• Tidak ada hasil yang ditemukan

Alat dan Bahan Alat yang digunakan adalah alat tulis dan kamera.

Dalam dokumen Laporan Praktikum Teknologi dan Produksi (Halaman 165-178)

ACARA VIII KUNJUNGAN LAPANG

B. Alat dan Bahan Alat yang digunakan adalah alat tulis dan kamera.

C. Prosedur Kerja

1. Dilakukan diskusi mengenai PT East West Seed cap panah merah yang dipimpin oleh Ibu Nugraheni Vita Rachma selaku perwakilan dari PT East West Seed cap panah merah di Purwakarta.

2. Diberikan penjelasan terkait produk yang dihasilkan dari PT East West Seed cap panah merah di Purwakarta.

3. Diberikan penjelasan secara umum kepada para mahasiswa mengenai alat-alat produksi dan cara kerja dalam pembuatan benih terbaik.

4. Dilakukan pencatatan penjelasan dan keterangan-keterangan yang penting mengenai PT East West Seed cap panah merah di Purwakarta.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

PT East West Seed Indonesia adalah perusahaan benih sayuran hortikultura. PT East West Seed Indonesia yang didirikan pada tanggal 6 juni 1990 tepatnya di Desa Benteng, Kecamatan Campaka–Purwakarta, Jawa barat. EWINDO mempunyai tujuan utama dalam pengembangan industri benih lokal yang canggih untuk menghasilkan benih sayur berkualitas. Perusahaan ini sudah berdiri 25 tahun. Bagi PT East West Seed Indonesia benih merupakan cikal bakal untuk perbanyakan selanjutnya. Benih merupakan aspek kritis dalam produksi pertanian yang sangat penting bagi petani. Apabila populasi penduduk Indonesia bertambah, otomatis kebutuhan sayur akan meningkat. Permasalahan yang ada di Indonesia mengenai benih adalah produksi benih yang belum efisien serta ketersediaan stok yang cukup.

Contoh soal :

Berapa banyak kebutuhan benih per hektar tanaman tomat jika: 1. Jarak tanam 50 cm

2. Lebar bedengan + parit adalah 1,5 cm 3. Dua baris per bedengan

4. Daya tumbuh benih 90 % Jawab :

Luas Lahan =

tanaman x(Lebar bedengan+Parit)+Jarak Tanam Jumlah Baris

= ~ 27.000 benih

Berdasarkan data pemerintah pada tahun 2013 untuk luas pertanaman tomat yaitu 59 ribu ha dengan bobot 1000 biji yaitu 3,3 – 6,6 gr dengan hasil 5,8 – 8,2 ton benih harus tersedia. Tahun 1950 adalah tahun berdirinya PT East West Seed Indonesia di Purwakarta dengan varietas yang sudah dilepas yaitu sebesar 170 varietas seperti tomat, terong, wortel dan sayuran seperti selada, bayam, dan kangkung. Mereka mampu menghasilkan varietas yang bermutu tinggi yang sangat produkstif. Semua tanaman tomat baik daratan rendah dan dataran tinggi merupakan varietas yang dihasilkan.

Adapun Visi dan Misi dari PT East West Seed Indonesia adalah: VISI :

PT East West Seed Indonesia bertekad untuk mengokohkan diri sebagai perusahaan benih sayuran nomor satu yang peduli terhadap perkembangan pertanian Indonesia dan percaya pada benih berkualitas tinggi untuk hidup yang lebih baik.

MISI :

Menyediakan produk dan pelayanan penuh inovasi yang akan meningkatkan pendapatan petani dan mendorong perkembangan dan kualitas industri petani sayuran.

Untuk memproduksi benih, PT East West Seed Indonesia telah bermitra dengan 7.000 petani dan lebih dari 10.000.000 juta petani yang menggunakan produk panah merah. Pada tahun 1992 mereka mendirikan mustang, tahun 1995 mendirikan riset di Wanayasa, tahun 1996 mendirikan Plat Fitologi, dan tahun 1997 menghasilkan kultur jaringan, tahun 1997 pengembangan kantor riset, tahun 2003 mendirikan kantor produksi di Jember, tahun 2003 merilis benih bawang yang ditanam dari benih, tahun

2007 pengembangan pabrik, tahun 2011 perubahan logo, tahun 2012 memproduksi In door menggunakan green house, tahun 2013 menghasilkan benih cabe rawit dan tahun 2015 pengembangan pabrik.

Cabang-cabang PT East West Seed Indonesia yaitu:

1. East West Seed Cabang Purwakarta merupakan pusat dari perusahaan East West Seed Indonesia yang merupakan tempat R&D untuk dataran rendah dan juga sebagai tempat pengolahan benih terakhir (packing )

2. East West Seed Cabang Lembang merupakan anak perusahaan yang bergerak pada bidang R&D sayuran untuk dataran tinggi.

3. East West Seed Cabang Wanayasa merupakan anak perusahaan yang bergerak pada bidang R&D sayuran untuk dataran menengah.

4. East West Seed Cabang Jember merupakan anak perusahaan yang bergerak pada bidang produksi benih yang bekerja sama dengan petani polinasi untuk menghasilkan benih F1 yang selanjutnya benih akan di kirim ke purwakarta untuk pengemasan (packing).

EWINDO juga membina kerjasama dengan para petani dan kios-kios pengecer adalah Expo. Expo yang dilakukan satu tahun sekali bertujuan untuk lebih mendikatkan hubungan emosional antara perusahaan dengan pelanggan.

PT East West Seedmenggunakan plasma nutfah yang dimiliki sengga mereka mampu menghasilkan varietas yang bermutu tinggi yang sangat produktif dan tahan terhadap penyakit dan disukai pasar. Bioteknologi di Laboratorium yaitu:

1. Kultur jaringan 2. Penyelamatan embrio 3. Double haploid

4. Molecular Marker yaitu DNA untuk mendeteksi tes hibridisasi atau tes kemurnian benih.

Sistem Mitra : 1. Rekrutmen petani mitra kerja 2. Seleksi lahan produksi

3. Memberikan pembinaan kepada petani mitra

Setelah benih diproduksi dilakukan Grow Out untuk menguji kemurnian benih. Uji kesehatan benih bertujuan mendeteksi penyakit menular benih pada lot benih. PT East West Seed Indonesia mendapa dukungan dari perusahaan Enza Zaden Belanda yang berpengalaman dalam pembenihan lebih dari 100 tahun dan mampu menghasilkan varietas tomat yang toleran terhadap penyakit layu bakteri. Petani Indonesia juga mengekspor keluar tetapi akan berubah nama. Petani dapat menanam benih sendiri tetapi kemurniannya belu tentu murni.

Proses produksi benih dilakukan: 1. Sed Operation

Meliputi benih yang tersedia, produksi tanaman yang diolah, pemastian produksi. Uji jariminasi dilakukan dalam keadaan kertas yang digulung.

2. East West Seed

Merupakan treatment untuk menghilangkan penyakit pada benih. Pollen reservation untuk menyimpan pollen perlu dilakukan agar lebih praktis dengan tanpa menanam tetua jantannya.

3. Packing

Menggunakan mesin dengan perhitungan manual. Apabila kurang atau lebih akan menyala sendiri mesin tersebut.

Diskusi:

 Analsisi seperti apa yang menyatakan komponen benih 3 %

 Sudahkah ekspor?

 Kendala apa saja yang dihadapi 2. Pertanyaan :

 Berapa besar peluang kerja di PT East West Seed Indonesia

 Pengalaman PKL disana Jawab :

1. Analisis bersal dari keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk menanam. Dihitung mengenai total harga jual beli dan bergantung pada masing-masing varietas sekitar 3- 5 % komponen per ton. Harga benih 170.000 untuk 1000 ha.

Marketing → untuk petani Indonesia → mengekspor Contoh : Tomat = Indonesia

Tomat = Diamante (Filippina)

Ekspor : India, Cina, Filippina, Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

Kendala yang dihadapi adalah pemalsuan benih. Kendala internal seperti pencemaran dan jumlah benih tidak sesuai dengan yang tertera di kemasan.

2. Peluang kerja memilki peluang yang sama dari PTN manapu asal kualitas dirinya diterima.

PKL masih prosedural untuk riset sedangkan untuk non riset masih terbuka.

B. Pembahasan

PT East West Seed Indonesia adalah perusahaan benih sayuran terpadu pertama di Indonesia yang menghasilkan benih unggul sayuran melalui kegiatan pemuliaan tanaman. PT East West Seed Indonesia merupakan perusahaan benih yang terletak di kabupaten Purwakarta, Jawa Barat yaitu PT East West Seed cap panah merah. PT. East West Seed Indonesia didirikan pada tanggal 6 juni 1990 tepatnya di Desa Benteng, Kecamatan Campaka–Purwakarta, Jawa barat. Dan setahun kemudian tepatnya pada tanggal 6 juni 1991 PT. East West Seed Indonesia di resmikan oleh Menteri Pertanian Indonesia yang pada saat itu di jabat Ir.Wardoyo.

Perusahaan ini merupakan salah satu cabang perusahaan benih milik swasta asing (Belanda). PT East West Seed Indonesia merupakan perusahaan benih pertama di Indonesia yang memproduksi, mengembangkan dan menjual benih sayuran tropis hibrida dengan merk dagang "CAP PANAH MERAH". Sejak tahun 1990 hingga saat ini kami telah menghasilkan lebih dari seratus varietas yang diinginkan pasar. Dengan motto "Sahabat petani yang Paling Baik" kami selalu memberikan konsumen kami benih yang berkualitas dan berinovasi. Pemberian sertifikat ISO 9001:2000 dan LSSM memberikan kami kepercayaan lebih dari konsumen (http://www.panahmerah.id/, 2015).

PT East West Seed Indonesia ini mempunyai visi PT East West Seed Indonesia bertekad untuk mengokohkan diri sebagai perusahaan benih sayuran nomor satu yang peduli terhadap perkembangan pertanian Indonesia. Mempunyai misi yaitu Menyediakan produk dan pelayanan penuh inovasi yang akan meningkatkan pendapatan petani dan mendorong perkembangan dan kualitas industri petani sayuran. (www.eastwestindo.com, 2015).

Nilai perusahaan PT East West Seed Indonesia yaitu Sahabat Petani yang paling baik artinya selalu dekat dengan petani, untuk membimbing, mendorong agar menjadi petani sukses dan memecahkan segala permasalahan bersama-sama. Bersedia mengunjungi mereka dengan ikhlas, apapun kondisinya. Karyawan yang Berbahagia artinya karyawan yang bersemangat menikmati perannya di perusahaan, kami selalu mengembangkan kemampuan dan kapasitas mereka. Tidak ada beban untuk bekerja keras, bekerja bersama dengan latar belakang yang berbeda-beda untuk mencapai tujuan perusahaan secara efektif. Inovasi artinya secara terus menerus mencari teknologi baru, mendengarkan dengan seksama apa yang menjadi keinginan pelanggan. Dengan menggunakan semua kemampuan yang ada, setiap orang selalu berusaha menemukan cara yang terbaik dalam menyediakan benih berkualitas tinggi untuk petani (www.eastwestindo.com, 2015).

Dalam rangka mendukung industry benih di Indonesia PT East West Seed Indonesia mempunya komitmen selalu mendukung perkembangan industri benih Indonesia. Meningkatkan kualitas dan kuantitas benih secara berkelanjutan melalui inovasi dan teknologi serta memberikan pelayanan yang terbaik untuk petani. Selalu memikirkan kesehatan generasi berikutnya. PT East West Seed Indonesia selalu yang memegang teguh good cooperate governance (www.eastwestindo.com, 2015).

Jika kita menilik produk yang dihasilkan PT East West Seed Indonesia tentu sisitu tertera logo cap panah merah. Nama produk cap panah merah mempunya filosofi bahwa perusahaan ini menggunakan teknologi dari barat yang kaya akan inovasi dan tidak meninggalkan nilai-nilai ketimuran dalam menghasilkan beni bermutu. Keduanya digabung dan membentuk panah merah dengan titik tengah benih warna hijau yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan benih di Indonesia.

Filosofi dari merek dagang CAP PANAH MERAH adalah bahwa pada awal berdirinya PT. East West Seed Indonesia yaitu pada tahun 1990 merk yang sedang trend menggunakan kata-kata “cap” sedangkan panah merah merupakan simbol dari PT. East West Seed Internasional. East (timur) menggambarkan semangat orang timur (Asia) dan West (barat) menggambarkan pemikiran modern dari orang barat (Eropa), sehingga PT. East West Seed Indonesia harus memiliki keduanya agar dapat bersaing di dunia modern dalam bidang pertanian khususnya produksi benih.

Analisis SWOT PT East West Seed Indonesia yang dapat kami simpulkan adalah sebagai berikut. PT East West Seed Indonesia memiliki kekuatan (strenght) yakni alat- alat pengolah benih yang canggih, inovasi produk yang terus menerus dilakukan, pemasaran benih yang dilakukan juga terjangkau dengan luas. Selain itu PT East West Seed Indonesia juga memiliki tempat penyimpanan benih yang memadai serta staf-staf ahli yang dimiliki. Kelemahan (weaknes) yang dimiliki PT East West Seed Indonesia adalah belum mampu memenuhi kebutuhan benih di Indonesia, benih yang dihasilkan masih sebatas benih hartikultura belum sampai benih produk pangan. Peluang (opportunity) yang dimiliki PT East West Seed Indonesia adalah dengan memperluas penjualan benih-benih hasil produksinya serta meningkatkan kualitas benih produksi tersebut sehingga dapat mengalahkan benih-benih impor. Ancaman (threath) bagi PT East West Seed Indonesia dapat berupa iklim yang mulai tidak menentu, mulai populernya benih-benih impor dikalangan masyarakat serta beberapa permasalahan dalam perluasan pemasaran benih produksi PT East West Seed Indonesia.

Pada demonstrasi plot, terdapat beberapa varietas tanaman yang mempunyai keunggulan masing-masing diantaranya adalah :

1. Kangkung:

a. Serimpi = daun sempit, biji hitam dan masa panen 25 hari b. Hapsari = biji hitam dan masa penen 25 hari

c. Salina = berbiji putih dan lebih ganjah dengan usia panen 21- 24 hari d. KK485 = rasa enak, biji putih dan panen pada usia 21- 24 hari. 2. Terong:

a. Laguna = tahan bakteri layu b. Mustang = daya hasil tinggi c. Yumid = tahan bakteri layu d. Kania = rasa enak

e. Jeno = budat

f. Largo = buah panjang dan memiliki rasa yang enak

Pada proses packing, didapatkan beberapa data dintaranya adalah bahwa :

1. Benih berukuran 25 gr sampai 100 gr seperti cabai dan terong dibungkus dengan plastic. Sementara benih berukuran 200 gr sampai 500 gr seperti caisim pengemasannya dilakukan dengan menggunakan kaleng.

2. Terdapat pula benih berukuran sedang seperti kacang panjang

3. Prinsip dalam packing ini adalah menangkar benih. Adalah bagaimana benih supaya benih tersebut dapat digunakan dikalangan petani.

Pada proses produksi benih, perlu dilakukan pengujian benih agar benih yang akan diproduksi tidak menimbulkan kerugian bagi lingkungan maupun kerugian materi bagi petani sebagai pembudidaya. Proses pengujian pada PT. East West Seed Indonesia

digunakan media pasir kali steril lolos ayakan 5 ml. Sedangkan pada laboratorium digunakan media uji diatas kertas, uji antar kertas, uji pasir dan uji kertas lipat. Pengujian pada screen house dan laboratorium relatif sama yaitu pengujian terhadap daya kecambah benih, kadar air benih, kemurnian fisik, bobot 1000 butir, kesehatan benih, uji lapangan, uji isoelectric, uji DNA dan kemurnian genetik.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. PT. East West Seed Indonesia terletak di Desa Benteng, Kecamatan Campaka– Purwakarta, Jawa barat.

2. Terdapat demonstrasi plot, screen house, laboratorium, processing dan packing area.

3. Terdapat berbagai benih tanaman sayuran dan buah yang di hasilkan oleh PT. East West Seed Indonesia diantaranya adalah cabai, kangkung, terong, tomat, semangka, melon, kacang panjang dan bawang bombay.

B. Saran

Ada baiknya kuliah umum dilakukan tepat waktu seperti yang ditetapkan oleh para asisten dan kepada praktikan lebih memperhatikan jalannya diskuisi.

DAFTAR PUSTAKA

Kartasapoetra. 2003. Teknologi Benih, Pengolahan Benih dan Tuntunan Praktikum. Rineka Cipta, Jakarta.

Sutopo, L. 2002. Teknologi Benih. Rajawali Press, Jakarta.

Kuswanto, H. 1996. Dasar-Dasar Teknologi, Produksi dan Sertifikasi Benih. Penerbit ANDI. Yogyakarta.

Dalam dokumen Laporan Praktikum Teknologi dan Produksi (Halaman 165-178)