• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODE PENELITIAN

3.5 Alat Pengumpul Data

3.5.1 Jenis Dan Sumber Data 3.5.1.1 Data Primer

Data primer disebut juga data tangan pertama. Data primer diperoleh langsung dari subyek penelitian dengan menggunakan alat pengukuran atau alat pengambil data, langsung pada subyek sebagai informasi yang dicari (Saryono & Anggraini, 2013). Data primer penelitian ini data berupa hasil pengukuran kualitas dan kuantitas tidur sebelum dan

sesudah intervensi pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Data ini bersumber dari ibu hamil trimester III yang menjadi responden.

3.5.1.2 Data Sekunder

Data Sekunder disebut juga data tangan kedua. Data sekunder adalah data yang diperoleh lewat pihak lain, tidak langsung diperoleh peneliti dari subyek penelitian. Biasanya berupa data dokumentasi atau data laporan yang telah tersedia (Suryono & Anggraini, 2013). Data sekunder dalam penelitian ini berupa jumlah ibu hamil yang melakukan prenatal care di Puskesmas dan Poskesdes Bangkuang serta gambaran umum (profil) Puskesmas Bangkuang dan Poskesdes Bangkuang Kecamatan Karau Kuala Kabupaten Barito Selatan.

3.5.2 Teknik Pengumpulan Data 3.5.2.1 Kuesioner

Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis pada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2009).

3.5.2.2 Demonstrasi

Demonstrasi adalah suatu metode memperlihatkan, memperagakan langsung suatu hal yang kemudian di ikuti oleh peserta sehingga ilmu atau keterampilan yang di demonstrasikan lebih dapat bermakna dalam ingatan masing-masing peserta (Syaiful, 2011).

3.5.3 Instrumen Pengumpulan Data 3.5.3.1 Kuesioner

Instrumen pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner, yang terdiri dari 11 pertanyaan yakni 9 pertanyaan kualitas tidur dan 2 pertanyaan kuantitas tidur. Instrumen ini menggambarkan perasaan ibu hamil setelah bangun tidur dan jumlah waktu yang dihabiskan ibu hamil untuk tidur. Pertanyaan Favourable, jawaban “tidak” diberi skor 1, jawaban “ya” diberi skor 2. Pertanyaan Unfavourable, jawaban “tidak” diberi skor 2, jawaban “ya” diberi skor 1. Kualitas dan kuantitas tidur ibu hamil di kategorikan baik jika skor melebihi cut of point mean dan dikategorikan kurang baik jika kurang dari atau sama dengan cut of point mean. Rumus penentuan mean sebagai berikut:

Nilai skor X =

Sampel

Kisi- kisi instrumen pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 3.2 berikut :

Tabel 3.2 Kisi- Kisi Kuesioner Penelitian No Kuesioner Pertanyaan Favorable Pertanyaan Unfavorable Jumlah 1 Kualitas tidur 4, 6, 7, 9 1, 2, 3, 5, 8 9 2 Kuantitas tidur 11 10 2

Instrumen ini di uji validitas dan reabilitas sebelum digunakan dalam penelitian (Lampiran 10).

3.5.3.2 Demonstrasi

Demonstrasi yang dilakukan peneliti adalah senam hamil, yang diperagakan langsung dan kemudian di ikuti oleh peserta senam yakni kelompok intervensi ibu hamil trimester III. Pedoman senam hamil di adaptasi oleh peneliti dari buku Maryunani & Sukaryati (2011), yang meliputi gerakan pemanasan, gerakan inti, gerakan pendinginan (Lampiran 11). Senam hamil dilaksanakan 3 kali dalam waktu 12 hari (2 kali dalam seminggu) dengan waktu ±30-50 menit setiap kali intervensi. Pelaksanaan senam hamil dilakukan pada malam hari agar keadaan tubuh mendingin dan mempertahankan suatu keadaan kelelahan yang meningkatkan relaksasi dapat tercapai. 3.5.4 Uji Instrumen

Instrumen pengukuran kualitas dan kuantitas tidur pada ibu hamil telah dilakukan pengujian pada kelompok ibu hamil dengan karakteristik yang sama dengan kriteria inklusi penelitian. Uji instrumen ini dilakukan pada 15 orang ibu hamil trimester III yang berbelanja di pasar tradisional Pasar Lama Banjarmasin dan bukan responden penelitian. Besarnya r tabel diketahui berdasarkan rumus df (degree of freedom) =N-2=15-2=13.

3.5.4.1 Uji Validitas

Uji validitas merupakan pengujian terhadap ketepatan suatu instrumen dalam mengukur data penelitian (Hidayat, 2009). Uji validitas menggunakan analisis statistik confident interval (CI). Validitas dibagi menjadi tiga, yaitu validitas konstruk (construct validity), validitas isi (content validity), dan validitas berdasarkan kriteria (criterion-related validity). Penelitian ini menggunakan validitas konstruk dan validitas isi.

Uji validitas konstruk dilakukan dengan membuat instrumen berdasarkan konsep teori dari materi yang diuji, membandingkan dengan instrumen sejenis, menyusun kisi-kisi instrumen, dan mendiskusikan, dengan pembimbing. Uji validitas isi dilakukan dengan menganalisis hasil instrumen yang diuji coba pada 15 ibu hamil menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment. Rumus Pearson Product Moment sebagai berikut :

N (∑XY) – (∑X∑Y) [N∑X2 – (∑X) 2

] [N∑Y2 - (∑Y2)

Keterangan :

r = Koefisien korelasi ∑X= Jumlah skor item ∑Y= Jumlah skor total N = Jumlah responden

Uji validitas dilihat pada tabel angka kritik nilai r dengan taraf signifikansi 5% (0,05) diketahui df= 13, maka r tabel adalah 0,514. Satu item pertanyaan dikatakan valid bila skor variabel berkolerasi secara signifikan dengan skor total, r hitung > r tabel (0,514) maka item pertanyaan tersebut valid, tetapi bila r hitung < r tabel (0,514) maka item pertanyaan tersebut tidak valid (Hastono, 2007). Validitas instrumen penelitian pada 15 orang responden r hitung (0,559-0,825) > r tabel (0,514) didapatkan hasil, 11 item soal valid dan 1 item soal tidak valid. 3.5.4.2 Uji Reliabilitas

Reliabilitas alat uji merupakan gambaran sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan berulang kali

terhadap suatu kondisi yang sama dengan alat ukur yang sama. Uji reliabilitas dilakukan pada alat ukur yang telah dinyatakan valid. Pengujian reliabilitas dengan menggunakan koefisien alpha Cronbach jika r alpha > r tabel maka dikatakan pertanyaan tersebut reliabel dan jika sebaliknya maka tidak reliabel (Hastono, 2007).

Nilai uji instrumen terhadap 15 orang ibu hamil setelah diuji validitasnya dan item soal dinyatakan valid, setelah diuji validitas dilanjutkan dengan uji reliabilitas dengan mengeluarkan setiap item soal yang tidak reliabel dilakukan berulang kali sampai ditemukan semua item soal yang tersisa mempunyai nilai r 0,60-1,00 maka item soal tersebut dinyatakan reliabel. Pengujian reliabilitas dengan menggunakan koefisien alpha Cronbach (Arikunto, 2005) sebagai berikut :

Keterangan:

r11 = Reliabilitas instrumen

k = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

2

b

= Jumlah varian butir/item

2

t

V

= Varian total

Nilai reliabilitas instrumen terhadap 15 orang responden dengan nilai r 0,60-1,00. Didapatkan nilai reliabiitas instrumen penelitian hasil perhitungan dengan menggunakan koefisien alpha Cronbach adalah r alpha 0,758. Oleh karena r alpha (0,758) berada dalam rentang r tabel (0,60-1,00), maka dapat disimpulkan bahwa 11 item soal instrumen penelitian dinyatakan reliabel.  

2 2 11 1 1 t b V k k r

Dokumen terkait