• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab II Landasan Teori

2.5. Four Actions Framework

Four Actions Framework adalah alat untuk menganalisis yang digunakan untuk mengidentifikasi jenis perbedaan yang terdapat pada 9 Building Blocks Business Model Canvas. Four Actions Framework ini merupakan cara untuk menentukan value innovation yang terdapat pada sebuah Business Model.

Four Actions Framework dan Value Innovations merupakan salah satu dari berbagai framework yang terdapat pada Blue Ocean Strategy. Dalam buku

tersebut dijelaskan bahwa Value Innovations merupakan upaya untuk melakukan diferensiasi (menawarkan value yang unik / baru) sekaligus mengurangi biaya yang dikeluarkan secara simultan. Hal ini bertentangan dengan teori value-cost tradeoff yang menyebutkan bahwa perusahaan hanya dapat menciptakan value yang tinggi dengan harga tinggi atau menciptakan value yang biasa dengan harga yang rendah.

Untuk mencapai Value Innovation digunakanlah Four Actions Framework.

Framework tersebut berisi dengan pertanyaan-pertanyaan penting untuk merekonstruksi faktor-faktor yang mempengaruhi Business Model saat ini. Value Innovation dan Four Actions Framework secara ringkas dapat dijelaskan pada gambar 11.

Framework ini nantinya akan digunakan dalam melakukan analisis sehingga dapat menghasilkan temuan berupa klasifikasi elemen 9 building blocks apa saja yang berubah dalam kedua Business Model.

Gambar 11. Value Innovation dan Four Actions Framework

Sumber: (Osterwalder & Pigneur, 2010)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Metode Studi Kasus

Perbandingan Business Model Framework

Berdasarkan tabel perbandingan Business Model Framework pada lampiran 1, penulis akhirnya memilih menggunakan Business Model Canvas dalam menganalisis objek studi pada tugas akhir ini.

Business Model Canvas (Comparative Research)

Pada penelitian ini, penulis menggunakan Business Model canvas untuk melakukan comparative research. Comparative research adalah metodologi riset yang bertujuan untuk membuat perbandingan antar objek penelitian. Dengan kata lain yang harus dilakukan oleh peneliti pertama kali adalah mendefinisikan apa yang akan diteliti kemudian mengidentifikasi objek penelitian, setelah itu menganalisisnya menggunakan Business Model canvas. Langkah akhir yang dilakukan adalah menganalisis hasil tersebut kemudian membandingkan dan menginterpretasi. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat menggambarkan perbedaan antar objek penelitian secara komprehensif. Flowchart comparative research dapat dilihat pada gambar 12.

Tahapan penelitian

Terdapat 3 tahapan dalam penelitian tugas akhir ini. Tahap tersebut antara lain: (1) tahap Persiapan, (2) tahap Analisis, (3) dan tahap Dokumentasi.

Pada tahap Persiapan, penulis mengumpulkan data dan fakta seputar informasi produk Creative Suite dan Creative Cloud. Data tersebut berupa data sekunder yang diperoleh dari website resmi Adobe dan website berita teknologi. Selain data produk, data-data pendukung dan opini dan review tentang perubahan produk dan Business Model juga akan dimasukkan ke dalam proses pengumpulan data.

Kedua adalah tahap Analisis. Dalam tahapan ini penulis menggunakan metodologi Business Model Canvas (BMC) yang akan memetakan sebuah Business Model

Ketiga adalah tahap Dokumentasi. Dalam tahapan ini penulis mencatat, membandingkan, dan menyimpulkan hasil analisis untuk menjawab pertanyaan pada poin rumusan masalah.

3.2. Objek Penelitian

Penelitian ini akan membandingkan Business Model antara produk Creative Suite dengan produk Creative Cloud kemudian menganalisisnya. Hal yang akan diteliti

Gambar 12. Flowchart Comparative Research menggunakan

pada objek penelitian ini adalah sembilan elemen dalam metodologi Business Model Canvas yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya.

3.3. Sumber Data

Jenis sumber data yang akan diperoleh merupakan data sekunder. Sumber data diperoleh dari situs resmi Adobe. Data yang penting untuk diperoleh dalam penelitian ini adalah data terkait dengan produk Creative Suite dan produk Creative Cloud. Data tersebut dapat diperoleh pada halaman spesifik pada website Adobe yaitu:

 Press Release Adobe (http://www.adobe.com/news-room/news.html)

 Dokumentasi Keynote Adobe MAX

(http://max.adobe.com/sessions/online.html)

 Halaman Frequently Asked Question (FAQ) (https://www.adobe.com/products/cs6/faq.html)

(https://www.adobe.com/products/creativecloud/faq.html)

 Halaman khusus produk Adobe Creative Suite (https://www.adobe.com/products/creativesuite)

 Halaman khusus produk Adobe Creative Cloud (https://www.adobe.com/products/creativecloud.html)

 Video Official dari Adobe (https://tv.adobe.com/)

 Website Adobe di masa lalu (diakses menggunakan Wayback Archive) Selain itu untuk mempertahankan objektivitas dari penelitian, penelitian ini juga mengambil dari website berita teknologi dan bisnis internasional serta beberapa artikel dari professional yang memberikan pendapat tentang review produk Creative Suite dan Creative Cloud.

3.4. Teknik Analisis Data

1. Membandingkan produk untuk mendapatkan data dan fakta dari tiap objek penelitian.

2. Mengklasifikasikan data dan fakta ke dalam 9 Building Blocks.

3. Membuat Business Model Canvas untuk masing-masing objek penelitian.

4. Membuat Business Model Canvas gabungan untuk dapat melihat perbedaan 9 Building Blocks antar objek.

5. Mengklasifikasikan perbedaan elemen tersebut menggunakan 4 actions framework.

6. Mendokumentasikan hasil perbedaan tersebut.

3.5. Diagram Penelitian

Gambar 13. Flowchart Penelitan

BAB IV PEMBAHASAN

4.1. Hasil Perbandingan Produk

4.1.1. Creative Suite

Overview

Creative Suite seperti yang dijelaskan pada Bab I merupakan kumpulan software buatan maupun hasil akuisisi dari Adobe yang membantu customer yaitu designer dan developer dalam menciptakan konten digital. Creative Suite dijual dalam berbagai edisi seperti Creative Suite 6 Design Standard, Creative Suite 6 Design

& Web Premium, Creative Suite 6 Production Premium, dan Creative Suite 6 Master Collection. Selain dijual dalam bentuk bundling, software-software yang terdapat pada Creative Suite juga dapat dijual secara terpisah.

Delivery

Untuk mendapatkannya, software tersebut dapat diunduh langsung melalui website Adobe dengan trial 30 hari. Selain itu, Adobe juga mendistribusikan Creative Suite melalui retailer-retailer yang resmi. Untuk mengaktifkannya secara permanen, diperlukan lisensi yang didapat dari box CD Creative Suite, maupun dikirimkan melalui email jika pembelian dilakukan secara online.

Payments

Untuk transaksi pembayaran, customer yang membeli secara online dapat melakukan pembayaran secara melalui kartu kredit. Sedangkan untuk penjualan secara box, dilakukan sesuai dengan prosedur pembelian di retailer. Dengan kata lain pembayaran dapat dilakukan secara online melalui kartu kredit maupun cash di retailer.

Pricing

Adobe sampai saat ini sudah merilis Creative Suite hingga versi 6 (CS6). Terdapat dua jenis pelanggan yaitu customer baru yang tidak memiliki Creative Suite versi sebelumnya dan customer lama yang telah memiliki Creative Suite versi

dengan harga yang lebih murah ketimbang pembelian baru. Harga dari pembelian dan upgrade untuk setiap versi dan edisi Creative Suite dijelaskan selengkapnya

pada tabel 3.

Teknis

Adobe Creative Suite dapat diinstal secara offline tanpa membutuhkan koneksi internet. Hanya pada proses aktivasi saja yang membutuhkan koneksi internet.

Jenis license yang digunakan adalah perpetual license ini berarti pengguna dapat menggunakan software dengan versi dan edisi yang telah disebutkan di End User License Agreement selamanya. Ketika user ingin melakukan upgrade atau pembelian software versi terbaru, maka user perlu memperbaharui license dengan membeli software / melakukan upgrade sesuai dengan prosedur.

Akun yang didaftarkan pada website Adobe (http://adobe.com) merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan license jika pembelian dilakukan secara online melalui website Adobe. Selain itu akun juga digunakan untuk dapat mengakses forum dan mengontak customer support.

Tabel 3. Perbandingan harga beli dan upgrade untuk CS 6 Design Standard & CS6 Master Collection

Tipe Dari Versi Ke Versi Harga (USD)

Beli - CS6 Design Standard 1,299.00

Beli - CS6 Master Collection 2,599.00

Upgrade CS5.5 CS6 Design Standard 275.00

Upgrade CS5.5 CS6 Master Collection 525.00

Upgrade CS5 CS6 Design Standard 549.00

Upgrade CS5 CS6 Master Collection 1,049.00

Sumber: Creative Suite Products (https://www.adobe.com/products/catalog/cs6._sl_id-contentfilter_sl_catalog_sl_software_sl_creativesuite6.html)

4.1.2. Creative Cloud

Overview

Berbeda dengan Creative Suite, Creative Cloud merupakan pengembangan dari software Creative Suite dengan tambahan beberapa aplikasi, cloud storage, dan aplikasi pihak ketiga yang telah diakuisisi oleh Adobe seperti Behance dan Typekit. Seperti yang telah dijelaskan pada Bab I, Adobe ingin mengubah konsep Creative Suite yang dulunya hanyalah sebuah kumpulan software menjadi sebuah platform dimana user dapat menciptakan konten, berkolaborasi, mendapatkan feedback dari komunitas, mengelola portofolio, dan memamerkan hasil karya.

Delivery

Aplikasi-aplikasi Creative Cloud dapat diunduh melalui website Adobe.com dengan cara mendaftarkan diri untuk mendapatkan Adobe ID, kemudian user dapat mengunduh aplikasi-aplikasi trial tersebut pada portal Creative Cloud Adobe (https://creative.adobe.com). Adobe sudah tidak lagi menawarkan software Creative Cloud dalam bentuk box CD. Untuk mengaktifkan trial tersebut, diperlukan koneksi internet dan Adobe ID yang sudah terdaftar serta berlangganan Creative Cloud.

Fitur tambahan dari Creative Cloud antara lain:

 Sinkronisasi Setting

 Creative Cloud Storage + Collaboration

 Typekit Service

 Behance Portfolio

Payments

Pembayaran dilakukan di portal Creative Cloud ketika melakukan upgrade dari free tier. Adobe hanya menerima pembayaran melalui kartu kredit. Tidak ada jalur pembayaran lain yang ditawarkan (seperti paypal/payza) selain dengan kartu kredit, bahkan pembelian melalui pihak ketiga seperti di Amazon.com juga memerlukan kartu kredit dalam proses pembiayaan.

Pricing

Terdapat tiga jenis plans pada Creative Cloud yaitu Individual, Team & Business, dan Education. Ketiga jenis plans tersebut memiliki pricing yang berbeda. Sama seperti yang dilakukan pada Creative Suite, Adobe menyediakan potongan harga selama satu tahun apabila customer sebelumnya memiliki produk Creative Suite.

Tabel 4 menjelaskan ringkasan harga subscription untuk masing-masing plans

Creative Cloud.

Teknis

Aplikasi dalam Creative Cloud tidak dapat diunduh secara langsung, melainkan diperlukan software Creative Cloud yang menjadi platform untuk mengakses aplikasi dan service lainnya. Proses instalasi aplikasi membutuhkan koneksi internet, dengan kata lain instalasi dan pengunduhan dilakukan secara simultan.

Setelah selesai instalasi, maka aplikasi masuk pada masa trial dan untuk mengaktifkannya diperlukan Adobe ID yang telah terdaftar pada Creative Cloud Subscription. Selesai mengaktivasi, maka aplikasi akan berjalan normal selama 1 bulan kemudian akan muncul lagi untuk mengaktivasi ulang.

Apabila customer tidak mampu membayar Creative Cloud Subscription pada bulan tersebut, maka mereka akan mendapatkan status grace period dimana mereka kembali menjadi free tier customer, tidak dapat mengakses aplikasi Creative Cloud dan diberi kesempatan untuk mengekspor file mereka dari Creative Cloud Storage hingga kapasitas cloud storage tersebut kurang dari 2GB.

Tabel 4. Harga Creative Cloud subscription (USD/bulan)

Tipe Daftar baru CS Customer Single App

Individual 49.99 29.99 19.99

Business & Team 69.99/user 39.99/user -

Student & Teacher 19.99 - -

Education Institution 39.99/user - -

Sumber: Adobe Creative Cloud Plans (https://creative.adobe.com/plans)

Secara periodik, Adobe juga melakukan upgrade pada aplikasi Creative Cloud.

Namun skema upgrade berbeda dengan Creative Suite. Pada Creative Cloud, user akan mendapatkan notifikasi bahwa sebuah aplikasi mendapatkan upgrade.

Namun user-lah yang memutuskan apakah perlu melakukan upgrade atau tidak.

4.1.3. Hasil Analisis

Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang cukup signifikan pada inovasi Adobe untuk Creative Cloud. Perbedaan tersebut dapat dirangkum seperti pada tabel 5.

4.2. Identifikasi Nine Building Blocks

4.2.1. Creative Suite

9 Building blocks Business Model untuk Creative Suite secara singkat digambarkan seperti pada lampiran 4. Berikut penjelasan detil dari hasil pemetaan 9 Building Blocks untuk Creative Suite.

1. Customer Segment

Creative Suite ditargetkan untuk kalangan desainer, fotografer, pemusik, developer, dll. Target customer tersebut dikelompokkan dalam bidang industri kreatif. Dalam industri kreatif tersebut customer tersebut dikelompokkan lagi menjadi individu maupun team. Namun ada segmen khusus dimana Adobe mendedikasikan untuk membantu mengedukasi pelajar untuk masuk ke dunia industri digital kreatif.

Dengan kata lain Customer Segmen Creative Suite antara lain:

 Individual (Personal / Professional)

 Team (Agency / Enterprise)

 Student / Education

 Government / Non Profit

2. Value Proposition

Adobe mendeskripsikan Creative Suite dalam websitenya seperti berikut:

Creative Suite 4:

“Adobe® Creative Suite® 4 delivers tightly integrated software and services that measurably improve productivity and enable you to

produce richly expressive work in print, web, interactive, video, audio, and mobile”.

Tabel 5. Perbedaan Creative Suite dengan Creative Cloud

Kriteria Creative Suite (CS6) Creative Cloud (CC) Delivery Box CD, Downloadable File Downloadable File

License Perpetual License Subscription License Payments Kartu kredit, Cash (Retailer) Kartu Kredit

Upgrade  Adobe merilis upgrade versi baru dengan siklus setiap 1 tahun.

Untuk melakukan upgrade, user perlu memperbaharui license dengan membeli upgrade tersebut.

 Adobe dapat merilis upgrade kapan saja.

Produk  Aplikasi Creative Suite tergantung edisi bundling.

Semua aplikasi Creative Suite.

Typekit dan Behance service.

Cloud Storage.

 Setiap 30 hari sekali Adobe meminta aktivasi secara online.

Creative Suite 5:

“Discover breakthrough interactive design tools that enable you to create, deliver, and optimize beautiful, high-impact digital

experiences across media and devices. Create once and deliver that same experience virtually everywhere, thanks to the highly anticipated releases of the Adobe® Flash® Player 10.1 and Adobe AIR® 2

runtimes. Maximize the impact of what you've created through integration of signature Omniture® technologies”.

Creative Suite 5.5:

“Adobe® Creative Suite® 5.5 software keeps you ahead of the rapid proliferation of mobile devices. Develop rich interactive apps for Android™, BlackBerry®, and iOS. Design engaging browser content in HTML5, and create immersive digital magazines. Mobilize your creative vision with the suite edition that's right for you.”

Creative Suite 6:

“Adobe® Creative Suite® 6 software delivers a whole new experience for digital media creation, enabling you to work lightning fast and reach audiences wherever they may be. Now, for the first time, CS applications are also available through Adobe Creative Cloud™, giving you the flexibility to download and install them at any time.

Plus, access additional applications, publishing services, and new products and features as they are released”

Dengan demikian dapat disimpulkan secara umum value proposition yang ditawarkan oleh Creative Suite antara lain:

 Produktivitas

 Menciptakan hasil karya yang kaya dengan konten

 Konsistensi dan aksesibilitas karya

3. Channels

Adobe menawarkan Value Proposition melalui beberapa channel. Karena produk Creative Suite dikemas dalam bentuk file dan box CD, maka terdapat dua jenis channel secara umum yaitu online, dan offline. Umumnya Adobe menggunakan website untuk memberikan informasi produk dan sekaligus menjadi tempat transaksi secara online.

Selain itu ada program affiliate retailer yaitu program yang akan membantu Adobe dalam penjualan software Creative Suite. Mekanismenya adalah retailer mendaftarkan diri sebagai affiliate kemudian Adobe akan memberikan reward kepada retailer yaitu potongan harga yang sangat tinggi sehingga retailer tersebut mendapatkan margin yang lebih tinggi dalam penjualan Creative Suite. Jenis transaksi penjualan (secara online maupun offline) bergantung dari keputusan retailer tersebut.

Untuk Call to Purchase, biasanya dilakukan oleh segment customer student / enterprise / government. Call to Purchase mendorong customer untuk mengontak Adobe secara langsung untuk mendapatkan pelayanan dari tim sales sekaligus melayani pertanyaan-pertanyaan seputar produk Creative Suite.

Secara ringkas channels yang terdapat pada Creative Suite antara lain:

 Website

 Affiliate Program

 Call to Purchase

4. Customer Relationships

Salah satu cara yang dilakukan oleh Adobe untuk meningkatkan customer retention dan mendapatkan customer baru adalah dengan cara memberikan bantuan dalam menggunakan software Creative Suite. Adobe sudah menciptakan portal khusus yang berisi tentang panduan penggunaan dasar software dan beberapa poin frequently asked question (FAQ) untuk para user. Selain itu Adobe menyediakan community forum untuk dapat berkomunikasi dua arah antara official dan sesama user. Terakhir adalah dedicated support, ini adalah support

government. Dedicated support ini merupakan jenis customer support yang selalu tersedia khusus untuk user tertentu.

Selain membantu customer, Adobe juga memberikan newsletter melalui email yang biasanya ditawarkan ketika proses pembuatan akun Adobe. Newsletter tersebut berisikan info-info tentang produk Adobe secara keseluruhan dan juga terdapat penawaran diskon sewaktu-waktu.

Dengan kata lain Customer Relationship yang terdapat pada Creative Suite adalah:

 Help Center dan Training

 Community Forum

 Dedicated Support

 Newsletter

5. Revenue Stream

Sumber pendapatan Adobe yang utama berasal dari penjualan license software Creative Suite. Selain itu Adobe menawarkan Certification Program untuk menjadi salah satu Adobe Certified Professsional (ACP). Dengan kata lain:

 Perpetual License

 Certification Program

6. Key Resources

Key Resources yang dimiliki Adobe dalam pengembangan Creative Suite yaitu, brand, karyawan terutama software developer dan marketing team. Key resources ini merupakan kunci pengembangan dan kesuksesan Creative Suite yang terbukti hingga tujuh generasi Creative Suite diluncurkan telah menjadi alat dalam membuat konten digital berstandar industri.

Key Resources Adobe secara singkat:

 Brand

 Software Developer

 Marketing Staff

7. Key Activities

Key Activities yang dilakukan oleh Adobe antara lain adalah mengembangkan software Creative Suite, melakukan Research & Development terutama untuk menciptakan inovasi dan paten. Selain itu kegiatan operasional harian yang merupakan aktivitas kunci dalam Business Model Creative Suite adalah Customer Support dan mengadakan Sertifikasi / Training.

Dengan kata lain:

 Software Development

 Research & Development

 Customer Support

 Training & Certification

8. Key Partnerships

Adobe tidak dapat menjalankan Business Model tersebut sendirian. Diperlukan hubungan partnership antara pihak lainnya terutama dalam pengelolaan server untuk menyediakan produk Creative Suite yang dapat diunduh kapan saja dan juga sebagai website official.

Selain server yang mendistribusikan Creative Suite secara online, diperlukan juga distribusi dalam bentuk box CD. Maka dari itu Adobe membutuhkan distributor dan packaging service untuk dapat mengirimkan barang ke seluruh dunia. Tidak sebatas server dan distributor, Adobe memberikan kesempatan retailer untuk menjadi authorized reseller yang akan membantu Adobe menjual Creative Suite.

Tidak hanya sebatas partnership dengan perusahaan besar, Adobe juga membuka affiliate program kepada blogger / webmaster yang ingin membantu Adobe dalam penjualan produk dengan mereferensikan produk Adobe kepada visitor web mereka.

Dengan demikian Key Partnership dalam Creative Suite antara lain:

 Server

 Distributor & Packaging

 Authorized Reseller

 Affiliate Program

9. Cost Structure

Struktur biaya Creative Suite dapat dianalisis berdasarkan key resources dan key activities. Cost Structure Creative Suite antara lain adalah software development beserta dan inovasinya. Server dan distribution ini berdasarkan biaya partnership.

Kemudian biaya operasional seperti gaji karyawan umum dan promosi produk.

Secara ringkas Cost Structure Creative Suite antara lain:

 Software Development

 Server (Online Distribution)

 Distribution (Offline Distribution)

 Promotion

 General Staff 4.2.2. Creative Cloud

9 Building blocks Business Model untuk Creative Cloud secara singkat digambarkan seperti pada lampiran 5. Berikut penjelasan detil dari hasil pemetaan 9 Building Blocks untuk Creative Cloud.

1. Customer Segment

Customer Segment yang terdapat pada Creative Cloud sama dengan yang terdapat pada Creative Suite. Walaupun Adobe mengembangkan inovasi menjadi Creative Cloud, Adobe tetap konsisten dalam memilih Customer Segment yaitu:

 Individual (Personal / Professional)

 Team (Agency / Enterprise)

 Student / Education

 Government / Non Profit

2. Value Proposition

Sebagai pengemnbangan dari Creative Suite, Creative Cloud memberikan value proposition yang lebih. Fitur tambahan antara lain adalah mendapatkan akses seluruh aplikasi Creative Suite (sama dengan memiliki license Creative Suite Master Collection) ditambah dengan aplikasi Edge Tools eksklusif, Cloud Storage

sebesar 20GB (100GB untuk tim / enterprise). Selain itu mendapatkan Online Service seperti Typekit dan Behance. Namun sistem pembayaran bukan lagi dengan perpetual license, melainkan dengan subscription license yang mengurangi upfront cost secara signifikan.

Dari fitur tersebut dapat disimpulkan Value Proposition dari Creative Cloud adalah:

 Produktivitas

 Hasil karya yang istimewa

 Konsistensi dan aksesibilitas hasil karya

 Fleksibilitas

 Cost Reduction

 Creative Environment

3. Channels

Pada Creative Cloud. Penjualan hanya bisa dilakukan secara online. Adobe telah menghentikan penjualan dalam bentuk box CD. Ini merupakan salah satu inisiatif Adobe untuk mengurangi biaya distribusi dan mengoptimalkan teknologi yang sudah ada yaitu internet dan cloud storage.

Kesimpulannya, channel yang digunakan Adobe adalah:

 Website

 Call to Purchase

4. Customer Relationships

Seperti yang telah dilakukan pada Creative Suite, Creative Cloud menyediakan sistem customer relationship. Namun di Creative Cloud, Adobe berinovasi dengan menciptakan Adobe ID yang akan digunakan sebagai identitas user untuk dapat menggunakan seluruh fasilitas yang disediakan oleh Adobe seperti Creative Cloud, Behance, Typekit, Kuler, Forum, Training, dsb.

Customer Relationship yang terdapat pada Creative Cloud adalah:

 Adobe ID

 Help Center & Training (Adobe TV)

 Dedicated Support

 Newsletter

5. Revenue Stream

Creative Cloud menyediakan sistem license yang baru yaitu subscription license.

Subscription license didapat dengan cara mendaftarkan diri di Creative Cloud kemudian mengaktifkan license tersebut dengan biaya per bulan. Adobe mengubah pricing harga yang dulu menggunakan perpetual license dengan sistem pembayaran yang fix dengan upfront cost yang sangat tinggi menjadi subscription dimana user dapat menggunakan software tersebut tanpa harus mengeluarkan beban di awal yang cukup besar. Manfaat bagi Adobe dengan sistem ini adalah dapat meningkatkan jumlah customer terutama yang terdapat pada segmen freelancer. Upfront cost yang tinggi memang menjadi penghalang segmen customer freelancer untuk dapat membeli license Creative Suite. Namun Adobe memberikan kesempatan bagi semua user dengan menambahkan free tier dalam produk Adobe Creative Cloud. Dengan free tier tersebut, user dapat mencoba aplikasi-aplikasi yang ada pada Creative Cloud, mendapatkan layanan basic behance dan typekit, dan Cloud Storage sebesar 2GB.

Elemen yang terdapat pada Revenue Stream Creative Cloud antara lain:

 Subscription License

 Certification Program

 Free Tier

6. Key Resources

Tidak ada perubahan pada Key Resources yang terdapat pada Creative Cloud.

Tidak ada perubahan pada Key Resources yang terdapat pada Creative Cloud.