Top PDF BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 - MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK - BANK KELOMPOK BUKU 2 DAN BUKU 3 - Perbanas Institutional Repository

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 - MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK - BANK KELOMPOK BUKU 2 DAN BUKU 3 - Perbanas Institutional Repository

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 - MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK - BANK KELOMPOK BUKU 2 DAN BUKU 3 - Perbanas Institutional Repository

risiko adalah potensi kerugian akibat terjadinya suatu peristiwa (events) tertentu. Jika diterapkan dalam dunia perbankan risiko bank merupakan suatu ancaman atau kemungkinan suatu tindakan yang dapat menimbulkan kerugian bagi bank. Risiko yang berkaitan dengan usaha bank pada dasarnya dapat berasal dari sisi aktiva maupun pasiva. Risiko usaha yang dihadapi oleh bank antara lain, risiko likuiditas, risiko kredit, risiko operasional, risiko pasar, risiko kepatuhan, risiko hukum, risiko reputasi, dan resiko strategik. Namun tidak semua risiko dapat dihitung menggunakan rasio keuangan yang dimiliki oleh perbankan. Risiko likuiditas, risiko kredit, risiko operasional, dan risiko pasar merupakan risiko yang dapat dihitung besarannya melalui rasio-rasio yang ada di dalam dunia perbankan.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK - BANK KELOMPOK BUKU 2 DAN BUKU 3 - Perbanas Institutional Repository

MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK - BANK KELOMPOK BUKU 2 DAN BUKU 3 - Perbanas Institutional Repository

14 dan risiko operasional mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1) pada Bank-Bank Kelompok Buku 2 dan Buku 3 yang menjadi sampel penelitian.Penulis menyadari bahwa penelitian yang dilakukan masih banyakmemiliki keterbatasan. Adapun keterbatasan dalam penelitian ini adalahSubyek penelitian ini hanya terbatas pada Bank-Bank Kelompok Buku 2 dan Buku 3 dimana hanya Bank Keb Hana Indonesia, Bank Mayapada, Bank UOB Indonesia dan Bank Bukopin yang diteliti sebagai sampel.Variabel yang diteliti hanya terbatas, yaitu LDR, LAR, IPR, NPL, APB, IRR, PDN, BOPO, dan FBIR sebagai rasio-rasio pengukur risiko usaha.Hanya terbatas pada periode penelitian triwulan satu 2011 hingga triwulan dua 2016Berdasarkan kesimpulan dan keterbatasan penelitian, maka saran yang dapatdiberikan dari penelitian ini adalah Bagi Bank yang ditelitiKebijakan yang terkait dengan IRR memberikan kontribusi sebesar 48,44 persen, dalam hal ini hendaknya Bank-BankKelompok Buku 2 dan Buku 3khususnya pada Bank Keb Hana Indonesia dan Bank UOB Indonesia yang memiliki rasio IRR tertinggi lebih dari 100 persen yaitu sebesar 109,35persen dan 103,59 persen untuk meningkatkan suku bunga maka bank harus menaikan suku bunga bank agar banyak nasabah berinvestasi dan menurunkan risiko pasar.Kebijakan yang terkait dengan PDN memberikan kontribusi sebesar 15,36 persen, dalam hal ini hendaknya Bank-Bank Kelompok Buku 2 dan Buku 3khususnya pada Bank Uob Indonesia yang memiliki rasio PDN tertinggi yaitu sebesar 3,24 persen , Bank harus melaksanakan pengendalian risiko nilai tukar yang bertujuan untuk melindungi nilai tukar dalam biaya dan kerugian, mempertimbangkan prinsip kehati-
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK - BANK KELOMPOK BUKU 2 DAN BUKU 3 - Perbanas Institutional Repository

MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK - BANK KELOMPOK BUKU 2 DAN BUKU 3 - Perbanas Institutional Repository

1. Variabel LDR, LAR, IPR, NPL, APB, IRR, PDN, BOPO, dan FBIR secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1) pada Bank-Bank Kelompok Buku 2 dan Buku 3 dari periode triwulan satu tahun 2011 sampai dengan triwulan dua tahun 2016. Artinya risiko likuiditas, risiko kredit, risiko pasar, dan risiko operasional mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1) pada Bank-Bank Kelompok Buku 2 dan Buku 3 yang menjadi sampel penelitian. Dengan demikian hipotesis pertama yang menyatakan bahwa LDR, LAR, IPR, NPL, APB, IRR, PDN, BOPO, dan FBIR terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1) pada Bank-Bank Kelompok Buku 2 dan Buku 3 diterima.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

3. Variabel IPR secara parsial mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1) pada Bank-Bank Kelompok Buku 3 dan Buku 4 yang menjadi sampel penelitian dari periode triwulan satu tahun 2010 sampai dengan triwulan dua tahun 2015. Selain itu risiko likuiditas apabila diukur menggunakan IPR secara parsial mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1). Besarnya kontribusi variabel IPR adalah sebesar 18,7 persen terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1) pada Bank-Bank Kelompok Buku 3 dan Buku 4. Dengan demikian hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa IPR secara parsial mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1) pada Bank-Bank Kelompok Buku 3 dan Buku 4 diterima. 4. Variabel NPL secara parsial mempunyai pengaruh negatif yang signifikan
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

The result from this research obtained partially LDR, IPR, NPL, PDN, BOPO and FBIR have significant effect on Core Capital Adequacy Ratio (TIER 1). And simultaneously LDR, IPR, APB, NPL, IRR, PDN, BOPO, and FBIR that represented liquidity risk, credit risk, market risk, and operational risk partially have significant effect on Core Capital Adequacy Ratio (TIER 1) on Bank group of book 3 and book 4.

13 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

PDN dapat berpengaruh positif atau negatif dengan Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1). Hal ini dapat terjadi apabila PDN meningkat, berarti terjadi peningkatan aktiva valas dengan persen- tase lebih besar daripada persentase pe- ningkatan pasiva valas. Apabila kondisi ini diikuti dengan kenaikan nilai tukar maka akan menyebabkan kenaikan pe- ndapatan valas lebih besar dibanding- kan dengan kenaikan biaya valas se- hingga akan menyebabkan bertambah- nya laba dan meningkatnya modal se- hingga berakibat pada kenaikan Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1). Namun apabila diikuti oleh penurunan nilai tukar maka akan menyebabkan penu- runan pendapatan valas lebih besar di- bandingkan dengan biaya valas sehingga akan menyebabkan berkurangnya laba dan mengurangi modal sehingga bera-
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

Risiko operasional dapat menimbulkan kerugian keuangan secara langsung maupun tidak langsung, serta kerugian potensial berupa kesempatan yang hilang untuk memperoleh keuntungan. Di samping itu, risiko operasional juga dapat menimbulkan kerugian yang tidak dapat atau sulit dihitung secara kuantitatif, seperti nama baik atau reputasi bank, yang dampak kerugian terkait dengan reputasi pada akhirnya dapat berakibat pada kerugian finansial. Menurut Veithzal Rivai (2012:482) untuk mengukur risiko likuiditas maka rasio-rasio yang dapat dipergunakan adalah:
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

IPR berpengaruh negatif (berlawanan arah) terhadap risiko likuiditas. Peningkatan IPR disebabkan oleh peningkatan persentase surat berharga yang dimiliki oleh bank lebih besar dibandingkan dengan persentase peningkatan total dana pihak ketiga (DPK) akibatnya pendapatan dari hasil investasi akan lebih besar dibandingkan dengan peningkatan biaya bunga yang harus dikeluarkan, sehingga kemampuan bank dalam mengelola surat-surat berharga yang dimiliki semakin meningkat, berarti risiko likuiditas semakin menurun.

16 Baca lebih lajut

MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK - BANK KELOMPOK BUKU 2 DAN BUKU 3 - Perbanas Institutional Repository

MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK - BANK KELOMPOK BUKU 2 DAN BUKU 3 - Perbanas Institutional Repository

Sample selection based on purposive sampling technique and samples of this research are four banks Bank Keb Hana Indonesia, Bank Mayapada, bank UOB Indonesia and Bank Bukopin. The data that is used in this research is secondary data from published financial statements it start from quarter I 2011 until quarter II 2016. Methods to collect data that used in this research is documentation method. And then technique data analysis is used regression linear analysis

14 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 - MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK - BANK KELOMPOK BUKU 2 DAN BUKU 3 - Perbanas Institutional Repository

BAB I PENDAHULUAN 1.1 - MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK - BANK KELOMPOK BUKU 2 DAN BUKU 3 - Perbanas Institutional Repository

ini dapat terjadi apabila IRR meningkat, berarti terjadi peningkatan Interest Rate Sensitivity Asset (IRSA) dengan persentase lebih besar daripada persentase peningkatan Interest Rate Sensitivity Liabilities (IRSL). Apabila kondisi ini diikuti dengan kenaikan suku bunga maka akan menyebabkan kenaikan pendapatan bunga lebih besar dibandingkan dengan kenaikan biaya bunga sehingga akan menyebabkan bertambahnya laba, sehingga kemampuan bank dalam mengelola risiko suku bunga semakin meningkat, berarti risiko pasar semakin menurun. Namun apabila diikuti oleh penurunan suku bunga maka akan menyebabkan penurunan pendapatan bunga lebih besar dibandingkan dengan penurunan biaya bunga sehingga akan menyebabkan berkurangnya laba, sehingga kemampuan bank dalam mengelola risiko suku bunga semakin menurun, berarti risiko pasar semakin meningkat.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA DAN PROFITABILITAS TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH DI INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA DAN PROFITABILITAS TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH DI INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

Perkembangan Kecukupan Modal Inti (TIER 1) yang dimiliki Bank Pembangunan Daerah di Indonesia selama periode 2010 sampai dengan triwulan II 2014 adalah seperti yang ditunjukan pada tabel 1.1. Berdasarkan tabel 1.1, dapat diketahui dari 26 Bank Pembangunan Daerah di Indonesia terdapat 12 Bank Pembangunan Daerah di Indonesia yang rata-rata trend mengalami penurunan, yaitu PT BPD Sulawesi Tenggara -3,32%, PT BPD Yogyakarta -0,41%, PT BPD Lampung -1,32%, PT BPD Riau Kepri -1,31%, PT BPD Sumatera Barat -0,28%, PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk -1,86%, PT BPD Bengkulu -1,48%, PT BPD Jawa Tengah -0,56%, PT BPD Nusa Tenggara Timur -2,67%, PT BPD Sulawesi Tengah -2,03%, PT BPD Kalimantan Selatan -0,14% dan PT BPD Papua -1,32%. Kenyataan tersebut masih menunjukan bahwa masih terdapat masalah pada Kecukupan Modal Inti (Tier 1) pada Bank Pembangunan Daerah di Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan dilakukan penelitian tentang Kecukupan Modal Inti (Tier 1) serta factor-faktor yang mempengaruhi Kecukupan Modal Inti (Tier 1) pada Bank Pembangunan Daerah di Indonesia.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Pengaruh risiko usaha terhadap rasio Kecukupan modal inti (tier 1) pada Bank umum swasta nasional Devisa - Perbanas Institutional Repository

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Pengaruh risiko usaha terhadap rasio Kecukupan modal inti (tier 1) pada Bank umum swasta nasional Devisa - Perbanas Institutional Repository

Menurut Ikatan Bankir Indonesia (2015:9), risiko pasar adalah risiko perubahan harga pasar pada posisi portofolio dan rekening administratif, termasuk transaksi derivatif. Perubahan harga terjadi akibat perubahan dari faktor pasar, termasuk risiko perubahan harga option. Risiko pasar antara lain terdapat pada aktivitas fungsional bank seperti kegiatan treasury (trading book) dan aktivitas investasi dalam bentuk surat berharga, termasuk perkreditan (banking book). Risiko pasar pada bank terjadi karena bank memiliki posisi, baik posisi trading book ataupun banking book, dan faktor pasar berubah, yang mengakibatkan nilai pasar dari posisi bank berubah. Pengukuran risiko pasar mengunakan berbagai rasio sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu - Pengaruh likuiditas, kualitas aset, sensitivitas pasar, Efisiensi, dan profitabilitas terhadap capital Adequacy ratio pada bank kelompok buku 1 - Perbanas Institutional Repository

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu - Pengaruh likuiditas, kualitas aset, sensitivitas pasar, Efisiensi, dan profitabilitas terhadap capital Adequacy ratio pada bank kelompok buku 1 - Perbanas Institutional Repository

Indonesia periode triwulan I tahun 2009 sampai dengan triwulan IV tahun 2012. Populasi dalam penelitian ini adalah Bank Pembangunan Daerah di Indonesia. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik purposive sampling dengan sampel yang terpilih yaitu BPD DKI, BPD Aceh, BPD Sumatera Barat, BPD Jawa Tengah, BPD Papua, BPD Riau Kepri. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data laporan keuangan publikasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode triwulan I tahun 2009 sampai dengan triwulan IV tahun 2012. Metode pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan teknik analisis data yang digunakan adalah metode regresi linier berganda. Hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu - PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN ANTARA BUKU 1 DAN BUKU 2 PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA - Perbanas Institutional Repository

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu - PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN ANTARA BUKU 1 DAN BUKU 2 PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA - Perbanas Institutional Repository

Penelitian ini berjudul “ Perbandingan Kinerja Keuangan Antara Bank Pemerintah dan Bank Umum Swasta Nasional”. Adapun masalah yang diangkat adalah apakah ada perbedaan yang signifikan pada rasio LDR, IPR, NPL, PPAP, APB, IRR, PDN, ROA, NIM, BOPO, CAR, PR, dan ATTM pada Bank Pemerintah dan Bank Umum Swasta Nasional.

17 Baca lebih lajut

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PT. BANK SYARIAH MEGA INDONESIA.

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PT. BANK SYARIAH MEGA INDONESIA.

Kesehatan bank tidak hanya penting bagi kelangsungan kegiatan operasionalnya, tetapi juga penting bagi sistem perbankan dan perkembangan perekonomian suatu negara, karena bank yang sehat akan berpengaruh positif terhadap kepercayaan masyarakat dan tercapainya system perekonomian yang efektif dan efisien.

10 Baca lebih lajut

2016 view

2016 view

* Kantor Samsat P.Raya * RSUD Dr.Doris Sylvanus P.Raya * Kantor Walikota P.Raya * Tewah * Tangkiling * Kantor Kas Sei Hanyo * Kantor Gubernur Prov.Kalteng Unit Pelayanan Kas (UPK) : * UPK Pasar Beringin Buntok * UPK Pasar Pendopo Muara Teweh * UPK Pasar Indra Kencana Pangkalan Bun * UPK RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun * UPK Selat Kuala Kapuas * UPK Eks.Kantor BPD Kalteng lama * UPK Sangkurun, Kuala Kurun* UPK Samsat Sampit * UPK Samsat Muara Teweh * UPK Samsat Pangkalan Bun * UPK Samsat Kuala Kapuas * UPK Kasongan Baru * - Mobil Kas Keliling (1 unit) - Anjungan Tunai Mandiri (ATM) berjumlah 81 unit
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN ANTARA BANK UMUM KEGIATAN USAHA (BUKU) 2 DAN 3 - Perbanas Institutional Repository

PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN ANTARA BANK UMUM KEGIATAN USAHA (BUKU) 2 DAN 3 - Perbanas Institutional Repository

Perbankan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan bank, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya. Perbankan Indonesia dalam menjalankan fungsinya berasaskan demokrasi ekonomi dan menggunakan prinsip kehati-hatian. Fungsi utama perbankan Indonesia adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat serta bertujuan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional, kearah peningkatan taraf hidup rakyat banyak.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

pub bulanan 122016 audited

pub bulanan 122016 audited

II KEWAJIBAN KOMITMEN 1. Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum ditarik a. BUMN i. Committed a. Rupiah b. Valuta asing ii. Uncommitted a. Rupiah b. Valuta asing b. Lainnya i. Committed ii. Uncommitted 2. Fasilitas kredit kepada bank lain yang belum ditarik a. Committed i. Rupiah ii. Valuta asing b. Uncommitted i. Rupiah ii. Valuta asing

1 Baca lebih lajut

Pengaruh risiko usaha terhadap rasio Kecukupan modal inti (tier 1) pada Bank umum swasta nasional Devisa - Perbanas Institutional Repository

Pengaruh risiko usaha terhadap rasio Kecukupan modal inti (tier 1) pada Bank umum swasta nasional Devisa - Perbanas Institutional Repository

The purpose of the research was to determine the effects of LDR, IPR, NPL, APB, IRR, PDN and BOPO simultaneously and partially On the Capital Adequacy Ratio (Tier 1). The population consisted Of the foreign Exchange National Private Commercial Bank. It used a purposive sampling to obtain the data so that selected Bank Bukopin, Bank Mayapada International and Bank Sinarmas. The data were collected by the documentation and then analyzed using linear multiple regression analysis technique. The result showed that LDR, IPR, NPL, APB, IRR, PDN and BOPO simultaneously have a significant effect On Capital Adequacy Ratio (Tier 1). Partially LDR, IPR and APB significantly has a negative effect On Capital Adequacy Ratio (Tier 1). Meanwhile IRR has a positive and significant effect On Capital Adequacy Ratio (Tier 1) ratio. On the contrary, NPL and PDN have a positive and insignificant effect On Capital Adequacy Ratio (Tier 1) ratio. While the last BOPO has a negative and insignificant effect On Capital Adequacy Ratio (Tier 1) ratio.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pengaruh Marko Ekonomi Terhadap Non Performing Loan Bank Swasta Nasional Indonesia Periode 2009-2015 - Ubaya Repository

Pengaruh Marko Ekonomi Terhadap Non Performing Loan Bank Swasta Nasional Indonesia Periode 2009-2015 - Ubaya Repository

The Purpose of his research is to analyze the influence the Non Performing Loan (NPL) in the tenth small private bank by capital in Indonesia in 2009-2015. As some of the factors analyzed in influence of Non Performing Loan (NPL): Gross Domestic Product (GDP), Inflation (INF), and Interest Rate of Credit Investment (IRCI). The sample in this study is fifth bank of BUKU 1 that is Mandiri Taspen Pos Bank, Jasa Jakarta Bank, Capital Bank, Index Selindo Bank, and CCB Indonesian Bank, while fifth bank of BUKU 2 that is Mestika Bank, KEB Hana Indonesian Bank, Mayapada Bank, MNC International Bank, and Sinarmas Bank. The data used is the annual data released by the bank and Secondary data were obtained directly from the World Bank and Bank Indonesia. This research was conducted with quantitative approach and analyzed using Ordinary Least Square (OLS).
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...