• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. METODOLOGI PENELITIAN

3.3 Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus dan pustaka. Kasus pada penelitian ini adalah keberadaan tangkahan yang selama ini bersifat “kontroversial” (illegal) dan diduga mempengaruhi PPN Sibolga dalam hal pendaratan hasil tangkapan di PPN Sibolga. Baik langsung maupun tidak langsung, keberadaan tangkahan ini pada hakekatnya diduga berpengaruh terhadap pendapatan daerah, penyediaan lapangan kerja sehingga pemilik tangkahan mengeluarkan sejumlah biaya baik langsung maupun tidak langsung kepada pemerintah atau masyarakat.

Aspek yang diteliti pada penelitian ini adalah aspek keberadaan tangkahan dari segi kelegalannya di Teluk Tapian Nauli, aspek aktivitas tangkahan terkait dengan pendaratan hasil tangkapan, kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah dan tenaga kerja. Khusus untuk kontribusi terhadap pendapatan daerah, penelitian ini dibatasi pada sumber pendapatan daerah yang hanya berasal dari pendapatan asli daerah.

Aspek keberadaan/kelegalan tangkahan dapat ditinjau dari peraturan daerah yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Sibolga dan peraturan pemerintah pusat yang dikeluarkan oleh departemen terkait (Departemen Kelautan dan Perikanan dan atau Departemen Perhubungan). Aspek aktivitas tangkahan terkait dengan:

pendaratan hasil tangkapan dapat dilihat dari besaran, jenis, dan mutu hasil tangkapan yang didaratkan dan pengaruhnya terhadap produksi hasil tangkapan PPN Sibolga; pendapatan asli daerah dari tangkahan dapat dilihat pada: peraturan daerah tentang retribusi daerah di tangkahan dan perbandingan realisasi besaran pendapatan asli daerah dari tangkahan oleh pemerintah daerah dengan aturan yang dibuat oleh Pemerintah Kota Sibolga tersebut; serta tenaga kerja di tangkahan dapat dilihat dari jumlah, jenis pekerjaan dan motivasi bekerja di tangkahan contoh.

Pada penelitian ini dilakukan pengamatan, wawancara, dan pengukuran mutu organoleptik. Saat pengamatan, peneliti menggunakan kamera dan kuisioner sebagai alat untuk mendapatkan informasi tentang fasilitas dan aktivitas yang ada di tangkahan. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah data kuisioner saat wawancara.

1) Pengamatan

(1) Aspek keberadaan tangkahan

a. Mengidentifikasi lokasi, tata letak, dan jarak antar tangkahan.

b. Mengamati dan mengidentifikasi pembatas antar tangkahan terkait dengan aktivitas di dalam tangkahan yang dilindungi pemilik tangkahan dari pantauan pihak luar.

(2) Aspek aktivitas tangkahan dan PPN Sibolga:

a. Pendaratan hasil tangkapan (volume, jenis, dan mutu)

a1. Besar volume pendaratan hasil tangkapan diestimasi dengan cara mengamati jumlah dan jenis kapal yang mendarat di tangkahan dan PPN Sibolga, jumlah dan ukuran palka masing-masing kapal atau tempat penampungan hasil tangkapan lainnya.

a2. Jenis hasil tangkapan diketahui dengan melihat jenis hasil tangkapan pada saat pembongkaran hasil tangkapan dari kapal di tangkahan dan PPN Sibolga.

a3. Pengamatan mutu hasil tangkapan dilakukan secara organoleptik di dermaga pendaratan tangkahan dan tempat pelelangan ikan PPN Sibolga.

b. Pendapatan daerah dari tangkahan

Nilai produksi hasil tangkapan dari setiap hasil tangkapan yang dijual di tangkahan, dengan mengamati proses transaksi penjualan yang terjadi dan besaran volume pendaratan di atas {butir 1).b.(1)}

c. Tenaga kerja tangkahan

Mengamati jenis pekerjaan yang ada di tangkahan dan menghitung jumlah tenaga kerja yang ada di dalamnya.

2) Wawancara

Wawancara dilakukan dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) dan ditujukan kepada pihak-pihak terkait. Pemilihan responden dilakukan secara purposive terhadap 5 tangkahan contoh di Kota Sibolga (UD. Ilham, Sabena, Budi Jaya, Renta Sari, Harapan Sari Laut (HSL)) dan PPN Sibolga. Wawancara dibagi berdasarkan dua aspek yaitu:

(1) Aspek keberadaan tangkahan

Informasi keberadaan tangkahan di Sibolga dapat diperoleh melalui wawancara kepada pihak Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kota Sibolga dan Pemerintah Kota Sibolga.

a. Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kota Sibolga

Informasi yang diperoleh dari Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kota Sibolga adalah besar retribusi yang diterima oleh dinas terkait dan peraturan daerah tentang retribusi yang diterima dari tangkahan, jenis perizinan yang diberikan kepada tangkahan terkait dengan pengoperasian tangkahan. Informasi ini diperoleh dengan cara berkomunikasi langsung dengan pihak pegawai pada tataran teknis.

b. Pemerintah Kota Sibolga

Informasi yang diperoleh dari instansi terkait (Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan, dan Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah) di pemerintahan Kota Sibolga adalah peraturan daerah tentang pembangunan tangkahan atau bangunan di tepi pantai, peraturan daerah tentang pajak yang dikenakan pada tangkahan, dan informasi besarnya pendapatan daerah dari pendirian tangkahan.

a. Pendaratan hasil tangkapan (volume, jenis, dan mutu)

Informasi tentang pendaratan hasil tangkapan diperoleh melalui wawancara dengan nelayan atau pemilik kapal, dan pengelola PPN Sibolga. Informasi yang dibutuhkan adalah proses pendaratan, volume hasil tangkapan yang didaratkan tiap tahun, jenis ikan, dan mutu hasil tangkapan yang didaratkan.

b. Pendapatan daerah dari tangkahan

Informasi berapa besar pendapatan daerah dari tangkahan diperoleh melalui wawancara dengan Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kota Sibolga dan Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah. Termasuk di dalamnya berapa besar retribusi yang diperoleh dari setiap hasil tangkapan yang didaratkan, mekanisme pelunasan atau pembayaran retribusi, jenis retribusi yang dikenakan kepada tangkahan.

c. Tenaga kerja tangkahan

Informasi yang diperlukan adalah berupa jumlah tenaga kerja, jenis pekerjaan, upah (cara pengupahan, besar upah yang diterima, waktu menerima upah), alasan atau motivasi bekerja di tangkahan, banyaknya pengelola di tangkahan, daerah asal dan banyaknya tenaga kerja di tangkahan. Informasi ini diperoleh dari tenaga kerja yang bekerja di dermaga tangkahan.

Banyaknya responden yang dalam penelitian ini adalah pihak dari Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan 1 orang, Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah 1 orang, pengelola PPN 1 orang, pembeli ikan 5 orang, tenaga kerja 6 orang, dan nelayan 6 orang.

3) Pengukuran mutu organoleptik

Pengukuran mutu organoleptik dilakukan di darmaga pendaratan hasil tangkapan pada masing-masing tangkahan contoh dan PPN Sibolga. Pengukuran mutu organoleptik dilakukan pada mata, insang, daging dan perut dan konsistensi tubuh ikan. Pengukuran ini dilakukan dengan mengamati keadaan mata, insang, daging dan perut, dan konsistensi daging ikan kemudian membandingkannya dengan nilai skala organoleptik. Kriteria dan nilai organoleptik dapat dilihat pada Lampiran 1. Pengukuran ini dilakukan pada kapal yang mendaratkan hasil tangkapannya di setiap tangkahan contoh dan PPN Sibolga selama satu hari

pengamatan dengan mengambil tiga jenis ikan dominan sebanyak 5 ekor per jenis ikan.

Data dikumpulkan pada penelitian ini terdiri dari : 1) Data utama

Data utama yang diperlukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 2 Rincian data utama penelitian yang dikumpulkan menurut jenis data

Jenis data Rincian data yang

diperlukan Sumber data Sifat data

Karakteristik tangkahan 1. Mekanisme penyampaian informasi dan komunikasi Pekerja tangkahan Primer

2. Bentuk dan kondisi

fasilitas yang ada Hasil pengamatan Primer 3. Jarak antar tangkahan

dan pembatasnya Hasil pengamatan Primer

Retribusi

1. Tarif retribusi untuk jenis-jenis retribusi

Pemerintah Kota

Sibolga Sekunder

2. Peraturan daerah Kota Sibolga tentang retribusi

Pemerintah Kota

Sibolga Sekunder

3. Pemungutan retribusi Pemerintah Kota

Sibolga Sekunder

4. Pemeriksaan retribusi Pemerintah Kota

Sibolga Sekunder

Tenaga kerja

1. Jumlah tenaga kerja tiap tangkahan

Pekerja di

tangkahan Primer

2. Jenis kelompok tenaga kerja di tangkahan dan tugas masing-masing

Pekerja di

tangkahan Primer

3. Jumlah tenaga kerja di masing-masing kelompok Pekerja di tangkahan dan hasil pengamatan Primer 4. Besar upah yang

diterima dan cara pengupahan

Pekerja di

tangkahan Primer

5. Periodisasi pengupahan Pekerja di

tangkahan Primer

6. Motivasi kerja Pekerja di

tangkahan Primer

7. Asal pekerja tangkahan Pekerja di

Jenis data Rincian data yang

diperlukan Sumber data Sifat data

Pendaratan hasil tangkapan

1. Jenis dan volume hasil tangkapan yang didaratkan Hasil pengamatan langsung di tangkahan dan PPNS, nelayan, Dinas Kelautan dan Perikanan Primer dan sekunder 2. Uji organoleptik di tempat penjualan ikan (TPI) dan dermaga tangkahan Hasil pengamatan dan pengukuran langsung di tangkahan dan PPN Sibolga Primer 3. Cara pendaratan Hasil pengamatan langsung di tangkahan dan PPN Sibolga Primer 4. Produksi hasil tangkapan yang didaratkan di PPN Sibolga PPN Sibolga Primer dan sekunder 5. Jumlah dan jenis kapal

yang mendarat Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan, dan hasil pengamatan Primer dan sekunder 2) Data tambahan

Data tambahan yang diperlukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 3 Rincian data tambahan penelitian yang dikumpulkan menurut jenis data

Jenis data Rincian data yang

diperlukan Sumber data

Sifat data Keadaan umum daerah penelitian Kota Sibolga

Letak geografis Kota Sibolga

Kantor Walikota

Sibolga Sekunder

Keadaan penduduk dan tenaga kerja

Kantor Walikota Sibolga dan internet www.Sibolgakota.go.id Sekunder Keadaan umum perikanan tangkap Kota Sibolga

Volume dan nilai produksi perikanan

Dinas Kelautan, Perikanan dan

Peternakan Kota Sibolga

Sekunder Unit penangkapan,

nelayan dan daerah penangkapan ikan

Dinas Kelautan dan

Perikanan Kota Sibolga Sekunder