Top PDF PERBANYAKAN ULIN (Eusideroxylon zwageri T.et.B) DENGAN BUI DAN SETEK

PERBANYAKAN ULIN (Eusideroxylon zwageri T.et.B) DENGAN BUI DAN SETEK

PERBANYAKAN ULIN (Eusideroxylon zwageri T.et.B) DENGAN BUI DAN SETEK

Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Laboraturium Treub, Pusat Penelitian Biologi-LIPI pada bulan Juni sampai Nopember 2004. Bahan penelitian berupa stek pucuk dan tengah yang diambil dari seedling ulin umur 4 bulan (biji yang ditanam diperoleh dari Kalimantan Timur). Stek pucuk dan tengah masing-masing terdiri dari 3 ruas dengan panjang 10-12 cm. Media stek yang digunakan adalah aquades ditambah dengan IBA dan vitamin C dengan berbagai konsentrasi. Stek dimasukkan ke dalam gelas plastik aqua ukuran 200 cc yang ditutup aluminium foil dan diberi lubang, masing-masing wadah berisi 2 stek yaitu pucuk dan tengah. Wadah yang telah berisi stek ditempatkan di dalam bak berisi pasir yang ditutup kaca dengan pasir di sekeliling gelas disiram setiap 2 hari sekali untuk menjaga kelembaban. Di atas kaca diberi naungan paranet hitam (50%) untuk mengurangi panas matahari langsung. Pengamatan pertama dilakukan 6 minggu setelah tanam, dan selanjutnya setiap 4 minggu. Peubah yang diamati yaitu jumlah tunas, tinggi tunas, jumlah akar dan panjang akar.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh BAP dan NAA terhadap Pertumbuhan Tunas Ulin (Eusideroxylon zwageri T. et B.) secara in Vitro

Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh BAP dan NAA terhadap Pertumbuhan Tunas Ulin (Eusideroxylon zwageri T. et B.) secara in Vitro

Ironwood (Eusideroxylon zwageri) is one of the types of plants that are vulnerable status based on IUCN criteria; have been evaluated for inclusion in Appendix II of CITES. Ironwood Propagation from seed takes a long time. This research aims to get the combination of plant growth regulator (PGR) best between cytokinin (BAP) and auxin (NAA) to the apical and lateral buds in ironwood propagation in vitro on woody plant medium (WPM). The research is conducted with a completely randomized design (CRD) two factors. The first factor is the provision of BAP which consists of 3 levels that is 0.0 mg/L, 0.5 mg/L, and 1.0 mg/L. The second factor is the provision of NAA which consists of 3 levels that is 0.00 mg/L, 0.01 mg/L, and 0.05 mg/L. Parameters observed is the growth of shoot, shoot height, and callus growth. Giving BAP 1.0 mg/L resulted in growth of shoot is 1 shoot per explant on lateral bud. Ironwood best shoot growth was obtained in the apical buds were grown in WPM medium with BAP combination of 1.0 mg/L and NAA 0.05 mg/L, resulting in a 1 shoot per explant. Giving NAA 0.05 mg/L resulted in shoot height of 0.67 cm per shoot on lateral bud. On callus growth variables, giving BAP positively correlated to the diameter of the callus, both in apical buds and lateral buds.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Permudaan Alam Tanaman Ulin (Eusideroxylon Zwageri T Et B) Sistem Putaran sebagai Alternatif Konservasi In Situ

Permudaan Alam Tanaman Ulin (Eusideroxylon Zwageri T Et B) Sistem Putaran sebagai Alternatif Konservasi In Situ

pelabuhan/dermaga di pinggir sungai dan pantai, sebagai tiang listrik, tiang telepon, sebagai turap yang dipakai di tepi sungai, untuk pagar kebun dan pekarangan rumah. Kayu ulin juga digunakan untuk ukiran, patung, ornament yang diletakkan di depan rumah adat atau bangunan kantor. Di Hongkong/Cina kayu ulin dibuat sumpit (Heyne, 1987).

6 Baca lebih lajut

STRUKTUR ANATOMI BATANG ULIN (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binnend) VARIETAS TANDO DAN TEMBAGA DI KALIMANTAN BARAT

STRUKTUR ANATOMI BATANG ULIN (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binnend) VARIETAS TANDO DAN TEMBAGA DI KALIMANTAN BARAT

Ulin (Eusideroxylon zwageri T et B) merupakan salah satu tumbuhan asli Indonesia yang dapat ditemukan di sebagian pulau Sumatera dan Kalimantan, Malaysia dan beberapa pulau di Philipina (Soerianegara dan Lemmens, 1994). Tumbuhan ini menghasilkan kayu yang sudah lama dikenal memiliki mutu yang tinggi terutama kekuatan dan ketahanan kayunya terhadap berbagai kondisi alam,pelapukan dan serangan organisme perusak kayu. Ulin menghasilkan kayu yang sangat keras sehingga digolongkan ke dalam jenis kayu Kelas Awet tingkat I dan Kelas Kuat tingkat I di Indonesia. Keawetan kayu merupakan daya tahan terhadap serangan perusak kayu dari golongan biologi misalnya rayap sedangkan kekuatan kayu merupakan kemampuan kayu untuk menahan beban dan gaya yang mengenainya (Haygreen dan Bawyer, 1986). Pemanfaatan kayu ulin untuk pembangunan sangat baik mengingat kekuatan dan ketahanan yang dimilikinya. Kayu ulin dapat dimanfaatkan untuk pondasi bangunan, lantai, konstruksi jembatan, galangan kapal, bantalan rel kereta api dan atap sirap (Martawidjaya, 1989).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Karakteristik Biometrik Pohon Belian (Eusideroxylon zwageri T. et B.) pada Tegakan Sumber Benih Plomas Sanggau – Kalimantan Barat

Karakteristik Biometrik Pohon Belian (Eusideroxylon zwageri T. et B.) pada Tegakan Sumber Benih Plomas Sanggau – Kalimantan Barat

Salah satu jenis kayu yang langka dan memiliki kualitas yang baik adalah kayu belian/ulin (kayu besi) atau yang dikenal dengan nama ilmiahnya Eusideroxylon zwageri T. et B. Kelangkaan jenis ini dapat dilihat dari semakin sulitnya masyarakat menemukan pohon-pohon belian untuk ditebang. Selain itu persediaan kayu belian di tempat-tempat penjualan bahan bangunan sudah sangat terbatas, sementara itu kebutuhan bahan kayu ini semakin meningkat yang mengakibatkan harga kayu belian semakin mahal. Kayu belian termasuk kelas kuat I dan kelas awet I, sehingga tahan dan kuat untuk digunakan sebagai bahan bangunan, seperti tongkat, tiang, kusen, pintu dan lain-lainnya. Karena sifat kayunya inilah, maka masyarakat terutama di Kalimantan Barat menggunakan kayu belian sebagai bahan utama untuk pembangunan rumah. Masyarakat akan merasa bangga jika bisa membangun rumah dengan menggunakan seluruh bagian rumahnya termasuk atap terbuat dari kayu belian.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Keawetan Alami Kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri T. et B.) pada umur yang berbeda dari hutan tanaman di Kalimantan Selatan

Keawetan Alami Kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri T. et B.) pada umur yang berbeda dari hutan tanaman di Kalimantan Selatan

Kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri T. et B.) telah lama dikenal memiliki mutu yang tinggi, tahan terhadap serangan rayap dan berbagai kondisi alam, namun daya regenerasi dan pertumbuhannya sangat lambat. Semakin gencarnya permintaan akan kebutuhan kayu Ulin, maka keberadaan jenis ini di hutan alam mulai terancam. Saat ini pemerintah Kalimantan Selatan telah menggalakkan penanaman kayu Ulin pada hutan tanaman guna mengantisipasi kepunahan dan keberlangsungan tetap tersedianya Ulin di pasaran. Semakin berkembangnya hutan tanaman Ulin, sebagai bahan pertimbangan dalam penurunan umur tebang, maka perlu dilakukan penelitian mengenai keawetan alami kayu Ulin yang berasal dari hutan tanaman pada umur pohon yang lebih muda.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

PENGARUH ROOTONE-F DAN MEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN STEK PUCUK ULIN (Eusideroxylon zwageri T et B)

PENGARUH ROOTONE-F DAN MEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN STEK PUCUK ULIN (Eusideroxylon zwageri T et B)

Menurut Sarief (1986), Struktur tanah memegang peranan penting terhadap pertumbuhan tanaman, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengaruh langsung yaitu terhadap tata air dan udara tanah, terutama terhadap permeabilitas tanah atau kemampuan tanah untuk mengalirkan air dan udara di dalam tanah. Selanjutnya dari hasil penelitian Asnowo (1996) disimpulkan bahwa media sapih topsoil merupakan perlakuan yang terbaik untuk pertumbuhan akar stek pucuk ulin. Dengan tumbuhnya akar akan mendorong pertumbuhan tunas pucuk hingga membentuk daun. Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian ini bahwa untuk pertumbuhan tunas, perlakuan yang terbaik adalah pemberian rootone-F sebanyak 75 mg/batang stek yang ditanam pada media topsoil (A3B3). Rootone-F dengan dosis 75 mg/batang stek sangat efektif merangsang pertumbuhan akar pada media topsoil, sehingga mamacu pertumbuhan tunas.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Karakteristik Kimia Kayu Reaksi Ulin (Eusideroxylon zwageri T. et B.)

Karakteristik Kimia Kayu Reaksi Ulin (Eusideroxylon zwageri T. et B.)

Pada bagian cabang, walaupun perbedaan sangat kecil, kadar lignin dari bagian sisi atas cabang lebih tinggi dibandingkan dengan kayu bagian sisi bawahnya. Sering kali komponen kimia kayu pada kayu reaksi daun lebar terdistribusi beragam pada posisi melingkar, seperti halnya pada batang kayu ulin. Kadar lignin pada kayu reaksi umumnya lebih tinggi pada kayu bagian sisi bawah batang. Keberadaan jaringan kayu reaksi pada bagian sisi bawah batang tekan dalam angiospermae sebelumnya juga telah dilaporkan, yang terjadi pada kayu Buxus microphylla dan Buxus sempervirens (Yoshizawa et al. 1993; Bailleres et al. 1997) dan angiospermae primitif lainnya seperti Pseudowintera colorata (Meylan 1981), dan kayu Hebe salicifolia (Kojima et al. 2012). Wang et al. (2010) berpendapat bahwa pengembalian batang pohon yang bengkok dapat diakibatkan oleh perbedaan jumlah dan struktur lignin pada sisi atas dan sisi bawah. Pada kayu daun lebar sering kali ditemukan penyebaran kayu reaksi yang tidak merata. Hal ini juga dapat dimungkinkan pada bagian cabang masih pada tahap awal pertumbuhan sehingga kadar lignin pada bagian atas menjadi sedikit lebih tinggi.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

ASOSIASI ULIN (Eusideroxylon zwageri Teijsm et Binn) TERHADAP JENIS DOMINAN PADA ZONA DOMESTIKA KEBUN RAYA SAMBAS  KABUPATEN SAMBAS

ASOSIASI ULIN (Eusideroxylon zwageri Teijsm et Binn) TERHADAP JENIS DOMINAN PADA ZONA DOMESTIKA KEBUN RAYA SAMBAS KABUPATEN SAMBAS

Ulin or Belian or Ironwood with the scientific name Eusideroxylon zwageri Teijsm et Binn is a vegetation of Borneo endemic trees. Along with utilization to meet the needs of community boards and traded in an uncontrolled manner this tree is endangered. Due to the absence of a truly good cultivation business of intansi, the government, and the community, ironwood is threatened by its existence. The research aims to get the Ulin Association (Eusideroxylon zwageri Teijsm et Bin) against species that dominate in the Sambas Botanical Garden Domestic Zone, Sambas Regency. The study was conducted from 02-23 September. This research uses survey method. The research sample was taken by using a single square quadratic method by determining the area of the Observation Sample Plot Area (PCP) by purposive sampling with 25 sub plots per plot. The result has no real reciprocal relationship or association. But it shows the tolerance to live together in one area. Red Meranti is the most dominant species, especially Shorea pinanga is a species that dominates in the domestic zone with INP trees (59.3760), poles (58.2746), saplings (53.5636), seedlings (55.5699). Pole level Shorea pinanga has a strong association with the Eusideroxylon zwageri T et B plant (7.02), but has a very low association index (0.1428).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENYUSUNAN PERSYARATAN TUMBUH JENIS ULIN (Eusideroxylon wageri T. & B.) DENGAN PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) Suyanto 1) ; Syam ani 2)

PENYUSUNAN PERSYARATAN TUMBUH JENIS ULIN (Eusideroxylon wageri T. & B.) DENGAN PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) Suyanto 1) ; Syam ani 2)

Hutan alam di Kabupaten Tabalong telah terdegradasi, dibuktikan oleh fakta bahwa pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri T. & B.) jarang ditemukan di lapangan, kalaupun ada harus letaknya jauh di pedalaman. Jenis Ulin sekarang termasuk dalam status spesies mengkhawatirkan terancam punah (vulnirable), sehingga harus dilindungi dan dikembangkan. Oleh karena itu, diperlukan informasi mengenai persyaratan tumbuh optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara karakteristik / atribut lahan dengan kehadiran Ulin pada suatu sistem lahan. Data yang diperlukan berupa data primer yang dikumpulkan dengan metode pengambilan sampel di lapangan, sedangkan data sekunder dikumpulkan secara tidak langsung melalui lembaga terkait. Pengambilan sampel dilakukan dengan pengamatan jalur yang menggambarkan unit pemetaan yang terdiri dari: sistem lahan, elevasi, dan lereng. Transek dibuat dengan memotong kontur, sehingga pengamatan garis mewakili kondisi ekologi dari lereng bawah ke lereng atas. Pengumpulan data meliputi data spasial dari Ulin, relief, iklim dan sampel tanah. sistem lahan dan data spasial Ulin dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG), sedangkan karakteristik tanah dianalisis di laboratorium. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Ulin memerlukan persyaratan tumbuh optimal pada kondisi suhu antara 25-32 o C, ketersediaan air (w): jumlah bulan kering <3 bulan per tahun, curah hujan tinggi (> 2000 mm/tahun) dan tidak tergenang, perakaran (r): permeabilitas tanah adalah kelas menengah, tekstur tanah liat berpasir, kedalaman tanah efektif > 50 cm, porositas tanah 55-65 %, kapasitas lapangan >45 %, kesuburan tanah (n): tidak membutuhkan tanah yang subur dengan kadar C organik rendah dan relief (s) <25%, elevasi <800 m dpl.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Peningkatan Kualitas Efluen Limbah Cair Industri Tahu pada Sistem Lumpur Aktif dengan Variasi Laju Alir Menggunakan Arang Aktif Kayu Ulin (Eusideroxylon Zwageri)

Peningkatan Kualitas Efluen Limbah Cair Industri Tahu pada Sistem Lumpur Aktif dengan Variasi Laju Alir Menggunakan Arang Aktif Kayu Ulin (Eusideroxylon Zwageri)

Proses adsorpsi arang aktif dalam pengolahan limbah dapat dilakukan dengan sistem kolom yaitu mengalirkan limbah cair ke dalam kolom yang berisi arang aktif. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivasi arang kayu ulin terhadap morfologi dan luas permukaan arang aktif kayu ulin, pengaruh variasi laju alir pada efluen limbah cair industri tahu dari lumpur aktif menggunakan arang aktif kayu ulin terhadap parameter temperatur, pH, TSS, BOD, COD, dan amoniak, serta mengetahui laju alir optimum pada efluen limbah cair industri tahu dari lumpur aktif menggunakan arang aktif kayu ulin.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

EKTRAKSI ZAT WARNA ALAM DARI KAYU ULIN (Eusideroxylon zwageri), KAYU SECANG (Caesalpinia sp) DAN KAYU MENGKUDU (Morinda citrifolia) UNTUK BAHAN WARNA KAIN SASIRANGAN

EKTRAKSI ZAT WARNA ALAM DARI KAYU ULIN (Eusideroxylon zwageri), KAYU SECANG (Caesalpinia sp) DAN KAYU MENGKUDU (Morinda citrifolia) UNTUK BAHAN WARNA KAIN SASIRANGAN

Zat pewarna alami mempunyai warna yang indah dan khas yang sulit ditiru dengan zat pewarna sintetik. Zat warna alam telah direkomendasikan sebagai pewarna yang ramah baik bagi lingkungan maupun kesehatan karena kandungan komponen alaminya mempunyai nilai beban pencemaran yang relatif rendah, mudah terdegradasi secara biologis dan tidak beracun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyerapan zat warna alami kayu ulin (Eusideroxylon zwageri), kayu secang (Caesalpinia sappan) dan kayu mengkudu (Morinda citrifolia) dengan cara ekstraksi dan perendaman pada kain katun dan satin. Hasil uji organoleptik menunjukkan pewarnaan pada kain satin cenderung disukai daripada yang kain katun karena menghasilkan warna yang lebih terang. Penyerapan zat warna kain satin berkisar antara 1,81 – 5,68 % untuk kain katun rata-rata berkisar 1,35 – 1,93 %. Hasil pengamatan menunjukkan semakin kecil ukuran serat/benang penyusun kain maka semakin besar persentase serapan warna karena pewarna lebih mudah terserap oleh kain.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

INVENTARISASI DAN PEMETAAN POHON ULIN (Eusideroxylon zwageri  Teijsm. & Binn.) DI KEBUN RAYA UNMUL SAMARINDA (KRUS) PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

INVENTARISASI DAN PEMETAAN POHON ULIN (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binn.) DI KEBUN RAYA UNMUL SAMARINDA (KRUS) PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Objek penelitian di plot penelitian dengan metode jalur di KRUS. Transek dibuat masing-masing sepanjang ± 1.000 m, lebar 20 m, yang dimulai dengan mengambil titik awal. Data yang dikumpulkan adalah data primer berupa inventarisasi ulin pada tingkat tiang dan pohon yaitu yang berdiameter batang ≥ 10 cm. Data yang diambil meliputi jumlah individu, diameter batang pohon, tinggi bebas cabang dan tinggi total pohon, sedangkan data skunder diperoleh langsung dari hasil penelitian sebelumnya, literatur-literatur, laporan-laporan dan tulisan dari pihak instansi yang terkait yang mencakup letak daerah, kondisi tanah, kondisi geogarafi, iklim, curah hujan dan vegetasi. Serta metode wawancara digunakan untuk memperoleh data dan informasi dari petugas di lapangan, pejabat instansi terkait dan penduduk setempat yang ada hubungannya dengan kegiatan penelitian dan dari berbagai literatur yang mendukung.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pemanfaatan serbuk kayu bulian (eusideroxylon zwagery t et b) sebagai antimakan terhadap lat jengkal, chrysodeixis chalcites

Pemanfaatan serbuk kayu bulian (eusideroxylon zwagery t et b) sebagai antimakan terhadap lat jengkal, chrysodeixis chalcites

Penyiapan bahan tumbuhan. Serbuk gergaji dari kayu bulian (E. zwageri T et B) dikumpulkan dari desa Simpang Rimbo, Kelurahan Kenali Besar, Kotamadya Jambi. Serbuk gergaji teresbut dikumpulkan sebanyak 16 kg. Setelah dikeringkan dan diayak diperoleh 5 kg serbuk halus kering. Specimen tumbuhan ini diidentifikasi di Herbarium Biologi ITB Bandung. Penyiapan bioindikator dan media uji. Bioindikator yang digunakan untuk uji hayati antifeedan adalah larva C. chalcites instar ke empat. Larva C. chalcites diperoleh dari perkebunan tanaman pangan di daerah Kumpeh Ilir dan perkebunan tanaman pangan di Jeramba Bolong Jambi.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

KUALITAS BRIKET ARANG BERDASARKAN KOMPOSISI CAMPURAN ARANG KAYU ULIN (Eusideroxylon zwageri Teijsm & Binn) DAN KAYU SENGON (Paraserianthes falcataria)

KUALITAS BRIKET ARANG BERDASARKAN KOMPOSISI CAMPURAN ARANG KAYU ULIN (Eusideroxylon zwageri Teijsm & Binn) DAN KAYU SENGON (Paraserianthes falcataria)

Research method used a mixture of charcoal mixture of Ulin 100% (A), Ulin 75% and 25% Sengon (B), 50% Ulin and 50% Sengon (C), Ulin 25% and Sengon 75% (D), and Sengon 100% (E). Analysis of data used a Completely Randomized Design with 5 treatments. The tested quality factors were density, moisture content, compressive strength, volatile matter, ash content, fixed carbon content and calorific value.

10 Baca lebih lajut

Inventarisasi dan Pemetaan Pohon Ulin (Eusideroxylon Zwageri Teijsm. & Binn.) di Kebun Raya Unmul Samarinda (Krus) Provinsi Kalimantan Timur

Inventarisasi dan Pemetaan Pohon Ulin (Eusideroxylon Zwageri Teijsm. & Binn.) di Kebun Raya Unmul Samarinda (Krus) Provinsi Kalimantan Timur

Berdasarkan hasil penelitian inventarisasi dan pemetaan pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binn.) di Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS) dapat disimpulkan sebagai berikut: Diameter pohon Ulin yang paling besar adalah 86,1 cm dengan volume total sebesar 8,31 m³ yang ditemukan pada transek A sedangkan diameter yang paling kecil adalah 11,3 cm dengan volume total sebesar 0,04 m³ yang ditemukan pada transek C. Adapun potensi pohon Ulin dapat dilihat dari jumlah volume tinggi bebas cabang (V TBC) pohon Ulin yang ditemukan di lokasi pengamatan seluas 6 Ha adalah sebesar 27,65 m³ sedangkan volume total (V Tot) adalah sebesar 55,86 m³. Sebaran pohon Ulin di KRUS ditemukan zona konservasi seluas 3,48 Ha sebanyak 11 pohon, pada zona koleksi/pengayaan sepanjang 2,24 Ha seluas 10 pohon dan pada zona rekreasi seluas 0,28 Ha sebanyak 8 pohon.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

SKRINING FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT BATANG (Eusideroxylon zwageri) TERHADAP Escherichia coli DAN Salmonella typhi

SKRINING FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT BATANG (Eusideroxylon zwageri) TERHADAP Escherichia coli DAN Salmonella typhi

Diarrhea and typhoid fever are diseases commonly suffered by people in Indonesia, and bacteria such as Escherichia coli (diarrhea) and Salmonella typhi (typhoid fever) are one of those diseases causative agents. Various plants are potentially used as anti-bacterial including ulin (Eusideroxylon zwageri). The aims of this study were to analysis the yield and potential secondary metabolite content in ethanol extract of E. zwageri, and determine the optimal concentration in inhibits the growth of bacteria E. coli and S. typhi. The methods used in this study were measure the moisture content of E. zwageri wood bark powder, extraction with ethanol solvent, measure the yield percentage, qualitative of phytochemical analysis, and antibacterial assays. The results showed that the yield of ethanol extract of E. zwageri is 21,63% with 7,6% of moisture content. The extract positively contained alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, phenolics and terpenoids. The optimum concentration in inhibits the growth of bacteria E. coli is 200 mg/ml and categorized as very strong inhibition response, and 15 mg/ml is concentration used in inhibits the S. typhi and categorized as strong inhibition response.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Perbanyakan Tanaman Panili (Vanilla planifolia Andrews) Secara Setek dan Upaya untuk Mendukung Keberhasilan Serta Pertumbuhannya

Perbanyakan Tanaman Panili (Vanilla planifolia Andrews) Secara Setek dan Upaya untuk Mendukung Keberhasilan Serta Pertumbuhannya

Produk panili hampir seluruhnya ditujukan untuk ekspor, terdapat berbagai masalah dalam sistem agribisnis mulai dari hulu sampai hilir. Paket teknologi yang ada untuk pengembangan tanaman panili saat ini masih terbatas dan perlu ditingkatkan (Ditjenbun 2008). Oleh sebab itu, perlu disusun program penelitian tanaman panili di bidang Agronomi terutama untuk menghilangkan atau mengurangi kendala-kendala dalam pembudidayaan tanaman panili tersebut. Salah satunya mengenai praktek budidaya khususnya pembibitan dengan menggunakan bahan setek. Masalah-masalah yang menyangkut penggunaan panjang bahan setek, umur fisiologis, posisi ruas, penggunaan mikoriza, pemupukan, penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) telah dicoba untuk diatasi dengan melakukan penelitian sejak beberapa tahun terakhir dalam upaya mendukung keberhasilan serta pertumbuhannya. Makalah ini bertujuan untuk mendapatkan informasi baik mengenai hasil penelitian yang telah dilakukan maupun informasi pendukung lainnya mengenai perbanyakan tanaman panili secara setek dan upaya untuk mendukung keberhasilan serta pertumbuhannya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects