Top PDF Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Dipadukan LKPD 5E Terhadap Keterampilan Proses Sains Peserta Didik

Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Dipadukan LKPD 5E Terhadap Keterampilan Proses Sains Peserta Didik

Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Dipadukan LKPD 5E Terhadap Keterampilan Proses Sains Peserta Didik

Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen dengan design quasi experimen yang bertujuan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap variabel-variabel yang diteliti. Bentuk design quasi experimen yang digunakan adalah pretest postest kontrol group design dengan rancangan faktorial 2 x 2. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua peserta didik kelas VII SMP Negeri 3 Mataram yang berjumlah 262 peserta didik. Sedangkan sampel terdiri dari 4 kelas berjumlah 114 peserta didik yang diambil dengan tehnik Purposive Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yakni lembar observasi keterlaksanaan RPP, berupa check list keterlaksanaan sintaks pembelajaran yang diisi oleh observer, tes keterampilan proses sains menggunakan soal uraian yang berjumlah 10 (sepuluh) soal. Analisis data diawali dengan uji normalitas dan uji homogenitas dan dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan uji Anacova dengan bantuan SPSS versi 22. Untuk mengetahui peningkatan nilai rata-rata peserta didik pada saat pretest dan posttest, dilakukan analisis N-gain terhadap keterampilan proses sains peserta didik dengan menggunakan persamaan:
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS CONCEPTUAL ATTAINMENT UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI KESEIMBANGAN DAN DINAMIKA ROTASI.

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS CONCEPTUAL ATTAINMENT UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI KESEIMBANGAN DAN DINAMIKA ROTASI.

Menurut Paul Eggen (2012: 218), motode Concept Attainment adalah sebuah metode pengajaran yang dirancang untuk membantu peserta didik dari semua usia, mengembangkan dan menguatkan pemahaman mereka tentang konsep, serta mempraktikkan cara berfikir kritis. Dalam metode pembelajaran ini guru menunjukkan contoh dan non dari suatu konsep yang dibayangkan. Sementara peserta didik membuat hipotesis tentang kemungkinan konsepnya, menganalisis hipotesis-hipotesis mereka dengan melihat contoh dan noncontoh, serta pada akhirnya sampai pada konsep yang dimaksud. Analisis ini mengikuti aturan sederhana bahwa semua contoh haruslah menggambarkan konsep dan tidak satu pun dari noncontoh yang dapat meggambarkan konsep.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Eksploratif Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep dan Keterampilan Memecahkan Masalah Peserta Didik SMA Kelas X.

Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Eksploratif Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep dan Keterampilan Memecahkan Masalah Peserta Didik SMA Kelas X.

LKPD dapat dibedakan menjadi LKPD Eksploratif dan LKPD non Eksploratif. Menurut Mundilarto, eksplorasi didefinisikan sebagai usaha menemukan kebenaran, informasi, atau pengetahuan dengan bertanya. Proses eksplorasi dimulai dengan mengumpulkan informasi dan data melalui panca indera yakni penglihatan, pendengaran, sentuhan, pencecapan, dan penciuman. Eksplorasi adalah suatu proses ilmiah yang bertujuan menemukan pengetahuan, mengatasi keraguan, atau memecahkan masalah. Pembelajaran eksplorasi dapat dilaksanakan dengan metode tanya jawab, diskusi, demonstrasi, kegiatan laboratorium, atau pengunaan matematika.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Pengaruh Metode Praktikum Berbasis Keterampilan Generik Sains Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik

Pengaruh Metode Praktikum Berbasis Keterampilan Generik Sains Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik

indikator sebab akibat berada dalam kriteria cukup. Hal ini dapat terjadi karena perangkat pembelajaran atau LKPD yang digunakan belum mampu meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengungkapkan alasan suatu fenomena dengan benar. Selain itu kemampuan awal peserta didik juga berpengaruh bagi peserta didik untuk dapat menyatakan suatu penyebab secara ilmiah. Hal ini sesuai dengan yang dinyatakan oleh Uno (2011: 58) bahwa kemampuan awal amat penting peranannya dalam meningkatkan keber- maknaan pengajaran, yang selanjutnya membawa dampak dalam memudahkan proses-proses internal yang berlangsung dalam diri siswa ketika belajar. Pada indikator inferensi logika peserta didik dituntun untuk mengambil suatu kesimpulan atau garis besar berdasarkan hasil percobaan. Persentase yang dipero- leh pada indikator inferensi logika berada dalam kriteria cukup. Hal ini dapat terjadi karena perangkat pembelajaran atau LKPD yang digunakan belum mampu meningkatkan keterampilan peserta didik dalam memberikan kesimpulan. Selain itu daya nalar juga berpengaruh terhadap kemampuan peserta didik dalam menyim- pulkan. Hal ini sesuai dengan yang dinyatakan oleh Kariadinata (2012: 2) bahwa melalui aktivitas bernalar siswa dilatih untuk menarik suatu kesimpulan atau membuat suatu pernyataan baru berdasarkan beberapa fakta.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran dan Gaya Belajar terhadap Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 30 Makassar

Pengaruh Model Pembelajaran dan Gaya Belajar terhadap Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 30 Makassar

karena sebagian besar materinya merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat deklaratif dan prosedural sebagaimana tujuan yang ingin dicapai dalam model pembelajaran langsung. Melatihkan keterampilan proses sains sangat cocok dipadukan dengan model pembelajaran langsung dengan alasan bahwa dalam model pengajaran langsung terdapat fase yang menekankan adanya latihan terbimbing sehingga peserta didik dapat meminimalkan adanya kesalahan dalam melakukan praktek (demonstrasi).

5 Baca lebih lajut

Penerapan Lembar Kerja Peserta Didik Inkuiri Terbimbing  Terhadap Keterampilan Proses Sains Peserta Didik

Penerapan Lembar Kerja Peserta Didik Inkuiri Terbimbing Terhadap Keterampilan Proses Sains Peserta Didik

Berdasarkan Tabel 3 diketahui bahwa hasil uji beda rata-rata pretest sebesar 0,860<1,996 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan nilai hasil belajar kelas eksperimen dengan kelas kontrol, yang berarti peserta didik pada kedua kelas memiliki kemampuan awal yang sama. Uji beda rata-rata untuk nilai posttest kelas eksperimen dan kontrol memiliki perbedaan yang signifikan, hasil yang diperoleh yaitu 5,297>1,996. Hal tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada hasil belajar antara kelas eksperimen dan kontrol. Nilai hasil belajar peserta didik dengan menggunakan LKPD berbasis inkuiri terbimbing lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran tanpa LKPD tersebut. Hal ini sesuai dengan penelitian menurut Minawati et al. (2014) bahwa LKPD berbasis inkuiri terbimbing berpengaruh positif terhadap hasil belajar peserta didik.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengembangan LKPD Berbasis Blended Learning untuk Meningkatkan Literasi Sains Peserta Didik

Pengembangan LKPD Berbasis Blended Learning untuk Meningkatkan Literasi Sains Peserta Didik

Abstrak: Literasi sains menjadi aspek penting dalam setiap pembelajaran sains di sekolah menengah pertama. Keterampilan ini harus dimiliki peserta didik agar dapat mengaplikasikan sains dengan tepat dan benar. Oleh karena itu dibutuhkan perangkat pembelajaran yang mendukung peningkatan literasi sains dalam pembelajarannya. Salah satu bentuk perangkat yang menjadi inti dari pembelajaran sains adalah lembar kerja peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan LKPD berbasis pada blended learning untuk meningkatkan literasi sains peserta didik SMP. Pembelajaran berbasis campuran (blended learning) dipilih dengan tujuan agar dapat memenuhi kebutuhan peserta didik untuk belajar di rumah dan di sekolah. Pembelajaran ini berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk belajar sains dengan menarik. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan dengan sampel 66 peserta didik SMP di kota mataram. Data dianalisis dengan analisis Aiken-V dan N-gain untuk uji praktis dan efektifnya. Hasil pengembangan LKPD berbasis blended learning yang telah diaplikasikan pada pembelajaran IPA memberikan pengaruh berupa peningkatan literasi sains peserta didik pada materi kemagnetan sebesar 80%. Lembar kerja ini sangat efektif dan praktis dalam pembelajaran saat ini dan dapat digunakan untuk pembelajaran dengan model pembelajaran abad 21.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengembangan LKPD Berbasis STEM untuk Melatihkan Keterampilan Proses Sains Siswa Melalui Inkuiri Terbimbing

Pengembangan LKPD Berbasis STEM untuk Melatihkan Keterampilan Proses Sains Siswa Melalui Inkuiri Terbimbing

Piyah (2019) menyatakan tidak pernahnya menerapkan pendekatan STEM pada pembelajaran membuat peserta didik kurang memahami pengetahuan yang berkaitan dengan dunia nyata yang dialami peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Rerata keseluruhan pada pertemuan 1 menyatakan bahwa pencapain STEM ialah dengan kategori yang cukup baik. Pada pertemuan 2 ini peserta didik dibimbing untuk menganalisis penerepan teknologi masih banyak peserta didik yang bingung bahkan tidak menjawab sama sekali. Menurut Wiyanto (2000) dalam Arista, Nasir, & Azhar (2008) menyatakan proses pembelajaran ilmu fisika yang berlangsung di sekolah-sekolah hinga saat ini cenderung terjebak pada rutinitas. Rutinitas yang dimaksud adalah seringnya peserta didik hanya diajarkan rumus, contoh soal, dan latihan- latihan yang dikerjakan siswa, sehingga siswa akan cepat bosan dan kurang memahami penerapan materi pembelajaran fisika pada kehidupan sehari-hari. Tetapi meskipun begitu hasil rerata keseluruhan pencapain STEM pada pertemuan ini dinyatakn dengan kategori cukup baik. Pada pertemuan 3 ini peserta didik mulai terbiasa menjawab pendekatan dari Technology, Engineering, and Mathematics pada LKPD. Sedangkan Rerata keseluruhan pada pertemuan 4 untuk pencapaian STEM dapat dikatakan dengan kategori sangat baik. Keseluruhan rerata pada pertemuan ini dinyatakan dengan kategori sangat baik. Piyah (2019) menyatakan pembelajaran dengan menggunakan LKPD berbasis STEM dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII

PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII

Dalam pembelajaran banyak masalah yang akan dihadapi oleh peserta didik untuk guru sebagai fasilitaror haruslah menyelasaikan masalah-masalah tersebut dengan cara menerapkan model Pembelajaran Berbasis Masalah, dimana guru melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran yang aktif, kolaboratif, berpusat kepada peserta didik, yang mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan belajar mandiri yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan dan karier, dalam lingkungan yang bertambah kompleks sekarang ini. Pembelajaran Berbasis Masalah dapat pula dimulai dengan melakukan kerja kelompok antar peserta didik. peserta didik menyelidiki sendiri, menemukan permasalahan, kemudian menyelesaikan masalahnya di bawah petunjuk fasilitator (guru).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Penerapan LKPD Berbasis Learning Cycle 5E Terintegrasi Nilai Islami Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik di SMP

Penerapan LKPD Berbasis Learning Cycle 5E Terintegrasi Nilai Islami Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik di SMP

dituntut berperan aktif dalam menyelesaikan masalah selama proses pembelajaran dengan kelompoknya, guru dalam model pembelajaran ini bertugas sebagai fasilitator dan motivator peserta didik dalam melaksanakan tahapan pembelajaran tersebut (Patrick dan Urchievwejire, 2012). Berdasarkan hasil penelitian Yalcin dan Bayrakciken (2010), menyatakan bahwa terdapat 4 pengaruh baik terhadap pemahaman konsep pembelajaran IPA dan aktivitas peserta didik dengan pembelajaran model learning cycle 5E yaitu memiliki pengaruh positif terhadap pembelajaran, meningkatkan minat, keterampilan proses ilmiah dan mudah diterapkan dalam pembelajaran IPA. Materi pengelolaan lingkungan merupakan salah satu materi IPA yang diajarkan di SMP kelas VII. Pembelajaran ini sangat erat kaitannya dengan fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pemilihan materi pengelolaan lingkungan dapat dipadukan dengan materi fisika dan kimia serta diintegrasikan dengan nilai-nilai dalam kehidupan, materi tersebut akan dipelajari melalui pengembangan LKPD yang dirancang dengan menggunakan tahapan model learning cycle 5E. Pengembangan LKPD tersebut tidak hanya disusun untuk mencapai tujuan kompetensi berupa pengetahuan dan keterampilan, akan tetapi dapat mencapai nilai ketuhanan dan sosial yaitu dengan mengitegrasikan nilai ajaran Islam yang dikaitkan secara terpadu antara pelajaran umum dan agama. Dalam Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014, penyelenggaraan pendidikan di Aceh dapat dilaksanakan secara Islami dan terpadu dalam mencapai tujuan pendidikan. Pendidikan Islami ialah pendidikan yang berdasarkan pada nilai-nilai terkandung pada ajaran Islam yaitu Al-Qur’an dan Hadis. Berdasarkan hasil penelitian Rahmatika dkk. (2014), menyatakan bahwa bahan ajar yang terintegrasi nilai-nilai karakter seperti nilai ketuhanan dan nilai sosial dalam model pembelajaran dengan tahapan 5E dapat meningkatkan pemahaman konsep peserta didik, hal ini terlihat dari peningkatkan pencapaian kompetensi peserta didik pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor yang ditandai dengan peningkatan hasil belajar, sikap positif, dan keterampilan peserta didik dalam belajar.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN LKPD TERINTEGRASI NILAI ISLAMI PADA PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK - Raden Intan Repository

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN LKPD TERINTEGRASI NILAI ISLAMI PADA PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK - Raden Intan Repository

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas dan pengaruh dari penggunaan LKPD terintegrasi nilai Islami pada pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan literasi sains peserta didik. sampel penelitian ini adalah kelas VII.C diambil melalui teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan penelitian pre experiment, desain yang digunakan dalam penelitian adalah one group pretest-postest design. Data dianalis dengan menggunkan gain ternormalisasi (N- Gain) menggunakan program Microsoft Exel yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan literasi sains peserta didik. Selanjutnya data di uji statistik terhadap nilai pretest dan posttest peserta didik dengan melakukan uji normalitas, homogenitas, dan Uji-T (paired sample test) dengan menggunakan program spss 18. Hasil rata-rata nilai N-gain yang diperoleh sebesar 0,45 % dan berada dalam kategori sedang. Hasil uji statistik menunjukan taraf signifikansi sebesar 0,00 lebih kecil dari 𝛼 = 0,05 (sign < 0,05) yang berarti H 0 ditolak dan H 1 diterima yang berarti terdapat
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS GUIDED INQUIRY DENGAN TEMA “AIRKU TERCEMAR” UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS VII SMP.

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS GUIDED INQUIRY DENGAN TEMA “AIRKU TERCEMAR” UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS VII SMP.

Produk hasil pengembangan berupa LKPD IPA pada tema “Airku Tercemar” menggunak an pendekatan inkuiri terbimbing. Kelayakan LKPD dilihat dari hasil penilaian yang diberikan validator. LKPD ditinjau dari aspek kesesuaian isi, kesesuaian dengan syarat konstruksi, dan kesesuaian syarat teknis dengan memperoleh nilai A dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil observasi, jumlah siswa yang telah menguasai keterampilan proses sains siswa kelas VII H SMP N 1 Piyungan selama pembelajaran menggunakan LKPD berbasis guided inquiry pada tema Airku Tercemar mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan LKPD IPA yang dikembangkan didalamnya berisi sintak-sintak inkuiri sehingga dapat memunculkan dan meningkatkan keterampilan proses sains siswa pada aspek merumuskan hipotesis, melakukan observasi, melakukan eksperimen, mengkomunikasikan (diskusi), dan menyimpulkan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK KELAS XI SEMESTER II MAN TEMPEL TAHUN AJARAN 2012/2013 PADA PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN MODEL LEARNING CYCLE 5E.

ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK KELAS XI SEMESTER II MAN TEMPEL TAHUN AJARAN 2012/2013 PADA PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN MODEL LEARNING CYCLE 5E.

Pergeseran paradigma pendidikan dari behavioristik menuju konstruktivistik melahirkan model, metode, pendekatan dan strategi-strategi baru dalam sistem pembelajaran. Aliran konstruktivisme menghendaki bahwa pengetahuan dibentuk sendiri oleh individu dan pengalaman merupakan kunci utama dari belajar bermakna. Belajar bermakna tidak akan terwujud hanya dengan mendengarkan ceramah atau membaca buku tentang pengalaman orang lain (Trianto, 2010: 75). Dalam pembelajaran konstruktivistik peserta didik harus berpikir kritis, menganalisis, membandingkan, menggeneralisasi, menyusun hipotesis hingga mengambil kesimpulan dari masalah yang ada, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan motivator belajar peserta didik, menata lingkungan belajar peserta didik agar dapat melakukan kegiatan belajar mengajar sebaik- baiknya. Karena keterlibatan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran mendukung peserta didik untuk membangun pengetahuannya sendiri, sehingga pembelajaran akan berpusat pada peserta didik bukan pada guru.
Baca lebih lanjut

173 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIRKREATIF PESERTA DIDIK PADA MATAPELAJARAN GEOGRAFI.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIRKREATIF PESERTA DIDIK PADA MATAPELAJARAN GEOGRAFI.

Praktik pembelajaran geografi di sekolah selama ini dianggap kurangberkesan dan tidak menarik bagi peserta didik.Peserta didik menganggap pelajaran geografi hanya sebagai pelajaran yang menjelaskan tentang teori-teori saja tanpa ada praktiknya. Menurut Maryani (2007: 397) Faktor-faktor yang menyebabkan ilmu geografi dianggap tidak menarik untuk dipelajari di persekolahan, yaitu (a) pelajaran geografi seringkali terjebak pada aspek kognitif tingkat rendah yaitu menghafal nama-nama tempat, sungai dan gunung, atau sejumlah fakta lainnya; (b) ilmu geografi seringkali dikaitkan ilmu yang hanya pembuatan peta; (c) geografi hanya menggambarkan tentang perjalanan- perjalanan manusia di permukaan bumi; (d) proses pembelajaran ilmu geografi cenderung bersifat verbal; kurang melibatkan fakta-fakta actual, tidak menggunakan media konkrit dan teknologi mutakhir; (e) kurang aplikabel dalam memecahkan masalah-masalah yang berkembang saat ini.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

Pengaruh Metode Pembelajaran Discovery Terbimbing Berbasis LKPD Terhadap Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Kelas X MIA SMAN 1 Selayar

Pengaruh Metode Pembelajaran Discovery Terbimbing Berbasis LKPD Terhadap Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Kelas X MIA SMAN 1 Selayar

Berdasarkan data penelitian keterampilan mendefinisikan variabel peserta didik pada praktikum yang telah dilakukan sebelumnya keterampilan yang dimiliki peserta didik pada praktikum I berada pada kategori cukup dengan skor rata-rata 55 dan pada praktikum II mengalami peningkatan dengan skor rata-rata sebesar 75 sehingga dikategorikan baik. Sedangkan berdasarkan hasil tes, persentase keterampilan mendefinisikan variabel yang diperoleh siswa sebesar 92% sehingga termasuk pada kategori sangat baik. Persentase skor yang diperoleh peserta didik pada saat tes jauh lebih besar jika dibanding dengan hasil observasi yang telah dilakukan, hal ini disebabkan karena ketika melakukan praktikum peserta didik pada praktikum pertama belum memahami bahwa definisi operasional variabel itu didasarkan pada praktikum yang dilakukan dan pada prakrikum kedua definisi yang diajukan telah sesuai namun penggunaan bahasa yang digunakan masih ada yang berbelit-belit (tidak sesuai dengan EYD) namun mereka telah mengerti setelah didiskusikan mengenai praktikum tersebut sehingga menyebabkan keterampilan mendefinisikan variabel setelah diberikan tes berada pada kategori sangat baik. g. Keterampilan menggambar/menyajikan grafik
Baca lebih lanjut

223 Baca lebih lajut

Pengembangan LKPD Berbasis Learning Cycle 5E Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Sikap Ilmiah Peserta Didik Kelas X pada Materi Tumbuhan di SMA Negeri 1 Pakem,

Pengembangan LKPD Berbasis Learning Cycle 5E Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Sikap Ilmiah Peserta Didik Kelas X pada Materi Tumbuhan di SMA Negeri 1 Pakem,

Melalui kegiatan Pembelajaran dengan menggunakan metode observasi, diskusi informasi, praktik, presentasi dan model pembelajaran learning cycle 5E dalam mempelajari materi pokok [r]

141 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN LKPD PEMISAHAN CAMPURAN BERBASIS PBL TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MTsN 1 GEUMPANG

PENGEMBANGAN LKPD PEMISAHAN CAMPURAN BERBASIS PBL TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MTsN 1 GEUMPANG

Tekait dengan permasalahan yang didapat dari MTsN 1 Geumpang untuk membantu pemahaman dan meningkatkan ketrampilan proses peserta didik juga hasil belajar salah satu alternatifnya yaitu mengembangkan LKPD berbasis PBL. LKPD adalah sarana pembelajaran yang dapat digunakan guru dalam meningkatkan keterlibatan atau aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran berupa uraian materi singkat dilengkapi dengan latihan soal maupun pedoman percobaan (Pratiwi dkk, 2015). Menurut Wulandari (2013) dan Rahayu dkk (2012)PBL merupakan pembelajaran aktif progresif dan pendekatan pembelajaran berpusat pada masalah yang digunakan sebagai titik awal dalam proses pembelajaran. PBL menggunakan berbagai macam kecerdasan yang diperlukan untuk melakukan konfrontasi terhadap tantangan dunia nyata, kemampuan untuk menghadapi segala sesuatu yang baru dan masalah-masalah yang dimunculkan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) DENGAN PENDEKATAN INQUIRY BERBASIS SIKLUS BELAJAR 5E UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK KELAS XI.

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) DENGAN PENDEKATAN INQUIRY BERBASIS SIKLUS BELAJAR 5E UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK KELAS XI.

belajar melalui suatu tindakan dan reaksi mereka sendiri yaitu mereka mengeksplorasi materi baru dan ide baru. Pada tahap ini peserta didik membentuk kelompok untuk mengeksplorasi materi yang dipelajari, dalam kelompok ini peserta didik didorong untuk menguji hipotesis dan atau membuat hipotesis baru, mencoba alternatif pemecahannya dengan teman sekelompok, melakukan dan mencatat pengamatan serta ide-ide atau pendapat yang berkembang dalam diskusi. Setelah itu peserta didik melakukan penyelidikan dan selama kegiatan ini berlangsung peserta didik memiliki waktu untuk dapat mengesplorasi objek, peristiwa, atau situasi. Sebagai hasil dari keterlibatan mental dan fisik mereka dalam kegiatan tersebut, peserta didik membangun hubungan, mengamati pola, mengidentifikasi variabel, dan mempertanyakan peristiwa. Peran guru dalam tahap eksplorasi adalah sebagai fasilitator atau pelatih.
Baca lebih lanjut

302 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) FISIKA BERBASIS SCIENTIFIC INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI FLUIDA DINAMIS PESERTA DIDIK SMA.

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) FISIKA BERBASIS SCIENTIFIC INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI FLUIDA DINAMIS PESERTA DIDIK SMA.

Hasil penelitian ini adalah 1) LKPD berbasis Scientific Investigation hasil pengembangan layak digunakan dalam pembelajaran fluida dinamis bagi peserta didik SMA kelas XI berdasarkan validasi dari ahli pada aspek penilaian didaktif, aspek konstruksi, dan aspek teknis memiliki validitas isi yang baik; 2) persentase ketercapaian peserta didik dalam melaksanakan serangkaian keterampilan proses sains kemampuan dalam menyusun hipotesis (83,3%), mengidentifikasi variabel (91,6%), menentukan alat dan bahan (83,3%), menuliskan data percobaan (68,8%), menganalisis data dan grafik (72,2%), menginterpretasi data (77,1%), dan membuat kesimpulan (91,6%). Berdasarkan persentase ketercapaian peserta didik dalam mengerjakan soal pretest 36,5% termasuk dalam kategori tidak baik dan posttest 72,0% termasuk dalam kategori cukup baik, sehingga dapat dihitung peningkatan ketercapaian kompetensi peserta didik dengan teknik N-Gain 0,6 yang termasuk dalam kategori sedang. Berdasarkan hal ini maka LKPD yang dikembangkan keterpakaiannya baik.
Baca lebih lanjut

249 Baca lebih lajut

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LKPD BERBASIS (1)

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LKPD BERBASIS (1)

Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian mengacu pada model Thiagarajan (4D) yang terdiri dari empat tahap yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan penyebaran (disseminate). Namun dalam penelitian ini peneliti hanya sampai pada tahap pengembangan (develop). Tahap pendefinisian (define) berupa Analisis SK, KD dan indikator kompetensi, kondisi peserta didik, kondisi sekolah, teori dan filosofi pembelajaran, konteks kurikulum, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sains (IPTEKS), isu-isu saat ini, refleksi peserta didik, dan refleksi guru. Tahap perancangan (define) Dilakukan penyusunan RPP yang bertujuan untuk menyediakan acuan dalam pelaksanaan pembelajaran yang akan dilakukan dalam penerapan LKPD yang telah dikembangkan. Tahap pengembangan (develop) berupa validasi, yang bertujuan untuk menguji tingkat kepraktisan, validitas, dan keefektifan RPP, LKPD, soal-soal untuk mengukur kemampuan analisis peserta didik (C4), angket respon peserta didik, dan lembar penilaian pembelajaran fisika yang dihasilkan.Revisiyang dilakukan setelah LKPD divalidasi oleh validator
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects