A. Kinerja Kemitraan
VI. HASIL DAN PEMBAHASAN
6.5 Proses Bisnis Rantai
6.5.2 Pola Distribusi
Pola distribusi dalam rantai pasokan sayuran menjabarkan tiga komponen utama, yakni aliran produk (sayuran), aliran uang, dan aliran informasi. Proses penyampaian tiga komponen tersebut penting diketahui agar dapat dianalisis apakah aliran distribusi dalam rantai pasokan sudah berjalan lancar atau masih terkendala.
a. Aliran Produk
Produk yang didistribusikan dalam rantai pasokan adalah sayuran dengan
kualitas baik. Proses distribusi sayuran diawali dari kegiatan pemanenan sayuran di kebun petani mitra Frida Agro. Pengangkutan sayuran dari petani ke lokasi pengemasan milik Frida Agro dilakukan oleh masing-masing petani pada sore
78 hari, petani mengirim langsung sayuran dengan menggunakan keranjang plastik dan diantarkan langsung dengan menggunakan sepeda motor. Apabila sayuran yang akan dikirimkan jumlahnya melebihi 10 kg atau diluar kemampuan petani, maka pihak Frida Agro akan menjemput sayuran dari petani mitranya dengan menggunakan mobil pick-up. Setelah sayuran tiba di tempat penampungan sayuran di Frida Agro, sayuran kemudian dibersihkan lalu dilakukan sortasi. Sayuran yang telah di bersihkan dan di sortasi kemudian ditimbang beratnya dan dilakukan pencatatan dan kemudian disimpan ke dalam keranjang plastik.
Sayuran yang telah disimpan dalam keranjang plastik kemudian dikemas sesuai dengan permintaan dengan menggunakan kantong plastik bening atau menggunakan plastik wrapping, untuk setiap jenis sayuran kadang berbeda kemasannya yang bergantung tujuan supermarketnya. Setelah dikemas dan diberikan label Frida Agro, sayuran tersebut dimasukan ke dalam keranjang plastik dan dipisahkan bedasarkan tujuan supermarketnya. Pengiriman sayuran dilakukan pada pukul 03.00 dini harinya dan langsung ke supermarket-supermarket yang berlokasi di Jakarta dan sekitarnya yang menjadi tujuan, alasan langsung dikirimkan sayurannya adalah untuk menjaga kesegaran sayuran dan menjalankan kewajiban hari pengiriman yang telah ditentukan. Supermarket biasanya meminta sayuran yang mereka pesan tiba sebelum pukul 12.00 siang, karena supermarket yang dituju ada beberapa, maka pengiriman dilakukan sepagi mungkin. Dalam setiap kegiatan distribusi ini, Frida Agro selalu membawa sayuran 10 persen lebih banyak dari jumlah pesanan yang datang. Hal ini untuk mengantisipasi adanya sayuran yang rusak pada saat perjalanan, karena sayuran yang rusak ini tidak dapat diterima oleh pihak supermarket. Tujuan lain adalah untuk memenuhi kewajiban mendistribusikan sayuran dalam jumlah yang telah disepakati dalam kontrak.
Pengangkutan sayuran dari Frida Agro ke supermarket biasanya dilakukan dengan menggunakan kendaraan (mobil) box tertutup. Kapasitas satu unit kendaraan dalam setiap kali pengiriman sayuran mencapai 100 Kg, namun sayuran yang dibawa dalam pengiriman jumlahnya bergantung pesanan supermarket. Frida Agro menggunakan 3 unit mobil dalam setiap kali pengiriman sayuran, 3 unit mobil ini dibagi per lokasi tujuan yang berdekatan. Setelah
79 sayuran tiba pada gudang penyimpanan supermarket, sayuran kembali mengalami proses sortasi oleh pihak supermarket. Kegiatan sortasi oleh supermarket dilakukan untuk menentukan jumlah sayuran yang masuk standar kualitas supermarket. Sayuran yang telah melalui tahap sortasi kemudian disimpan ke dalam keranjang milik supermarket dan ditimbang, jumlah yang telah memenuhi standar yang dihitung oleh pihak supermarket, sayuran tersebut kemudian disimpan ke gudang pendingin untuk menjaga kesegaran sayuran sebelum dijual ke konsumen. Pengiriman sayuran dilakukan tiga kali dalam satu minggu, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam kontrak, pengiriman dilakukan pada hari senin, rabu dan jumat.
b. Aliran Uang
Modal merupakan komponen penting dalam rantai pasokan sayuran yang
digunakan untuk kegiatan budidaya serta pembelian sayuran dari petani. Modal usaha untuk kegiatan pemeliharaan seperti pembelian bibit, pupuk dan upah tenaga kerja selama ini menggunakan modal sendiri serta pinjaman dari Frida Agro. Petani mitra Frida Agro sebagian besar menjadikan usaha ini sebagai mata pencaharian utama mereka, karena hampir setiap dua bulan sekali petani ini mampu menghasilkan keuntungan dari sayuran yang mereka jual. Sayuran dijual kepada Frida Agro dan dibayarkan langsung pada saat transaksi dilakukan, petani mitra mendapatkan uang yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan budidaya musim tanam berikutnya.
Frida Agro dalam melakukan kegiatan produksinya menggunakan modal pribadi, hingga saat ini usahanya berkembang tetap dengan modal sendiri pemiliknya. Frida Agro dengan supermarket melakukan transaksi pada saat pengiriman sayuran oleh Frida Agro, sayuran yang diterima akan ditukarkan dengan faktur penjualan oleh supermarket. Faktur penjualan ini berisi tentang sayuran yang dibeli oleh supermarket dan jumlah yang harus dibayarkan, setelah satu atau dua minggu, faktur penjualan tersebut dapat ditukarkan dengan uang tunai yang jumlahnya sesuai dengan faktur penjualan. Aliran uang yang terjadi dalam rantai pasokan ini dimulai dari konsumen sampai kepada petani mitra Frida Agro.
80 c. Aliran Informasi
Aliran distribusi informasi merupakan komponen yang sangat penting untuk diperhatikan guna pencapaian tujuan dari rantai pasokan. Distribusi informasi yang baik di antara pelaku rantai pasokan dapat menciptakan hubungan yang baik dan transparan sehingga mampu meningkatkan kepercayaan serta komitmen dalam menjalankan hubungan kerjasama. Aliran informasi antara pelaku harus dikelola dengan baik secara bersama untuk menghindari asymetric information yang akan menghambat efektifitas serta berpotensi menimbulkan kecurangan dalam suatu kemitraan.
Aliran informasi dalam rantai pasokan sayuran pada Frida Agro terdiri dari informasi pasar, informasi teknis budidaya serta informasi penanganan pasca panen. Informasi pasar meliputi siapa pasar sasaran akhir (konsumen), bagaimana perilaku dan preferensi konsumen, serta kualitas produk seperti apa yang diinginkan. Informasi pasar diperoleh dari pihak supermarket yang kemudian disampaikan kepada perwakilan pihak Frida Agro, komunikasi mengenai informasi pasar ini biasanya berlangsung pada saat pengiriman sayuran. Salah satu hal penting mengenai informasi pasar dari konsumen akhir adalah menyangkut standar kualitas, tampilan sayuran yang digemari dan keamanan produk sayuran. Informasi pasar dari konsumen dapat pula berupa keluhan (complain) mengenai produk baik secara kuantitas maupun kualitas. Pihak supermarket mengkomunikasikan informasi pasar dengan jelas kepada para pemasoknya, termasuk Frida Agro.
Frida Agro melakukan penyampaian informasi terkait pasar sasaran kepada para petani. Pihak Frida Agro biasanya mendiskusikan dengan petani mitranya untuk pemecahan permasalahan terkait informasi pasar seperti upaya-upaya peningkatan kualitas sayuran, sertifikasi lahan, maupun perbaikan sistem budidaya. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi keinginan konsumen akhir sayuran. Pihak Frida Agro memberikan informasi mengenai kegiatan budidaya sayuran sesuai standar yang mereka tetapkan dan pelatihan teknik penanganan pasca panen yang baik kepada petani mitra sayuran Frida Agro.
81 6.5.3 Jaminan Identitas Merek
Identitas merek dari suatu produk menjadi hal yang dianggap penting oleh konsumen maupun produsen. Merek dari suatu produk menjadi pembeda dari produk lainnya sehingga dapat dipersepsikan atau diasosiasikan karakteristik maupun kinerjanya oleh konsumen. Pada sektor pertanian, produk yang diperdagangkan dapat berupa produk segar atau produk olahan. Pemberian merek pada produk hortikultura segar biasanya dilakukan oleh perusahaan yang berskala besar.
Layaknya komoditas hortikultura lainnya, sayuran yang diproduksi oleh petani tidak diberikan merek ketika dijual kepada Frida Agro maupun ke pasar tradisional. Petani hanya menyerahkan sayuran dari hasil panennya langsung kepada Frida Agro. Sayuran yang telah sampai pada Frida kemudian dikemas dan diberikan merek yang bertuliskan “Frida Agro” beserta gambar dalam satu potongan stiker. Pemberian merek dalam semua produk Frida Agro memudahkan bagi pihak supermarket apabila ada keluhan dari konsumen akhir mengenai produk yang mereka jual. Karena keluhan ini yang kemudian diteruskan oleh pihak supermarket kepada pihak Frida Agro.
Pemberian merek bagi konsumen menjadi penting, karena konsumen akan mengetahui sayuran yang akan dikonsumsi berasal dari perusahaan mana. Dengan demikian, apabila terjadi sesuatu maka konsumen akan dengan mudah memberikan keluhan kepada pihak supermarket. Apabila sayuran yang dikonsumsi memuaskan konsumen, makan konsumen akan mencari sayuran dengan merek yang mereka percaya, dimanapun sayuran itu berada.