3.2 Gambaran Pelaksanaan Pelayanan Pendaftaran Rawat Jalan Pengguna BPJS d
3.2.1 Alur Pendaftaran Pasien Pengguna BPJS Rawat Jalan
Tempat Penerimaan Pasien Rawat Jalan atau Tempat Pendaftaran Pasien
Rawat Jalan (TPPRJ) disebut juga Loket Pendaftaran Rawat Jalan atau sebagai
pintu awal pasien masuk atau kontak pertama kali pasien datang ke rumah sakit
(Agustina, 2010).
Menurut Menteri Kesehatan Republik Indonesi Nomor 28 Tahun 2014
tentang pedoman pelaksanaan program JKN dalam Prosedur Pelayanan pada
Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), antara lain:
a. Peserta datang ke Rumah Sakit dengan menunjukkan nomor identitas
peserta JKN dan surat rujukan, kecuali kasus emergency, tanpa surat rujukan.
b. Peserta menerima Surat Eligibitas Peserta (SEP) untuk mendapatkan
pelayanan.
c. Peserta dapat memperoleh pelayanan rawat jalan dan atau rawat inap
d. Apabila dokter spesialis/subspesialis memberikan surat keterangan
bahwa pasien masih memerlukan perawatan di FKRTL tersebut, maka
untuk kunjungan berikutnya pasien langsung datang ke FKRTL tersebut,
maka untuk kunjungan berikutnya pasien langsung datang ke FKRTL
(tanpa harus ke FKTP terlebih dahulu) dengan membawa surat
keterangan dari dokter tersebut.
e. Apabila dokter spesialis/subspesialis memberikan surat keterangan rujuk
balik, maka untuk perawatan selanjutnya pasien langsung ke FKTP
membawa surat rujuk balik dari dokter spesialis/subspesialis.
f. Apabila dokter spesialis/subspesiais tidak memberikan surat keterangan
sebagaimana dimaksud pada poin (d) dan (e), maka pada kunjungan
berikutnya pasien harus melalui FKTP.
g. Fisioterapi dapt menjalankan praktik pelayanan Fisioterapi secara
mandiri (sebagai bagian dari jejaring FKTP untuk pelayanan rehabilitasi
medik dasar) atau bekerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
h. Pelayanan rehabilitasi medik di FKRTL dilakukan oleh dokter spesialis
kedokteran fisik dan rehabilitasi medik dapat diberikan kepada dokter
yang selama ini sudah ditugaskan sebagai koordinator pada
bagian/departemen/instalasi rehabilitasi medik rumah sakit, dengan
kewenangan terbatas sesuai kewenangan klinis dan rekomendasi surat
penugasan klinis yang diberikan oleh komite medik rumah sakit kepada
direktur/kepala rumah sakit.
i. Apabila dikemudian hari rumah sakit tersebut sudah memiliki dokter
rehabilitasi medik kembali menjadi wewenang dan tanggung jawab
dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi medik.
Berikut pedoman Alur Pendaftaran Pasien Pengguna BPJS Rawat Jalan
di Rumah Sakit Al Islam Bandung, sebagai berikut :
a. Langsung
Pasien baru yang belum terdaftar dalam SIRS untuk mengambil
nomor antrian A, sebelum pendaftaran pasien harus menyiapkan
beberapa berkas antara lain,surat rujukan dari Puskesmas (Faskes 1),
kartu BPJS, kartu tanda penduduk (KTP) dan pasien mengisi formulir
identitas pasien pada RG system. Setelah persyaratan berkas pendaftaran lengkap maka proses pendaftaran bisa dilakukan dan setiap
pasien akan mendapatkan nomor rekam medik dan kartu berobat.
Sedangkan untuk pasien lama yang kontrol dan pengambilan obat
harus menyiapkan berkas terlebih dahulu antara lain, surat rujukan dari
puskesmas (Faskes 1), Kartu BPJS, Kartu berobat dari RSAI Bandung
dan salinan resep untuk pengambilan obat. Setelah menyiapkan berkas,
pasien langsung ke loket pendaftaran, setelah dari loket pendaftaran
pasien mendapatkan nomor antrian untuk ke poli dan SEP (Surat
Eligibilitas Pasien) ke poli yang dituju. Pembatasan pendaftaran
langsung untuk penerimaan pasien sebanyak 70 pasien.
Berikut adalah gambar Pendaftaran Langsung Pasien BPJS Rawat
Gambar 3. 1 Pendaftaran Langsung Pasien BPJS Rawat Jalan di Rumah Sakit Al Islam Bandung
Pendaftaran langsung di RSAI Bandung sudah sesuai dengan
Septiana (2014) pasien yang ingin mendaftarkan diri, menghadap ke
bagian administrasi, pihak bagian pendaftaran akan memberikan
formulir. Setelah formulir di isi oleh pasien maka pasien akan diberikan
buku pasien. Sedangkan bagi pasien yang sudah terdaftar dan telah
memiliki buku pasien tinggal mendaftarkan diri di bagian administrasi
dan akan diberikan nomor antrian pasien.
b. Auto Registrasi
Pasien yang sudah terdaftar di poliklinik pasien mengambil nomor
antrian B. Pasien menyiapkan berkas terlebih dahulu antara lain, surat
rujukan dari Puskesmas (Faskes 1), kartu BPJS, kartu berobat RSAI
Bandung dan BPPP dicetak sesuai dengan nomor antrian poliklinik
yang dituju setelah itu ke loket untuk mendapatkan SEP pasien dan
langsung ke poliklinik yang dituju.
Berikut adalah gambar Pendaftaran Auto Registrasi Pasien BPJS
Gambar 3. 2 Pendaftaran Auto Registrasi Pasien BPJS Rawat Jalan di Rumah Sakit Al Islam Bandung
Pendaftaran autoregistrasi di RSAI Bandung sudah sesuai dengan
Septiana (2014) Pasien yang sudah terdaftar di RSAB bisa
mendaftarkan diri melalui telepon dan akan diberitahukan nomor
antrian pasien, ketika pasien telah sampai di rumah sakit pasien tersebut
tinggal mengkonfirmasi kedatangannya dan menunggu sesuai dengan
nomor antrian. Pendaftaran auto registrasi maupun melalui telepon
memiliki tujuan yang sama untuk memudahkan pasien.
c. Melalui Telepon
Pasien yang sudah terdaftar melalui telepon pasien mengambil
nomor antrian C sebelum dipanggilnya petugas pasien menyiapkan
berkasnya terlebih dahulu antara lain, surat rujukan dari puskesmas
(Faskes 1), Kartu BPJS, Kartu berobat dari RSAI Bandung dan
informasi nomor antrian yang sudah terdaftar melalui via telepon.
Untuk pasien kontrol dan penunjang rawat jalan pasien mengambil
nomor antrian C. Dan untuk pengambilan resep atau sisa resep pasien
mengambil nomor antrian B. Setelah itu ke loket untuk mendapatkan
SEP (Surat Eligibilitas Pasien) barulah pasien menuju ke poliklinik
Berikut adalah gambar Pendaftaran melalui telepon Pasien BPJS
Rawat Jalan di Rumah Sakit Al Islam Bandung.
Gambar 3. 3 Pendaftaran dengan Telepone Pasien BPJS Rawat Jalan di Rumah Sakit Al Islam Bandung
Alur Pendaftaran penerimaan awal pasien di Rumah Sakit Al Islam
Bandung. Berikut adalah gambar alur pendaftaran Pasien BPJS Rawat
Jalan di Rumah Sakit Al Islam Bandung.
Gambar 3. 4 Alur Pendaftaran Pasien BPJS Rawat Jalan di Rumah Sakit Al Islam Bandung
Ketentuan umum :
1. Pasien baru :
b. Petugas mengisi identitas pasien pada RG system, setiap
pasien akan mendapatkan nomor rekam medik dan kartu
berobat
c. Petugas menanyakan poliklinik yang dituju oleh pasien
d. Berkas rekam medik disiapkan oleh petugas dengan
dilengkapi identitas pasien. Penulisan nama harus
menggunakan dua kata atau satu kata apabila nama yang
tercantum pada tanda pengenal hanya satu kata,
menggunakan huruf kapital, tulisan terbaca dengan jelas
e. BPPP dicetak sesuai dengan nomor urut antrian
poliklinik yang dituju
f. Petugas mencetak kartu berobat pasien
g. Petugas menerima pembayaran dan mencetak kuitansi
sebagai bukti pembayaran
2. Pasien lama
a. Pasien menyerahkan kartu berobat kepada petugas
pendaftaran
b. Petugas pendaftaran menginput nomor rekam medik dan
memastikan bahwa nama pasien sesuai dengan kartu
berobat
c. Petugas menanyakan poliklinik yang dituju oleh pasien
BPPP dicetak sesuai dengan nomor antrian poliklinik
Pendaftaran telepone sudah sesuai dengan Melinda,
(2014) di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta pendaftaran
melalui via telepon Pendaftaran pasien rawat jalan dengan
perjanjian dapat dilakukan melalui telepon atau datang
langsung pada tempat pendaftaran pasien dengan tenggang
waktu masimal satu bulan sebelum periksa dan minimal
satu hari sebelum pemeriksaan. Pasien perjanjian dapat
mengetahui informasi mengenai jadwal dokter. Selain itu,
pasien yang mendaftar dengan perjanjian akan langsung
mendapat nomor urut pendaftaran. Berkas rekam medis
pasien pun akan langsung dicarikan oleh petugas sehingga
pada hari pemeriksaan pasien tidak perlu menunggu
berkasnya dicarikan terlebih dahulu.
3.2.2 Hambatan Pada Pelayanan Pendaftaran Pengguna BPJS Rawat Jalan