5.2. Pembahasan Hasil Penelitian
5.2.1. Alur Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di desa Bandar
1. Perencanaan
Perencanaan dilakukan untuk menentukan lokasi dan jumlah calon KPM. Di desa Bandar Baru, terdapat 106 KPM PKH per Juni 2021. Berdasarkan penelitian
91
dan wawancara yang dilakukan, jumlah calon KPM PKH setiap tahun meningkat.
Hal ini terjadi karena tiap tahunnya didapatkan data terbaru dari penduduk desa Bandar Baru yang cocok ditetapkan sebagai calon penerima PKH dan peserta yang sudah tidak memenuhi kriteria PKH, di keluarkan dari kepesertaan.
Jumlah Keluarga Penerima Bantuan Program Keluarga Harapan di Desa Bandar Baru (2018-2021)
Sumber : Perangkat Desa Bandar Baru
Pada 2018 terdapat 64 peserta PKH. Pada 2019 terjadi penambahan peserta PKH sebanyak 27 peserta sehingga menjadi 91 peserta. Pada 2020 terjadi pengurangan peserta PKH sebanyak 2 peserta sehingga menjadi 89 peserta. Pada 2021 terjadi penambahan peserta PKH sebanyak 17 sehingga menjadi 106 peserta per Juni.
2. Pertemuan awal dan Validasi
Pendamping sosial PKH melaksanakan sosialisasi pada Pertemuan Awal (PA) agar calon KPM PKH memiliki pemahaman tentang PKH dan kesiapan sebagai penerima manfaat PKH. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, di desa Bandar Baru terdapat perbedaan pertemuan awal dan validasi sebelum dan sesudah pandemi Covid-19. Sebelum Pandemi Covid-19, pertemuan awal memang
Tahun Jumlah Keluarga
2018 64
2019 91
2020 89
2021 106
92
dilaksanakan setiap tahunnya untuk memberi sosialisasi kepada calon penerima KPM. Tetapi semenjak Pandemi Covid-19, pertemuan awal ditiadakan dikarenakan himbauan pemerintah untuk tidak berkerumun
Pertemuan awal pada 2018 dan 2019 dihadiri oleh seluruh peserta PKH.
Pertemuan awal pada 2020 dihadiri oleh 23 peserta dari total 89 peserta sehingga peserta PKH yang hadir adalah sebanyak 66 peserta. Sedangkan pada 2021 tidak diketahui apakah pertemuan awal dilakukan, tetapi dilakukan pertemuan kelompok pada Oktober lalu.
3. Penetapan KPM PKH
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penetapan KPM PKH di desa Bandar Baru didasarkan pada dua hal. Pertama, peserta PKH sudah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan yang kedua adalah peserta harus memenuhi kriteria penerima PKH yang sudah ditentukan oleh pusat. Setelah kedua hal tersebut dipenuhi, maka penetapan KPM PKH ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Jaminan Sosial Keluarga. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, seluruh KPM PKH desa Bandar Baru benar-benar sudah memenuhi dua hal tersebut (wawancara dengan pendamping PKH).
Pada 2018 dan 2020 tidak ada pengusulan calon penerima PKH. Calon penerima PKH yang dikirim ke pusat pada 2019 adalah sebanyak 27 calon KPM PKH sehingga menjadi 91 peserta. Calon penerima PKH yang dikirim ke pusat pada 2021 adalah sebanyak 17 calon KPM PKH sehingga menjadi 106 peserta.
4. Penyaluran Bantuan Sosial a. Bentuk Bantuan Sosial
93
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, bentuk bantuan sosial PKH di desa Bandar Baru berupa uang yang dicairkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau buku tabungan dan sembako berupa beras PKH. Pada tahun ini uang dicairkan pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober. Sedangkan beras PKH didapatkan setiap bulannya. Meski demikian berdasarkan penelitian yang dilakukan, tidak semua peserta PKH mendapatkan bantuan uang tunai dan beras PKH. Ada yang hanya mendapatkan uang tunai saja, tetapi tidak mendapatkan beras PKH dan ada juga sebaliknya.
b. Tahapan Penyaluran Bantuan Sosial
Penyaluran Bantuan Sosial untuk penerima manfaat PKH dilakukan secara bertahap dalam satu tahun anggaran berjalan berdasarkan skema penyaluran bantuan sosial sesuai yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial. Di desa Bandar Baru terdapat tiga tahap penyaluran bantuan pada tahun ini, yaitu Januari, April, Juli dan Oktober.
c. Mekanisme Penyaluran Bantuan Sosial
Mekanisme penyaluran bantuan sosial dilakukan oleh Direktorat Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial RI yang dituangkan dalam Buku Pedoman PKH 2021. Penyaluran bantuan sosial PKH dilaksanakan secara non tunai dengan dicairkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau buku tabungan dengan mekanisme rekening penerima bantuan sosial dibukakan secara kolektif secara terpusat sesuai data yang telah diserahkan dari Direktorat Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial RI ke Bank Penyalur (BNI).
d. Pemanfaatan Bantuan Sosial
94
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, Program Keluarg Harapan sangat membantu para keluarga miskin di desa Bandar Baru terutama dalam bidang pendidikan, mereka bisa menyekolahkan anaknya di jenjang SD, SMP dan SMA dengan biaya bantuan dari pemerintah. Bantuan yang seharusnya digunakan untuk sekolah anak bisa juga dialihkan ke yang lain, seperti untuk memenuhi bahan pokok dan lain sebagainya (wawancara dengan penerima PKH).
Dalam bidang kesehatan juga sudah terealisasikan dengan baik kepada KPM PKH di desa Bandar Baru seperti pelayanan kesehatan pada ibu hamil/nifas(psoyandu), anak dan lansia (lanjut usia). Dalam bidang Kesejahteraan Sosial rutin mengadakan pertemuan kelompok (P2K2) sebelum masa pandemi Covid-19. Namun pada masa Pandemi Covid-19, seluruh kegiatan PKH diberhentikan untuk sementara kecuali untuk pencairan PKH.
5. Pemutakhiran Data
Maksud dan tujuan pemutakhiran data adalah untuk memperoleh kondisi terkini anggota KPM PKH. Untuk memenuhi kondisi tersebut, pendamping PKH di desa Bandar Baru akan melakukan kunjungan ke rumah peserta PKH guna meninjau kondisi keluarga penerima PKH. Hasil tinjauan tersebut kemudian dikirim ke pusat untuk dilakukan evaluasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, pendamping mengakui bahwa pendamping pernah berkunjung ke rumah KPM PKH namun belum semua rumah peserta sempat pendamping kunjungi sehingga masih belum maksimal.
95 6. Verifikasi Komitmen
Verifikasi komitmen pada prinsipnya penerima PKH harus mengikuti ketentuan-ketentuan yang ada di PKH. Ketentuan yang dimaksud adalah PKH mensyaratkan pemenuhan Kewajiban terkait pemanfaatan layanan kesehatan, layanan pendidikan, dan kesejahteraan sosial oleh KPM PKH. Untuk pemenuhan kewajiban tersebut pendamping PKH harus memastikan seluruh anggota KPM terdaftar, hadir dan mengakses layanan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial. Sejak pandemi Covid-19 (2019-2021) layanan kesehatan, pendidikam dan kesejahteraan sosial ditunda. Tetapi pada tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19, layanan-layanan tersebut dilaksanakan dan pendamping dapat menjalankan tugas dalam memastikan seluruh peserta dapat mengakses layanan tersebut.
7. Pendampingan
Pendampingan bagi KPM PKH diperlukan untuk mempercepat tercapainya salah satu tujuan PKH, yaitu menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian KPM terkait pemanfaatan layanan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, pendamping PKH desa Bandar Baru tidak ikut melakukan pendampingan dalam proses pencairan dana sehingga ketika terjadi masalah seperti saldo belum masuk, tidak dapat langsung ditangani oleh pendamping.
Pada bidang kesehatan, pendamping ikut datang ke puskesmas atau gedung serbaguna desa Bandar Baru guna memastikan seluruh peserta kategori kesehatan hadir seperti ibu hamil, nifas, anak dan lanjut usia. Pada bidang pendidikan, pendamping juga rutin mengecek daftar kehadiran anak yang bersekolah. Pada
96
bidang kesejahteraan sosial dalam pertemuan kelompok (P2K2) pendamping ikut hadir dalam memeberikan sosialisasi. Namun dikarenakan situasi pandemi saat ini, kegiatan tersebut di tunda sampai pemberitahuan lebih lanjut.
8. Transformasi Kepesertaan
Berdasarkan Buku Pedoman PKH 2021 kepesertaan penerima bantuan PKH adalah selama enam tahun, setelah itu diharapkan terjadi perubahan perilaku terhadap KPM PKH dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial serta peningkatan status sosial ekonomi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, kepesertaan PKH di desa Bandar Baru bermacam-macam. Ada peserta yang sudah menjadi peserta selama lima tahun, empat tahun, tiga tahun, dan satu tahun (wawancara dengan peserta PKH).
Berdasarkan pengakuan pendamping desa Bandar Baru, belum ada peserta yang selama enam tahun dan diharapkan tidak ada karena agar tidak terjadi ketergantungan. Tujuan PKH adalah mengurangi kemiskinan dengan menciptakan kemandirian. Namun saat peneliti melakukan wawancara dengan peserta PKH, terdapat peserta PKH yang menginginkan agar PKH terus ada dan ingin terus menjadi peserta PKH.
5.3.Keterbatasan Penelitian
Berdasarkan penelitian yang sudah peneliti lakukan, penelitian ini memiliki keterbatasan sebagai berikut.
1. Keterbatasan waktu dimana peneliti dan informan harus menyesuaikan waktu agar peneliti dapat mendatangi rumah informan dan melakukan wawancara.
97
2. Peneliti tidak dapat melakukan observasi secara mendalam dikarenakan masih berlangsungnya pandemi COVID-19 yang mengakibatkan beberapa kegiatan Program Keluarga Harapan (PKH) diberhentikan untuk sementara seperti Posyandu, Pertemuan Kelompok (PK) dan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2).
3. Ketika peneliti melakukan wawancara dengan informan kunci (pendamping PKH), informan enggan menuturkan informasi tentang besaran bantuan PKH dengan alasan itu perintah dari atasan.
98 BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN