• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.2 Konsep Senam Hamil

2.2.1 Pengertian Senam Hamil

Senam hamil merupakan suatu metode yang penting untuk mempertahankan atau memperbaiki keseimbangan fisik ibu hamil dan merupakan terapi latihan yang diberikan pada ibu hamil dengan tujuan mencapai persalinan yang cepat, mudah dan aman, Senam hamil minimal dilakukan 3 kali selama masa kehamilan dan dilakukan 1-3 kali dalam seminggu dengan lama waktu 1 jam sampai 1 jam 30 menit dalam satu kali pertemuan (Maryunani & Sukaryati, 2011).

Senam hamil adalah program kebugaran yang diperuntukkan bagi ibu hamil. Oleh karena itu senam hamil memiliki prinsip-prinsip gerakan khusus yang disesuaikan dengan kondisi ibu hamil. Latihan-latihan pada senam hamil dirancang khusus untuk menyehatkan dan membugarkan ibu hamil, mengurangi keluhan yang timbul selama kehamilan, serta mempersiapkan fisik dan psikis ibu dalam menghadapi persalinan. Melakukan senam hamil minimal 3 kali dalam masa kehamilannya agar mendapatkan hasil yang optimal (Widyanti & Proverawati, 2010). Senam hamil adalah program kebugaran bagi ibu hamil dalam rangka mengencangkan sistem tubuh dan menyiapkan otot-otot yang diperlukan sebagai tambahan yang harus dialami selama kehamilan (Fauziah & Sutejo, 2012).

2.2.2 Manfaat dan Tujuan Senam Hamil

Manfaat dan tujuan senam hamil (Maryunani & Sukaryati, 2011), antara lain :

a. Menyesuaikan tubuh agar lebih baik dalam menyangga beban kehamilan.

b. Memperkuat otot untuk menopang tekanan tambahan. c. Membangun daya tahan tubuh.

d. Memperbaiki sirkulasi dan respirasi.

e. Menyesuaikan dengan adanya pertumbuhan berat badan dan perubahan keseimbangan.

f. Meredakan ketegangan dan membantu relaks. g. Membentuk kebiasaan bernafas yang baik.

h. Memperoleh kepercayaan dan sikap mental yang baik.

2.2.3 Kontraindikasi Senam Hamil

Maryunani & Sukaryati (2011), menyatakan ada kriteria ibu hamil yang tidak diperkenankan untuk mengikuti latihan senam hamil tersebut adalah ibu hamil dengan :

a. Preeklamsi

b. Ketuban Pecah Dini (KPD)

c. Perdarahan trimester II & trimester III d. Kemungkinan lahir prematur

e. Incopeten Cervix f. Diabetes melitus g. Anemia h. Thyroid i. Aritmia, palpitasi j. Riwayat perdarahan

k. Penurunan atau kenaikan BB berlebihan.

2.2.4 Petunjuk Senam Hamil

Petunjuk senam hamil (Maryunani & Sukaryati, 2011) meliputi: a. Konsultasi/pemeriksaan kesehatan

b. Mulai umur kehamilan 28 minggu c. Ruangan nyaman, pakaian yang sesuai

d. Sesuaikan intensitas senam, bertahap, batas kemampuan e. Minum

f. Lakukan senam hamil maksimal 3x seminggu atau teratur g. Lakukan pemanasan dan pendinginan

h. Jangan menahan nafas selama latihan i. Hentikan bila timbul keluhan.

2.2.5 Pedoman Keselamatan (patient safety) untuk Senam Hamil

Pedoman untuk ibu hamil yang seharusnya diperhatikan dalam pelaksanaan senam hamil (Maryunani & Sukaryati, 2011), antara lain :

a. Boleh melanjutkan semua bentuk senam dalam kehamilan yang sudah terbiasa dilakukan oleh seorang wanita.

b. Minum yang cukup sebelum, selama, dan setelah melakukan senam adalah sangat penting, dimana ibu hamil hendaknya mengkonsumsi 1 sampai 2 liter air dalam sehari.

c. Senam aerobik pada bagian kaki terbatas sampai 20-30 menit bagi ibu hamil yang kurang fit, dan 30-45 menit bagi ibu hamil yang merasa lebih fit.

d. Hindari senam jika sudah terjadi perdarahan, ancaman persalinan prematur, servik yang tidak kuat (kompeten), pertumbuhan janin intrauterine terhambat dan demam.

e. Senam ringan hingga sedang dan teratur, lebih disukai kegiatan senam secara aktif sesekali.

f. Hindari senam terlentang dengan kaki lurus, melompat atau menyentak, pengangkatan kaki secara lurus dan sit-up (duduk) penuh.

g. Jangan mengangkat otot hingga melampaui resistensi maksimum oleh karena efek hormonal dari kehamilan atas relaksasi ligamen. h. Warning-up (pemanasan) dan cooling down (pendinginan) harus

secara berangsur-angsur, dimana sebelum memulai senam hamil lakukan dulu gerakan pemanasan sehingga peredaran darah dalam tubuh akan meningkat dan oksigen yang diangkut ke otot-otot dan jaringan tubuh bertambah banyak, serta dapat mengurangi terjadinya kejang, karena telah disiapkan sebelumnya untuk melakukan gerakan yang lebih aktif. Begitu juga setelah senam, lakukan gerakan pendinginan.

i. Bangkit dari lantai hendaknya dilakukan secara berangsur-angsur untuk menghindari hipotensi.

2.2.6 Tanda Peringatan untuk Menghentikan Senam Hamil

Maryunani & Sukaryati (2011) menyatakan bila mengalami salah satu tanda-tanda di bawah ini, maka sebaiknya senam dihentikan segera : a. Perdarahan vagina

b. Sakit perut dan dada

c. Bengkak mendadak pada tangan, muka dan kaki d. Sakit kepala berat dan menetap

e. Pusing-pusing, sakit kepala ringan f. Aktivitas janin menurun

g. Merah pada kaki, terasa sakit

h. Rasa linu pada daerah pangkal paha dan pinggul i. Rasa perih dan panas saat BAK

j. Iritasi pada liang senggama k. Suhu mulut melebihi 380C l. Mual-mual atau muntah m. Kontraksi otot rahim n. Jantung berdebar o. Sesak nafas

2.2.7 Persiapan Fisik Sebelum Senam Hamil

Tujuan utama persiapan fisik dari senam hamil (Maryunani & Sukaryati, 2011), sebagai berikut :

a. Mencegah terjadinya deformitasi (cacat) kaki dan memelihara fungsi kaki untuk dapat menahan berat badan yang semakin meningkat, nyeri kaki, varises, bengkak, dan lain-lain.

b. Melatih alat pernafasan untuk memberikan ketenangan dan mencukupi kebutuhan zat asam oleh tubuh. Dalam hal ini berarti juga untuk melatih dan menguasai teknik pernafasan yang berperan penting dalam kehamilan dan proses persalinan.

c. Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, otot-otot dasar panggul dan lain-lain.

d. Melatih otot-otot sikap, agar sikap dapat bertahan dengan bertambah berat kehamilan dan agar mencapai refleks sikap baik.

e. Agar dapat menguasai kontraksi dan relaksasi otot perut, otot-otot dasar panggul dan otot-otot-otot-otot paha bagian dalam.

f. Memperoleh relaksasi yang sempurna dengan latihan kontraksi dan relaksasi tersebut, sehingga tercapai kelemasan pada otot-otot tubuh. g. Mendukung ketenangan fisik.

2.2.8 Persiapan Mental Sebelum Senam Hamil

Persiapan mental sebelum melakukan senam hamil (Maryunani & Sukaryati, 2011) bertujuan :

a. Agar mencapai ketenangan mental b. Agar ibu hamil percaya pada diri sendiri

c. Agar ibu hamil tekun berlatih dirumah sehingga tujuan senam dapat tercapai

2.2.9 Keuntungan Senam Hamil

Keuntungan dari melakukan senam hamil adalah meningkatkan kepercayaan pengetahuan tentang kekuatan persalinan dapat dipersingkat dan rasa sakit dapat dikurangi (Maryunani & Sukaryati,2011).

2.2.10 Kerugian Senam Hamil

Hingga saat ini, tidak ada bukti yang menyatakan bahwa olahraga yang tepat memilki efek berbahaya bagi janin. Penelitian menunjukan bahwa tidak ada pengaruh dari olahraga terhadap kejadian abortus, kelainan janin, atau persalinan prematur (Maryunani & Sukaryati, 2011).

2.2.11 Gerakan-gerakan Senam Hamil

2.2.11.1 Gerakan pemanasan

a. Berdiri tegak letakkan kedua tangan di pinggang, jalan ditempat secara perlahan (2x8 hitungan).

b. Berdiri tegak, rentangkan kedua tangan, tekuk ke arah bahu lalu luruskan kembali (1x8 hitungan).

c. Berdiri tegak, rentangkan kedua tangan, tarik kedepan lurus, lipat ke depan dada, luruskan kembali ke depan rentangkan (1x8 hitungan).

d. Berdiri tegak, letakkan tangan sejajar dengan badan, putar bahu kedepan dan kebelakang (1x8 hitungan). e. Berdiri tegak, letakkan tangan sejajar dengan badan,

tarik bahu ke atas dan ke bawah (1x8 hitungan).

f. Berdiri tegak, letakkan tangan di pinggang, tekuk kepala ke depan dan ke belakang (1x8 hitungan).

g. Berdiri tegak, letakkan tangan dipinggang, tekuk kepala ke arah bahu kanan kemudian ke bahu kiri (1x8 hitungan).

h. Berdiri tegak, letakkan kedua tangan di pinggang, putar kepala ke samping, kebelakang dan ke depan. Lakukan pemutaran kepala secara bergantian berlawanan arah ke samping kedepan dan ke belakang (1x8 hitungan).

2.2.11.2 Gerakan Inti

a. Gerakan pertama yaitu posisi berdiri dan tangan di pinggang gerakan leher ke kanan dan ke kiri untuk meregangkan otot leher.

Gambar 2.1

b. Gerakan sederhana dengan melakukan latihan dasar kaki dan menggerakkan telapak kaki kedepan dan kebelakang guna membantu sirkulasi vena dan mencegah pembengkakan dikaki

.

Gambar 2.2

c. Tidur telentang dengan satu kaki lurus dan satu kaki ditekuk kemudian dorong kembali kedepan. Lakukan bergantian dengan kaki lainnya. Gunanya untuk latihan dasar panggul.

Gambar 2.3

d. Pada gerakan ini yaitu berbaring dengan posisi miring angkatlah kaki perlahan kemudian turunkan. Lakukan bergantian dengan kaki satunya. Gunanya untuk memperkuat otot paha

Gambar 2.4

e. Selanjutnya berbaring terlentang, kedua lutut dipegang dengan tangan, tarik nafas dan berlatih mengejan.

Gambar 2.5

f. Sikap merangkak, letakkan kepala diantara kedua tangan, lalu menoleh kesamping.selanjutnya turunkan badan sehingga dada menyentuh kasur. Bertahanlah pada posisi ini selama kurang lebih 1 menit. Gerakan ini sangat cocok untuk ibu yang bayinya masih belum masuk panggul.

Gambar 2.6

g. Gerakan yang ini anda bisa melibatkan suami dengan membantu memijat daerah pinggang, punggung dan bahu untuk melepaskan ketegangan dan memulihkan otot pinggang yang lelah.

Gambar 2.7 2.2.11.3 Gerakan Pendinginan

Maryunani & Sukaryati (2011), menyatakan tahap ini penting untuk dilakukan karena berfungsi sebagai relaksasi otot-otot tubuh pada ibu hamil. Adapun gerakan pendinginan terdiri dari :

a. Berbaring dengan mencari posisi yang nyaman, misal dengan bebaring miring. Tahan selam 10 detik.

b. Duduklah dengan bahu bersandar (rileks). Genggam tangan dan menekuk jari-jari tangan, lakukan selama 10 detik.

c. Duduk dengan bahu bersandar (rileks), tekuk jari-jari kaki, lepaskan. Lakukan selama 10 detik

d. Berbaring di atas matras dengan posisi terlentang, letakkan kedua tangan di atas perut, kemudian tarik nafas dalam-dalam dengan menarik perut, kemudian buang nafas tersebut melalui mulut secara perlahan dengan mengempiskan perut lakukan berulang selama 2 menit.

2.3 Konsep Tidur

Dokumen terkait