Top PDF TERAMPIL MEMILIH DAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN

TERAMPIL MEMILIH DAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN

TERAMPIL MEMILIH DAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN

16. Metode physical self assesment (mempersiapkan diri dalam kelompok ). Metode ini digunakan sebagai cara merubah aktivitas kelas. Langkah-langkahnya adalah buatlah beberapa pernyataan yang akan dipakai untuk menilai peserta didik, atur ruangan sedemikian rupa, tulis angka 1-5 pada sepotong kertas, usahakan dengan ukuran yang cukup besar, tempelkan angka- angka tersebut di tempat yang terpisah tetapi masih ada di dalam satu ruangan kelas, jelaskan bahwa arti angka 1 adalah sangat setuju, angka 2 tidak setuju, angka 3 tidak yakin/tidak tahu, angka 4 setuju, dan angka 5 sangat setuju, setiap pernyataan yang dibacakan, peserta didik diminta untuk berkumpul di sekitar angka yang menurut mereka sesuai dengan kondisi mereka. Setelah peserta didik memutuskan pilihan masing-masing, tanyakan mengapa mereka memilih angka tersebut.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) - Sekolah Dasar Kita apkg

Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) - Sekolah Dasar Kita apkg

Tematik 5.1 Menampilkan penguasaan pembelajaran Tematik secara holistik 5.2 Terampil menggunakan metode dan Media pembelajaran 5.3 Mahir dalam mengaitkan tema dengan Kehidupan sehari[r]

7 Baca lebih lajut

Pembelajaran Menyimak Di SMP Negeri 1 Gemolong Tahun Pelajaran 2009/2010

Pembelajaran Menyimak Di SMP Negeri 1 Gemolong Tahun Pelajaran 2009/2010

Semua guru mata pelajaran bahasa Indonesia melaksanakan MGMP di tingkat sekolah. Salah satu kegiatannya adalah menyusun silabus dan RPP. Hal tersebut dilakukan agar guru mempunyai wadah untuk mengekspresikan kemampuannya dalam melaksanakan pembelajaran. Selain itu, menyamakan persepsi dalam pelaksanaan pembelajaran dan memberi keleluasaan kepada guru melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan keadaan sekolah. Hal tersebut dilakukan agar kompetensi dasar menyimak dicapai secara maksimal dan dalam pelaksanaan pembelajaran menyimak memilih materi, menggunakan media dan metode, dan penilaian yang tepat.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECHAN MASALAH MELALUI PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK PADA MATERI PELUANG Eva Maulida

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECHAN MASALAH MELALUI PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK PADA MATERI PELUANG Eva Maulida

suatu bidang matematika yang aplikasinya hampir meliputi setiap area kehidupan modern. Mengingat begitu penting peranan matematika, telah banyak usaha yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan matematika seperti mengadakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), seminar, pelatihan guru, penyempurnaan kurikulum dan lain-lain. Namun usaha ini belum memberikan hasil yang memuaskan hasil belajar matematika siswa masih rendah jika dibandingkan dengan hasil belajar mata pelajaran lain. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu siswa dalam pembelajaran matematika adalah dengan memilih dan menggunakan metode ataupun pendekatan pembelajaran yang tepat, sehingga siswa dapat memahami konsep matematika dengan baik dan mampu mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan dari konsep matematika tersebut.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Posing Terhadap Prestasi Belajar Matematika Pada Pokok Bahasan Statistika Ditinjau dari Aktivitas Belajar Siswa Pada kelas II semester II SMP Negeri I Sawit Tahun Pembelajaran 2005/2006.

PENDAHULUAN Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Posing Terhadap Prestasi Belajar Matematika Pada Pokok Bahasan Statistika Ditinjau dari Aktivitas Belajar Siswa Pada kelas II semester II SMP Negeri I Sawit Tahun Pembelajaran 2005/2006.

Dalam hal ini peneliti memilih menggunakan metode pembelajaran problem posing karena peneliti merasa pada pokok bahasan yang diteliti lebih cocok mengaktifkan siswa dengan menggunakan metode tersebut dan diharapkan dengan metode tersebut dapat mengatasi masalah yang dihadapi siswa dalam meningkatkan prestasi belajar matematika. Misalkan menggunakan metode pembelajaran problem solving dirasa tidak cocok karena siswa harus mengerjakan soal dengan 4 langkah yaitu: 1) memahami masalah, 2) menyusun rencana, 3) melaksanakan rencana, 4) memeriksa kembali. Dengan banyak langkah dalam penyelesaian masalah tersebut akan membutuhkan waktu yang banyak sehingga materi yang ada tidak dapat terselesaikan sesuai dengan rencana pembagian waktu yang telah ditentukan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA

KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA

Tingkat keberhasilan dalam menciptakan lulusan yang berkualitas dan memenuhi tujuan pendidikan nasional abad 21 bergantung dari peran seorang guru. Oleh karena itu, guru harus dapat memilih model pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran. BNSP merumuskan 16 prinsip pembelajaran yang harus dipenuhi dalam proses pendidikan abad ke-21 salah satunya yaitu dari pemikiran faktual menuju kritis, sehingga keterampilan berpikir kritis siswa perlu dilatih. Model pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru untuk melatih keterampilan berpikir kritis siswa adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing. Menurut Sanjaya (2008 dalam Jamil Suprihatiningrum, 2013: 163), metode inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Model pembelajaran inkuiri yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing. Pada model pembelajaran inkuiri terbimbing, aktivitas-aktivitas atau tahap-tahap yang dilakukan, diarahkan dan dibimbing oleh guru.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE ARITMATIK PLUS INTELIGENSI QUANTUM (APIQ) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG CEPAT PADA POKOK BAHASAN PANGKAT DUA DAN AKAR PANGKAT DUA (PTK Pembelajaran Matematika Kelas V MI Negeri Sendanglo).

PENERAPAN METODE ARITMATIK PLUS INTELIGENSI QUANTUM (APIQ) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG CEPAT PADA POKOK BAHASAN PANGKAT DUA DAN AKAR PANGKAT DUA (PTK Pembelajaran Matematika Kelas V MI Negeri Sendanglo).

Penelitian ini dapat memberikan informasi kepada guru matematika untuk memilih suatu alternatif metode dalam pembelajaran matematika yaitu dengan menggunakan metode Aritmatik Plus Inteligensi Quantum (APIQ) sebagai upaya dalam meningkatkan kemampuan berhitung cepat siswa dan memberikan masukan untuk menentukan prioritas pembinaan siswa yang mempunyai kemampuan berhitung dan prestasi belajar matematika siswa yang masih rendah. b. Bagi siswa

7 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SAINS MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 173456 HUTAGINJANG KECAMATAN SIJAMAPOLANG KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN T.P. 2015/2016.

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SAINS MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 173456 HUTAGINJANG KECAMATAN SIJAMAPOLANG KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN T.P. 2015/2016.

Dalam proses pelajaran berlangsung agar menarik dan menyenangkan bagi siswa, guru dapat menggunakan metode yang bervariasi, seperti metode diskusi, demonstrasi, eksperimen, Tanya jawab, penemuan, pemberian tugas, serta berbagai metode lainnya sehingga mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai. Untuk itu guru memiliki kompetensi dalam memilih metode apa yang tepat, efektif dan efisien dalam mengajarkan materi pelajaran kepada siswa untuk mencapai proses belajar mengajar yang diharapkan.

22 Baca lebih lajut

PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP NILAI KARAKTER ANAK DI RA SUDIRMAN KARANGMOJO, TASIKMADU, KARANGANYAR | Khoiriyah | KUMARA CENDEKIA 5861 12537 1 SM

PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP NILAI KARAKTER ANAK DI RA SUDIRMAN KARANGMOJO, TASIKMADU, KARANGANYAR | Khoiriyah | KUMARA CENDEKIA 5861 12537 1 SM

Berdasarkan simpulan dan implikasi hasil penelitian yang telah dikemukakan di atas, maka peneliti memberikan saran-saran yang diharapkan dapat bermanfaat. Saran-saran yang dapat disampaikan peneliti yaitu: (a) Sekolah hendaknya dapat memilih dan menggunakan metode dan media pembelajaran yang aktif serta melibatkan anak langsung yang dapat membangkitkan minat dan semangat anak seperti penggunaan metode problem based learning untuk mengembangkan karakter anak; (b) Guru hendaknya dapat menggunakan metode yang tepat dan menarik bagi anak sehingga anak semangat untuk belajar mandiri dengan tidak menggantungkan lagi bantuan dari guru dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Serta guru bekerja sama dengan orang tua anak untuk dapat memberikan perhatian kepada anaknya dan tidak terlalu memanjakan anak sehingga akan terjadi kesinergisan antara yang diberikan guru disekolah dan dirumah yaitu anak menjadi lebih mandiri dalam mengerjakan apa yang hendak dikerjakan anak; (c) Orang tua seharusnya memberikan bimbingan, pengawasan dan arahkan ketika anak melakukan kegiatannya sendiri. Orang tua sebaiknya membiarkan anak untuk melakukan apa yang sudah bisa dilakukan oleh anak namun tetap dengan mengontrol anaknya dalam melakukan kegiatannya tersebut. Orang tua berkewajiban untuk memberikan arahan yang baik apabila anak kurang tepat dalam melakukan kegiatannya agar dapat mengerti bagaimana yang benar dan seharusnya; (d) Hendaknya anak berusaha untuk selalu aktif dalam kegiatan belajar sehingga anak dapat lebih memahami apa yang dia lakukan. Serta anak lebih ingat jika anak melakukan sendiri apa yang dia lakukan daripada belajar dengan sekedar mendengarkan yang disampaikan guru tanpa anak ikut berperan aktif; (e) Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian yang sama. Serta peneliti dapat melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada dalam penelitian sebelumnya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

METODE SAS (STRUKTUR, ANALITIS, DAN SINTESIS) DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI DI KELAS TERAMPIL SANGGAR DHARMO YUWONO PURWOKERTO

METODE SAS (STRUKTUR, ANALITIS, DAN SINTESIS) DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI DI KELAS TERAMPIL SANGGAR DHARMO YUWONO PURWOKERTO

kreatifitas dan keaktifan siswa, berbeda dengan 7 sanggar yang lain di Kabupaten Banyumas. Pelaksanaan pembelajaran di sanggar lain di Kabupaten Banyumas pada umumnya bersifat imitatif tidak mengutamakan keaktifan siswa. Metode SAS (Struktur, Analitis, dan Sintesis) ini juga dalam pembelajarannya menggunakan metode imam atau meniru karena menari menggunakan gerak dan harus dicontohkan gurunya atau pengajarnya. Materi yang diberikan pada saat pelaksanaan pembelajaran di kelas terampil dilakukan secara bertahap, hal ini lebih mempermudah siswa dalam memahami setiap ragam gerak yang diajarkan. Kelas terampil di Sanggar Dharmo Yuwono ini merupakan kelas terakhir dari kelima tingkatan kelas, sehingga siswa lebih diutamakan keterampilan dan bentuk badan yang proporsional dalam menari. Siswa dituntut tidak hanya hafal tarian yang diajarkan, namun dapat menghayati tarian yang dibawakan dengan kemampuan yang optimal dan juga mampu memahami ragam gerak per bagiannya secara runtut dan benar. Anak lebih mudah memahami materi tari yang diberikan dan pada kelas terakhir memang dituntut untuk lebih berkualitas dari segi keterampilannya.
Baca lebih lanjut

152 Baca lebih lajut

1 Artikel Penelitian Metode Eksperimen dan Media Benda Nyata untuk Meningkatkan Prestasi Belajar dan Aktivitas Siswa

1 Artikel Penelitian Metode Eksperimen dan Media Benda Nyata untuk Meningkatkan Prestasi Belajar dan Aktivitas Siswa

Dari hasil refleksi terhadap proses pembelajaran IPA dengan materi mengelompokan benda- benda bersifat magnetis dan non magnetis, peneliti menemukan masalah-masalah penyebab kurang berhasilnya proses pembelajaran. Masalah-masalah tersebut antara lain: guru tidak menggunakan alat peraga, guru dalam membahas materi terlalu cepat, guru kurang terampil memvariasikan metode, pembelajaran selalu klasikal, dan guru tidak pernah memberi PR. Dari hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran, guru menyadari bahwa dalam mengajar tidak pernah menggunakan alat peraga dan hanya menjelaskan secara klasikal. Model pembelajaran yang seperti inilah yang membuat siswa menjadi bosan. Sebenarnya pengajaran akan lebih menarik bila siswa gembira belajar atau senang karena merasa tertarik dan mengerti pelajaran yang diterimanya. Hal ini dapat terwujud apabila dalam pelaksanaannya guru menggunakan media atau alat peraga untuk memperjelas pemahaman siswa.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Lampiran 7 Berkas hasil penilaian praktik pembelajaran di kelas (APKG 1 PKP dan APKG 2 PKP) siklus 1 dan siklus 2

Lampiran 7 Berkas hasil penilaian praktik pembelajaran di kelas (APKG 1 PKP dan APKG 2 PKP) siklus 1 dan siklus 2

Tematik Menampilkan penguasaan pembelajaran Tematik secara holistik 5.1 Terampil menggunakan metode dan Media pembelajaran 5.2 Mahir dalam mengaitkan tema dengan Kehidupan sehari-har[r]

8 Baca lebih lajut

BAB V KESIMPULAN & SARAN

BAB V KESIMPULAN & SARAN

Dengan memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan media yang digunakan dapat mempermudah guru dalam menyampaikan materi pelajaran dan memudahkan siswa dalam memahami [r]

3 Baca lebih lajut

BAB 1  Pengaruh Sertifikasi Terhadap Kinerja Guru Di SMK Muhammadiyah 3 Gemolong Tahun Pelajaran 2012/2013.

BAB 1 Pengaruh Sertifikasi Terhadap Kinerja Guru Di SMK Muhammadiyah 3 Gemolong Tahun Pelajaran 2012/2013.

disertifikasi belum maksimal, dalam perencanaan komponen silabus dan RPP belm lengkap serta belum adanya pengembangan silabus. Dalam pelaksanaan pembelajaran sebelum mengikuti sertifikasi guru, belum terampil dalam menggunakan media pembelajaran, sumber pelajaran hanya terbatas pada buku, metode yang digunakan belum bervariasi dan belum melibatkan siswa, sedangkan dalam evaluasi pembelajaran guru belum melakukan penilaian dalam proses pembelajaran, (2) sertifikasi berpengaruh positif terhadap profesionalisme guru dengan indikator sebagai berikut; (a) dalam perencanaan pembalajaran antara lain; adanya pengembangan silabus, komponen silabus, dan RPP sudah lengkap, (b) dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan media, sumber pembelajaran tidak hnya dari buku namun sudah ditambah dari internet, guru menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi sehingga dalam pengelolaan kelas lebih maksimal, sedangkan (c) dalam evaluasi pembelajaran, guru melakukan evaluasi selama proses pembelajaran disamping evaluasi setelah pembelajaran mengadakan remidi dan pengayaan serta perbaikan dalam proses belajar mengajar.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN Upaya Meningkatkan Kreatifitas Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (Ips) Melalui Metode Student Teams Achievement Division (Stad) Dengan Media Variatif Pada Siswa Kelas V Semester I Sd Negeri Baturejo 02 Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati Tahun Pel

PENDAHULUAN Upaya Meningkatkan Kreatifitas Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (Ips) Melalui Metode Student Teams Achievement Division (Stad) Dengan Media Variatif Pada Siswa Kelas V Semester I Sd Negeri Baturejo 02 Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati Tahun Pel

Berdasarkan pengertian dan tujuan dari pendidikan IPS serta pentinganya siswa memiliki kreatifitas dalam diri mereka, maka dibutuhkan suatu pola pembelajaran yang mampu menjadi jalan tercapainya tujuan tersebut. Kemampuan dan keterampilan guru dalam memilih dan menggunakan berbagai model, metode, dan strategi pembelajaran senantiasa terus ditingkatkan (Kosasih, 1994), agar pembelajaran Pendidikan IPS benar-benar mampu mengkondisikan upaya pembekalan kemampuan dan keterampilan dasar bagi siswa untuk menjadi manusia dan warga negara yang baik. Hal ini dikarenakan pengkondisian iklim belajar merupakan aspek penting bagi tercapainya tujuan pendidikan (Aziz Wahab, 1986)
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

t por 0907704 table of contents

t por 0907704 table of contents

Kemampuan guru dalam menggunakan Pendekatan dan metode pembelajaran yang relevan .... Kemampuan guru dalam memilih dan menggunakan media Pembelajaran ...[r]

4 Baca lebih lajut

Penerapan Metode Kontekstual Pada Mata Diklat Kearsipan Untuk Siswa Kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2 Salatiga.

Penerapan Metode Kontekstual Pada Mata Diklat Kearsipan Untuk Siswa Kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2 Salatiga.

Pada penelitian tindakan kelas ini akan dilakukan di SMK PGRI 2 SALATIGA kelas XI. Hal ini dikarenakan pada observasi awal didapatkan beberapa kekurangan dalam proses pembelajaran kearsipan antara lain. Kurang adanya keterlibatan siswa secara aktif selama proses pembelajaran. Penyampaian materi yang hanya berlangsung dari satu arah (guru). Dengan pembelajaran yang monoton dirasakan kurang bermanfaat, tidak menarik dan membosankan bagi siswa yang pada akhirnya bermuara pada rendahnya hasil belajar siswa. Saat ini masih banyak siswa yang belajar dengan mengingat dan menghafal fakta, dimana kelas berfokus pada guru sebagai sumber belajar sehingga pendekatan ceramah menjadi pilihan strategi utama. Siswa perlu tahu apa makna belajar, manfaat bagi kehidupannya, apa status mereka dan bagaimana mencapainya, siswa perlu pengarah dan pembimbing.
Baca lebih lanjut

125 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  OPTIMALISASI MINAT BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE EVERYONE IS TEACHER HERE PADA POKOK BAHASAN PECAHAN (PTK Pada Siswa Kelas VII SMP Al-Islam 1 Surakarta Tahun Ajaran 2010/2011).

PENDAHULUAN OPTIMALISASI MINAT BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE EVERYONE IS TEACHER HERE PADA POKOK BAHASAN PECAHAN (PTK Pada Siswa Kelas VII SMP Al-Islam 1 Surakarta Tahun Ajaran 2010/2011).

Proses pendidikan khususnya di Indonesia selalu mengalami penyempurnaan nantinya akan menghasilkan suatu pendidikan yang berkualitas. Para pengelola pendidikan telah melakukan berbagai hal untuk memperoleh kualitas yang baik dalam rangka meningkatkan prestasi peserta didik.hal ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurut Undang-undang Sisdiknas 2003 Pasal 1 ayat 1, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ULASAN PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 METRO TAHUN PELAJARAN 2014/2015

PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ULASAN PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 METRO TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Teks ulasan merupakan tulisan yang isinya menimbang atau menilai sebuah karya yang dikarang atau dicipta orang lain. Teks ulasan dalam pembelajaran bahasa Indonesia bertujuan untuk menyajikan informasi menyeluruh tentang sebuah karya sastra juga memengaruhi penikmat karya untuk memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan lebih jauh fenomena atau problema pada suatu karya dan memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah katya layak dinikmati atau tidak. Pada teks ulasan terdapat struktur teks, struktur tersebut meliputi, judul ulasan, data, pendahuluan, isi dan simpulan (Isnatun dan Farida, 2013: 57). Karya yang dinilai dalam tulisan resensi meliputi buku, film, novel, cerpen, dan semacamnya. Oleh sebab itu, sebagai seorang penulis resensi harus jujur dan paham terhadap isi buku atau tulisan yang diresensinya.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

BAB V MEDIA PEMBELAJARAN

BAB V MEDIA PEMBELAJARAN

Kriteria dalam Memilih Media  Sesuai dengan tujuan pembelajaran  Tepat untuk mendukung materi pemb  Praktis, luwes dan tahan lama  Guru terampil menggunakannya  Jumlah pe[r]

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...