• Tidak ada hasil yang ditemukan

REKOMENDASI KEBIJAKAN CELL PLAN

Dalam dokumen Laporan Akhir 2013 (Halaman 124-133)

Data menara ekisting yang ada di Kabupaten Banyuwangi terdapat 293 menara yang terbagi menjadi :

 Menara green field sebanyak 287  Menara rooftop sebanyak 6

Dari data tersebut semua menara berbentuk menara konvensional, sehingga di beberapa lokasi terlihat kurang menarik jika dilihat dari sisi estetika/ keindahan. Dengan semangat penataan menara yang disertai dengan keindahan maka perlu dilakukan perubahan penampilan dari menara menara existing terutama di wilayah wilayah pusat kota atau tempat wisata

.

IX.1 Kebijakan terhadap menara greenfield

Menara jenis ini sulit jika harus dilakukan kamuflase. Beberapa rekomendasinya adalah:

o Dari sisi penampilan supaya dilakukan pengecatan ulang untuk menara yang tidak ber-cat atau yang catnya sudah mulai pudar.

o Untuk Menara yang tidak masuk ke dalam Masterplan agar bersiap- siap dilakukan pembongkaran setelah pemberian ijin HO habis masa berlakunya. Sebagai gantinya maka dipersilakan antenna Telco tersebut agar diletakkan pada Menara ekisting yang ada dalam zona Masterplan terdekat.

o Untuk Menara existing yang masuk zona Masterplan dan belum memiliki ijin (IMB/ HO) agar segera mengajukan permohonan perijinan dengan persyaratan yang diperlukan, dan harus siap untuk bias digunakan sebagai Menara Bersama.

IX-116

IX.2 Kebijakan terhadap menara rooftop

Menara Rooftop >6 m :

Menara jenis ini bisa hanya berupa pole atau mini tower yang berdiri di atas sebuah bangunan. Ada beberapa rekomendasi untuk menara jenis ini, yaitu :

Dengan momodifikasi penampilan dengan tambahan aksesoris sehingga tampak menarik seperti contoh pada gambar 9-1. Jika dalam satu atap gedung terdapat banyak menara, ada baiknya dilakukan penggabungan dengan mendirikan menara baru tersamar sementara menara yang lama dibongkar.

IX-117 Gambar IX-2 Pole RoofTop kamuflase

Menara Rooftop <6m :

Menara jenis ini hanya berupa pole pendek di atas sebuah bangunan bertingkat. Rekomendasi untuk menara jenis ini adalah :

Ada upaya menutupi antenna/ menara pole dengan selubung berbahan fiber di sisi pinggir bangunan sehingga antenna tidak terlihat dari bawah

Dengan upaya modifikasi penampilan pole/ antenna sehingga terlihat menarik seperti contoh gambar 9-2.

IX.3 Kebijakan terhadap kebutuhan menara baru

Pembangunan menara baru hanya dapat diperbolehkan pada zona Masterplan yang sudah di tetapkan, yaitu pada :

 zona Masterplan menara baru.

 zona Masterplan menara eksisting ketika tower-tower eksisting sudah dipergunakan secara bersama sama oleh minimal 2 (dua) penyelenggara telekomunikasi.

 zona Masterplan menara eksisting ketika tower-tower eksisting tidak bisa memenuhi kebutuhan teknis berupa kecukupan ketinggian dari menara baru yang hendak dibangun.

IX-118

IX.4 Alur Penataan dan Pengendalian Menara

Untuk dapat meng-implementasikan sebuah regulasi menara telekomuniksi ada beberapa alur yang harus di laksanakan setiap Pemerintah Daerah. Hal ini dimaksudkan agar sebuah aturan dapat diterima oleh semua pihak yang berkepentingan. Dibawah ini adalah alur penataan dan pengendalian yang harus dilaksanakan setiap Pemerintah Daerah :

a. Penataan

1. Mengidentifikasi keberadaan menara dan BTS eksiting.

2. Menganalisa kebutuhan BTS dan zona menara bersama hingga periode 5 tahun kedepan.

3. Mendesain Zona-Zona Persebaran Menara : Zona Eksisting & Zona Baru. 4. Melibatkan para Pelaku Industri Telekomunikasi dalam proses penyusunan cell

plan.

5. Membuat nota kesepahaman antara Pemerintah Daerah dengan penyedia menara tentang Masterplan di Kabupaten Banyuwangi.

6. Menerbitkan Peraturan Bupati tentang Pedoman Penataan, Pembangunan dan Pengendalian Menara Telekomunikasi Bersama untuk melegalisasi Masterplan.

b. Pengendalian

1. Membuat Review Masterplan Penataan Menara Telekomunikasi Bersama (Cell Pan).

2. Menerbitkan Peraturan Bupati tetang Pedoman Penataan Pembangunan dan Pengendalian Menara Telekomunikasi Bersama yang berisi tentang :

Pembangunan menara baru hanya diperbolehkan pada zone area menara baru.

Pembangunan menara baru diperbolehkan pada zone area menara eksisting, ketika eksisting tower sudahmenjadi menara bersama.

Permintaan dari Telco untuk pembangunan menara pada area yang sudah tersedia eksisting tower, akan ditolak Pemda dan diarahkan untuk memanfaatkan eksisting tower yang berada pada zona Cell Plan

3. Menerbitkan Peraturan daerah tentang Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi dengan mengacu UU Pajak Retribusi Daerah No. 28 Tahun 2009.

IX-119

IX.5 Review Cell Plan

Review Masterplan adalah kegiatan yang dimaksudkan untuk mengevaluasi hasil kegiatan implementasi Masterplan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan dan Kominfo Kabupaten Banyuwangi selama 1 tahun berjalan dengan menggeser dan menambah zona baru. Review Masterplan ini juga akan memetakan pemanfaatan zona Masterplan oleh para penyelenggara Telekomunikasi. Pemanfaatan zona Masterplan adalah berupa peningkatan kolokasi BTS pada menara-menara yang berada di zona eksisting dan pembangunan menara baru pada zona-zona baru.

Pemerintah daerah dapat melakukan review Masterplan khusus-nya pada zona baru, apabila implementasi Masterplan telah berjalan minimal dalam masa 2 tahun dan ketika ada usulan review dari penyelenggara telekomunikasi.

IX.6 Pengembangan Sidalmentel

Sistem Informasi untuk Pengendalian Menara Telekomunikasi (Sidalmentel) atau Tower Telecom Management Information System adalah aplikasi web based dimaksudkan dapat melakukan pengelolaan database dan pelaporan menara telekomunikasi yang ada di suatu wilayah kota. Sidalmentel menjadi salah satu system aplikasi penting dalam penataan, pembangunan, dan perawatan menara telekomunikasi, sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan efisensi pekerjaan.

Beberapa modul yang dimiliki dalam aplikasi ini diantaranya adalah :  Dashboard

 Site Information  Tower Status  Grounding Status  Shelter Status

 Air Conditioner Status  Electricity Status  Genset Status

IX.7 Monevdal (Monitoring Evaluasi Menara Telekomunikasi)

Sehubungan dengan amanah dalam UU No. 28/2009 , dimana besaran retribusi adalah dikaitkan dengan frekuensi pengawasan dan pengendalian pada menara Telekomunikasi, maka perlu bagi pemda untuk merumuskan rencana kegiatan-kegiatan untuk merealisasikan dua hal ini (pengawasan dan pengendalian).

IX-120 Dengan demikian jelas bagi bahwa kalau hendak menarik retribusi pengendalian menara, maka pemda harus membuat paket kebijakan yang akan memberikan kepastian pada aspek tata ruang untuk menara Telekomunikasi, kepastian keamanan atas operasional menara Telekomunikasi dan jaminan bahwa tidak ada permasalahan dengan warga yang ada di sekitar menara Telekomunikasi.

Dengan adanya paket kebijakan yang terkait dengan penataan, pengawasan dan pengendalian menara, maka pemda akan merumuskan berbagai kegiatan yang ditujukan untuk melakukan pengawasan terhadap operasional menara-menara telekomunikasi eksisting dan pengendalian terhadap pertumbuhan menara-menara Telekomunikasi yang baru.

Pada kegiatan ini akan diidentifikasi tahapan pekerjaan sebagai berikut : i. Konsep penataan menara Telekomunikasi.

ii. konsep pengendalian menara Telekomunikasi. iii. Monitoring menara Telekomunikasi.

iv. Evaluasi dari hasil monitoring ini.

v. Menerbitkan sertifikat kelayakan (compliance certificate) operasional menara untuk setiap menara dan untuk masa setahun ke depan.

vi. Langkah strategis untuk melakukan pengendalian menara Telekomunikasi.

Maksud dan Tujuan

Pengawasan menara adalah ditujukan untuk memastikan bahwa menara-menara Telekomunikasi dapat beroperasi dengan aman dan memenuhi standar keamanan yang telah dispesifikasikan pada awal pembangunannya.

Pengendalian menara adalah ditujukan untuk memaksimalkan potensi pembebanan menara dengan meletakkan “sebanyak-banyak-nya’ antenna untuk fungsi layanan Telekomunikasi pada menara eksisting yang telah ada. Ini adalah ditujukan untuk membatasi atau mengurangi pertumbuhan menara Telekomunikasi yang baru, dengan tetap memperhatikan pada aspek keluasan cakupan layanan Telekomunikasi yang mencover seluruh potensi pergerakan pengguna selular. Juga tetap memperhatikan pada aspek kualitas layanan selular.

IX-121 Lingkup Pekerjaan

Lingkup pekerjaan dalam melaksanakan kegiatan Monevdal adalah sebagai berikut :

 Merumuskan konsep pengawasan

o Pengawasan dilakukan melalui pengambilan data secara visual dari luar site menara dengan parameter yang telah didefinisikan.

o Pengawasan dilakukan 2x dalam masa satu tahun.

o Pengawasan tahap-1 dilakukan pada bulan Maret, hasil dari pengawasan ini adalah digunakan untuk mendapatkan data ter-update tentang kondisi untuk setiap menara eksisting.

o Hasil dari kegiatan dari pengawasan tahap-1 adalah digunakan untuk mengupdate database menara Telekomunikasi eksisting pada system informasi pengendalian menara Telekomunikasi

o Hasil dari kegiatan dari pengawasan tahap-1 adalah digunakan untuk menganalisis kajian potensi retribusi pengendalian menara pada tahun berjalan

o Ketika pembayaran retribusi menara sudah direalisakan, maka pengawasan tahap-2 dilakukan pada kisaran bulan September (6 bulan sesudah survey pengawasan pada tahap-1). Pada pendataan yang kedua ini sekaligus akan dilakukan penempelan stiker Retribusi Pengendalian Menara.

 Merumuskan konsep pengendalian

o Pengendalian dilakukan dengan mengevaluasi hasil dari kegiatan pengawasan pada tahap-1.

o Evaluasi dijalankan dengan menganalisis hasil pendataan menara Telekomunikasi untuk setiap menara.

o Pendataan ini akan mengidentifikasi pola kolokasi menara dan persebaran pembangunan menara-menara baru.

o Pendataan ini akan mendapatkan pola pembangunan menara dan penambahan BTS-BTS baru baik pada menara eksisting dan menara-menara baru

o Pengendalian ini dijalankan dengan mengefektifkan penggunaan system informasi pengendalian menara Telekomunikasi.

IX-122 o Ketika pembayaran retribusi menara sudah direalisakan, maka tahapan akhir dari pengendalian dalam siklus periode satu tahun adalah dengan diberikannya sertifikasi Retribusi Pengendalian Menara.

 Melaksanakan pengawasan terhadap operasional menara Telekomunikasi melalui pendataan di lapangan :

o Pendataan meliputi pengambilan koordinat geolokasi menara, gambar akses jalan ke site, tampak seluruh site dan menara, ACPDB untuk setiap Telco Operator, Shelter/BTS per telco operator, antenna yang menempel pada menara, ketinggian menara dan ketinggian setiap antenna dan system sarana penunjang keamanan operasional menara (grounding kabel, kondisi struktur menara, lampu penerangan, lampu halangan penerbangan).

o Pengukuran koordinat menara adalah menggunakan GPS dengan akurasi hingga 1 detik geografis dan cakupan pada minimal 7 satelit geopositioning. Pengukuran koordinat adalah dengan melakukan pemotretan display GPS dengan latar belakang menara. Posisi pengukuran adalah pada sudut site terjauh dari menara.

o Pengukuran ketinggian menara adalah menggunakan laser meter dengan spesifikasi sebagai berikut :

 Digital Point finder dengan kemampuan zoom  Pengukuran sudut iklinasi hingga 360°

o Pendataan status kepemilikan lahan menara (jual beli/sewa)

o Pendataan terkait dengan kemungkinan adanya potensi “community issue” dari warga sekitar menara dalam radius 25 meter dari site.

 Membuat pelaporan dari hasil kegiataan pendataan menara

o Pelaporan untuk kondisi site secara general adalah menggunakan format sebagaimana contoh terlampir dalam lampiran KAK ini.

o Pelaporan untuk menara yang tidak beroperasi dengan spesfikasi tertentu akan disajikan dalam dokumen laporan potensi pelanggaran operasional menara.

o Dokumen pelanggaran operasional menara seperti :

 Menara yang tidak bersih dan ditumbuhi semak belukar

 Menara yang tidak memiliki atau kehilangan sarana penunjang keamanan yang memadai

IX-123  Menara yang kondisi pagar pembatas site tidak berfungsi sebagaimana

mestinya.

o Pelaporan untuk kondisi Menara yang dipermasalahkan oleh warga akan dimasukkan dalam jenis pelaporan khusus yang memerlukan tindakan yang bersifat segera untuk penyelesaiannya.

 Mereview implementasi Masterplan dalam masa satu tahun sejak ditetapkan dalam Peraturan Bupati.

IX.8 Menekan terjadinya isu komunitas terkait menara

Dengan adanya kegiatan Penyusunan Review Masterplan Penataan Menara Telekomunikasi Bersama di Kabupaten Banyuwangi adalah untuk menekan terjadinya isu komunitas terkait menara. Hal ini tentunya harus diiringi dengan adanya aturan yang ketat dari pemerintah Daerah seperti dengan melegalisasi Masterplan dengan Peraturan Bupati tentang Pedoman Penataan, Pembangunan dan Pengendalian Menara Telekomunikasi Bersama, Menerbitkan Peraturan Daerah tentang Retribusi Pengendalin Menara Telekomunikasi dan memasang papan nama pada menara yang telah membayar retribusi pengendalian menara Telekomunikasi.

X-124

BAB X

KESIMPULAN

1. Berdasarkan hasil survey 2013, terdapat 449 BTS eksisting dan 293 menara di Kabupaten Banyuwangi.

2. Berdasarkan analisa kebutuhan BTS hingga 5 tahun ke depan (tahun 2018), maka dibutuhkan 853 BTS untuk meng-cover dan meng-handling trafic layanan selular di Kabupaten Banyuwangi.

3. Dari Kebutuhan 853 BTS ini akan diletakkan dalam 292 zona persebaran menara bersama di Kabupaten Banyuwangi dengan menyesuaikan ketersediaan ruang di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

4. Memperhatikan potensi Menara eksisting sebagai menara bersama, maka terdapat 293 Menara eksisting yang berada pada 183 lokasi yang bisa dipertimbangkan untuk menjadi menara bersama dengan syarat dan ketentuan yang berlaku untuk menara bersama.

5. Untuk pemenuhan kebutuhan pendirian menara baru telah disediakan sebanyak 109 zona menara bersama dengan penyebaran yang telah disesuaikan untuk mengisi ruang-ruang yang belum terlayani oleh hadirnya menara eksisting dan untuk memperkuat trafik di antara menara-menara eksisting.

Dalam dokumen Laporan Akhir 2013 (Halaman 124-133)

Dokumen terkait