• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Kinerja Kemitraan

VI. HASIL DAN PEMBAHASAN

6.1. STRUKTUR RANTAI

6.1.1 Aliran Komoditas dan Anggota Rantai

Frida Agro memiliki alur rantai sayuran yang tertuju ke beberapa supermarket sebelum sampai kepada konsumen akhir. Secara umum, pembahasan struktur rantai pasokan sayuran pada Frida Agro menjabarkan beberapa anggota rantai pasokan beserta peranannya dalam rantai pasokan sayuran pada Frida Agro. Anggota rantai pasokan sayuran pada Frida Agro yang dimaksud adalah pelaku usaha serta beberapa stakeholder (anggota rantai pendukung) terkait. Pelaku usaha atau anggota utama rantai pasokan terdiri atas petani mitra, Frida Agro, Pasar Tradisional dan Supermarket, serta konsumen akhir. Sedangkan anggota rantai pendukung yakni Balai Penelitian Sayuran Lembang (BALITSA), penjelasan mengenai BALITSA akan dijelaskan pada sub-bab 6.1.2 entitas rantai pasokan

45 pada bagian stakeholder. Struktur rantai pasokan sayuran yang terjadi pada Frida Agro dapat dilihat pada Gambar 5.

Keterangan : Aliran Produk Aliran Informasi Aliran Uang

Gambar 5. Struktur Rantai Pasokan Sayuran Pada Frida Agro Tahun 2009

a. Petani Mitra

Petani mitra merupakan pelaku rantai yang melakukan kegiatan budidaya sayuran dari mulai pembibitan sayuran, pemeliharaan, proses panen serta pasca panen. Petani mitra merupakan awal dari rantai pasokan sayuran pada Frida Agro. Petani sayuran yang menjadi anggota rantai pasokan pada Frida Agro adalah petani yang menjadi mitra Frida Agro. Petani memegang peranan krusial dalam menghasilkan produk dengan kuantitas dan kualitas yang baik.

Pada kegiatan budidaya sayuran, petani memanfaatkan semua potensi lahan yang dimiliki dengan melakukan kegiatan budidaya sayuran. kegiatan budidaya yang dilakukan sudah menggabungkan teknologi tepat guna atau konvensional dengan teknologi modern, tidak semua menggunakan teknologi modern karena ada beberapa tahapan dalam kegiatan produksi tidak dapat menggunakan teknologi modern, seperti pada tahap menanam benih sayuran,

Petani Mitra Frida Agro

Supermarket

Konsumen

Pasar Tradisional BALITSA

46 melakukan inspeksi terhadap sayuran yang terkena hama dan penyakit, kegiatan panen dan lain-lain. Teknologi modern yang digunakan diantaranya menggunakan power sprayer dan water sprinkle pada saat menyiram tanaman atau melakukan penyemprotan obat-obatan.

Dalam teknik budidaya yang dilakukan, tidak banyak berbeda dengan teknik budidaya sayuran pada umumnya. Perbedaan yang mencolok terdapat dari pemilihan bibit,pupuk dan obatan, serta penanganan dosis penggunaan obat-obatan dan pupuk tersebut. Menurut salah satu pegawai Balai Penelitian Sayuran Lembang, rata-rata petani di daerah Lembang sudah memiliki pengetahuan yang lebih dari cukup untuk mengahasilkan sayuran yang bermutu tinggi. Pengetahuan yang mereka dapatkan ini didapat turun-temurun, setiap petani memiliki resep masing-masing dalam menghasilkan sayuran yang bermutu. Karena alasan inilah, pihak Frida Agro mudah untuk mempercayai petani-petani sekitar untuk dijadikan mitranya. Pihak Frida Agro pun tidak terlalu direpotkan dalam memberikan penyuluhan, karena beberapa petani mitranya dapat langsung mengerti cara memproduksi sayuran yang diminta pihak Frida Agro.

Sayuran yang dihasilkan petani-petani mitra sebagian besar dikirim kepada Frida Agro dan sebagian kecilnya dijual ke pasar tradisional, sayuran tersebut dibeli dengan harga yang telah disepakati sebelumnya namun diatas harga pasaran. Sayuran dikirimkan oleh petani kepada Frida Agro tiga kali dalam satu minggu, setelah sayuran sampai di gudang milik Frida Agro, akan dilakukan sortir sayuran dan perhitungan bobot sayuran yang dibeli oleh Frida Agro. Setelah itu, petani menerima sejumlah uang dari hasil penjualan sayuran yang telah disepakati bersama dengan Frida Agro. Sayuran yang dihasilkan petani mitra merupakan sayuran yang sesuai dengan permintaan pihak supermarket, permintaan pihak supermarket berupa kualitas yang diinginkan konsumen, ukuran sayuran, dan jenis sayuran.

Kemitraan yang terjalin antara petani dengan Frida Agro lebih dari sekedar mitra beli. Petani yang menjadi mitra Frida Agro diberikan berbagai fasilitas berupa diberikannya informasi jenis bibit yang baik digunakan untuk menghasilkan sayuran yang sesuai dengan permintaan, tambahan modal usaha selama Frida Agro sanggup, peminjaman peralatan produksi bagi petani yang

47 membutuhkan, penyuluhan atau menjadi rekan dalam berkonsultasi seputar masalah yang ada dalam kegiatan produksi. Tujuan diberikannya berbagai fasilitas ini adalah untuk dapat meningkatkan kualitas hubungan kemitraan sehingga mempunyai visi dan misi yang sama dalam kegiatan produksi. Petani mitra yang dilibatkan dalam usaha ini untuk tiap jenis komoditasnya berjumlah 1-3 petani, total petani mitra Frida Agro sebanyak 46 orang. Petani-petani ini merupakan petani yang mempunyai kemampuan khusus dalam tiap jenis komoditasnya.

b. Frida Agro

Frida Agro adalah pelaku rantai pasokan setelah petani mitra, Frida Agro merupakan pelaku rantai yang mempunyai peran penting dalam memasarkan produk dari petani mitranya. Para petani mitra berkewajiban memasarkan hasil panennya kepada Frida Agro dengan harga dan jumlah yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Frida Agro memiliki kewajiban untuk memasarkan produk sayuran dari petani mitranya kepada supermarket-supermarket maupun pasar tradisional.

Sebelum memasarkan sayuran dari petani mitranya, Frida Agro melakukan kegiatan sortir sayuran. Kegiatan ini memilah-milah sayuran yang sesuai pesanan dan sayuran yang tidak sesuai pesanan. Sayuran yang sesuai pesanan akan dipasarkan ke supermarket, sedangkan yang tidak sesuai pesanan akan dipasarkan ke pasar tradisional. Sayuran yang sesuai pesanan kemudian dikemas dengan menggunakan plastik wrapping dan diberikan stiker logo Frida Agro. Sayuran yang tidak sesuai pesanan, akan langsung dimasukkan ke dalam plastik bening mirip dengan trashbag yang berwarna hitam. Sayuran yang telah dikemas kemudian didistribusikan ke tempat tujuan, untuk sayuran yang sesuai pesanan diantar ke supermarket 3 kali dalam satu minggu, yaitu pada hari senin, rabu, dan jum’at. Sedangkan untuk sayuran yang tidak sesuai pesanan, akan dijual ke pasar tradisional setiap hari pada sore hari.

Kegiatan lain yang dilakukan oleh Frida Agro adalah memberikan pelayanan kepada mitranya berupa pelayanan untuk memberikan pembinaan teknis kegiatan budidaya agar kualitas produk yang dihasilkan sesuai dengan standar yang ditetapkan, memberikan pinjaman modal usaha bagi petani mitra yang membutuhkan. Selain itu, Frida Agro juga menyediakan sarana produksi

48 pertanian berupa bibit, pupuk serta pestisida bagi mitra mereka yang membutuhkannya.

Kegiatan yang dilakukan oleh Frida Agro dalam kerangka rantai pasokan sayuran ini secara ringkasnya antara lain pembelian sayuran dari petani mitranya, sortasi, distribusi, penjualan kepada supermarket, dan melakukan pelayanan kepada petani mitranya. Frida Agro menjadi pihak yang menanggung risiko untuk penjualan yang dikembalikan oleh pihak supermarket, pengembalian sayuran ini dinilai oleh supermarket tidak sesuai dengan standar mereka. Sayuran yang dinilai tidak layak ini rata-rata rusak pada saat dalam perjalanan menuju lokasi supermarket, karena mobil box yang digunakan oleh pihak Frida Agro belum menggunakan pendingin box.

c. Supermarket

Pelaku rantai setelah Frida Agro ada dua, pertama adalah supermarket dan yang kedua adalah pasar tradisional. Supermarket merupakan tujuan utama pemasaran dari Frida Agro. Supermarket menjalankan kegiatan sortir produk dari Frida Agro dan penjualan ke konsumen akhir. Kegiatan sortir dilakukan untuk menjamin sayuran yang akan dijual kepada konsumen akhir masih dalam mutu yang baik. Kegiatan sortir ini dilakukan pada saat loading dock (proses bongkar muat barang pada supermarket), proses ini dilakukan pada saat Frida Agro tiba di lokasi gudang penyimpanan supermarket. Setelah sortir dilakukan, sayuran kemudian ditimbang agar sesuai dengan pesanan dan kemudian dimasukkan ke dalam lemari pendingin yang ada di dalam tempat penyimpanan sayuran. Keesokan harinya, sebelum sayuran dimasukkan ke dalam pendingin yang ada di ruang penjualan sayuran, sayuran diberi label harga terlebih dahulu.

Pihak supermarket merupakan pihak pertama yang menerima keluhan dan saran dari konsumen akhir tentang sayuran yang dijual oleh mereka, berbagai keluhan dan saran ini kemudian diteruskan kepada Frida Agro sebagai penyedia sayuran bagi supermarket tersebut. Setelah informasi tersebut sampai ke Frida Agro, pihak Frida Agro kemudian melakukan evaluasi bersama dengan para petani mitranya dan mencari solusi bersama-sama agar permintaan konsumen dapat terpenuhi. Supermarket yang menjadi tujuan Frida Agro dapat dilihat pada Tabel 7.

49 d. Pasar Tradisional

Pasar Tradisional merupakan tujuan alternatif dari Frida Agro. Produk sayuran dari petani yang tidak sesuai standar kualitas yang diminta oleh pihak supermarket akan disalurkan ke pasar tradisional setempat. Kegiatan ini dilakukan untuk mengurangi kerugian yang diderita Frida Agro atas sayurannya yang tidak sesuai dengan standar supermarket. Hubungan dengan pelaku pada pasar tradisional ini hanya sebatas mitra jual beli. Pasar tradisional yang menjadi tujuan Frida Agro adalah Pasar Lembang. Penjelasan singkat mengenai peranan anggota rantai pasok sayuran dan perannya masing-masing dapat dilihat pada Tabel 8. Tabel 8. Peranan masing-masing anggota rantai pasokan sayuran

Tingkat Anggota Proses Aktivitas

Supplier Petani (mitra) Produksi, Penjualan Memproduksi sayuran yang sesuai dengan permintaan Frida Agro

Distributor Frida Agro Pembelian, penyimpanan, pengemasan, Distribusi, Penjualan Melakukan pembelian dari petani, kemudian di kemas dan dilabeli yang selanjutnya didstribusikan kepada beberapa supermarket

Retailer Supermarket Pembelian, penyimpanan, penjualan Melakukan pembelian dari Frida Agro, kemudian dijual kembali kepada konsumen akhir Konsumen Konsumen akhir Pembelian, Konsumsi Melakukan

pembelian dari supermarket tertentu untuk beberapa komoditas yang kemudian dikonsumsi sendiri

50 6.1.2 Entitas Rantai Pasokan

a. Produk

Produk yang dipasarkan dalam rantai pasok ini adalah sayuran, jenis sayuran yang ditawarkan oleh Frida Agro dan petani mitranya mencapai 92 jenis sayuran yang berbeda. Daftar sayuran yang ditawarkan oleh Frida Agro dapat dilihat pada Tabel 9 berikut.

Tabel 9. Jenis Sayuran yang ditawarkan pada Frida Agro Tahun 2009 Jenis Sayuran Jenis Sayuran Jenis Sayuran

Brokoli Lobak lilin Selada Kriting

Baby Corn Labu Parang Pakcoy Baby

Beetroot Bayam Lokal Peter Celli

Buncis Super Lokal Bayam Merah Selada Kriting Merah

Buncis Baby Lokal Basil Siomak

Buncis Baby Francis Bawang Son Selada Air Buncis Super Francis Bawang Leek Sawi Putih

Buncis Ungu Cellery Stick Wangsuy

Buncis Kuning Caisin Kangkung Akar

Cabe Rawit Merah Caisin Baby Kailan Cabe Kriting Merah Daun Seledri Lokal Kangkung Cabe Merah Besar Terong Roti Kailan Baby Cabe Hijau Besar Terong Belanda Ungu Horenzo Cabe Rawit Hijau Terong Belanda Golden Nasubi

Jamur Tiram Terong Medan Wortel

Jagung Manis Kulit Jamur Champignon Wortel Baby Jagung Manis Kupas Kyuri/Timun Jepang Cukini Hijau

Oyong Kyuri Baby Cukini Baby

Okra Kacang Merah Strawberry A

Paprika Hijau Kembang Kol Strawberry B

Paprika Merah Kol Baby Strawberry C

Paprika Kuning Kol Gepeng Pakcoy Super

Paprika Orange Kol Merah Pohpohan

Paprika Ungu Kol Bulat Cerry Gendot

Pare Putih Lettuce Head Tomat TW

Pare Hijau Labu Siam Acar Akar Alang-alang

Pare Lilin Labu Siam Sereh

Pete Kupas Lobak Korea Tomat Cerry Bulat Tempe Daun Terung Lalap Tomat Cerry Lonjong Sawi Putih Timun Baby Super Kacang Panjang Sawi Putih Baby Timun Acar/Lalap Timun Baby Sumber: Frida Agro, 2009

51 b. Pasar

Penyebaran pasar produk dari Frida Agro sebagian besar dipasarkan di seputar Bandung, Jakarta, Tangerang dan Bekasi. Di kota-kota yang dituju terdapat 2 sampai 5 supermarket berbeda yang menjadi tujuan pengirimaan. Pasar tersebut umumnya merupakan pembeli sekunder, yaitu pembeli yang membeli sayuran untuk dijual kembali ke konsumen akhir. Pembeli sekunder ini diantaranya adalah supermarket-supermarket dan toko sayuran-sayuran modern. Konsumen akhir biasanya mendatangi supermarket dan toko tersebut untuk membeli sayuran yang mereka inginkan.

Konsumen akhir yang menjadi pelanggan tetap atau tidak di tiap supermarket masuk ke dalam segmen pasar menengah ke atas, lokasi pembelian yaitu supermarket dan harga yang ditawarkan untuk tiap produknya yang diatas rata-rata harga pasar adalah salah satu alasan mengapa konsumen akhir dalam rantai pasok ini masuk dalam segmen tersebut. Segmen pasar yang dituju dalam rantai pasok Frida Agro ini memang sudah menjadi tujuan awal produk akan dipasarkan, berdasarkan hasil wawancara dengan pihak perusahaan mengatakan bahwa tujuan dari dipasarkannya produk ini ke segmen pasar tersebut adalah karena ingin memaksimalkan keuntungan dari jumlah produk yang diproduksi.

c. Stakeholder

Stakeholders (supporting actors) merupakan beberapa pihak atau organisasai selain pelaku anggota rantai pasok yang memiliki kepentingan dan berfungsi sebagai pihak yang mendukung keberlangsungan rantai pasokan. Pada sistem agribisnis, stakeholders rantai pasokan dapat dikategorikan sebagai subsistem layanan pendukung dari suatu sistem yang terintegrasi. Layanan pendukung dalam sistem agribisnis tersebut dapat berupa lembaga keuangan, lembaga riset, maupun lembaga pendidikan yang memberikan pembinaan terhadap anggota sistem agribisnis. Institusi yang menjadi layanan pendukung dalam rantai pasokan sayuran pada Frida Agro yakni Balai Penelitian Sayuran Lembang (BALITSA).

BALITSA dalam rantai pasokan sayuran ini berperan sebagai lembaga yang melakukan inovasi mengenai varietas baru dalam sayuran dan melakukan penelitian terhadap hama/penyakit yang beredar di lahan para petani. Hasil

52 penelitian dari BALITSA biasanya dibuat dalam bentuk jurnal atau buku saku yang diletakkan pada perpustakaan setempat. Frida Agro dan petani mitranya mendapatkan berbagai informasi mengenai permasalahan hama/penyakit atau jenis varietas baru sayuran dari buku saku atau jurnal yang diedarkan oleh BALITSA.

d. Situasi Persaingan

Petani-petani mitra Frida Agro memiliki kompetitor sejenis dalam usahanya, kompetitor para mitra tani Frida Agro umumnya berlokasi di sekitar Lembang. Selain memasok hasil produksinya kepada Frida Agro, para petani mitra ini juga menjual produknya ke pasar-pasar di sekitar Bandung. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu pegawai Balai Penelitian Sayuran (BALITSA) di Lembang beberapa waktu lalu, petani-petani di Lembang memiliki pengetahuan tentang seluk beluk produksi sayuran yang diatas rata-rata petani di luar Lembang. Oleh karena itu, produk yang dihasilkan petani-petani Lembang ini memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh petani diluar Lembang. Hal ini yang dapat menjadi keunggulan kompetitif petani-petani Lembang, mereka mampu menghasilkan produk yang mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan dengan produk yang lain. Frida Agro selaku mitra beberapa petani di Lembang diuntungkan dengan kemempuan para petani ini, secara tidak langsung Frida Agro juga memiliki keunggulan kompetitif produknya yang dibandingkan dengan produk dari perusahaan lain di luar Lembang. Dalam hal pemasarannya, petani mitra ini dibantu oleh Frida Agro untuk memasarkan produk-produknya.

Frida Agro juga memiliki beberapa kompetitor yang bergerak pada usaha yang sama dan berlokasi ditempat yang sama, yaitu distributor sayuran ke supermarket-supermarket. Persaingan yang terjadi tidak terlalu dianggap sebagai kompetisi oleh pihak perusahaan, pihak perusahaan hanya berfokus bagaimana untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumennya dalam hal peningkatan variasi produk, peningkatan mutu, memberikan harga yang sesuai dengan kualitas produk dan meningkatkan kualitas komunikasi dengan para mitranya. Dengan memfokuskan kepada pelayanan dan pengelolaan rantai pasokan ini, diharapkan perusahaan akan memiliki keunggulan kompetitif dalam persaingan usahanya.

53 Metode pemasaran yang dilakukan oleh Frida Agro adalah awalnya dengan melakukan promosi dengan cara mendatangi supermarket baru dan kemudian menawarkan produk-produknya disertai pricelist-nya. Seiring berjalannya waktu hingga saat ini, produk-produk yang dihasilkan oleh Frida Agro sudah mendapat sambutan yang baik oleh beberapa supermarket, yang pada akhirnya supermarket itu sendiri yang mencari keberadaan Frida Agro dengan cara mendapatkan informasi dari supermarket yang telah menjadi langganan Frida Agro. Kegiatan pemasaran saat ini yang dilakukan oleh Frida Agro adalah dengan mengikuti promo-promo yang dilakukan oleh beberapa supermarket, promo tersebut layaknya pameran-pameran sayuran ditempat-tempat yang biasa kita temukan.

Keunggulan kompetitif produk dari Frida Agro yang meliputi ciri khas sayuran, peningkatan pelayanan dan disertai metode pemasaran yang dijalankan membuat Frida Agro memiliki keunggulan kompetetif yang baik. Walaupun demikian, suasana persaingan yang terjadi diantara perusahaan tidak terlalu berimbas kepada aktivitas penjualan sayuran Frida Agro. Hal ini disebabkan bahwa masing-masing perusahaan memiliki jalur pemasarannya sendiri dalam memenuhi permintaan konsumen. Bahkan sesama distributor sayuranpun tidak ada yang mengetahui sasaran pasar atau jalur pemasaran yang dimiliki perusahaan lain. Pihak Frida Agro menganggap bahwa banyaknya pesaing yang menggeluti usaha ini hanya berdampak pada pemerataan suplai sayuran di berbagai tempat namun tidak sampai menyebabkan perusahaan mengalami kerugian akibat terebutnya pasar oleh pesaing yang lain. Kondisi tersebut justru membuat Frida Agro terus meningkatkan pelayanan terhadap konsumennya agar konsumen lain dapat menjadi pelanggan baru Frida Agro. Beberapa pesaing sejenis dari Frida Agro yang lokasinya berdekatan dengan lokasi usaha Frida agro adalah saung organik, bimandiri, dan lain-lain.

6.2 Sasaran Rantai

Sasaran rantai diartikan sebagai berbagai tujuan yang secara spesifik ingin dicapai dari pelaksanaan atau penerapan manajemen rantai pasokan. Sasaran atau tujuan yang ditetapkan tersebut nantinya akan menjadi acuan apakah rantai pasokan tersebut telah berjalan dengan baik atau masih perlu diperbaiki. Pada

54 kajian rantai pasokan sayuran pada Frida Agro, sasaran yang ingin dicapai meliputi sasaran pasar dan sasaran pengembangan rantai pasokan.