Adapun arah komunikasi yang dijalankan selama ini oleh PT Pegasus Aviation terjadi secara gabungan baik dari atas kebawah, dari bawah ke atas ataupun secara lateral.
KR
“ oh.. ok.. klo begitu seperti yang saya katakan tadi non.. smuanya terjadi secara mix. Saya bilang mix karena terkadang terjadi secara vertical.. seperti ketika saya memberikan perintah atau adanya request penerbangan yang saya langsung dapatkan dari pihak principal ..maka akan saya teruskan kepada staff operasional saya.. mmh.. saya rasa itu bisa dikatakan bentuk komunikasi vertical.. dan begitupun sebaliknya ketika staff saya memberikan report mengenai persiapan penerbangan yang telah mereka lakukan..mmh.. itupun bisa dikatakan komonikasi dari vertical.. sedangkan klo secara horizontal atau sejajar yang kamu maksud.. mmh.. klo saya secara pribadi sih mungkin jarang melakukan itu perusahaan kami ya non… karena even saya memberikan bentuk report kepada pihak client kita, which is mereka itu merupakan atasan saya.. jd bisa dikatakan saya lebih sering berkomunikasi secara vertical baik kepada atasan ataupun staff saya.. dan
kalo kamu tanya bagaimana keadaan alurnya.. ya gak bisa dipungkiri terkadang tidak berjalan maksimal.. karena informasi dapat dengan cepat berubah didalam bisnis penerbangan dan ya.. yang namanya human eror atau technical itu pasti pernah dialami oleh siapapun.. tapi dalam dunia penerbangan ini harus bisa dibuat seminimal mungkin karena jika terjadi “eror” maka akan berakibat fatal
Komunikasi kebawah merupakan komunikasi yang membawa informasi yang berhubungan dengan tugas pada seseorang yang melakukan tugas tersebut. Ia juga membawa informasi tentang kebijakan dan prosedur, serta bisa jadi digunakan untuk feedback yang bersifat motivasional pada karyawan. Sebagai contoh adalah ketika adanya request penerbangan dari pihak Principal yang diterima oleh Direktur ataupun Manajer operasional, maka informasi tersebut akan di teruskan lagi kepada staff operasional untuk diteruskan dan diproses lagi dengan pihak – pihak terkait seperti crew yang bertugas, instansi – instansi pemerintah yang berhubungan dengan ijin penerbangan, groundhandling dari setiap kota atau negara, caterer. Untuk komunikasi keatas yang merupakan suatu kondisi yang mungkin lebih penting dari downward communication. Saluran upward communication membawa data dari crew ataupun pihak penumpang dan juga staff operasional yang bertugas dilapangan mengenai proses penerbangan, pelayanan yang diberikan selama proses penerbangan berlangsung, dan segala kebutuhan yang diperlukan untuk operasi organisasi dari hari – ke hari kepada pihak manajemen dalam bentuk flight report.
HGV
“mmh.. Arah komunikasi itu maksudnya gimana ya mbak.. so far sih saya tidak pernah melakukannya secara konsisten satu atau dua arah saja.. tetapi biasanya gabungan mbak.. seperti ketika adanya informasi request penerbangan dari pihak principal kami, dimana informasi tersebut terkadang saya peroleh dari pimpinan saya langsung pak KR ataupun dari sekretaris operasional kami, maka akan saya distribusikan informasi tersebut kepada tim operasional kami agar diproses secepatnya. Saya akan berkoordinasi dengan crew (chief pilot, Flight Attendant, Flight engineer) yg biasanya komunikasi via email ini berisi informasi dan perintah agar mereka menyiapkan anak buah mereka untuk penerbangan ini, selain itu saya juga akan berkoordinasi dengan FOO (Flight Operations Officer) kami agar mengatur segala persiapan seperti ijin pendaratan, weather conditions, slot untuk pesawat kami, berkoordinasi dan memberikan perintah kepada sekretaris operasional kami mengenai persiapan akomodasi untuk crew seperti visa, hotel, allowance dimana semuanya itu dikomunikasikan dalam bentuk perintah baik melalui email ataupun telephone dan berbicara langsung dengan mereka. Dan sebaliknya staff saya pun akan memberikan report atas persiapan yang telah mereka lakukan tersebut. Ini merupakan contoh bentuk komunikasi vertical yang saya lakukan slama ini mbak.. Sedangkan untuk komunikasi secara horizontal seperti yang mbak tanyakan .. mmh.. gimana ya menurut saya sih ketika saya juga sedang on duty dalam menerbangkan pesawat saya juga melakukan komunikasi horizontal itu dengan rekan saya sesama pilot yang menerbangkan pesawat. Klo tadi mbak juga menanyakan apakah berjalan secara lancar .. ya .. terkadang kami dilapangan juga mengalami kendala dalam alur komunikasi ini, baik itu kendala dari pihak internal, human ataupun dari sisi teknik.
Keterangan ini dapat digunakan bila orang-orang yang berada di level atas di suatu organisasi adalah orang-orang yang memiliki keterampilan mendengar, mengumpulkan feedback dan dapat dipercaya. Bila tidak ada komitmen untuk melakukan pendekatan-pendekatan seperti ini maka akan terjadi ”culture of silence” atau budaya diam dan atau ”culture of silos” yang mungkin berlaku, dan akan membawa konsekuensi dampak yang serius untuk organisasi. Upward communication dapat pula menjadi sumber ide-ide baru dan penyelesaian masalah yang kreatif, terutama karena orang-orang di bagian bawah hirarki dekat
dengan masalah-masalah spesifik dan dapat lebih waspada kepada solusi praktis daripada orang-orang yang berada di puncak hirarki.
AS
“ehem.. klo untuk saya secara pribadi saya sangat sering melakukan keduanya baik secara vertical, horizontal, ataupun lateral terlebih lagi posisi saya sebagai Flight Operations Officer, dimana semua informasi mengenai penerbangan baik itu request charter pesawat yang saya terima dari pimpinan saya yaitu manager operational (berupa perintah dalam bentuk email) ataupun informasi penerbangan lainnya baik weather condition,slot aircraft, taffor, dll, yang harus saya komunikasi dengan pihak – pihak luar seperti groundhandling, pengelola bandara . Jadi intinya baik vertical maupun horisantal aliran komunikasi apapun pasti digunakan dalam departemen ini selama menjalankan tugas kami, walaupun terkadang dalam pelaksanaannya sering terjadi tumpang tindih dan tidak sesuai dengan alur yang semestinya”
Lateral atau Horizontal Communications merupakan komunikasi yang terjadi diantara sesama staff operasional contoh komunikasi yang mereka lakukan tidak jauh terlepas dari masalah operasional, seperti jika salah satu dari mereka ada yang menerima NOTAM (Notification for Airman) dari pihak tower, weather conditions, slot aircraft, taffor ataupun informasi lainnya yang mereka dapatkan baik dari pihak crew, sesama groundhandler dari tiap negara atau kota tujuan, maka mereka akan saling menginformasikan satu sama lain. Untuk alur komunikasi jenis ini, anggota tim dan departemen harus berkomunikasi untuk memperluas hubungan kerja mereka. Karena jalur otoritas tidak berseberangan, maka komunikasi lateral ini lebih cepat daripada komunikasi ke atas atau ke bawah secara hirarkis. Komunikasi horisontal terjadi antara orang-orang yang pada tingkat yang sama atau orang-orang yang pada tingkat yang berhubungan
pada divisi yang berbeda dalam suatu organisasi. Komunikasi horisontal yang efektif dapat membantu orang-orang untuk mengkoordinasikan proyek menyelesaikan masalah, memberikan pemeriksaan informasi, memecahkan konflik-konflik dan membuka jalan bagi terciptanya hubungan-hubungan bisnis. Seringkali komunikasi horisontal terhalang karena kecemburuan, hambatan spesialisasi teknis, atau lokasi yang terpisah dan terlalu banyak arus informasi yang diterima pegawai untuk memproses data secara tepat. Sebagi contoh, orang-orang pada suatu unit mungkin merasa bahwa mereka bersaing dengan sesama staff operasional untuk semua jenis informasi, posisi baru, dan sebagainya dan mungkin berupaya membatasi jumlah informasi yang dibagikan, oleh karena itu pimpinan yang berwawasan luas akan menciptakan suatu lingkungan yang lebih menghargai suatu bentuk kerjasama daripada menciptakan persaingan. Mereka berupaya meningkatkan lingkungan komunikasi seluruh organisasi