Bab V Kesimpulan dan Saran
5.2. Saran
Untuk Adobe
Creative Cloud merupakan langkah tepat yang dilakukan oleh Adobe untuk mendapatkan customer yang lebih banyak. Upfront cost yang tinggi merupakan penghalang utama mengapa banyak customer tidak membeli Creative Suite dan pengguna Creative Suite tidak melakukan upgrade. Namun ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan lagi, yaitu:
Keputusan Adobe yang secara penuh untuk tidak mendistribusikan lagi softwarenya dalam bentuk box CD membuat customer yang tinggal di daerah dengan tingkat kecepatan bandwith rendah kesulitan untuk mengunduh. Sarannya adalah tetap membuka authorized reseller, namun authorized reseller di sini tidak menjual box CD melainkan sebagai tempat pendaftaran membership dan instalasi software tersebut.
Creative Cloud menggunakan Adobe ID sebagai identifikasi customer dalam hal ini customer harus dilindungi privasi dan data-datanya. Namun dengan hal ini Adobe menambah pekerjaannya. Sarannya adalah bekerjasama dengan pihak ketiga untuk mengurus data security.
Untuk Pembaca
Business Model Canvas merupakan alat bantu yang tepat dalam menganalisis Business Model. Namun seiring dengan popularitas Business Model Canvas, banyak orang yang menyalahgunakan fungsi BMC tersebut. Sehingga tidak banyak dari mereka yang mendapatkan hasil yang tidak optimal.
Mari kita tinjau lagi bahwa Business Model canvas adalah alat untuk memvisualisasikan Business Model ke dalam nine building blocks. Namun kelemahan BMC ini selain tidak menjelaskan konsep strategi bisnis dan competitive advantage, BMC juga tidak memasukkan environmental analysis.
Sehingga penulis menyarankan untuk melakukan analisis tambahan agar dapat
membantu mengidentifikasi elemen yang merupakan competitive advantage dari bisnis tersebut seperti SWOT Analysis / Porter’s Five Force Industry Analysis.
BAB VI
IMPLIKASI MANAJEMEN
Terdapat lima isu yang dapat diambil pelajarannya dari tugas akhir ini yaitu:
1. Subscription Model
Subscription model sebagian besar digunakan oleh startup-startup berbasis web. Kelebihan dari model ini adalah perusahaan dapat memaksimalkan profit dalam jangka panjang, mengurangi resiko reinvestment karena ketidakstabilan cashflow, dan yang terakhir memberikan kemudahan bagi customer karena upfront cost yang rendah.
2. Adobe ID
Adobe ID sama halnya dengan Google Accounts dan Microsoft ID, merupakan sebuah ID yang digunakan untuk mengidentifikasi customer untuk Adobe. Hal ini memudahkan Adobe untuk mengukur jumlah market share, mengintegrasikan service-service lainnya dengan mudah, dan menyederhanakan proses registrasi service lain untuk customer.
3. Cloud Computing
Teknologi yang berkembang saat ini sudah pada tahap dimana sebuah perusahaan tidak lagi memerlukan datacenter sendiri melainkan mmebentuk kerjasama dengan perusahaan yang spesialis dalam teknologi cloud computing. Adobe menyewa datacenter menggunakan layanan Amazon AWS. Amazon AWS merupakan layanan Infrastructure as a Service (IaaS) dan Platform as a Service (PaaS) yang menyederhanakan proses jaringan dan infrastruktur serta mengurangi biaya perawatan sehingga Adobe dapat fokus kepada pembuatan software.
Efek samping dari cloud computing adalah security dan vendor lock-in, dengan kata lain sangat sulit untuk berpindah dari satu vendor cloud
4. Privacy & Security
Isu ini perlu diperhatikan semenjak penggunaan Adobe ID. Adobe ID memerlukan identitas asli dari customer yaitu nama asli, alamat, nomor telepon, tanggal lahir, dll. Identitas customer tersebut perlu dijaga dan harus dipertanggungjawabkan penggunaan identitas tersebut. Adobe sudah menjelaskan penggunaan identitas tersebut dalam Privacy Policy. Selain itu Security dari data tersebut juga perlu diperhatikan karena jika sampai terjadi data-breaching maka pihak Adobe yang harus bertanggung jawab.
5. Piracy
Pembajakan merupakan masalah yang paling sering dihadapi oleh perusahaan-perusahaan software. Memerangi pembajakan sudah dilakukan dengan cara melaporkan kepada Digital Millenium Copyright Act (DMCA) untuk melakukan takedown. Namun hal tersebut masih belum efektif karena sangat banyak sekali cara untuk melakukan pembajakan.
Diharapkan dengan adanya Creative Cloud, Adobe dapat mengurangi tingkat pembajakan software mereka.
DAFTAR PUSTAKA
Abraham, S. (2013). Will Business Model Innovation Replace Strategic Analysis?
Strategy and Leadership, 41(2), 31-38. doi:10.1108/10878571311318222 Adobe Systems Inc. (2013). Condensed Consolidated Balance Sheet for Q1.
United States: Adobe Systems Inc.
Adobe Systems, Inc. (2012, December 20). Adobe Acquires Behance to Drive New Community Capabilities in Creative Cloud. Diambil kembali dari Adobe:
http://www.adobe.com/aboutadobe/pressroom/pressreleases/201212/12201 2AdobeAcquiresBehance.html
Adobe Systems, Inc. (2012). Behance Acquisition FAQ. United States: Adobe Systems Inc.
Adobe Systems, Inc. (2013). Adobe Privacy Center. Diambil kembali dari Adobe:
http://www.adobe.com/sea/privacy/policy.html
Akamai Technologies, Inc. (2013, September 9). State of the Internet. 2nd Quarter 2013 Report, 6(2), hal. 13-14.
Bouwman, H., & Fielt, E. (2008). Service Innovation and Business Models.
Dalam H. Bouwman, H. de Vos, & T. Haaker, Mobile Service Innovation and Business Models (hal. 9-30). Heidelberg, Germany: Springer.
Bouwman, H., Faber, E., Fielt, E., Haaker, T., & De Reuver, M. (2008). STOF model: Critical design. Dalam H. Bouwman, H. De Vos, & T. Haaker, Mobile Service Innovation and Business Models (hal. 71-88). Heidelberg, Germany: Springer.
Chesbrough, H. W. (2005). Open Innovation: The New Imperative for Creating and Profiting from Technology. Harvard Business Review Press.
Chesbrough, H. W. (2006). Open business models: How to thrive in the new innovation landscape. Boston, MA: Harvard Business School Press.
Chesbrough, H. W., & Rosenbloom, R. S. (2002). The role of the business model in capturing value from innovation: evidence from Xerox Corporation's technology spin‐off companies. Industrial and Corporate Change, 11(3), 529-555.
Clark, T., Osterwalder, A., & Pigneur, Y. (2012). Business Model YOU: A One-Page Method for Reinventing Your Career. Hoboken, New Jersey: John
Dillet, R. (2012, December 21). Adobe Acquired Portfolio Service Behance For More Than $150 Million In Cash And Stock. Diambil kembali dari TechCrunch: http://techcrunch.com/2012/12/21/adobe-acquired-portfolio-service-behance-for-more-than-150-million-in-cash-and-stock/
Fielt, E. (2011). Understanding Business Model. Eveleigh NSW, Australia: Smart Services CRC Pty Ltd . Diambil kembali dari
http://eprints.qut.edu.au/41609/1/Business_Service_Management_Volume _3_Mar2011_Understanding_Business_Models_Final.pdf
Gordjin, J. (2002). Value based requirements engineering: Exploring innovative e-commerce ideas. Amsterdam, the Netherlands.
Gordjin, J., Yu, E., & Van der Raadt, B. (2006). E-service design using i* and e3 value modeling. IEEE Software, 23(3), 26-33.
Hedman, J., & Kalling, T. (2003). The business model concept: Theoretical underpinnings and empirical illustrations. European Journal of Information Systems, 12(1), 49-59.
Investopedia. (2013, February). Business Model Definition. Diambil kembali dari Investopedia: http://www.investopedia.com/terms/b/businessmodel.asp Johnson, M. W. (2010). Glossary - Business Model. Diambil kembali dari Seizing
The Whitespace: http://www.seizingthewhitespace.com/glossary/terms/13 Johnson, M. W. (2010). Glossary - White Space. Diambil kembali dari Seizing
The Whitespace: http://www.seizingthewhitespace.com/glossary/terms/18 Johnson, M. W. (2010). Seizing the White Space: Business Model Innovation for
Growth and Renewal. Harvard Business Press.
Johnson, M. W., Christensen, C. M., & Kagermann, H. (2011). Reinventing Your Business Model. Harvard Business Review on Rebuilding Your Business Model, 39-65.
Kambil, A. (2009). A head in the clouds. Journal of Business Strategy, 30(4), 58-59. doi:10.1108/02756660910972677
Malik, O. (2012, December 20). How much did Adobe pay for Behance? Diambil kembali dari GigaOM: http://gigaom.com/2012/12/20/how-much-adobe-pay-for-behance/
Martin, B. (2013, September 9). Why Business Models Matter Redux. Diambil kembali dari Nonlinear Thinking: An Exploration of Technology and its Impact on Strategy, Marketing, Innovation and the Structure of the Firm:
http://www.nonlinearthinkingblog.com/nonlinear_thinking/2013/09/why-business-models-matter-redux.html
Morris, M., Schindehutte, M., & Allen, J. (2005). The Entrepreneur's Business Model: Toward a Unified Perspective. Journal of Business Research, 58(6), 726-735.
nononxense. (2013, May 8). Is there a difference between Creative Suite CS6 &
Creative Cloud? Diambil kembali dari Adobe Community:
http://forums.adobe.com/thread/1207764
Osterwalder, A. (2004). The Business Model Ontology - a proposition in a design science approach. Switzerland: Universite de Lausanne.
Osterwalder, A., & Pigneur, Y. (2010). Business Model Generation: A handbook for visionaries, game changers, and challengers. Hoboken, New Jersey:
John Wiley & Sons, Inc.
Osterwalder, A., Pigneur, Y., & Tucci, C. L. (2005). Clarifying Business Models:
Origins, Present, and Future of the Concept. Communications of the Association for Information Systems, 16, 1-40.
Pateli, A. G., & Giaglis, G. M. (2004). A research framework for analysing eBusiness models. European Journal of Information Systems, 13(4), 302-314.
ProDesignTools. (2013, January 29). Adobe Buying Guide: Creative Cloud (CC) vs. CS6 – Which Is Best? Diambil kembali dari ProDesignTools: Adobe Development in Focus: http://prodesigntools.com/adobe-creative-cloud-vs-cs6-comparison-which-to-buy.html
ProDesignTools. (2013, September 10). Adobe Creative Cloud (CC) vs. Creative Suite (CS6): The Pros & Cons. Diambil kembali dari ProDesignTools:
Adobe Development in Focus: http://prodesigntools.com/adobe-cc-vs-cs6-comparison-chart.html
ProDesignTools. (2013, April 15). The 10 Most Common Myths About Adobe’s Creative Cloud. Diambil kembali dari ProDesignTools: Adobe
Development in Focus: http://prodesigntools.com/adobe-creative-cloud-myths.html
Tim PPM Manajemen. (2012). Business Model Canvas: Penerapan di Indonesia.
Jakarta Pusat: Penerbit PPM.
Weill, P., & Vitale, M. R. (2001). Place to space: Migrating to eBusiness Models.
Boston, MA: Harvard Business School Press.
LAMPIRAN Lampiran 1. Tabel Perbandingan Business Model Frameworks
No Nama Framework Penemu Tahun Penemuan Kelebihan
1 Business Model Canvas Osterwalder & Pigneur 2010
Menggunakan metode visual thinking
& visual communication dalam menggunakan framework yang memudahkan pemahaman.
Adanya template yang membantu dalam memvisualisasikan Business Model.
2 Four Box Model Johnson 2010
Tidak memasukkan customer sebagai salah satu pilar Business Model melainkan menjadi satu dalam Value Proposition.
Key Partnership dimasukkan ke dalam Key Resources.
Profit Box mendefinisikan Revenue Model dan Cost Structure.
Tidak ada template khusus sehingga
kurang membantu dalam
memvisualisasikan Business Model.
3 STOF Model Bouwman, De Vos & Haaker 2008
Fokus kepada bisnis jasa elektronik.
Perspektif yang digunakan adalah Service dan Business Networks
Adanya role of technology membantu dalam hal mendesain dan
mengevaluasi Business Model.
Adanya relation with other domains menggambarkan secara deskriptif dan
4 Business Model Schematics Weill & Vitale 2001
Lebih menjelaskan peran IT ketimbang Business Model lainnya.
Menerapkan konsep atomic e-Business Model.
Sama dengan STOF model yang fokus kepada sektor IT.
5 Technology/Market Mediation Chesbourgh & Rosenbloom 2002
Satu-satunya Business Model yang memasukkan Competitive Strategy sebagai salah satu elemen Business
Model.
Fokus kepada sektor IT.
6 Entrepreneur‟s Business Model Morris, Schindehutte & Allen 2005
Memasukkan faktor
entrepreneur/investor ke dalam Business Model dengan istilah investment model.
Menggunakan tingkatan yang berbeda dalam penggunaan framework
Business Model.
7 E3- Value Gordjin & Akkerman 2005
Fokus kepada economic value exchange dengan menjelaskan tingkatan dari value constellations.
Framework yang mendukung evaluasi dan integrasi pada sektor system development.
Untuk industri pada sektor IT.
Sumber: (Fielt, 2011)
Lampiran 2. Tabel Ringkasan Klasifikasi Business Model
3rd party marketplace
e-mall
Virtual communities
Value chain integrator
Information brokers
Value chain service provider
Collaboration platforms Rappa (2000)
Business models on the web
Brokerage model
Full Service Provider
Intermediary
Shared Infrastructure
Value net integrator
Virtual Community
Whole of Enterprise/Government
Afuah dan Tucci (2003)
(Internet) Business models (based on dominant revenue models)
Six types of business models
Undifferentiated
Negative operating cycle
Pay-as-you-go
Razors-and-blades
Reverse auction
Reverse razors-and-blades
Fractionalization
Freemium
Leasing
Product-to-service
Standardization
Subscription club
User community
Sumber: (Fielt, 2011)
Lampiran 3. Klasifikasi Business Model menurut Johnson
Tipe Deskripsi
Auction Customer menentukan sendiri harga produk yang dijual.
Produk yang tidak diinginkan dijual ke customer lainnya.
Alter The Usual Formula
Amazon menciptakan keuntungan yang besar karena inventori yang sedikit dan memiliki payable yang cukup panjang.
Bricks + Clicks Menggabungkan online dan offline dalam proses transaksi produk.
Bundle Elements Together
Memudahkan dan melengkapkan pembelian dengan menggabungkan produk yang saling terkait.
Create User Communities
Memberikan akses informasi yang berkualitas tentang suatu barang dan jasa, pendapatan didapat melalui pendaftaran anggota dan iklan.
Cell Phone Memberikan harga sangat murah pada telepon namun mendapatkan margin yang tinggi dari penjualan pulsa telepon.
Dial Down Features
Menarget konsumen yang memiliki demand sedikit.
Namun cukup untuk memenuhi kebutuhan dengan cara sederhana.
Do More to Address the Job
Melihat lebih jauh dari penawaran yang sudah ada dan menyelesaikan pekerjaan yang pelanggan akan lakukan.
Disintermediation Mengirimkan produk atau jasa umum kepada customer melalui channel yang tidak umum.
Freemium Menawarkan jasa dasar secara gratis, namun untuk mendapatkan fitur tambahan diperlukan biaya.
Lease Instead of Sell
Memberikan customer kesempatan untuk membayar berdasarkan kinerja aset.
Leverage New Influencers
Mengidentifikasi pengaruh baru yang membuat
penyampaian dari penawaran lebih mudah, nyaman, dan murah.
Low-Touch Approach
Menawarkan produk standar dengan harga rendah yang dapat dimodifikasi dengan hargai yang tinggi,
Multi-Level Marketing
Memasarkan dan menjual produk atau jasa secara langsung kepada customer di luar retail.
Own The Undesirable
Mencari segmen pasar yang tidak terlihat atraktif secara langsung.
Razors/Blades Memurahkan “gagang silet” namun mendapatkan keuntungan dengan menjual “mata silet” dengan harga yang tinggi.
Reverse Razors/Blades
Lawan dari Razor/Blades seperti memurahkan konten iTunes, dengan cara menjual iPod dengan harga tinggi.
Servitzation of Products
Menyediakan tidak hanya satu produk penawaran namun juga menawarkan jasa secara terus menerus pada produk yang dijual.
Subscription Konsumen membayar harga langganan untuk mendapatkan akses kepada produk/jasa.
Sumber: http://seizingthewhitespace.com/sites/default/files/STWS_Business_Model_Archetypes.pdf
Lampiran 4. Diagram Business Model Canvas untuk produk Creative Suite
Individual Segment Corporate Segment Value Proposition Cost Factor
Lampiran 5. Diagram Business Model Canvas untuk Produk Creative Cloud
Individual Segment Corporate Segment Value Proposition Cost Factor
Lampiran 6. Perbandingan 9 Building Blocks
Building Blocks Creative Suite Creative Cloud Customer Segment Individual (Personal /
Professional)
Individual (Personal / Professional)
Value Proposition Produktivitas
Hasil karya yang Revenue Stream Perpetual License
Certification Program
Subscription License
Certification Program
Free Tier Key Activities Software
Development Key Partnerships Server
Distributor
Cost Structure Software Development
Lampiran 7. Diagram Kombinasi Business Model Canvas CS dan CC
Tidak Berubah Created Raised Eliminated