BAB III HASIL DAN ANALISIS PENILAIAN INISIATIF ANTI KORUPSI 2011
3.2. Indikator PIAK 2011
3.2.6. Akses Publik dalam Memperoleh Informasi
Bila dilihat dari penilaian pada masing-masing unit utama di masing-masing instansi pusat, nilai yang diperoleh antar unit utama dalam subindikator sumberdaya pengaduan tidak terlalu berbeda. Hal ini dikarenakan upaya yang telah dilakukan dalam memenuhi indikator mekanisme pengaduan masyarakat hampir sama seperti: 1) Sudah tersedianya media pengaduan masyarakat pada masing-masing unit utama; 2) Sudah tersedia petugas khusus yang menangani pengaduan, yang tugasnya menerima, mencatat, memverifikasi, menelaah isi laporan pengaduan, menindaklanjuti hasil telaahan pengaduan masyarakat dan menyampaikan hasil tindak lanjut kepada pelapor; 3) Telah dilakukan pencatatan atau pengadministrasian terhadap pengaduan masyarakat yang masuk.
Sedangkan upaya yang belum dilakukan terkait indikator mekanisme pengaduan ini adalah: 1) Belum adanya aturan dan mekanisme pengaduan yang dapat menjamin kerahasiaan dari pelapor; 2) Belum adanya petugas atau bagian yang berkompeten dan bertugas menangani secara khusus untuk mengelola pengaduan; 3) Belum melakukan evaluasi secara berkala terhadap mekanisme penanganan pengaduan masyarakat; 4) Belum tersedianya SOP tentang mekanisme penanganan laporan pengaduan masyarakat.
Ditjen Pendidikan Islam dalam memenuhi indikator mekanisme pengaduan masyarakat telah menyediakan media pengaduan sederhana berupa kotak pengaduan, hotline, fax, kotak surat dan ruang pengaduan. Tersedianya Keputusan Ditjen Pendidikan Islam Nomor: DJ.I/205/2010 tentang Tim Pemprosesan Pengaduan Masyarakat Ditjen Pendidikan Islam, serta SOP tentang mekanisme penanganan laporan pengaduan masyarakat.
Tabel III.18.
Pemerintah Daerah dengan Nilai Indikator Mekanisme Pengaduan Masyarakat di Atas 6
Peringkat Pemerintah Daerah
Mekanisme Pengaduan Masyarakat Nilai Total
Indikator
Sub Indikator Sumberdaya Pengaduan
Masyarakat
Tindak Lanjut Terhadap Pengaduan Masyarakat
1 Pemerintah Kota Banjarmasin 6,67 8,71 5,00 2 Pemerintah Kota Semarang 6,62 9,00 4,67 3 Pemerintah Kota Surabaya 6,25 9,00 4,00
Begitu juga yang terjadi dengan nilai yang diperoleh di Pemerintah Daerah. Untuk Pemerintah Daerah nilai subindikator sumberdaya pengaduan masyarakat memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan subindikator tindak lanjut terhadap pengaduan masyarakat.
3.2.6. Akses Publik dalam Memperoleh Informasi
Keterbukaan informasi publik merupakan dasar dalam membangun tata pemerintahan yang baik (good governance), dalam PIAK keterbukaan informasi ini dinilai dengan indikator utama berupa peningkatan akses publik dalam memperoleh informasi pada unit utama. Penilaian terhadap indikator ini dilakukan berdasarkan dua Subindikator yakni: 1) Keterbukaan unit utama dalam menyebarluaskan informasi; 2) Keaktifan suatu unit utama menyebarkan informasi.
2011 Laporan Penilaian Inisiatif Anti Korupsi
31 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK
Dengan adanya transparansi atas setiap informasi publik akan memberi ruang pada masyarakat untuk memerankan fungsinya mengontrol setiap langkah dan kebijakan yang diambil aparatur pemerintah. Keterbukaan informasi ini juga dapat meningkatkan akuntabilitas pemerintah dalam menjalankan tugasnya.
Dengan keluarnya Undang-Undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), maka setiap Badan Publik memiliki kewajiban sebagai berikut:
1. Menyediakan, memberikan, dan/atau menerbitkan informasi publik yang berada dibawah kewenangannya;
2. Menyediakan informasi publik yang akurat, benar, dan tidak menyesatkan;
3. Membangun dan mengembangkan sistem informasi dan dokumentasi untuk mengelola informasi publik secara baik, efisien sehingga dapat diakses secara mudah;
4. Membuat pertimbangan secara tertulis setiap kebijakan yang diambil (pertimbangan politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan negara);
5. Dapat memanfaatkan sarana dan media baik elektronik maupun non elektronik.
Dengan terciptanya tata pemerintahan yang baik, diharapkan dapat mencegah terjadinya tindak pidana korupsi didalam sistem pemerintahan.
Tabel III.19.
Nilai Rata-Rata Indikator Utama Akses Publik dalam Memperoleh Informasi Unit Utama Tingkat Nasional, Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah
No Total Indikator/Sub Indikator PIAK Nasional Pusat Daerah
1.6.
Aksek Publik dalam Memperoleh Informasi (0,951) 8,55 8,47 8,64
1.61.
Keterbukaan Unit Utama dalam Menyebarkan Informasi (0,491) 8,54 8,20 8,88 1.6.2. Tingkat Keaktifan Unit Utama dalam Menyebarkan Informasi
(0,509)
8,53 8,65 8,41
Dari seluruh indikator PIAK, indikator akses publik terhadap informasi unit utama adalah indikator dengan nilai rata-rata terbesar, yakni 8,55. Untuk tahun 2011, terdapat 53 unit utama dari instansi pusat dan 10 Pemerintah Daerah yang memiliki nilai indikator akses publik diatas 6, seperti yang terlihat pada Tabel II.23 dan II.24. Banyak dari peserta yang mendapatkan nilai hampir sempurna yaitu diatas 9,00. Ini menunjukkan bahwa instansi peserta PIAK telah memperhatikan keterbukaan informasi dan telah memiliki cukup banyak media informasi yang dapat digunakan dalam menyebarkan informasi yang dimilikinya.
Berikut merupakan Instansi Pusat dan unit utama yang mendapatkan nilai indikator akses publik dalam memperoleh informasi diatas nilai standar minimal yang telah ditetapkan
Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 32
Tabel III.20.
Instansi Pusat dan Unit Utama dengan Nilai Indikator Akses Publik dalam Memperoleh Informasi Unit Utama di Atas 6
Peringkat Instansi Pusat dan Unit Utama
Akses Publik dalam Memperoleh Informasi Nilai Total
Indikator
Sub Indikator Keterbukaan Unit
Utama Tingkat Keaktifan
Instansi Pusat:
1 Kementerian Perdagangan 9,67 9,33 10,00 2 Kementerian Pertanian 9,67 9,33 10,00 3 Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral 9,56 9,11 10,00 4 Kementerian Pekerjaan Umum 9,41 8,80 10,00 5 Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia 9,40 8,78 10,00 6 Kementerian Agama 9,34 8,67 10,00 7 Kepolisian Negara Republik Indonesia 9,29 8,55 10,00 8 Kementerian BUMN 9,07 8,11 10,00 9 Kementerian Perhubungan 8,83 9,00 8,67 10 Kementerian Kesehatan 8,76 8,33 9,17 11 Kementerian Dalam Negeri 8,69 7,67 8,33 12 Kementerian Kehutanan 8,60 8,00 9,17 13 Kementerian Pendidikan Nasional 8,43 7,67 9,17 14 Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) 8,15 6,22 10,00 15 Kementerian Perindustrian 7,48 8,33 6,67 16 Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan
Tenaga Kerja Indonesia (BP2TKI)
6,56 6,45 6,67 17 Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi 6,53 8,11 5,00
Unit Utama di Instansi Pusat:
1 Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Non Formal dan Informal ( PAUDNI)
9,67 9,33 10,00 2 Sekretariat Jenderal Kementerian Perdagangan 9,67 9,33 10,00 3 Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka
Komoditi (BAPPEBTI)
9,67 9,33 10,00 4 Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri 9,67 9,33 10,00 5 Direktorat Jenderal Imigrasi 9,67 9,33 10,00 6 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan 9,67 9,33 10,00 7 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi 9,67 9,33 10,00 8 Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian 9,67 9,33 10,00 9 Badan Karantina Pertanian 9,67 9,33 10,00 10 Direktorat Jenderal Pengelolaan dan Pemasaran
Hasil Pertanian
9,67 9,33 10,00 11 Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM
Kesehatan
9,67 9,33 10,00 12 Sekretariat Jenderal Kementerian Perindustrian 9,67 9,33 10,00 13 Direktorat Jenderal pendidikan Islam 9,67 9,33 10,00 14 Staf Sumberdaya Manusia Polri 9,67 9,33 10,00 15 Korps Lalu Lintas Polri 9,67 9,33 10,00 16 Divisi Hubungan Masyarakat Polri 9,67 9,33 10,00
2011 Laporan Penilaian Inisiatif Anti Korupsi
33 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK
Peringkat Instansi Pusat dan Unit Utama
Akses Publik dalam Memperoleh Informasi Nilai Total
Indikator
Sub Indikator Keterbukaan Unit
Utama Tingkat Keaktifan
17 Sekretariat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum
9,67 9,33 10,00 18 Direktorat Jenderal Sumberdaya Air 9,67 9,33 10,00 19 Direktorat Jenderal Penataan Ruang 9,67 9,33 10,00 20 Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan 9,51 9,00 10,00 21 Sekretariat Jenderal Kementerian Tenaga Kerja
dan Transmigrasi
9,51 9,00 10,00 22 Sekretariat Jenderal Kementerian BUMN 9,51 9,00 10,00 23 Sekretariat Jenderal Kementerian Energi dan
Sumberdaya Mineral
9,51 9,00 10,00 24 Badan Geologi 9,51 9,00 10,00 25 Sekretariat Jenderal Kementerian Agama 9,51 9,00 10,00 26 Staf Sarana dan Prasarana Polri 9,51 9,00 10,00 27 Badan Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam Negeri
9,02 8,00 10,00 28 Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal 9,02 8,00 10,00 29 Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan 9,02 8,00 10,00 30 Direktorat Jenderal Industri Unggulan Berbasis
Teknologi Tinggi
9,02 8,00 10,00 31 Divisi Profesi dan Pengamanan Polri 9,02 8,00 10,00 32 Direktorat Jenderal Bina Marga 9,02 8,00 10,00 33 Direktorat Jenderal Cipta Karya 9,02 8,00 10,00 34 Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia
8,85 7,67 10,00 35 Deputi Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik 8,85 7,67 10,00 36 Deputi Bidang Usaha Industri Primer 8,85 7,67 10,00 37 Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan 8,85 7,67 10,00 38 Badan Penelitian dan Pengembangan, dan Diklat 8,85 7,67 10,00 39 Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 8,75 9,00 8,50 40 Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri 8,69 7,33 10,00 41 Direktorat Jenderal Perhubungan Laut 8,24 9,00 7,50 42 Badan Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Kehutanan
8,24 9,00 7,50 43 Badan Reserse Kriminal Polri 8,20 6,33 10,00 44 Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan 8,04 6,00 10,00 45 Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan
Nasional
8,04 6,00 10,00 46 Sekretariat Utama BKPM 8,04 6,00 10,00 47 Badan Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Pendidikan Nasional
7,58 7,67 7,50 48 Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat
Kesehatan
7,58 7,67 7,50 49 Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman
Modal
7,38 4,67 10,00 50 Sekretariat Utama BNP2TKI 7,38 4,67 10,00
Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 34
Peringkat Instansi Pusat dan Unit Utama
Akses Publik dalam Memperoleh Informasi Nilai Total
Indikator
Sub Indikator Keterbukaan Unit
Utama Tingkat Keaktifan
51 Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi
6,96 9,00 5,00 52 Deputi Bidang Perlindungan 6,47 8,00 5,00 53 Direktorat Jenderal Keuangan Daerah 6,15 7,33 5,00
Berikut merupakan Pemerintah Daerah yang mendapatkan nilai indikator akses publik dalam memperoleh informasi diatas nilai standar minimal yang telah ditetapkan
Tabel III.21.
Pemerintah Daerah dengan Nilai Indikator Akses Publik dalam Memperoleh Informasi di Atas 6
Peringkat Pemerintah Daerah
Akses Publik dalam Memperoleh Informasi Nilai Total
Indikator
Sub Indikator
Keterbukaan Unit Utama Tingkat Keaktifan
1 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta 9,67 9,33 10,00 2 Pemerintah Kota Surabaya 9,67 9,33 10,00 3 Pemerintah Kota Palembang 9,67 9,33 10,00 4 Pemerintah Kota Semarang 9,51 9,00 10,00 5 Pemerintah Kota Lampung 9,51 9,00 10,00 6 Pemerintah Kota Medan 9,51 9,00 10,00 7 Pemerintah Kota Bandung 9,02 8,00 10,00 8 Penerintah Kota Bandung 9,02 8,00 10,00 9 Pemerintah Kota Banjarmasin 8,40 9,33 7,55 10 Pemerintah Kota Makassar 7,13 9,33 5,00
Terhadap indikator peningkatan akses publik untuk memperoleh informasi menunjukkan lebih dari 50% unit utama telah memiliki inisiatif dalam meningkatkan akses publik untuk memperoleh informasi. Hampir seluruh unit utama telah memiliki media komunikasi untuk publik, mulai dari website, majalah/buletin, buku, press reales yang dilakukan secara terjadwal dan papan pengumuman.