• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA CAKUPAN LAYANAN DAN KAPASITAS SELULER

Dalam dokumen Laporan Akhir 2013 (Halaman 87-99)

V.1 Cakupan Layanan dan Kapasitas per Penyelenggara Telekomunikasi

Coverage adalah sebuah cakupan layanan sinyal yang dipancarkan dari sebuah BTS (Base Transceiver Station). Pemahaman terhadap BTS coverage prediction adalah dengan terlebih dahulu memahami pola terrain dari Kabupaten Banyuwangi. Pada model prediksi macrocell kondisi permukaan terrain bumi memberikan pengaruh terbesar terhadap coverage area dari sebuah BTS.

Berdasarkan peta digital terrain, peta land used/clutter map, peta vector yang diloading ke software RadEN 2.0 , selanjutnya dapat dilakukan prediksi coverage untuk setiap BTS dari operator eksisting yang diperoleh dari hasil survey. Prediksi coverage dilakukan per operator selular dengan meng-insert-kan data koordinat BTS, arah azimuth antenna dan tinggi antenna ke software RadEN 2.0.

Pada bagian selanjutnya akan disajikan hasil prediksi tiap-tiap operator. Bentuk coverage adalah tidak beraturan karena faktor koreksi tinggi permukaan bumi yang tidak rata, sehingga terjadi blank spot pada area-area tertentu. Terdapat 3 warna pada model coverage:

1. Warna Merah adalah Level Sinyal >= -75 dBm to <= 0 dBm 2. Warna Biru adalah Level Sinyal >= -85 dBm to < -75 dBm 3. Warna Kuning adalah Level Sinyal >= -95 dBm to < -85 dBm

Selain cakupan layanan (coverage), dalam menyusun Review Masterplan Penataan Menara Telekomunikasi Bersama juga harus memperhatikan aspek kapasitas trafik pada besaran yang telah ditentukan yaitu GOS (Grade of Service) =2%.

Berdasarkan data-data teknis traffic handling BTS per sector maksimal dengan 4 kanal frekuensi adalah 20,15 Erlang pada tingkat kualitas layanan (GOS, Grade of Service) = 0,02, yang berarti terjadi kegagalan panggilan sebanyak 2 kali dari 100 kali panggilan). Maka dengan asumsi seluruh BTS menggunakan 3 sector dan total 12 kanal frekuensi mampu untuk menghandle traffic sebesar 60.45 Erlang (60.45 jam panggil/calling dan terima/called).

V-79 Berdasarkan hasil survey tahun 2013 jumlah BTS yang ada di Kabupaten Banyuwangi adalah sebanyak 449 BTS dari 9 operator telekomunikasi, yaitu : Telkomsel, Indosat, XL, HCPT, SmartFren,Axis, STI, Esia, dan Telkom Flexy. BTS sebanyak 715 BTS ini adalah untuk melayani 1,554,997 penduduk pada tahun 2010 yang tersebar pada area seluas 5.782.50 km2.

Idealnya 1 BTS dengan 3 sektor antenna dan 4 kanal di setiap sector mampu meng-handle trafik telekomunikasi hingga 2.000 pengguna selular dengan asumsi grade of service 2% dan rata-rata pendudukan kanal per pelanggan selular per hari adalah selama 2 menit. Dengan demikian kontribusi 715 BTS di Kabupaten Banyuwangi saat ini adalah mampu melayani sebanyak 293 tower x 2.000 pengguna selular = 586.000 pelanggan selular.

Dengan asumsi teledensity rata-rata pengguna selular di Indonesia adalah 50 % pada tahun 2013 di Kabupaten Banyuwangi, maka pada tahun 2018 ini di Kabupaten Banyuwangi terdapat 936,287 pengguna selular yang berarti membutuhkan tower sebanyak 853 BTS untuk trafik handling seluruh Kabupaten Banyuwangi. Adanya 449 BTS yang merupakan akumulasi seluruh BTS yang dioperasikan oleh seluruh operator selular di Kabupaten Banyuwangi, berarti terdapat kekurangan tower di Kabupaten Banyuwangi 404 BTS pada tahun 2013. Dibawah ini adalah uraian tentang kapasitas cakupan layanan per penyelenggara Telekomunikasi di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2013.

V-80

V.2 Coverage BTS Telkomsel

BTS Telkomsel dengan jumlah BTS sebanyak 105 BTS, telah meng-cover hampir semua kecamatan yang ada yang ada di Kabupaten Banyuwangi, secara kapasitas dengan jumlah eksisting BTS adalah 105, maka dapat di uraikan sebagai berikut :

 Penduduk di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2010 adalah 1,554,997 jiwa sumber : Hasil Sensus Penduduk 2010

 Asumsi pengguna selular adalah 50% (936,287 Pengguna selular)  Kabupaten Banyuwangi masuk dalam klasifikasi urban

Maka untuk menghandle kapasitas trafik di Kabupaten Banyuwangi dibutuhkan 853 BTS. Sehingga untuk meng-cover seluruh trafik di Kabupaten Banyuwangi Operator Telkomsel masih perlu menambah 853 BTS - 105 BTS = 748 BTS.

Dibawah ini adalah coverage yang di propagasikan 105 BTS Telkomsel di Kabupaten Banyuwangi.

Masih ada kecamatan yang belum tercover secara merata, misalnya saja di kecamatan Pesanggaran, Tegaldlimo sehingga terjadi blank spot.

V-81

V.3 Coverage BTS Indosat

BTS Indosat dengan jumlah BTS sebanyak 65 telah meng-cover cover hampir semua kecamatan yang ada yang ada di Kabupaten Banyuwangi, secara kapasitas dengan jumlah eksisting BTS adalah 65, maka dapat di uraikan sebagai berikut :

 Penduduk di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2010 adalah 1,554,997 jiwa sumber : Hasil Sensus Penduduk 2010

 Asumsi pengguna selular adalah 50% (936,287 Pengguna selular)  Kabupaten Banyuwangi masuk dalam klasifikasi urban

Maka untuk menghandle kapasitas trafik di Kabupaten Banyuwangi dibutuhkan 853 BTS. Sehingga untuk meng-cover seluruh trafik di Kabupaten Banyuwangi, Operator Indosat masih perlu menambah 853 BTS - 65 BTS = 788 BTS.

Dibawah ini adalah coverage yang di propagasikan 65 BTS Indosat di Kabupaten Banyuwangi.

Masih ada kecamatan yang belum tercover secara merata, misalnya saja di kecamatan Pesanggaran, Tegaldlimo sehingga terjadi blank spot.

V-82

V.4 Coverage BTS XL Axiata

BTS XL Axiata dengan jumlah BTS sebanyak 99 telah meng-cover hampir semua kecamatan yang ada yang ada di Kabupaten Banyuwangi, secara kapasitas dengan jumlah eksisting BTS adalah 99, maka dapat di uraikan sebagai berikut :

 Penduduk di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2010 adalah 1,554,997 jiwa sumber : Hasil Sensus Penduduk 2010

 Asumsi pengguna selular adalah 50% (936,287 Pengguna selular)  Kabupaten Banyuwangi masuk dalam klasifikasi urban

Maka untuk menghandle kapasitas trafik di Kabupaten Banyuwangi dibutuhkan 853 BTS. Sehingga untuk meng-cover seluruh trafik di Kabupaten Banyuwangi, Operator XL masih perlu menambah 853 BTS - 99 BTS = 754 BTS.

Dibawah ini adalah coverage yang di propagasikan 99 BTS XL di Kabupaten Banyuwangi.

Masih ada kecamatan yang belum tercover secara merata, misalnya saja di kecamatan Pesanggaran, Tegaldlimo sehingga terjadi blank spot.

V-83

V.5 Coverage BTS HCPT

BTS HCPT dengan jumlah BTS sebanyak 74 telah meng-cover hampir semua kecamatan yang ada yang ada di Kabupaten Banyuwangi, secara kapasitas dengan jumlah eksisting BTS adalah 74, maka dapat di uraikan sebagai berikut :

 Penduduk di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2010 adalah 1,554,997 jiwa sumber : Hasil Sensus Penduduk 2010

 Asumsi pengguna selular adalah 50% (936,287 Pengguna selular)  Kabupaten Banyuwangi masuk dalam klasifikasi urban

Maka untuk menghandle kapasitas trafik di Kabupaten Banyuwangi dibutuhkan 853 BTS. Sehingga untuk meng-cover seluruh trafik di Kabupaten Banyuwangi, Operator HCPT masih perlu menambah 853 BTS - 74 BTS = 779 BTS.

Dibawah ini adalah coverage yang di propagasikan 74 BTS HCPT di Kabupaten Banyuwangi.

Masih ada kecamatan yang belum tercover secara merata, misalnya saja di kecamatan Pesanggaran sehingga terjadi blank spot.

V-84

V.6 Coverage BTS Smartfren

BTS Smartfren dengan jumlah BTS sebanyak 20 telah meng-cover pusat kota dan jalan utama yang ada yang ada di Kabupaten Banyuwangi, secara kapasitas dengan jumlah eksisting BTS adalah 20, maka dapat di uraikan sebagai berikut :

 Penduduk di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2010 adalah 1,554,997 jiwa sumber : Hasil Sensus Penduduk 2010

 Asumsi pengguna selular adalah 50% (936,287 Pengguna selular)  Kabupaten Banyuwangi masuk dalam klasifikasi urban

Maka untuk menghandle kapasitas trafik di Kabupaten Banyuwangi dibutuhkan 853 BTS. Sehingga untuk meng-cover seluruh trafik di Kabupaten Banyuwangi, Operator Smartfren masih perlu menambah 853 BTS - 20 BTS = 833 BTS.

Dibawah ini adalah coverage yang di propagasikan 20 BTS Smartfren di Kabupaten Banyuwangi.

Masih ada kecamatan yang belum tercover secara merata, misalnya saja di kecamatan Siliragung, Bangorejo sehingga terjadi blank spot.

V-85

V.7 Coverage BTS Esia

BTS ESIA dengan jumlah BTS sebanyak 4 telah meng-cover pusat kota dan jalan utama yang ada yang ada di Kabupaten Banyuwangi, secara kapasitas dengan jumlah eksisting BTS adalah 4 maka dapat di uraikan sebagai berikut :

 Penduduk di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2010 adalah 1,554,997 jiwa sumber : Hasil Sensus Penduduk 2010

 Asumsi pengguna selular adalah 50% (936,287 Pengguna selular)  Kabupaten Banyuwangi masuk dalam klasifikasi urban

Maka untuk menghandle kapasitas trafik di Kabupaten Banyuwangi dibutuhkan 853 BTS. Sehingga untuk meng-cover seluruh trafik di Kabupaten Banyuwangi, Operator Esia masih perlu menambah 853 BTS - 4 BTS = 691 BTS..

Dibawah ini adalah coverage yang di propagasikan 849 BTS Esia di Kabupaten Banyuwangi.

Masih ada kecamatan yang belum tercover secara merata, misalnya saja di kecamatan Kalibaru, Glenmore sehingga terjadi blank spot.

V-86

V.8 Coverage BTS Axis

BTS Axis dengan jumlah BTS sebanyak 35 telah meng-cover pusat kota dan jalan utama yang ada yang ada di Kabupaten Banyuwangi, secara kapasitas dengan jumlah eksisting BTS adalah 35 maka dapat di uraikan sebagai berikut :

 Penduduk di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2010 adalah 1,554,997 jiwa sumber : Hasil Sensus Penduduk 2010

 Asumsi pengguna selular adalah 50% (936,287 Pengguna selular)  Kabupaten Banyuwangi masuk dalam klasifikasi urban

Maka untuk menghandle kapasitas trafik di Kabupaten Banyuwangi dibutuhkan 853 BTS. Sehingga untuk meng-cover seluruh trafik di Kabupaten Banyuwangi, Operator Axis masih perlu menambah 853 BTS - 35 BTS = 818 BTS..

Dibawah ini adalah coverage yang di propagasikan 35 BTS Axis di Kabupaten Banyuwangi.

Masih ada kecamatan yang belum tercover secara merata, misalnya saja di kecamatan Tegladlimo sehingga terjadi blank spot.

V-87

V.9 Coverage BTS STI

BTS STI dengan jumlah BTS sebanyak 4 telah meng-cover pusat kota dan jalan utama yang ada yang ada di Kabupaten Banyuwangi, secara kapasitas dengan jumlah eksisting BTS adalah 4 maka dapat di uraikan sebagai berikut :

 Penduduk di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2010 adalah 1,554,997 jiwa sumber : Hasil Sensus Penduduk 2010

 Asumsi pengguna selular adalah 50% (936,287 Pengguna selular)  Kabupaten Banyuwangi masuk dalam klasifikasi urban

Maka untuk menghandle kapasitas trafik di Kabupaten Banyuwangi dibutuhkan 853 BTS. Sehingga untuk meng-cover seluruh trafik di Kabupaten Banyuwangi, Operator STI masih perlu menambah 853 BTS - 4 BTS = 849 BTS..

Dibawah ini adalah coverage yang di propagasikan 4 STI Esia di Kabupaten Banyuwangi.

Masih ada kecamatan yang belum tercover secara merata, misalnya saja di kecamatan Licin, Kalipuro sehingga terjadi blank spot.

V-88

V.10 Coverage BTS Telkom Flexi

BTS Flexi dengan jumlah BTS sebanyak 43 telah meng-cover kota dan jalan utama yang ada di Kabupaten Banyuwangi, secara kapasitas dengan jumlah dengan jumlah eksisting BTS adalah 43, maka dapat di uraikan sebagai berikut :

 Penduduk di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2010 adalah 1,554,997 jiwa sumber : Hasil Sensus Penduduk 2010

 Asumsi pengguna selular adalah 50% (936,287 Pengguna selular)  Kabupaten Banyuwangi masuk dalam klasifikasi urban

Maka untuk menghandle kapasitas trafik di Kabupaten Banyuwangi dibutuhkan 853 BTS. Sehingga untuk meng-cover seluruh trafik di Kabupaten Banyuwangi, Operator Flexi masih perlu menambah 853 BTS - 43 BTS = 810 BTS.

Dibawah ini adalah coverage yang di propagasikan 43 BTS Flexi di Kabupaten Banyuwangi.

Masih ada kecamatan yang belum tercover secara merata, misalnya saja di kecamatan Kalipuro, Tegaldlimo sehingga terjadi blank spot.

V-89

V.11 Area Kabupaten Banyuwangi yang Terlayani dan Belum Terlayani

Dalam Pekerjaan Penyusunan Review Masterplan Penataan Menara Telekomunikasi Bersama Kabupaten Banyuwangi harus memperhatikan aspek coverage untuk mengetahui wilayah/area yang belum terlayani sehingga seluluh area di Kabupaten Banyuwangi dapat terlayani secara maksimal.

Level >= -75 dBm to <= 0 dBm yang memungkinkan bisa berkomunikasi secara mobile telah meng-cover seluruh area potensial (pusat bisnis, kantor pemerintahan, juga terletak di ujung paling timur Jalur Pantura serta titik paling timur Jalur Kereta Api Pulau Jawa. Serta menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali menggunakan Kapal Ferry, RCM, roro dan tongkang.

V-90

V.12 Area Kabupaten Banyuwangi yang terlayani dan membutuhkan

Dalam dokumen Laporan Akhir 2013 (Halaman 87-99)

Dokumen terkait