Groundbreaking Tamansari Jineng, Bali
88
89
L A P O R A N T A H U N A N A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3 L A P O R A N T A H U N A N A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
L A P O R A N T A H U N A N A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
88
89
L A P O R A N T A H U N A N A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3 yang mengindikasikan bahwa penyebaran per
tumbuhan bisnis properti kini mulai merata, tak lagi terkonsentrasi di Pulau Jawa seperti tahun tahun sebelumnya.
KINERJA OPERASIONAL
Secara umum, selama tahun 2013 Perseroan berhasil mengembangkan beberapa kawasan baru, dengan mengoptimalkan peluang pasar high rise, serta melanjutkan kiprah merambah pasar properti pariwisata.
Melanjutkan kesuksesan pengembangan pasar high rise di tahun 2012, unit bisnis realty pada tahun 2013 berhasil mengembangkan 3 (tiga) proyek high rise baru, yaitu: Tamansari La Grande Merdeka, Bandung; Tamansari Panoramic, Bandung; Tamansari Papilio, Surabaya. Se mentara satu proyek lagi adalah proyek Condotel Tamansari Jivva, Bali.
growth is now expanded evenly in Indonesia, unlike some years ago which only concentrated
in Java.
OPERATIONAL PERFORMANCE
Generally, during 2013, the Company had suc
cessfully developed new areas by optimizing high rise markets and continuing the expansion
in tourism property markets.
Following the success of high rise developments in 2012, our realty unit successfully developed 3 (three) new high rise projects: Tamansari La Grande Merdeka, Bandung; Tamansari Panoramic, Bandung; and Tamansari Papilio, Surabaya. Another new project is the Condotel
Tamansari Jivva, Bali.
Meneruskan keberhasilan pengembangan proyekproyek berkarakteristik KSO dalam beberapa tahun terakhir, selama tahun 2013 proyekproyek KSO juga masih tetap men dominasi proyekproyek dari Perseroan. Proyek model ini memang dilakukan dalam rangka mengatasi permasalahan sulitnya ketersediaan lahanlahan strategis di kotakota besar. KSO adalah model bisnis dimana Perseroan bekerja sama dengan pemilik lahan didalam mengem bangkan suatu proyek properti.
Selain unit bisnis realty yang terus menggeliat dengan mengembangkan kawasan perumahan dan apartemen di 2013, unit bisnis lainnya dari Perseroan, yaitu manajemen properti, selama tahun 2013 juga mengalami perkembangan yang relatif cukup baik dan stabil. Unit bisnis manajemen properti ini cukup konsisten didalam
Following the success of joint operations (KSO) projects in the last few years, the Company continued to rely on KSO projects in 2013. This business model is especially suitable in overcoming the lack of strate
gic property plots in large cities. In KSO,
the Company partners with land owners in
developing a property project.
While our realty unit continued to develop housing and apartment projects in 2013, the property management unit also achieved
a robust and stable growth in 2013. The property management unit attained a good
consistency in managing its properties and projects, whether of the Company or of other
ANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN Analysis & Discussion of Management
Tamansari Jivva, Bali
90
91
L A P O R A N T A H U N A N A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3 L A P O R A N T A H U N A N A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
L A P O R A N T A H U N A N A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
90
91
L A P O R A N T A H U N A N A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3 kiprah dan kinerjanya mengerjakan bidang
manajemen pro perti dari proyekproyek milik Perseroan, maupun juga proyekproyek pro perti milik pihak lain. Jumlah pekerjaan manajemen properti yang ditangani oleh unit bisnis ini juga terus bertambah dengan cukup signiikan pada tahun 2013.
Sementara itu, unit bisnis lainnya dari Perseroan, ya itu jasa konstruksi, juga mengalami perkem bangan bisnis yang cukup menggembirakan. Unit bisnis konstruksi ini secara konsisten mampu mendukung dengan baik pengerjaan konstruksi dari proyekproyek properti milik Perseroan, se hingga unit bisnis ini pun bisa turut menyum bangkan kontribusi yang positif terhadap kinerja Perseroan secara keseluruhan.
KINERJA KEUANGAN
Dari sisi Pendapatan Usaha, Perseroan sukses melakukan penjualan bersih yang terus me ningkat secara signiikan dari tahun ke tahun selama pencatatan 5 tahun buku terakhir semenjak tahun 2009 hingga tahun 2013. Pening katan penjualan bersih yang signiikan terjadi pada dua tahun terakhir ini, yaitu tahun 2012, dan tahun 2013. Di tahun 2012, penjualan bersih Perseroan mencapai angka Rp842,04 miliar, atau meningkat 61,10% dibandingkan penjualan bersih tahun 2011 yang masih di angka Rp522,69 miliar. Sementara di tahun 2013, penjualan bersih Perseroan mencapai angka Rp1,13 triliun atau meningkat 34,38% di bandingkan penjualan bersih di tahun 2012 senilai Rp842,04 miliar.
Bila dikaji secara per sektor untuk penjualan bersih Perseroan ditahun 2013, maka unit bisnis realty (real estate rumah tinggal dan aparte men) masih memberikan kontribusi terbesar yaitu 84,46% terhadap total penjualan bersih Perseroan. Nilai penjualan bersih terbesar ber asal dari proyek-proyek, antara lain: Tamansari
parties. The number of projects handled by the unit rose signiicantly in 2013.
The construction unit, another division of the Company, also notched a satisfying growth in 2013. The unit consistently offered good support to projects of the Company by doing excellent construction works. The unit offered a positive contribution to the performance of the
Company as a whole.
Hive, Jakarta and Tamansari Panoramic, Bandung; Overall contribution of the realty unit in 2013
to total net sales was Rp955.68 billion. That
is a 30.40% increase compared to total net sales of realty unit in 2012 of Rp732.86 billion.
Not to be outdone, the property management
unit and the construction unit also contri buted signiicantly towards overall inancial perfor
mance of the Company in 2013. The property management unit in 2013 achieved total net
sales of Rp54.69 billion, way above the target
for the year which is Rp31.0 billion. It was also an impressive 88.80% increase compared to
total net sales of the unit in the previous year,
which reached Rp28.96 billion. Looking at the
growth rate of total net sales in the property
management unit for the last ive years, i.e. 2009 to 2013, this latest rise is the most dramatic. Semanggi Apartment, Jakarta; Tamansari Hive,
Jakarta dan Tamansari Panoramic, Bandung. Secara keseluruhan, unit bisnis realty selama tahun 2013 mampu menyumbangkan peroleh an penjualan bersih sebesar Rp955,68 miliar. Nilai tersebut meningkat 30,40% dibanding pen jualan bersih unit bisnis realty pada 2012 yang masih berada di angka Rp732,86 miliar. Namun demikian, unit bisnis manajemen pro perti dan unit bisnis konstruksi selama tahun 2013 juga mampu turut menyumbangkan pen jualan bersih yang juga signiikan terhadap kinerja Perseroan secara keseluruhan. Pada 2013, unit bisnis manajemen properti berhasil meraih penjualan bersih senilai Rp54,69 miliar, jauh melampaui target yang ditetapkan di awal tahun yang hanya sebesar Rp31,0 miliar. Nilai tersebut juga meningkat pesat 88,80% jika
ANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN Analysis & Discussion of Management
FINANCIAL PERFORMANCE
The Company continued to achieve signiicant net sales growth within the last ive years, i.e. 2009 to 2013, with an especially excellent
growth in the last two years, i.e. 2012 and
2013. In 2012, net sales reached Rp842.04 billion, an increase of 61.10% compared to the
previous year’s net sales of Rp522.69 billion, in 2013, net sales rose 34.38% to Rp1.13 trillion
compared to the previous year.
Looking at individual divisions within the
Company in 2013, the realty unit, which
mana ges real estate in houses and apart
ments, were still the largest contributor with 84.46% of total net sales. Projects with the most contribution to net sales include the Tamansari Semanggi Apartment, Jakarta; Tamansari
Tamansari Papilio Surabaya Tamansari Jineng, Bali
92
93
L A P O R A N T A H U N A N A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3 L A P O R A N T A H U N A N A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
L A P O R A N T A H U N A N A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
92
93
L A P O R A N T A H U N A N A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3 dibandingkan nilai penjualan bersih unit bisnis
manajemen pro perti tahun 2012 yang masih se besar Rp28,96 miliar. Bila dibandingkan dengan graik kenaikan penjualan bersih unit bisnis ma najemen properti pada 5 tahun buku terakhir (2009–2013), maka kenaikan pen jualan bersih di tahun 2013 ini adalah yang tertinggi.
Kenaikan yang cukup tinggi terjadi pada unit bisnis konstruksi, dimana unit bisnis satu ini mampu meraih hasil penjualan bersih yang jauh melebihi target yang ditetapkan Perse roan di awal tahun. Nilai penjualan bersih yang berhasil diraih unit bisnis konstruksi pada 2013 adalah sebesar Rp121,15 miliar, sementara target yang ditetapkan hanya senilai Rp40,59 miliar. Nilai tersebut juga meningkat signiikan 41,33%, apabila diban- ding kan nilai penjualan bersih unit bis nis konstruksi tahun 2012 yang masih sebesar Rp85,72 miliar. Meski demikian, kenaikan signi ikan penjualan bersih unit bisnis kon struksi pada tahun 2013 ini masih belum bisa diban dingkan dengan lonjakan penjualan yang terjadi pada tahun 2009, ketika penjualan bersih di unit bisnis konstruksi tahun itu ber hasil mencapai Rp195.548 juta, tertinggi dalam 5 tahun buku terakhir Perseroan.
PROYEK Project 2013 2012 2011 2010 2009
Real Estate: Rumah Tinggal dan Apartemen
Real Estate: Housing and Apartments 955.679 732.868 448.242 354.866 241.673
Jasa Konstruksi
Construction Services 121.151 85.721 45.926 36.695 195.548
Jasa Properti Property Services 54.692 28.968 31.569 20.090 17.387 Total Sebelum Potongan Penjualan
Total Before Sales Allowance 1.131.523 847.557 525.789 402.652 454.609
Potongan Penjualan
Sales Allowance - (5.521) (3.050) - (1.104)
JUMLAH Total 1.131.523 842.036 522.688 402.652 453.505
The construction unit also achieved a signiicant growth of total net sales, with
results far beyond the target set by the Company at the start of the year. Total net
sales of the construction unit in 2013 were
Rp121.15 billion, way above the target of
Rp40.59 billion. It was a signiicant 41.33% rise compared to the previous year’s achievement of Rp85.72 billion. However, this impressive result was still below achievements in 2009, the highest in the last ive years with total net
sales of Rp195.548 billion.
Real Estate Rumah Tinggal dan Apartemen
Jasa Konstruksi Jasa Properti
Potongan Penjualan Total Sebelum Potongan Penjualan 0 200 400 600 800 1.000 1.200 2010 2011 2012 2013 2009
ANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN Analysis & Discussion of Management
SALES PRINCIPAL COST
Cost of sales increased signiicantly by Rp564.19 billion in the ive-year period
between 2009 and 2013, as sales rose. The
largest year-on-year increase of sales cost occurred in 2012 with a 63.46% increase to Rp704.33 billion from Rp430.88 billion. The second largest increase occurred in 2013
with a 33.69% raise from the previous year to Rp941.62 billion.
BUSINESS COST
Total business cost of the Company in 2013
rose 55.65% to Rp19.21 billion from Rp12.34
billion in 2009. This gra dual increase is in
line with the deve lopment of the Company.
Howe ver, while the yearly increases of bu - sin ess cost from 2009 to 2012 were quite
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok Penjualan meningkat pesat sebesar Rp564,19 miliar dalam rentang 5 tahun buku antara tahun 2009 hingga tahun 2013. Pening katan ini seiring dengan meningkatnya penjual an. Namun demikian, peningkatan terbesar beban pokok penjualan terjadi pada tahun 2012, dimana terjadi kenaikan 63,46% dari beban pokok pen jualan di tahun 2011 sebesar Rp430,88 miliar, menjadi Rp704,33 milliar di tahun 2012. Pening katan terbesar kedua dari beban pokok penjualan terjadi pada tahun 2013, dengan prosentase ke naikan sebesar 33,69%, yaitu dari Rp704,33 miliar di tahun 2012 menjadi Rp.941,62 miliar.
PROYEK Project 2013 2012 2011 2010 2009
Real Estate: Rumah Tinggal dan Apartemen
Real Estate: Housing and Apartments 776.919 596.502 362.081 277.350 184.175
Jasa Konstruksi
Construction Services 112.525 81.232 42.966 34.468 177.241
Jasa Properti
Property Services 52.177 26.593 25.938 19.139 16.162
JUMLAH Total 941.621 704.328 430.885 330.957 377.579
Real Estate Rumah Tinggal dan Apartemen Jasa Konstruksi Jasa Properti Jumlah 0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 1.000 2009 2010 2011 2012 2013 BEBAN USAHA
Jumlah beban usaha Perseroan meningkat jika dibandingkan antara tahun 2009 dan 2013. Jumlah prosentase kenaikannya sebesar 55,65%, yaitu dari Rp12,34 miliar pada tahun 2009 menjadi Rp19,21 miliar pada tahun 2013. Peningkatan beban usaha ini secara gradual terjadi seiring
94
95
L A P O R A N T A H U N A N A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3 L A P O R A N T A H U N A N A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
L A P O R A N T A H U N A N A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
94
95
L A P O R A N T A H U N A N A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3 dengan berkembangnya Perseroan. Namun demi
kian, beban usaha yang sejak tahun 2009 sampai 2012 selalu meningkat dengan signiikan pada se tiap tahunnya, akhirnya menurun sedikit di tahun 2013, dari Rp19,68 miliar menjadi Rp19,21 miliar, atau turun sebanyak 2,5%.
steep, the number is inally down to Rp19.68
billion in 2013 from Rp19.21 billion in the pre
vious year, a contraction of 2.5%.
DESKRIPSI Description 2013 2012 2011 2010 2009
Biaya Pemasaran Marketing Cost 174 138 207 102 141
Biaya Fasilitas Kantor Office Facilities Cost 4.356 3.357 3.988 3.428 2.752
Biaya Informatika Information Cost 318 397 144 111 80
Biaya Personalia Personnel Cost 13.495 14.624 11.952 9.585 8.951
Biaya Keuangan Financial Cost 244 319 163 92 101
Biaya Pengembangan Development Cost 624 625 376 188 318
Jumlah Total 19.213 19.675 16.831 13.506 12.344
Kenaikan beban usaha terbesar dalam lima tahun buku terakhir (20092013) terjadi pada komponen biaya pengembangan. Seperti yang terjadi antara tahun 2010 dan tahun 2011 dimana terjadi kenaikan pada biaya pengembangan sebesar 100% dari Rp188 juta menjadi Rp376 juta. Demikian halnya pada tahun 2011 dan tahun 2012, terdapat kenaikan biaya pengembangan sebesar 66,22% dari Rp376 juta menjadi Rp625 juta. Namun kenaikan ter sebut berakhir di tahun 2013, karena biaya pe ngembangan pada tahun ini justru menurun. Dari sebelumnya di tahun 2012 biaya pengembangan adalah sebesar Rp625 juta, kemudian turun menjadi Rp624 juta di 2013.
LABA USAHA
Dalam satu tahun terakhir, laba usaha Perse roan berhasil tumbuh dengan sangat signiikan, yaitu sebesar 44,62%, dari tahun 2012 sebesar Rp118,03 miliar, menjadi Rp170,69 miliar di tahun 2013. Pertumbuhan laba usaha yang cukup besar tersebut disebabkan oleh keberhasilan Perseroan di dalam memaksimalkan penjualan, pengoptimalkan kinerja ketiga unit bisnis, serta
The most signiicant contributor to business cost in the last ive years, i.e. 2009 to 2013, is development cost. In 2011, this component recorded a 100% increase to Rp376 million
from Rp188 million in the previous year. The growth rate slows slightly in 2012 to 66.22%,
with business cost at Rp625 million. However
in 2013, the Company manages to halt the
swelling of business cost, with the number
slightly down to Rp624 million.
PROFITS
The Company recorded a signiicant proit growth of 44.62% in the past year to Rp170.69
billion from Rp118.03 billion in the year before. This impressive improvement was the result
of the Company’s efforts in maximizing sales, optimizing performances of the three business units, and a push for eficiency to eliminate unnecessary costs.
berbagai upaya eisiensi guna mereduksi penge luaran biaya yang tidak perlu.
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Jumlah pendapatan dan beban lainlain Perseroan mengalami kenaikan yang sangat signiikan pada tahun 2013, yaitu hampir dua kali lipat, atau se besar 99,87% dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah pendapatan dan beban lainlain pada 2012 adalah sebesar Rp13,56 miliar dan meningkat pesat menjadi menjadi Rp27,11 miliar di tahun 2013. Yang perlu menjadi catatan adalah terjadinya penurunan jumlah beban lainlain Perseroan pada tahun 2011. Di tahun tersebut, jumlah beban lainlain Perse roan mengalami penurunan dari Rp14,87 miliar di tahun 2010 menjadi Rp7,03 miliar tahun 2011. Penurunan ini terutama karena pada tahun 2011 Perseroan membukukan penda patan lain lain sebesar Rp5,25 miliar.
BEBAN PAJAK
Jumlah beban pajak di tahun 2013, Pajak Final Perseroan diperhitungkan sebesar Rp51,43 miliar. Pajak Kini sebesar Rp746,67 juta. Beban pajak ini naik sebesar 32,49% dari Rp39,49 miliar pada tahun 2012 menjadi Rp52,17 miliar di tahun 2013.
OTHER REVENUES AND COSTS
Costs and revenues recorded by the Company from other sectors in 2013 amounted to Rp27.11 billion, which was a very signiicant increase of 99.87% from Rp13.56 billion in the previous year. Within the last ive years, it is notable that the balance of revenues and costs from other sectors notched a one time decline in 2011 to a net cost of Rp7.03 billion. In the previous year, the balance stood at a net cost of Rp14.87 billion. The decrease was mainly because the Company booked Rp5.25 billion in
other revenues at that year.
TAX COST
In 2013, inal tax for the Company is Rp51.43 billion, with current tax at Rp746.67 million. This is an increase of 32.49% from Rp39.49 billion in 2012 to a total of Rp52.17 billion
in 2013.
LABA KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN Comprehensive Profit in the Current Period