3.1. Jenis Penelitian.
Penelitian ini merupakan survei explanatory (survei penjelasan). Metode ini digunakan untuk menganalisa dan menggali lebih dalam pengaruh variabel komunikasi antara pribadi dokter dengan pasien terhadap perilaku pencegahan pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Pura Kabupaten Langkat. Pembuktian pengaruh antar variabel tersebut akan dilihat dari hasil uji hipotesis melalui nilai-nilai yang dihasilkannya.
3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Pura Kabupaten Langkat.
Waktu penelitian direncanakan mulai Januari sampai Juli 2012. Tahapan dilaksanakan mulai pra survei, pembuatan proposal penelitian, konsultasi dosen pembimbing, penelitian lapangan dan membuat laporan akhir.
3.3. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Diabetes Mellitus yang berobat ke Poli Internis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Pura Kabupaten Langkat pada Januari sampai dengan bulan Maret 2012 berjumlah sebanyak 45 orang.
54
Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes mellitus yang berobat di poli internis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Pura Kabupaten Langkat, yang memiliki kriteria inklusi yaitu: 1) Pasien diabetes mellitus yang melakukan pemeriksaan dan pengobatan di poli internis dengan jumlah kunjungan sebanyak > 1 kali; 2) Bersedia menjadi responden; dan 3) Bertempat tinggal di wilayah Kabupaten Langkat. Berdasarkan kriteria tersebut, maka keseluruhan populasi dijadikan sebagai sampel penelitian atau total sampling .
3.4. Metode Pengumpulan Data 3.4.1. Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara menggunakan kuesioner kepada seluruh sampel terpilih. Pengambilan data dilakukan sendiri oleh peneliti agar penyimpangan dalam pengumpulan data dapat lebih ditolerir oleh peneliti dan maksud serta tujuan penelitian lebih tercapai. Diinstrumen pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang dibuat sendiri oleh peneliti berdasarkan beberapa item yang disesuaikan dengan variabel dalam tujuan penelitian.
Jenis dan sumber data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah:
1. Data primer: data yang langsung diperoleh dari responden melalui kuesioner, wawancara dan observasi yang dikumpulkan oleh peneliti.
2. Data sekunder: data yang mendukung data primer yang diperoleh dari dokumen.
Adapun dokumen yang mendukung penelitian ini berupa data jumlah pasien, profil RSUD Tanjung Pura Kabupaten Langkat, Buku Register pasien.
3.4.2. Uji Validitas dan Reliabilitas
Agar hasil penelitian diperoleh dengan baik, maka kuesioner yang dijadikan sebagai instrumen angket yang dipakai, terlebih dahulu dilakukan uji validitas guna menghasilkan data yang akurat sesuai dengan tujuan ukurannya. Sugiyono (2003), Sebelum penelitian dilakukan, terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas (kesahihan dan kehandalan) kuesioner penelitian. Sehingga kuesioner dapat digunakan menjadi alat ukur penelitian. Sebelum data dikumpulkan, terlebih dahulu dilakukan uji coba instrumen yang bertujuan untuk memastikan bahwa alat bantu yang akan digunakan (kuesioner) memiliki validitas dan reliabilitas. Uji coba dilakukan terhadap 30 orang pasien diabetes mellitus (DM) di Rumah Sakit Umum Dr. Joelham Binjai yang memiliki karakteristik yang sama dengan pasien di lokasi penelitian.
Uji validitas menunjukkan sejauh mana alat ukur benar-benar mengukur apa yang ingin diukur dan dilakukan dengan mengukur korelasi antara masing-masing item pertanyaan dengan skor total menggunakan rumus korelasi Pearson Product Moment (r), dengan ketentuan jika nilai r hitung > r tabel, maka pertanyaan valid dan jika nilai r hitung < r tabel, maka pertanyaan tidak valid. Jika instrumen itu valid, maka dilihat kriteria penafsiran mengenai indeks korelasi (r) sebagai berikut:
a) Sangat tinggi, antara 0,800-1,000; b) Tinggi, antara 0,600-0,799; c) Cukup, antara
0,400-0,599; d) Rendah, antara 0,200-0,399 dan e) Sangat Rendah, antara 0,000-0,199 (Riduwan, 2002).
Uji reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya/diandalkan. Teknik menghitung indeks reliabilitas dengan metode Cronbach Alpha < r tabel, dinyatakan tidak reliabel. Suatu instrumen dikatakan reliabel apabila memiliki koefisien kehandalan atau alpha sebesar: a) < 0,6 tidak reliabel; b) 0,6-0,7 accetable; c) 0,7-0,8 baik dan d) > 0,8 sangat baik (Riduwan, 2002).
Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas bahwa instrumen penelitian atau alat ukur yang digunakan pada masing-masing variabel keterbukaan, empati dukungan, rasa positif, kesetaraan dan kenyamanan semua pertanyaan mempunyai r hitung lebih besar dari r tabel pada df = 28; α = 5% sebesar 0,361, demikian juga alpha lebih besar dari r tabel (0,361), dengan demikian instrumen penelitian yang digunakan untuk penelitian dinyatakan valid dan reliabel. Hal ini dapat dilihat dari nilai koefisien r diantara 0,400-1,000 dan nilai alpha cronbach variabel keterbukaan 0,956, variabel empati 0,947, variabel dukungan 0,945, variabel rasa positif 0,945, variabel kesetaraan 0,904 dan variabel kenyamanan 0,924 (Lampiran 2).
3.5. Variabel dan Definisi Operasional 3.5.1. Variabel
Pada penelitian ini terdapat variabel independen yang diukur, yaitu:
komunikasi antar pribadi (keterbukaan, empati dukungan, rasa positif, kesetaraan dan
kenyamanan) sedangkan sebagai variabel dependen adalah perilaku pasien dalam upaya pencegahan.
3.5.2. Definisi Operasional 1. Variabel Independen
Komunikasi Antar Pribadi adalah: Hubungan yang harmonis antara dokter dengan pasien dimana dokter mampu menyampaikan informasi dengan baik sehingga dapat membentuk perilaku baru pasien dalam upaya pencegahan peningkatan stadium penyakit pasien diabetes melitus. Komunikasi antar pribadi (KAP) terdiri dari:
1) Keterbukaan adalah: dokter tidak enggan untuk membicarakan hal-hal yang melibatkan emosi seperti kemungkinan-kemungkinan keparahan yang akan terjadi jika pasien tidak mematuhi aturannya.
2) Empati adalah: dokter mau mengerti perasaan, pikiran dan keinginan serta ketakutan pasiennya.
3) Dukungan adalah: dokter mau merespon tindakan pasien, serta mau mengembangkan harapan-harapan dan tingkah laku pasien atas perilaku yang dibuatnya untuk upaya perawatan penyakitnya.
4) Rasa Positif adalah: dokter memberikan penilaian yang positif pada pasien, menerima setiap keadaan pasiennya dengan jiwa besar meski mungkin akibat perilaku pasien sendiri yang terkadang kurang bertanggungjawab terhadap kesehatannya serta dapat memberi dan menerima pujian pada pasien.
5) Kesetaraan adalah: dokter tidak membuat perbedaan dalam menyampaikan informasi dan mau menjelaskan setiap informasi kepada pasien sesuai dengan kondisi dan kemampuan pasien dalam menerima informasi.
6) Kenyamanan adalah: dokter mampu menciptakan suasana yang kondusif selama penyampaian informasi atau proses komunikasi berlangsung sehingga perubahan perilaku dapat lebih baik.
2. Variabel Dependen
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah perilaku pasien dalam upaya pencegahan penyakit diabetes mellitus yaitu: segala bentuk tindakan yang dilakukan pasien agar tidak terjadi peningkatan keparahan atas penyakit diabetes melitus yang dideritanya.
3.6. Metode Pengukuran
3.6.1. Aspek Pengukuran Variabel Independen
Variabel independen dalam penelitian adalah variabel komunuikasi antar pribadi. Pengukuran komunikasi antar pribadi terdiri dari: keterbukaan (openess), empati (empathy), dukungan (supportiveness), rasa positif (positiveness), kesetaraan (equality), nyaman (Comfort).
Jumlah pertanyaan untuk masing-masing sub variabel komunikasi antar pribadi sebanyak 5 (lima) buah. Jumlah seluruh pertanyaan sebanyak 30 buah. nilai yang diberikan untuk masing-masing jawaban adalah: sangat setuju: 3, setuju: 2,
tidak setuju: 1 dan sangat tidak setuju 0. Skor tertinggi untuk seluruh jawaban dari sub variabel adalah 15 dan terendah adalah 0.
Penentuan skor skala komunikasi antar pribadi: keterbukaan (openess), empati (empathy), dukungan (supportiveness), rasa positif (positiveness), kesetaraan (equality), nyaman (Comfort), ditentukan bedasarkan distribusi frekuensi dari skor-skor tes (Anastasi dan Urbina,1997) yaitu dengan mengetahui nilai skor-skor terendah dan nilai skor tertinggi dari komunikasi antar pribadi yang diperoleh dari jawaban responden. Skor komunikasi antar pribadi dikategorikan menjadi 2, yaitu:
0. Baik, apabila total skor responden > median (jika total nilai yang diperoleh responden di atas nilai tengah diantara nilai skor terendah dan nilai skor tertinggi komunikasi antar pribadi yang diperoleh seluruh responden).
1. Tidak baik, apabila total skor responden ≤ median ( jika total nilai yang diperoleh respoden di atas nilai tengah diantara nilai skor terendah dan nilai skor tertinggi komunikasi antar pribadi yang diperoleh seluruh responden).
3.6.2. Aspek Pengukuran Variabel Dependen
Metode pengukuran pada variabel dependen dengan menggunakan alat ukur kuesioner. Jumlah pertanyaan dalam kuesioner sebanyak 10 buah, nilai yang diberikan untuk masing-masing jawaban adalah: sangat setuju: 3, setuju: 2, tidak setuju; 1 dan sangat tidak setuju 0. Skor tertinggi untuk seluruh jawaban yang diberikan adalah 30 dan skor terendah adalah 0. Penentuan skor skala perilaku pencegahan ditentukan bedasarkan distribusi frekuensi dari skor-skor tes (Anastasi dan Urbina,1997) yaitu dengan mengetahui nilai skor terendah dan nilai skor tertinggi
dari perilaku pencegahan yang diperoleh dari jawaban responden. Skor perilaku pencegahan dikategorikan menjadi 2, yaitu:
0. Baik, apabila total skor responden > median (jika total nilai yang diperoleh responden di atas nilai tengah diantara nilai skor terendah dan nilai skor tertinggi perilaku pencegahan yang diperoleh seluruh responden).
1. Tidak baik, apabila total skor responden ≤ median (jika total nilai yang diperoleh respoden di atas nilai tengah diantara nilai skor terendah dan nilai skor tertinggi perilaku pencegahan yang diperoleh seluruh responden).
3.7. Metode Analisa Data
Pengolahan data dilakukan menggunakan bantuan komputer dengan tahapan sebagai berikut:
1. Editing: guna memeriksa ulang kelengkapan, kejelasan, kesesuaian, kemungkinan kesalahan dan melihat konsistensi jawaban.
2. Coding: melakukan konversi data ke dalam angka atau kode guna memudahkan pengolahan data.
3. Skoring: yaitu skor untuk variabel bebas dan variabel terikat.
Teknik analisis data dengan menggunakan prinsip analisis statistik, teknik yang digunakan yaitu:
1. Analisa Univariat, yaitu analisa yang menggambarkan secara tunggal variabel-variabel independen dan dependen dalam bentuk distribusi frekuensi.
2. Analisa Bivariat, yaitu analisis lanjutan untuk melihat hubungan variabel independen dan dependen menggunakan uji chi-square pada taraf kepercayaan 95% (p<0,05.
3. Analisa Multivariat dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh variabel independen. Bila hasil uji mempunyai nilai p < 0,25 maka variabel tersebut dapat masuk dalam model multivariat dengan menggunakan Uji Regresi Logistik Ganda (Multiple Logistic Regression). Uji regresi logistik digunakan untuk melihat pengaruh satu atau beberapa variabel independen terhadap dependen. Uji regresi logistik dapat digunakan apabila variabel dependen dikotomus/bineri (Murti, 1997).
Keterangan :
P (z) : Perilaku pencegahan Β : Koefisien Regresi
X1, X2, X3, Xi : Komunikasi antar pribadi
BAB 4