ANALISA DAN INTERPRETASI DATA
IV. A.1.d Hasil wawancara
Tabel 4
Jadwal Wawancara Subjek 1
No Tanggal Wawancara Waktu Wawancara Tempat Wawancara 1 7 Agustus 2007 09.00 – 10.00 WIB Di Sekolah Subjek 2 9 Agustus 2007 09.00 – 10.30 WIB Di Sekolah Subjek 3 11 Agustus 2007 09.00 – 11.00 WIB Di Rumah Subjek 4 20 November 2007 09.00 – 10.30 WIB Di Sekolah Subjek
1. Bagaimana sikap anak terhadap sekolah.
Perasaan yang Ali rasakan ketika mau pergi ke sekolah adalah rasa senang, karena Ali bisa jajan di sekolah.
“...senang...” (S1.W1/b.141)
“...senang....kalau mau sekolah.” (S1.W1/b.143)
“(mengangguk)...senang...bisa sekolah.” (S1.W1/b.312)
“...senang....bisa jajan (tersenyum).” (S1.W1/b.314)
“Ya...menurut opung dia senang ke sekolah.” (FAS1.W1/b.130)
“Ya tau aja. Kalau kami mau pergi dia langsung pegang tangan opung, dia yang narik-narik opung biar cepat pergi. Jadi opung rasa dia cukup senang untuk pergi ke sekolah.”
(FAS1.W1/b.132-135)
Disekolah Ali punya banyak kegiatan, pada saat pelajaran didalam kelas, Ali membaca dan menulis bersama temannya.
“Belajar.” (S1.W1/b.182) “...eee....membaca,...menulis,...nyanyi....” (S1.W1/b.184) “....baca...na...ni...nu...ne...no.” (S1.W1/b.203)
“ ....nulis...yang udah dibaca.” (S1.W1/b.209)
Ketika guru bertanya dan menyuruh Ali untuk menulis dipapan tulis, Ali maju dan mencoba menulis tapi kalau tidak bisa Ali tidak takut dihukum gurunya karena teman yang lain juga dihukum.
“...maju.” (S1.W1/b.219)
“(mengangguk)...nulis di papan tulis.” (S1.W1/b.221)
“...bisa, tapi (menunduk)...” (S1.W1/b.223)
“...pernah ga’ bisa.” (S1.W1/b.227) “...di...hukum.” (S1.W1/b.231) “...disuruh berdiri.” (S1.W1/b.233) “...di...depan kelas.” (S1.W1/b.237)
“...teman yang lain juga dihukum.” (S1.W2/b.455)
“(menggeleng) ga’ takut,...kan ada teman (tersenyum).” (S1.W2/b.457-458)
“Tau, si Ali pernah dihukum sama gurunya (sambil tertawa).” (FAS1.W1/b.173-174)
“Ya karena ga’ bisa membuat apa yang disuruh gurunya.” (FAS1.W1/b.177-178)
Ketika istirahat, Ali lebih banyak menghabiskan waktunya bersama nenek neneknya daripada dengan teman-temannya.
“....istirahat...sama opung.” (S1.W1/b.255)
“....lebih suka...sama opung.” (S1.W1/b.283)
“Ya...biasa anak-anak jajan, kalau dah jajan main sebentar. Ga’ bisa lama kan dia lama keluarnya, dah habis setengah jam istirahat baaru dia keluar, paling hanya sempat jajan, ga’ main.”
(FAS1.W1/b.231-235)
“kadang sendirian, kadang ada temannya satu yang opung nampak, teman sebangkunya opung rasa.”
(FAS1.W1/b.237-239)
Kalau sudah waktunya pulang, Ali dan neneknya langsung pulang, Ali tidak ingin menghabiskan lebih banyak waktunya bersama temannya.
“Pulang....” (S1.W1/b.295)
“...mau cepat pulang.” (S1.W1/b.299)
“Ya kalau pulang sama opung.” (FAS1.W1/b.244)
“Ya biasanya langsung pulang, mungkin karena dah lapar. Kalau main sih biasanya dah di rumah.”
(FAS1.W1/b.247-249)
Sekolah adalah tempat belajar agar bisa jadi orang yang pintar. Ali bersikap seperti layaknya anak lain terhadap sekolah, tidak ada masalah.
“...sekolah, ...tempat belajar...supaya....bisa pintar.” (S1.W4/b.646-647)
2. Bagaimana gejala school refusal yang ditunjukkan oleh anak, meliputi: frekuensi, durasi, intensitas, dan bentuk perilakunya.
Ali akan tetap mau pergi sekolah dan mau tetap tinggal disekolah asalkan ada nenek yang menemani dan menungguinya sampai pulang sekolah.
“...ga’...opung ga’ pulang...nunggui Ali.” (S1.W1/b.79-80)
“...kalau opung bisa ngantar....sekolah.” (S1.W1/b.111)
“Ya gimana ya, dia maunya diantar sama opung, ya udah daripada ga’ sekolah opung antar aja.”
(FAS1.W1/b.118-119)
“Iya, ga’ mau dia sekolah kalau ga’ opung antar. Nangis aja tu kerjanya kalau ga’ diantar opung.”
(FAS1.W1/b.123-124)
Selama ini Ali tidak pernah merasakan sakit fisik apapun ketika akan pergi sekolah.
“...ga’ pernah...sakit.” (S1.W2/b.507)
“E...kalau seingat opung Ali ga’ pernah sakit kalau mau pergi ke sekolah. Ya paling sakit demam aja baru ga’ sekolah.”
(FAS1.W1/b.138-140)
Ali pernah mengeluh tidak mau pergi sekolah karena neneknya tidak bisa mengantar dikarenakan sakit, tapi hanya terjadi sekali dalam tahun ajaran ini.
“....ya....pernah ga’ sekolah.” (S1.W2/b.494)
“...ga’ mau sekolah....ga’ diantar opung.” (S1.W2/b.498)
“E...pernah Ali bilang dia ga’ mau pergi ke sekolah, soalnya opung ga’ bisa ngantar, opung lagi sakit waktu itu.”
(FAS1.W2/b.271-273)
Perasaan Ali terhadap sekolah tidak ada yang negatif, karena Ali punya teman dan guru yang baik. Ali hanya takut kalau tidak diantar opung ke sekolah.
“(mengangguk)...senang...bisa sekolah.” (S1.W1/b.312)
“...temannya baik, ...gurunya juga.” (S1.W1/b.354)
“...takut...kalau ga’ ada opung.” (S1.W1/b.367)
Ali hanya ingin neneknya mengantar dan menungguinya selama ia sekolah atau sampai pulang sekolah setiap hari. Ali tidak ingin berpisah dengan neneknya ketika berada dilingkungan sekolah.
“Ga’ (dengan suara yang keras)...opung nunggui Ali.” (S1.W1/b.179-180)
“(mengangguk)...ga’ mau pisah sama opung.” (S1.W3/b.580)
“Ga’, ga’ nangis dia kalau opung yang ngantar ke sekolah.” (FAS1.W1/b.126-127)
3. Apa yang memicu sehingga anak mengalami school refusal.
Ali paling dekat dengan neneknya, karena itu hampir semua kegiatan hariannya dilakukan bersama neneknya. Baik di rumah maupun di sekolah.
“...pergi sekolah sama opung....” (S1.W1/b.75)
“...(mengangguk) belajar,...sama opung.” (S1.W1/b.116)
“...opung nemenin belajar...” (S1.W1/b.119)
“....diajarin opung juga (sambil tersenyum).” (S1.W1/b.121)
“...main sama opung.” (S1.W1/b.163)
“....jajan.” (S1.W1/b.257) “...sama opung.” (S1.W1/b.259)
“Ya langsung pergi ke sekolah, Ali sama opung.” (FAS1.W1/b.109)
“Ya kalau pulang sama opung.” (FAS1.W1/b.244)
Penyebab Ali mengalami school refusal adalah karena Ali merasa takut pada seorang guru disekolahnya sehingga menyebabkan Ali tidak ingin berpisah dari neneknya. “...takut...bu guru.” (S1.W3/b.525) “...galak.” (S1.W3/b.529) “...suka...marah.” (S1.W3/b.531) “....bu guru...galak.” (S1.W3/b.541) “...suaranya...besar.” (S1.W3/b.543)
“Ya ....dah terkenal galaknya, banyak murid yang takut sama ibu itu.” (FAS1.W2/b.337-338)
“Kayaknya...ga’ pernah dimarahi, Ali kan anaknya pendiam ga’ ribut dikelas, jadi ga’ kena marah.”
(FAS1.W2/b.340-342)
“Opung rasa karena suara ibu itu besar, kuat gitu kalau ngomong. Jadi si Ali takut lihat ibu itu. “
(FAS1.W2/b.344-345)
4. Bagaimana respon dan sikap orangtua terhadap anak yang mengalami school refusal.
Respon nenek Ali ketika pertama kali diberitahu kalau Ali mengalami school refusal adalah berusaha menyangkal, tapi setelah dijelaskan mau menerima dan ingin tahu bagaimana mengatasinya.
“Tapi Ali terus sekolah kok. Ga’ pernah nya dia ga’ sekolah kecuali sakit.” (FAS1.Rapport/b.21-22)
“Iya sih, kayaknya memang cuma Ali yang ditunggui sampai pulang. Tapi kalau diantar, hampir semua temannya juga diantar kok.”
(FAS1.Rapport/b.35-37) “Bahaya ga’ itu?” (FAS1.Rapport/b.43)
Langkah yang pernah dilakukan nenek Ali untuk mengatasi school refusalnya adalah dengan terus mengantar dan menunggui Ali sampai Ali berani pergi sendiri atau bersama kakak dan temannya.
“Apa ya... selama ini dengan ngantar dan nemenin Ali kayak gini udah bisa kayaknya. Jadi opung ga’ buat apa-apa lagi.”
IV.A.2. Subjek 2