• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hambatan Pada Pelayanan Pendaftaran Pengguna BPJS Rawat Jalan

3.2 Gambaran Pelaksanaan Pelayanan Pendaftaran Rawat Jalan Pengguna BPJS d

3.2.2 Hambatan Pada Pelayanan Pendaftaran Pengguna BPJS Rawat Jalan

yang terjadi antara hasil aktual pada saat sekarang dan target kinerja yang

diinginkan di masa depan. Sedangkan menurut Gallagher, T Kenneth di kutip oleh

Hadi, Hadono (1994) masalah adalah penyelidikan yang dimulai dalam kaitannya dengan “objek”. Maka objek penyelidikan yang ditangkap oleh subjek sebagai sesuatu yang berada di luar dirinya.

Dalam penyelenggaraan pendaftaran rawat jalan BPJS terkait alur

pendaftaran di RSAI Bandung, diketahui bahwa bidang Pelayanan Umum

Pendaftaran Rawat Jalan BPJS RSAI Bandung mempunyai pedoman alur dan

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan penanggung jawab

pendaftaran rawat jalan BPJS di RSAI Bandung, diketahui bahwa beberapa

pelaksanaan kegiatan di alur pendaftaran rawat jalan BPJS jika dibandingkan

dengan pedoman alur pendaftaran Rumah Sakit Al Islam belum sesuai dan masih

terdapat masalah yang terjadi di pendaftaran rawat jalan BPJS. Adapun masalah

yang terjadi di lapangan terbagi menjadi dua yaitu masalah internal dan eksternal.

Masalah internal yang merupakan masalah dari SDM dan eksternal yang

merupakan masalah dari pasien. Pengertian faktor internal dan faktor eksternal

menurut (Pardamean, 2008) , antara lain :

1. Faktor Internal yaitu data, informasi, dan pengalaman yang terdapat di

dalam perusahaan sendiri. Faktor internal tersebut antara lain berupa

kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan, baik jumlahnya

(kuantitatif) maupum keterampilan dan keahlian (kualitatif) dan modal

kerja yang dimiliki perusahaan. Masalah yang terjadi di Rumah Sakit

Al Islam dari faktor internal masalah yang terjadi dari Sumber Daya

Manusia (SDM) pendaftaran rawat jalan BPJS, antara lain :

a. Petugas pendaftaran salah memberikan identitas pasien.

Kesalahan ini biasa terjadi pada proses pendaftaran langsung

atau pasien baru yang belum terdaftar pasien di RSAI

Bandung. Hal ini disebabkan petugas kurang teliti dalam

mendaftarkan pasien dan kesalahan dari pasien sendiri kurang

menyajikan informasi identitasnya sehingga menimbulkan

b. Terdapatnya kesalahan petugas dalam pemberian Surat

Eligibitas Pasien (SEP) kepada pasien. SEP merupakan

dokumen yang menyatakan bahwa pasien merupakan peserta

aktif BPJS dan semua hal ketentuan dan pembiayaan yang

menyangkut peserta menjadi tanggungan BPJS Kesehatan.

Sebagaimana SEP tersebut tertukar dengan pasien yang

lainnya. Hal ini disebabkan dengan adanya penumpukan pasien

di tempat pendaftaran dan pasien yang menyimpan berkas di

meja pendaftaran walaupun petugas pendaftaran sudah

memperingatkan tapi masih ada yang tidak mendengarkan

perintah dari petugas pendaftaran.

c. Masalah dari Informasi Teknologi (IT) atau Jaringan baik

internal maupun system bredging SEP di BPJS. Hal ini, dapat menghambat proses pendaftaran pasien Rawat Jalan BPJS.

d. Kurangnya pengetahuan satpam di loket pendafatran, antara

lain :

 Satpam tidak memberikan informasi yang jelas mengenai pengambilan nomor antrian dan masih ada

satpam yang belum mengerti perbedaan loket A, B

dan C. Sehingga pasien yang sudah mengambil nomor

antrian dari satpam tersebut kembali lagi nomor

antrian setelah petugas pendaftaran menjelaskan

pasien untuk mengambil diloket tersebut. Dan bisa

mengambil nomor antrian ke loket tersebut dengan

jelas kepada satpam. Hal ini dapat menghambat dan

mengganggu pendaftaran.

 Keterbatasan informasi yang disampaikan petugas satpam yang bertanggung jawab dalam pembagian

nomor antrian. Petugas tersebut selama tidak

mengganggu akses ke dalam registrasi sistem sering

menjadi masalah pasien tidak mengetahui bahwa

kuota atau dokter tertentu yang sudah penuh dan

dokter tersebut mempunyai batas pasien untuk

berobat/kontrol. Akibatnya pasien yang sudah lama

mengantri merasa kecewa karena tidak mendapatkan

informasi sehubung dengan dokter yang sudah penuh.

Sebagaimana sudah ada upaya membagikan kertas

pemberitahuan di pengumuman sebelumnya bahwa

dokter tersebut tidak menerima pasien langsung yang

daftar dari loket A.

Berdasarkan penelitian Ratminto, 2005 dalam Fether, 2015 teori

pelayanan yang baik yaitu ketepatan waktu pelayanan, yang meliputi

waktu tunggu dan waktu proses, akurasi pelayanan, yang meliputi bebas

dari kesalahan-kesalahan, kesopanan dan keramahan dalam

memberikan pelayanan, kemudahan mendapatkan pelayanan, misalnya

banyaknya petugas yang melayani dan banyaknya fasilitas pendukung

dengan lokasi, ruang tempat pelayanan, ketersediaan informasi, dan

lain-lain, atribut pendukung pelayanan lainnya seperti ruang tunggu ber

AC, kebersihan, dan lain-lain.

2. Faktor eksternal yaitu data, informasi dan pengalaman yang terdapat di

luar perusahaan, tetapi dirasa mempunyai pengaruh terhadap kehidupan

perusahaan. Faktor eksternal antara lain berupa kondisi dunia usaha,

teknologi, kebijakan pemerintah di bidang ekonomi, upah tenaga kerja,

dan situasi pasar. Masalah yang terjadi di Rumah Sakit Al Islam dari

faktor eksternal masalah yang terjadi dari pasien itu sendiri di

pendaftaran rawat jalan BPJS.

a. Pasien masih kurang mengetahui prosedur BPJS di Rumah

Sakit Al Islam Bandung antara lain :

 Pasien tidak membawa rujukan dari Faskes 1 baik untuk pengambilan obat maupun kontrol. Menurut

penelitian sebelumnya Agustina,dkk (2010) pasien

rawat jalan dengan JAMKESMAS yang berobat ke

RSUD Kabupaten Karanganyar wajib melengkapi

persyaratan awal seperti kartu JAMKESMAS dan

surat rujukan. Oleh karena itu, surat rujukan dari

fasilitas pertama merupakan surat yang sangat penting

dalam mendapatkan pelayanan di rumah sakit.

 Pasien baru tidak mengetahui cara daftar via telepon karena belum terdaftar di rekam medis RSAI

tidak bisa mendapatkan pelayanan yang dikarenakan

pasien langsung hanya menerima kuota 70 pasien dan

penambahan untuk dokter tertentu sebanyak 10 pasien

setiap harinya.

 Pasien masih salah mengambil nomor antrian untuk kontrol yang sudah di daftarkan oleh poli dan

kesalahan pendaftaran via telepon. Masalah ini dapat

menghambat proses pelayanan.

 Pasien lupa untuk kontrol sesuai dengan waktu yang sudah didaftarkan oleh poli. Masih ada perawat yang

kurang memberikan penjelasan ke pasien bahwa

pasien berobat harus sesuai dengan waktunya.

 Pasien yang sudah di daftarkan oleh poli belum mengetahui prosedur BPJS di Rumah Sakit Al Islam

Bandung. Pasien hanya sekedar mengetahui bahwa

pasien yang sudah didaftarkan oleh poli dan langsung

ke tempat pendaftaran dan untuk pasien pengambilan

obat pasien tersebut langsung ke pendaftaran tanpa

mengambil nomor antrian terlebih dahulu.

 Pasien belum mengetahui prosedur RSAI Bandung mengenai adanya pembatasan penggunaan pelayanan

3 hari sekali pengobatan.

Penelitian yang dilakukan oleh Lesnussa (2014) di Rumah Sakit Tentara

pendaftaran untuk mengambil karcis pada mesin antrian lalu pasien diarahkan oleh

petugas menuju loket untuk menyerahkan karcis dan persyaratan yang diperlukan

sesuai dengan asuransi yang digunakan. Dan pasien mendaftar di tempat

pendaftaran rawat jalan surat rujukan akan selalu ditanyakan dan diminta oleh

petugas. Oleh karena itu, bahwa surat rujukan merupakan syarat penting yang akan

digunakan untuk mengetahui jenis pelayanan sesuai dengan keluhannya dan yang

dirujuk oleh puskesmas.

Berdasarkan dari fakta dan menurut penelitian Lesnussa (2014) maka

bisa disimpulkan bahwa ada perbedaan antara fakta dan aturan yang berlaku

sehingga dapat disimpulkan bahwa Rumah Sakit Al Islam Bandung dalam alur

pendaftaran rawat jalan BPJS belum sesuai dengan penelitian Lesnussa.

Hambatan pasien secara umum yang terjadi di Rumah Sakit Al Islam

berupa pengetahuan masyarakat yang kurang tentang BPJS dan prosedur alur

pendaftaran rawat jalan, menjadi penyebab kurangnya pemahaman masyarakat.

Dan pasien masih kurang aktif dalam mencari informasi mengenai prosedur di

Rumah Sakit Al Islam sehingga pasien dapat mengalami kesulitan dalam

mendapatkan pelayanan di rumah sakit. Sedangkan untuk satpam masih ada

beberapa yang salah memberikan informasi dalam pemberian nomor antrian loket B

dan C. Untuk loket B pasien yang kontrol yang sudah didaftarkan oleh poli dan

loket C pasien yang kontrol yang mendaftarkan melalui via telepon.

Perkembangan Rumah Sakit Al Islam dari tahun ke tahun mengalami

peningkatan baik dari fasilitas dan sarananya juga dari jumlah kunjungan dan

mendapatkan kepercayaan dari masyarakat untuk menggunakan jasa pelayanan

yang telah disediakan. Rumah Sakit Al Islam Bandung menjalani pelayanan

mengindikasikan keberhasilan rumah sakit tersebut dalam menjalankan fungsi

sosialnya. Namun di sisi lain, hal ini memiliki potensi menjadi masalah serius yang

yang dihadapi pihak manajemen dan unsur pelaksana kebijakan rumah sakit.

Rumah Sakit Al Islam Bandung mempunyai prosedur sendiri untuk

memberikan pelayanan supaya mempermudah pasien dalam mendapatkan

pelayanan. Oleh karena itu, RSAI Bandung mempunyai prosedur dalam

terlaksananya pelayanan pendaftaran, antara lain :

1. Peraturan dari Rumah Sakit Al Islam dengan BPJS pasien tidak bisa

berobat untuk kontrol, pengambilan obat dan pemeriksa di unit

penunjang dengan batas waktu setelah 3 hari pasien setelah berobat.

Jika ada pasien tersebut datang sebelum dengan waktunya dari

komputer atau SIRS dapat terlihat waktu pasien terakhir datang. Dan

dari pendaftaran harus lebih teliti dalam pemeriksaan rekam medis

terakhir pasien.

2. Rumah Sakit Al Islam memberikan kuota untuk pasien BPJS, Umum

dan Kontraktor disetiap dokter sehingga pasien mendapatkan

kenyamanan dan Rumah Sakit tidak mengalami kerugian. Bahwasanya

kuota yang banyak diberikan untuk pasien BPJS.

3.2.3 Alternatif Solusi Pada Pelayanan Pendaftaran Pengguna BPJS Rawat