Top PDF Toleransi Antar Umat Beragama (Studi Kasus Keluarga Islam dan Keluarga Non Islam di 10 Ulu Palembang)

Toleransi Antar Umat Beragama

Toleransi Antar Umat Beragama

Toleransi juga dapat dikatakan istilah pada konteks agama dan sosial budaya yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap golongan-golongan yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas pada suatu masyarakat. Misalnya toleransi beragama dimana penganut Agama mayoritas dalam sebuah masyarakat mengizinkan keberadaan agama minoritas lainnya. Jadi toleransi antar umat beragama berarti suatu sikap manusia sebagai umat yang beragama dan mempunyai keyakinan, untuk menghormati dan menghargai manusia yang beragama lain. Istilah toleransi juga dapat digunakan dengan menggunakan definisi "golongan / Kelompok" yang lebih luas, misalnya orientasi seksual, partai politik, dan lain-lain. Sampai sekarang masih banyak kontroversi serta kritik mengenai prinsip-prinsip toleransi baik dari kaum konservatif atau liberal.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Gereja dan Toleransi Beragama (Usaha GBKP Semarang dalam Mewujudkan Toleransi Antar Umat Beragama)

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Gereja dan Toleransi Beragama (Usaha GBKP Semarang dalam Mewujudkan Toleransi Antar Umat Beragama)

GBKP Semarang sebagai salah satu gereja kesukuan yang jemaatnya sebagian besar merupakan orang yang bersuku Batak Karo menyadari keberadaannya di tengah keberagaman yang ada. Dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat, GBKP Semarang berusaha untuk menghargai perbedaan tersebut dan berusaha mewujudkan sikap toleransi antar umat beragama dengan menunjukkan penghargaan dan penerimaan yang baik lewat sikap dan tindakan yang dilakukannya. Usaha tersebut antara lain: Keterbukaan Gereja untuk mau terlibat dengan masyarakat setempat lewat ikut berpartisipasi memperhatikan lingkungan maupun warga masyarakat yang membutuhkan bantuan, menunjukkan respon positif terhadap perbedaan lewat memberi ucapan selamat kepada masyarakat setempat yang sedang merayakan hari besar agamanya, berusaha menjadi bagian dari masyarakat dengan tidak eksklusif. GBKP Semarang mampu mewujudkan sikap toleransi tersebut. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : Jemaat GBKP Semarang mempunyai pemahaman dan kesadaran yang baik mengenai pentingnya sikap toleransi dalam menjalin hubungan antar umat beragama yang ada. Pendidikan dan wawasan yang luas mengenai pentingnya kerukunan antar umat beragama didapatkan oleh GBKP Semarang lewat Ibadah dan PA yang dilakukan secara rutin. Hal ini bisa terjadi karena GBKP Semarang yang belum memiliki Pendeta Jemaat sering mendapat pengajaran dari Pendeta- pendeta yang berasal dari denominasi gereja yang berbeda. Jemaat GBKP Semarang maupun masyarakat Karang Rejo tempat dimana gedung GBKP Semarang berada, dalam kehidupannya sehari-hari selalu
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

TOLERANSI ANTAR UMAT  BERAGAMA (Studi di SMA Negeri 1 Ende-Flores)

TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA (Studi di SMA Negeri 1 Ende-Flores)

Penulisan skripsi dengan judul “Toleransi Antar Umat Beragama (Studi di SMA Negeri 1 Ende-Flores)” adalah bentuk rangkaian tugas akhir yang harus ditempuh guna menyelsaikan pendidikan S1 di Program Studi Pendidikan Agama Islam jurusan Tarbiyah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang.

19 Baca lebih lajut

Dakwah dan Toleransi Umat Beragama (Dakwah Berbasis Rahmatan Lil Alamin)

Dakwah dan Toleransi Umat Beragama (Dakwah Berbasis Rahmatan Lil Alamin)

Menggarisbawahi semua itu, yang namanya kewaspadaan tetap dibutuhkan, agar semua yang berpotensi memicu konflik bisa diredam sehingga tidak muncul lagi ke permukaan, mengusik toleransi umat beragama. Jika tidak diantisipasi dengan cermat, apalagi kalau dai sampai ikut bermain di dalamnya, memperlebar jurang perbedaan dan mempertajam potensi konflik; tentu ancaman perpecahan tak terhindarkan lagi. Betapa tidak, karena isu agama yang tak terkendali cepat sekali memompa sikap tak bersahabat, atau berseberangan, priori terhadap orang lain, saling membenci dan malah mengundang terjadinya perbuatan anarkis.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Toleransi Umat Beragama Di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan

Toleransi Umat Beragama Di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan

Desa Balun merupakan desa yang majemuk dalam hal budaya dan agama Desa ini terdiri dari dua Pedukuhan atau dusun yang masyarakatnya memeluk tiga agama yakni: agama Islam sebagai agama mayoritas dan dua agama lagi yakni agama Kristen Protestan dan Hindu. Kehidupan masyarakat Desa Balun Nampak sangat rukun dan damai. Selama berabad-abad penduduk tinggal di desa Balun tidak pernah dijumpai konflik-konflik atas nama agama. Bagi warga setempat, keberadaan masjid dan gereja berdampingan tak menimbulkan masalah antar umat beragama. Di desa berpenduduk 4.150 jiwa juga terdapat pura atau tempat ibadah umat Hindu. Keberadaan tiga tempat ibadah di Balun, menunjukkan bahwa warga desa bukan pemeluk satu agama. Mereka juga menikahi pasangan berbeda agama. Tak sedikit dalam satu keluarga ada yang berbeda agama. Saya harap kerukunan masyarakat Balun menjadi contoh untuk warga lain tentang bagaimana kami merawat toleransi dan hidup berdampingan meski berbeda agama, ”Saling menghargai yang tinggi ditunjukkan warga, membuat desa ini dijuluki "Desa Pancasila Kesimpulan dari peneltian ini semenjak penulis tinggal di desa balun mulai kecil hingga sekarang Toleransi umat beragama di desa balun masih bisa terjaga dengan baik.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Toleransi Antar Umat Beragama Di Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten Kharina Rahmanika

Toleransi Antar Umat Beragama Di Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten Kharina Rahmanika

Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara dengan instrumen penelitian berupa angket/kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan secara langsung terjun ke lapangan untuk mendapatkan data yang diperlukan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif yang melibatkan perhitungan angka atau kuantitas. Hasil analisis data merupakan persentase yang menunjukkan hasil toleransi antar umat beragama di Kecmatan Prambanan. Penelitian ini mempelajari tentang masalah-masalah yang ada didalam masyarakat dan juga tata cara yang digunakan dalam masyarakat seta dalam situasi tertentu. Penelitian deskriptif merupakan jenis metode yang menggambarkan suatu objek dan subjek yang sedang diteliti tanpa adanya rekayasa. Termasuk mengenai hubungan tentang kegiatan, pandangan, sikap dan proses-proses yang berpengaruh dalam suatu fenomena yang terjadi.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DALAM AL-QURAN (Telaah Konsep Pendidikan Islam)

TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DALAM AL-QURAN (Telaah Konsep Pendidikan Islam)

BAB III TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DALAM AL-QURAN TELAAH KONSEP PENDIDIKAN ISLAM A. Tafsîr Toleransi Antar Umat Beragama Dalam Al-Quran . 82 1. Batasan Toleransi Terhadap Keimanan dan Peribadatan (Q.S.Al-Kâfirûn,109/18: 1-6) ....................................... 84

12 Baca lebih lajut

Pluralitas Umat Beragama: Upaya Menegakkan Toleransi melalui Al-Qur'an

Pluralitas Umat Beragama: Upaya Menegakkan Toleransi melalui Al-Qur'an

Abstrak : Dalam beberapa tahun terakhir ini sangat banyak muncul konflik antar agama, intoleransi dan kekerasan atas nama agama. Adanya sikap seperti saling mencurigai, tidak menghargai satu sama lain, dan ketidakharmonisan hidup telah menjadi sebuah realitas kehidupan antar umat beragama. Tanpa adanya toleransi, kerukunan hidup antar umat beragama akan sulit terwujud, karena toleransi merupakan suatu keniscayaan bagi umat beragama. Toleransi juga merupakan bagian dari visi teologi atau akidah Islam sebagaimana yang ajarkan di dalam Alqur’an. Olehkarenanya, kajian terhadap toleransi perlu dikaji secara mendalam sebagai upaya untuk meminimalisir konflik keagamaan dan terciptanya kerukunan hidup antarumat beragama.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PERAN MUHAMMADIYAH DALAM TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DI DESA BANDARDAWUNG KECAMATAN  Peran Muhammadiyah Dalam Toleransi Antar Umat Beragama Di Desa Bandardawung Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Periode 2013-2018.

PERAN MUHAMMADIYAH DALAM TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DI DESA BANDARDAWUNG KECAMATAN Peran Muhammadiyah Dalam Toleransi Antar Umat Beragama Di Desa Bandardawung Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Periode 2013-2018.

Dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di Bandardawung. Salah satu metode yang digunakan Muhammadiyah ialah dengan menanamkan pentingnya sikap toleransi untuk kerukunan umat beragama melalui pengajian-pengajian yang di adakan rutin setiap minggunya, dan juga contoh yang hidup rukun serta saling menghargai yang di ajarkan dan di perlihatkan secara nyata oleh anggota-anggota Muhammadiyah. Dari sini dapat dilihat peranan dan upaya Muhammadiyah dalam menjaga toleransi agama di Desa Bandardawung, sasaranya jelas yaitu di tujukan kepada seluruh lapisan dan golongan masyarakat, anak-anak, pemuda, buruh, petani, pengusaha dan sebagainya. 19
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Konsep Toleransi (Al-samahah) Antar Umat Beragama Perspektif Islam

Konsep Toleransi (Al-samahah) Antar Umat Beragama Perspektif Islam

Masalah yang sering terjadi mengenai penerapan toleransi antar umat beragama ialah ketika toleransi dalam bidang muamalah berhadapan/bersenggolan dengan masalah aqidah dan ibadah. Sebagian orang beranggapan bahwa tidak ada masalah jika mengucapkan selamat natal atau bahkan menghadiri undangan prosesi perayaan hari raya orang non-muslim dengan anggapan bahwa dasar toleransi atau saling menghargai antar pemeluk agama yang berbeda. Padahal dalam Islam, konsep toleransi sungguh sangat jelas bahwa dalam segi aqidah atau ibadah tidak ada toleransi, karena aqidah adalah sesuatu yang mutlak dan tidak dapat dikompromi. Oleh karena itu, sekecil apapun perkara yang dapat merusak dan mencederai aqidah keislaman, maka wajib dijauhi dan dihindari.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Toleransi Antar Umat Beragama Perspektif KH. Ali Mustafa Yaqub

Toleransi Antar Umat Beragama Perspektif KH. Ali Mustafa Yaqub

Jenis penelitian yang dilakukan oleh penyusun adalah penelitian yang bersifat kepustakaan (library research) yaitu penelitian yang sumber datanya diperoleh melalui penelitian buku-buku yang berkaitan dengan masalah yang dibahas penelitian ini, baik melalui sumber data primer maupun sumber data sekunder. Adapun yang menjadi sumber data primernya disini adalah buku-buku yang membahas toleransi antar umat bergama dan juga yang terkait dengan kerukunan antar umat beragama, sedangkan yang menjadi sumber sekunder dalam penelitian ini adalah segala literatur ataupun hal-hal yang terkait dengan bahasan penelitian, seperti artikel, skripsi, tesis, maupun informasi- informasi yang di dapatkan dari dunia maya. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik, dimana menghasilkan sebuah gambaran dengan menguraikan fakta-fakta yang bersifat kondisional dari suatu peristiwa. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui permasalahan yang diteliti secara gamblang dan terfokus. Penulis berupaya memaparkan dengan jelas pemikiran KH. Ali Mustafa Yaqub mengenai toleransi antar umat beragama.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Sistem Komunikasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai Fasilitator Toleransi Umat Beragama di Kota Banda Aceh

Sistem Komunikasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai Fasilitator Toleransi Umat Beragama di Kota Banda Aceh

Sosialiasasi memiliki peranan yang Penting dalam berinteraksi secara langsung serta memberikan wawasan kepada sekelompok orang. Adapun program ini di laksanakan untuk diberitahukan kepada masyarakatmaupun pelajar akan pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama, yangmelibatkan pelajar muslim dan non muslim. Kegiatan sosialisasi ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya, baik di masyarakat maupun di sekolah-sekolah. Yang menjadi maksud dan tujuan dalam acara sosialisasi ini adalahuntuk meningkatkan hubungan sesama umat beragama yang di landasi toleransi,saling pengertian, menghormati dan menghargai kesetaraan dalam ajaranagamanya, serta kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa danbernegara, berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, sehingga terciptanya kehidupan yang rukun sesuai dengan apa yang diharapkan.
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

Toleransi Beragama Perspektif Forum Komunikasi Generasi Muda antar Umat Beragama Surabaya

Toleransi Beragama Perspektif Forum Komunikasi Generasi Muda antar Umat Beragama Surabaya

Penelitian ini berangkat dari keresahan penulis melihat berbagai fenomena terkait intoleransi beragama, baik antar sesama pemeluk agama maupun lintas agama, seperti peristiwa pelanggaran hak kebebasan dalam memeluk agama yang terjadi di daerah Aceh pada 22 April 2016 yaitu kasus pelarangan pembangunan gereja yang mana Forum Cinta Damai Aceh Singkil (Forcidas) menyampaikan pengaduan terkait adanya diskriminasi dalam mendirikan gereja. Sedangkan yang terkait dengan intoleransi terhadap sesama pemeluk agama adalah persitiwa yang terjadi di Lombok Timur Nusa Tenggara Barat yang terjadi pada tanggal 19 sampai 20 mei 2018 merupakan kasus intoleransi antar sesama pemeluk agama islam yakni terjadi penyerangan, perusakan, dan pengusiran terhadap warga penganut Ahmadiyah di Dusun Grepek Tanak Eat, Desa Greneng, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Konflik antar sesama pemeluk agama maupun lintas agama tersebut terjadi akibat minimnya toleransi yang ada. Melihat berbagai fenomena tersebut, kemudain ada langkah yang dilakukan oleh pemerintah melalui Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Pusat di bawah naungan Kementrian Dalam Negeri pada tahun 2012, mengundang seluruh ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) tiap- tiap provinsi, untuk hadir di Jakarta beserta perwakilan pemuda guna menggagas konsep forum kerukunan yang mengena pada segmen pemuda. Yang kemudian disepakati untuk membetuk pelopor kerukunan antar umat beragama yang digawangi oleh anak- anak muda. Dalam pertemuan tersebut akhirnya diputuskan untuk dibentuk forum dengan nama Forum Komunikasi Generasi Muda antar Umat Beragama.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

Toleransi Antar Umat Beragama dalam Perspektif Islam (suatu Tinjauan Historis

Toleransi Antar Umat Beragama dalam Perspektif Islam (suatu Tinjauan Historis

Menurut ajaran Islam, toleransi bukan saja terhadap sesama manusia, tetapi juga terhadap alam semesta, binatang, dan lingkungan hidup. Dengan makna toleransi yang luas semacam ini, maka toleransi antar-umat beragama dalam Islam memperoleh perhatian penting dan serius. Apalagi toleransi beragama adalah masalah yang menyangkut eksistensi keyakinan manusia terhadap Allah. Ia begitu sensitif, primordial, dan mudah membakar konflik sehingga menyedot perhatian besar dari Islam. Makalah berikut akan mengulas pandangan Islam tentang toleransi. Ulasan ini dilakukan baik pada tingkat paradigma, doktrin, teori maupun praktik toleransi dalam kehidupan manusia.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Paradigma Integralistik dan Toleransi Umat Beragama di Kota Palembang

Paradigma Integralistik dan Toleransi Umat Beragama di Kota Palembang

Toleransi sendiri terbagi atas tiga yaitu: pertama, negatif. Isi ajaran dan penganutnya tidak dihargai. Isi ajaran dan penganutnya hanya dibiarkan saja karena menguntungkan dalam keadaan terpaksa.Contoh PKI atau orang-orang yang beraliran komunis di Indonesia pada zaman Indonesia baru merdeka. Kedua, Isi ajaran ditolak, tetapi penganutnya diterima serta dihargai.Contoh Anda beragama Islam wajib hukumnya menolak ajaran agama lain didasari oleh keyakinan pada ajaran agama Anda, tetapi penganutnya atau manusianya Anda hargai. Ketiga, ekumenis. Isi ajaran serta penganutnya dihargai, karena dalam ajaran mereka itu terdapat unsur-unsur kebenaran yang berguna untuk memperdalam pendirian dan kepercayaan sendiri. Contoh Anda dengan teman Anda sama-sama beragama Islam atau Kristen tetapi berbeda aliran atau paham. Dalam kehidupan beragama sikap toleransi ini sangatlah dibutuhkan, karena dengan sikap toleransi ini kehidupan antar umat beragama dapat tetap berlangsung dengan tetap saling menghargai dan memelihara hak dan kewajiban masing-masing.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Guru Dan Penanaman Nilai-Nilai Toleransi antar umat beragama

Guru Dan Penanaman Nilai-Nilai Toleransi antar umat beragama

Penafsiran tentang toleransi, banyak pemahaman oleh karena itu berbagai persepsi juga mengenai bagaimana bentuk dari toleransi beragama yang dilakukan, “Said Agil Al Munawar menjelaskan yang ada pada bukunya yaitu ada dua macam toleransi, toleransi dinamis dan toleransi statis. Toleransi statis adalah toleransi yang tidak melahirkan kerjasama hanya bersifat teoritis. Jadi yang dimaksud dalam hal ini toleransi hanya sekedar anggapan masyarakat yang tahu secara idealis namun tidak pada implementasi. Toleransi dinamis adalah toleransi aktif yang melahirkan kerja sama untuk tujuan kerukunan bersama, sehingganya kerukunan antar umat beragama bukan pada bentuk teori, akam tetapi sebagai refleksi kebersamaan umat beragama sebagai satu bangsa. 17 Toleransi terbagi menjadi dua macam yaitu:
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PERAN MUHAMMADIYAH DALAM TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DI DESA BANDARDAWUNG KECAMATAN  Peran Muhammadiyah Dalam Toleransi Antar Umat Beragama Di Desa Bandardawung Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Periode 2013-2018.

PERAN MUHAMMADIYAH DALAM TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DI DESA BANDARDAWUNG KECAMATAN Peran Muhammadiyah Dalam Toleransi Antar Umat Beragama Di Desa Bandardawung Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Periode 2013-2018.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah peran Muhammadiyah dalam toleransi umat beragama di Bandardawung Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan ( field research ) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara ( interview ) dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah metode deskriptif analisis.

14 Baca lebih lajut

MODEL SOSIALISASI  TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DAN KESADARAN BERBHINEKA TUNGGAL IKA DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI    Model Sosialisasi Toleransi Antar Umat Beragama Dan Kesadaran Berbhineka Tunggal Ika Dengan Menggunakan Strategi Answer Gallery Kombinasi

MODEL SOSIALISASI TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DAN KESADARAN BERBHINEKA TUNGGAL IKA DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI Model Sosialisasi Toleransi Antar Umat Beragama Dan Kesadaran Berbhineka Tunggal Ika Dengan Menggunakan Strategi Answer Gallery Kombinasi

Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan model sosialisasi toleransi antar umat beragama dan kesadaran berbhineka tunggal ika dengan menggunakan strategi Answer Gallery kombinasi Talking Stick di Karang Taruna Pandan Sari Desa Krikilan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen Tahun 2016, Mendiskripsikan peningkatan toleransi antar umat beragama dan kesadaran berbhineka tunggal ika di karang tarunaPandan Sari Desa Krikilan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen Tahun 2016. Data penelitian dikumpulkan melalui informan, tempat dan peristiwa berlangsungnya model sosialisasi toleransi antar umat beragama dan kesadaran berbhineka tunggal ika. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan angket. Teknis analisis data menggunakan deskriptif dan inferensial. Model sosialisasi terdiri dari taahap perencanaan, pelaksanaan uji coba, evaluasi, perbaikan dan penyempurnaan model. Hasil peningkatan pada saat pra siklus ke uji coba I yaitu 33 % sedangkan pada uji coba I ke uji coba II meningkat 7%
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Strategi Komunikasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Dalam Mengkampanyekan Toleransi Beragama.

Strategi Komunikasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Dalam Mengkampanyekan Toleransi Beragama.

Dalam konstruksi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 tahun 2006, kerukunan umat beragama adalah toleransi, kesetaraan, dan kerja sama. Toleransi sering dipahami sebagai kesediaan pihak dominan untuk menerima, menghormati, dan bekerja sama dengan pihak lain yang lebih lemah. Kerukunan umat beragama yaitu kondisi dimana hubungan antar umat beragama dilandasi toleransi, adanya saling pengertian, menghormati dan menghargai satu sama lain. Baik dalam kesetaraan agamanya maupun berbangsa dan bernegara.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pembinaaan Toleransi Antar Umat Beragama Perspektif Pendidikan Agama Islam Bagi Remaja Kota Kendari

Pembinaaan Toleransi Antar Umat Beragama Perspektif Pendidikan Agama Islam Bagi Remaja Kota Kendari

Dikandungan surat Al-Kafirun itu para ahli telah mencoba menarik beberapa garis hukum diantaranya adalah (1) tidak seorangpun boleh dipaksa untuk memeluk agama lain atau meninggalkan ajaranya agamnya dan (2) setiap orang berhak untuk beribadat menurut ketentuan ajaran agamanya masing-masing. Maka berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa agama tidak pernah berhenti dalam mengatur tata kehidupan manusia. Di dalam kehidupan masyarakat Indonesia dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dan antara penganut kepercayaan yang berbeda sehingga toleransi beragama dapat diterapkan dan kerukunan umat beragama dapat terwujud dengan baik.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Show all 2788 documents...

Related subjects