• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indikator Kinerja Peningkatan Jumlah Usaha Pengolahan

Dalam dokumen KATA PENGANTAR. Dr. Ir. Haryono, MSc. NIP (Halaman 49-52)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

3.2. Analisis Capaian Kinerja

3.2.3. Indikator Kinerja Peningkatan Jumlah Usaha Pengolahan

Fasilitasi bantuan peralatan pengolahan hasil pertanian dari APBN diharapkan berdampak positif bagi tumbuh dan berkembang usaha pengolahan dan pemasaran hasil pertanian. Realisasi indikator kinerja meningkatnya jumlah usaha pengolahan dan pemasaran hasil pertanian pada tahun 2012 sebesar 8,2% atau mencapai 137% dari target 6%, dengan rerata peningkatan per tahun pada periode 2010-2012 sebesar 6,73% atau mencapai 112% dari target 6%.

Tabel 29. Realisasi Indikator Kinerja Peningkatan Jumlah Usaha Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian

Indikator Kinerja Target 2010 2011 2012

Peningkatan per Per Tahun (%) Meningkatnya jumlah usaha

pengolahan dan pemasaran hasil pertanian (%)

6 /tahun 2,8 9,2 8,2 6,73

Capaian target (%) 137 112

Keterangan : data s.d. Triwulan I 2012, sumber : Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian.

Capaian kinerja selain didukung oleh output kegiatan pengembangan pengolahan hasil pertanian pada tabel 27 juga didukung oleh kegiatan pengembangan usaha dan investasi, terutama pembinaan kemitraan dan kewirausahaan, pelayanan investasi dan pameran/promosi/eksibisi dan perlombaan di dalam negeri (tabel 30).

Tabel 30. Realisasi Kinerja Kegiatan Pengembangan Usaha dan Investasi Yang Berperan Dalam Peningkatan Jumlah Usaha Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Tahun 2012 (Output)

No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian (%)

1. Jumlah binaan kemitraan dan kewirausahaan di sektor pertanian (kelompok usaha)

13 33 253,8

2. Jumlah peningkatan pelayanan investasi di sektor pertanian (laporan)

17 19 111,8

3. Jumlah pameran, promosi, eksibisi dan perlombaan dalam negeri maupun luar negeri (pameran/

promosi)

256 256 100

Pada tahun 2012 telah ditargetkan pembinaan kemitraan dan kewirausahaan pada 13 kelompok usaha terealisasi sebanyak 33 kelompok usaha dengan capaian 253,8%

(sangat berhasil). Ketigapuluh tiga kelompok usaha dimaksud adalah :

a. Kelompok Tani Ternak Lembu Alam Serambi, Sumatera Barat dengan Kelompok Usaha Milkyway dengan bidang kemitraan pengolahan susu.

b. Kelompok Tani Ternak Harimau Agam, Sumatera Barat dengan Kelompok Usaha Milkyway dengan bidang kemitraan pengolahan susu.

c. Kelompok Usaha Milkyway, Sumatera Barat dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bukittinggi dengan bidang usaha pemasaran produk susu.

d. 13 Pelaku usaha ayam potong di Sumatera Selatan dengan PT. Primatama Karya Persada dengan bidang usaha agribisnis ayam potong.

e. 7 Pelaku usaha ayam potong di Sumatera Selatan dengan PT. Sumber Unggas Cemerlang dengan bidang usaha agribisnis ayam potong.

f. Kelompok Tani Tanjung Aur di Batam dengan CV. Original Wild Coffee Luwak of Bintuhan Bengkulu di bidang usaha pengolahan dan pemasaran kopi.

g. Gapoktan Surya Kencana di Batam dengan PT. Mitra Tani Agro Unggul-Banten dengan bidang usaha budidaya dan pemasaran produk hortikultura, antara lain : cabai, buncis, melon, terong, mentimun.

h. Asosiasi Petani Manggis Sumatera Barat) dengan PT. Mulia Raya Agrijaya-Jakarta Barat dengan bidang usaha pemasaran produk hortikultura (alpukat mentega).

i. PT. Andalas Tuah Sakato-Sumatera Barat dengan PT. Mulia Raya Agrijaya- Jakarta Barat dengan bidang usaha pemasaran produk hortikultura (pisang mas).

j. UP3HP Sarumpun-Sumatera Barat dengan PT. Carrefour Kota Batamdengan bidang usaha pemasaran olahan komoditi pertanian (keripik balado “Mata Air”)

k. Sub Terminal Agribisnis Rancamaya Kota Bogor dengan PT. Agro Unggul Rejeki Abadi (AURA)- Tangerang dengan bidang usaha pengembangan pemasaran dalam bidang agribisnis sayuran.

l. Dinas Pertanian Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara dengan PT. Mulia Raya Agrijaya-Jakarta Barat dengan bidang usaha pengembangan pemasaran dalam bidang agribisnis, antara lain : pisang barangan dan nenas.

m. Asosiasi Petani Manggis-Sumatera Barat dengan PT. Sumber Sarana-Batam dengan bidang usaha pemasaran produk hortikultura (alpukat mentega).

n. PT. Andalas Tuah Sakato-Sumatera Barat dengan PT. Sumber Sarana- Batam dengan bidang usaha pemasaran produk hortikultura (sayuran)

o. PT. Andalas Tuah Sakato-Sumatera Barat dengan PT. Mitra Tani Agro Unggul-Banten dengan bidang usaha pembinaan kualitas komoditi dan kerjasama jaringan pemasaran lokal dan ekspor.

Pelayanan investasi di sektor pertanian dengan target 17 laporan terealisasi 19 laporan. Pelayanan investasi ini meliputi penyusunan dan pencetakan bahan promosi investasi, buku pedoman/prosedur investasi pertanian, buku peluang investasi pertanian, data investasi PMA dan PMDN, laporan promosi investasi dalam negeri, laporan promosi investasi luar negeri, laporan Indonesia Agriculture Investment Day (Gelar Potensi Investasi Daerah), laporan fasilitasi koordinasi penanaman modal/investasi sektor pertanian, dan 10 laporan kegiatan pengembangan investasi 10 Dinas lingkup pertanian di 8 (delapan) provinsi sebagai berikut : Dinas Perkebunanan Provinsi Sumatera Barat, Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Dinas Pertanian Provinsi Jambi, Dinas Pertanian Provinsi Lampung, Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Pertanian Provinsi

Sulawesi Selatan, Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah, dan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat.

Pada tahun 2012 telah difasilitasi pameran, promosi, eksibisi dan perlombaan di dalam negeri sebanyak 256 pameran/promosi dalam negeri yang dilakukan baik oleh Direktorat Jenderal PPHP pusat maupun oleh daerah, yang meliputi : Agrinex Expo, Agro and Food Expo, Indonesia Cocoa, Coffe and Tea Festival, Indonesia Agribusiness Expo, Pekan Raya Tani, Batam Agribusiness Expo dan KTA Expo. Dengan pameran di dalam negeri diharapkan akan menarik minat pengunjung untuk mengembangkan usaha baru baik di bidang pengolahan dan pemasaran dengan melihat keberhasilan-keberhasilan yang ditampilkan pada pameran. Sedangkan untuk pameran luar negeri diharapkan dengan dikenalnya produk Indonesia akan meningkatkan investasi dan impor produk pertanian Indonesia yang secara tidak langsung diharapkan dapat meningkatkan usaha pengolahan dan pemasaran di dalam negeri.

Untuk pameran di luar negeri telah dilaksanakan 14 pameran/promosi/ International Business Forum/temu usaha, yang meliputi keikutsertaan pada pameran Internasional Livestock and Dairy Exposition (ILDEX) di Thailand, pameran Internasional Biofach di Jerman, pameran specialty Coffe Association of America (SCAA), pameran Salon Internasioanl De “L” Agriculture Ac Maroc di Maroko, pameran The 6th Inetrnational Horticulture (IHK) di Goyang Korea, pameran Saudi Food, Hotel and Hospitality di Jeddah, pameran The 3rd Indonesia Expo di Yordanian, pameran The 17th Salon Du Chocholat di Paris, pameran The 9th International Flower Expo (IFEX) 2012 di Jepang, pameran The 3rd Halal and Healthy Product Fair di Turki, pameran The 11th Cafe Show di Korea Selatan, pameran International The Royal Flora Ratchaphruek, temu usaha di NTUC Fair Price Singapura, serta penyelenggaraan Internasional Business Forum for Indonesia Special Product di Bali.

Kegiatan pengembangan usaha dan investasi tidak hanya mendukung terwujudnya pelaku-pelaku usaha baru, namun juga mendukung peningkatan ekspor sebagai contoh : PT. Bunga Indah Farm telah berhasil mengekspor 3 (tiga) container (3.000 batang produk ranting teh kering ke Who-Rim Trading Co dan mengekspor lucky bamboo sebanyak 8 (delapan) container ke Se-jung Trading Co. Keberhasilan ini merupakan hasil dari keikutsertaan PT. Bunga Indah Farm pada pameran The 6th Internasional Horticulture (IHK) di Goang Korea.

Dalam dokumen KATA PENGANTAR. Dr. Ir. Haryono, MSc. NIP (Halaman 49-52)