Top PDF HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar.

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN  Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar.

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar.

Menurut Palupi, Hadi, dan Soenarto (2009) yang dikutip dari Pudjiadi (2000), anak umur 2-5 tahun merupakan konsumen aktif yang bias terpapar dari makanan diluar rumah. Pada umur tersebut, anak-anak lebih suka makan jajanan mengikuti jejak teman-temannya, padahal pengolahan dan penyajian makanan tersebut kemungkinan kurang higienis yang berakibat pada kontaminasi makanan oleh kuman yang dapat menyebabkan seorang anak menderita diare. Pendapat Achmadi (2011), diare adalah penyakit yang berbasis lingkungan, yang umumnya diakibatkan oleh mikroorganisme. Cara penularan diare melalui berbagai media yang kita kenal seperti air dan pangan yang intinya adalah kondisi sanitasi dasar yang kurang baik.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

 HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS  Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar.

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar.

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia, rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan berjudul “Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar”.

13 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar.

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar.

Palupi, A., Hadi, H., & Soenarto, S.S. (2009). Status Gizi dan Hubungannya dengan Kejadian Diare pada Anak Diare Akut di Ruang Rawat Inap RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 6 No 1, Juli : 1-7.

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar.

PENDAHULUAN Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar.

Tahun 2011 didapatkan Puskesmas Kecamatan Karanganyar mempunyai angka kejadian tinggi yaitu sebesar 1570 di bandingkan puskesmas lain di daerah Kabupaten Karanganyar (Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, 2011). Data dari Puskesmas Kecamatan Karanganyar (2012), didapatkan dalam tiga bulan terakhir angka populasi diare di puskesmas tersebut pada balita usia 2-5 tahun sebanyak 60 anak.

4 Baca lebih lajut

T1__Daftar Pustaka Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Gambaran FaktorFaktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Balita yang Tinggal di Sekitar TPA BlondoBawenabupaten Semarang T1  Daftar Pustaka

T1__Daftar Pustaka Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Gambaran FaktorFaktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Balita yang Tinggal di Sekitar TPA BlondoBawenabupaten Semarang T1 Daftar Pustaka

Alboneh, Fahmi Afif. Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 25 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar. 2013 [dikutip pada 27 September 2016]. Tersedia dari: http://eprints.ums.ac.id/22650/14/fahmi-

3 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI  DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 2-5 TAHUN   Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dengan Status Gizi Balita Usia 2- 5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Karangdowo Klaten.

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 2-5 TAHUN Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dengan Status Gizi Balita Usia 2- 5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Karangdowo Klaten.

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dengan Status Gizi Balita Usia 2- 5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Karangdowo Klaten”.

11 Baca lebih lajut

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA USIA 1-5 TAHUN DI PUSKESMAS CANDI LAMA KECAMATAN CANDISARI KOTA SEMARANG Defi Ratnasari Ari Murdiati) Frida Cahyaningrum) )Akademi kebidanan Abdi Husada Semarang Korespondensi: ari.murdiatiyahoo.c

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA USIA 1-5 TAHUN DI PUSKESMAS CANDI LAMA KECAMATAN CANDISARI KOTA SEMARANG Defi Ratnasari Ari Murdiati) Frida Cahyaningrum) )Akademi kebidanan Abdi Husada Semarang Korespondensi: ari.murdiatiyahoo.c

Berdasarkan hasil penelitian pada balita dengan status gizi kurang sebanyak 7 responden (26,9%), hal ini memberikan gambaran bahwa masih ada sebagian balita dengan status gizi kurang. Status gizi kurang ini dapat disebabkan oleh asupan makanan dan minuman yang diberikan kepada balita kurang memenuhi persyaratan gizi seimbang. Teori Sediaoetama (2008) menyatakan, bahwa status gizi yang kurang dengan keadaan imunitas rendah akan mudah terserang penyakit infeksi terutama pneumonia. Status gizi yang kurang juga dapat menyebabkan kondisi daya tahan tubuh menurun, sehingga berbagai penyakit dapat timbul dengan mudah. Daya tahan tubuh akan menurun bila kondisi kesehatan gizinya menurun.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK  Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Anak Balita Usia 2 Bulan-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Anak Balita Usia 2 Bulan-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas

Untuk jenis pekerjaan ibu, dari 62 sampel terlihat bahwa sebagian besar ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga (48,4%). Jenis pekerjaan seseorang dapat menunjukkan status sosial ekonomi seseorang yang juga berhubungan dengan resiko terkena penyakit (Widyastuti, 2005). Dan jika ditinjau dari pendidikan ibu, sebagian besar ibu merupakan tamatan SMA (64,5%). Pendidikan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi pengetahuan seseorang.Pendidikan mempengaruhi proses belajar dalam mengubah sikap dan tingkah laku seseorang untuk menjadi lebih dewasa melalui pelatihan. Semakin tinggi pendidikan seseorang, informasi akan semakin mudah diterima dan dipahami sehingga pengetahuan yang didapatkan akan semakin banyak (Budiman & Riyanto 2013).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK  Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Anak Balita Usia 2 Bulan-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Anak Balita Usia 2 Bulan-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul "HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 2 BULAN-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUCANGSAWIT SURAKARTA". Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN STATUS GIZI DAN PEMBERIAN ASI PADA BALITA TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMBACANG KECAMATAN KURANJI PADANG TAHUN 2011 - Repositori Universitas Andalas

HUBUNGAN STATUS GIZI DAN PEMBERIAN ASI PADA BALITA TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMBACANG KECAMATAN KURANJI PADANG TAHUN 2011 - Repositori Universitas Andalas

Salah satu penyakit infeksi tersebut adalah infeksi saluran pernafasan Pneumonia yang saat ini 20%-30% kematian bayi dan balita disebabkan oleh penyakit ini. Pneumonia merupakan proses radang akut pada jaringan paru (alveoli) akibat infeksi kuman yang menyebabkan gangguan pernapasan. Pneumonia berbahaya karena dapat menyebabkan kematian, karena paru-paru tidak dapat menjalankan fungsinya untuk mendapatkan oksigen bagi tubuh menurut Departement Kesehatan Republik Indonesia, (Depkes RI 2007). Bakteri patogen penyebab pneumonia, yaitu streptococcus pneumoniae, menyerang anak-anak usia dibawah 5 tahun yang sistem kekebalan alaminya lemah dan mengakibatkan infeksi pada sistem saluran pernafasan (Kartasasmita, 2007).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN BALITA USIA 1-3 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JETIS KOTA YOGYAKARTA

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN BALITA USIA 1-3 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JETIS KOTA YOGYAKARTA

Anak usia pra-sekolah (1 - 5 tahun) merupakan kelompok yang sangat perlu diperhatikan akan kebutuhan gizinya, karena mereka dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Kekurangan akan kebutuhan gizi pada masa anak-anak selain akan mengakibatkan gangguan pada pertumbuhan jasmaninya juga akan menyebabkan gangguan perkembangan mental anak. Anak- anak yang menderita kurang gizi setelah mencapai usia dewasa tubuhnya tidak akan tinggi yang seharusnya dapat dicapai, serta jaringan-jaringan otot yang kurang berkembang (Sutarta, 2008). Soetjiningsih (2012) juga menyebutkan bahwa perkembangan anak meliputi perkembangan fisik, kognitif, emosi, bahasa, motorik (kasar dan halus), personal, sosial, dan adaptasi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dengan Status Gizi Balita Usia 2- 5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Karangdowo Klaten.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dengan Status Gizi Balita Usia 2- 5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Karangdowo Klaten.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Puskesmas, bahwa Puskesmas Karangdowo membawahi 19 wilayah kerja, setiap wilayah kerja Puskesmas Karangdowo terdapat lebih dari 40 balita pada awal bulan juli 2011. Status gizi buruk di Puskesmas Karangdowo sebesar 0,6% .

4 Baca lebih lajut

HUBUNGAN LAMA KESAKITAN ISPA DAN DIARE DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA  DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS  Hubungan Lama Kesakitan Ispa Dan Diare Dengan Status Gizi Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Polokarto Sukoharjo.

HUBUNGAN LAMA KESAKITAN ISPA DAN DIARE DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS Hubungan Lama Kesakitan Ispa Dan Diare Dengan Status Gizi Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Polokarto Sukoharjo.

Latar belakang: Pada masa emas anak balita, perhatian terhadap status gizinya harus menjadi prioritas karena kejadian kurang gizi akan berpengaruh pada kualitas tumbuh kembang anak. Infeksi merupakan salah satu faktor langsung yang mempengaruhi status gizi balita. Tujuan: Mengetahui hubungan lama kesakitan ISPA dan diare dengan status gizi anak balita di wilayah kerja Puskesmas Polokarto Sukoharjo. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subyek yang digunakan adalah anak balita usia 1-5 tahun berjumlah 98 responden. Pengambilan data dengan cara proportional random sampling . Data lama kesakitan ISPA dan diare diperoleh dengan pengisian kuesioner dan status gizi diperoleh dari pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Sebanyak 59,2% anak balita tidak mengalami ISPA dan 40.8% mengalami ISPA dengan rata-rata lama hari sakit sebesar 2,5 hari. Sebanyak 83,7% anak balita tidak mengalami diare dan 16,3% mengalami diare dengan rata-rata hari sakit sebesar 0,47 hari. Mayoritas balita memiliki status gizi baik (74,5%) dengan rata-rata nilai z-score sebesar -1.22. Hasil uji rank spearman untuk hubungan lama kesakitan ISPA dengan status gizi menunjukkan nilai p = 0.315. Hasil uji rank spearman untuk hubungan lama kesakitan diare dengan status gizi menunjukkan nilai p = 0.559. Kesimpulan: Tidak ada hubungan lama kesakitan ISPA dan diare dengan status gizi anak balita di wilayah kerja Puskesmas Polokarto Sukoharjo.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN POLA ASUH GIZI DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA USIA 1-3 TAHUN DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEKARAN KOTA SEMARANG Nailis Sa’adah Tatik Indrawati) Sri Mularsih) )Akademi kebidanan Abdi Husada Semarang Korespondensi: ari.murdiatiyahoo.co.id AB

HUBUNGAN POLA ASUH GIZI DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA USIA 1-3 TAHUN DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEKARAN KOTA SEMARANG Nailis Sa’adah Tatik Indrawati) Sri Mularsih) )Akademi kebidanan Abdi Husada Semarang Korespondensi: ari.murdiatiyahoo.co.id AB

Upaya peningkatan kualitas SDM yang dimulai dengan perhatian utama pada proses tumbuh kembang anak sejak pertumbuhan sampai mencapai dewasa. Pada masa tumbuh kembang ini, pemenuhan kebutuhan dasar anak seperti perawatan dan makanan yang bergizi diberikan dengan penuh kasih sayang dapat membentuk SDM yang sehat, cerdas, dan produktif (Depkes, 2002). Kelompok balita umur 1-5 tahun lebih diutamakan dalam pemenuhan kebutuhan terutama gizi, karena balita merupakan calon generasi bangsa maka memerlukan balita yang sehat sebagai calon SDM yang berkualitas (Soetjiningsih, 2005).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN STATUS GIZI DAN PEMBERIAN ASI PADA BALITA TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMBACANGKECAMATAN KURANJI PADANG TAHUN 2011.

HUBUNGAN STATUS GIZI DAN PEMBERIAN ASI PADA BALITA TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMBACANGKECAMATAN KURANJI PADANG TAHUN 2011.

hunian, ventilasi, pencemaran udara dalam rumah. Tingginya kejadian pneumonia terutama menyerang kelompok usia bayi dan balita. Balita dengan gizi yang kurang akan lebih mudah terserang pneumonia dibandingkan balita dengan gizi normal karena faktor daya tahan tubuh yang kurang. Penyakit infeksi sendiri akan menyebabkan balita tidak mempunyai nafsu makan dan mengakibatkan kekurangan gizi. Pada keadaan gizi kurang, balita lebih mudah terserang pneumonia bahkan serangannya lebih lama. (Prabu, 2009) .

0 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Diare Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Diare Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar.

Menurut Kapti (2010) yang dikutip dari Handayani (2008), pengetahuan ibu tentang perawatan diare pada balita di RSUD Hardjono memberikan hasil bahwa sebagian besar responden (69,3%) memiliki pengetahuan rendah. Studi yang dilakukan oleh Maryatun & Purwaningsih (2008) di wilayah kerja Puskesmas Stabelan Surakarta didapatkan data tingkat pengetahuan ibu tentang diare yaitu, baik 42%, kurang 34%, dan buruk sebesar 24%.

5 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Diare Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar.

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Diare Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar.

Ulfani, D.H., Martianto, D., & Baliwati, Y.F. (2011). Faktor-faktor Sosial Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat Kaitannya dengan Masalah Gizi Underweight, Stunted, dan Wasted di Indonesia: Pendekatan Ekologi Gizi. Journal of Nutrition and Food, 6(1): 59–65.

6 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN DI WILAYAH  Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Diare Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Karanganyar Kabupaten K

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN DI WILAYAH Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Diare Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Karanganyar Kabupaten K

Hasil: Tingkat pengetahuan ibu dibagi menjadi tiga kelompok yaitu, pengetahuan baik 53 orang (53%), pengetahuan cukup 41 orang (41%), dan pengetahuan kurang 6 orang (6%). Dari hasil penelitian, ibu dengan pengetahuan baik (53 orang) sebanyak 18 anak diare dan 35 anak tidak diare. Ibu dengan pengetahuan cukup (41 orang), didapatkan 29 anak diare dan 12 anak tidak diare. Ibu dengan pengetahuan kurang (6 orang) didapatkan 5 anak diare dan 1 anak tidak diare. Hasil analisis didapatkan nilai p = 0,001.

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN DI WILAYAH  Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Diare Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Karanganyar Kabupaten K

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN DI WILAYAH Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Diare Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Karanganyar Kabupaten K

Menurut Kapti (2010) yang dikutip dari Handayani (2008), pengetahuan ibu tentang perawatan diare pada balita di RSUD Hardjono memberikan hasil bahwa sebagian besar responden (69,3%) memiliki pengetahuan rendah. Studi yang dilakukan oleh Maryatun & Purwaningsih (2008) di wilayah kerja Puskesmas Stabelan Surakarta didapatkan data, tingkat pengetahuan ibu baik 42%, kurang 34%, dan buruk sebesar 24%.

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN  SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 12  Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Colomadu

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 12 Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Colomadu

Results : The respondents have no diarrhea status of 91.1%. Of respondents had good not status and 97.8%. Have good PHBS 86.7%. Toddlers with good nutritional status and no was diarrhea 87.7%, while and toddlers who has malnutrition 50%. Mothers with good PHBS has toddlers no diarrhea is 84.4% while mothers with normal and PHBS has no diarrhea is 2.2%.

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...