• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Bivariat

Dalam dokumen BULAN ESTER FEMY N /IKM (Halaman 106-112)

HASIL PENELITIAN

4. Perguruan Tinggi

4.4. Analisa Bivariat

Analisa bivariat dalam penelitian untuk melihat hubungan variabel independen yaitu komunikasi antar pribadi (keterbukaan, empati, dukungan, rasa positif, kesetaraan, kenyamanan) dengan perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) dengan menggunakan uji chi square test (χ2

4.4.1. Hubungan Keterbukaan dengan Perilaku Pencegahan pada Pasien Diabetes Mellitus (DM)

) dengan taraf kemaknaan 95%.

Berdasakan tabulasi silang, dapat diketahui bahwa persentase keterbukaan yang tidak baik tetinggi pada perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) yang tidak baik sebanyak 76,0% dibandingkan perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) yang baik sebanyak 24,0%. Persentase keterbukaan yang baik tetinggi yaitu perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) yang baik sebanyak 65,0% dibandingkan perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) yang tidak baik sebanyak 35,0%.

Hasil analisis bivariat dengan uji chi square didapat nilai p = 0,014, artinya ada hubungan yang signifikan antara keterbukaan dengan perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM). Selain itu, variabel keterbukaan juga masuk ke dalam model analisis multivariat karena memiliki nilai p < 0,25.

Tabel 4.17. Hubungan Keterbukaan dengan Perilaku Pencegahan pada Pasien Diabetes Mellitus (DM) di Poli Internis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Pura Kabupaten Langkat Tahun 2012

Variabel Independen

Perilaku Pencegahan

P value Baik Tidak Baik Total

n % n % n %

Keterbukaan

1 Baik 13 65,0 7 35,0 20 100,0

0,014 2 Tidak Baik 6 24,0 19 76,0 25 100,0

4.4.2. Hubungan Empati dengan Perilaku Pencegahan Sekunder pada Pasien Diabetes Mellitus (DM)

Berdasakan tabulasi silang, dapat diketahui bahwa persentase empati yang tidak baik tetinggi pada perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) yang tidak baik sebanyak 86,4% dibandingkan perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) yang baik sebanyak 13,6%. Persentase empati yang baik tetinggi yaitu perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) yang baik sebanyak 69,6% dibandingkan perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) yang tidak baik sebanyak 30,4%.

Hasil analisis bivariat dengan uji chi square didapat nilai p = 0,000, artinya ada hubungan yang signifikan antara empati dengan perilaku pencegahan pada pasien

diabetes mellitus (DM). Selain itu, variabel empati juga masuk ke dalam model analisis multivariat karena memiliki nilai p < 0,25.

Tabel 4.18. Hubungan Empati dengan Perilaku Pencegahan pada Pasien Diabetes Mellitus (DM) di Poli Internis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Pura Kabupaten Langkat Tahun 2012

Variabel Independen

Perilaku Pencegahan

P value Baik Tidak Baik Total

n % n % n %

Empati

1 Baik 19 69,6 7 30,4 23 100,0

0,000 2 Tidak Baik 3 13,6 19 86,4 22 100,0

4.4.3. Hubungan Dukungan dengan Perilaku Pencegahan pada Pasien Diabetes Mellitus (DM)

Berdasakan tabulasi silang, dapat diketahui bahwa persentase dukungan yang tidak baik tetinggi pada perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) yang tidak baik sebanyak 85,7% dibandingkan perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) yang baik sebanyak 14,3%. Persentase dukungan yang baik tetinggi yaitu perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) yang baik sebanyak 66,7% dibandingkan perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) yang tidak baik sebanyak 33,3%.

Hasil analisis bivariat dengan uji chi square didapat nilai p = 0,001, artinya ada hubungan yang signifikan antara dukungan dengan perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM). Selain itu, variabel dukungan juga masuk ke dalam model analisis multivariat karena memiliki nilai p < 0,25.

Tabel 4.19. Hubungan Dukungan dengan Perilaku Pencegahan pada Pasien Diabetes Mellitus (DM) di Poli Internis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Pura Kabupaten Langkat Tahun 2012

Variabel Independen

Perilaku Pencegahan

P value Baik Tidak Baik Total

n % n % n %

Dukungan

1 Baik 16 66,7 8 33,3 24 100,0

0,001 2 Tidak Baik 3 14,3 18 85,7 21 100,0

4.4.4. Hubungan Rasa Positif dengan Perilaku Pencegahan pada Pasien Diabetes Mellitus (DM)

Berdasakan tabulasi silang, dapat diketahui bahwa persentase rasa positif yang tidak baik tetinggi pada perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) yang tidak baik sebanyak 77,8% dibandingkan perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) yang baik sebanyak 22,2%. Persentase rasa positif yang baik tetinggi yaitu perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) yang baik sebanyak 72,2% dibandingkan perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) yang tidak baik sebanyak 27,8%.

Hasil analisis bivariat dengan uji chi square didapat nilai p = 0,003, artinya ada hubungan yang signifikan antara rasa positif dengan perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM). Selain itu, variabel rasa positif juga masuk ke dalam model analisis multivariat karena memiliki nilai p < 0,25.

Tabel 4.20. Hubungan Rasa Positif dengan Perilaku Pencegahan pada Pasien Diabetes Mellitus (DM) di Poli Internis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Pura Kabupaten Langkat Tahun 2012

Variabel Independen

Perilaku Pencegahan

P value Baik Tidak Baik Total

n % n % n %

Rasa Positif

1 Baik 13 72,2 5 27,8 18 100,0

0,003 2 Tidak Baik 6 22,2 21 77,8 27 100,0

4.4.5. Hubungan Kesetaraan dengan Perilaku Pencegahan pada Pasien Diabetes Mellitus (DM)

Berdasakan tabulasi silang, dapat diketahui bahwa persentase kesetaraan yang tidak baik tetinggi pada perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) yang tidak baik sebanyak 80,0% dibandingkan perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) yang baik sebanyak 20,0%. Persentase kesetaraan yang baik tetinggi yaitu perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) yang baik sebanyak 70,0% dibandingkan perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) yang tidak baik sebanyak 30,0%.

Hasil analisis bivariat dengan uji chi square didapat nilai p = 0,002, artinya ada hubungan yang signifikan antara kesetaraan dengan perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM). Selain itu, variabel kesetaraan juga masuk ke dalam model analisis multivariat karena memiliki nilai p < 0,25.

Tabel 4.21. Hubungan Kesetaraan dengan Perilaku Pencegahan pada Pasien Diabetes Mellitus (DM) di Poli Internis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Pura Kabupaten Langkat Tahun 2012

Variabel Independen

Perilaku Pencegahan

P value Baik Tidak Baik Total

n % n % n %

Kesetaraan

1 Baik 14 70,0 6 30,0 20 100,0

0,002 2 Tidak Baik 5 20,0 20 80,0 25 100,0

4.4.6. Hubungan Kenyamanan dengan Perilaku Pencegahan pada Pasien Diabetes Mellitus (DM)

Berdasakan tabulasi silang, dapat diketahui bahwa persentase kenyamanan yang tidak baik tetinggi pada perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) yang tidak baik sebanyak 82,6% dibandingkan perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) yang baik sebanyak 17,4%. Persentase kenyaman yang baik tetinggi yaitu perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) yang baik sebanyak 68,2% dibandingkan perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) yang tidak baik sebanyak 31,8%.

Hasil analisis bivariat dengan uji chi square didapat nilai p = 0,002, artinya ada hubungan yang signifikan antara kenyaman dengan perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM). Selain itu, variabel kenyaman juga masuk ke dalam model analisis multivariat karena memiliki nilai p < 0,25.

Tabel 4.22. Hubungan Kenyamanan dengan Perilaku Pencegahan pada Pasien Diabetes Mellitus (DM) di Poli Internis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Pura Kabupaten Langkat Tahun 2012

Variabel Independen

Perilaku Pencegahan

P value Baik Tidak Baik Total

n % n % n %

Kenyamanan

1 Baik 15 68,2 7 31,8 22 100,0

0,002 2 Tidak Baik 4 17,4 19 82,6 23 100,0

Dalam dokumen BULAN ESTER FEMY N /IKM (Halaman 106-112)

Dokumen terkait