Berdasarkan sejarah diketahui sebelum menjadi Desa Defenitip bahwa desa Bandar Baru dulunya terdiri dari 2 (dua) Kampung, yaitu :
a. Kampung Bandar Baru Central b. Kampung Bandar Baru Perkebunan
Munculnya nama Kampung Bandar Baru Central karena pada masa itu Desa ini merupakan sebagai Central Telepon untuk berkomunikasi ke Areal Perkebunan ke Daerah Tanah Karo, Medan dan Perkebunan Dolok Barus.
Kemudian Kampung Bandar Baru Pekebunan pada 1950 merupakan Area Perkebunan The yang dikuasai oleh Hok Sengli dan pada 1957, Areal Perkebunan The beralih dikuasai oleh Vane Paruhum yang mempunyai buruh lebih kurang 600 orang dan bertempat tinggal di Pondok Perkebunan. Selanjutnya pada 1965, Areal Perkebunan The tersebut beralih digarap oleh masyarakat dan selanjutnya
47
dikuasai oleh Pemerintah untuk menjadi Areal Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit yang luasnya lebih kurang 225 Ha.
Kampung Bandar Baru Perkebunan sejak 1950-1967, dijabat oleh Kepala Kampung : Abdul Manap Pane (Alm).
Kampung Bandar Baru Central sejak :
a. Tahun 1947 s/d 1950 dijabat oleh Abdul Munsi Khan (Alm).
b. Tahun 1951 s/d 1955 dijabat oleh Sumbul Ginting (Alm).
c. Tahun 1956 s/d 1965 dijabat oleh Ngameh Barus (Alm).
d. Tahun 1966 s/d 1983 dijabat oleh Suka Tarigan (Alm).
e. Tahun 1984 s/d 1999 dijabat oleh Teken Ginting (Alm).
f. Tahun 2000 s/d 2006 dijabat oleh Posman Girsang (Alm).
g. April-September 2006 dijabat oleh Drs. H. Naibaho.
h. September 2006 s/d Februari 2009 dijabat oleh Timur Sitepu Amd.
i. Maret 2009 s/d 2014 dijabat oleh Salomo Sembiring.
j. Tahun 2015 dijabat oleh Amos Karo karo.
k. Tahun 2016 s/d sekarang dijabat oleh Bincar Martinus Sitepu, SH.
Sejak mulai 1967-sekarang, kedua Kampung tersebut menjadi Satu Desa sebagaimana sekarang ini menjadi Desa Bandar Baru.
48 4.3. Profil Lokasi Penelitian
Desa Bandar Baru merupakan desa dengan luas wilayah desa Bandar Baru adalah 1.300,00 Ha, yang terbagi menjadi 200,00 Ha digunakan sebagai tanah hutan, 49,80 Ha fasilitas umum, 0,20 Ha tanah perkebunan, 1050,00 Ha tanah kering. Adapun perbatasan wilayahnya meliputi:
Sebelah Utara : Desa Suka Makmur Sebelah Timur : Desa Sikeben
Sebelah Selatan : Desa Doulu/Kabupaten Tanah Karo Sebelah Barat : Desa Durin Serugun
a. Jumlah Penduduk Desa Bandar Baru Jumlah laki-laki 1568 orang
Jumlah perempuan 1500 orang Jumlah total 3068 orang Jumlah kepala keluarga 849 KK
Berdasarkan data monografi di atas, jumlah penduduk laki-laki di Desa Bandar Baru lebih banyak dari pada jumlah penduduk perempuan, dimana komposisinya 1,95% lebih banyak dibandingkan penduduk perempuan.
b. Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tingkatan Pendidikan Laki-laki Perempuan Usia 3 - 6 tahun yang belum masuk TK 63 orang 71 orang Usia 3 - 6 tahun yang sedang TK/play group 39 orang 46 orang Usia 7 - 18 tahun yang tidak pernah sekolah 5 orang 3 orang Usia 7 - 18 tahun yang sedang sekolah 309 orang 341 orang
49
Usia 18 - 56 tahun tidak pernah sekolah 16 orang 14 orang Usia 18 - 56 tahun pernah SD tetapi tidak tamat 27 orang 28 orang
Tamat SD/sederajat 163 orang 196 orang
Tamat SMP/sederajat 238 orang 204 orang
Tamat SMA/sederajat 570 orang 463 orang
Tamat D-1/sederajat 0 orang 2 orang
Tamat D-2/sederajat 5 orang 7 orang
Tamat D-3/sederajat 44 orang 65 orang
Tamat S-1/sederajat 70 orang 74 orang
Tamat S-2/sederajat 1 orang 2 orang
Tamat S-3/sederajat 1 orang 1 orang
Jumlah Total 3.068 orang
c. Mata Pencaharian
Jenis Pekerjaan Laki-laki Perempuan
Petani 82 orang 64 orang
Buruh Tani 2 orang 4 orang
Pegawai Negeri Sipil 17 orang 39 orang
Pedagang barang kelontong 9 orang 11 orang
Peternak 2 orang 0 orang
Montir 1 orang 0 orang
Dokter swasta 1 orang 1 orang
Perawat swasta 0 orang 1 orang
POLRI 2 orang 0 orang
Guru swasta 8 orang 8 orang
Pedagang Keliling 1 orang 2 orang
50
Tukang Kayu 1 orang 0 orang
Pembantu rumah tangga 1 orang 1 orang
Karyawan Perusahaan Swasta 129 orang 66 orang Karyawan Perusahaan Pemerintah 5 orang 0 orang
Wiraswasta 370 orang 102 orang
Tidak Mempunyai Pekerjaan Tetap 3 orang 6 orang
Belum Bekerja 145 orang 140 orang
Pelajar 599 orang 497 orang
Ibu Rumah Tangga 0 orang 521 orang
Purnawirawan/Pensiunan 5 orang 3 orang
Perangkat Desa 10 orang 4 orang
Buruh Harian Lepas 162 orang 12 orang
Buruh jasa perdagangan hasil bumi 1 orang 1 orang Buruh usaha jasa hiburan dan pariwisata 1 orang 0 orang Pemilik usaha warung, rumah makan dan
restoran 3 orang 3 orang
Jasa pengobatan alternatif 1 orang 0 orang
Sopir 5 orang 0 orang
Tukang Jahit 0 orang 2 orang
Tukang Kue 0 orang 1 orang
Juru Masak 0 orang 2 orang
Karyawan Honorer 2 orang 6 orang
Pemuka Agama 1 orang 0 orang
Satpam/Security 1 orang 0 orang
Biarawati 0 orang 1 orang
Jumlah Total Penduduk 3.068 orang
51 4.4. Visi, Misi dan Tujuan Lokasi Penelitian
Visi :
“Masyarakat Bandar Baru Makmur Sejahtera melalui Peningkatan Kualitas SDM, Pendidikan/Pengetahuan serta Beradab dan Agamis.”
Misi dan Tujuan :
1. Mengembangkan dan meningkatkan hasil pertanian masyarakat.
2. Pembuatan sarana jalan usaha tani dan peningkatan jalan lingkungan.
3. Peningkatan sarana air bersih bagi masyarakat.
4. Perbaikan dan peningkatan layanan sarana kesehatan dan umum.
5. Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
6. Meningkatkan keterampilan dan kualitas SDM masyarakat.
7. Pengadaan permodalan untuk usaha kecil, memperluas lapangan kerja dan manajemen usaha masyarakat.
8. Pelestarian Budaya serta peningkatan Keimanan masyarakat.
9. Peningkatan kapasitas Aparat desa dan BPD,
10. Peningkatan Sarana dan Prasarana kerja aparat desa, BPD dan lembaga Desa.
4.5. Struktur Organisasi/Lembaga Lokasi Penelitian
52
SEKRETARIS DESA -
KEPALA DESA
BINCAR MARTINUS SITEPU, SH
KASI KESEJAHTERAAN DAN PELAYANAN JAPERSON
KADUS V ANDI. P. L GINTING KASI PEMERINTAHAN
IMAN KHALIK
KADUS IV JAKUP TARIGAN KADUS III
LODIVA MUNTHE KADUS II
ERNA SRI NINGSIH KADUS I
INDRA KESUMAH
KAUR PERENCANAAN DAN UMUM
ROEDAH
KAUR KEUANGAN HOSEA TARIGAN
53 4.6. Kondisi Umum Tentang Klien
Kondisi klien pada umumnya adalah masyarakat kurang mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan memenuhi kriteria penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di desa Bandar baru adalah sebanyak 106 Kepala Keluarga per Juni 2021 dengan komponen keshatan, Pendidikan dan Kesejahreaan Sosial. Komponen kesehatan terdiri dari lbu hamil/nifas/menyusui dan anak usia dini dengan rentang usia O - 6 tahun.
Komponen pendidikan terdiri dari anak usia sekolah dengan usia 6 sampai dengan 21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar, yang menempuh tingkat pendidikan SD/Mi sederajat atau SMP/Mts sederajat, dan/atau SMA/MA sederajat. Komponen kesejahteraan sosial terdiri dari lanjut usia dan penyandang disabilitas berat.
4.7. Kondisi Umum Tentang Petugas
Di desa Bandar Baru terdapat 1 petugas yang bertanggung jawab dalam memberikan pendampingan terhadap Program Keluarga Harapan (PKH) yang biasa disebut sebagai Pendamping PKH. Pendamping PKH desa Bandar Baru tersebut tidak hanya menjadi pendamping PKH desa Bandar Baru saja, tetapi juga menjadi pendamping PKH di beberapa desa di Kecamatan Sibolangit.
4.8. Keadaan Sarana dan Prasarana Lokasi Penelitian Sarana dan prasarana yang ada di desa Bandar Baru : a. Pendidikan formal
54 b. Komunikasi dan Informasi
Terdapat 1 unit Kantor Pos.
c. Air besih dan sanitasi
Terdapat 2 unit mata air pegunungan dan 2 unit bangunan pengolahan air besrih/ air minum, dan 3 saluran drainase.
d. Peribadatan
Terdapat 1 masjid, 4 gereja kristen protestan dan 1 gereja katholik.
e. Kesehatan
Terdapat 1 unit Puskesmas, 2 unit toko obat, 4 orang dokter umum, 35 orang paramedis, 24 orang bidan, dan 7 orang perawat.
f. Kebersihan
Terdapat 1 unit truck pengangkut sampah, 1 kelompok Satgas Kebersihan, dan tersedia tempat pengelolaan sampah.
55 BAB V
HASIL PENELITIAN
Bab ini membahas mengenai data-data yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan dilapangan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan informan. Peneliti berhasil mengumpulkan beberapa data informasi mengenai
“Evaluasi Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Bandar Baru Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang”, dengan tahapan pengumpulan data sebagai berikut :
1. Melakukan pengamatan atau observasi partisipasi dalam pelaksanaan perlindungan hak anak melalui program pendidikan dan pelatihan.
2. Melakukan wawancara mendalam dengan informan dalam proses penelitian. Informan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari:
a. Informan kunci, yaitu pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) desa Bandar Baru.
b. Informan utama, yaitu penerima Program Keluarga Harapan (PKH) desa Bandar Baru.
c. Informan Tambahan, yaitu kepala dusun desa Bandar Baru.
3. Mengumpulkan dokumentasi berupa gambar di lokasi penelitian.
5.1.Deskripsi Data Hasil Penelitian
5.1.1. Data Informan
5.1.1.1.Data Informan Kunci
Nama : Astri Ivo
Jenis Kelamin : Perempuan
56
Usia : 28 Tahun
Status : Kawin
Pendidikan Terakhir : S-1
Alamat : Desa Sukamakmur
Jabatan : Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH)
Suku : Batak Karo
5.1.1.2.Data Informan Utama Klien 1
Nama : Rahmawati Br Silalahi
Jenis kelamin : Perempuan
Usia : 38 Tahun
Status : Kawin
Pendidikan terakhir : SMP
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Desa Bandar Baru
Suku : Batak
Klien 2
Nama : Lisma Dheny Br Sinuraya
Jenis kelamin : Perempuan
57
Usia : 38 Tahun
Status : Kawin
Pendidikan terakhir : SMA
Pekerjaan : Petani
Alamat : Desa Bandar Baru
Suku : Batak Karo
Klien 3
Nama : Marianta Elfina Br Tarigan Jenis kelamin : Perempuan
Usia : 53 Tahun
Status : Kawin
Pendidikan terakhir : SMA
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Desa Bandar Baru
Suku : Batak Karo
Klien 4
Nama : Isana Lase
Jenis kelamin : Perempuan
Usia : 47 Tahun
58
Status : Janda
Pendidikan terakhir : SD
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Desa Bandar Baru
Suku : Nias
Klien 5
Nama : Ratna Rohani Br Solin
Jenis kelamin : Perempuan
Usia : 41 Tahun
Status : Kawin
Pendidikan terakhir : SMA
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Desa Bandar Baru
Suku : -
Klien 6
Nama : Elly Br Surbakti
Jenis kelamin : Perempuan
Usia : 57 Tahun
Status : Kawin
59 Pendidikan terakhir : SMA
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Desa Bandar Baru
Suku : Batak Karo
Klien 7
Nama : Suriyani
Jenis kelamin : Perempuan
Usia : 44 Tahun
Status : Kawin
Pendidikan terakhir : SMA
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Desa Bandar Baru
Suku : -
Klien 8
Nama : Ningtang Br Tarigan
Jenis kelamin : Perempuan
Usia : 72 Tahun
Status : Janda
Pendidikan terakhir : SD
60
Pekerjaan : Petani
Alamat : Desa Bandar Baru
Suku : Batak Karo
5.1.1.3.Data Informan Tambahan
Nama : Erna Sriningsih
Jenis Kelamin : Perempuan
Usia : 45 Tahun
Status : Kawin
Pendidikan Terakhir : SMA
Alamat : Desa Bandar Baru
Suku : -
5.1.2. Hasil Penelitian
5.1.2.1.Informan Kunci
Peneliti bertanya apakah seluruh KPM PKH terdaftar sebagai DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) desa Bandar Baru?
“Seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) desa Bandar Baru sudah terdaftar sebagai DTKS karena syarat utama nya kan benar-benar keluarga kurang mampu yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Kurang Mampu yang dikeluarkan oleh desa”
61
Peneliti bertanya apakah syarat-syarat KPM PKH di sosialisasikan?
“Ya disosialisasikan kepada masyarakat melalui kepala dusun yang kemudian menyampaikan ke warganya yang kira-kira pantas dijadikan sebagai sasaran penerima Program Keluarga Harapan (PKH).”
Peneliti bertanya apakah peserta yang telah ditetapkan sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH sesuai dengan kriteria penerima manfaat PKH?
“Sesuai. Begini, sebenarnya yang menentukan kepesertaan PKH bukanlah kami selaku pendamping PKH. Tetapi pusat (Kemensos) yang menetukan. Kami hanya mengirim data calon penerima PKH ke pusat yang kemudian di proses oleh pusat apakah si keluarga ini memenuhi kriteria PKH.”
Peneliti bertanya apakah KPM PKH mematuhi protokol kesehatan ketika menghadiri sosialisasi PKH di Desa Bandar Baru? Apakah penyaluran bantuan sosial sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pusat?
“Ya tentunya mematuhi Prokes karena sekarang kan lagi masa Pandemi Covid-19. Jadi kami menghimbau KPM PKH untuk mengenakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan saat sebelum sosialisasi. Penyaluran sendiri sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh pusat yaitu ada 4 tahap. 4 tahap itu adalah bulan Januari, April, Juli dan Oktober.”
62
Peneliti bertanya apakah pendamping PKH pernah berkunjung ke rumah KPM PKH untuk melihat perubahan kondisi KPM?
“Pernah tapi tidak rutin dan tidak semua rumah kami kunjungi untuk melihat kondisi terkini KPM PKH. Tapi kemarin saat ada kegiatan penempelan poster “Penerima PKH dan BPNT”, kami mengunjungi semua rumah KPM PKH. Itu pun hanya untuk menempel poster.”
Peneliti bertanya apakah pelayanan kesehatan dan pendidikan PKH sudah terealisasikan kepada masyarakat?
“Sudah terealisasikan. Di desa Bandar Baru ini kan ada Posyandu. Jadi ibu-ibu penerima PKH datang untuk mengecek kesehatannya mulai dari timbang berat badan, mengukur tinggi tensi dan banyak lagi. Tapi karena situasi Pandemi, kegiatan PKH dibatasi atau ditiadakan untuk sementara guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Kalau bidang pendidikan penerima PKH yang mempunyai anak sekolah mendapatkan bantuan berupa uang tunai guna membiayai sekolah anak mereka.”
Peneliti bertanya apakah pendamping PKH rutin mengadakan Pertemuan Kelompok (PK) dan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2)?
“Kemarin sebelum adanya Covid-19 kita rutin mengadakan pertemuan kelompok untuk membahas dan berdiskusi mengenai PKH. Tetapi setelah adanya Covid-19, pertemuan kelompok kita
63
tunda terlebih dahulu untuk mengurangi resiko terpapar Covid-19.”
Peneliti bertanya apakah ada KPM PKH yang sudah menjadi KPM selama 6 tahun lebih?
“Selama saya menjadi pendamping PKH desa Bandar Baru, belum ada KPM PKH yang sudah 6 tahun. Kalu 3 4 tahun ada, hanya beberapa saja. Lebih banyak yang 1 2 tahun karena kepesertaan PKH ini update setiap tahunnya. Kalau ada peserta yang dianggap sudah tidak memenuhi kriteria, maka akan dikeluarkan dari kepesertaan PKH atau di ubah hak nya dalam mendapat bantuan.”
Peneliti bertanya apakah ada masyarakat yang bukan KPM PKH mengajukan protes terkait kepesertaan PKH?
“Sejauh ini tidak ada. Malahan yang protes adalah KPM PKH itu sendiri. Ada yang protes tentang kenapa dia tidak dapat uang lagi.
Ada juga yang protes kenapa tidak dapat beras lagi. Kita menjelaskan bahwa itu semua bukan disebabkan oleh kami, itu berasal dari pusat. Sebagai solusi untuk protes tersebut, kita akan menanyakan kepada pusat terkait hak penerimaan uang dan beras KPM PKH.”
Peneliti bertanya apakah KPM PKH mematuhi segala ketentuan yang terdapat dalam prosedur program PKH?
“Ya memenuhi. Jadi kita punya ketentuan yang berlaku untuk KPM PKH yang mana ketetentuan nya itu berasal dari pusat.
64
Sejauh ini tidak ada KPM PKH yang melanggar ketentuan-ketentuan KPM PKH dan kita harapkan juga tidak ada ya.”
5.1.2.2.Informan Utama
Peneliti bertanya bagaimana cara Ibu mendaftarkan diri dalam DTKS desa Bandar Baru?
Informan 1 menuturkan:
“Sejujurnya saya tidak tau DTKS, tetapi setelah dijelaskan ya saya sedikit lebih paham. Ngurusnya kemarin ke kantor kepala desa ketemu sama perangkat desa, ngomong gitu gimana caranya biar dapat PKH pak/ibu. Lalu mereka bilang lah syarat-syaratnya begini begitu dan bukan saya saja kemarin. Ada juga beberapa sama teman.”
Informan 2 menuturkan:
“Saya tidak tau bagaimana caranya karena saya sudah lama terdaftar dalam DTKS itu. Saya juga sudah lama jadi penerima PKH ini. Lupalah cara-caranya.”
Informan 3 menuturkan:
“Daftarnya ke kantor kepala desa. Diminta fotocopy kartu keluarga lah, KTP lah, bukti pembayaran listrik sama air, penghasilan berapa. Di bilang lah sekian, bilang seadanya.”
Informan 4 menuturkan:
65
“Saya tidak tau nak. Kemarin dapat informasi dari teman tetangga gitu kalo ada pendaftaran bantuan gitu, saya ikut tuh. Saya tidak tau jelasnya kemarin bantuan apa tapi inilah saya dapat bantuan PKH. Mungkin seperti itulah kemarin daftarnya.”
Informan 5 menuturkan:
“Saya tidak mengerti DTKS ini, saya lebih tau kalau di bilang data penduduk orang-orang miskin desa Bandar Baru seperti yang kamu bilang tadi. Cara mendaftarkannya ke kantor desa lah karna kan mereka yang bisa mengeluarkan surat keterangan kurang mampu.”
Informan 6 menuturkan:
“DTKS ini data penduduk miskin nak ya? Saya tidak terlalu ingat bagaimana cara mengurus atau daftar-daftar DTKS ini. Tapi saya rasa pasti ke pemerintah desa kita lah nak ya, karna bantuan ini pertama kan harus di urus ke desa dulu kan. Tidak bisa langsung dapat begitu.”
Informan 7 menuturkan:
“Daftarnya ke kantor kepala desa dek dan mereka bilang kemarin belum tentu lolos dapat bantuan. Itu banyak kemarin tahun lalu atau tahun sebelumnya yang daftar, kan tidak mungkin dapat semua kan. Pasti adalah yang tidak lolos. Dapat info pendaftaran PKH ini kemarin kepala dusun datang ke rumah bilang kalo ada pendaftaran bantuan sosial, lalu saya di suruh ikut kan gitu.
66
Yaudah saya ikutin, dia bilang bawa fotocopy kartu keluarga, KTP dan segala macam gitu.”
Informan 8 menuturkan:
“Anak saya kemarin yang mengurusnya karena saya kan tidak mengerti, sudah tua dan tidak tau apa apa tentang DTKS ini.
Syukur bisa dapat PKH ini. Jadi saya hanya tinggal menerimanya saja.”
Peneliti bertanya apakah Ibu menghadiri sosialisai tentang PKH pada pertemuan awal dan apa yang ibu pahami dari sosialisasi PKH tersebut?
Informan 1 menuturkan:
“Hadir. Memang harus hadir itu semua peserta PKH biar tau kan PKH itu bagaimana, apa saja yang di dapat, berapa bulan sekali seperti itu. Yang saya pahami PKH itu bantuan untuk orang miskin terutama yang anaknya sulit untuk sekolah, lalu untuk Ibu hamil diperiksa kesehatannya. Setau saya seperti itu yang dijelaskan oleh pendamping.”
Informan 2 menuturkan:
“Ya hadir kemarin saat belum ada Covid-19. Katanya tetap ada sosialisasi tapi prokes tapi tidak tau betul atau tidak karna saya sendiri tidak ada yang bilang sosialisasi gitu setelah Covid-19 ini.
Waktu sosialisasi kemarin itu dibilangin PKH itu gimana, dapatnya apa aja, aturan-aturannya, ga boleh begini begitu, kalau
67
dilanggar kena sanksi atau tidak dapat bantuan lagi dan banyak lagi.”
Informan 3 menuturkan:
“Ya hadir. Kemarin sosialisasi nya di gedung serbaguna yang di samping kantor Kepala Desa. Tiap sosialisasi disitu. Kalo Covid-19 seperti ini ga ada lagi sosialisasi dari pendamping PKH nya.
Yang didapat waktu sosialisasi itu pemahaman tentang bantuan PKH ini. Diberi tahu lah alasan kenapa kami semua yang hadir itu dapat PKH, yang lain kenapa tidak dapat, kami harus rutin datang pertemuan kelompok ya macam macam yang dibilang. Kalo ada yang tidak kami pahami, disuruh bertanya supaya ada kejelasan.”
Informan 4 menuturkan:
“Ya hadir dulu sebelum masa Covid lah. Sekarang ga ada lagi.
Sudah lama tidak ada. Yang saya pahami itu PKH dapatnya apa saja, kewajibannya seperti rajin datang ke balai desa untuk sosialisasi, cek kesehatan untuk yang sedang sakit, untuk Ibu hamil dan anak juga ada. “
Informan 5 menuturkan:
“Kalau di undang hadir nak. Sosialisasi itu kan di kasih pemberitahuan. Kalo ga ada yang bilang, tidak datanglah. Iya pas pertama kemarin datang dan yang saya pahami itu PKH itu bagaimana, kapan aja dapat bantuan nya. Kalo tahun ini tinggal bulan Oktober kalau tidak salah. Lalu dibimbing cara-cara
68
pencairan uangnya karna pakai kartu kredit Bank BNI. Nah kami kan kebanyakan tidak paham, jadi di kasih tau syarat-syaratnya.”
Informan 6 menuturkan:
“Ya hadir. Sebenarnya lebih banyak yang belum saya pahami ya.
Yang saya pahami itu ya tentang bantuan yang didapat itu apa aja gitu, uang sama beras PKH. Sisanya masih kurang-kurang paham.
Yang belum di pahami itu seperti bisa jadi menerima PKH ini sampai kapan, sosialisasi ini juga saya tidak tau kapan aja jadwalnya karna udah lama disini tidak ada sosialisasi.”
Informan 7 menuturkan:
“Ya hadir. Yang saya pahami dari sosialisasi PKH adalah informasi bahwa yang boleh dapat PKH adalah orang yang benar-benar miskin. Kemarin ada dibilang syarat-syarat PKH tapi saya lupa apa tapi yang pasti untuk orang miskin. Lalu untuk orang yang punya anak yang sedang bersekolah, nah seperti itu dapat bantuan PKH.”
Informan 8 menuturkan:
“Pernah kemarin hadir tapi cuma sekali. Itu juga datang nya bersama anak saya karna saya sudah tua, jadi di temani sama anak saya.”
69
Peneliti bertanya menurut Ibu apakah Ibu sudah memenuhi kriteria kepesertaan PKH? Kriteria apa saja yang Ibu penuhi dan apakah kriteria PKH di publikasi kepada masyarakat?
Informan 1 menuturkan:
“Ya sudah memenuhi. Kriteria yang sudah saya penuhi itu pertama sudah ada surat kurang mampu dari desa, lalu saya ada dua orang anak yang sedang sekolah SD, lalu seperti kamu bilang tadi sudah terdaftar DTKS. Saya kurang tau kriteria itu kemarin di umumkan ke masyarakat atau tidak karena saya kemarin taunya dari kepala dusun yang datang kerumah untuk suruh datang ke balai desa.”
Informan 2 menuturkan:
“Sudah. Kalau tidak, kan ga mungkin dapat PKH. Kriteria yang memenuhi pertama saya tergolong miskin, kedua saya punya anak yang bersekolah tiga orang. Itulah yang saya pahami dari penjelasan nak Dius. Setau saya PKH ini di umumkan ke masyarakat tapi seperti yang Dius bilang tidak semua bisa mendapat bantuan PKH. Saya bilang diumumkan ke masyarakat karena saya sendiri kemarin taunya dari teman saya.”
Informan 3 menuturkan:
“Tidak tau. Karena saya kurang tau tentang kriteria PKH ini.
Yang saya tau tentang bantuan PKH ini macam beras, telur sama kacang hijau yang diterima sekali sebulan. Setau saya informasi
70
tentang PKH di kasih tau ke masyarakat tapi saya rasa tidak semua masyarakat tau dan tidak merasa perlu dengan PKH.”
Informan 4 menuturkan:
“Memenuhi. Itu makanya kita dapat PKH ini. Kriteria yang memenuhi itu kami tergolong miskin, saya tidak punya pekerjaan tetap dan saya punya anak yang baru tamat sekolah. Saya tidak
“Memenuhi. Itu makanya kita dapat PKH ini. Kriteria yang memenuhi itu kami tergolong miskin, saya tidak punya pekerjaan tetap dan saya punya anak yang baru tamat sekolah. Saya tidak