A. Kinerja Kemitraan
V. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
5.1 Sejarah dan Perkembangan Frida Agro
Frida Agro didirikan pada tahun 2005 oleh Mr. Tom yang merupakan warga negara Denmark dan Ibu Frida. Lokasi perusahaan terletak di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat di atas lahan seluas 3.5 ha. Perusahaan memulai usahanya dalam bidang sayuran konvensional. Jenis sayuran yang dibudidayakan pada saat awal berdiri adalah sayuran lokal. Seiring dengan perkembangannya, perusahaan mulai membudidayakan sayuran eksklusif. Pada awal berdirinya perusahaan kesulitan untuk memasarkan produknya kepada pelanggan, namun dengan ketekunan dan semangat yang tinggi perusahaan mampu meyakinkan para pelanggan untuk membeli produk yang ditawarkan. Hal ini dikarenakan produk yang dihasilkan dirasakan oleh pelanggan mempunyai kualitas yang baik dan mampu bersaing di pasar.
Sejalan dengan berkembangnya perusahaan, maka sejak pertengahan tahun 2008 Frida Agro mulai beralih untuk membudidayakan sayuran organik. Hal ini dikarenakan perusahaan melihat ada peluang yang cukup besar dalam bisnis sayuran organik, lalu kemudian hal ini sejalan dengan visi perusahaan yaitu ingin menjadi yang terdepan karena pada saat ini belum banyak perusahaan yang membudidayakan sayuran organik. Namun perusahaan tetap memenuhi kebutuhan pelanggan terhadap sayuran konvensional,yaitu dengan cara melakukan kerjasama dengan petani mitra. Hal ini dilakukan agar perusahaan tetap mampu menjaga kualitas produk.
Saat ini perusahaan telah mampu memperluas usahanya, yaitu dengan mengusahakan sayuran eksklusif dan beberapa sayuran jepang organik yang diminati oleh para pelanggan. Pelanggan dari Frida Agro terdiri dari beberapa toko retail modern seperti Sogo, Carefour, dan Ranch Market, serta beberapa restoran dan hotel di daerah Jakarta. Label produk untuk sayuran konvensional adalah “Frida Agro”, sedangkan label produk untuk sayuran organik adalah “Frida Organik”.
Selain usaha budidaya sayuran, memproses, dan memasarkan sayuran ke pelanggan secara langsung, perusahaan juga melakukan perluasan di bidang
35 Agrowisata. Sehingga pada setiap akhir pekan banyak para tamu yang berkunjung menikmati suasana yang ditawarkan oleh perusahaan. Namun misi lain yang ingin di capai oleh perusahaan adalah, memberikan garansi kepada para pelanggan bahwa sayuran yang di produksi oleh Frida Agro adalah sayuran organik. Tujuan didirikannya Frida Agro adalah :
1. Membuka dan memperluas lapangan kerja.
2. Meningkatkan pertumbuhan bisnis dan memperluas usaha. 3. Mencapai keuntungan yang setinggi mungkin.
4. Mempertahankan kelangsungan hidup usaha sayuran umumnya dan organik pada khsusunya.
5.2 Struktur Organisasi Frida Agro
Frida Agro merupakan perusahaan perseorangan, hal ini dipilih karena kepraktisannya dan mudah untuk mengakomodir seluruh aktifitas perusahaan. Walaupun bentuknya perusahaan perseorangan, namun saat ini Frida Agro mampu mengelola dan mengkoordinasi sekitar 25 orang karyawan produksi dan 20 orang karyawan pada bagian pasca panen. Untuk itu perusahaan membentuk struktur organisasi yang bertujuan untuk mempermudah dalam proses koordinasi dan menjalankan perusahaan dalam pencapaian visi dan misi serta profesionalismesnya. Bentuk struktur organisasi yang diterapkan pada Frida Agro dapat dilihat pada Gambar 4.
Gambar 4. Struktur Organisasi Frida Agro Tahun 2009
Manajemen Frida Agro dipimpin oleh pemilik perusahaan yang secara kewenangan bertugas mengelola perusahaan secara umum dan menentukan
Pemilik Perusahaan
Manajer Operasional
Divisi Keuangan
Divisi Pemasaran Divisi Budidaya
36 rencana strategis perusahaan ke depan. Pemilik dalam kegiatannya dibantu oleh seorang manajer operasional yang bertugas sebagai perluasan wewenang dari pemilik. Jadi manajer operasional bertugas untuk mengevaluasi dan member arahan kepada seluruh karyawan tentang sistem, perencanaan, dan kebijakan perusahaan yang dijalankan, serta menjaga asset-aset perusahaan. Tugas lainnya melaksanakan lintas fungsional dan pengendalian operasional perusahaan secara rutin
Manajer budidaya atau yang disebut oleh pemilik perusahaan dengan istilah supervisor kebun bertugas untuk mengawasi seluruh kegiatan budidaya sayuran organik yang di lakukan oleh perusahaan. Mulai dari persemaian pembibitan, persiapan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen. Supervisor kebun harus selalu mengawasi langsung kegiatan budidaya, hal ini dilakukan agar seluruh kegiatan budidaya sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Selain itu supervisor kebun bertugas pula untuk menjaga alat-alat produksi agar umur ekonomis alat-alat tersebut menjadi lebih lama.
Semua pengelolaan terhadap kegiatan administrasi dan keuangan dilakukan oleh manajer keuangan. Tugas pokok dari manajer keuangan adalah menangani kegiatan keuangan sehari-hari serta administrasi perusahaan, termasuk mencatat semua jumlah pembelian dan penjualan sayuran dalam laporan pembelian dan penjualan. Tugas lainnya adalah membuat laporan keuangan perusahaan termasuk laporan laba rugi, pemasukan dan pengeluaran uang. Selain itu manajer keuangan juga bertugas untuk mencatat administrasi dari pegawai, serta menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar.
Manajer pemasaran memiliki wewenang untuk melakukan riset pasar, rencana pemasaran, pengelolaan dan pemeliharaan pasar dan penjualan, dan operasional distribusi. Manajer pemasaran mempunyai kewajiban agar produk yang berasal dari kebun maupun petani mitra mampu di olah (proses pasca panen) agar sesuai denga kebutuhan pelanggan. Dalam operasionalnya, manajer pemasaran di bantu oleh staf operasional dan staf pengembangan usaha. Staf operasional pemasaran melakukan kegiatan dalam penjualan harian dan pengaturan distribusi, sedangkan staf pengembangan usaha bertugas dalam hal
37 membina hubungan dengan pelanggan, promosi dan komunikasi pemasaran, dan berusaha menjaring pelanggan baru.
5.3 Sumber Daya Perusahaan
Sumberdaya fisik yang dimiliki oleh Frida Agro terdiri dari sumberdaya lahan dan sarana serta prasarana pendukung. Sumberdaya fisik yang terdapat pada Frida Agro dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Sumberdaya Fisik pada Frida Agro Tahun 2009
No Sumberdaya Alam/fisik Luas (m2)
1 Kantor dan Lahan Produksi 35.000
2 Gudang Pemasaran 5.000
Jumlah 40.000
Sumber : Frida Agro, 2009
Pada Tabel 5 dapat dilihat bahwa Frida Agro mempunyai sarana yang menunjang bagi kegiatan usahanya sehari-hari yaitu kantor dan lahan produksi seluas 3.5 Ha. Lahan produksi ini adalah lahan dalam pembudidayaan sayuran organik yang dilakukan oleh Frida Agro. Sumberdaya lain yang dimiliki oleh perusahaan adalah gudang pemasaran yang berfungsi dalam kegiatan pasca panen perusahaan, mulai dari penyortitan hingga pelabelan kemasan.
Sumberdaya fisik lainnya adalah sarana dan prasaran produksi di kebun produksi yang terdiri dari alat-alat pertanian seperti cangkul, arit, pisau, dll, serta sarana penunjang kebutuhan di gudang pemasaran seperti mobil pick up, timbangan duduk, keranjang panen, gunting, hand wrapper, tempat sortasi, timbangan kecil dan besar, stapler, dan sarana penunjang lainnya. Sumberdaya fisik perusahaan ini masih dalam kondisi bagus dan terpelihara.
a. Sumberdaya Manusia
Sumberdaya manusia yang dipakai oleh perusahaan terdiri dari tenaga kerja inti dan tenaga kerja harian. Upah tenaga kerja inti dibayarkan setiap satu bulan sekali, sedangkan tenaga kerja harian dibayarkan setiap hari, besarnya upah yang di bayar kepada tenaga harian berbeda antar satu dengan yang lainnya tergantung dari jenis pekerjannya. Daftar sumberdaya manusia pada Frida Agro dapat dilihat pada Tabel 6.
38 Tabel 6. Sumberdaya Manusia pada Frida Agro Tahun 2009
No Bagian Pendidikan Keterangan Jumlah
(orang) 1 Top Management
- Direktur Utama Pemilik perusahaan 2
- Manajer opersional SE 1
2 Divisi Keuangan SMA 1
3 Divisi Budidaya
- Manajer budidaya SMT Pertanian Penanggung jawab 1
- Tenaga kerja inti SMA 10
- Tenaga kerja harian SMP&SD 14
4 Divisi Pemasaran
- Manajer pemasaran SP Penanggung jawab 1
- Staf operasional SMA 1
- Staf pengembangan SMA 1
- Tenaga kerja harian SMP&SD 17
JUMLAH 49
Sumber : Frida Agro, 2009
Tabel 6 Diketahui jumlah sumberdaya manusia yang ada di Frida Agro berjumlah 49 orang, pendidikan yang dimiliki oleh setiap orang dirasakan sudah cukup proporsional dan menunjang untuk menjalankan setiap tugasnya. Pekerja pada Frida Agro merupakan kelompok pekerja yang memiliki rentang keterampilan teknis yang seragam dan terbatas. Kelompok pekerja perusahaan sama seperti kelompok buruh tani sewa. Setiap pekerja harian bertanggung jawab pada penganggung jawab dari masing-masing divisi. Tingkat umur pekerja didominasi oleh pekerja berumur antara 30-45 tahun dengan tingkat pengalaman kerja lebih dari 10 tahun dan tingkat pendidikan yang antara SD-SMP.
b. Sumberdaya Modal
Sumberdaya modal yang diperlukan adalah modal tetap yaitu kantor dan lahan produksi, gudang pemasaran, sarana dan prasarana pendukung. Sedangkan modal lancar berupa benih, pupuk, obat-obatan, bahan bakar, dan bahan penunjang lainnya. Modal perusahaan berasal dari modal pribadi pemilik. Penambahan modal berasal dari laba ditahan, walaupun dengan cara ini pertumbuhan usaha dirasakan lebih lambat dibanding dengan menambah modal dengan pemilik saham baru atau kredit. Namun modal sendiri bagi perusahaan dapat memberikan kontrol yang maksimum dan mengurangi resiko akibat penambahan dana dari luar. Namun untuk beberapa kondisi bila terjadi
39 kekurangan modal yang mendesak, pemilik perusahaan mempertimbangkan menggunakan alternatif kredit yang kecil dari bank.
5.4 Visi dan Misi
Frida Agro mengangap visi dan misi perusahaan merupakan pemandu dari setiap tindakan yang akan di ambil pada masa depan yang akan membuat perusaaan memiliki jati diri yang khas dan sekaligus membedakanya dari organisasi lain yang bergerak dalam industri sejenis. Sebagai salah satu perusahaan yang sedang berkembang, Frida Agro mempunyai visi dan misi yang jelas sebagai perusahaan modern dan mampu bersaing dalam era globalisasi. Visi dari Frida Agro adalah mampu menjadi pemimpin dalam bidang khusunya dalam usaha sayuran organik, dengan menggunakan teknologi tepat guna sehingga mampu mensejahterakan masyarakat pertanian pada umumnya serta khususnya masyarakat daerah sekitar perusahaan. Sedangkan misi dari Frida Agro adalah : 1. Mampu menghasilkan sayuran dengan kualitas dan kontinuitas yang baik dan
sesuai dengan kebutuhan pasar
2. Selalu meningkatkan kepuasaan pelanggan, kualitas Sumber Daya Manusia, dan selalu senantiasa meningkatkan kualitas produk.
3. Mampu bekerja sama dengan lembaga-lembaga terkait untuk dapat menghasilkan teknologi tepat guna bagi dunia agribisnis dan sayuran organik pada umumnya.
5.5 Aktivitas Bisnis
Aktifitas bisnis Frida Agro terdiri 2 subsistem usaha yaitu budidaya sayuran organik dan kegiatan pemasok/distributor sayuran. Aktivitas bisnis yang dilakukan oleh Frida Agro selengkapnya dijelaskan berikut ini.
a. Budidaya Sayuran Organik
Langkah awal dalam pengelolaan produksi adalah merencanakan produksi pada yang pokoknya berisi mengenai apa dan berapa harus diproduksi dan menentukan bagaimana teknik budidaya yang akan digunakan. Prinsipnya, setiap produk yang akan dihasilkan oleh perusahaan dirancang agar sesuai dengan kebutuhan dan selera konsumen di pasar. Hanya dengan cara ini maka produksi yang dihasilkan dapat bersaing di pasar dan hal ini mengisyaratkan bahwa
40 rancangan suatu produk secara berkala harus ditinjau kembali dan di sesuaikan dengan kebutuhan pasar.
Kegiatan budidaya yang dilakukan oleh Frida Agro adalah budidaya sayuran organik. Kegiatan yang dilakukan terdiri dari beberapa tahapan, yaitu persiapan lahan, persemaian, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan. Kegiatan yang dilakukan dalam persiapan lahan adalah kegiatan sanitasi lahan, pencangkulan, pembentukan bendengan kasar, pemupukan, pengapuran, pembentukan bendengan halus, penyiraman, dan terakhir adalah penutupan mulsa plastik. Kegiatan persemaian dimulai dengan menyiapkan benih, menyiapkan media semai, perkecambahan, memindahkan kecambah ke dalam polibag semai, perawatan yang terdiri dari pengendalian hama, sirkulasi udara, sanitasi dan pemupukan tambahan.
Kegiatan penanaman dimulai dengan menentukan pola tanam, membuat lubang tanam, menanam, dan menyiran tanaman. Pemeliharaan tanaman meliputi kegiatan penyulaman tanaman yang mati, penyiraman, pemasangan ajir, penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit. Pemanenan dan pasca panen tahapannya meliputi kegiatan pemilihan tanaman yang siap panen sesuai dengan umur panen, pemetikan hasil dan kemudian memasukannya ke dalam ember, keranjang, pengangkutan, dan penyortiran.
Kegiatan produksi sayuran organik yang dilakukan oleh Frida Agro sedapat mungkin dilakukan secara efektif dan efisien, hal ini dilakukan untuk mencapai produktivitas yang tinggi. Efektifitas kegiatan produksi yang coba dilakukan oleh Frida Agro adalah dengan melakukan perencanaan proses produksi yang baik serta implementasinya mampu di pahami oleh seluruh karyawan. Serta ditunjang dengan penggunaan alokasi sumberdaya yang baik. Efisiensi produksi yang coba dilakukan oleh Frida Agro adalah dengan melaksanakan rencana dan proses produksi dengan tepat dan berusaha meminimumkan pemborosan selama proses produksi berlangsung. Pemborosan yang mungkin dapat terjadi adalah pemborosan pengunaan sarana produksi, waktu dan tenaga maupun pemborosan karena kerusakan produk.
Pengendalian produksi dalam usahatani dapat dilakukan untuk mengurangi kelebihan penggunaan pupuk, obat-obatan, dan tenaga kerja. Sehingga Frida Agro
41 berupaya melakukan pengendalian dalam produksi sayuran organik, sehingga diharapkan proses produksi yang dilakukan dapat berjalan pada jalur yang telah direncanakan.
b. Kegiatan Pemasok/Distributor Sayuran
Frida Agro saat ini mulai beralih untuk membudidayakan sayuran organik, sehingga untuk sayuran konvensional bekerja sama dengan petani mitra yang disebut sebagai sistem Inti Plasma dimana Frida Agro membeli sayuran kepada petani-petani mitra. Hal ini dilakukan karena Frida Agro sudah mempunyai pasar untuk sayuran konvensional, karena pada awal berdirinya perusahaan membudidayakan sayuran konvensional. Sistem inti plasma yang diterapkan oleh perusahaan memperhatikan prinsip saling menguntungkan dan saling memperkuat. Pola kemitraan adalah suatu kemitraan kerjasama usaha antara usaha kecil dan menengah atau besar disertai pembinaan dan pengembangan oleh pengusaha menengah atau besar. Sistem saling menguntungkan yang terjadi adalah Frida Agro mendapat sayuran yang berkualitas, sedangkan petani mitra mendapat kemudahan dalam hal sarana dan prasarana produksi, bimbingan teknis, serta kepastian pasar.
Produk yang akan dipasarkan oleh perusahaan berasal dari produksi sendiri untuk sayuran organik dan dari petani mitra untuk sayuran konvensional. Secara umum kegiatan yang dilakukan oleh Frida Agro adalah (1) mengetahui permintaan pasar, (2) menyediakan sayuran, (3) kegiatan pasca panen yang terdiri sortir dan gradding, (4) menimbang dan mengemas produk, (5) distribusi produk ke tangan konsumen.
5.6 Pasar dan Penjualan
Frida Agro melakukan kegiatan usaha suplai sayuran secara langsung ke beberapa supermarket, restoran, dan hotel di daerah Jakarta dan sekitarnya. Daftar pelanggan Frida Agro dapat dilihat pada Tabel 7.
42 Tabel 7. Daftar Pelanggan Frida Agro
No Nama Pelanggan Daerah
1 Sogo Kelapa Gading, Senayan, Hotel Indonesia, Saibu, Pondok Indah Mall.
2 Total Buah Kelapa Gading 1 & 2, Fatmawati, Pluit, Gajah mada, Grand vil, Slipi.
3 Duta Garden Slipi 4 Duta Mas Kuningan 5 Duta Palem Cempaka Putih
6 Ranch Market Kelapa gading, Pondok indah mall, Cempaka putih.
7 Kemchick Kemang
8 Hotel Hilton Jakarta 9 Group Grand Palace Jakarta 10 Tamara Market Slipi, Serpong Sumber : Frida Agro, 2009
Tabel 7 menunjukkan bahwa pelanggan dari Frida Agro berasal dari beberapa Supermarket dan Hotel. Baik untuk sayuran organik maupun konvensional. Pelanggan dari Frida Agro tersebut sangat memperhatikan kualitas dari produk yang akan mereka pesan, oleh karena itu perusahaan harus mengetahui kebutuhan dari para pelanggan tersebut. Untuk mengatasinya Frida Agro melalui divisi pemasaran melakukan pengenalan kebutuhan mengenai produk apa yang diinginkan pasar. Hasil dari informasi pasar ini kemudian dijadikan pedoman untuk menentukan produk sayuran apa saja yang harus disediakan dan diteruskan kepada petani mitra.