E. Waktu dan Tempat Penelitian
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Aktivitas Hipoglikemik Tepung Ekstrak Daun X
Aktivitas hipoglikemik tepung ekstrak daun X dilakukan dengan pengukuran kadar glukosa darah secara berkala. Pada 28 hari pertama perlakuan, pengukuran kadar glukosa darah dilakukan setiap lima hari, dan pada 32 hari berikutnya, pengukuran dilakukan setiap tujuh hari. Hasil
pengukuran kadar glukosa darah tikus perlakuan tersaji dalam Gambar 10. Menurut Mayfield (1998), penderita diabetes melitus memiliki kadar glukosa darah kasual (spontan) di atas 200 mg/dl.
Oleh karena itu, tikus yang disertakan dalam perlakuan adalah yang memiliki kadar glukosa darah spontan lebih dari 250 mg/dl (setelah diinjeksi dengan alloxan). Parameter ini juga tetap menjadi pedoman untuk menentukan kesembuhan tikus perlakuan. Tikus yang telah memiliki kadar glukosa darah kurang dari 200 mg/dl dinyatakan telah sembuh atau telah normal dari penyakit diabetes melitus.
Keterangan : huruf yang sama pada setiap nilai menunjukkan tidak adanya perbedaan yang nyata (p > 0.05)
K(-) : Kontrol negatif K(+) : Kontrol positif
A : Dosis 8 mg ekstrak daun X/ekor/hari B : Dosis 16 mg ekstrak daun X /ekor/hari C : Dosis 32 mg ekstrak daun X /ekor/hari D : Dosis 64 mg ekstrak daun X /ekor/hari E : Dosis 128 mg ekstrak daun X /ekor/hari F : Dosis 0.018 mg obat/ekor/hari
Gambar 10. Hasil pengukuran kadar glukosa darah tikus perlakuan
Hasil pengukuran kadar glukosa darah menunjukkan bahwa pada kelompok kontrol negatif tidak terjadi perubahan yang signifikan selama 28
a a a 80 .5 32 0 29 1. 5 38 7. 5 37 8. 5 398 .8 38 2 33 9. 5 89 34 4 14 8. 5 32 0. 5 28 8 11 0 97 37 3 27 9. 5 275 218 22 0 28 1 13 6 0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 K(-) K(+) A B C D E F Kelompok K a da r Gl uko sa D a ra h ( m g /dl )
Hari ke-0 Hari ke-28 Hari ke-60
a
b
b
b
hari perlakuan. Kadar glukosa darah kelompok kontrol negatif juga tetap berada pada kisaran normal (< 200 mg/dl) dalam periode tersebut. Hal ini dimungkinkan karena tikus kontrol negatif memang tidak diinjeksi dengan alloxan, sehingga tidak menderita diabetes melitus. Sebaliknya pada kelompok kontrol positif, kadar glukosa darah terus mengalami kenaikan dan tetap berada pada kisaran diatas 200 mg/dl selama 28 hari. Hal ini disebabkan kelompok kontrol positif tetap menderita diabetes melitus akibat injeksi alloxan pada awal masa percobaan dan tidak diberi perlakuan apapun untuk menghentikan perusakan oleh alloxan selama masa percobaan. Penurunan kadar glukosa darah yang terbesar pada hari ke-28 terjadi pada kelompok 128 mg dan kedua terbesar adalah pada kelompok 64 mg. Kadar glukosa darah hari ke-28 kelompok 8 mg, 64 mg dan 128 mg telah mencapai kisaran normal, sedangkan kelompok 16 mg dan 32 mg belum berada pada kisaran normal.
Kadar glukosa darah pada hari ke-28 cenderung mengalami penurunan pada kelompok perlakuan daun X, kecuali pada kelompok yang diberi perlakuan obat, kadar glukosa darah mengalami sedikit kenaikan. Kenaikan kadar glukosa darah kelompok obat lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontrol positif. Pemberian ekstrak daun X menghasilkan penurunan glukosa darah yang lebih baik daripada pemberian obat diabetes melitus. Rincian hasil pengukuran kadar glukosa darah tikus selama masa perlakuan dapat dilihat pada Lampiran 1. Hasil uji statistik terhadap kadar glukosa darah tikus hari ke-0 dapat dilihat pada Lampiran 2.
Hasil uji statistik (Lampiran 3) menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak daun X memberikan pengaruh nyata (p < 0.05) terhadap kadar glukosa darah tikus pada hari ke-28. Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa kadar glukosa darah hari ke-28 pada kelompok 8 mg, 64 mg dan 128 mg tidak berbeda nyata dengan kelompok kontrol negatif. Kadar glukosa darah hari ke-28 kelompok 16 mg, 32 mg dan obat tidak berbeda nyata dengan kelompok kontrol positif.
Keadaan ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun X terhadap tikus-tikus diabetes melitus mampu memberikan kesembuhan, yang
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 0 3 8 13 18 23 28 35 42 49 56 60 Hari ke - K a d a r G luko sa D a r a h ( m g /d l K(-) K(+) A B C D E F
ditandai dengan penurunan kadar glukosa darahnya. Penurunan kadar glukosa darah mungkin disebabkan oleh beberapa senyawa biokimia aktif yang memiliki efek hipoglikemik dalam ekstrak daun X. Kadar glukosa darah kelompok 16 mg dan 32 mg belum mencapai kisaran normal pada akhir hari ke-28.
Perubahan kadar glukosa darah tikus selama perlakuan dapat dilihat pada Gambar 11. Penurunan kadar glukosa darah pada kelompok 8 mg dapat dianggap lebih baik daripada penurunan kadar glukosa darah kelompok 64 mg dan 128 mg. Hal ini disebabkan penurunan kadar glukosa darah kelompok 8 mg terjadi secara bertahap selama masa perlakuan sedangkan penurunan kadar glukosa darah kelompok 64 mg dan 128 mg terlalu besar dan cepat.
Keterangan :
K(-) : Kontrol negatif K(+) : Kontrol positif
A : Dosis 8 mg ekstrak daun X/ekor/hari B : Dosis 16 mg ekstrak daun X /ekor/hari C : Dosis 32 mg ekstrak daun X /ekor/hari D : Dosis 64 mg ekstrak daun X /ekor/hari E : Dosis 128 mg ekstrak daun X /ekor/hari F : Dosis 0.018 mg obat/ekor/hari
Penurunan yang terlalu cepat menimbulkan resiko terjadinya hipoglikemia. Penurunan kadar glukosa darah kelompok 64 mg telah mencapai nilai normal pada hari ke-18. Kenaikan kadar glukosa darah pada kelompok obat merupakan akibat memburuknya kondisi diabetes melitus. Diabetes melitus merupakan penyakit yang hingga kini belum ada penyembuhnya, sehingga pemberian obat pun hanya bertujuan untuk membantu mengendalikan kadar glukosa darah, namun tidak dapat menghilangkan gejala klinis diabetes melitus secara menyeluruh.
Hasil pengukuran kadar glukosa darah hari ke-60 pada kelompok perlakuan daun X menunjukkan bahwa kadar glukosa darah cenderung meningkat kembali ke kisaran diabetes melitus. Kadar glukosa darah kelompok 16 mg dan 32 mg, walaupun mengalami penurunan bila dibandingkan dengan hari ke-28, namun tetap berada pada angka di atas 200 mg/dl. Kadar glukosa darah kelompok obat justru mengalami penurunan ke kisaran yang normal.
Hasil uji statistik (Lampiran 4) menunjukkan bahwa perlakuan daun X maupun obat tidak memberikan pengaruh nyata (p > 0.05) terhadap kadar glukosa darah tikus pada hari ke-60. Kadar glukosa darah hari ke-60 tidak berbeda nyata pada semua kelompok.
Hasil uji statistik menunjukkan bahwa dosis perlakuan ekstrak daun X memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap kadar glukosa darah tikus pada akhir periode. Rekapitulasi kadar glukosa darah dapat dilihat pada Tabel 4. Kadar glukosa darah kelompok kontrol negatif tidak berbeda nyata pada hari ke-0 maupun hari ke-28 (Lampiran 5), karena kelompok ini tidak diberi perlakuan apapun untuk mengintervensi perubahan kadar glukosa darahnya. Kelompok kontrol negatif memiliki kadar glukosa darah yang tetap normal (< 200 mg/dl) karena tidak diinjeksi alloxan, sehingga tidak menderita diabetes melitus.
Sebaliknya, kelompok kontrol positif memiliki kadar glukosa darah yang senantiasa di atas 200 mg/dl akibat injeksi alloxan dan tanpa perlakuan ekstrak daun X maupun obat untuk menanganinya. Kadar
glukosa darah kelompok kontrol positif pada hari ke-0 maupun hari ke-28 tidak berbeda nyata (Lampiran 6).
Tabel 4. Hasil uji statistik kadar glukosa darah masing-masing kelompok berdasarkan periode
Kelompok Kadar Glukosa Darah (mg/dl) hari ke-
0 28 60 K(-) 80.5 ± 7.8a 89.0 ± 8.5a - K(+) 320.0 ± 97.6a 344.0 ± 1.4a - A 291.5 ± 31.0b 148.5 ± 28.9a 279.5 ± 126.6b B 387.5 ± 64.2a 320.5 ± 16.3a 275.0 ± 8.5a C 378.5 ± 148.3a 288.0 ± 33.9a 218.0 ± 117.4a D 398.8 ± 148.9c 110.0 ± 11.3a 220.0 ± 113.1b E 382.0 ± 148.7c 97.0 ± 69.3a 281.0 ± 108.9b F 339.5 ± 63.5b 373.0 ± 50.9b 136.0 ± 48.1a Keterangan : huruf yang sama pada setiap nilai menunjukkan tidak
adanya perbedaan yang nyata (p > 0.05) (hanya berlaku per baris)
K(-) : Kontrol negatif K(+) : Kontrol positif
A : Dosis 8 mg ekstrak daun X/ekor/hari B : Dosis 16 mg ekstrak daun X /ekor/hari C : Dosis 32 mg ekstrak daun X /ekor/hari D : Dosis 64 mg ekstrak daun X /ekor/hari E : Dosis 128 mg ekstrak daun X /ekor/hari F : Dosis 0.018 mg obat/ekor/hari
Kelompok 8 mg memiliki kadar glukosa darah hari ke-28 yang berbeda nyata terhadap hari ke-0 dan hari ke-60 (Lampiran 7). Hal ini berarti penurunan kadar glukosa darah yang terjadi akibat intervensi ekstrak daun X sejumlah 8 mg selama 28 hari telah memberikan kesembuhan. Meskipun demikian, kadar glukosa darah hari ke-60 yang tidak berbeda nyata dengan hari ke-0 menunjukkan bahwa ekstrak daun X belum dapat mempertahankan kesembuhan bila dihentikan konsumsinya. Kelompok 16 mg dan 32 mg memiliki kadar glukosa darah hari ke-0, hari ke-28 dan hari ke-60 yang tidak berbeda nyata satu sama lain (Lampiran 8 dan 9).
Kadar glukosa darah hari ke-0, hari ke-28 dan hari ke-60 pada kelompok 64 mg dan 128 mg berbeda nyata satu sama lain (Lampiran 10 dan 11). Hal ini menunjukkan bahwa pada dosis tinggi, penyembuhan dapat terjadi pada hari ke-28 dan perlakuan ekstrak yang telah diberikan dapat mempertahankan kondisi hingga hari ke-60 agar tidak kembali memburuk seperti pada awal perlakuan (hari ke-0). Meskipun demikian, dosis 64 dan 128 mg/ekor/hari perlu dikaji secara mendalam mengenai toksisitas dan keamanan konsumsinya, mengingat dosis tersebut cukup tinggi apabila dikonversi untuk manusia. Dengan rata-rata bobot tubuh tikus sebesar 200 g, maka dosis 8 mg apabila dikonversi untuk manusia berbobot 70 kg adalah sebesar 0.44 g. Sedangkan konversi untuk dosis 64 dan 128 mg adalah sebesar 3.5 dan 7.1 g. Dosis yang sangat besar untuk dikonsumsi manusia.
Kenaikan kadar glukosa darah pada kelompok perlakuan ekstrak daun X pasca konsumsi (hari ke-60) menandakan bahwa substansi tersebut belum dapat menjadi penyembuh diabetes melitus secara tuntas. Dengan kata lain, konsumsi ekstrak daun X dapat digunakan sebagai alternatif penanganan diabetes melitus, terutama untuk mengendalikan kadar glukosa darah, tetapi tidak dapat menyembuhkannya secara tuntas. Meskipun demikian, justifikasi penyembuhan ini harus diperkuat dengan parameter yang lain.
Kenaikan kadar glukosa darah kelompok obat pada hari ke-28 mungkin disebabkan oleh kurang terkontrolnya pola makan tikus diabetes melitus. Selain itu, pemberian obat pun memang tidak dapat memberikan kesembuhan yang tuntas terhadap diabetes melitus. Penurunan kadar glukosa darah hari ke-60 pada kelompok obat mungkin disebabkan penyembuhan selama masa perlakuan. Kadar glukosa darah hari ke-60 kelompok obat, berbeda nyata dengan hari ke-0 dan 28 (Lampiran 12.)