Top PDF PENGEG Pengelolaan Biaya Pendidikan Di SMP Negeri 1 Grobogan Tahun Pelajaran 2015/2016.

PENGEG Pengelolaan Biaya Pendidikan Di SMP Negeri 1 Grobogan Tahun Pelajaran 2015/2016.

PENGEG Pengelolaan Biaya Pendidikan Di SMP Negeri 1 Grobogan Tahun Pelajaran 2015/2016.

This study aims to: To describe (1) describe the planning education costs in SMP Negeri 1 Grobogan. (2) describe the realization of the of educational costs. And for (3) describe the responsibilities of education costs in SMP Negeri 1 Grobogan. This type of research is qualitative research design using an ethnographic approach. Results of the study show that (1) Planning starts the financial team SMPN 1 Grobogan make a budget plan of education that the source of funds received by the school from four sources, namely one the BOS from the government.Determination of the cost of the education received in February.. (2) Actual cost SMPN 1 Grobogan intended for direct and indirect spending. Realization of cost education for direct expenditures prepared in accordance with the need to finance 14 programs of activities, carried out in January and use is made after management fees liquid in February, has been set in use per three months. (3) Principal and the treasurer is responsible for cost education in SMP N 1 Grobogan. Principal at SMPN 1 Grobogan role as the budget and treasurer serve to dilute the cost education. Aspects which accounted manage cost education in the School in SMP N 1 Grobogan include legality of law and also aspects of cost education usefulness. A report compiled containing the recapitulation of the use of the ecuducation of indirect costs and direct along with details
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN BIAYA PENDIDIKAN DI SMP NEGERI 1 GROBOGAN  Pengelolaan Biaya Pendidikan Di SMP Negeri 1 Grobogan Tahun Pelajaran 2015/2016.

PENGELOLAAN BIAYA PENDIDIKAN DI SMP NEGERI 1 GROBOGAN Pengelolaan Biaya Pendidikan Di SMP Negeri 1 Grobogan Tahun Pelajaran 2015/2016.

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendiskripsikan perencanaan biaya pendidikan di SMP Negeri 1 Grobogan. (2) mendiskripsikan realisasi biaya pendidikan. dan (3) mendiskripsikan pertanggungjawaban biaya pendidikan di SMP Negeri 1 Grobogan. Jenis penelitian ini kualitatif dengan desain penelitian menggunakan pendekatan etnografi. Hasil penelitian, menunjukkan (1) Perencanaan dimulai tim pengelola keuangan SMP N 1 Grobogan membuat rencana anggaran biaya pendidikan bahwa sumber dana yang diterima pihak sekolah dari empat sumber yaitu melalui BOS dari pemerintah, dana masyrakat, swadaya dan bantuan lainnya. Penetapan biaya pendidikan yang diterima pada bulan Februari. (2) Realisasi biaya pendidikan SMP N 1 Grobogan ditujukan untuk belanja langsung dan tidak langsung. Realisasi biaya untuk belanja langsung disusun sesuai dengan kebutuhan yang digunakan untuk membiayai 14 program kegiatan, dilakukan pada bulan Januari dan penggunaanya dilakukan setelah pengelolaan biaya cair sekitar bulan Februari, sudah ditetapkan di gunakan per tiga bulan.(3) Kepala Sekolah dan bendahara bertanggungjawab atas biaya pendidikan di SMP N 1 Grobogan. Kepala Sekolah di SMP N 1 Grobogan berperan sebagai pengguna anggaran dan bendahara berperan untuk mencairkan pengelolaan biaya. Aspek yang dipertanggungjawabkan dalam mengelola biaya di sekolah di SMP N 1 Grobogan meliputi aspek legalitas hukum dan juga aspek kebermanfaatan pengelolaan biaya. Laporan yang disusun berisi hasil rekapitulasi dari penggunaan pengelolaan biaya tidak langsung dan langsung berserta rinciannya
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

 BAB I PENDAHULUAN  Pengelolaan Biaya Pendidikan Di SMP Negeri 1 Grobogan Tahun Pelajaran 2015/2016.

BAB I PENDAHULUAN Pengelolaan Biaya Pendidikan Di SMP Negeri 1 Grobogan Tahun Pelajaran 2015/2016.

Pendidikan adalah faktor penting untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pendidikan juga merupakan sarana strategis guna peningkatan mutu sumber daya manusia baik dalam pembangunan suatu bangsa maupun dalam tatanan global. Sumber daya manusia menjadi modal dasar sekaligus kekayaan suatu bangsa, sedangkan sumber-sumber modal dan materi merupakan faktor-faktor produksi yang hanya dapat diaktifkan oleh sumber daya manusia. Pendidikan menurut Fattah (2012: 14) menjelaskan bahwa, “pendidikan merupakan rumusan dari sebagai proses pengembangan dari latihan yang mencakup aspek pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skill), dan kepribadian (character), yang diterapkan dalam suatu bentuk
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN IPS SEJARAH DI SMP NEGERI 1 BRATI KECAMATAN BRATI KABUPATEN GROBOGAN TAHUN PELAJARAN 2015 2016

PEMBELAJARAN IPS SEJARAH DI SMP NEGERI 1 BRATI KECAMATAN BRATI KABUPATEN GROBOGAN TAHUN PELAJARAN 2015 2016

Pembelajaran sejarah adalah suatu proses untuk membantu mengembangkan potensi dan kepribadian peserta didik melalui pesan-pesan sejarah agar menjadi warga bangsa yang arif dan bermartabat. Menurut Widja (1989: 23) pembelajaran sejarah adalah perpaduan antara aktivitas belajar dan mengajar yang di dalamnya mempelajari tentang peristiwa masa lampau yang erat hubungan dengan masa kini. Sejarah adalah dasar bagi terbinanya identitas nasional yang merupakan salah satu modal utama dalam membangun bangsa, masakini maupun masa yang akan datang. Melalui sejarah nilai-nilai masa lampau dapat dipetik dan dimanfaatkan untuk menghadapi masa kini. Pelajaran sejarah merupakan salah satu unsur utama dalam pendidikan politik bangsa. Lebih jauh lagi, pelajaran sejarah merupakan inspirasi terhadap hubungan antar bangsa dan negara. Siswa hendaknya memahami bahwa ia merupakan bagian dari masyarakat negara dan dunia.
Baca lebih lanjut

137 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU DI SMP NEGERI 2 KARTASURA TAHUN PELAJARAN 2015-2016  Pengelolaan Pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 2 Kartasura Tahun Pelajaran 2015-2016.

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU DI SMP NEGERI 2 KARTASURA TAHUN PELAJARAN 2015-2016 Pengelolaan Pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 2 Kartasura Tahun Pelajaran 2015-2016.

Pada Permendiknas RI nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi disebutkan bahwa substansi mata pelajaran IPA pada Sekolah Menengah Pertama merupakan IPA Terpadu dengan jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan. Prinsip pengembangan Kurikulum 2006 yang dikatakan oleh Depdiknas (2006) perpusat pada: (Pertama) Potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungan, (Kedua) Beragam dan terpadu, (Ketiga) Tanggap ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, (Ke- empat) Relevan dengan kebutuhan kehidupan, (Kelima) Univer dan kontinyu, (Ke-enam) Belajar sepanjang hayat, (Ketujuh) Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah dalam rangka membangun kehidupan berbangsa dan bernegara (Widyastono, 2014: 11).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN KELAS DALAM PEMBELAJARAN IPS TERPADU  PADA KURIKULUM 2013 DI SMP NEGERI 1 BATANGAN  Pengelolaan Kelas Dalam Pembelajaran IPS Terpadu Pada Kurikulum 2013 Di SMP Negeri 1 Batangan Kelas VII Tahun Ajaran 2015/2016 (Studi Etnografi di SMP Negeri 1

PENGELOLAAN KELAS DALAM PEMBELAJARAN IPS TERPADU PADA KURIKULUM 2013 DI SMP NEGERI 1 BATANGAN Pengelolaan Kelas Dalam Pembelajaran IPS Terpadu Pada Kurikulum 2013 Di SMP Negeri 1 Batangan Kelas VII Tahun Ajaran 2015/2016 (Studi Etnografi di SMP Negeri 1

2. Dra. Titik Asmawati, SE., M.Si. Selaku Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan Pembimbing Akademik yang telah memberikan pengarahan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 3. Prof. Dr. Harsono, SU. Selaku pembimbing dalam penyusunan skripsi ini, yang

15 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN KELAS DALAM PEMBELAJARAN IPS TERPADU  PADA KURIKULUM 2013 DI SMP NEGERI 1 BATANGAN  Pengelolaan Kelas Dalam Pembelajaran IPS Terpadu Pada Kurikulum 2013 Di SMP Negeri 1 Batangan Kelas VII Tahun Ajaran 2015/2016 (Studi Etnografi di SMP Negeri 1

PENGELOLAAN KELAS DALAM PEMBELAJARAN IPS TERPADU PADA KURIKULUM 2013 DI SMP NEGERI 1 BATANGAN Pengelolaan Kelas Dalam Pembelajaran IPS Terpadu Pada Kurikulum 2013 Di SMP Negeri 1 Batangan Kelas VII Tahun Ajaran 2015/2016 (Studi Etnografi di SMP Negeri 1

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan kelas dalam pembelajaran IPS Terpadu dengan menggunakan kurikulum 2013 yang difokuskan pada ciri-ciri setting kelas untuk pengelolaan pembelajaran yang efektif dan ciri-ciri hubungan pembelajaran antara guru dengan peserta didik pada mata pelajaran IPS Terpadu dengan menggunakan kurikulum 2013. Jenis penelitian kualitatif dengan rancangan etnografi. Informan adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan guru IPS kelas VII. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data yang digunakan teknik trianggulasi. Hasil penelitian (1) ciri-ciri setting kelas untuk pengelolaan pembelajaran yang efektif antara lain tempat duduk peserta didik berbentuk letter U, adanya alat pengajaran dan kelengkapan atau penggunaan media pembelajaran sudah baik dan rapi sesuai dengan metode yang digunakan guru dalam setiap penyampaian materi, terciptanya penataan kebersihan dan keindahan kelas yang baik. (2) ciri-ciri hubungan pembelajaran antara guru dengan peserta didik pada mata pelajaran IPS Terpadu dengan menggunakan kurikulum 2013 antara lain hubungan antara guru dengan peserta didik terjalin interaksi dengan baik dan guru sebagai fasilitator untuk peserta didik, peran guru melengkapi, membimbing, dan mengarahkan dalam pembelajaran kurikulum 2013.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENILAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM  DALAM KURIKULUM KTSP DI SMP NEGERI 1 MOJOSONGO BOYOLALI  Penilaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Kurikulum KTSP Di SMP Negeri 1 Mojosongo Boyolali Tahun Pelajaran 2015/2016.

PENILAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KURIKULUM KTSP DI SMP NEGERI 1 MOJOSONGO BOYOLALI Penilaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Kurikulum KTSP Di SMP Negeri 1 Mojosongo Boyolali Tahun Pelajaran 2015/2016.

Penilaian adalah serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Di SMP Negeri 1 Mojosongo berbasis Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menggunakan penilaian berbasis Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pelaksanaan Penilaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis Kurikulum KTSP di SMP Negeri 1 Mojosongo Boyolali Tahun Pelajaran 2015/2016. Manfaat penelitian ini adalah sebagai khasanah keilmuan terutama mengenai Penilaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

SK TEM PENULIS DAN VERIVIKASI IJAZAH  TH 2015 2016

SK TEM PENULIS DAN VERIVIKASI IJAZAH TH 2015 2016

Menimbang : Bahwa untuk kelancaran Penerbitan Ijazah Sekolah Menengah Pertama tahun pelajaran 2015/2016 pada SMP Negeri 2 Toroh Kabupaten Grobogan, perlu di bentuk Kepanitiaan/Tim Penulisan dan Verifikasi ijazah yang di tuangkan kedalam Surat Keputusan Kepala Sekolah. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ;

4 Baca lebih lajut

Contoh Program Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD)

Contoh Program Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD)

Pelaksanaan Masa Orientasi Peserta Didik di SMP Negeri 1 Dukuhturi Tahun Pelajaran 2015/2016 berbeda dengan sekolah lain di lingkungan Sub Dinas SMP Dinas Pendidikan Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Tegal. Yaitu ada penambahan dalam materi tidak sebatas pengenalan lingkungan tetapi mengintegrasikan antara Program Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD) diharapkan integrasi kedua program ini dapat memberikan dampak positif sehingga menjadi bekal yang signifikan mengenai kehidupan sekolah (melalui MOPD) dan materi ajar untuk tercapainya peningkatan mutu peserta didik khususnya di SMP Negeri 1 Dukuhturi.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

STUDI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MEMBATIK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 GEYER TAHUN PELAJARAN 2014/2015.

STUDI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MEMBATIK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 GEYER TAHUN PELAJARAN 2014/2015.

Adapun alasan yang mendasari peneliti untuk melakukan penelitian di SMP Negeri 1 Geyer adalah mengingat sekolah tersebut berfungsi untuk mengembangkan seni budaya melalui pendidikan berkarakter, khususnya dalam pengelolaan pembelajaran membatik siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Geyer. Maka dalam pengelolaan pembelajaran membatik harus ada perencanaan yang baik dan jelas, pengorganisasian yang baik, pelaksanaan pembelajaran yang terorganisir dan evaluasi yang baik, sehingga masalah-masalah pembelajaran membatik untuk siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Geyer dapat diselesaikan dengan baik pula.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU DI SMP NEGERI 2 KARTASURA TAHUN PELAJARAN 2015-2016  Pengelolaan Pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 2 Kartasura Tahun Pelajaran 2015-2016.

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU DI SMP NEGERI 2 KARTASURA TAHUN PELAJARAN 2015-2016 Pengelolaan Pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 2 Kartasura Tahun Pelajaran 2015-2016.

Pengelolaan pembelajaran merupakan hal yang kursial dalam pendidikan. Perencanaan, pelaksanaan, serta penilaian adalah hal pokok dalam mengetahui akan bagaimana meracik pendidikan yang dalam pengertian sempit. Pendidik di anjurkan menguasai materi ajar, teknik mengajar yang efektif, kreatif, menyenangkan serta bersikap sosial terhadap lingkungan dan menjadi teladan bagi orang lain. Pada kesempatan ini penulis mengangkat tesis berjudul

17 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN, FASILITAS DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMP NEGERI 2 NGARINGAN  KABUPATEN GROBOGAN TAHUN PELAJARAN  2016/2017  Kontribusi Kepemimpinan, Fasilitas Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru SMP Negeri 2 Ngaringan Kabupaten

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN, FASILITAS DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMP NEGERI 2 NGARINGAN KABUPATEN GROBOGAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Kontribusi Kepemimpinan, Fasilitas Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru SMP Negeri 2 Ngaringan Kabupaten

The purpose of this research is 1) analyze the contribution of school leadership on teacher performance 2) analyze the school facilitiess on teacher performance 3) analyzing the teachers working motivation on teacher performence 4) analyze the contribution of school leadership, Facilities and motivation, to the performance of teachers.This research uses quantitative research and design. The population in this study are all teachers SMPN 2 Grobogan Ngaringan totaling 40 orang.Teknik analysis used data using multiple linear regression equation.Results of the study 1) there is a contribution to the performance of school leadership teacher at SMPN 2 Grobogan Ngaringan, with t value of 3.483 (p <0.05) so that the research hypothesis is accepted. 2) there is a contribution to the performance of school facilities teacher at SMPN 2 Grobogan Ngaringan, with t value of 4.603 (p <0.05) so that the research hypothesis is accepted. 3) there is a contribution of work motivation on teacher performance in SMPN 2 Grobogan Ngaringan, with t value of 4.207 (p <0.05) so that the research hypothesis is accepted. 4) there is a contribution of school leadership, school facilities and work motivation on teacher performance F value of 101.697 (p <0.05) so that the research hypothesis is accepted. The coefficient of determination of school leadership, school facilities and working motivation simultas on teacher performance amounted to 88.6%.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERILAKU BELAJAR SISWA SMA NEGERI 1 JERUKLEGI KABUPATEN CILACAP TAHUN PELAJARAN 2015/2016.

PERILAKU BELAJAR SISWA SMA NEGERI 1 JERUKLEGI KABUPATEN CILACAP TAHUN PELAJARAN 2015/2016.

Based on the results of research and data analysis has been done, it can be concluded that the behavior of high school students learning N 1 Jeruklagi the school year 2015/2016 is students are well behaved in learning or can follow a learning process in school and after school outside will be influenced by factors the objective reality of the students although these findings are not so significant. Factor subjective reality more students dominate the construction of learning behaviors of students, it reveals the first conclusion that students are motivated and synergize what it felt like the comfort of the family although not of the family economically, in social capital, and then social in the community of students still capable ith good achievement. The behavior of the students affected by the scope of externalization means students like society, norms, values, customs, religion, a little more involved constructing a learned behavior that will determine the student achievement results to be achieved. Internalization is a process that greatly affect student learning to construct everything that is received can motivate and synergy with the socialization process in all lini life and produces maximum achievement. In this study, researchers also concluded that the legitimacy of all communities will motivate student learning behavior in terms of satisfaction with the learning process is to achieve good performance.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

SK P2S TAHUN  2015  untuk usul lab tik

SK P2S TAHUN 2015 untuk usul lab tik

Menimbang : a. Bahwa dalam rangka penuntasan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun yang bermutu, Pemerintah telah mengembangkan Program Subsidi Pembangunan RKB/RBL dan Rehabilitasi Sekolah bagi SMP Tahun 2015 melalui Direktorat Pembinaan SMP, Ditjen Pendidikan Dasar, Kemdiknas; b. Bahwa untuk menunjang kelancaran akuntabilitas pelaksanaan program

6 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - BAB I KARIMAH

BAB I PENDAHULUAN - BAB I KARIMAH

2 Wates telah menerapkan kurikulum 2013 pada PAI dengan cukup baik. Mulai dari perencanaan guru menyusun RPP yang berpedoman pada Permendikbud 81A. RPP disusun tidak untuk setiap pertemuan, tapi untuk dua sampai tiga kali. Dalam proses guru sudah menerapkan pendekatan saintifik yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi atau eksperimen, mengasosiasi dan mengkomunikasikan. Dalam evaluasi guru sudah melakukan penilaian autentik yaitu dengan menilai sikap yang meliputi observasi, penilaian diri, penilaian teman sejawat dan jurnal. Nilai pengetahuan meliputi tes tulis, tes lisan dan penugasan, ulangan harian, UTS dan UAS. Nilai keterampilan meliputi praktik, proyek dan portofolio. 6 Berkaitan uraian diatas, maka peneliti tertarik meneruskan penelitian yaitu implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran matematika di kelas VII untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

4 Contoh PTK SD Kelas 4 IPA Sudah Jadi Langsung Pakai | Dokumen Sekolah HALAMAN JUDUL

4 Contoh PTK SD Kelas 4 IPA Sudah Jadi Langsung Pakai | Dokumen Sekolah HALAMAN JUDUL

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi berjudul, “UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL GROUP INVESTIGATION PADA SISWA KELAS 4 SD NEGERI 1 ASEMRUDUNG KABUPATEN GROBOGAN SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2015/2016

14 Baca lebih lajut

PKS Kurikulum   Jilid Cover

PKS Kurikulum Jilid Cover

PROGRAM KERJA WAKIL KEPALA URUSAN KURIKULUM SMP NEGERI 2 TAROGONG KIDUL TAHUN PELAJARAN 2015/2016 PEMERINTAH KABUPATEN GARUT DINAS PENDIDIKAN SMP NEGERI 2 TAROGONG KIDUL JL.. FLAMBO[r]

1 Baca lebih lajut

MEDIA LECTORA INSPIRE DALAM PEMBELAJARAN  PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 3 COLOMADU  Media Lectora Inspire Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMP- Negeri 3 Colomadu Tahun Pelajaran 2015/2016.

MEDIA LECTORA INSPIRE DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 3 COLOMADU Media Lectora Inspire Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMP- Negeri 3 Colomadu Tahun Pelajaran 2015/2016.

Adapun tujuan penelitian ini adalah Guna mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran PAI menggunakan media Lectora Inspire pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Colomadu Tahun Pelajaran 2015/2016 dan Guna mendiskripsikan faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat pelaksanaan pembelajaran PAI menggunakan media Lectora Inspire pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Colomadu Tahun Pelajaran 2015/2016.

16 Baca lebih lajut

KETERANGAN KEPALA SEKOLAH MEMBUAT ALAT PERAGA INOVATIF

KETERANGAN KEPALA SEKOLAH MEMBUAT ALAT PERAGA INOVATIF

PEMERINTAH KABUPATEN GROBOGAN DINAS PENDIDIKAN SMP NEGERI 2 TOROH SEKOLAH STANDAR NASIONAL Jl.. Grobogan Kabupaten Grobogan yang mengampu mata pelajaran : SENI BUDAYA.[r]

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...