• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.2 Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga

2.2.3 Aktivitas di pelabuhan perikanan nusantara

Pelabuhan perikanan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan sistem bisnis perikanan harus dikelola secara terpadu mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan, sampai pemasaran hasil tangkapan. Segi produksi dapat dilihat dari aktivitas pendaratan hasil tangkapan yang meliputi pembongkaran hasil tangkapan dari palka ke dek kapal, penurunan dari dek ke dermaga, dan pengangkutan dari

dermaga ke tempat pelelangan ikan. Pengolahan hasil tangkapan hendaknya memanfaatkan teknologi yang lebih baik. Pemasaran hasil tangkapan perlu mempertimbangkan tingkat penerimaan pasar dan pemilihan pasar yang tepat agar nelayan tidak menderita kerugian.

1) Pendaratan hasil tangkapan

(1) Aktivitas pembongkaran hasil tangkapan dari palka ke dek kapal

Menurut Mulyadi (2007), pembongkaran ikan merupakan proses mengeluarkan ikan dan hasil tangkapan lain dengan menggunakan alat bantu atau tidak dari dalam palka kapal ke atas dek kapal. Terhadap ikan-ikan ini selanjutnya dilakukan penyortiran, kemudian diangkut menuju tempat lain (dermaga, TPI, dan atau konsumen). Pembongkaran ikan di tempat-tempat pendaratan harus selalu memperhatikan karakteristik sumberdaya hayati ikan itu sendiri yang mudah rusak yaitu dilakukan dalam waktu yang cepat dan tanpa merusak atau menurunkan mutu hasil tangkapan.

Mekanisme pembongkaran merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam mempertahankan mutu hasil tangkapan agar tidak menurun. Sebagai contoh mekanisme pembongkaran hasil tangkapan yang ada di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (Djulaeti, 1994 vide Mulyadi, 2007) sebagai berikut:

a. Sebelum kapal melakukan pembongkaran, nahkoda kapal melapor untuk melakukan pembongkaran dengan membawa surat-surat kapal seperti pas biru, surat izin berlayar, dan buku lapor kedatangan kapal;

b. Petugas tambat labuh mencatat waktu dan kedatangan kapal di buku lapor kapal serta memberi izin untuk melakukan pembongkaran; dan

c. Pembongkaran diawali dengan pengeluaran hasil tangkapan ikan dari palka ke geladak dengan diangkat satu persatu untuk ikan-ikan yang berukuran besar seperti cakalang, tuna, tongkol, dan lain-lain dan dengan menggunakan keranjang untuk ikan yang berukuran kecil. Untuk jenis ikan yang berukuran besar dan berat seperti cucut, pengeluaran ikan dibantu dengan menggunakan tali yang berdiameter dua sampai empat centimeter ke geladak kapal oleh dua sampai tiga anak buah kapal (ABK). (2) Pengangkutan atau penurunan hasil tangkapan dari dek ke dermaga

Pengangkutan hasil tangkapan dari dek kapal ke dermaga di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Wonokerto, menurut Kurniasih (2004) dilakukan oleh ABK kapal atau buruh yang disewa. Ikan-ikan yang didaratkan diletakkan dalam keranjang yang terbuat dari plastik atau rotan maupun ”blong”, untuk mempermudah kerja biasanya keranjang atau blong diangkat dengan menggunakan gerobak dari kayu.

(3) Pengangkutan dari dermaga ke tempat pelelangan ikan (TPI)

Pengadaan alat bantu untuk pengangkutan hasil tangkapan sangat penting dalam aktivitas pendaratan. Sebagai contoh, alat bantu yang digunakan dalam pengangkutan hasil tangkapan di PPN Palabuhanratu adalah gerobak dorong, tong-tong plastik, dan keranjang.

2) Pengolahan hasil tangkapan

Pengolahan adalah mengubah suatu bahan menjadi lebih berguna atau menambah nilai suatu barang melalui sentuhan teknologi yang ada di dalamnya. Menurut Lubis (2006) bahwa jenis olahan yang umumnya terdapat di pelabuhan perikanan Indonesia (kecuali Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman Jakarta) masih bersifat tradisional dan kiranya belum memperhatikan kualitas ikan, sanitasi dan cara pengepakan yang baik seperti jenis pengolahan pengasinan dan pemindangan. Jenis industri olahan lainnya yang sering dijumpai di lingkungan luar pelabuhan seperti pengalengan ikan, kerupuk dan terasi. Beberapa perusahaan di Pelabuhan Nizam Zachman telah memodernisasi penanganan dan pengolahan ikannya yang memungkinkan dipatuhinya norma-norma higienis internasional untuk tujuan ekspor.

3) Pemasaran hasil tangkapan

Pasar adalah tempat bertemunya pembeli dan penawar barang atau jasa hasil produksi. Kegiatan tukar menukar informasi dan tawar menawar antar pelaku yang terlibat di sana dalam pemasaran hasil perikanan terdapat 5 tingkat distribusi (Hanafiah, 2006) yaitu:

(1)Pasar lokal

Pasar lokal disebut juga pasar petani. Pasar ini dijumpai di daerah atau di sekitar daerah produksi, di luar kota besar. Pasar lokal di daerah perikanan laut sering dan harus satu kompleks dengan tempat pendaratan ikan. Di pasar lokal ini banyak dijumpai pedagang yang mengumpulkan hasil produksi seperti tengkulak, pedagang besar, pedagang besar perantara, dan kadang-kadang perkumpulan koperasi, yang membeli hasil perikanan dari nelayan atau petani ikan untuk dikirim ke pasar sentral atau pembeli lainnya. Di pasar lokal daerah perikanan laut di Indonesia banyak pula dijumpai usaha pengolahan seperti pengasinan, usaha pemindangan, pengalengan, dan lainnya yang membeli hasil produksi nelayan untuk diolah menjadi ikan asin, ikan pindang, ikan kaleng, dan sebagainya.

(2)Pasar sentral

Pasar sentral merupakan pusat-pusat perdagangan. Pasar ini menerima barang dari pasar lokal atau langsung dari nelayan dan petani ikan. Pasar ini biasanya terdapat di kota-kota besar. Di pasar ini dijumpai lembaga-lembaga tataniaga seperti pedagang besar (wholesaler), pedagang komisi (komisioner), makelar, dan spekulator.

(3)Pasar ekspor-impor

Pasar ini disebut juga pasar pelabuhan, merupakan pasar pusat bagi barang yang akan dikirim ke luar negeri atau ke pulau-pulau, dan barang-barang yang berasal dari impor. Barang yang akan dikirim ke luar negeri berasal dari pasar pusat, pasar lokal dan jarang dari produsen (nelayan petani ikan atau petani pada umumnya).

(4)Pasar antar negara

Di pasar antar negara (pasar dunia, pasar internasional) ini terdapat hubungan antara penawaran dan permintaan barang tingkat dunia. Di pasar ini hanya tersedia monster (contoh dari barang) yang diperjualbelikan yang mempunyai standar tertentu; dengan demikian standardisasi sangat penting dalam perdagangan antar negara.

(5)Pasar eceran

Pasar eceran merupakan pusat perdagangan di mana pedagang eceran menjual barang dagangannya dalam jumlah kecil kepada konsumen akhir secara langsung. Pasar eceran terutama terdapat di daerah pusat konsumsi, yaitu di kota-kota besar, di kota-kota kecil dan di daerah pedesaan.

Pemilihan pasar yang tepat bagi nelayan untuk memasarkan hasil tangkapannya sangat diperlukan. Salah satu tujuan dari pemilihan pasar ini adalah untuk meningkatkan nilai produksinya.