• Tidak ada hasil yang ditemukan

KARAKTERISTIK WILAYAH KECAMATAN KUTA ALAM

A. Struktur Penduduk Menurut Jenis Kelamin

2.6 TRANSPORTASI .1 Sarana Transportasi

2.8.2 Air Bersih

Kebutuhan air bersih untuk Kecamatan Kuta Alam disupply oleh PDAM Tirta Daroy yang sudah terintegrasi dalam Sistem Jaringan Air Bersih Kota Banda Aceh. Sampai pada Tahun 2006, secara umum cakupan pelayanan kebutuhan air bersih di wilayah Kota Banda Aceh yang disuplay oleh PDAM Tirta Daroy, baru hanya terpenuhi sebesar 35 %.

Berdasarkan data dari PDAM Tirta Daroy Banda Aceh bahwa banyaknya jumlah pelanggan air bersih di Kecamatan Kuta Alam sampai pada Tahun 2006 dapat dilihat pada Tabel II.14.

Gambar 2.34 Kondisi Sistem Drainase di Kecamatan Kuta Alam

Drainase Utama Dipenuhi Lumpur Tsunami Bangunan Rumah Pompa Hancur, di Kelurahan Peunayong

Drainase Utama di Jalan Tgk. Panglima Polem

Drainase Utama di Jalan Maimun Saleh

Drainase Utama di Jalan Syiah Kuala

gtz – SLGSR II - 52 Gambar 2.35

gtz – SLGSR II - 53

Tabel II.14

Jumlah Pelanggan Air Bersih (Sambungan Rumah) di Kecamatan Kuta Alam Tahun 2006

Sambungan Rumah (SR)

No. Wilayah Kode Nama Daerah Pelayanan

Aktif Tidak Aktif

Jumlah 1 07 Bandar Baru/Lamprik 746 49 795 2 09 Beurawe 548 40 588 3 10 Lambaro Skep 653 20 673 4 11 Kuta Alam 260 47 307 5 12 Kampung Kramat 656 60 716 6 13 Kampung Laksana 696 48 744 7 14 Kampung Mulia 753 33 786 8 15 Peunayong 977 87 1064 9 16 Lampulo 673 22 695 10 17 Kampung Lamdingin 383 16 399

11 64 Asrama ABRI/PHB Lamprit 361 24 385

12 74 Asrama TNI/AD Kuta Alam 321 40 361

Jumlah Total 7027 486 7513

Sumber : PDAM Tirta Daroy Banda Aceh, September 2006

Permasalahan air bersih adalah kepada sistem perpipaan yang banyak mengalami rusak setelah gempa dan tsunami pada akhir Tahun 2004, khususnya pipa sekunder (yaitu pipa pengantar ke pelanggan) dan pipa tersier (yaitu pipa sambungan rumah). Sehingga air bersih tidak bisa disupply kedaerah-daerah pelayanan khususnya daerah pelayanan yang terkena tsunami seperti Gampong Lambaro Skep, Kelurahan Mulia, Gampong Lampulo dan Gampong Lamdingin. Sampai pada Tahun 2006 kawasan permukiman tersebut sudah terputus oleh suplai air bersih melalui Jaringan Pipa PDAM Tirta Daroy Banda Aceh. Kawasan permukiman ini untuk kebutuhan air bersih disuplai melalui tangki (water tank) maupun balon air oleh bantuan NGO. Sementara untuk air bersih yang diperoleh melalui air sumur bor tidak bisa dikonsumsi karena air tersebut terasa payau, asin dan terasa berbau karat (zat besi).

Perencanaan jaringan sistem air bersih untuk Kecamatan Kuta Alam akan mengacu pada rencana sistem perpipaan air bersih Kota Banda Aceh dari JICS (Japan International Cooporation System) tanggal 25 April 2006.

Lebih jelasnya mengenai kondisi supply air bersih di Kecamatan Kuta Alam dapat dilihat pada Gambar 2.36, dan peta jaringan air bersih di Kecamatan Kuta Alam dapat dilihat pada Gambar 2.37.

gtz – SLGSR II - 54 2.8.3 Listrik

Kebutuhan listrik di Kecamatan Kuta Alam sepenuhnya dilayani oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sistem jaringan listrik ini sudah terintegrasi dalam sistem jaringan listrik Kota Banda Aceh dan sekitarnya

Secara prinsip keberadaan jaringan listrik sudah sepenuhnya tersedia di seluruh daerah perencanaan di Kecamatan Kuta Alam, baik itu area pemukiman-pemukiman yang terkena tsunami seperti Gampong Lampulo, Gampong Lamdingin dan Gampong Lambaro Skep.

Berdasarkan informasi dilapangan yang diperoleh dari masyarakat sampai tahun 2006 untuk permasalahan listrik di Kecamatan Kuta Alam khususnya kelurahan/gampong yang terkena tsunami yaitu masih belum terpasangnya meteran sambungan rumah yang baru dibangun. Sedangkan untuk jaringan dan gardu listrik sudah tersedia dan terdistribusi mengikuti jaringan-jaringan jalan utama sampai ke jaringan jalan lingkungan.

Tangki Air di Gampong Lampulo

Sumur Bor di Gampong Lampulo

Gampong Lambaro Skep + Tangki Air (Dusun Diwai Makam)

Gambar 2.36 Kondisi Supply Air Bersih di Kecamatan Kuta Alam

S um be r : Foto L ap a ng an , A gustus 20 06

gtz – SLGSR II - 55 Gambar 2.37

gtz – SLGSR II - 56 Setiap rumah yang sudah selesai direhap dan rekontruksi, sambungan listrik kerumah langsung disambungkan tanpa meteran terpasang.

Berikut gambar kondisi keberadaan jaringan listrik di Kecamatan Kuta Alam.

2.8.4 Telepon

Ketersediaan jaringan telepon di Kecamatan Kuta Alam sepenuhnya dilayani oleh PT. Telekomunikasi (TELKOM). Sistem jaringan telekomunikasi ini sudah terintegrasi dalam sistem jaringan telekomunikasi oleh PT. Telkom melalui cabang daerah Kota Banda Aceh dan sekitarnya.

Secara prinsip keberadaan jaringan telkom sudah hampir tersedia di Kecamatan Kuta Alam. Sedangkan jaringan Telepon Seluler (Ponsel) telah ada jaringannya untuk wilayah kota Banda Aceh dan sekitarnya.

Untuk fasilitas telepon umum sudah dialihkan menjadi warung telepon (Wartel) yang dikelola oleh masyarakat setempat.

2.8.5 Persampahan

Sebelum tsunami pengelolan persampahan di Kecamatan Kuta Alam dilakukan oleh masing-masing kelurahan/desa, dengan memungut biaya pengelolaan sebesar Rp. 7000 untuk rumah tangga dan Rp. 14.000 untuk warung dan pertokoan. Setelah tsunami armada pengakutan sampah milik kelurahan/desa banyak yang mengalami kerusakan sehingga tidak bisa dioperasikan.

Gambar 2.38 Sambungan Listrik Di Gampong Lampulo

gtz – SLGSR II - 57 Sistem pengelolaan persampahan di Kecamatan Kuta Alam setelah tsunami sampai pada Tahun 2006 dilakukan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) yang terintegrasi dengan sistem pengelolaan persampahan Kota Banda Aceh. Pengelolaan sampah dilakukan dengan sistem pengangkutan menggunakan mobil truk sampah dan selanjutnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berlokasi di Gampong Jawa.

Kondisi persampahan di Kecamatan Kuta Alam sampai pada Tahun 2006 belum terlayani secara maksimal khususnya dalam hal pengangkutan sampah dari tempat-tempat sampah di rumah-rumah penduduk.

Sehingga masih banyak masyarakat melakukan pembuangan sampah di sembarang tempat atau melakukan pembuangan sampah liar, disamping itu ada juga masyarakat melakukan pengelolaan sendiri secara tradisional yaitu di tanam dan di bakar hal ini jika dilakukan di kawasn permukiman juga dapat memberikan polusi tanah dan udara.

Pengangkutan sampah hanya dilakukan pada lokasi TPS (Tempat Pembuangan Sementara) tertentu seperti kontainer-kontainer sampah yang telah disediakan. Pengangkutan sampah dilakukan hanya 1 (satu) kali sehari pada pagi hari yang dimulai sekitar jam 08.00 WIB sampai dengan selesai. Jadwal pengangkutan sampah yang diterapkan di kecamatan ini yakni pada jam 08.00 WIB terkesan kurang tepat karena pada saat tersebut semua aktivitas penduduk juga sudah mulai. Hal ini sangat berkaitan dengan kesehatan warga, karena pada saat pengangkutan sampah berlangsung bak sampah pengangkut juga tidak tertutup, bau dan sampah-sampah kecil beterbangan ditiup angin dan dapat mengenai pejalan kaki serta pengendara roda dua. Sebagai bahan referensi, kota-kota besar di dunia sangat memperhatikan (concern) dengan pelayanan masyarakatnya (community service). Semua kegiatan yang berdampak langsung pada komunitas seperti pengangkutan sampah, pembersihan jalan dilakukan pada jam-jam disaat warga kota minim dengan aktivitas yaitu pada waktu dinihari sehingga disaat pagi memulai aktivitasnya warga kota akan mendapatkan suasana kota yang sudah bersih dan segar.

Pengelolaan sampah di Kota Banda Aceh, setelah dilakukan pengangkutan dari TPS-TPS di Kelurahan/Gampong, selanjutnya dibuang ke TPA Gampong Jawa

gtz – SLGSR II - 58 untuk diproses. Diketahui bahwa sistem pengelolan TPA Gampong Jawa menggunakan sistem saninary landfill dan sistem pembakaran manual.

Adapun fasilitas persampahan yang disediakan oleh pemerintah seperti bak sampah dan tong sampah jumlahnya kurang memadai. Selain itu peletakan bak-bak sampah tersebut berada pada kawasan-kawasan tertentu saja.

Secara lebih jelas mengenai gambaran kondisi persampahan di Kecamatan Kuta Alam dapat dilihat pada Gambar 2.39.

Gambar 2.39

Kondisi Persampahan di Kecamatan Kuta Alam

Sum ber : F oto L a p anga n, A g us tus 20 06

Pembuangan Sampah Liar Di Kelurahan Bandar Baru,

Jalan Todak.

Lokasi TPA Gampong Jawa Lokasi TPS

Jalan Syiah Kuala

Lokasi TPS Di Kelurahan Kuta Alam, Jalan Mayjen T. Hamzah Bendahara

gtz – SLGSR III - 1

BAB III

DASAR PERTIMBANGAN PENYUSUNAN RDTR