• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pedoman Pembangunan Bangunan (Building Code)

DASAR PERTIMBANGAN PENYUSUNAN RDTR KECAMATAN KUTA ALAM

B. Rencana Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo

3.1.6 Pedoman Pembangunan Bangunan (Building Code)

Berdasarkan tingkat kerusakan yang dialami akibat dari bencana alam gempa bumi dan gelombang tsunami di NAD dan Nias 26 Desember 2004, Departemen Pekerjaan Umum menerbitkan “Pedoman Pembangunan Bangunan Gedung Provinsi NAD & Nias (Sumut)”, yang terdiri atas Buku 1 untuk Rumah Tinggal Sederhana dan Buku 2 untuk Bangunan Gedung. Dari kedua buku tersebut dapat disarikan mengenai Zonasi Pedoman Pembangunan Bangunan menurut tingkat kerusakan yang dialami. Disamping itu untuk Kota Banda Aceh disusun “Persyaratan Teknis Pembangunan Bangunan Gedung (Building Code) Kota Banda Aceh” (kerjasama UNSYIAH dengan Departemen Pekerjaan Umum), sebagai terjemahan dari pedoman di atas untuk wilayah Kota Banda Aceh. Beberapa aspek yang dipertimbangkan dalam pembagian zona ini adalah : jangkauan kerusakan akibat gempa dan tsunami, bentang alam Kota Banda Aceh yang meliputi kontur, ketinggian dan kondisi geologi.

Dalam konteks Rencana Detail Tata Ruang ini, substansi utama yang akan dijadikan acuan adalah mengenai Peruntukan Lokasi dan Intensitas Bangunan menurut masing-masing Zona yang diidentifikasikan. Uraian pokok mengenai hal tersebut dikemukakan dalam Tabel III.2.

gtz – SLGSR III - 11 Gambar 3.8

gtz – SLGSR III - 12 Tabel III.2

Zonasi Pedoman Pembangunan Bangungan (Building Code) Kecamatan Kuta Alam

Arahan Zonasi Berdasarkan Tingkat Kerusakan yang Terjadi Akibat Bencana Gempa Bumi dan Tsunami No Uraian

ZONA I ZONA II ZONA III ZONA IV

1

Tingkat kerusakan

• Kerusakan hancur total • Kerusakan hanya pada struktur bangunan

• Kerusakan ringan • Tidak mengalami kerusakan 2 Nama Kelurahan/ Gampong • Lampulo • Mulia • Lamdingin • Lambaro Skep • Laksana • Keuramat • Bandar Baru • Peunayong • Kota Baru • Kuta Alam • Beurawe 3 Peruntukan Lokasi

• Permukiman nelayan terbatas, permukiman perdesaan terbatas pada kaw budidaya pertanian, serta bangunan2 yg mendukung keg hutan produksi,

pertambangan, pariwisata pantai, kawasan lindung pantai, pelabuhan, industri perikanan, dan cagar budaya.

• Permukiman yg semula telah ada di zona ini tidak boleh diperluas, namun boleh ditingkatkan kualitasnya. • Kawasan terbangun kepadatan

sangat rendah (< 31 org/Ha)

• Permukiman nelayan dan petani terbatas.

• Tidak disarankan untuk kegiatan komersial atau keg sosial lainnya, terutama untuk daerah yg berjarak 5 km dari garis pantai.

• Permukiman yg semula telah ada di zona ini tidak boleh diperluas, namun boleh ditingkatkan kualitasnya. • Kawasan terbangun kepadatan

rendah (31-50 org/Ha)

• Permukiman, bangunan komersial, fas pendidikan, kesehatan, ibadah,

perdagangan, sosial dan pemerintahan, dgn pelayanan skala gampong/kelurahan dan kecamatan.

• Permukiman yg semula telah ada ditingkatkan kualitasnya, tidak boleh diperluas/dikembangkan/ ditambah baru hingga menjadi kepadatan tinggi. • Bangunan komersial dapat diperluas dgn

persyaratan bangunan dan lingkungan yg ketat dg mempertahankan nilai-nilai cagar budaya.

• Kawasan terbangun kepadatan sedang (51-75 org/Ha)

• Permukiman, bangunan komersial, fasilitas umum dan pemerintahan, dgn pelayanan skala kota. • Permukiman dapat diperluas dgn

persyaratan bangunan dan lingkungan yg ketat sesuai dgn rencana tata ruang.

• Kawasan terbangun kepadatan tinggi (76-100 org/Ha)

4

Intensitas Bangunan utk Rumah Tinggal Sederhana

• KDB kurang dari 15 %. • KLB maksimal : 0,3. • Jumlah lantai maksimal : 2.

• KDB : 15 % - 30 %. • KLB maksimal : 0,6. • Jumlah lantai maksimal : 2.

• KDB : 30 % - 50 %. • KLB maksimal : 1,5. • Rumah tinggal : maks 3 lantai • Non rumah tinggal : ≤ 4 lantai

• KDB : maksimal 60 %. • KLB maksimal : 1,8. • Rumah tinggal ≥ 3 lantai • Non rumah tinggal : > 4 lantai

gtz – SLGSR III - 13

Arahan Zonasi Berdasarkan Tingkat Kerusakan yang Terjadi Akibat Bencana Gempa Bumi dan Tsunami No Uraian

ZONA I ZONA II ZONA III ZONA IV

5

Intensitas Bangunan utk Bangunan Gedung : - Rumah Tinggal - Non-Rumah Tinggal • KDB kurang dari 15 %. • KLB maksimal : 0,3. • KDB kurang dari 15 %. • KLB disesuaikan dgn fungsinya. • KDB : 15 % - 30 %. • KLB maksimal : 0,6. • KDB maksimal : 60 %. • KLB disesuaikan dgn fungsinya. • Jumlah lantai maksimal : 4.

• KDB : 30 % - 50 %. • KLB maksimal : 1,5. • KDB maksimal : 75 %. • KLB maksimal : 2,4. • KDB : maksimal 60 %. • KLB maksimal : 1,8. • KDB maksimal : 75 %. • KLB maksimal : 3,0.

Sumber : 1. Departemen Pekerjaan Umum, Pedoman Pembangunan Bangunan Gedung Provinsi NAD & Nias (SUMUT), Buku 1 dan Buku 2. 2. Persyaratan Teknis Pembangunan Bangunan Gedung (Building Code) Kota Banda Aceh.

gtz – SLGSR III - 14 3.2 REVIEW KEMAJUAN PELAKSANAAN REHABILITASI DAN

REKONSTRUKSI

Berdasarkan hasil diskusi pada Forum Koordinasi Kecamatan Alam yang dilakukan pada tangal 31 Juli 2006, kemajuan yang telah dilakukan oleh BRR dan LSM/NGO dalam kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel III.3

Kemajuan Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Kecamatan Kuta Alam Status Per Juli 2006

Kelurahan Organisasi yang ada Kegiatan Progress Penayong BRR Perumahan (14 unit) 14 unit selesai BTPN Rehab SMPN 4

GTZ-SLGSR Penataan Ruang Kecamatan P2KP Jalan, Saluran Air

P2KP/KRAP Perumahan (36 unit) 26 unit selesai Pemda Banjar Rehab SMPN 9 Selesai YIPD Village Mapping Selesai YPMKI Sembako

Laksana BRR Perumahan (26 unit) 26 unit selesai GTZ-SLGSR Penataan Ruang Kecamatan

P2KP Jalan, Saluran Air Pemerintah Cina TK Muskana Selesai YIPD Village Mapping Selesai Keuramat GTZ-SLGSR Penataan Ruang Kecamatan Manulife Rehab SDN 28 P2KP Jalan, Saluran Air Pemerintah Malaysia Rehab SMP Islami

UN-Habitat Perumahan (54 unit) 39 unit selesai YIPD Village Mapping Selesai Kuta Alam GTZ-SLGSR Penataan Ruang Kecamatan P2KP Jalan, Saluran Air Beurawe GTZ-SLGSR Penataan Ruang Kecamatan P2KP Jalan, Saluran Air Kota Baru GTZ-SLGSR Penataan Ruang Kecamatan P2KP Jalan, Saluran Air Pemda DKI Rehab SDN 34 Pemda DKI Rehab SMUN 4 Bandar Baru GTZ-SLGSR Penataan Ruang Kecamatan Manulife Rehab SDN 25 OMAN Membangun Mesjid P2KP Jalan, Saluran Air P2KP Perumahan (12 unit) UNICEF Bangun SDN 35 (1 unit)

Mulia BRR Rehab Rumah (95 unit) Sedang dilaksanakan GTZ-SLGSR Penataan Ruang Kecamatan

Habitat For Humanity Perumahan (760 unit) 450 Unit selesai Oxfam Air Bersih & MCK

gtz – SLGSR III - 15

Kelurahan Organisasi yang ada Kegiatan Progress P2KP Pembuatan Saluran Air

Pemerintah Italia Rehab MIN Merduati Pemerintah Italia Rehab SMUN 2 PMI Bantuan Bea Siswa USAid/Wastuwidyawan Village Planning Selesai Word Vision Rehab Puskesmas Word Vision Rehab SD 20/21 YIPD Village Mapping Selesai Lampulo Aceh Relief Perumahan (91 unit) 91 unit selesai BRR Rehab Rumah (10 unit) 10 unit selesai CARE Perumahan (965 unit) 20 unit selesai Coca Cola Bangun SDN 65 (1 unit)

GTZ-SLGSR Penataan Ruang Kecamatan Kata Hati Perumahan P2KP Jalan, Saluran Air PMI Bantuan Beasiswa PT. Astra Bangun Puskesmas Pembantu (1 unit) PT. Astra Bangun SDN 85 YIPD Village Mapping Selesai Lamdingin ADB ETESP Housing Perumahan (546 unit) Belum Berjalan BRR Perumahan

GTZ-SLGSR Penataan Ruang Kecamatan P2KP Jalan, Saluran Air Pemerintah Jepang Rehab SDN 102 Pemerintah Jepang Rehab TK Al Wasyiliah

PKPU Perumahan (90 unit) 70 unit selesai USAid/Wastuwidyawan Village Planning Selesai YIPD Village Mapping Selesai Lambaro Skep BRR Perumahan (52 unit) 52 unit selesai CARE Perumahan (865 unit) 20 unit selesai CARE Rehab Puskesmas Pembantu

CARE Village Planning Selesai GTZ-SLGSR Penataan Ruang Kecamatan IAI-URDI Perumahan (115 unit)

LHS Magelang Perumahan (21 unit) 21 unit selesai P2KP Jalan, Saluran Air

PMI Bantuan Beasiswa UNICEF Bangun SDN 45 UNICEF Bangun SDN 85

Word Vision Perumahan (104 unit) 50 unit selesai YIPD Village Mapping Selesai

gtz – SLGSR III - 16

Pt+n = Pt(1+r)n

3.3 USULAN PEMBANGUNAN DARI MASYARAKAT KECAMATAN KUTA