BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
3.4. Akuntabilitas Keuangan
Pada tahun 2012 Direktorat Jenderal PPHP mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp. 519.623.100.000,-. Namun pada perjalanan tahun anggaran terjadi pengurangan dalam rangka efisiensi untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM), sehingga alokasi yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan PPHP menjadi sebesar
Rp. 503.077.928.000,-. Walaupun begitu dokumen penetapan kinerja tidak direvisi, sehingga target tidak berubah dan dapat dicapai dengan sangat baik.
Alokasi anggaran ini tersebar pada 93 satker yang terdiri atas dua satker pusat;
79 satker provinsi dan 12 satker kabupaten/ kota yang meliputi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Secara rinci alokasi anggaran pusat dan daerah serta realisasinya dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 39. Realisasi Keuangan Kegiatan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Tahun 2012
No Jenis Kewenangan Anggaran Realisasi Fisik
(Rp. 000 ) (Rp. 000) % %
TOTAL 503.077.928 466.999.737 92,83 97,01
1 PUSAT 139.312.178 126.043.066 90,48 98,57
Ditjen PPHP 135.086.374 122.318.797 90,55 98,6
BPMA 4.225.804 3.724.269 88,13 97,5
2 DAERAH 363.765.750 340.956.671 93,73 96,42 a. Dekonsentrasi 125.527.250 116.520.669 92,82 95,7 b. Tugas Pembantuan 238.238.500 224.436.002 94,21 96,8
Realisasi anggaran kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian tahun 2012 pusat dan daerah sampai dengan 31 Desember 2012 adalah Rp. 466.999.737.100,- atau 92,83% dari total pagu anggaran Rp. 503.077.928.000,- dengan rincian realisasi anggaran kegiatan di pusat Rp. 126.043.066.000,- atau 90,48% dari pagu anggaran Rp.
139.312.178.000,- dan realisasi di daerah (Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan satker provinsi serta Dana Tugas Pembantuan kabupaten/kota) Rp.
340.956.671.000,- atau 93,73% dari pagu anggaran Rp. 363.765.750.000,-.
Alokasi pagu dan realisasi anggaran Direktorat Jenderal PPHP menurut jenis belanja dapat dilihat pada tabel 38. Realisasi terbesar dicapai pada belanja sosial (99,9%), sedangkan realisasi terkecil pada belanja barang (89,2%).
Tabel 40. Realisasi Anggaran Kegiatan PPHP Tahun 2012 Per Jenis Belanja
BELANJA PAGU
(Rp. 000) (Rp. 000) %
a. Belanja Pegawai 21.026.880 20.911.723 99,15
b. Belanja Barang 329.178.648 293.616.569 89,20
c. Belanja Modal 4.956.700 4.706.251 94,95
d. Belanja Sosial 147.915.700 147.765194 99,90
TOTAL 503.077.930 466.999.737 92,83
Apabila dilihat per kegiatan utama, maka realisasi keuangan yang terbesar adalah pada kegiatan pengembangan pengolahan hasil pertanian dan realisasi terkecil pada kegiatan pengembangan pemasaran domestik dan dukungan manajemen dan dukungan teknis. Realisasi kegiatan utama dapat dilihat pada tabel 41.
Tabel 41. Realisasi Keuangan Berdasarkan Kegiatan Utama Direktorat Jenderal PPHP Tahun 2012
No Jenis Kewenangan
Anggaran Fisik Pagu Realisasi (Rp. 000 ) (Rp. 000 ) %
TOTAL 503.077.928 466.999.737 92,83
1 Pengembangan Pemasaran Internasional 11.856.428 10.999.301 92,77 2 Pengembangan Pemasaran Domestik 68.590.720 61.629.814 89,85 3 Pengembangan Mutu dan Standardisasi 78.854.667 73.824.373 93,62 4 Pengembangan Pengolahan Hasil
Pertanian
229.072.521 216.079.496 94,33 5 Pengembangan Usaha dan Investasi 33.720.185 31.739.102 94.12 6 Dukungan Manajemen dan Dukungan
Teknis
80.983.407 72.727.650 89.81
Serapan anggaran Ditjen PPHP tahun 2012 sebesar 92,83% lebih rendah dari tahun 2011 (94,32%), hal ini karena : 1) efisiensi pengadaan barang/jasa, penghematan perjalanan dinas luar negeri, dan perjalanan dinas dalam negeri, serta kegiatan pertemuan di Satker Pusat; 2) beberapa provinsi poktan/gapoktan pertanian organik belum siap untuk sertifikasi; 3) alokasi kegiatan OKKPD di Dinas terkait sementara Sekretariat OKKPD ada di BKP Daerah sehingga koordinasi kurang dan pelaksanaan kegiatan tidak optimal; 4) beberapa kegiatan kegiatan tugas pembantuan tidak terlaksana karena alasan administrasi dan alasan teknis (tabel 42).
Tabel 42. Kegiatan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Daerah Tahun 2012 Yang Tidak Terealisasi
No Kegiatan Alasan
I Pengembangan Pemasaran Domestik 1 Revitalisasi Pasar Ternak
Kabupaten Sumedang Rp. 450 Juta
Proses lelang penyusunan master plan dan Detail Engineering Design (DED) dari APBD belum selesai (lelang ulang), sehingga sehingga waktu tidak mencukupi untuk proses pengadaan pasar ternak.
2 Revitalisasi Pasar Ternak Kota
Batam Rp. 500 Juta Keterlambatan penyediaan lahan, sehingga waktu tidak mencukupi untuk proses pengadaan.
3 Pengembangan STA di Kabupaten Nunukan Rp. 350 juta
Keterlambatan penyediaan lahan, sehingga waktu tidak mencukupi untuk proses pengadaan
II Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian 1 Pengolahan Pakan Ternak
Kabupaten Jember Rp. 1,5 Milyar
Revisi DIPA terbit bulan Nopember 2012 sehingga proses lelang tidak mencukupi.
2 Fasilitasi agroindustri teh Kabupaten Majalengka Rp.1,5 Milyar (terealisasi hanya 3,98%)
Pelaksanaan lelang terlambat di ULP, pergantian KPA
No Kegiatan Alasan 4 Pengembangan agroindustri
tepung berbasis sumber daya lokal ubi jalar di Kabupaten Asmat senilai Rp. 300 juta
Kurangnya koordinasi penyusunan RUKK, karena masalah transportasi dan komunikasi, sehingga berdampak pada proses pencairan dan bansos
III Kegiatan Pengembangan Pemasaran Internasional Pengadaan peralatan packing
house di Kabupaten Banjar Rp. 240 juta
Gagal lelang
Pencapaian serapan anggaran pada tahun 2012 bila dilihat dari perkembangan per bulannya lebih baik dari tahun sebelumnya (gambar 5). Namun capaian ini apabila dibandingkan tahun 2010 dan 2011, mengalami penurunan dari capaian tahun 2011, yaitu dari 94,34% menjadi 92,83%; bila dibandingkan tahun 2010 (89,97%) meningkat. Capaian penyerapan anggaran tahun 2010-2012 dapat dilihat pada tabel 41.
Upaya percepatan kegiatan dan penyerapan anggaran yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal PPHP cukup berhasil, walaupun tidak mencapai target yang ditetapkan Kementerian Pertanian, yaitu 25% triwulan I, 50% triwulan II dan 75%. Pada gambar berikut menunjukkan bahwa serapan anggaran tahun 2012 lebih cepat dari tahun 2011 terutama pada bulan Januari sampai dengan September 2012. Beberapa upaya percepatan peaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran yang telah dilakukan pada tahun 2012, antara lain :
a. Pengiriman surat upaya percepatan dari Dirjen PPHP ke Satker Daerah No.
340/TU.201/G/3/2012 tanggal 16 Maret 2012
b. Percepatan proses revisi SK Pejabat Pengelola Keuangan, Revisi POK dan DIPA c. Pengawalan dan pendampingan ke Satker Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan oleh
Tim Pelaksana Pengawalan dan Pengendalian Kegiatan PPHP di Daerah yang dibagi per Direktorat, yaitu
1) Direktorat Pengolahan Hasil Pertanian : Maluku Utara, NTB, Sulawesi Barat, Aceh, DI Yogyakarta, dan Kalimantan Barat.
2) Direktorat Mutu dan Standarisasi : Papua, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Jambi, dan Jawa Tengah.
3) Direktorat Pemasaran Domestik : Papua Barat, Bangka Belitung, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Kalimantan Timur.
4) Direktorat Pemasaran Internasional : Maluku, Sulawesi Utara, Riau, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan.
5) Direktorat Pengembangan Usaha dan Investasi : NTT, Gorontalo, Bali, Kepulauan Riau, Lampung, Banten dan Kalimantan Tengah.
Selanjutnya tanggungjawab pengawalan dan pendampingan di kabupaten dibagi habis kepada masing-masing Sub Direktorat.
d. Evaluasi Awal dan Pengendalian Pelaksanaan Pembangunan PPHP secara regional di 4 wilayah pada bulan Juli 2012.
e. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan pada dana tugas pembantuan f. Pertemuan Pembinaan SPI untuk Satker Daerah lingkup Ditjen PPHP di Yogyakarta
pada bulan September 2012.
g. Pertemuan Evaluasi Nasional pada buan Desember 2012.
Gambar 5. Realisasi Penyerapan Anggaran
Ditjen Pengolahan dan Pemsaran Hasil Pertanian Pusat dan Daerah Tahun 2012 (%)
Tabel 43. Capaian Penyerapan Anggaran Direktorat Jenderal PPHP Tahun 2010-2012
No Uraian 2010 2011 2012
1 Anggaran (Rp. Milyar) 373,01 404,07 503,07
2 Realisasi (Rp. Milyar) 335,60 381,20 466,99
3 Capaian (%) 89,97 94,34 92,83
BAB IV P E N U T U P
Tahun 2012 merupakan tahun ketiga periode pembangunan 2010-2014. Dalam Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian telah ditetapkan visi, misi, sasaran dan program dalam rangka pembangunan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian yang akan diwujudkan pada tahun 2014. Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian sesuai dengan tugas dan fungsinya diharapkan mendukung pencapaian kinerja Kementerian Pertanian melalui program peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing, Industri Hilir, Pemasaran dan Ekspor Hasil Pertanian.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Direktorat Jenderal PPHP Tahun 2012 merupakan gambaran atas pencapaian sasaran Program Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing, Industri Hilir, Pemasaran dan Ekspor Hasil Pertanian Tahun 2012 yang didukung dengan anggaran dalam Daftar Isian Program dan Anggaran (DIPA) Tahun 2012 yang sesuai dengan rencana kinerja yang telah ditetapkan.
Berdasarkan pengukuran kinerja yang dilakukan maka tingkat pencapaian kinerja menunjukkan keberhasilan walaupun belum sepenuhnya mencapai target yang telah ditetapkan karena adanya prasyarat yang kurang mendukung dan permasalahan yang berada di luar kewenangan manajemen Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran hasil pertanian.
Dalam pencapaian sasaran-sasaran yang telah ditetapkan, Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian berupaya secara terus menerus melakukan konsolidasi internal maupun upaya meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait seperti pemerintah daerah, para pelaku usaha, masyarakat luas serta stakeholders lainnya (Perguruan Tinggi, swasta, asosiasi, perhimpunan profesi, LSM dan lain-lain), terutama agar pembangunan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian mampu menggerakkan masyarakat untuk mendukung pencapaian sasaran.
Memahami, bahwa pembinaan pada bidang pengolahan dan pemasaran hasil pertanian melibatkan aspek yang sangat luas dan terkait dengan kewenangan intansi lain di dalam dan di luar lingkup Kementerian Pertanian, maka kerjasama yang harmonis secara lintas instansi sangat dibutuhkan. Melalui kerjasama yang efektif dan bersifat saling mendukung, diharapkan program yang telah dirumuskan dapat direalisasikan dan mencapai tujuan serta sasaran yang diinginkan.
Disamping itu komitmen dari internal Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian baik dari pimpinan serta seluruh jajaran (staf teknis maupun administrasi) lingkup Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian sangat diperlukan. Untuk itu dilakukan upaya secara terus menerus untuk meningkatkan kinerja, melengkapi sarana dan prasarana kerja, serta mengembangkan kapabilitas dan kompetensi sumberdaya manusia.
LAMPIRAN
LAMPIRAN 1. TAHAPAN SERTIFIKASI PANGAN ORGANIK DAN RENCANA SERTA CAPAIN KINERJANYA, 2010-2014
LAMPIRAN 2. TAHAPAN SERTIFIKASI PANGAN ORGANIK DAN RENCANA SERTA CAPAIN KINERJANYA, 2010-2014
No Unsur 2010 2011 2012 2013 2014
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Target
1 Regulasi
LAMPIRAN 3. TAHAPAN SERTIFIKASI KAKAO FERMENTASI DAN RENCANA SERTA CAPAIAN KINERJANYA, 2010-2014
No Unsur 2010 2011 2012 2013 2014
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Target
1 Regulasi Teknis
120 Pelaku 121 Pelaku (101% dari target)
120 Pelaku 60 Pelaku
LAMPIRAN 4. TAHAPAN SERTIFIKASI BAHAN OLAHAN KARET (BOKAR) DAN RENCANA SERTA CAPAIN KINERJANYA, 2010-2014
No Unsur 2010 2011 2012 2013 2014
Target (20%) Realisasi Target (40%) Realisasi Target (60%) Realisasi Target (80%) Target (100%) 1
3 Tersedianya
LAMPIRAN 5. NERACA ESPOR IMPOR, 2010-2012 (JANUARI-NOPEMBER)
Sub Sektor 2009 2010 2011 Pert.
rata-rata (%)
Posisi 1 Tahun Terakhir
2011 (Jan-Nov)
2012 (Jan-Nov)
Pert.
2012 thd 2011
(%)
Tan. Pangan
Volume (Ton) :
- Ekspor 786.627 892.454 807.265 1,95 -9,55 739.768,77 210.908,20 -71,49
- Impor 7.788.215 10.504.604 15.363.009 40,56 46,25 14.005.877,77 13.223.776,69 -5,58
- Neraca -7.001.588 -9.612.150 -14.555.744 44,36 51,43 -13.266.108,99 -13.012.868,49 -1,91
Nilai (US$ 000)
- Ekspor 321.261 477.708 584.861 35,56 22,43 527.250,94 138.583,13 -73,72
- Impor 2.737.862 3.893.840 7.023.936 61,3 80,39 6.368.402,95 5.671.969,22 -10,94
- Neraca -2.416.601 -3.416.132 -6.439.075 64,93 88,49 -5.841.152,01 -5.533.386,08 -5,27
Hortikultura
Volume (Ton) :
- Ekspor 447.609 364.139 381.648 -6,92 4,81 350.230,29 398.464,54 13,77
- Impor 1.524.666 1.560.808 2.052.271 16,93 31,49 1.877.243,95 2.054.184,51 9,43
- Neraca -1.077.057 -1.196.669 -1.670.623 25,36 39,61 -1.527.013,66 -1.655.719,98 8,43
Nilai (US$ 000) :
- Ekspor 379.739 390.740 491.304 14,32 25,74 446.641,74 467.113,79 4,58
- Impor 1.077.463 1.292.988 1.686.131 25,2 30,41 1.546.101,41 1.733.483,61 12,12
- Neraca -697.724 -902.248 -1.194.827 30,87 32,43 -1.099.459,67 -1.266.369,82 15,18
Perkebunan
Volume (Ton) :
- Ekspor 27.864.811 27.017.306 27.863.746 0,05 3,13 25.164.641,13 27.581.979,23 9,61
- Impor 2.963.532 3.578.061 4.311.982 20,62 20,51 3.980.213,50 1.428.979,34 -64,10
- Neraca 24.901.279 23.439.245 23.551.764 -2,7 0,48 21.184.427,63 26.152.999,89 23,45
Nilai (US$ 000 :
- Ekspor 21.581.669 30.702.864 40.689.768 37,4 32,53 37.433.051,75 30.664.002,60 -18,08
- Impor 3.949.191 6.028.160 8.843.792 49,68 46,71 8.182.778,58 2.874.058,78 -64,88
- Neraca 17.632.478 24.674.704 31.845.976 34,5 29,06 29.250.273,17 27.789.943,82 -4,99
Peternakan
Volume (Ton) :
- Ekspor 473.182 494.186 906.997 43,99 83,53 847.882,54 169.815,59 -79,97
- Impor 1.124.737 1.231.525 1.190.630 3,09 -3,32 1.090.694,13 1.111.429,48 1,90
- Neraca -651.555 -737.339 -283.633 -24,18 -61,53 -242.811,58 -941.613,89 287,8
Nilai (US$ 000)
- Ekspor 754.913 951.662 1.599.071 47,05 68,03 1.491.664,74 512.247,73 -65,66
- Impor 2.132.800 2.768.339 3.044.801 19,89 9,99 2.792.502,48 2.501.361,48 -10,43
- Neraca -1.377.887 -1.816.677 -1.445.730 5,71 -20,42 -1.300.837,74 -1.989.113,76 52,91
PERTANIAN
Volume (Ton) :
- Ekspor 29.572.229 28.768.085 29.959.656 0,71 4,14 27.102.522,73 28.361.167,56 4,64
- Impor 13.401.150 16.874.998 22.917.892 30,87 35,81 20.954.029,34 17.818.370,02 -14,96
- Neraca 16.171.079 11.893.087 7.041.764 -33,62 -40,79 6.148.493,40 10.542.797,54 71,47
Nilai (US$ 000)
- Ekspor 23.037.582 32.522.974 43.365.004 37,26 33,34 39.898.609,16 31.781.947,25 -20,34
- Impor 9.897.316 13.983.327 20.598.660 44,3 47,31 18.889.785,41 12.780.873,08 -32,34
- Neraca 13.140.266 18.539.647 22.766.344 31,94 22,8 21.008.823,76 19.001.074,17 -9,56
Sumber : BPS diolah PUSDATIN dan Direktorat Pemasaran Internasional, Ditjen PPHP.
Catatan :
1. Produk meliputi produk segar dan olahan.
2. Data tahun 2012 mengalami perubahan cakupan produk karena adanya penyelelarasan beberapa produk sesuai dengan ruang lingkup binaan Kemtan dan perubahan kode HS sesuai Buku Tarif dan Kepabeanan Indonesia tahun 2012