beton tidak mengering secara cepat sebelum proses pengerasan selesai. Apabila beton kekurangan atau kelebihan akan memiliki banyak pori maka pengerasan beton tidak akan sempurna. Beton yang paling padat dan kuat diperoleh dengan menggunakan jumlah air yang minimal konsisten dengan derajat workabilitas yang diperlukan untuk memberikan kepadatan maksimal.

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Serat Bambu Terhadap Kuat Tarik dan Kuat Tekan Beton

Pengaruh Penambahan Serat Bambu Terhadap Kuat Tarik dan Kuat Tekan Beton

Terdapat bermacam-macam tipe serat yang dapat digunakan sebagai campuran beton serat. Jenis fiber/serat yang dapat digunakan adalah serat buatan seperti steel fiber yang terdiri dari serat baja, glass fiber yang terdiri dari serat gelas/kaca, synthetic (polymeric) fiber yang terdiri dari serat sintetis yang diperoleh dengan melalui proses kimia tertentu dan natural fiber/serat alami yang materialnya dapat diambil langsung dari mineral, tumbuh- tumbuhan maupun hewan (Terai et al, 2012). Dalam hal kekuatan, serat buatan memberikan performa yang baik daripada serat alami, akan tetapi penggunaan serat alami tetap dipertimbangkan sebagai bahan tambah serat beton karena mempunyai harga yang lebih murah dan baik jika ditinjau dari aspek lingkungan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Kajian Kuat Tekan Beton Metode Kepadatan Maksimum dengan Variasi Ukuran Agregat Halus terhadap Kuat Tekan Beton

Kajian Kuat Tekan Beton Metode Kepadatan Maksimum dengan Variasi Ukuran Agregat Halus terhadap Kuat Tekan Beton

Masalah yang akan diteliti adalah pengaruh keberadaan material halus (lolos saringan 0,25 mm atau lolos saringan 0,15 mm atau lolos saringan 0,075 mm) pada campuran beton maka perlu dilakukan kajian disain campuran beton metode kepadatan maksimum dengan dan tanpa menggunakan material halus.

15 Baca lebih lajut

PENGARUH JARAK SENGKANG SPIRAL TERHADAP KUAT TEKAN BETON

PENGARUH JARAK SENGKANG SPIRAL TERHADAP KUAT TEKAN BETON

Beton jika ditekan dengan gaya (P) maka akan memampat/memendek sehingga luas penampang menjadi membesar. Dengan adanya pembesaran dan mencapai regangan (ε) > 0.03 maka beton akan retak dan pecah. Sebenarnya sengkang selain berfungsi sebagai penahan gaya geser juga dapat menahan gaya horizontal, makin pendek jarak antar sengkang maka akan makin tinggi penahanan gaya horizontal dari sengkang. Perihal struktur tersebut dalam peraturan Standart Nasional Indonesia (SNI) belum dibahas. Beton yang terkurung (confined concrete) mempunyai kuat tekan (fc) dan regangan ( ε ) yang lebih baik dibandingan beton yang tidak terkurung (unconfined concrete). Kuat tekan pada beton yang berada di dalam sengkang lebih besar dibandingkan dengan kuat tekan beton berada di luar sengkang sehingga sengkang mempunyai pengaruh terhadap peningkatan kuat tekan beton.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Pyrophyllite Terhadap Kuat Tekan Beton

Pengaruh Penambahan Pyrophyllite Terhadap Kuat Tekan Beton

Adapun maksud dan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk melakukan pengujian kuat tekan beton untuk penambahan 0%, 7%, 12%, 17%, dan 25% pyrophyllite. Dari analisa data tersebut akan didapatkan kombinasi antara pyrophyllite dalam campuran beton yang terbaik untuk dijadikan sebagai bahan tambah dalam campuran beton. Melakukan pengamatan terhadap perkembangan umur beton 7,14 dan 28 hari kuat tekan beton serta meninjau nilai perbandingan nilai ekonomis antara beton normal dengan campuran pyrophyllite.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

(ABSTRAK) PENGARUH JARAK SENGKANG TERHADAP KUAT TEKAN BETON.

(ABSTRAK) PENGARUH JARAK SENGKANG TERHADAP KUAT TEKAN BETON.

Beton jika ditekan dengan gaya (P) maka akan memampat/memendek sehingga luas penampang menjadi membesar. Dengan adanya pembesaran dan mencapai regangan (ε) > 0.03 maka beton akan retak dan pecah. Sebenarnya sengkang selain berfungsi sebagai penahan gaya geser juga dapat menahan gaya horizontal, makin pendek jarak antar sengkang maka akan makin tinggi penahanan gaya horizontal dari sengkang. Perihal struktur tersebut dalam peraturan Standart Nasional Indonesia (SNI) belum dibahas. Beton yang terkurung (confined concrete) mempunyai kuat tekan (fc) dan regangan ( ε ) yang lebih baik dibandingan beton yang tidak terkurung (unconfined concrete). Kuat tekan pada beton yang berada di dalam sengkang lebih besar dibandingkan dengan kuat tekan beton berada di luar sengkang sehingga sengkang mempunyai pengaruh terhadap peningkatan kuat tekan beton.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...