• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rencana Sistem Jaringan Utilitas a. Drainase

RENCANA DETAIL TATA RUANG KECAMATAN KUTA ALAM

4.2 RENCANA STRUKTUR DAN POLA PEMANFAATAN RUANG .1 Kebijakan Pengembangan Penduduk

4.2.4 Rencana Sistem Jaringan Utilitas a. Drainase

Jaringan drainase yang ada di Kecamatan Kuta Alam dipandang sebagai suatu masalah yang penting, mengingat daerah ini dilalui oleh Krueng Aceh, Krueng Titi Panjang dan disisi utaranya langsung berbatasan dengan laut.

Sistem drainase untuk Kecamatan Kuta Alam termasuk pada zona III dalam perencanaan sistem drainase Kota Banda Aceh. Perencanaan jaringan sistem drainase (drainage system) di Kecamatan Kuta Alam sebagai zona III dalam perencanaan sistem drainase Kota Banda Aceh akan mengacu kepada Rencana Sistem Drainase dari JICS (Japan International Coorporation System).

gtz – SLGSR IV - 14 Gambar 4.5

gtz – SLGSR IV - 15 Dalam rencana sistem drainase di Kecamatan Kuta Alam akan dibangun tiga rumah pompa pada sisi sungai Krueng Aceh yaitu Rumah Pompa Peunayong di Kelurahan Peunayong, Rumah Pompa T. Diblang di Kelurahan Mulia, dan Rumah Pompa Lampulo di Gampong Lampulo.

Untuk lebih jelasnya mengenai Rencana Sistem Drainase di Kecamatan Kuta Raja dapat dilihat pada Gambar 4.6 dan mengenai potongan penampang saluran drainase dapat dilihat pada Gambar 4.7.

Gambar 4.7

Ilustrasi Potongan Penampang Saluran Drainase

TIPIKAL SALURAN - 3 BOX CULVERT

gtz – SLGSR IV - 16 Gambar 4.6

gtz – SLGSR IV - 17 b. Air Bersih

Kebutuhan air bersih untuk Kecamatan Kuta Alam di-supply oleh PDAM Tirta Daroy yang terintegrasi dalam Sistem Jaringan Air Bersih Kota Banda Aceh.

Rencana sistem perpipaan air bersih di Kecamatan Kuta Alam mengacu kepada rencana perpipaan air bersih untuk Kota Banda Aceh dari JICS (Japan International

Coorporation System) tertanggal 25 April 2006.

Rencana jaringan perpipaan distribusi di Kecamatan Kuta Alam ini dimulai dari pipa berdiameter 300 mm, kemudian berturut-turut didistribusikan secara hirarkis dengan pipa berdiameter 250 mm, 200 mm, 150 mm, 100 mm, 75 mm, 50 mm, 32 mm.

Rencana Kebutuhan Air Bersih Kecamatan Kuta Alam sampai Tahun 2016 dapat dilihat pada Tabel IV. 5, sedangkan rencana jaringan air bersih dapat dilihat pada Gambar 4.8.

Tabel IV.5

Rencana Kebutuhan Air Bersih Kecamatan Kuta Alam Tahun 2016

Jumlah Penduduk Kebutuhan

Tahun 2007 Tahun 2016

No Keterangan Tahun

2007 Tahun 2016

Standar l/org/hari

l/hari m3/hari l/hari m3/hari

Kec. Kuta Alam 47.996 54.975

1 Domestik - - 150 7.199.400 7.199 8.246.250 8.246 2 Hidran Umum - - 40 1.919.840 1.920 2.199.000 2.199 3 Komersial/Industri - - 30 1.439.880 1.440 1.649.250 1.649 4 Pelayanan Sosial - - 15 719.940 720 824.625 825 Jumlah - - - 11.279.060 11.279 12.919.125 12.919 5 Tingkat Kebocoran - - 20% 2.255.812 2.256 2.583.825 2.584 Total Kebutuhan - - - 13.534.872 13.535 15.502.950 15.503

Sumber : Hasil Analisis, 2006

c. Air Limbah

Berdasarkan hasil perhitungan, perkiraan jumlah air buangan atau air limbah di Kecamatan Kuta Alam Tahun 2016 sebesar 10.852 m3/hari.

Saluran pembuangan limbah cair tersebut rencananya berpola sesuai jaringan jalan. Saluran limbah cair primer ditempatkan di kedua tepi sepanjang jalan arteri, saluran sekunder di kedua tepi sepanjang jalan kolektor, sedangkan saluran tersier di kedua tepi sepanjang jalan-jalan lokal. Sebelum akhirnya limbah cair tersebut dibuang ke badan air (sungai, laut), terlebih dahulu dialirkan melalui

gtz – SLGSR IV - 18 Gambar 4.8

gtz – SLGSR IV - 19 instalasi pengolah limbah cair, untuk diolah sehingga effluent yang dibuang ke badan air tersebut telah memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya pencemaran badan air penerima limbah cair.

Instalasi pengolah limbah cair domestik direncanakan menggunakan sistem pengolahan biologis. Ada dua alternatif pengolahan untuk unit pengolahan biologis ini, yaitu aerated lagoon (kolam aerasi) dan activated sludge (lumpur aktif).

Tabel IV.6

Perkiraan Air Buangan Kecamatan Kuta Alam Tahun 2016

Perkiraan Air Buangan(m3/hari)

No Uraian Standard

Tahun 2007 Tahun 2016

1 Kebutuhan Air Bersih - - -

Tahun 2007 = 13.535 jiwa - - -

Tahun 2016 = 15.503 jiwa - - -

2 Limbah/Air Kotor (m3/hari) 70% x Keb. Air Bersih 9.475 10.852 3 Septick tank/RT (Unit) 1 unit (5 penduduk) 9.599 10.995 4 Septick tank umum/MCK(Unit) 1 unit (1.000 pddk) 48 55 Sumber : Hasil Analisis, 2006

Untuk penanganan limbah tinja, hingga saat ini pada umumnya pembuangan limbah tinja di kawasan permukiman Kecamatan Kuta Alam menggunakan jamban pribadi maupun jamban umum. Kondisi yang juga perlu mendapat perhatian dari sistem sanitasi saat ini di Kecamatan Kuta Alam adalah adanya rumah tangga yang bangunan perumahannya berlokasi di bantaran sungai. Kelestarian fungsi dan kualitas sungai yang mengalir melalui kawasan ini perlu dipertahankan mengingat masih digunakannya air sungai oleh sebagian penduduk untuk memenuhi kebutuhan airnya.

d. Listrik

Kebutuhan listrik di Kecamatan Kuta Alam sepenuhnya dilayani oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sistem jaringan listrik ini sudah terintegrasi dalam sistem jaringan listrik Kota Banda Aceh dan sekitarnya.

gtz – SLGSR IV - 20 Secara prinsip keberadaan jaringan listrik sudah sepenuhnya tersedia di seluruh wilayah Kecamatan Kuta Alam, baik itu area pemukiman-pemukiman yang terkena tsunami seperti Gampong Lampulo, Lamdingin dan Lambaro Skep.

Rencana Kebutuhan Listrik di Kecamatan Kuta Alam sampai pada Tahun 2016 dapat dilihat pada Tabel IV.7.

Tabel IV.7

Rencana Kebutuhan Listrik Kecamatan Kuta Alam Tahun 2016

Kebutuhan Jumlah Penduduk (orang) 2007 2016 No Jenis Penggunaan 2007 2016 Standar (VA/org) VA KVA VA KVA

Kec. Kuta Alam 47.996 54.975

1 Domestik - - 90 4.319.640 4.320 4.947.750 4.948

2 Sarana Umum/Sosial - - 22,5 1.079.910 1.080 1.236.938 1.237

3 Komersial/Lain-lain - - 112,5 5.399.550 5.400 6.184.688 6.185

Jumlah - - - 10.799.100 10.799 12.369.375 12.369

Sumber : Hasil Analisis, 2006

e. Telekomunikasi

Secara prinsip jaringan telekomunikasi kabel telah melayani wilayah Kecamatan Kuta Alam. Dengan berkembangnya telepon seluler, maka secara prinsip pelayanan telekomunikasi ke seluruh Kelurahan dan Gampong di Kecamatan Kuta Alam telah tersedia.

Tabel IV.8

Rencana Kebutuhan Telepon Kecamatan Kuta Alam Tahun 2016

Jml Penduduk (jiwa) Kebutuhan (SST)

No Jenis Penggunaan

2007 2016 Standard (SST/Org)

2007 2016

Kec. Kuta Alam 47.996 54.975

1 Sambungan Langsung (RT) - - 1/50 960 1.100

2 Fasilitas Umum/Sosial - - 1/250 192 220

3 Komersial/Lain-lain - - 1/150 320 367

4 Telepon Umum - - 1/1000 48 55

Jumlah - - - 1.520 1.741

gtz – SLGSR IV - 21 f. Persampahan

Untuk dapat menangani persampahan dengan baik, maka perlu diperoleh gambaran tentang proyeksi volume sampah di masa mendatang, sehingga dengan demikian dapat diperkirakan bentuk dan keperluan penanganannya. Tabel IV.9 memberikan gambaran tentang proyeksi volume sampah Kecamatan Kuta Alam hingga Tahun 2016. Hasil proyeksi pada tabel tersebut memperlihatkan bahwa volume sampah Kecamatan Kuta Alam Tahun 2016 adalah sebesar 209 m3/hari. Untuk volume sampah sebesar ini dapat ditangani dengan mengangkatnya dari rumah-rumah penduduk dengan memakai gerobak sampah biasa dan kemudian mengumpulkannya di beberapa Tempat Penampungan Sementara (TPS), untuk selanjutnya diangkut dengan truk pengangkut sampah menuju Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPA) untuk ditangani dengan menggunakan sistem

sanitary landfill (lihat Gambar 4.9).

Pada sistem sanitary landfill ini, sampah atau limbah padat yang dibuang diatur pembuangannya pada lokasi yang telah disediakan (sel harian). Lokasi ini telah dilengkapi lapisan kedap dengan ketebalan sekitar 15-30 cm dan fasilitas drainase bawah permukaan. Sampah yang dibuang pada lokasi ini dipadatkan dengan alat berat dan setiap harinya ditutup dengan tanah.

Volume sampah yang diangkut dari rumah-rumah penduduk dapat ditekan, khususnya bagi penduduk yang memiliki halaman cukup luas dan mampu mengolahnya sendiri menjadi kompos, dengan teknologi sederhana, misalnya melalui penanaman sampah organik di dalam tanah, dengan dimensi dan peralatan tertentu yang relatif murah. Untuk menstimulir penduduk hingga berkenan melakukan pembuatan kompos ini, Pemerintah Kota Banda Aceh dapat memfasilitasi dengan bekerjasama dengan para pengusaha kompos untuk membeli kompos tersebut dari penduduk. Hal ini selanjutnya akan bermanfaat bagi upaya penghijauan kota dan rehabilitasi lahan kota yang banyak mengalami kerusakan.

gtz – SLGSR IV - 22 Gambar 4.9

gtz – SLGSR IV - 23

Tabel IV.9

Perkiraan Timbunan Sampah dan Kebutuhan Sarana Persampahan Kecamatan Kuta Alam Tahun 2016

Timbulan Kebutuhan Sarana

Jumlah Penduduk 2007 2016 2007 2016 No Uraian 2007 2016 Standard (l/org/hari)

l/hari m3/hari l/hari m3/hari (unit) (unit)

Kec. Kuta Alam 47.996 54.975

1 Domestik - - 2.5 119.990 120 137.438 137 - - 2 Sarana Umum/Sosial - - 0.6 28.798 29 32.985 33 - - 3 Komersial - - 0.7 33.597 34 38.483 38 - - 4 Total Timbulan Sampah - - - 182.385 182 208.905 209 - - 5 Kebutuhan Bak/Tong Sampah (unit) - - 1 unit/25 l - - - - 7.295 8.356 6 Kebutuhan Gerobak Sampah (unit) - - 1 unit/0,72 m3 - - - - 253 290 7 Kebutuhan TPS (unit) - - 1 unit /10 m3 - - - - 18 21 8 Kebutuhan Truk Sampah (unit) - - 1 unit/18 m3 - - - - 10 12

Sumber : Hasil Analisis, 2006