[PDF] Top 20 Policy Brief Epistema Institute vol 3 2014 web
Has 10000 "Policy Brief Epistema Institute vol 3 2014 web" found on our website. Below are the top 20 most common "Policy Brief Epistema Institute vol 3 2014 web".
Policy Brief Epistema Institute vol 3 2014 web
... Hingga tahun 2009, capaian penetapan kawasan hutan sangat rendah. Namun, antara 2009-2014 terjadi lonjakan luar biasa. Kini sekitar 60% kawasan hutan telah ditetapkan. Terlepas dari angka fantastik ini, kita perlu ... Lihat dokumen lengkap
4
Policy Brief Epistema Institute vol 4 2016 web
... mengalokasikan pemanfaatan tanah komunal ini secara bergilir di antara warga miskin dan mereka yang membutuhkan; (3) menetapkan aturan lokal untuk mencegah konsentrasi kepemilikan tanah; (4) me n go n so l i d asi ... Lihat dokumen lengkap
8
Newsletter Epistema vol 3
... Februari 2014, bertempat di Jakarta, Epistema Institute atas dukungan The Asia Foundation mengadakan workshop penulisan policy ...menjadi policy brief yang dapat dipergunakan ... Lihat dokumen lengkap
5
Policy Brief Epistema Institute vol 6 2016
... 3. RUU Pertanahan harus menegaskan fungsi sosial dari penguasaan tanah. Menjadikan tanah garapan sebagai komoditi ekonomi telah mendorong transfer penguasaan kepada kelompok ekonomi kuat. Proses ini pada akhirnya ... Lihat dokumen lengkap
8
Policy Brief Epistema Institute vol 2 2015
... Perubahan nomenklatur kementerian ini membuat pelaksanaan Perber 4 Menteri menjadi lebih ramping. Karena setidaknya hanya tiga birokrasi kementerian yang perlu dilalui untuk tuntasnya satu rangkaian IP4T. Namun tidak ... Lihat dokumen lengkap
12
Policy Brief Epistema Institute vol 1 2015
... Dari 124 produk hukum daerah tersebut sebanyak 28 diantaranya merupakan produk hukum daerah di tingkat provinsi yang terdapat pada 10 provinsi. Sementara itu 96 produk hukum daerah lainnya berada pada level ... Lihat dokumen lengkap
8
Policy Brief Epistema Institute vol 4
... Tahun 2014 atau dapat berupa pengakuan dari penga- dilan seperti halnya pengakuan dari Mah- kamah Konstitusi terhadap legal standing masyarakat hukum adat dalam beberapa ... Lihat dokumen lengkap
4
Policy Brief Epistema Institute vol 5 2016 web
... Kedua, selama ini hak ulayat oleh para ahli hukum agraria diposisikan sebagai kewenangan publik, bukan sebagai hak atas tanah, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (4) dan Pasal 3 UUPA. Cara pandang ini ... Lihat dokumen lengkap
8
Epistema Climate Change Update Vol 3 2016
... Climate Policy Initiative in collaboration with the Fiscal Policy Agency at the Indonesian Ministry of Finance (2014) states that in 2011, at least ...Growth Institute (GGGI) will provide USD ... Lihat dokumen lengkap
32
Policy Brief Epistema Institute vol 2 2016 web
... Akibat pandangan yang menyamakan kawasan hutan dengan hutan negara itu maka selalu ada kecenderungan untuk membersihkan kawasan hutan tersebut dari penguasaan tanah oleh rakyat. Peraturan perundang- undangan yang ada di ... Lihat dokumen lengkap
4
Policy Brief Epistema Institute vol 1 2014 web
... berdasarkan kriteria yang telah ditentu- kan dalam peraturan perundang-undang- an. Keanggotaan Tim Penyusun harus memperhatikan keterlibatan berbagai unsur antara lain: (1) Unsur Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) ... Lihat dokumen lengkap
4
Policy Brief Epistema Institute vol 3 2016 web
... Penyelesaian konflik agraria melalui lembaga quasi yudisial dengan membentuk Komisi Nasional untuk Penyelesaian Konflik Agraria (KNuPKA). Komisi ini menangani konflik agraria yang mempunyai tiga kriteria, yakni: 1) ... Lihat dokumen lengkap
4
Policy Brief Epistema Institute vol 2 2014 web
... Perda Masyarakat Kasepuhan: Solusi Konflik Tenurial Kehutanan di Lebak Rekomendasi Tim Terpadu terhadap kawasan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak: Dari luas TNGHS yang dikaji sebe[r] ... Lihat dokumen lengkap
4
Policy Brief Epistema Institute vol 4 2014 English web
... Thus, land tenure in forest zones may consist of forests controlled by the state, indigenous peoples, individuals or legal entities. Therefore, Government Regulation No 16 of 2004 is inconsistent with Law No. 41 of 1999 ... Lihat dokumen lengkap
4
Policy Paper Epistema 1 2015
... a. Terdapat pertentangan definisi hutan hak antara UU No. 41 Tahun 1999 dan PP No. 44 Tahun 2004 dengan Permenhut No. P.43/ Menhut-II/2014. UU No. 41 Tahun 1999 dan PP No. 44 Tahun 2004 menyatakan bahwa hutan hak ... Lihat dokumen lengkap
32
Working Paper Epistema Institute 06 2012
... Earth Summit (KTT Bumi) di Rio de Janeiro, Brasil menghasilkan 3 Konvensi, 1 diantaranya Konvensi Perubahan Iklim (UNFCCC). Berkekuatan hukum sejak 21 Maret 1994 setelah diratifikasi oleh 50 negara. Indonesia ... Lihat dokumen lengkap
44
Digest Epistema vol 6 2016
... Cultuur Wet (UU tentang Usaha Pertanian) yang dipersiapkan oleh Menteri Kolonial van de Putte (Wignjosoebroto, 1995:87). Hal itu dibuktikan sebab kemudian aturan kolonial untuk hutan diatur dalam bentuk Bosch Ordonantie, ... Lihat dokumen lengkap
52
FORDA - Policy Brief
... Penyuluh kehutanan lapangan (PKL) berada dibawah koordinasi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten, namun setiap hari berkantor di kecamatan. Tugasnya mengadakan pertemuan bulanan, mengunjungi petani di wilayah ... Lihat dokumen lengkap
8
Related subjects